Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS PERENCANAAN PENERANGAN JALAN UMUM DAN LAMPU TAMAN

BERBASIS PHOTOVOLTAIK DI UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR

Oleh :

Azmal Harun Arrasyid1, Didik Notosoedjono2, Hasto Subagya3

ABSTRAK

Perencanaan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan lampu taman di Universitas Pakuan Bogor merupakan
kebutuhan dasar untuk membantu kegiatan kemahasiswaan, baik akademik maupun non akademik. Serta
adanya jaringan Wifi di lingkungan Universitas Pakuan dapat meningkatkan kualitas dari mahasiswa yang
memanfaatkan jaringan Wifi tersebut. Dengan adanya PJU ini para mahasiswa dapat memanfaatkan
jaringan Wifi sampai malam hari karena mendapatkan penerangan yang cukup. Penerangan jalan umum
konvensional merupakan langkah yang kurang tepat untuk diterapkan di Universitas Pakuan Bogor, karena
biaya listrik bulanan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar sudah sangat mahal. Maka dari itu
dibutuhkan penerangan jalan umum berbasis photovoltaik. Dengan potensi tenaga surya yang besar, maka
penerapan tenaga surya dengan PJU untuk di lingkungan Universitas Pakuan Bogor sangat lah cocok.
Penelitian dilakukan di Universitas Pakuan Bogor yang meliputi kampus utama dan fakultas teknik. Agar
aspek teknis dan ekonomisnya tercapai, perencanaan membutuhkan 145 tiang dengan rincian 84 tiang
lengan tunggal, 53 tiang lengan ganda, dan 8 tiang empat lengan. Dengan total daya 3.280 Watt dan dengan
total biaya Rp. 2.274.559.254,-.
Kata kunci : PJU-TS, Photovoltaik, Universitas Pakuan.

I. PENDAHULUAN Dari permasalahan tersebut, maka


1.1. Teori Dasar diperlukan PJU dengan penerangan yang cukup
Universitas Pakuan Bogor merupakan di lingkungan Universitas Pakuan Bogor namun
salah satu lembaga pendidikan swasta terbesar menggunakan sumber energi terbarukan agar
yang terdapat di Kota Bogor yang memiliki tidak menambah biaya listrik yang memang
jumlah mahasiswa yang banyak dengan aktivitas sudah sangat mahal.
mahasiswa yang padat dan banyaknya kegiatan
non akademik yang maka dibutuhkan 1.2. Maksud dan Tujuan
Penerangan Jalan Umum (PJU) dan penerangan Adapun maksud dan tujuan yaitu :
pada taman-taman yang ada di Universitas a. Agar dapat menunjang kegiatan
Pakuan, namun Penerangan Jalan Umum dan kemahasiswaan yang berupa kegiatan
lampu taman yang ada saat ini di masih akademik maupun kegiatan non akademik
menggunakan sumber daya listrik PLN. Jika dengan menyediakan pencahayaan yang
dilihat dari potensinya serta untuk menjadikan cukup di malam hari.
universitas pakuan yang menggunakan b. PJU dan lampu taman berfungsi untuk
penerapan teknologi terkini dan pemanfaatan menunjang kegiatan mahasiswa yang
sumber energi terbarukan maka Universitas memanfaatkan hotspot internet di
Pakuan mampu untuk memiliki Penerangan Jalan lingkungan Universitas Pakuan Bogor.
Umum berbasis photovoltaik. c. Menggunakan sumber energi terbarukan
Kegiatan kemahasiswaan baik akademik dalam pembangunan PJU di lingkungan
maupun non akademik yang sampai malam hari, Universitas Pakuan dan tidak bergantung
serta adanya jaringan hotspot internet di kepada listrik PLN serta untuk mengurangi
lingkungan Universitas Pakuan Bogor, dan juga biaya pembayaran listrik di Universitas
mahalnya biaya listrik yang dibayarkan oleh Pakuan.
Universitas Pakuan tidak memungkinkan untuk
membangun PJU konvensional di lingkungan
Universitas Pakuan.

Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik-Universitas Pakuan 1


II. TEORI DASAR e. Listrik dari energi surya dapat disimpan
2.1. Energi dalam baterai.
Energi (daya) merupakan syarat utama Proses pembangkitan energi surya
untuk melakukan pekerjaan atau kegiatan menggunakan modul surya dapat dilihat pada
meliputi listrik, energi mekanik, energi gambar berikut.
elektromagnetik, energi kimia, energi nuklir dan
panas. Sumber energi ada beberapa macam
antara lain: minyak, gas bumi, dan batu bara.
Energi listrik merupakan salah bentuk energi
pokok yang dibutuhkan dan dapat dikonversikan
menjadi bentuk energi lain seperti energi
mekanik, energi panas, dan lain-lain.
Maka dari itu energi sangat dibutuhkan
dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan untuk Gambar 1 Skema Pembangkit Listrik Tenaga
pembangunan PJU pun harus menggunakan Surya
sumber energi. Pada tahun 2015, kebutuhan Sumber : www.antinuclear.net
energi listrik akan mencapai 19,5 - 20 trilyun Pada gambar tersebut dapat dilihat energi
kWh. Namun sumber energi primer (minyak dan matahari diserap oleh modul surya sehingga
gas bumi) hanya mampu menyumbang 12,4 menghasilkan listrik dan disimpan kedalam
Trilyun Kwh saja, sesuatu hal yang baterai kemudian energi dari baterai digunakan
memprihatinkan dan mengkhawatirkan untuk kebutuhan beban DC.
mengingat minyak dan gas bumi yang selama ini
kita andalkan suatu saat nanti akan habis, di 2.3. Photovoltaik
Indonesia diperkirakan dalam waktu 18 tahun Photovoltaik adalah bahan semikonduktor
lagi akan habis. Status persediaan minyak dunia yang berfungsi untuk membangkitkan tenaga
diperkirakan akan habis 23 tahun ke depan, gas listrik. Jadi pada photovoltaik ini, bahan
akan habis 62 tahun ke depan, sedangkan batu semikonduktor yang diproses sedemikian rupa
bara 146 tahun ke depan tidak akan tersedia lagi. sehingga apabila bahan tersebut terkena sinar
matahari atau cahaya, maka akan mengeluarkan
2.2. Energi Surya tegangan listrik arus searah (DC). Photovoltaik
Dari pemaparan tersebut, maka sangat ini juga sejenis dengan dioda yang tersusun atas
dibutuhkan sumber energi alternatif untuk PN junction. Simbol yang diberikan untuk
mencukupi kebutuhan energi manusia khususnya photovoltaik ini dapat dilihat pada gambar
energi listrik. Salah satu energi yang sangat dibawah ini :
berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia
adalah energi surya, mengingat Indonesia
merupakan negara yang terletak pada garis
khatulistiwa. Energi surya yang dapat
dibangkitkan untuk seluruh daratan Indonesia Gambar 2 Simbol Photovoltaik
yang mempunyai luas 2 juta km2 adalah sebesar Sumber : Zuhal 1995 : 194
5,10 MW atau 4,8 kWh/m2/hari atau setara
dengan 112.000 GWp yang didistribusikan. 2.4. Prinsip Kerja Photovoltaik
Energi surya memiliki keunggulan- Prinsip kerja dari photovoltaik adalah
keunggulan dibandingkan dengan energi fosil, Energi foton pada cahaya matahari ini
diantaranya : menghasilkan energi kinetik yang mampu
a. Sumber energi yang mudah didapatkan. melepaskan elektron-elektron ke pita konduksi
b. Ramah lingkungan. sehingga menimbulkan arus listrik. Energi
c. Sesuai untuk berbagai macam kondisi kinetik akan makin besar seiring dengan
geografis. meningkatnya intensitas cahaya dari matahari.
d. Instalasi, pengoperasian dan perawatan Intensitas cahaya matahari tertinggi diserap bumi
mudah. di siang hari sehingga menghasilkan tenaga surya

Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik-Universitas Pakuan 2


yang diserap bumi ada sekitar 120.000 terra Watt. atau di tengah (di bagian median jalan) yang
Jenis logam yang digunakan juga akan digunakan untuk menerangi jalan maupun
menentukan kinerja dari pada sel surya. Proses lingkungan di sekitar jalan yang diperlukan
pelepasan elektron dapat dilihat seperti pada termasuk persimpangan jalan, jalan layang,
gambar berikut. jembatan dan jalan di bawah tanah. suatu unit
lengkap yang terdiri dari sumber cahaya, elemen
optik, elemen elektrik dan struktur penopang
serta pondasi tiang lampu.
Penerangan Jalan Umum (PJU) memiliki
beberapa fungsi, antara lain :
a. Menghasilkan kekontrasan antara obyek
dan permukaan jalan;
b. Sebagai alat bantu navigasi pengguna
Gambar 3 Pelepasan Elektron Pada Photovoltaik jalan;
Sumber : www.teknologisurya.com c. Meningkatkan keselamatan dan
Berdasarkan penjelasan diatas, semakin kenyamanan pengguna jalan, khususnya
besar intesitas matahari yang diterima oleh sel pada malam hari;
photovoltaik, maka akan semakin besar juga d. Mendukung keamanan lingkungan;
energi kinetik pada sel photovoltaik tersebut. e. Memberikan keindahan lingkungan jalan.

2.5. Karakteristik Photovoltaik 2.7. Penerangan Jalan Berbasis


Karakteristik photovoltaik dapat dilihat Photovoltaik
pada gambar berikut. Secara umum prinsip dasar penerangan
jalan umum berbasis photovoltaik hampir sama
dengan penerangan jalan umum konvensional.
Bedanya hanya sumber energi listrik yang
diperoleh dari energi matahari yang telah
disimpan di baterai. Seperti yang terlihat pada
gambar berikut.
Gambar 4 Karakteristik Photovoltaik
Sumber : Zuhal 1995 : 195
Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa
tegangan open circuit yang terjadi (Voc) konstan,
tetapi arusnya berubah-ubah sesuai dengan
besarnya radiasi yang mengenainya.
Untuk mendapat daya maksimum dari Gambar 5 Konfigurasi PJU Photovoltaik
Sumber : Author
suatu photovoltaik, maka beban harus terletak
pada titik yang disebut Maximum Power Point Adapun beberapa komponen PJU
(MPP), di mana pada titik ini diperoleh luas daya photovoltaik antara lain :
maksimum yaitu tegangan dikali arus, seperti 2.7.1. Modul Surya
Modul surya yang merupakan rakitan
yang terlihat pada persamaan berikut :
Pmax = V x I dari beberapa sel surya. Sel surya tersusun dari
Dimana : dua lapisan semi konduktor dengan muatan
Pmax = Daya maksimum berbeda. Lapisan atas sel surya itu bermuatan
negatif sedangkan lapisan bawahnya bermuatan
V = Tegangan
I = Arus positif.
Untuk menentukan jumlah modul surya
yang dibutuhkan dalam suatu sistem pembangkit
2.6. Penerangan Jalan Umum (PJU)
listrik, perlu dilakukan beberapa perhitungan,
Lampu penerangan jalan adalah bagian
dari bangunan pelengkap jalan yang dapat antara lain :
diletakkan atau dipasang di kiri/kanan jalan dan a. Mengetahui Daya Nominal Modul

Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik-Universitas Pakuan 3


Jadi :
Dimana : Qoton = Q x toton
Pn = Daya nominal (Watt) Dimana :
U = Tegangan (Volt) Q = muatan baterai harian
I = Arus (Ampere) (Ah)
b. Mengetahui Radiasi Rata-Rata Harian Qoton = muatan baterai (Ah)
Etotal = energi (Wh)
U = tegangan baterai
(Volt)
Dimana :
toton = waku otonomi (h)
tr = Waktu radiasi rata-rata
b. Kapasitas Baterai
c. Mengetahui Energi Modul

