Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN KULIAH KERJA NYATA

MAHASISWA PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


DOSEN INTEGRATIF SEMESTER GANJIL 2017/2018

“SOSIALISASI ETIOLOGI PENYAKIT HIRSCHPRUNG DAN


KOMPLIKASINNYA & ASESMEN PENGETAHUAN ORANG TUA
PASIEN TENTANG PENYAKIT HIRSCHPRUNG DAN
HIRSCHPRUNG-ASSOCIATED ENTERCOLITIS (HAEC)”

Disusun Oleh :
Mathilda Gracia Tanaem 150610160094
Ahmad Salman Ali Ghufroni 160110150019
Nadia Putri Hartawan 170510160028
Paksi Ghifari Nugraha 180410160091
Maulinawati 180810160066
Puji Adi Kharisma 220110166067
Elvira Dwi Marlina 240210160013

DIREKTORAT PENDIDIKAN DAN KEMAHASISWAAN UNIVERSITAS


PADJADJARAN
2018
LEMBAR PENGESAHAN

Dengan telah selesainya pelaksanaan KKNM-PPM yang kami kerjakan, maka kami:
No Nama Mahasiswa NPM Tanda Tangan
1 Mathilda Gracia Tanaem 150610160094 1.
..........................
2 Ahmad Salman Ali Ghufroni 160110150019 2.
..........................
3 Nadia Putri Hartawan 170510160028 3.
..........................
4 Paksi Ghifari Nugraha 180410160091 4.
.........................
5 Maulinawati 180810160066 5.
..........................
6 Puji Adi Kharisma 220110166067 6.
........................
7 Elvira Dwi Marlina 240210160013 7.
..........................

Telah menyelesaikan laporan rencana kegiatan kami selama di lokasi KKNM


terintegrasi PPM di Gedung RSP Unpad Lantai 6 Jl. Prof. Eyckman No. 38,
Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung.

Menyetujui,
Dosen Pendamping

Dr. dr. Rizki Diposarosa, SpBA(K)

i
ABSTRAK

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat


dengan mengaplikasikan keilmuan yang telah didapatkan di kampus, kegiatan
KKN dilakukan dengan turun langsung ke masyarakat, mahasiswa secara aktif dan
kreatif terlibat dalam dinamika yang terjadi di masyarakat. KKN sebagai kegiatan
intrakulikuler yang memadukan tri dharma perguruan tinggi, yaitu: pendidikan,
penelitian, dan pengabdian. Kuliah Kerja Nyata telah dilaksanakan di Gedung RSP
Unpad Lantai 6 Jl. Prof. Eyckman No. 38, Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung. KKN
yang dilaksanakan disana yaitu mengenai Sosialisasi Etiologi Penyakit
Hirschprung Dan Komplikasinnya & Asesmen Pengetahuan Orang Tua
Pasien Tentang Penyakit Hirschprung Dan Hirschprung-Associated
Entercolitis (Haec). Penyakit Hirschsprung merupakan kelainan kongenital yang
menjadi penyebab obstruksi intestinal paling banyak pada populasi pediatrik.
Kondisi ini pertama kali dijelaskan oleh seorang dokter anak, Harald Hirschsprung
pada tahun 1887. Sasaran dari kegiatan KKN ini adalah orang tua dengan anak
HIrschprung. Kegiatan yang dilakukan antara lain kegiatan yang berkaitan dengan
literasi kesehatan. Bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu
penyuluhan atau sosialisasi kepada orang tua dengan anak hirschprung. Mahasiswa
akan mendapatkan kemampuan generatif berupa soft skills dan life skills. Secara
garis besar, kegiatan dalam KKN yang dilakukan berhasil meningkatkan
pengetahuan orang tua terhadap penyakit hrschprung serta pencegahan dini
penyakit tersebut. Setelah dilakukan kegiatan KKN ini diharapkan orang tua anak
dengan hirschprung lebih mengetahui dan menjaga serta mencegah secara dini dari
penyakit hirschprung tersebut.

