Anda di halaman 1dari 4

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Tuhan yang memberikan ilmu kepada setiap


makhluknya.

Kisi-Kii UTS

1. Pengertian/definisi entrepreneurship, intrapreneurship, entrepreneur. Power of


entrepreneurship. Ciri-watak wirausaha. Mentalitas yang harus dimiliki seorang wirausaha
termasuk dari perspektif Islam.

Dalam bukunya Be a Smart and Good Entrepreneur Hendro & Chandra


W.W.(2006) menjelaskan entrepreneurship adalah suatu kemampuan untuk mengelola
sesuatu yang ada dalam diri anda untuk dimanfaatkan dan ditingkatkan agar lebih optimal
sehingga bisa meningkatkan taraf hidup anda di masa mendatang.
Menurut Hisrich (2004, p9), entrepreneurship adalah proses membuat sesuatu
yang baru dengan nilai dari konsumsi waktu dan daya yang diperlukan, memperkirakan
keuangan, fisik, dan resiko sosial, dan mendapatkan penghargaan hasil dari moneter dan
kepuasan personal dan kebebasan.
Intrapreneurship adalah kewirausahaan (entrepreneurship) dalam perusahaan
(enterprenership inside of the organization) atau dapat dikatakan bahwa intrapreneurship
adalah entrepreneuship yang ada di dalam perusahaan. Konsep intrapreneurship pertama
muncul pada tahun 1973 oleh Susbauer dalam tulisannya yang berjudul “Intracoporate
Entrepreneurship : Programs in American Industry”, dan kemudian dipopulerkan oleh
Pinchott (1985) dan Burgelman (2007) dalam disertasinya.
Princhott (1985) mendefinisikan seorang intrapreneur adalah seorang yang
memfokuskan pada inovasi dan kreativitas dan yang mentransformasi suatu mimpi atau
gagasan menjadi usaha yang menguntungkan yang dioperasikannya dalam lingkup
lingkungan perusahaan. Oleh karena itu, agar sukses intrapreneurship harus
diimplementasikan dalam strategi perusahaan (Budiharjo, 2011:152). Harris (2009)
mendefinisikan intrapreneur adalah karyawan di perusahaan yang berani untuk mengambil
risiko.
Berdasarkan pendapat Antonic (2003) mengemukakan intrapreneurship memiliki
karakteristik sebagai berikut :
1. understand the environment.
Intrapreneur harus mengerti semua aspek lingkungannya, baik dari lingkungan
internal perusahaan maupun lingkungan eksternal perusahaan.
2. visionary and flexible.
Intrapreneur harus memiliki kemampuan untuk mewujudkan ide-idenya
menjadi kenyataan, dapat beradaptasi dan bekerja secara efektif dalam situasi
yang berbeda.
3. encourage team work.
Intrapreneur harus memiliki kemampuan untuk membangun tim kerja dan tim
tersebut bekerja dengan disiplin.
4. encourage open discussion.
Intrapreneur harus mampu mengadakan diskusi terbuka dalam usahanya
membentuk tim kerja yang bagus.
5. builds a coalition of supporters.
Intrapeneur dapat mencapai tujuannya dengan membangun koalisi untuk
mendukung inovasinya. Koalisi dapat terdiri dari pekerja dan manajemen
puncak.
6. Persists.
Intrapeneur harus tekun dan gigih dalam bekerja agar tujuan dapat tercapai.
Model proses kewirausahaan, faktor-faktor pemicu/pendorong menjadi
wirausaha. Kelebihan wirausahawan dibanding profesi lain.

2. Model proses kewirausahaan, faktor-faktor pemicu/pendorong menjadi wirausaha.


Kelebihan wirausahawan dibanding profesi lain

Antonic (2007) yang dikutip Budiharjo (2011) menyebutkan antesenden


intrapreneurship dibagi menjadi dua yaitu lingkungan (environment) dan organisasi
(organization).
a) Faktor lingkungan yang positif meliputi dinamisme peluang teknologi,
pertumbuhan industry, dan permintaan untuk produk baru, sedangkan antesenden untuk
lingkungan yang tidak dikehendaki meliputi perubahan yang tidak dikehendaki dan
persaingan yang tinggi.
b) Dari sisi organisasi, karakteristik organisasi yang dapat mendorong
intrapreneurship adalah system terbuka, kendali formal pada aktivitas intrapreneurship,
pemindahan intensif pada lingkungan, dukungan organisasional, dan nilai-nilai
perusahaan. Dalam penelitiannya, Antonic (2007) membuktikan bahwa intrapreneurship
berkorelasi secara positif dengan pertumbuhan (company growth), dan dibuktikan pula
bahwa dimensi lingkungan dan karakteristik organanisasi (organization characteristics)
berkorelasi positif dengan intrapreneurship

3. Pengertian dan unsur-unsur/ciri-ciri/karakteristik Kecerdasan Wirausaha/berwirausaha


(entrepreneurial intelligence). Cara mengembangkan sikap wirausaha serta strategi
menjadi wirausaha.
4. Ide dan peluang business, design thinking.

5. Apa yang dimaksud dengan business model dan business plan. Konsep BMC dan 9
elemennya.

Menurut Wheelen dan Hunger (2010), Business Model adalah metode yang
digunakan perusahaan untuk menghasilkan uang di lingkungan bisnis dimana perusahaan
beroperasi. Sedangkan Menurut Rappa (2000) adalah metode yang digunakan untuk
menjalankan bisnisnya yang membuat perusahaan untuk bertahan
Menurut Osterwalder dan Pigneur (2011), Canvas Business Model merupakan
bahasa bersama untuk menjelaskan, memvisualisasikan, menilai, dan mengubah model
bisnis. Masing-masing blok bangunan sembilan dari Canvas Business Model dijelaskan
secara rinci bergambar dan narasi . Sedangkan menurut Wallin, Cimuralla dan
Thompson (2013), Canvas Business Model merupakan alat yang digunakan untuk
memahami manfaat potensial dan tantangan memasuki area bisnis yang tidak diketahui
serta menjelajahi elemen bisnis terkait di seluruh area bisnis yang tidak diketahui.
Pada Canvas Business Model ini ada Sembilan kotak yang merepresentasikan
elemen-elemen kunci yang secara umum akan ada pada semua model bisnis. Kesembilan
hal tersebut adalah :
1. Customer segments
2. Value proposition
3. Channel
4. Customer relationship
5. Revenue stream
6. Key resource
7. Key activities
8. Key partners
9. Cost