Anda di halaman 1dari 12

SKRIPSI

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN GULA DARAH


PADA LANSIA PENDERITA DIABETE MILITUS
DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN DEKET
KABUPATEN LAMONGAN

Oleh :
MUSAMA
NIM : 162420106

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MAJAPAHIT
MOJOKERTO
2018
PERNYATAAN

Dengan ini kami selaku Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit
Mojokerto

Nama : MUSAMA

NIM : 1624201069

Program Studi : S1 Ilmu Keperawatan

Judul Peneleitian: HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KADAR GULA


DARAH PADA LANSIA PENDERITA DM DI DESA SIDOMULYO
KECAMATAN DEKET KABUPATEN LAMONGAN

Setuju/tidak setuju*) naskah jurnal ilmiah yang disusun oleh yang bersangkutan
setelah mendapat arahan dari Pembimbing, dipublikasikan dengan/tanpa
mencantumkan nama tim pembimbing sebagai coauthor.

Demikian harap maklum.

Mojokerto, 23 Juli 2018.

MUSAMA
1624201069

Mengetahui,

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Abdul Muhith, S.Kep.,Ns.,MMKes. Nurul Mawaddah, S.Kep.,Ns.,M.Kep..


NIK. 220 250 097 NIK. 220 250 135
HALAMAN PENGESAHAN

JURNAL SKRIPSI

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KADAR GULA DARAH PADA


LANSIA PENDERITA DM DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN DEKET
KABUPATEN LAMONGAN

MUSAMA
1624201069

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Abdul Muhith, S.Kep.,Ns.,MMKes. Nurul Mawaddah, S.Kep.,Ns.,M.Kep..


NIK. 220 250 097 NIK. 220 250 135
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN GULA DARAH PADA LANSIA
DIABETES MILITUS DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN DEKET
KABUPATEN LAMONGAN

Musama
Program studi S1 Keperawatan Stikes Mojopahit Mojokerto
tasanmusama@gmail.com

ABSTRAK

Dibetes militus merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai pada
usia lanjut, hampir 50% penerita diabet berusia 65 tahun keatas. Penyakit DM
merupakan penyakit yang salah satu faktornya bisa di pengaruhi oleh Status Gizi,
dimana masalah gizi pada Lansia sebagian besar merupakan masalah status gizi
berlebih yang bisa memicu terjadinya penyakit degeneratif seperti Diabetes
Militus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status
gizi dengan kadar gula darah pada lansia penderita DM di Desa Sidomulyo
Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian
korelasi dengan menggunakan desain pendekatan cross sectional. Sampling
pada penelitian ini sebanyak 48 lansia DM yang diambil dengan menggunakan
tehnik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian
kuossioner dan pemeriksaan TB, BB dan Gula Darah sewaktu dengan
menggunakan timbangan, microtois dan Glukometer. Tehnik analisa data
menggunakan Uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya
hubungan antara Status Gizi dengan Kadar gula lansia DM dimana pada analisi
penelitian didapatkan nilai p< 0,05. Dari hasil penelitian ini menunjukkan adanya
hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kadar gula pada lansia denga
DM di Desa Sidomulyo Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan.
Kata kunci: Status Gizi, Gula Darah , Lansia, DM

ABSTRACT

Diabetus militus is one of the most common diseases in elderly people,


nearly 50% of diabet patients aged 65 and older. Disease DM is a disease that
one of the factors can be influenced by the Status of Nutrition, where nutrition
problems in the Elderly is a problem of excess nutritional status that can trigger
the occurrence of degenerative diseases such as Diabetes Militus. The purpose of
this study was to determine the relationship between nutritional status with blood
sugar levels in elderly patients with DM in the Village Sidomulyo Deket District
Lamongan. The type of this research is correlation research using cross sectional
design approach. Sampling in this study as many as 48 elderly DM taken by using
simple random sampling technique. Data collection was done by filling the
questionnaire and examination of TB, BB and Blood Sugar while using scales,
microtois and glucometer. Data analysis techniques using Spearman Rho Test.
The results showed the relationship between nutritional status with sugar content
of elderly DM where in the research analysis obtained p value <0.05. From the
results of this study showed a significant relationship between nutritional status
with blood sugar levels in elderly premises DM in Sidomulyo Village District
Deket Lamongan District. For that the results of this study can be used as a boost
in the elderly with DM to always keep the nutritional status to stay normal so that
their blood sugar can be well controlled.