Kata kunci: KKN, literasi, rumah baca.

ii
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, Sang pemilik dunia dan
seisinya, tiada Tuhan selain Allah dan hanya kepada-Nya lah kita patut memohon dan
berserah diri. Hanya karena nikmat kesehatan dan kesempatan dari Allah-lah
penyusun dapat melaksanakan semua kegiatan KKN serta menyelesaikan Laporan
KKN Integratif ini. Shalawat selalu kita haturkan kepada junjunga kita Nabi besar
Muhammad SAW.
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa merupakan wujud dari
salah satu Tridharma Perguruan Tinggi. Di samping itu adalah salah satu wujud untuk
melatih para mahasiswa bekerja di dalam lingkungan masyarakat guna
mengaplikasikan teori yang diperoleh dari perkuliahan. Banyak hal yang bertambah
selain pengalaman, ilmu, dan juga menambah saudara. Sikap masyarakat yang sangat
menghargai, membimbing dan sangat membantu dalam kegiatan sangatlah
memotivasi kami untuk melaksanakan setiap program KKN dengan sebaik-baiknya.
Sebagai hasilnya, semua program KKN Integratif dapat berjalan dengan lancar sesuai
rencana.
Laporan ini disusun sesuai dengan kegiatan yang penulis lakukan selama KKN
Integratif di Gedung RSP Unpad Lantai 6 Jl. Prof. Eyckman No. 38, Pasteur,
Sukajadi, Kota Bandung. Dengan berakhirnya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata
(KKN) Integratif di Universitas Padjadjaran, penulis tidak lupa mengucapkan terima
kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis selama melakukan Kuliah
Kerja Nyata (KKN) Integratif, terutama kepada Dr. dr. Rizki Diposarosa, SpBA(K),
sebagai Dosen Pembimbing Lapangan kami yang telah memberikan pengarahan dan
bimbingan mengenai KKN Integratif dengan sabar dan tak kenal lelah.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari
sistematika penulisan maupun bahasa yang digunakan. Oleh karena itu kritik dan
saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini penulis terima

iii
dengan senang hati. Akhir kata semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua dan
Semoga Allah memberikan Rahmat-Nya kepada kita semua.

Jatinangor, 13 Januari 2018

Penyusun

iv
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................................... i


ABSTRAK .................................................................................................................... ii
BAB I .......................................................................................................................... vii
PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................... 1
1.2 Tujuan dan Manfaat ........................................................................................ 3
1.3 Tahapan dan Waktu Kegiatan Mahasiswa .................................................... 3
1.4 Lokasi dan Waktu ........................................................................................... 5
1.4.1 Lokasi ............................................................................................................ 5
1.4.2 Waktu ...................................................................................................... 5
BAB II ........................................................................................................................... 6
PROSES PELAKSANAAN KKN MAHASISWA ...................................................... 6
2.1 Mekanisme Kerja Kelompok dalam Pelaksanaan KKN ................................ 6
2.2 Implementasi Proses Kegiatan KKN Mahasiswa ........................................... 7
BAB III ......................................................................................................................... 8
PELAKSANAAN KEGIATAN PPM-KKN MAHASISWA ....................................... 8
3.1 Analisis Situasi ............................................................................................... 8
3.2 Kegiatan/Program PPM-KKN Mahasiswa ..................................................... 9
3.3 Output Kegiatan ........................................................................................... 11
BAB IV ....................................................................................................................... 12
SIMPULAN DAN REKOMENDASI ........................................................................ 12
4.1 Simpulan ....................................................................................................... 12
4.2 Rekomendasi ................................................................................................ 12
LAMPIRAN ................................................................................................................ 14

v
DAFTAR TABEL

Tabel 1 Tahapan dan Waktu Kegiatan Mahasiswa ....................................................... 3


