Anda di halaman 1dari 15

CRITICAL BOOK REPORT

PENGELOLAAN DAS
“Rekayasa Hidrologi Dan Hidrologi Operasional”

DOSEN PENGAMPU:
ENI YUNIASTUTI, S.Pd., M.Sc

Disusun Oleh:

Romian Christina Siagian

(3163131031)

D Reguler 2019

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan kasih dan karunianya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan Critical Book Review ini. Critical Book Review ini disusun untuk
memenuhi tugas Mata Kuliah Pengelolaan DAS, dalam Critical Book Review ini
penulis menganalisis kelemahan dan kelebihan mengenai buku tentang “Rekayasa
Hidrologi” dengan buku pembanding yang berjudul “Hidrologi Operasional”. Dengan
Critical Book Review ini penyusun mengharapkan agar memampukan para pembaca
dalam sistem pembelajaran serta memberikan informasi yang bermanfaat.

Namun penulis menyadari bahwa Critical Book Review ini belum dapat
dikatakan sempurna dan masih memiliki banyak kekurangan-kekurangan di
dalamnya. Maka penyusun mengharapkan mendapat kritik dan saran dari pembaca.

Medan, November 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i

DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................1

a. Rasionalisasi Pentingnya CBR ..................................................................1


b. Tujuan Penulisan CBR ..............................................................................1
c. Manfaat .......................................................................................................1
d. Identitas Buku ...........................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................3

a. Ringkasan Isi Buku ....................................................................................3


1. Buku Utama 4
2. Buku Pembanding 7
b. Kelebihan dan Kelemahan Buku ............................................................14
BAB III PENUTUP ..............................................................................................15

a. Kesimpulan ...............................................................................................15
b. Saran .........................................................................................................15
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................16

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................17


BAB I

PENDAHULUAN

a. Rasionalisasi Pentingnya CBR


Critical Book Report (CBR) adalah sebuah kritikan yang diberikan oleh seorang
pengkritik (reviewer) kepada orang yang menulis buku. Dengan dilakukannya
penugasan ini tentu sangat bermanfaat bagi pengkritiknya dan penulis buku dan
berguna dalam aspek lainnya. Kita tidak hanya mengetahui kelebihan dan kekurangan
buku tetapi juga menambah literasi bagi pembacanya yang benar-benar kompeten
dalam menggali informasi yang terkait didalamnya yang menciptakan generasi yang
lebih unggul.

b. Tujuan Penulisan CBR


1. Menambah literasi oleh pembaca/mengetahui informasi sebuah buku.
2. Mengulas isi sebuah buku.
3. Mengasah intelektual individu agar lebih berpikir kritis dalam mencerna
informasi yang telah diterima.
4. Melatih untuk lebih teliti mengulas isi buku berdasarkan bahasa yang
digunakan.
c. Manfaat
1. Memenuhi tugas mata kuliah “Pengelolaan DAS”.
2. Mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari sesuai praktik
kehidupannya.
3. Melatih intelektual mahasiswa agar lebih berkompeten dalam mengulas
buku.

d. Identitas buku
a. Identitas buku utama
 Judul : Rekayasa Hidrologi
 Penulis : Ir. Rumila Harahap, M.T
 ISBN : 978-602-7938-28-1
 Penerbit : UNIMED PRESS
 Tahun terbit : Desember 2013
 Urutan cetakan : Cetakan pertama
 Dimensi buku : 16 x 22 cm
 Tebal buku : viii + 185 halaman

b. Identitas buku pembanding


 Judul : Hidrologi Operasional
 Penulis : Soewarno
 ISBN : 979-414-8334
 Penerbit : Citra Aditya Bakti
 Tahun terbit : 2000
 Urutan cetakan : jilid 1
 Dimensi buku : 26 cm
 Tebal buku : viii+254 halaman
BAB II
PEMBAHASAN

a. Ringkasan Isi Buku


1. Buku Utama
Dasar Hidrologi

Tahap pertama dari daur hidrologi adalah penguapan air dari samudra.Uap ini
dibaawa di atas daratan oleh massa udara yang bergerak.Bila didinginkan hingga titik
embunnya,maka uap tersebut akan membeku menjadi butiran air yang dapat dilihat
yang berbentuk awan atau kabut,Dalam kondisi metodologis sesuai, butiran-butiran
air kecil itu akan berkembang cukup besar untuk dapat jatuh ke permukaan bumi
sebagai hujan.

