Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

RENDAM KAKI DENGAN AIR HANGAT DAN GARAM

OLEH :
LUCIA FADILLA PERMATASARI
J230195004

PROGRAM PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahasan : Cara Mengontrol Hipertensi


Sub Pokok Bahasan : Rendam Kaki Air Hangat Dengan Garam
Sasaran : Ny. R
Hari/tanggal : Sabtu, 30 November 2019
Waktu : 30 menit
Tempat : Rumah Ny. R di Kadilangu RT 01 RW 04, Kadilangu
Penyaji : Enggar Fitria Nur Susanti

A. Tujuan
1. Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x30 menit,
diharapkan Ny.R dapat memahami tentang rendam kaki menggunakan air
hangat dan garam.
2. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan selama 1x30
menit,maka diharapkan Ny.R dapat:
a. Mengikuti proses pendidikan kesehatan dari awal hingga akhir
b. Mengetahui pengertian dari rematik dan rendam kaki air hangat dengan
garam
c. Mengetahui tujuan dan manfaat rendam kaki air hangat dan garam
untuk mengurangi nyeri
d. Mengetahui cara melakukan rendam kaki air hangat dan garam pada
diri sendiri
B. Kegiatan Penyuluhan
No Waktu Kegiatan penyuluhan Respon Peserta

1 Pembukaan 1. Memberi salam 1. Menjawab salam


2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan dan
(5 menit)
memperhatikan
3. Menjawab
3. Menggali pengetahuan Ny. R
pertanyaan
tentang nyeri lutut dan cara
penatalaksanaannya
menggunakan rendam kaki air
4. Mendengarkan dan
hangat.
memperhatikan
4. Menjelaskan topik dan tujuan
5. Menyetujui kontrak
penyuluhan
waktu
5. Membuat kontrak waktu
2 Kegiatan 1. Menjelaskan tentang 1. Mendengarkan dan
a. Pengertian rematik dan rendam
inti memperhatikan
kaki air hangat dengan garam
(20 menit) penjelasan penyuluh
b. Manfaat rendam kaki air
hangat dengan garam
c. Alat dan bahan rendam kaki
air hangat dengan garam
d. Prosedur rendam kaki air
hangat dengan garam
2. Memberikan kesempatan untuk
2. Aktif bertanya
bertanya
3. Menjawab pertanyaan peserta
3. Mendengarkan

3 Penutup 1. Menyimpulkan materi yang 1. Mendengarkan dan


(5 menit) disampaikan oleh penyuluh memperhatikan
2. Mengevaluasi peserta atas 2. Menjawab
penjelasan yang telah pertanyaan yang
disampaikan dan penyuluh diberikan
menanyakan kembali mengenai
materi penyuluh 3. Menjawab salam
3. Salam penutup

C. Materi (terlampir)
D. Media
1. Leaflet

E. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
Evaluasi
1. Evaluasi Stuktur
a. Satuan penyuluh sudah siap satu hari sebelum dilaksanakannya
kegiatan
b. Alat dan tempat siap sebelum kegiatan dilaksanakan.
c. Penyuluh sudah siap sebelum kegiatan dilaksanakan.
2. Evaluasi Proses
a. Alat dan tempat bisa digunakan sesuai rencana.
b. Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan
c. Waktu yang direncanakan sesuai pelaksanaan
d. Ny. R mau atau bersedia untuk melakukan kegiatan yang telah
direncanakan.
e. Sasaran penyuluhan dan mahasiswa berperan aktif selama kegiatan
berjalan
3. Evaluasi Hasil
a. Pengertian rematik dan rendam kaki air hangat dengan garam
b. Manfaat rendam kaki air hangat dengan garam
c. Alat dan bahan renda kaki air hangat dan garam
d. Prosedur rendam kaki air hangat dan garam
F. Pelaksana Penyuluh
Enggar Fitria Nur Susanti
G. Sumber
Destia, D.,Umi, A., Priyanto. (2014). Perbedaan Tekanan Darah Sebelum
Dan Sesudah Dilakukan Hidroterapi Rendam Hangat Pada
Penderita Rematik di Desa Kebondalem Kecamatan Jambu
Kabupaten Semarang. Jurnal STIKES Ngudi Waluyo Ungaran
2014. 4-9.
Oktaviana, I. (2011). Pengaruh hidroterapi hangat dan garam pada kaki
terhadap nyeri persendian pada penderita rematik di dusun
kalangan pro laok embong. Thesis. UMS.
Santoso, D. A. (2015). Pengaruh terapi rendam kaki air hangat terhadap
penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di
wilayah kerja upk puskesmas khatulistiwa kota Pontianak. Naspub
WHO. 2015. Q&As on Hypertension. (Diakses pada tanggal 4 Desember
2017)