Tabel 2 Job Desk Mahasiswa dalam Kegiatan KKN .................................................... 6

vi
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Dokumentasi Hasil Kegiatan .................................................................. 14

vii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kehadiran anak merupakan suatu kebahagiaan bagi anggota keluarga. Anak lahir
dalam keadaan normal merupakan harapan bagi semua orang. Akan tetapi disisi lain
banyak orang tua/ibu yang melahirkan anak dengan keadaan tidak normal (ada
kelainan genetiik). Hal tersebut disebabkan karena pola hidup ibu yang tidak sehat
ketika selama masa kehamilan. Seperti halnya sekarang banyak ibu yang melahirkan
anak dengan keadaan tidak normal, salah satunya yaitu penyakit Hirschprung.
Penyakit Hirschsprung merupakan kelainan kongenital yang menjadi penyebab
obstruksi intestinal paling banyak pada populasi pediatrik. Kondisi ini pertama kali
dijelaskan oleh seorang dokter anak, Harald Hirschsprung pada tahun 1887. Penyakit
Hirschsprung ditemukan pada 1 dari 5000 kelahiran hidup (Izadi, 2007). Kelainan
perkembangannya ditandai dengan tidak adanya ganglion (aganglionosis) enterik
pada pleksus submukosal (Meissener’s plexus) dan pleksus myenterik (Auerbach’s
plexus) di sepanjang usus yang mengalami kelainan. Bagian usus aganglionosis
menyebabkan koordinasi gerakan propulsif yang buruk dan pada akhirnya
menyebabkan penyumbatan pada usus. Gejala yang dapat timbul berupa distensi
abdomen, muntah kehijauan, dan intoleransi minum pada neonatus. Terdapat riwayat
mekoneum terlambat pada 90% pasien. Pada anak yang lebih dewasa ditemukan
gejala konstipasi. Pada penyakit Hirschsprung, dapat dijumpai kondisi peradangan
pada usus (enterokolitis) yang disebut dengan Hirschsprung-associated Enterocolitis
(HAEC). Keadaan HAEC merupakan komplikasi yang sering dijumpai pada pasien
dengan penyakit Hirschsprung baik pre operatif maupun pasca operatif. Angka
kejadiannya yaitu 6–26 % pre operatif dan 5– 42 % pasca operatif. Komplikasi
HAEC dapat menjadi berbahaya bahkan mengancam nyawa apabila tidak ditangani.

1
2

Keadaan HAEC ditandai dengan terlihatnya distensi abdomen, diare parah, muntah,
demam, lemas, hingga shock saat sebelum ataupun sesudah operasi. Telah dilaporkan
bahwa HAEC adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien
Hirschsprung (Majdawati, 2009). Patogenesis enterokolitis ini melibatkan disfungsi
hubungan antara sistem saraf enterik, produksi mukus yang abnormal, sekresi
imunoglobulin yang kurang, serta ketidakseimbangan mikroflora usus.
Deteksi dini dari HAEC dan aksi preventif seperti pencucian rectum (rectal
washout) baik pre maupun pascaoperasi pull through meningkatkan kemungkinan
mendapatkan hasil yang baik (Nurhayati, dkk, 2017). Strategi penanganan untuk
HAEC akut adalah resusitasi, dekompresi usus besar, dan penggunaan antibiotik.
HAEC yang rekuren atau persisten membutuhkan evaluasi terhadap obstruksi
mekanis atau sisa dari bagian usus aganglion dan membutuhkan penanganan operasi
pull through ulang (Yupono & Hartono, 2009). Mengingat bahwa kondisi tersebut
sangat penting dan dapat mengancam nyawa yang mungkin terjadi baik sebelum
maupun setelah dilakukannya tindakan operasi, maka informasi mengenai deteksi
dini dan pencegahan enterokolitis pada pasien Hirschsprung merupakan informasi
yang dirasakan penting untuk diketahui. Untuk memperluas wawasan mengenai hal
tersebut maka perlu diadakannya suatu penyuluhan kepada masyarakat pada umunya
dan orang tua yang memiliki anak dengan penyakit Hirschsprung pada khususnya.
Mengingat bahwa kondisi tersebut sangat penting dan dapat mengancam nyawa
yang mungkin terjadi baik sebelum maupun setelah dilakukannya tindakan operasi,
maka informasi mengenai deteksi dini dan pencegahan enterokolitis pada pasien
Hirschsprung merupakan informasi yang dirasakan penting untuk diketahui
(Notoatmodjo, 2010). Untuk memperluas wawasan mengenai hal tersebut maka perlu
diadakannya suatu penyuluhan kepada masyarakat pada umunya dan orang tua yang
memiliki anak dengan penyakit Hirschsprung pada khususnya. Selain itu, dampak
yang akan terjadi bila tidak tersampaikannya informasi ini akan ada defisit
pengetahuan orang tua terhadap penyakit Hirschprung.
3