Penerapan Statistik Dalam Curah Hujan

Dengan penerapan statistik pengukuran yang dilakukan dengan cara-cara distribusi


hujan adalah cara untuk memperoleh data hujan yang terjadi hanya pada satu tempat
saja.Akan tetapi dalam analisis umumnya yang diinginkan adalah data hujan rata-rata
DAS.untuk menghitung besaran ini dapat ditempuh beberapa cara yang sampai saat
ini lazim digunakan,yaitu dengan;rata-rata aljabar,poligon thiessen,dan ishoyet.

Hidrograf

Hidrograf adalah kurva yang memberi hubungan antara parameter aliran dan
waktu.Parameter tersebut biasa berupa kedalaman aliran atau debit aliran.Kurva
tersebut menngambarkan mengenai berbagai kondisi yang ada di daerah tersebut.
Kegunaan utama hodrograf satuan adalah untuk menganalisis proyek-proyek
pengendalian banjir.Faktor utama untuk menentukan bentuk hidrograf adalah
karakteristik DAS dan iklm.
Analisa Hidrologi

Pembangunan bidang hidrologi dengan salah satu aspeknya pembangunan bidang


hidrologi atau keairan memiliki peran yang sangat penting dalam rangka menunjang
peningkatan produksi hasil pertanian dan pengendalian banjir. Sebagaimana diketahui
tujuan utama materi adalah unuk mengetahui keadaan keseimbangan air,menganalisa
debit.

Air Tanah

Pengelolaan sumberdaya air tanah memerlukan suatu pengetahuan dinamika fisik


aliran air dalam tanah terhadap fenomena intrusi air asin.Untuk alasan ini maka
diperlukan suatau usaha meresapkan air hujan ke dalam tanah baik secara alami
maupun buatan.

Pemanfaatan Daerah Aliran Sungai

Dilakukan secara holistik,terpadu,terencana dan berkelanjutan sasaran wilayah


pengelolaan adalah DAS secara utuhb dari daerah hulu sampai hilir.Dilakukan
desentralistis yang bertanggung jawab dengan pendekatan DAS sebagai satuan
wilayah pengelolaan.

Drainase Sebagai Tangkapan Air

Perencanaan dan pemograman,mencakup langkah-langkah perencanaan drainase


saluran tertutup dimulai,pemeriksaan terhadap tanah lokasi cukup penting
dilakukan,seperti pengambilan data-data mengenai lokasi garis pusat,kemiringan
saluran alamiah,dimana data-data ini akan sangat bermanfaat terhadap perkiraan pada
elevasi dimana air dapat mengalir dengan aman tanpa terjadi pengendapan.

2. Buku Pembanding
Konsep Dasar Hidrologi

Kajian peran hidrologi hutan dalam pengelolaan daerah tangkapan air, kajian lebih
ditekankan pada tinjauan secara menyeluruh terhadap komponen-komponen daur
hidrologi, pengaruh antar komponen serta kaitannya dengan komponen penyusun
ekosistemnya. Harapannya diperoleh hasil kajian yang mendalam dan menyangkut
berbagai aspek dalam ekosistem.

Pengertian

Hidrologi adalah cabang Geografi Fisis yang berurusan dengan air di bumi, sorotan
khusus pada propertis, fenomena, dan distribusi air di daratan. Khususnya
mempelajari kejadian air di daratan, deskripsi pengaruh bumi terhadap air, pengaruh
fisik air terhadap daratan, dan mempelajari hubungan air dengan kehidupan di bumi.

