Anda di halaman 1dari 7

ALIRAN TRANSFORMASI

Makalah

(Diajukan Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Linguistik)


Program Studi Bahasa Indonesia Tahun 2019

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bahasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, karena
dengan bahasa seseorang dapat menyampaikan maksud dan keinginan kepada orang lain. Dengan
kata lain seseorang dapat berkomunikasi dan beradaptasi dengan manusia lain, seperti yang
dikatakan oleh Kridalaksana (1983:45) bahwa bahasa adalah sistem lambang bunyi arbitrer, yang
digunakan oleh para kelompok sosial untuk bekerjasama, berkomunikasi dan
mengidentifikasikan diri.

Dunia ilmu, termasuk linguistik, bukan merupakan kegiatan yang statis,melainkan


merupakan kegiatan yang dinamis; berkembang terus, sesuai dengan filsafat ilmu itu sendiri yang
selalu ingin mencari kebenaran yang hakiki. Begitulah, linguistik transformasi lahir karena
ketidakpuasan linguistik struktural, linguistik struktural lahir karena tidak puas dengan
pendekatan dan prosedur yang digunakan linguistik tradisional dalam menganalisis bahasa.
Dalam sejarah perkembangannya, linguistik dipenuhi berbagai aliran dan paham yang dari luar
tampaknya sangat ruwet, saling berlawanan dan membingungkan terutama bagi para pemula
(Chaer, 2003:332). Sejarah linguistik yang sangat panjang telah melahirkan berbagai aliran-
aliran linguistik. Masing-masing aliran tersebut memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang
bahasa, tapi pada prinsipnya aliran tersebut merupakan penyempurnaan dari aliran-aliran
sebelumnya. Oleh karena itu, dengan mengenal dan memahami aliran-aliran tersebut akan
menjadi pedoman bagi setiap orang untuk dapat memilih atau mengacu kepada aliran
linguistik yang menurutnya baik dan sesuai dengan bahasanya.

Aliran Transformational Generative Grammer atau transformasi generatifini dicetuskan


oleh Chomsky (1965) kemudian dikembangkan oleh Halle(1973) dan Aronoff (1976).
Selanjutnya teori ini dimodifikasi oleh Dardjowidjojo (1988) dan disesuaikannya dengan sistem
bahasa Indonesia.

1.2 Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah sebagai berikut:


1. Pengertian aliran transformasi generatif
2. Sejarah teori transformasi generatif
3. Ahli bahasa aliran transformasi
4. Ciri-ciri transformasi generatif
5. Analisis kalimat menggunakan aliran transformasi.
6 .Kelebihan dan kekurangan aliran transformasi.

1
BAB II
PEMBAHASAN ALIRAN TRANSFORMASI GENERATIF
2.1 Pengertian Transformasi Generatif
Aliran transformasional ini dipelopori oleh Chomsky. Avram Noam Chomsky adalah
seorang profesor linguistik dari Institut Teknologi Massachusetts. Salah satu reputasi Chomsky
di bidang linguistik terpahat lewat teorinya tentang tata bahasa generatif. Chomsky dilahirkan di
Philadelphia tahun 1928, di tengah keluarga Yahudi radikal keturunan Rusia.mahasiswa di
universitas Pennsylvania, Chomsky menjadi anak didik tokoh strukturalisme yang sering disebut
memiliki pikiran radikal, yakni Zelling Harris. Disebut sebagai salah seorang tokoh pengembang
strukturalisme, gagasan yang dikembangkan tidak sepenuhnya mengekor pada konsep pemula
strukturalisme Amerika, yakni Leonard Bloomfield. Aliran transformasional merupakan reaksi
dari faham strukturalisme.

Konsep strukturalisme yang paling ditentang adalah konsep bahwa bahasa sebagai faktor
kebiasaan (habit). Nama yang dikembangkan untuk model tata bahasa yang dikembangkan oleh
Chomsky ini adalah Tranformational Generative Grammar tetapi dalam bahasa Indonesia lazim
disebut tata bahasa transformasi atau tata bahasa generative.

Asumsi yang mendasari pendekatan bahasa secara transformasional ini adalah sebagai
berikut:

a. Bahasa merupakan satu produk kebudayaan yang kreatif manusiawi.


b. Bahasa bukan merupakan rekaman tingkah laku luar yang berupa bunyi yang dapat
didengar, melainkan bahasa merupakan satu proses mentalistik yang kelak kemudian
dilahirkan dalam bentuk luar bunyi bahasa yang didengar atau kelak dimanifestasikan dalam
bentuk tulisan.
c. Bahasa merupakan satu proses produktif, sehingga metode analisis bahasa harus bersifat
deduktif.
d. Formalisasi matematis dapat juga dikenakan pada formalisasi sistem produktif bahasa.
e. Analisis bahasa tidak dapat dilepaskan dari hakikat bahasa yang utuh yakni bunyi dan makna.

Menurut Chomsky salah satu tujuan dari penelitian bahasa adalah untuk menyusun tata
bahasa dari bahasa tersebut. Bahasa dapat dianggap sebagai kumpulan kalimat yang terdiri dari
deretan bunyi yang mempunyai makna. Setiap tata bahasa merupakan teori dari bahasa itu
sendiri, dan tata bahasa itu harus memenuhi dua syarat, yaitu:

 Kalimat yang dihasilkan oleh tata bahasa itu harus dapat diterima oleh pemakai bahasa
tersebut, sebagai kalimat yang wajar dan tidak dibuat- buat.
 Tata bahasa tersebut harus berbentuk sedemikian rupa, sehingga istilah yang digunakan
tidak berdasarkan pada gejala bahasa tertentu saja, dan semuanya ini harus sejajar dengan
teori linguistik.

2
Beberapa ahli tata bahasa membuat batasan-batasan transformasi di bawah ini:

a. Keraf ( 1980: 153) ―Transformasi adalah suatau proses merubah bentuk bahasa menjadi
bentuk-bentuk lain, baik dari bentuk sederhana ke bentuk yang kompleks maupun dari bentuk
kompleks ke bentuk yang sederhana‖.

b. Samsuri (1981 :35) ―Transformasi adalah proses atau hasil pengubahan sebuah struktur
kebebasan atau struktur yang lain menurut kaidah tertentu.

c. Rosenbaun (1968 : 28) “Transformasi convert one sentences structure by performing verious
operations on the constituens making up there tructure”. Terjemahannya: ―Transformasi
adalah proses perubahan struktur dalam suatu kalimat ke dalam struktur luar atau struktur
permukaannya‖.

2.2 Sejarah Teori Transformasi Generatif


Pada tahun 1957, Aliran Transformational Generative Grammar atau dalam bahasa
Indonesia lazim disebut tata bahasa transformasi, tata bahasa generatif atau tata bahasa
transformasi klasik, lahir dengan terbitnya buku Noam Chomsky yang berjudul Syntactic
Structure pada tahun 1957. Adanya sambutan yang berupa kritik dan saran atas kekurangan yang
ada dalam teori itu menyebabkan munculnya lagi buku Chomsky pada tahun 1965 dengan judul
Aspect of The Theory of Syntax. Dalam buku nya, Chomsky telah menyempurnakan teorinya
mengenai sintaksis dengan mengadakan beberapa perubahan yang prinsipil yaitu sebagai berikut:

a. Komponen semantis suatu deskriptif linguistik berbentuk seperangkat kaidah interpretatif


yang beroperasi pada sintaksis kalimat-kalimat kaidah ini agak mirip dengan kaidah fonologis.

b. Ada pembedaan antara struktur lahir dan batin. Struktur lahir jauh lebih menyerupai struktur
yang oleh para strukturalis langsung diabstrakkan dari bentuk kalimat. Struktur batin
merupakan abstraksi yang berbeda. tetapi dengan diakuinya struktur tersebut maka tersedia
sistem yang lebih kaya untuk menganalisis dan menjelaskan hubungan.

Teori dalam buku versi 1965 ini dikenal dengan nama “Standard Theory”.Kemudian
dalam tahun 1972 diperkembangkan lagi dan diberi nama“Extended Standard Theory”, yang
kemudian pada tahun 1975 direvisi lagi,dan diberi nama “Revised Extended Standard Theory”.
Terakhir teori tentang tata bahasa transformasi ini direvisi lagi menjadi apa yang
disebut“government and binding theory”. Pada mulanya teori tata bahasa ini dipakai untuk
mendeskripsikan kaidah-kaidah bahasa Inggris, maka kemudian ketika para pengikut teori ini
mencoba untuk menggunakannya terhadap bahasa-bahasa lain, timbullah berbagai masalah. Apa
yang tadinya sudah dianggap kaidah universal ternyata tidak universal. Oleh karena itu usaha-
usaha perbaikan telah dilakukan oleh parabekas murid atau bekas pengikut aliran ini.
Umpamanya yang dilakukan oleh kaum semantik generatif, aliran tata bahasa kasus, dan aliran
tata bahasa relasional.

3
2.3 Ahli Bahasa Yang Beraliran Transformasional
Ahli bahasa yang beraliran transformasional ini antara lain: N. Chomsky, P. Postal, J.A.
Fodor, M. Halle, R. Palmatier, J. Lyons, J.J. Katz, Y.P.B. Allen, P. Van Buren, R.D. King, R.A.
Jacobs, J. Green, W.A. Cook (sebelum pindah ke tagmenik), dan lain-lain. Konsep-konsep
linguistik modern seperti yang dikembangkan oleh Chomsky yakni teori transformasi generatif
gemanya di Indonesia pada akhir tahun lima puluhan.

2.4 Ciri- Ciri Aliran Transformasi


Adapun ciri-ciri transformasi generatif adalah sebagai berikut:

a. Berdasarkan paham mentalistik Aliran ini berpendapat bahwa proses berbahasa bukan sekadar
proses rangsang tanggap semata-mata, akan tetapi justru menonjol sebagai proses kejiwaan.
Proses berbahasa bukan sekadar proses fisik yang berupa bunyi sebagai hasil sumber getar
yang diterima oleh alat auditoris, akan tetapi berupa proses kejiwaan di dalam diri peserta
bicara. Oleh karena itu, aliran ini sangat erat kaitannya dengen subdisipliner psikolinguistik.

b. Bahasa merupakan innate Kaum transformasi beranggapan penuh bahwa bahasa merupakan
faktor innate (warisan/keturunan)..

c. Bahasa terdiri atas unsur competent dan performance unsur competent yaitu pengetahuan yang
dimiliki oleh seorang penutur tentang bahasanya termasuk kaidah-kaidah yang berlaku bagi
bahasanya; dan performance yaitu ketrampilan seseorang dalam menggunakan bahasa
tersebut.

d. Analisis bahasa bertolak dari kalimat Aliran ini beranggapan bahwa kalimat merupakan
tataran gramatik yang tertingi. Dari kalimat analisisnya turun ke frasa dan kemudian dari frasa
turun kata. Aliran ini tidak mengakui adanya klausa.

e. Bahasa bersifat kreatif Ciri ini merupakan reaksi atas anggapan kaum struktural yang fanatik
terhadap standar keumuman. Bagi kaum transformasional yang terpenting adalah kaidah.
Walaupun suatu bentuk kata belum umum asalkan pembentukannya sesuai dengan kaidah
yang berlaku, maka tidak ada halangan untuk mengakuinya sebagai bentuk gramatikal.

2.5 Analisis Kalimat Berdasarkan Aliran Transformasi

Aliran transformasi tidak memakai analisis kalimat berdasarkan unsur langsung, tetapi
analisis diwujudkan dalam diagram pohon dan rumus.

Selain itu aliran ini membedakan antara kalimat inti dan kalimat transformasional. Kalimat inti
adalah kalimat yang belum dikenai oleh kaidah transformasi, mempunyai ciri-ciri (a) lengkap,
(b) simpel (c) aktif (merupakan ciri pokok), (d) statement (e)positif (f) runtut (merupakan ciri
tambahan).Berikut ini analisis kalimat aliran transformasi:

4
Analisis Kalimat :
Kalimat 1: Saya membuka pintu

Kalimat transformasi dari kalimat inti saya membuka pintu dapat menjadi berbagai kalimat
seperti: Pintu dibuka oleh saya / Pintu saya buka. (pemasifan)
Saya tidak membuka pintu (pengingkaran)

Bukalah pintu itu ! ( perintah )

Siapa yang membuka pintu itu? (penanyaan)

Buka pintu. (pelepasan)