Keywords: Nutrition Status, Blood Sugar, Elderly, DM

PENDAHULUAN

Menjadi tua merupakan suatu proses tahap perkembangan yang terjadi


pada setiap makhluk hidup, proses penuaan terjadi dimana semua sel mengalami
proses penurunan. Seiring dengan proses penuaan, semakin banyak lansia yang
beresiko terhadap terjadinya Diabetes Melitus. Umur adalah salah satu faktor
yang paling umum yang mempengaruhi seorang individu untuk menyadari
Diabetes Melitus. Resiko meningkat secara signifikan setelah usia 45 tahun dan
meningkat lagi setelah usia 65 tahun (Muhith & Siyoto, 2016).
Diabetes melitus biasa disebut dengan the silent killer karena penyakit ini
dapat menimbulkan dampak pada semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai
macam keluhan. Tahun 2030 diperkirakan prevalensi DM diseluruh dunia akan
meningkat menjadi dua kali lipat. Jumlah penderita DM di Indonesia pada tahun
2002 mencapai 8,43 juta jiwa dan diperkirakan mencapai 21,257 juta jiwa pada
tahun 2030. Prevalensi DM tertinggi terdapat pada penduduk usia ≥60 tahun
dengan insiden tertinggi pada kelompok lansia (Sholikah, 2014). Menurut laporan
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi DM di Indonesia
sebesar 1,5%, sedangkan di Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu wilayah di
Indonesia dengan prevalensi penderita DM sebesar 2,1% (Riskesdas 2013).
Menurut Laporan Surveilans Terpadu Penyakit (STP) Berbasis Puskesmas Tahun
2017 diabetes mellitus di Kabupaten Lamongan menduduki peringkat ke 6 dengan
jumlah kasus sebanyak 39.823 kejadian (Profil Kesehatan Kabupaten Lamongan
2017), sedangkan yang ada di desa Sidomulyo Kecamatan Deket Kabupaten
lamongan sebanyak 54 orang.
Diabetes Melitus salah satunya di pengaruhi oleh status gizi. Kurang gizi
ataupun kelebihan berat badan sama-sama meningkatkan risiko Diabetes. Kurang
gizi (malnutrisi) dapat merusak pankreas, sedangkan obesitas (gizi berlebih)
mengakibatkan gangguan kerja insulin. Penentuan status gizi yang digunakan
disini adalah dengan mengitung IMT. Semakin tinggi IMT seseorang maka akan
semakin beresiko untuk terjadinya Dibetes millitus. Masa usila adalah masa kritis
untuk terjadinya obesitas dengan berbagai komplikasi penyakit degeneratif seperti
DM. Biasanya obesitas terjadi karena perubahan gaya hidup menjadi lebih santai,
kurang aktifitas dan cenderung makan berlebih yang mengandung tinggi kalori,
protein dan lemak yang bisa mempengaruhi tingginya kadar gula darah. Dampak
masalah gizi lebih pada orang dengan status gizi lebih akan tampak dengan
semakin meningkatnya penyakit degeneratif, seperti Diabetes Mellitus (Almatsier,
dalam Karo, 2013).
Untuk itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian hubungan Status
Gizi dengan Kadar Gula Darah pada Lansia dengan Diabetes Millitus di Desa
Sidomulyo Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan menggunakan


