Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULAHAN (SAP)

PENYULUHAN HIV
PENDIDIKAN PROFESI NERS
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
WILLIAM BOOTH SURABAYA

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahasan : HIV


Sub Pokok Bahasan : Pengenalan HIV
Sasaran : Remaja RW 02 Kelurahan Bangkingan Surabaya
Hari, tanggal :
Waktu : 30 menit
Tempat : Balai RW 02 Kelurahan Bangkingan Surabaya

I. Tujuan
A. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit, sasaran diharapkan
memahami tentang penyakit HIV.

B. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, sasaran dapat:
1. Menjelaskan kembali pengertian HIV
2. Menyebutkan kembali sebab-sebab terjadinya HIV dengan benar
3. Menyebutkan kembali tanda dan gejala dari penyakit HIVdengan
benar
4. Menyebutkan Pencegahan HIV
5. Menyebutkan komplikasi HIV
II. Materi (Terlampir)
Materi penyuluhan meliputi:
A. Pengetian HIV
B. Penyebab HIV
C. Tanda dan Gejala dari Penyakit HIV
D. Pencegahan HIV
E. Penularan HIV

III. Metode :
1. Ceramah
2. Diskusi.

IV. Media / Alat :


1. Leaflet
2. Power Point
3. LCD
4. Laptop
V. Kegiatan Penyuluhan
No. Tahap Waktu Kegiatan pendidikan Kegiatan peserta Penyuluh
1. Pembukaan 5 menit Pembukaan: DESY
1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam
dan memperkenalkan dan memfokuskan
diri perhatian pada
2. Menjelaskan kontrak peneliti.
waktu dan mekanisme 2. Mendengarkan
kegiatan kontrak kegiatan
3. Menyampaikan tujuan 3. Mendengarkan
dan maksud dari tujuan dari
pendidikan kesehatan pendidikan
4. Menyebutkan materi kesehatan
pendidikan kesehatan 4. Mendengarkan
yang diberikan. materi yang
5. Membagikan leafleat diberikan.
2. Isi 20 menit Pelaksanaan: 1. DESY
1. Menjelaskan materi: mendengarkan dan
A. Pengetian HIV memperhatikan
B. Etiologi HIV
C. Tanda dan Gejala dari
Penyakit HIV
D. Pencegaha HIV
E. Penularan HIV
1. Memberikan 1. perserta mengajukan
kesempatan untuk pertanyaan tentang
mengajukan pertanyaan materi yang kurang
untuk materi yang difahami
belum dimengerti 3. Peserta dapat
2. Menjawab pertanyaan memahami materi
yang dianjurkan untuk yang kurang
sasarans difahami
Menyimpulkan materi
bersama peserta
3. Penutupan 5 menit Evaluasi: 1 Peserta dapat DESY
1. Menanyakan kembali menjelaskan materi
tentang materi yantg yang teah
telah disampaikan disampaikan

VI. Evaluasi
a. Evaluasi Hasil
- Sasaran memahami materi yang telah disampaikan.
- Ada umpan balik positif dari sasaran seperti dapat menjawab pertanyaan yang
diajukan pemateri.
MATERI PENYULUHAN HIV/AIDS

A. Pengertian HIV
Human immunodeficiency virus (HIV) adalah penyebab acquird
immunodeficiency syndrome (AIDS). Virus ini terdiri dari 2 grup yaitu HIV-1
dan HIV-2. Kedua tipe HIV ini bisa menyebabkan AIDS, tetapi HIV -1 yang
paling banyak ditemukan diseluruh dunia dan HIV-2 banyak ditemukan di
Afrika Barat. Virus HIV diklasifikasikan kedalam golongan lentivirus dan
retrovindae. Genom virus ini adalah RNA yang mereplikasi dengan
menggunakan enzim reverse transcriptase untuk menginfeksi sel mamalia
(Flinch,Moss, Jeffries dan Anderson,2006)

B. Penyebab HIV
Penyebab kelainan imun pada AIDS adalah suatu agen viral yang disebut
HIV yang menyerang system kekebalan tubuh sehingga sel – sel pertahanan
tubuh makin lama makin menurun. Penularan virus ditularkan melalui
1. Hubungan seksual (anal, oral, vagina) yang tidak terlindungi (tanpa
kondom dengan orang yang telah terinfeksi HIV)
2. Jarum suntik /tindik/tato yang tidak steril dan dipakai bergantian
3. Mendapatkan transfuse darah yang mengandung virus HIV
4. Ibu penderita HIV positif kepada bayinya ketika dalam kandungan,
melahirkan atau melalui air susu ibu (ASI).

C. Tanda dan gejala HIV


1. Diare : muntah, mukosa bibir kering, tidak nafsu makan, nyeri abdomen,
funtanel cekung, lemah, kehilangan berat badan.
2. Anemia : pucat, tacikardi, bising karotis, pembesaran jantung, bising
sistolik, akral dingin, lemas.
3. Melena : syok (denyut jantung, suhu tubuh). Penyakit hati kronis (sirosis
hepatis, deman ringan 36º-39ºc, Nyeri di perut, Hiperperistatik, Penutunan
HB dan Hmt yang terlihat beberapa jam.
4. Candidiasis oris : stomatiti akut, lesi-lesi, kelainan pada sudut-sudut mulut,
bibir pecah-pecah, adanya bercak putih kekuningan
D. Pencegahan HIV
1. Hindari melakukan hubungan intim dengan bebas.
2. Hindari penggunaan narkoba.
3. Waspada penggunaan jarum suntik.
4. Selalu menggunakan alat medis yang steril.
E. Penularan HIV
1. Hubungan seksual yang tidak aman.
2. Transfuse darah yang tercemar HIV
3. Jarum suntik ang tidak aman.
4. Dari ibu yang positif HIV ke bayi
Sumber Pustaka :

Meidian, JM. (2002). “Nursing Outcomes Classification (NOC).United States of


America:Mosby.
Mualim. 2010. Askep Hidrosefalus. Diakses pada tanggal 29 Agustus 2012
http://mualimrezki.blogspot.com/2010/12/askep-hydrocephalus.html
Nursalam. 2005. Asuhan Keperawatan BAyi dan Anak (untuk perawat dan bidan).
Jakarta: Salemba Medika.
Price,Sylvia Anderson. 2005. Patofisiologi;Konsep klinis proses-proses
penyakit,Jakarta;EGC.
Riyadi. 2009. Asuhan Keperawatan pada Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu