Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM TEKNIK TENAGA LISTRIK


ELEKTRONIKA DISKRIT
TRANSISTOR SEBAGAI SAKLAR

Dosen Pembimbing:

Torib Hamzah, S.Pd., M.Pd

Abdul Kholiq, SST., MT

Singgih Yudha Setiawan, SST

Disusun Oleh :

Muhammad Fuad Nurillah

P27838017040

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK

TAHUN AJARAN 2017/2018


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam dunia elektronika terdapat banyak komponen elektronika yang berfungsi dalam
rangkaian elektronika salah satunya transistor adalah komponen semikonduktor yang memiliki 3
terminal yaitu basis, kolektor, dan emitor. Fungsi nya sebagai penyearah, penguat, menstabilkan
tegangan dan lain sebagainya. Transistor merupakan salah satu komponen semikonduktor yang paling
banyak ditemukan dalam rangkaian-rangkaian elektronika. Transistor merupakan komponen yang
sangat penting dalam dunia elektronik. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier
(penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil dan penguat sinyal radio.
Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa
transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan
fungsi rangkaian-rangkaian lainnya.
Seiring dengan perkembangannya, transistor pada saat ini telah dirancang dalam berbagai
jenis dengan fitur aliran arus dan pengendali yang unik. Ada jenis transistor yang berada dalam kondisi
off hingga terminal basis diberikan arus listrik untuk dapat berubah menjadi on sedangkan ada jenis
lain yang berada dalam kondisi on hingga harus diberikan arus listrik pada terminal basis untuk
merubahnya menjadi kondisi off. Ada transistor yang memerlukan tegangan positif untuk memicu
pengendalinya di terminal basis serta ada transistor yang memerlukan tegangan negatif sebagai
pemicunya.

1.2 Batasan Masalah


Dapat memahami pengertian, cara kerja, dan penerapan transistor sebagai saklar.

1.3 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian komponen transistor?
2. bagaimana cara kerja dan penerapan transistor sebagai saklar?

1.4 Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui karakteristik transistor.
2. Mahasiswa dapat mengetahui cara mengukur kaki-kaki transistor.
3. Mahasiswa dapat mengukur tegangan pada kaki-kaki transistor.
4. Mahasiswa dapat membuat rangkaian transistor sebagai saklar.
1.5 Manfaat
1.5.1 Manfaat Teoritis
1. Mahasiswa dapat memahami pengertian transistor sebagai saklar.
2. Mahasiswa dapat memahami prinsip kerja transistor.
1.5.2 Manfaat Praktis
1. Mahasiswa dapat mengetahui penerapan transistor dalam kehidupan sehari hari.
2. Mahasiswa dapat mengukur tegangan pada rangkaian transistor sebagai saklar.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Transistor
Transistor adalah komponen semikonduktor yang memiliki 3 terminal yaitu basis, kolektor,
dan emitor. Fungsinya sebagai penyearah, penguat, menstabilkan tegangan dan lain sebagainya.
Transistor merupakan salah satu komponen semikonduktor yang paling banyak ditemukan dalam
rangkaian-rangkaian elektronika. Transistor merupakan komponen yang sangat penting dalam dunia
elektronik. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian
analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-
rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga
dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan fungsi rangkaian-
rangkaian lainnya.

2.2 Fungsi Transistor


1. Sebagai penguat amplifier.
2. Sebagai pemutus dan penyambung (switching).
3. Sebagai pengatur stabilitas tegangan.
4. Sebagai peretas arus.
5. Dapat menahan sebagian arus yang mengalir.
6. Menguatkan arus dalam rangkaian.
7. Sebagai pembangkit frekuensi rendah ataupun tinggi.

2.3 Jenis Jenis Transistor


1. Transistor Bipolar (BJT)
Transistor bipolar adalah transistor yang struktur dan prinsip kerjanya memerlukan
perpindahan muatan pembawanya yaitu elektron di kutub negatif untuk mengisi kekurangan
elektron di kutub positif. Bipolar berasal dari kata bi yang artinya adalah dua dan kata polar yang
artinya adalah kutub. Transistor bipolar juga sering disebut juga dengan singkatan BJT yang
kepanjangannya adalah bipolar junction transistor.
Transistor bipolar terdiri dari dua jenis yaitu transistor NPN dan transistor PNP. Tiga terminal
transistor ini diantaranya adalah terminal basis, kolektor dan emitor.
a. Transistor NPN adalah transistor bipolar yang menggunakan tegangan positif pada terminal
basis, untuk mengendalikan aliran arus dan tegangan yang lebih besar dari kolektor ke emitor.
Kondisi saturasi pada transistor NPN adalah > 0,7V dan kondisi cut off < 0,7V.
b. Transistor PNP adalah transistor bipolar yang menggunakan tegangan negatif pada terminal
basis, untuk mengendalikan aliran arus dan tegangan yang lebih besar dari emitor ke kolektor.
Kondisi saturasi pada transistor PNP adalah < 0,7V dan kondisi cut off > 0,7V.
Gambar 2.1 Transistor NPN dan Transistor NPN
2. Transistor Efek Medan (Field Effect Transistor)
Transistor efek medan atau field effect transistor yang disingkat menjadi FET ini adalah jenis
transistor yang menggunakan listrik untuk mengendalikan konduktifitasnya. Yang dimaksud
dengan medan listrik disini adalah tegangan listrik yang diberikan pada terminal gate untuk
mengendalikan aliran arus dan tegangan pada terminal drain ke terminal source. Transistor efek
medan ini sering juga disebut sebagai transistor unipolar karena pengoperasiannya tergantung pada
salah satu muatan pembawa saja. Jenis jenis transistor efek medan adalah sebagai berikut:
a. JFET (junction field effect transistor) adalah transistor efek medan yang menggunakan
persimpangan (junction) p-n bias terbalik sebagai isolator antara gerbang dan kanalnya. JFET
terdiri dari dua jenis yaitu JFET kanal p (p-channel) dan JFET kanal n (n-channel). JFET terdiri
dari tiga kaki terminal yang masing-masing terminal tersebut diberi nama gate, drain dan source.
b. MOSFET (metal oxide semiconductor field effect transistor) adalah transistor efek medan yang
menggunakan isolator diantara gerbang dan kanalnya. MOSFET ini juga terdiri dua jenis
konfigurasi yaitu MOSFET depletion dan MOSFET enhancement yang masing-masing jenis
MOSFET ini juga terbagi menjadi MOSFET kanal-p (p-channel) dan MOSFET kanal-N (N-
channel). MOSFET terdiri dari tiga kaki terminal yaitu gate, drain dan source.
c. UJT (uni junction transistor) adalah jenis transistor yang digolongkan sebagai field effect
transistor (FET) karena pengoperasiannya juga menggunakan medan listrik atau tegangan
sebagai pengendalinya. Berbeda dengan jenis FET lainnya, UJT mememiliki dua terminal basis
(B1 dan B2) dan 1 terminal emitor. UJT digunakan khusus sebagai pengendali (switch) dan tidak
dapat dipergunakan sebagai penguat seperti jenis transistor lainnya.

2.4 Prinsip Kerja Transistor


1. Cut Off
Daerah cut off merupakan daerah kerja transistor dimana keadaan transistor menyumbat pada
hubungan kolektor – emitor. Daerah cut off sering dinamakan sebagai daerah mati karena pada
daerah kerja ini transistor tidak dapat mengalirkan arus dari kolektor ke emitor. Pada daerah cut off
transistor dapat di analogikan sebagai saklar terbuka pada hubungan kolektor – emitor.
2. Saturasi
Daerah kerja transistor saturasi adalah keadaan dimana transistor mengalirkan arus secara
maksimum dari kolektor ke emitor sehingga transistor tersebut seolah-olah short pada hubungan
kolektor – emitor. Pada daerah ini transistor dikatakan sambungan kolektor emitor terhubung
maksimum.