desain pendekatan cross sectional. Variabel independent dalam penelitian ini
adalah Status Gizi dan variabel deppendent nya adalah Kadar Gula darah lansia
dengan DM. Populasinya adalah semua lansia yang menderita penyakit diabetes
millitus sebanyak 54 orang. Sedangkan Sampling pada penelitian ini sebanyak
48 lansia DM yang diambil dengan menggunakan tehnik simple random
sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuossioner dan
pemeriksaan TB, BB dan Gula Darah sewaktu dengan menggunakan timbangan,
microtois dan Glukometer yang diukur pada saat posyandu lansia di Desa
Sidomulyo pada bulan April-Mei 2018. Tehnik analisa data menggunakan Uji
Spearman Rho yang meneliti adanya hubungan antara status gizi dengan kadar
gula darah pada lansia diabetes militus di Desa Sidomulyo Kecamatan Deket
Kabupaten Lamongan.
HASIL PENELITIAN

1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Status Gizi


Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Status Gizi di Desa
Sidomulyo Kecematan Deket Kabupaten Lamongan Tahun 2018

No. Status Gizi Frekuensi (f) Prosentase (%)


1. BB Kurang 15 31,3
2. BB Normal 24 50,0
3 BB Lebih 6 12,5
4 Obesitas I 3 6,3
Jumlah 48 100

Berdasarkan tabel 1. menunjukkan sebagian besar responden status gizinya


tergolong dalam kategori BB normal yaitu sebanyak 15 orang (62,5%).

2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kadar Gula darah


Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Kadar Gula darah di
Desa Sidomulyo Kecematan Deket Kabupaten Lamongan Tahun
2018

No. Kadar Gula darah Frekuensi (f) Prosentase (%)


1. Normal 2 4,2
2. Pradiabetes 19 39,6
3. Diabetes 27 56,3
Jumlah 48 100

Berdasarkan tabel 2. menunjukkan lebih dari setengah responden memiliki


Kadar Gula darah dalam kategori Diabetes yaitu sebanyak 27 orang
(56,3%)
3. Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Status Gizi dan Kadar
Gula Darah
Tabel 3.Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Status Gizi dan Kadar
Gula Darah di Desa Sidomulyo Kecematan Deket Kabupaten
Lamongan Tahun 2018

Kadar Gula darah

No Status Gizi Normal Pra Diabetes Tidak Normal Total

n % n % n % n %

1 BB Kurang 2 13,3 10 66,7 3 20,0 15 100

2 BB Normal 0 0 8 33,3 16 66,7 24 100

3 BB Lebih 0 0 1 16,7 5 83,3 6 100

4 Obesitas I 0 0 0 0 3 100 3 100

Total 2 4,2 19 39,6 27 56,3 48 100

r = 0,534 p = 0,000 (p < 0,05)

Berdasarkan tabel 3. menunjukkan bahwa dari 24 orang yang memiliki


berat badan normal sebagian besar memiliki kadar gula darah yang tidak normal
(diabataes) yaitu sebanyak 16 orang (66,7%). Berdasarkan dari hasil uji korelasi
spearman didapatkan r = 0,534 p = 0,000 (p< 0,05), maka dapat disimpulkan
bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan Kadar Gula
Darah pada lansia penderita Diabetes Militus di Desa Sidomulyo Kecematan
Deket Kabupaten Lamongan.

PEMBAHASAN PENELITIAN

1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Status Gizi


Hasil tabulasi data diperoleh data bahwa sebagian besar responden status
gizinya dalam kategori berat badan normal yaitu sebanyak 15 orang (62,5%).
artinya secara umum status gizi responden sudah terkendali dengan baik,
kemungkinan hal ini bisa disebabkan karena lansia di Desa Sidomulyo sebagian
besar sudah aktif datang ke posyandu lansia sehingga sering mendapatkan
penyuluhan tentang kesehatan lansia termasuk yang berhubungan dengan penyakit
DM dan Gizi pada Lansia. Semakin sering lansia mendapatkan penyuluhan
kesehatan maka akan mendorong kesadaran lansia untuk melakukan hal-hal yang
baik bagi kesehatannya seperti melakukan aktifitas fisik setiap hari dan
menerapkan pola diit yang seimbang sehingga bisa menyebabkan badan lansia
bisa terkontrol dengan baik.

2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kadar Gula darah


Hasil tabulasi terkait kadar gula darah lansia penderita Diabetes Militus di
Desa Sidomulyo Kecematan Deket Kabupaten Lamongan lebih dari setengah
responden memiliki Kadar Gula darah dalam kategori tidak normal (Diabet) yaitu
sebanyak 27 orang (56,3%). Hal tersebut menunjukkan bahwa kadar gula darah
lansia penderita Diabetes Militus masih tinggi atau di atas 200 mg/dl. Hal ini bisa
disebabkan karena sebagian besar responden adalah lansia yang kurang
melakukan aktifitas fisik sehingga penggunaan kalori/glukosa didalam tubuh pun
berkurang akibatnya terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah. Selain itu
kurangnya kepatuhan terhadap diit juga ikut mendukung terjadinya peningkatan
kadar gula dalam darah.
Kadar gula darah dapat digunakan sebagai parameter keberhasilan
metabolisme didalam tubuh. Jika terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah
itu menunjukkan adanya gangguan metabolisme tubuh yang bisa menyebabkan
terjadinya penyakit diabetes militus. Diabetes mellitus adalah suatu kumpulan
gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh adanya peningkatan
kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif
(Mubarok, 2015). Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit atau gangguan
rnetabolisme kronis dengan etiologi (banyak penyebab) yang ditandai dengan
kadar gula darah yang tinggi disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lemak,
dan protein sebagai akibat ketidak cukupan (insufisiensi) fungsi insulin (Dewi,
2014). Seiring dengan proses penuaan, semakin banyak lansia yang beresiko
terhadap terjadinya Diabetes Melitus. Dimana pada lansia terjadi penurunan
fungsi organ tubuh yang menyebabkan proporsi lemak dan otot tubuh bertambah,
semakin tua sesorang semakin bertambah lemak dalam tubuhnya yang bisa
mempengaruhi resistensi terhadap insulin sehingga menyebabkan kenaikan
glukosa dalam darah.
3. Hubungan Status Gizi dengan Kadar Gula Darah pada Lansia
Hasil tabulasi silang antara status gizi dan kadar gula darah diperoleh hasil
bahwa dari 24 orang yang memiliki berat badan normal sebagian besar memiliki
kadar gula darah yang tidak normal yaitu sebanyak 16 orang (66,7%), dan hasil
uji korelasi spearman menunjukkan nilai r = 0,534 p = 0,000 (p< 0,05), artinya
ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan Kadar Gula Darah pada
lansia penderita Diabetes Militus di Desa Sidomulyo Kecematan Deket
Kabupaten Lamongan.
Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan
Priasmara.Y.D.(2015) dengan hasil analisis yang menunjukkan bahwa ada
hubungan antara IMT dengan kadar gula darah sewaktu dengan nilai koofiensi
korelasi (r)=0,164 dan nilai signifikan (α)=0,034. Hal ini juga menunjukkan
bahwa status gizi seseorang bisa juga mempengaruhi kadar gula darah yang mana
telah dijelaskan juga dalam teori bahwa penyebab dibetes militus salah satunya di
pengaruhi oleh status gizi. Faktor risiko terjadinya diabetes sebagai berikut:
berusia lebih dan 45 tahun, kelebihan berat badan, memiliki riwayat keluarga yang
mengidap diabetes (Dewani & Sitanggang, 2013).
Kegemukan merupakan faktor predisposisi untuk timbulnya peningkatan
kadar gula darah dikarenakan sel-sel beta pulau Langerhans menjadi kurang peka
terhadap rangsangan yang mengakibatkan naiknya kadar gula dan kegemukan
juga akan menekan jumlah reseptor insulin pada sel–sel seluruh tubuh sehingga
bisa meningkatkan pula kadar gula dalam darah . Hal ini dapat dilihat bahwa dari
3 orang yang mengalami obesitas I seluruhnya (100%) kadar gula darahnya tidak
normal, demikian juga responden dengan berat badan lebih, 5 orang (83,3%)
memiliki kadar gula darah yang tidak normal. Pada orang dengan Status gizi lebih
akan terjadi penumpukan lemak dalam tubuh lebih banyak hal ini menyebabkan
kurang pekanya reseptor insulin yang bisa mengakibatkan peningkatan gula darah.
Kurangnya aktifitas fisik dan kepatuhan terhadap diit juga bisa mempengaruhi
kadar gula darah dimana orang dengan aktifitas yang tinggi sebagian besar
makanan yang masuk kedalam tubuh akan diolah menjadi energi sehingga tidak
terjadi peningkatan kadar gula dalam darah. Di samping itu juga kepatuhan
terhadap diit memberikan peranan yang penting terhadap peningkatan kadar gula
darah yang mana bila makanan yang dikonsumsi mengandung indeks glikemik
yang tingi akan meningkatkan kadar gula darah. Berdasarkan pembahasan
tersebut dapat disimpulkan bahwa status gizi seseorang memiliki hubungan
dengan kadar gula lansia penderita Diabetes Militus di Desa Sidomulyo
Kecematan Deket Kabupaten Lamongan. Oleh karena itu dianjurkan bagi para
lansia yang telah terdiagnosa menderita diabetes melitus untuk melakukan
pengendalian kadar gula secara rutin dengan melakukan diet sesuai anjuran tenaga
kesehatan, melakukan aktufitas fisik setiap hari dan melakukan pemeriksaan
kesehatan secara rutin agar kadar gula darahnya tetap stabil, sebab jika tidak
terkontrol dengan baik dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan diri
lansia