Dimana : Dimana :
Emodul = Energi Modul (Wh) KN = Kapasitas baterai (Ah)
PN = Daya nominal (Watt) Qoton = muatan baterai (Ah)
tr = Waktu radiasi (Jam) Pengosongan baterai = persen (%)
d. Perhitungan Jumlah Modul
2.7.4. Beban
Untuk pemilihan beban yang akan
digunakan dalam pembangunan PJU tenaga
2.7.2. Battery Charge Controller (BCR) surya ini ada lampu yang paling efisien dan
Charge Controller adalah peralatan memiliki stabilitas serta durabilitas yang baik.
elektronik yang digunakan untuk mengatur arus Oleh karena itu, beban yang akan digunakan
searah yang diisi ke baterai dan diambil dari adalah lampu Light Emitting Dioda (LED) dan
baterai ke beban. Solar charge controller harus dipastikan lampu LED yang digunakan
mengatur overcharging (kelebihan pengisian - dalam PJU tenaga surya ini berarus searah. Ini
karena baterai sudah 'penuh') dan kelebihan dimaksudkan agar menghindari penggunaan
voltase dari solar module. Kelebihan voltase dan inverter yang mengubah arus searah (DC)
pengisian akan mengurangi umur baterai. menjadi bolak balik (AC). Untuk mencari daya
Untuk menghitung kebutuhan kapasitas lampu dapat menggunakan persamaan seperti di
BCR, maka harus mengetahui dulu karakteristik bawah ini :
dan spesifikasi dari solar panel dan yang harus
diperhatikan adalah nilai Isc (short circuit
current) pada modul surya. Seperti pada Dimana :
persamaan berikut : P = daya lampu (Watt)
Kap. BCR = nPanel x Isc Panel E= Kuat Pencahayaan (Lux)
A = Luas Permukaan (m2)
2.7.3. Baterai η = Efektivitas pancaran (lm/watt)
Baterai adalah alat yang menyimpan daya
yang dihasilkan oleh panel surya yang tidak 2.7.5. Tiang
segera digunakan oleh beban. Daya yang Berdasarkan SNI 7391 tahun 2008 secara
disimpan dapat digunakan saat periode radiasi garis besar tiang PJU terbagi menjadi beberapa
matahari rendah atau pada malam hari. jenis antara lain :
Ada tiga faktor yang perlu diperhatikan a. Tiang Lampu Lengan Tunggal
dalam penentuan kapasitas baterai adalah Tiang lampu ini pada umumnya
tegangan kerja sistem. Penentuan waktu otonomi diletakkan pada sisi kiri atau kanan jalan. Bentuk
(totonom) sistem dan tingkat pengosongan dan tiang lengan tunggal dapat dilihat pada gambar
pengisian baterai. berikut :
a. Muatan Baterai Harian

Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik-Universitas Pakuan 4


Gambar 6 Tiang Lampu Lengan Tunggal Gambar 9 Kontruksi Box Panel
Sumber : SNI 7391 : 2008 : 20 Sumber : SNI 7391 : 2008 : 41
b. Tiang Lampu Lengan Ganda
Tiang lampu ini khusus diletakkan di 2.7.8. Kabel
bagian tengah/median jalan, dengan catatan jika Kabel power yang digunakan dirancang
kondisi jalan yang akan diterangi masih mampu sesuai ukuran daya, tegangan dan arus. Dalam
dilayani oleh satu tiang. Bentuk tiang lengan memilih kabel penghantar dalam suatu instalasi
ganda dapat dilihat pada gambar berikut : harus berdasarkan standar yang telah ditetapkan.
Untuk mengetahui beban arus maksimal dapat
menggunakan persamaan hukum Ohm seperti
pada persamaan dibawah ini :
I = V/R
Dimana :
Gambar 7 Tiang Lampu Lengan Ganda I = Arus (Amere)
Sumber : SNI 7391 : 2008 : 21 V = Tegangan (Volt)
R = Tahanan (Ohm)
2.7.6. Pondasi Lampu Penerangan Jalan
Umum III. LOKASI DAN DESAIN TIANG PJU
Untuk menopang tiang dari lampu 3.1. Lokasi Penerangan Jalan Umum
penerangan jalan, maka perlu adanya pndasi yang Universitas Pakuan Bogor beralamat di Jl.
kuat dan kokoh agar tiang lampu penerangan Pakuan PO Box 452, Bogor. Secara geografis
jalan tersebut dapat tahan terhadap keadaan alam Universitas Pakuan Bogor terletak diantara
seperti cuaca, angin, dan getaran. Adapun contoh 106°48'40.1" BT dan 6°35'58.7" LS. Dan untuk
konstruksi pondasi dan detail pondasi tiang Fakultas Teknik Universitas Pakuan Bogor
berdasarkan SNI 7391 : 2008, dapat dilihat pada terletak diantara 106°48'34.6" BT dan 6°35'55.2"
gambar dibawah ini : LS. Kondisi iklim di Kota Bogor menurut
kotabogor.go.id suhu rata-rata tiap bulan 26 °C
dengan suhu terendah 21,8 °C dengan suhu
tertinggi 30,4’ C. Kelembaban udara 70 %, Curah
hujan rata-rata setiap tahun sekitar 3.500 – 4000
mm dengan curah hujan terbesar pada bulan
Desember dan Januari. Berikut adalah lokasi
Universitas Pakuan Bogor.
Gambar 8 Pondasi Tiang Standar
Sumber : SNI 7391 : 2008 : 36

2.7.7. Box Panel


Box panel listrik memiliki peranan dan
fungsi yang sangat penting karena berfungsi
untuk menjaga keamanan pada saat terjadinya
gangguan dalam aliran listrik, selain itu box panel
berguna untuk melindungi panel listrik dari
kerusakan baik itu yang disengaja ataupun tidak
disengaja. Kontruksi box panel dapat dilihat pada Gambar 10 Lokasi Universitas Pakuan
gambar berikut : Sumber : Author

Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik-Universitas Pakuan 5


3.2. Desain Tiang Penerangan Jalan Umum Karena wilayah penelitian berupa lingkungan
(PJU) universitas dan didominasi dengan lahan parkir,
Dalam penelitian ini, peneliti membuat maka standar yang digunakan adalah standar
desain tiang PJU sendiri yang terintegrasi dengan pencahayaan pada tempat parkir. Kuat
modul photovoltaik di atasnya dengan tinggi pencahayaan pada tempat parkir seperti yang
lampu 6 meter. Berikut ini adalah desain tiang telah dijelaskan pada tabel intensitas penerangan
PJU photovoltaik : pada tempat parkir pada SNI 7391 : 2008 maka,
a. Tiang PJU Photovoltaik Lengan Tunggal Universitas Pakuan dengan tujuan
pencahayaannya adalah untuk para pejalan kaki
dengan tingkat kegiatan sedang cenderung tinggi
dan penggunaannya hanya pada malam hari,
maka kuat pencahayaan yang dibutuhkan adalah
sebesar 10 lux s.d. 22 lux. Untuk menentukan
daya lampu dan kuat pencahayaan lampu, maka
dapat dicari menggunakan persamaan berikut:

a. Tiang PJU Lengan Tunggal


Gambar 11 Tiang PJU-PV Lengan Tunggal ExA
Sumber : Author P= η
Pxη
b. Tiang PJU Photovoltaik Lengan Ganda E= A
10 x 60
E= 30
E = 20 lux
b. Tiang PJU Lengan Ganda dan Empat
Lengan
ExA
P= η
Pxη
E= A
20 x 60
E= 60
Gambar 12 Tiang PJU-PV Lengan Ganda E = 20 lux
Sumber : Author Berdasarkan perhitungan tersebut, 20 lux
c. Tiang PJU Photovoltaik Empat Lengan merupakan cukup berdasarkan standar yang ada.

