Anda di halaman 1dari 2

1) Persamaan Van der Waals

Pada tahun 1873, Van der Waals memberikan faktor koreksi terhadap volume dan
tekanan pada persamaan gas ideal (PV = nRT ). Volume memerlukan koreksi karena molekul-
molekul gas nyata mempunyai volume yang tidak dapat di abaikan. Pada gas ideal, molekul–
molekulnya dianggap tidak mempunyai volume, sehinnga tempat merupakan ruang kosong, ke
dalam mana molekul-molekul gas lain dapat dimasukkan bila gas dimampatkan. Dalam
persamaan barunya Van der Waals mengurangi volume gas terukur dengan volume efektif total
molekul-molekul gas sebesar nb. Dengan kata lain volume suatu molekul bukanlah V melainkan
(V-nb), dengan b adalah faktor koreksi dari volume yang di abaikan per mol, dan n adalah mol
gas.
Faktor koreksi juga diperlukan pada tekanan karena adanya interaksi antara molekul gas
nyata yang mengakibatkan gerakannya menjadi tidak lurus dan kecepatannya menjadi lebih kecil
dibandingkan gas ideal. Keadaan ini mengakibatkan tumbukan molekul-molekul gas nyata pada
dinding lebih jarang terjadi dibanding gas ideal sehinnga tekanannya lebih kecil dari tekanan gas
𝑛2 𝑎
ideal. Van der Waals memberikan koreksi sebesar 𝑉2
yang di tambahkan pada tekanan terukur.
Dengan memasukkan kedua faktor koreksi kedalam persamaan gas ideal,maka di peroleh
persamaan:
𝑛2 𝑎
(𝑝 + 2 ) (𝑉 − 𝑛𝑏) = 𝑛𝑅𝑇
V
Atau
𝑛𝑅𝑇 𝑛2 𝑎
𝑝= − 2
𝑉 − 𝑛𝑏 𝑉

Persamaan van der Waals untuk 1 mol adalah :

𝑎
(𝑝 + ) (𝑉 − 𝑏) = 𝑅𝑇
V2

Di mana V adalah volume dari 1 mol, a dan b adalah konstanta. Persamaan ini disebut persamaan
Van der Waals untuk gas nyata, dengan a dan b adalah suatu tetapan yang nilainya tergantung
dari jenis gas. Meskipun rumusnya agak kompleks tetapi dapat diterapkan untuk berbagai gas
dengan suhu dan tekanan yang berbeda-beda.
Tetapan van der Waals untuk Beberapa Gas
Nama Rumus α (atm L2mol-2) b (L mol-1)
Amonia NH3 4,170 0,03707
Argon Ar 1,345 0,03219
Karbon dioksida CO2 3,592 0,4267
Hidrogen H2 0,2444 0,02661
Hidrogen klorida HCl 3,667 0,04081
Metana CH4 2,253 0,04278
Nitrogen N2 1,390 0,03913
Nitrogen dioksida NO2 5,284 0,04424
Oksigen O2 1,360 0,03183
Sulfur dioksida SO2 6,714 0,05636
Air H2O 5,464 0,03049

Contoh Soal :
Hitung tekanan yang dihasilkan oleh 2 dm3 mol-1 etana pada 27ºC bila mengikuti persamaan van
der Waals. a = 5,489 dm6 atm mol-2, b = 0,0638 dm3 mol-1. Bandingkan harganya bila gas adalah
ideal.
Persamaan (1.1) dapat ditulis kembali sebagai
𝑅𝑇 𝑎
𝑝= − 2
𝑉−𝑏 𝑉
(0,0821 𝑑𝑚3 𝑎𝑡𝑚 𝑚𝑜𝑙 −1 𝐾 −1 )(300 𝐾) 5,489 𝑑𝑚6 𝑎𝑡𝑚 𝑚𝑜𝑙 −2
= −
(2,0 − 0,0638) 𝑑𝑚3 𝑚𝑜𝑙 −1 (2 𝑑𝑚3 𝑚𝑜𝑙−1 )2
= 12,72 − 2,7445 = 9,976 𝑎𝑡𝑚