1.2 Tujuan dan Manfaat


Tujuan dari program KKN terintegrasi PPM semester Ganjil 2018/2019 adalah:
1. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi strata
satu di Universitas Padjajaran.
2. Mengintegrasikan kemampuan akademik mahasiswa dan
interpersonal education mahasiswa melalui interaksi dengan
mahasiswa berbeda disiplin ilmu dan mayarakat.
3. Membantu masyarakat untuk mencari solusi dalam permasalahan
yang ada. Khususnya masalah yang ada pada orang tua dengan anak
penderita penyakit Hirschprung di RS Hassan Sadikin Bandung.
4. Meningkatkan wawasan, kepekaan, empati, sikap dan perilaku
sosial mahasiswa melalui pengalaman bekerja bersama masyarakat
dalam deiminiasi dan implementai penelitian dosen pada mayarakat
5. Memberikan pengalaman belajar bagi Mahasiswa tentang
pembangunan masyarakat dan pengalaman kerja nyata.
6. Memberikan informasi kepada masyarakat umum dan orang tua
yang memiliki anak dengan penyakit Hirschsprung mengenai
deteksi dini dan pencegahan enterokolitis pada penyakit
Hirschsprung dari segi klinis dan genetik, penatalaksanaannya, dan
kondisi penyerta yang mungkin menjadi komplikasi pada penyakit
Hirschsprung.

1.3 Tahapan dan Waktu Kegiatan Mahasiswa


Tabel 1 Tahapan dan Waktu Kegiatan Mahasiswa

Hari dan Waktu Kegiatan Detail


No tanggal
1. Kamis, 18 08.00- Pembekalan Pengenalan
Oktober 2018 10.00 kegiatan penyakit
4

WIB penyuluhan. Hirschprung


kepada
mahasiswa
KKN,
perencanaan
kegiatan
penyuluhan,
dan
pembagian
kerja.
2. Selasa, 18 08.00- Pelaksanaan Sosialisasi
Desember 2018 11.30 kegiatan etiologi,
WIB penyuluhan. diagnosis, dan
penangan
penyakit
Hirschrung
kepada orang
tua penderita
penyakit
Hirschprung.
3. Rabu-Minggu - Kegiatan Pembuatan
(19-23 pasca- laporan
Desember penyuluhan. kegiatan
2018) penyuluhan.
5

1.4 Lokasi dan Waktu


1.4.1 Lokasi
Gedung Eyckman Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran lt. 6 Jl.
Prof. Eyckman No. 38, Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung
1.4.2 Waktu
1. Tahap Persiapan : Kamis, 18 Oktober 2018
2. Tahap pelaksanaan dan lapangan : Selasa, 18 Desember 2018
3. Tahap pasca lapangan : 19 – 23 Desember 2018
BAB II
PROSES PELAKSANAAN KKN MAHASISWA

2.1 Mekanisme Kerja Kelompok dalam Pelaksanaan KKN


Kegiatan KKN di Gedung RSP Unpad Lantai 6 Jl. Prof. Eyckman No. 38,
Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung. Kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan
yang berdasarkan pada judul penelitian Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)
yaitu “Sosialisasi Etiologi Penyakit Hirschprung Dan Komplikasinnya &
Asesmen Pengetahuan Orang Tua Pasien Tentang Penyakit Hirschprung
Dan Hirschprung-Associated Entercolitis (HAEC)”. Berdasarkan judul
penelitian yang akan digunakan sebagai dasar dari seluruh kegiatan yang
dilaksanakan, maka perlu adanya penyusunan laporan serta job desc dari setiap
mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan. Job desc dari masing-masing
mahasiswa dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut:
Tabel 2 Job Desk Mahasiswa dalam Kegiatan KKN