Pintu buka. (inversi)

2.6 Keunggulan dan Kelemahan Aliran Transformasional

2.6.1 keunguulan Aliran Transformasional


a. Proses berbahasa merupakan proses kejiwaan bukan fisik.
b. Secara tegas memisah pengetahuan kebahasaan dengan keterampilan berbahasa (linguistic
competent dan linguistic performance).
c. Dapat membentuk konstruksi-konstruksi lain secara kreatif berdasarkan kaidah yang ada.
d. Dengan pembedaan kalimat inti dan transformasi telah dapat dipilah antara substansi dan
perwujudan.
e. Dapat menghasilkan kalimat yang tak terhingga banyaknya karena gramatiknya bersifat
generatif.

2.6.2 Kelemahan Aliran Transformasi


a. Tidak mengakui eksistensi klausa sehingga tidak dapat memilah konsep klausa dan kalimat.
b. Bahasa merupakan innate walaupun manusia memiliki innate untuk berbahasa tetapi tanpa
dibiasakan atau dilatih mustahil akan bisa.
c. Setiap kebahasaan selalu dikembalikan kepada deep structure.

5
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Teori transformasi adalah teori linguistik yang menerangkan dengan jelas pembentukan
kalimat-kalimat gramatikal dan menjelaskan struktur setiap kalimat itu, serta mengalihkan
struktur dalam bahasa kepada struktur luar bahasa untuk menentukan suatu kalimat. Salah satu
ciri dari teori transformasi generatif adalah berdasarkan paham mentalistik, bahwa bahasa
merupakan innate, yaitu warisan atau pembawaan sejak lahir.

kompetensi penggunaan bahasa seakan-akan dicapai dengan sempurna melalui keturunan


dan warisan saja. Pandangan ini keliru karena kemampuan penguasaan dan penggunaan bahasa
harus melalui latihan-latihan baik mengenai pengucapan maupun mempergunakan bahasa
dengan baik dan benar. Jadi relevansi bahasa terhadap pemikiran manusia sangat erat sekali.
seseorang dapat melahirkan berbagai kalimat transformasi tentunya didasarkan pula pada
struktur kalimat yang diajarkan secara langsung maupun tidak langsung kepada pemakai bahasa.
Struktur kalimat ini masih erat kaitannya dengan linguistik struktural.

Sejarah linguistik yang sangat panjang telah melahirkan berbagai aliran-aliran linguistik.
Masing-masing aliran tersebut memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang bahasa, tapi pada
prinsipnya aliran tersebut merupakan penyempurnaan dari aliran-aliran sebelumnya. Oleh karena
itu, dengan mengenal dan memahami aliran-aliran tersebut akan menjadi pedoman bagi setiap
orang untuk dapat memilih atau mengacu kepada aliran linguistik yang menurutnya baik dan
sesuai dengan bahasanya.

3.2 Saran/Rekomendasi
Setiap aliran linguistik tentunya memiliki keunggulan-keunggulan sekaligus kelemahan-
kelemahan. Demikian halnya aliran transformasi, tentu memiliki kelebihan dan kelemahan.
Untuk itu, sebagai mahasiswa bahasa sebaiknya kita memanfaatkan berbagai teori yang tentunya
disesuaikan dengan kebutuhan kita.sebagai makhluk social sebaiknya dalam berkomunikasi
harus menggunakan kata-kata yang baik, efektif, jelas, agar isi pesan yg disampaikan kepada
sasaran tercapai.dengan kata-kata bias memotivasi seseorang dan juga menyakiti seseorang, oleh
karena itu, gunakanlah bahasa dengan bijak agar memberi manfaat buat orang lain.

6
DAFTAR PUSTAKA

Verhar, J.W.M., Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gajah Mada


Universitas Press2012.
Parera Daniel Jos, Studi Linguistik Umum dan Historis Bandingan. Jakarta: Erlangga
1987.
Kridalaksana H, Kamus Linguistik. Jakarta:PT. Gramedia Pustaka Utama 2008.
aliranlinguistik.blogspot.com
https://alfonssene2013.wordpress.com/makalah-linguistik-tata-bahasa-transformasi/

http://fonologi-linguistik.blogspot.com/2015/10/aliran-transformasi.html