Gambar 2.2 Grafik Prinsip Kerja Transistor

2.5 Cara Menentukan Kaki Basis Menggunakan Multimeter


Pada tahap ini kita harus memisalkan kaki-kaki transistor tersebut dengan nama lain, sebagai
contoh kaki 1 kaki 2 dan kaki 3. Kemudian atur multimeter ke ohm meter x1 atau x10 kemudian kita
cari kaki basis dengan :
Hubungkan probe merah ke salah satu kaki, misal kaki 1 kemudian probe hitam dihubungkan
ke kedua kaki yang lain, apabila multimeter memberikan nilai ukur resistansi yang rendah (jarum
bergerak lebar) pada keduanya maka kaki 1 adalah kaki basis untuk transistor PNP. Dan NPN apabila
probe pada posisi kaki 1 adalah probe hitam dengan hasil ukur seperti sebelumnya. Jika hanya pada
satu kaki 2 atau 3 saja yang bergerak kemungkinan basis nya 2 atau 3. Ulangi, carilah konfigurasi
sampai diketemukan jarum meter bergerak semua. Pastikan basis sudah ketemu dan jenis transistor
NPN atau PNP.
1. NPN : Kaki basis probe hitam, kaki emitor dan kolektor probe merah maka jarum bergerak.
Kemudian bila dibalik kaki basis probe merah, kaki emitor dan kolektor probe hitam jarum tidak
bergerak.
2. PNP : Kaki basis probe merah, kaki emitor dan kolektor probe hitam maka jarum bergerak.
Kemudian bila dibalik kaki basis probe hitam, kaki emitor dan kolektor probe merah jarum tidak
bergerak.

Gambar 2.3 Menentukan Kaki Basis menggunakan Multimeter


2.6 Menentukan Kaki Kolektor dan Emitor menggunakan Multimeter
Kaki basis sudah ditentukan kemudian kita dapat menetukan kaki kolektor dan emitor dengan
konsep transistor sebagai saklar. Untuk menetukan kaki kolektor dan emitor multimeter diatur ke ohm
meter x10K ohm, kemudian lakukan teknik berikut:
1. Misalnya transistor NPN. Hubungkan probe hitam pada salah satu kaki selain basis dengan cara
menempelkan probe bersama jari tangan kita (probe dan kaki transistor dipegang jadi satu).
2. Hubungkan probe merah pada kaki yang lain (juga selain basis) dan jangan disentuh dengan jari
tangan.
3. Sentuh kaki basis dengan jari tangan. Jika jarum meter tidak bergerak, balik posisinya ke kaki yang
lain. Sentuh kembali kaki basis dengan jari tangan. Jika jarum meter bergerak cukup lebar maka
bisa dipastikan kaki yang dipegang bersama probe hitam adalah kolektor, kaki yang lain (probe
merah) adalah emitor.
4. Untuk transistor PNP caranya sama cuma posisi probe merah dan probe hitam dibalik.
BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan


1. Transistor NPN/ PNP = secukupnya
2. Resistor = secukupnya
3. LED = 1 buah
4. Catu daya = 1 buah
5. Multimeter = 1 buah
6. PCB = 1 buah

3.2 Langkah Percobaan


1. Mempersiapkan alat dan bahan.
2. Merangkai kedua rangkaian sesuai dengan yang ada di modul. Memperhatikan B, C, dan E pada
transistor.
3. Mengukur tegangan dari B, C, dan E pada transistor.
4. Setelah selesai buktikan rangkaian anda. Apakah transistor bekerja sebagai saklar atau tidak.
5. Memasukkan data ke dalam tabel pengamatan dan membuat analisa rangkaian serta kesimpulan.