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian tentang Hubungan antara status gizi dengan


Kadar gula darah pada lansia penderita Diabetes Melitus di desa Sidomulyo
Kecematan Deket Kabupaten Lamongan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut :Status gizi pada lansia penderita Diabetes Melitus di desa Sidomulyo
Kecematan Deket Kabupaten Lamongan sebagian besar tergolong normal. Kadar
gula darah pada lansia penderita Diabetes Melitus di desa Sidomulyo Kecematan
Deket Kabupaten Lamongan sebagian besar tergolong tidak normal. Terdapat
hubungan yang bermakna antara Status Gizi dengan Kadar Gula Darah pada
lansia penderita Diabetes Militus di Desa Sidomulyo Kecematan Deket
Kabupaten Lamongan. Jadi hipotesis diterima..
Sehubungan dengan hasil penelitian tersebut disarankan kepada Lansia
DM untuk menjaga pola makannya dan melakukan aktifitas fisik setiap hari untuk
menjaga BB tetap stabil serta kontrol rutin ke tenaga kesehatan
DAFTAR PUSTAKA

Dewani & Sitanggang, M. (2013). Terapi Jus & 38 Ramuan Tradisional untuk
Diabetes. Jakarta : AgroMedia Pustaka

Dewi, R. K.. 2014. Diabetes Bukan untuk Ditakuti. Tetap Sehat dengan
Pengaturan Pola Makan Bagi Penderita Diabetes Tipe 2. Jakarta :
FMedia

Karo, M.B. (2012) Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diabete Militus Pada
Lansia Di Pstw Budhi Dharma Bekasi Tahun 2012. Jurnal Program
Studi D III Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medistra
Indonesia

Muhith, A. dan Siyoto, S. (2016). Pendidikan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta:


Andi

Nasir, A., Muhith, A. & Ideputri (2011), Metodologi Penelitian Kesehatan.


Yogyakarta : Mulia Medika.

Nugroho, W. (2016). Keperawatan Gerontik & Geriatrik, Ed. 3 . Jakarta : EGC.

Priasmara, Y.D. (2015). Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kadar Gula
Darah Pada Lansia Di Kota Semarang Tahun 2014. Skripsi. Jurusan
Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri
Semarang

Sholikhah, W.S. (2014). Hubungan Antara Usia, Indeks Massa Tubuh Dan
Tekanan Darah Dengan Kadar Gula Darah Pada Lansia Di Desa
Baturan Kecamatan Colomadu. Publikasi Karya Ilmiah. Program
Studi S1 Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
Surakarta