NPM Nama Mahasiswa Job Desk


150610160094 Mathilda Gracia Tanaem MC
160110150019 Ahmad Salman Ali Ghufroni MC
170510160028 Nadia Putri Hartawan Registrasi
180410160091 Paksi Ghifari Nugraha Registrasi
180810160066 Maulinawati Menemani anak-anak
penderita Hirschsprung
selama pemaparan materi
kepada orang tua pasien
220110166067 Puji Adi Kharisma Menemani anak-anak
penderita Hirschsprung
selama pemaparan materi
kepada orang tua pasien
240210160013 Elvira Dwi Marlina Menemani anak-anak
penderita Hirschsprung
selama pemaparan materi
kepada orang tua pasien

6
7

2.2 Implementasi Proses Kegiatan KKN Mahasiswa


Kegiatan Penyuluhan diadakan pada hari Selasa tanggal 18 Desember
2018 bertempat di Gedung RSP Unpad Lantai 6 Jl. Prof. Eyckman No. 38,
Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung dihadiri oleh 250 orang yang terdiri dari
orang tua dan anak yang memiliki penyakit Hirschsprung.

WAKTU KEGIATAN Pembicara


Registrasi peserta
08.00 - 09.00 Panitia
& Coffee Break
Dekan Fakultas Kedokteran
09.00 – 09.20 Sambutan dan Pembukaan
Universitas Padjadjaran
Etiologi Penyakit Hirschsprung Yunia Sribudiani, MSc, PhD
09.20 – 09.40
Ditinjau Dari Segi Genetik

Diagnosis dan Tatalaksana dr. Vita Indriasari, M.Kes,


09.40 – 10.00
Penyakit Hirschsprung SpBA

Diagnosis dan Tatalaksana


10.00-10.20 Penyakit Hirschsprung dengan dr. Dikki Drajat, SpBA(K)
Enterokolitis

10.20 – 10.40 Sosialisasi Penelitian

10.40 – 11.30 ISHOMA & Pengambilan Sampel


BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN PPM-KKN MAHASISWA

3.1 Analisis Situasi


Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara
memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk melakukan pengabdian
kepada masyarakat dengan upaya memberikan solusi kreatif dalam menyelesaikan
persoalan di masyarakat. KKN dilakukan secara terstruktur melalui beberapa tahap
diantaranya, tahap persiapan, pembekalan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Jenis
KKN yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Padjadjaran adalah KKNM-PPM
yang berorientasi pada program pengabdian pada masyarakat. Persiapan adalah
tahap awal sebelum program KKNM-PPM Unpad dilaksanakan. Hal ini dilakukan
agar kegiatan dapat terlaksana dengan terstruktur dan terarah sesuai rencana.
Persiapan telah dilakukan baik pihak Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan
mahasiswa sebagai peserta KKNM-PPM. Dalam pelaksanaan KKNM-PPM di
masyarakat, mahasiswa diharapkan dapat memberikan bantuan pemikiran, tenaga,
dan ilmu pengetahuan dalam merencanakan program pengembangan.
Pembekalan kegiatan KKNM-PPM dilakukan pada tanggal 18 Oktober 2018 di
Gedung Eijkman Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung, bersama dengan DPL.
Pembekalan KKNM-PPM ini dilakukan agar mahasiswa dapat mengerti maksud dan
tujuan dilaksanakannya KKNM-PPM dan juga agar mahasiswa mengetahui dan
memahami bagaiman mekanisme pelaksanaan dari kegiatan KKNM-PPM untuk
eksekusi kegiatan di lapangan.
Kegiatan KKNM-PPM dilaksanakan di Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk
memberikan penyuluhan kepada orang tua penyakit Hirschprung. Di Rumah Sakit
Hasan Sadikin, kurang lebih ada 100 anak penderita Hirschprung, baik itu yang sudah
menjalani operasi, belum operasi, dan sedang tahap perawatan dan pengobatan jalan.
Hal tersebut banyak terjadi pada keluarga bermacam-macam, mulai dari keluarga dari