3.3 Gambar Rangkaian Transistor Sebagai Saklar


VCC

1K
1K
LED
LED

220 POT
220
NPN
PNP
POT R

220
220

VCC

Gambar 3.1 Rangkaian Transistor Sebagai Saklar


3.4 Tabel Pengamatan

Tabel 3.1 Tabel Pengamatan

Kondisi
No Vin (Volt) VBE VCE VLED VResistor
Lampu

1 0.1 0 9,3 0 0 Mati

2 0.2 0,2 9,3 0 0 Mati

3 0.3 0,3 9,3 0 0 Mati

4 0.4 0,4 9,2 1 0 Mati

5 0.5 0,4 9,2 1,6 0 Mati

6 0.6 0,4 9 1,6 0,1 Redup

7 0.7 0,4 9 1,7 0,1 Nyala

8 0.8 0,5 8,9 1,7 0,2 Nyala

9 0.9 0,6 8,8 1,8 0,4 Nyala

10 1.0 0,6 8,6 1,8 0,5 Nyala


BAB 4
ANALISIS DAN KESIMPULAN

4.1 Analisis
Pada praktikum yang telah dilakukan dapat dihasilkan data bahwa semakin besar tegangan
pada output potensiometer semakin besar pula tegangan pada kaki basis transistor. Transistor adalah
komponen semikonduktor yang memiliki 3 terminal yaitu basis, kolektor, dan emitor. Fungsi nya
sebagai penyearah, penguat, menstabilkan tegangan dan lain sebagainya. Saklar transistor bisa
digunakan untuk saklar dan untuk mengontrol lampu, relay atau bahkan motor. Jika menggunakan
transistor sebagai saklar maka harus benar benar mengatur sampai transistor full off atau full on.
Transistor yang sepenuhnya on adalah pada saat area jenuh atau saturasi. Transistor yang sepenuhnya
off adalah pada saat area cutt off. Transistor NPN dan PNP memiliki batasan- batasan tegangan pada
setiap basisnya. NPN saturasi diatas 0,7 V, sedangkan cut off dibawah 0,7 V. Transistor PNP saturasi
dibawah 0,7V, sedangkan cut off diatas 0,7V. Pada transistor sebagai saklar menggunakan arus kecil
pada basis mengontrol hambatan atau beban yang lebih besar pada kolektor. Ketika perlu mengatur
area dan tegangan yang besar maka transistor bisa digunakan.

4.2 Kesimpulan
Setelah percobaan, dapat disimpulkan bahwa transistor merupakan komponen semikonduktor
yang memiliki 3 terminal yaitu basis, kolektor, dan emitor. Fungsinya adalah sebagai penguat, pemutus
dan penyambung (switching), pengatur stabilitas tegangan, menahan sebagian arus yang mengalir dan
lain sebagainya. Transistor ada dua jenis yaitu NPN dan PNP. Salah satu fungsi transistor sebagai
saklar yaitu bila berada pada daerah jenuh (saturasi) dan daerah mati (cut-off). Transistor akan
mengalami perubahan kondisi dari menyumbat dapat dianalogikan sebagai saklar dalam keadaan
terbuka, sedangkan dalam keadaan jenuh seperti saklar yang menutup. Transistor NPN dan PNP
memiliki batasan- batasan tegangan pada setiap basisnya. NPN saturasi diatas 0,7 V, sedangkan cut off
dibawah 0,7 V. Transistor PNP saturasi dibawah 0,7V, sedangkan cut off diatas 0,7V.
DAFTAR PUSTAKA

[1] Angga, Rida. 2015. “Fungsi Transistor sebagai Saklar”.


http://skemaku.com/fungsi-transistor-sebagai-saklar.html
Diakses pada : 3 November 2017
[2] Purnama, Agus. 2012. “Menentukan Kaki Transistor”.
http://elektronika-dasar.web.id/menentukan-kaki-transistor.html
Diakses pada : 3 November 2017
LAMPIRAN

1. Foto Praktikum
2. Laporan Sementara
FOTO PRAKTIKUM

GAMBAR KETERANGAN

LED dapat menyala pada rangkaian transistor.

Mengukur tegangan pada potensiometer.