4.2. Menentukan Kebutuhan Modul


Modul yang digunakan untuk perencanaan
PJU ini adalah untuk lengan tunggal 50 Wp,
lengan ganda 130 Wp, dan empat lengan 200 Wp.
4.2.1. Daya Nominal
a. Lengan Tunggal
PN = U x I
PN = 17,5 V x 3 A
Gambar 13 Tiang PJU-PV Empat Lengan
PN = 52,5 Watt ≈ 50 Watt
Sumber : Author b. Lengan Ganda
PN = U x I
IV. ANALISIS DATA PN = 17,2 V x 7,56 A
4.1. Analisis Kebutuhan Beban PN = 130,032 Watt ≈ 130 Watt
Dalam menganalisis untuk kebutuhan c. Empat Lengan
beban yang akan terpasang di lingkungan PN = U x I
Universitas Pakuan Bogor yaitu dengan PN = 26,2 V x 7,65 A
mengetahui dari standar yang ada. Standar yang PN = 200,43 Watt ≈ 200 Watt
mengatur tentang penerangan jalan adalah SNI
7391 tahun 2008. Yang akan dianalisis antara 4.2.2. Waktu Radiasi
Potensi energi radiasi rata  rata
lain, luminasi cahaya, jarak antar tiang PJU. tr 
Intensitasradiasi

Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik-Universitas Pakuan 6


2.267 b. Lengan Ganda
tr 
1000 Kapasitas BCR = n Panel x Isc Panel
tr = 2,267 jam/hari Kapasitas BCR = 1 x 8,02 = 8,02 A
c. Empat Lengan
4.2.3. Energi Modul Kapasitas BCR = n Panel x Isc Panel
a. Lengan Tunggal Kapasitas BCR = 1 x 8,12 = 8,12 A
Emodul = Pn x tr
Emodul = 52,5 W x 2,267 h 4.4. Menentukan Kebutuhan Baterai
= 119,0175 Wh/hari
4.4.1. Lengan Tunggal
b. Lengan Ganda
a. Q = Etotal / U
Emodul = Pn x tr
Emodul = 130,032 W x 2,267 h
= 120 Wh / 12 V = 10 Ah
= 294,782 Wh/hari b. Q (oton) = Q x toton
c. Empat Lengan = 10 Ah x 2 h = 20 Ah
Emodul = Pn x tr c. KN = Qoton / Pengosongan baterai
Emodul = 200,43 W x 2,267 h = 20 Ah / 0,8 = 25 Ah
= 454,375 Wh/hari
4.4.2. Lengan Ganda
4.2.4. Energi Lampu a. Q = Etotal / U
a. Lengan Tunggal = 120 Wh / 12 V = 40 Ah
Daya lampu yang digunakan sebesar 10 b. Q (oton) = Q x toton
Watt dengan tegangan 12 Volt. Dan waktu = 40 Ah x 2 h = 80 Ah
penyalaan 12 jam Maka, energi listrik perhari c. KN = Qoton / Pengosongan baterai
yang dibutuhkan adalah sebesar 120 Wh perhari. = 40 Ah / 0,8 = 64 Ah
b. Lengan Ganda
Daya lampu yang digunakan sebesar 2 x 20 4.4.3. Empat Lengan
Watt dengan tegangan 12 Volt. Dan waktu a. Q = Etotal / U
penyalaan 12 jam Maka, energi listrik perhari = 960 Wh / 12 V = 80 Ah
yang dibutuhkan adalah sebesar 480 Wh perhari. b. Q (oton) = Q x toton
c. Empat Lengan = 80 Ah x 2 h = 160 Ah
Daya lampu yang digunakan sebesar 4 x 20 c. KN = Qoton / Pengosongan baterai
Watt dengan tegangan 12 Volt. Dan waktu = 160 Ah / 0,8 = 200 Ah
penyalaan 12 jam Maka, energi listrik perhari Masing-masing dari hasil perhitungan
yang dibutuhkan adalah sebesar 960 Wh perhari. kapasitas baterai tersebut selalu dilebihkan,
karena bahwa tingkat pengosongan baterai juga
4.2.5. Kebutuhan Modul berpengaruh terhadap usia guna baterai tersebut,
a. Lengan Tunggal serta memilih baterai juga berdasarkan kapasitas
120 baterai yang ada di pasaran. Berdasarkan
n Panel= = 0,48 dibulatkan menjadi
50 x 5
Perhitungan tersebut maka baterai untuk masing-
1 modul surya
masing tiang adalah
b. Lengan Ganda
480 a. Lengan Tunggal
n Panel= = 0,7 dibulatkan menjadi 1 25 Ah dilebihkan Menjadi 30 Ah
130 x 5
modul surya b. Lengan Ganda
c. Empat Lengan 64 Ah dilebihkan menjadi 70 Ah
960
n Panel= = 0,96 dibulatkan menjadi c. Empat Lengan
200 x 5
200 Ah dilebihkan menjadi 250 Ah
1 modul surya
4.5. Penempatan Lampu Penerangan Jalan
4.3. Menentukan Kebutuhan Battery Charge
Umum di Universitas Pakuan
Controller (BCR)
Dalam menentukan lokasi penempatan
a. Lengan Tunggal
tiang PJU di lingkungan Universitas Pakuan akan
Kapasitas BCR = n Panel x Isc Panel
dibagi menjadi tiga wilayah antara lain :
Kapasitas BCR = 1 x 3,33 = 3,33 A

Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik-Universitas Pakuan 7


a. Wilayah I menunjukkan penempatan tiang PJU di
Wilayah ini merupakan kampus utama wilayah kampus utama Universitas
Universitas Pakuan. Gambar dibawah ini Pakuan.

Gambar 14 Penempatan Tiang PJU Wilayah I


Sumber : Author
b. Wilayah II
Wilayah II adalah lingkungan Fakultas
Teknik yang meliputi lapangan olahraga
dan lapangan parkir motor Fakultas
Teknik. Gambar di bawah menjelaskan
penempatan tiang PJU untuk wilayah II di
Fakultas Teknik Universitas Pakuan
Bogor.

Gambar 16 Penempatan Tiang PJU Wilayah III


Sumber : Author
Jumlah total seluruh PJU untuk
perencanaan utama yang direncanakan adalah
sebanyak 84 tiang lengan tunggal, 53 tiang
lengan ganda, dan 8 tiang empat lengan. Dengan
total tiang di seluruh lingkungan Universitas
Pakuan Bogor adalah 145 unit, atau dapat dilihat
pada tabel berikut :
Tabel 1 Jumlah Kebutuhan PJU di Universitas
Gambar 15 Penempatan Tiang PJU Wilayah II Pakuan
Sumber : Author
c. Wilayah III
Wilayah III adalah lingkungan Fakultas
Teknik yang meliputi lapangan parkir
mobil Fakultas Teknik. Gambar berikut
merupakan penempatan tiang PJU wilayah
III Fakultas Teknik Universitas Pakuan.
Sumber : Author

Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik-Universitas Pakuan 8


4.6. Dana Investasi Untuk Pengembangan c. Empat Lengan
Lampu Penerangan Jalan Umum di Tabel 4 Harga Satu Set PJU-PV Empat Lengan
Universitas Pakuan
Total kebutuhan tiang di Universitas
Pakuan Bogor adalah 145 unit dengan rincian 84
unit tiang lengan tunggal, 53 unit tiang lengan
ganda, dan 8 unit tiang empat lengan.. Berdasaran
harga di pasaran tahun 2017 maka dibutuhkan
dana investasi sebesar :
a. Lengan Tunggal
Tabel 2 Harga Satu Set PJU-PV Lengan
Tunggal Sumber : www.royalpv.com
Berdasarkan tabel diatas harga satu set
PJU adalah Rp. 40.731.588,-/tiang. Maka dana
investasi yang dibutuhkan untuk membangun
PJU empat lengan di lingkungan Universitas
Pakuan yang direncanakan sebanyak 8 unit
adalah sebesar Rp. 325.852.704,-.
Berdasarkan perhitungan dana investasi
masing-masing jenis tiang PJU maka, total dana
yang dibutuhkan adalah sebesar Rp.
Sumber : www.royalpv.com
2.274.559.254,- untuk 145 tiang.
Berdasarkan tabel diatas harga satu set
Berdasarkan perhitungan dan spesifikasi di
PJU adalah Rp. 9.510.000,-/tiang. Maka dana
pasaran, harga masih bisa ditekan dengan
investasi yang dibutuhkan untuk membangun
menggunakan spesifikasi sesuai hitungan
PJU lengan tunggal di lingkungan Universitas
sebelumnya.antara lain dengan mengganti
Pakuan yang direncanakan sebanyak 84 unit
kapasitas modul, kapasitas BCR, dan kapasitas
adalah sebesar Rp. 798.840.000,-.
baterai agar aspek teknis dan ekonomisnya
b. Lengan Ganda
tercapai.
Tabel 3 Harga Satu Set PJU-PV Lengan Ganda

