Anda di halaman 1dari 3

BAB V

PEMBAHASAN DAN DISKUSI

5.1 Pengetahuan Ibu tentang Status Gizi Sebelum Diberikann Penyuluhan

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi status gizi pada balita adalah
pengetahuan gizi. Seseorang yang mempunyai pengetahuan gizi yang baik,diharapkan
akan memiliki perilaku dalam pemberian gizi yang baik,dan untuk memperoleh
perubahan prilaku tersebut adalah dengan memberikan informasi sehingga menimbulkan
kesadaran dan dapat dilakukan dengan penyuluhan.

Karakteristik ibu yang mencakup umur,pendidikan,pekerjaan bisa mempengaruhi


proses perubahan prilaku. Umur responden rata-rata masih dalam kategori usia
reproduktif memungkinkan untuk menangkap informasi yang diberikan dan bisa
mengingatnya kembali.begitu juga dengan karakteristik pekerjaan. Responden yang
mayoritas sebagai ibu rumah tangga (66,67%) sangat mendukung dalam menyediakan
waktu untuk mendengarkan penyuluhan,membaca leaflet dan menerapkan apa yang telah
diberikan.

Berdasarkan hasil tabulasi silang antara tingkat pengetahuan dengan karakteristik


responden menunjukan bahwa kelompok umur 25-31 tahun berkategori pengetahuan
baik banyak dibanding kelompok umur yang lain.

Untuk pendidikan responden dengan pendidikan >SMA secara keseluruhan


memiliki kategori pengetahuan baik yaitu 100% sedangkan untuk kategori pengetahuan
sedang dan kurang pada kategori SD dan SMP.

Hal ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwa pendidikan formal
seseorang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan gizinya.semakin tinggi tingkat
pendidikan seseorang maka semakin tinggi pula kemampuan seseorang untuk menyerap
pengetahuan.

Dari hasil penelitian tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan penyuluhan


adalah sebanyak 19 orang (63,33%) berada pada kategori baik, 8 orang (26,67%) pada

25
kategori sedang dan sebanyak 3 orang (10%) berkategori kurang.dapat dikatakan bahwa
umumnya tinkgat responden tentang status gizi cukup baik.

Pada masa balita, perkembangan kemampuan bicara dan bahasa, kreatifitas,


kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan
landasan perkembangan berikutnya. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian
anak juga dibentuk pada masa ini, sehingga setiap kelainan/ penyimpangan sekecil
apapun apabila tidak dideteksi apalagi tidak ditangani dengan baik, akan mengurangi
kualitas sumber daya manusia dikemudian hari, (Depkes RI, 2006).

5.2 Pengetahuan Ibu tentang Status Gizi sesudah Diberikan Penyuluhan

Berbagai keunggulan mengenai manfaat pemberian gizi yang seimbang yang dapat
mempengaruhi pertumbuhan fisik yang sempurna,perkembangan hingga kecerdasan
anak terpacu berkat pemberian gizi yang sesuai.

Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan


ibu terhadap status gizi walau tidak signifikan setelah dilakukan post test didapatkan
hasil bahwa tingkat pengetahuan responden setelah diberikan penyuluhan adalah baik
sebanyak sebanyak 26 orang (86,67%),sedang sebanyak 4 orang (13,33%) dan tidak ada
yang kurang.bisa dikatakan bahwa tingkat pengetahuan responden mengalami
peningkatan menjadi lebih baik setelah diberikan penyuluhan.

5.3 Sikap Ibu tentang Status Gizi Sebelum Diberikan Penyuluhan

Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari sesorang terhadap
stimulus atau objek.manifestasi sikap tidak dapatb terlihat,tetapi hanya dapat ditafsirkan
terlebih dahulu dari prilaku tertutup

Pendidikan kesehatan adalah proses belajar.pendidikan kesehatan membantu agar


orang mengambil sikap yang bijaksana terhadap kesehatan dan kualitas hidup.penyuluhan
merupakan suatu metode dalam pendidikan kesehatan yang dapat merubah sikap seseorang

26
menjadi lebih baik.hal ini terbukti dari sikap responden setelah diberikan penyuluhan
memberikan perubahan yang berarti dari sikap negatif menjadi lebih positif.

Berdasarkan hasil tabulasi silang antara tingkat sikap dengan karakteristik


responden yang menunjukan sikap baik pada kategoru umur >31 sedangkan kelompok
umur 25-31 lebih banyak pada kategori sedang,sedangkan pada kategrori pendidikan
responden dengan kategori pendidikan SD lebih banyak mempunyai sikap sedang
(14,28%),responden dengan tingkat pendidikan >SMA lebih banyak pada kategori baik
(100%) dalam menyikapi status gizi pada anak.

Sikap yang kurang pada ibu terhadap status gizi sebelum diberikan
penyuluhan adalah adanya anggapan bahwa dengan pemberian makan semau anak saja
dan tanpa memperhatikan zat gizi yang diberikan serta tidak rutin ke posyandu untuk
dtimbang dan diukur tinggi badanya.

5.4 Sikap ibu terhadap Status Gizi Sesudah Diberikan Penyuluhan

Pada grafik dapat dilihat setelah diberikan penyuluhan Pada grafik 2 dapat
dilihat bahwa sikap responden sebelum diberikan penyuluhan sebanyak 27 orang (90%)
berada pada kategori baik, 3 orang (10%) berada pada kategori sedang dan tidak ada
yang kurang,artinya ada pengaruh penyuluhan terhadap sikap responden setelah
dilakukan penyuluhan yang ditandai dengan meningkatnya responden yang memiliki
sikap baik berdasarkan hasil posttest.

27