8
9

menengah keatas dan menengah kebawah. Kondisi khalayak sasaran yaitu para orang
tua anak yang mempunyai penyakit Hirschprung dengan pengetahuan yang masih
kurang mengenai pengobatan penyakit ini dan menganggap penyakit ini biasa saja.
Ketidaktahuan pada gejala penyakit Hirschprung dapat menjadi penyebab
keterlambatan pengobata. Hal ini dikarenakan gejala dalam penyakit ini tidak terlalu
terlihat pada awalnya. Padahal jika anak baru lahir selama 48 jam tidak
mengeluarkan feses pertama harus segera di periksa karena merupakan salah satu
tanda dan gejala dari penyakit Hirschprung ini. Permasalahan ekonomi juga bisa
menjadikan suatu penyebab keluarga atau orang tua tidak memeriksakan langsung
kondisi anaknya pasca melahirkan.

3.2 Kegiatan/Program PPM-KKN Mahasiswa

1. Nama Kegiatan Sosialisasi etiologi penyakit Hirschprung dan


: komplikasinnya & asesmen pengetahuan orang tua pasien
tentang penyakit Hirschprung dan Hirschprung-associated
entercolitis (HAEC)
2. Jenis Kegiatan Sosialisasi atau Penyuluhan

:
3. Tujuan dan Manfaat Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi orangtua
mengenai etiologi dan deteksi dini penyakit Hirschprung
: pada anak. Manfaat dari kegiatan ini adalah meningkatmya
pengetahuan orang tua mengenai penyakit Hirschprung
sehingga orangtua dapat mendeteksi dini penyakit ini dan
jumlah anak yang terlambat terdeteksi pun dapat
berkurang.
4. Sasaran Kegiatan Target atau sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat
ini yaitu orang tua dengan anak yang mempunyai kelainan
10

: Hirschprung.
5. Pihak-Pihak yang Ahli medis, orangtua, dan anak penderita
Terlibat : Hirschsprung.
6. Proses Pelaksanaan Dalam pelaksanaanya peserta akan dikumpulkan
diruangan atau aula besar. Peserta kegiatan sosialisasi
: akan diberikan kuesioner yang telah disiapkan panitia
untuk diisi di akhir acara. Orangtua yang membawa
anaknya akan dipisahkan atau dibedakan ruangannya
agar sosialisasi berjalan dengan baik. Anak-anak
ditempatkan diruangan yang menarik dan penuh
permainan. Selama orang tuanya mengikuti sosialisasi,
anak akan bermain bersama fasilitator yang
menemaninya bermain. Di dalam ruangan tersebut
akan terdapat mainan-mainan yang dapat dimainkan
oleh anak-anak. Setelah pemaparan materi sosialisasi,
peserta memasuki sesi tanya jawab kepada pemateri.
Setelah sesi berakhir, peserta diharapkan mengisi
kuesioner yang dibagikan sebelum memasuki ruangan.
Kuesioner dikumpulkan dan sosialisasi berakhir.
Anak-anak akan dikembalikan kepada orangtua dan
diberikan goodie bag yang berisi makanan-makanan
ringan dan susu.
7. Hasil Capaian Pengetahuan mengenai gejala dan penanganan penyakit
Kegiatan Hirschprung pada anak.
:
8. Rancangan Tindak Program penyuluhan yang telah terlaksana ini akan lebih
Lanjut Hasil efektif lagi apabila dilakukan secara rutin setiap tahunnya.
Kegiatan : Hal ini dilakukan agar komunikasi antara ahli medis dan
orang tua pasien tetap terjaga sehingga perkembangan anak
yang terkena penyakit Hirschprung dapat terpantau.
Program penyuluhan akan dilakukan pula tidak hanya pada
11

orang tua penyakit Hirschprung, tetapi pada orang tua yang


baru memiliki anak sehingga memiliki pengetahuan
mengenai deteksi dini dan penanganan yang tepat apabila
anak terkena penyakit Hirschprung.