H. Lampiran

RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN GARAM

A. Definisi Hipertensi dan Rendam Kaki Air Hangat Dengan Garam


1. Definisi Hipertensi
Hipertensi menurut World Health Organization (WHO) adalah
suatu kondisi dimana pembuluh darah memiliki tekanan darah tinggi
(tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 90
mmHg) yang menetap (WHO, 2015).
2. Definisi rendam kaki air hangat dengan garam
Secara ilmiah, air hangat berdampak fisiologis bagi tubuh yaitu
berdampak pada pembuluh darah, panasnya membuat sirkulasi darah
menjadi lancar. Selain itu faktor pembebanan di dalam air akan
menguatkan otot-otot dan ligamen yang mempengaruhi sendi-sendi tubuh
(Susanto, 2005). Rendam kaki air hangat (hidroterapi kaki) adalah salah
satu macam dari hidroterapi dengan menggunakan air hangat yang
dicampur dengan rempah-rempah untuk merendam kaki yang lelah, pegal,
kering dan mengelupas yang terjadi pada lansia (Kushariyadi, 2011).
Rendam kaki air hangat dengan garam adalah salah satu terapi non
farmakologis yang mudah dan murah yang dapat digunakan untuk mampu
membuat kaki menjadi rileks dan membantu mengusir rasa nyeri yang
muncul. Karena penggunaan garam yang mengandung magnesium sulfat
dapat memberikan manfaat lebih, seperti membuat otot menjadi rileks,
mengurangi rasa nyeri, dan menenangkan sistem saraf tubuh.
B. Manfaat
Suhu air yang digunakan untuk rendam kaki tersebut dapat meningkatkan
kelenturan jaringan otot ikat, kelenturan pada struktur otot, mengurangi rasa
nyeri, dan memberikan pengaruh pada sistem pembuluh darah yaitu fungsi
jantung dan pernapasan atau paru-paru.
C. Alat dan Bahan
1. Baskom/Ember
2. Air hangat
3. Garam
4. Thermometer air (jika ada)
5. Kursi
6. Stopwatch
7. Handuk

D. Prosedur
1. Prosedur Tindakan
a. Membawa peralatan mendekati responden.
b. Posisikan klien dalam posisi duduk di kursi.
c. Masukan air hangat ke dalam baskom sebanyak 2100cc dengan suhu
400C.
d. Masukan garam aduk hingga garam terlarut
e. Jika kaki tampak kotor cuci terlebbih dahulu lalu keringkan.
f. Celupkan dan rendam kaki sampai mata kaki biarkan selama 15 menit.
g. Tutup baskom dengan handuk untuk menjaga suhu.
h. Lakukan pengukuran suhu setiap 5 menit, jika suhu turun tambahkan air
hangat sampai suhu sesuai kembali.
i. Setelah selesai (15 menit), angkat kaki lalu keringkan dengan handuk.
j. Rapikan peralatan.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR


RENDAM KAKI AIR HANGAT DAN GARAM

2. Pengertian Rendam Kaki Air Hangat Dan Garam


Rendam kaki air hangat dengan garam adalah salah satu terapi non
farmakologis yang mudah dan murah yang dapat digunakan untuk mampu
membuat kaki menjadi rileks dan membantu mengusir rasa nyeri yang
muncul. Karena penggunaan garam yang mengandung magnesium sulfat
dapat memberikan manfaat lebih, seperti membuat otot menjadi rileks,
mengurangi rasa nyeri, dan menenangkan sistem saraf tubuh.
3. Tujuan
Untuk mengetahui manfaat pemberian rendam kaki air hangat
dengan garam untuk mengatasi nyeri persendian pada penderita Rematik.
4. Syarat Penggunaan Sifat Fisik Air
a. Suhu air
Suhu air disesuaikan dengan tujuan terapi yang ingin diberikan.
Adapun pilihan suhu air ada terapi hidro adalah sebaga berikut.
Tabel suhu air menurut Menteri Kesehatan No.8 (2014) yaitu:
Suhu Keterangan Penggunaan
Terlalu panas, tidak aman untuk penggunaan rumah
>43,30C kecuali untuk rendam sebagian tubuh: lengan,
tangan, kaki, balutan atau kompres lokal.
Sangat panas, hanya untuk waktu pendek : 5 – 15
menit. Perhatikan untuk hipertermia. Tidak
40,5 – < 43,30C
direkomendasikan untuk mereka dengan kondisi
kardiovaskular.
Panas, umumnya dapat ditoleransi untuk
37,7 – 40,50C kebanyakan terapi rendam. Lama rendam: 15 – 25
menit.
Hangat, sedikit diatas suhu tubuh. Ideal untuk
36,6 – 37,70C absorpsi rendam herbal. Lama rendam: 15 – 30
menit.
Netral, rendam nyaman yang menghasilkan refleks
32,2 – 36,60C pemanasan. Rentang normal suhu permukaan kulit.
Lama rendam: 5 – 10 menit.
Rendam sedikit dingin (cool), pendinginan yang
dapat ditoleransi. Dipergunakan untuk rendam
26,6 – 32,20C
hangka pendek kurang dari 5 menit : untuk refleks
pemanasan.
Rendam dingin, rendaman atau celupan sangat
singkat untuk mendapatkan refleks pemanasan
18,3 – 26,60C
tubuh yang dramatik ; tidak direkomendasikan lebih
lama dari 30 detik, perhatikan akan hipotermia.
Sangat dingin, tidak direkomendasikan untuk
pengunaan rumah kecuali rendam sebagian atau
<18,30C
aplikasi lokal kompres dingin. Kompres es dan lain-
lain.

b. Durasi perawatan
Menurut Menteri Kesehatan No. 8 (2014) lamanya perawatan
harus diusahakan sama dengan waktu istirahat setelah perawatan,
dengann menggunakan pedoman berikut:
1) Pemula 5 – 15 menit
2) Usia 60 keatas 5 – 15 menit
3) Klien sehat 20 – 30 menit

Menurut Peni (2008) penderita hipertensi dalam pengobatannya


tidak hanya menggunakan obat-obatan, tetapi bisa menggunakan
alternatif nonfarmakologis dengan menggunakan metode yang lebih
murah dan mudah yaitu dengan menggunakan terapi rendam kaki air
hangat dapat digunakan sebagai salah satu terapi yang sapat
memulihkan otot sendi yang kaku serta dapat menurunkan tekanan
sarah apabila dilakukan secara melaui kesadaran dan kedisiplinan.
5. Alat dan Bahan
a. Termometer air (Jika ada)
b. Garam
c. Handuk
d. Air hangat
e. Stopwatch
f. Baskom
g. Kursi

6. Persiapan Klien
Melakukan kontrak topik, waktu, tempat, dan tujuan dilakukan terapi
rendam kaki air hangat dengan garam.

7. Prosedur Tindakan
a. Membawa peralatan mendekati responden.
b. Posisikan klien dalam posisi duduk di kursi.
c. Masukan air hangat ke dalam baskom
sebanyak 2100cc dengan suhu 400C.
d. Masukan garam aduk hingga garam terlarut
e. Jika kaki tampak kotor cuci terlebbih dahulu
lalu keringkan.
f. Celupkan dan rendam kaki sampai mata kaki
biarkan selama 15 menit.
g. Tutup baskom dengan handuk untuk
menjaga suhu.
h. Lakukan pengukuran suhu setiap 5 menit,
jika suhu turun tambahkan air hangat sampai suhu sesuai kembali.
i. Setelah selesai (15 menit), angkat kaki lalu
keringkan dengan handuk.
j. Rapikan peralatan.