Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEBIDANAN PADAA NN A UMUR 13 TAHUN

TUBA OVARIA ABSES POST SALFINGOSTOMI KIRI DAN KANAN


KISTEKTOMI KANAN, PARTIAL OMENTEKTOMI
DI RUANGAN ALAMANDA B

Disusun oleh :
Kelompok 2
1. Fenty Ayu Putri
2. Fitria Sanda Haryani
3. Fitriani
4. Friska Marienda Uteri
5. Gita Yasha Syafitri
6. Gusrina Wahyni
7. Ince Sintia
8. Indah Puspita Ari
9. Jumilistia Mustika Dewi

Pembimbing Akademik:
Ratna Dewi, SKM.MPH.

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BENGKULU
JURUSAN KEBIDANAN BENGKULU
PRODI DIV KEBIDANAN
2019
ASUHAN KEBIDANAN PADAA NN A UMUR 13 TAHUN
TUBA OVARIAL ABSES POST SALFINGOSTOMI KIRI DAN KANAN
KISTEKTOMI KANAN, PARTIAL OMENTEKTOMI

Tanggal masuk : 02 November 2019

Hari/Tanggal : Selasa / 20 November 2019

Tempat pengajian : Alamanda B

Nama pengkaji : Kelompok 2

Identitas

Nama : Nn. A

Umur : 13 Tahun

Suku/Bangsa : Indonesia

Agama : Islam

Pendidikan : SD

Pekerjaan :-

No.Hp : 0852281501

Alamat : Dusun Kendung Sentul, Kabupaten Kebumen Rt. 02 Rw. 02

Status : Belum kawin

Nama Orang tua : Tukiyem

Umur : 40 Tahun

Agama : Islam

Pendidikan : SD

Pekerjaan : Buruh

Alamat : Dusun Kendung Sentul, Kabupaten Kebumen Rt. 02 Rw. 02


Catatan perkembangan hari ke 1 (Selasa, 20 November 2019)

1. Data subjektif
Nn. A mengatakan :
a. Satu tahun terakir sering sakit pada bagian perut
b. Sakit pada bagian perut muncul setiap bulan
c. Bulan September sakit bertambah parah dan disertai demam
d. Nn A dibawah ke Puskesmas dan diberi obat
e. Setelah dibawah ke Puskesmas tidak ada perubahan dan dirujuk ke RSHS untuk di
USG, hasil USG terdapat kelainan pada vagina dan kata dokter sakit yang dirasa
karena darah haid yang tidak keluar. Ibunya baru sadar itu masalah haid karena alya
belum haid.
f. Dilakukan operasi dan haid selama 10 hari
g. Setelah haid bulan Oktober perut kembali sakit, dokter bilang ada kelainan pada
rahim karena penumpukan darah kotor di rahim
h. Bekas luka operasi sakit bila ditekan dan terjadi infeksi local
i. Tidak memiliki penyakit keturunan, menular dan menahun.

2. Data Objektif
1. Keadaan umum
Tanda-tanda vital :
Nadi : 82 x/m
Pernapasan : 24 x/m
Suhu : 36,7 0​​ C
Kesadaran : compomentis
2. Pemeriksaan fisik
Berat badan : 38 Kg
Tinggi badan : 150 Cm
Mata : simetris,konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik
Telinga : simetris, pendengaran jelas, tidak terdapat secret berlebihan
Mulut : bibir kering, terdapat karies
Leher : tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid, kelenjar
limfe dan
vena jugularis
Dada : payudara simetris, bunyi paru vasikuler dan bunyi
jantung
teratur
Abdomen : ada luka operasi yang infeksi ditandai dengan nyeri
tekan dan
sedikit berbau dan terdapat cairan kuning yang keluar dari
luka operasi
Genetalia : ada pengeluaran vagina berupa lendir
Ektremitas atas : simetris, tidak ada edema, kuku tidak pucat
Ekstremitas bawah : simetris, tidak ada edema, tidak ada varises dan reflex patella
(+)
3. Pemeriksaan penunjang
Laboratorium (15/11/2019)

Pemeriksaan Hasil Nilai Normal Keterangan


Hematologi
Hematologi1 8 Parameter

​Hemoglobin 8,8 g/dL 12,0 – 16,0 Low


Hematokrit 26,5 % 36,0 – 46,0 Low
Leukosit 17,64 10​3​/uL 4,1 – 5,1 High
Eritrosit 3,41 Juta/uL 4,50 – 13,0
Low
Trombosit 733 ribu/uL 150 – 450
High
Index Eritrosit
MCV 77,7 fL 78 – 102 Low
MCH 25,8 pg 25 – 35 Normal
MCHC 33,2 % 31 – 37 Normal

Hitung Jenis Leukosit


Basofil 0 0–1 Normal
Eosinofil 1 0–4 Normal
Neutrofil Batang 0 3–5 Normal
Neutrofil Segmen 85 40 – 62 High
Limfosit 9 27 – 40 Low
Monosit 5 3–8 Normal