3.3 Output Kegiatan


Meningkatkan pengetahuan orang tua yang memiliki anak dengan penyakit
Hirschsprung tentang deteksi dini dan pencegahan enterokolitis pada penyakit
Hirschsprung sehingga mereka dapat lebih memahami penyakit yang diderita
anaknya dan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup anaknya.
BAB IV
SIMPULAN DAN REKOMENDASI

4.1 Simpulan
Demikian laporan ini kami buat kami harap program kegiatan ini dapat
meningkatkan pengetahuan ibu atau orang tua tentang penyakit Hirschprung.
Sehingga mampu membantu meningkatkan kualitas hidup anak dengan
Hirschprung dan menjadikan pola hidup sehat selanjutnya untuk masa yang akan
datang. Selain itu, kami harap dengan dilaksanakan nya kegiatan ini dapat
mengurangi angka anak yang lahir dengan kelainan ini.

4.2 Rekomendasi
1. Dibutuhkan penyuluhan yang meluas di berbagai daerah terkait
Hirschsprung karena banyak masyarakat yang belum mengenal penyakit
Hirscsprung
2. Dibutuhkan peran nyata pemerintah daerah dalam membantu memperluas
penyuluhan agar penyuluhan dapat dilakukan secara merata ditiap daerah
3. Diharapkan orangtua pasien memahami penyakit yang diderita anaknya
dan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup anaknya.

12
DAFTAR PUSTAKA

Izadi, M. (2007). Clinical manifestations of Hirschprung’s Disease : A 6-


Year of Review on Admitted Patients in Guilan, North Province of Iran. Iranian
Cardiovascular Research Journal,1, 25-31.
Nurhayati, D., Mardhiyah, A., & Adistie, F. (2017). Kualitas Hidup Anak
Toddler Pasa Kolostomi di Bandung. Nurseline Journal, 2(2), 166-176.
Madjawati, Ana. (2009). Peran Pemeriksaan Barium Enema pada
Penderita Megacolon Congenital (Hirschprung Disease). Mutiara Medika, 9(2),
64-72
Yupomo, K. & Hartono, R. (2009). Laporan Kasus : Tatalaksana
Anestesi Penyakit Hirschprung dengan Sindrom Aspirasi Mekoneum dan
Pneumomediastinum pada Neonatus. Jurnal Kedokteran Brawijaya, XXV(3),
142-147.
Notoatmodjo. (2010). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka
Cipta

13
LAMPIRAN

Lampiran 1 Dokumentasi Hasil Kegiatan

Gambar 2. Suasana Sebelum


Gambar 1. Registrasi Peserta
Acara Berlangsung

Gambar 3. Menemani Anak Penderita


Hirschsprung Mewarnai Disaat Gambar 4. Pembukaan oleh MC
Penyuluhan sedang Berlangsung

14
Gambar 5. Sambutan oleh dr. Rizki Gambar 6. Pemaparan Materi
Diposarosa, SpBA(K) Selaku Penyuluhan oleh Yunia Sribudiani,
Sekertaris Kegiatan MSc, PhD

Gambar 7. Pemaparan Materi


Gambar 8. Sesi Tanya Jawab untuk
Penyuluhan oleh dr. Vita Indriasari,
Penanya I
M.Kes, SpBA

15
Gambar 9. Pemaparan Materi
Gambar 10. Sesi Tanya Jawab untuk
Penyuluhan oleh dr. Dikki Drajat,
Penanya II
SpBA(K)

Gambar 11. Sesi Tanya Jawab untuk


Gambar 12. Foto Bersama
Penanya III

Gambar 13. Pengambilan Darah Gambar 14. Pengambilan Darah

16
Orang Tua Pasien Setelah Acara Pasien Setelah Acara Selesai
Selesai

17