V. KESIMPULAN
1. PJU photovoltaik ini menggunakan lampu
LED 10 Watt untuk lengan tunggal dan 20
Watt untuk lengan ganda dan pempat
lengan.
2. PJU photovoltaik ini menggunakan
masing-masing satu modul. 50 Wp untuk
Sumber : www.royalpv.com lengan tunggal, 130 Wp untuk lengan
Berdasarkan tabel diatas harga satu set ganda, dan 200 Wp untuk empat lengan.
PJU adalah Rp. 21.696.350,-/tiang. Maka dana 3. Baterai yang digunakan untuk PJU
investasi yang dibutuhkan untuk membangun photovoltaik ini adalah 30 Ah untuk
PJU lengan ganda di lingkungan Universitas lengan tunggal, 70 Ah untuk lengan ganda,
Pakuan yang direncanakan sebanyak 53 unit dan 250 Ah untuk empat lengan.
adalah sebesar Rp. 1.149.906.550,- 4. BCR yang digunakan adalah 3,33 A untuk
lengan tunggal, 8,02 A untuk lengan
ganda, dan 8,12 A untuk empat lengan.
5. Tiang yang dibutuhkan sebanyak 145 tiang
dengan daya 3.280 Watt dan dana investasi
yang dibutuhkan sebesar Rp.
2.274.559.254,-

Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik-Universitas Pakuan 9


DAFTAR PUSTAKA PENULIS

[1] Ariska, W. 2016. “Fungsi Box Panel 1. Azmal Harun Arrasyid, S.T. Alumni (2017)
Listrik Terhadap Jaringan Panel Listrik”. Program Studi Teknik Elektro, Fakultas
http://theproductionline.com/2016/04/fun Teknik Universitas Pakuan Bogor.(E-mail :
gsi-box-panel-listrik-terhadap.html. azmal.harun@gmail.com
Diakses pada tanggal 28 September 2017. 2. Prof. Dr. Ir. H. Didik Notosoedjono, M.Sc.
[2] Hasan, H. 2012. “Perancangan Staf dosen Program Studi Teknik Elektro,
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Di Pulau Fakultas Teknik Universitas Pakuan Bogor.
Saugi”. Jurnal Riset dan Teknologi 3. Dr. Ir. Hasto Subagya, M.Sc. Staf dosen
Kelautan (JRTK) Volume 10. (2). Program Studi Teknik Elektro, Fakultas
[3] Heri, J. 2010. “Pengujian Sistem Teknik Universitas Pakuan Bogor
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Solar
Cell Kapasitas 50 Wp”. Jurnal Tenaga
Listrik Vol 1.
[4] Pagatun., Karnoto., Prasetyo, 2011.
“Analisis Komparasi Pemilihan Lampu
Penerangan Jalan Tol”. Media Elektrika,
Vol. 4. (1).
[5] SNI 04-0225-2000. 2000. “Pedoman
Untuk Instalasi Listrik 2000 (PUIL
2000)”. Badan Standarisasi Nasional.
Jakarta
[6] Riswandi dan Bactiar. 2016. “Simulasi
Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya
30 Kwp On-Grid Di Kampus Universitas
Martim Raja Ali Haji (Umrah)
Menggunakan Software Pv*Sol”. Jurnal
Teknik Elektro Universitas Maritim Raja
Ali Haji Riau Vol 12.
[7] SNI 7391. 2008. “Spesifikasi Penerangan
Jalan di Kawasan Perkotaan”. Badan
Standarisasi Nasional. Jakarta.
[8] Wibawa, U. 2001. “Sumber Daya Energi
Alternatif”, Malang. Penerbit Universitas
Brawijaya Malang.
[9] Zuhal. 1995. “Dasar teknik tenaga listrik
dan elektronika daya”. Jakarta : Gramedia

Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik-Universitas Pakuan 10

Anda mungkin juga menyukai