Kimia
CRP Kuantitatif 5,83 mg/dL <0,3 High
SGOT (AST) 313 mg/dL 15 – 37 High
SGPT (ALT) 203 mg/dL 14 – 59 High
Bilirubin Total 0,357 mEq/dL 0,100 – 1,000 Normal
Bilirubin Direk 0,195 mEq/dL 0,100 – 0,300 Normal
Bilirubin Indirek 0,162 mEq/dL 0,200 – 0,800 Low
Albumin 2,50 mg/dL 3,4 – 5,0 Low
Ureum 11,0 g/dL 15,0 – 39 Low
Kreatinin 0,46 mg/dL 0,6 – 1,0 Low
Natriun (Na) 136 mEq/dL 135 – 145 Normal
Kalium (K) 4,1 mEq/dL 3,5 – 5,1 Normal
Kalium Ion 4,59 mg/dL 4,5 – 5,6 Normal

3. Analisa
Nn. A umur 13 tahun dengan tuba ovaria abses post salfingostomi kiri dan kanan kistektomi
kanan, partial omentektomi

4. Penatalaksanaan
a. 08.00 : melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital
Ev : tanda –tanda vital dalam batas normal
b. 09.00 : kolaborasi bersama perawat melakukan perawatan luka
Ev : luka operasi infeksi dengan tanda nyeri tekan dan berbau
c. 09.30 : memberikan obat metronidazole
Ev : obat metronidazole sudah diberikan
d. 10.00 : mendampingi dr menjelaskan tentang luka beras yang terjadi infeksi dan
menjelaskan personal hygiene, makan makanan yang tinggi protein, istirahat yan
cukup
Ev : Nn A dan keluarga paham dengan informasi yang diberikan Dokter
e. 12.00 : Menganjurkan pasien untuk istirahat dan tidur yang cukup
Ev : pasien mengerti
f. 15. 00 : Melakukan pengkajian ulang nyeri
Ev : nyeri masih terasa
g. 18.00 : Mengobservasi tanda-tanda vital
Ev : sudah dilakukan, hasil normal.
h. 18.30 : Mengajarkan manajemen nyeri non farmakologi dengan teknik relaksasi tarik
napas dalam dan distraksi
Ev : pasien mengerti dan mau melakukannya.
i. 19.00 : Menganjurkan lebih banyak istirahat: tidur
Ev : pasien mengerti
j. 20.00 : Kolaborasi pemberian terapi farmakologi analgetik ketorolac
Ev : sudah dilakukan
k. 20. 30 : Monitoring tanda dan gejala infeksi
Ev : masih terjadi luka infeksi di area luka operasi.
Catatan perkembangan hari ke 2 (Rabu, 21 November 2019)

1. Data subjektif
Nn. A mengatakan : Klien mengatakan nyeri masih dirasakan pada area luka post op. nyeri
dirasakan seperti disayat, nyeri menyebar ke seluruh kuadran abdomen. Nyeri bertambah
saat banyak bergerak dan berkurang dengan istirahat, tariknapas dalam, dan setelah
minum obat. Klien belum mampu melaksanakan shalat karena merasa kesulitan
2. Data Objektif
a. Keadaan umum
Tanda-tanda vital :
Nadi : 85 x/m
Pernapasan : 23 x/m
Suhu : 36,9 0​​ C
Kesadaran : compomentis
Skore nyeri : 2
b. Pemeriksaan fisik
Mata :simetris,konjungtiva anemis,sklera putih
Abdomen : luka terbuka, lembab, warna kemerahan, terdapat pengeluaran
cairan berwarna kuning dan tidak berbau
3. Analisa
Nn. A umur 13 tahun dengan tuba ovaria abses post salfingostomi kiri dan kanan kistektomi
kanan, partial omentektomi

4. Penatalaksanaan
a. 07.00 : melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital
Ev : tanda –tanda vital dalam batas normal
b. 08.30 : kolaborasi bersama perawat melakukan perawatan luka
Ev : luka operasi infeksi dengan tanda nyeri tekan dan berbau, terdapat abses.
c. 09.30 : memberikan obat metronidazole
Ev : obat metronidazole sudah diberikan
d. 11.00 : Menjelaskan tentang luka post operasi yang terjadi infeksi dan
menjelaskan untuk menjaga personal hygiene, makan makanan yang tinggi protein,
istirahat yan cukup.
Ev : Nn A dan keluarga paham dengan informasi yang diberikan.
e. 15. 00 : Melakukan pengkajian ulang nyeri
Ev : nyeri yang dirasa pasien masih terasa
f. 18.00 : Mengobservasi tanda-tanda vital
Ev : sudah dilakukan, hasil ttv dalam batas normal.
g. 18.30 : Mengajarkan manajemen nyeri non farmakologi dengan teknik relaksasi
tarik napas dalam dan distraksi
Ev :pasien mengerti dan mau melakukannya.
h. 19.00 : Menganjurkan lebih banyak istirahat: tidur
Ev : pasien mengerti.
i. 20.00 : Kolaborasi pemberian terapi farmakologi analgetik ketorolac
Ev : sudah dilakukan.
j. 20. 30 : Monitoring tanda dan gejala infeksi
Ev : masih terdapat infeksi di daerah luka operasi