Ruang Lingkup Hidrologi

Hidrologi hutan merupakan suatu ilmu fenomena yang berkaitan dengan air yang
dipengaruhi oleh penutupan hutan. Sesuai dengan batasan subyek yang ada yaitu
hidrologi hutan maka bahasan selanjutnya merupakan hidrologi terapan dengan
lingkup operasionalnya adalah daerah aliran sungai terutama yang bervegetasi hutan
atau yang dapat berfungsi sebagai vegetasi hutan.
Ruang lingkup hidrologi mencakup :

1. pengukuran, mencatat, dan publikasi data dasar.


2. deskripsi propertis, fenomena, dan distribusi air di daratan.
3. analisa data untuk mengembangkan teori-teori pokok yang ada pada hidrologi.
4. aplikasi teori-teori hidrologi untuk memecahkan masalah praktis.

Pengenalan Istilah-istilah Hidrologi

a. Presipitasi
Hujan (presipitasi) merupakan masukan utama dari daur hidrologi dalam DAS.
Dampak kegiatan pembangunan terhadap proses hidrologi sangat dipengaruhi
intensitas, lama berlangsungnya, dan lokasi hujan. Karena itu perencana dan
pengelola DAS harus memperhitungkan pola presipitasi dan sebaran geografinya.

b. Intersepsi

Hujan yang jatuh di atas tegakan pohon sebagian akan melekat pada tajuk daun
maupun batang, bagian ini disebut tampungan/simpanan intersepsi yang akhirnya
segera menguap. Besar kecilnya intersepsi dipengaruhi oleh sifat hujan (terutama
intensitas hujan dan lama hujan), kecepatan angin, jenis pohon (kerapatan tajuk dan
bentuk tajuk). Simpanan intersepsi pada hutan pinus di Italia utara sekitar 30% dari
hujan (Allewijn, 1990). Intersepsi tidak hanya terjadi pada tajuk daun bagian atas
saja, intersepsi juga terjadi pada seresah di bawah pohon. Intersepsi akan mengurangi
hujan yang menjadi run off.

c. Throughfall, Crown drip, Steamflow

Hujan yang jatuh di atas hutan ada sebagian yang dapat jatuh langsung di lantai
hutan melalui sela-sela tajuk, bagian hujan ini disebut throughfall. Simpanan
intersepsi ada batasnya, kelebihannya akan segera tetes sebagai crown drip.
Steamflow adalah aliran air hujan yang lewat batang, besar kecilnya stemflow
dipengaruhi oleh struktur batang dan kekasaran kulit batang pohon.

d. Infiltrasi dan Perkolasi


Proses berlangsungnya air masuk ke permukaan tanah kita kenal dengan infiltrasi,
sedang perkolasi adalah proses bergeraknya air melalui profil tanah karena tenaga
gravitasi. Laju infiltrasi dipengaruhi tekstur dan struktur, kelengasan tanah, kadar
materi tersuspensi dalam air juga waktu.

e. Kelengasan Tanah
Kelengasan tanah menyatakan jumlah air yang tersimpan di antara pori-pori tanah.
Kelengasan tanah sangat dinamis, hal ini disebabkan oleh penguapan melalui
permukaan tanah, transpirasi, dan perkolasi. Pada saat kelengasan tanah dalam
keadaan kondisi tinggi, infiltrasi air hujan lebih kecil daripada saat kelengasan tanah
rendah. Kemampuan tanah menyimpan air tergantung dari porositas tanah.

f. Simpanan Permukaan (Surface Storage)

Simpanan permukaan ini terjadi pada depresi-depresi pada permukaan tanah, pada
perakaran pepohonan atau di belakang pohon-pohon yang tumbang. Simpanan
permukaan menghambat atau menunda bagian hujan ini mencapai limpasan
permukaan dan memberi kesempatan bagi air untuk melakukan infiltrasi dan
evaporasi.

g. Runoff

Adalah bagian curahan hujan (curah hujan dikurangi evapotranspirasi dan kehilangan
air lainnya) yang mengalir dalam air sungai karena gaya gravitasi; airnya berasal dari
permukaan maupun dari subpermukaan (sub surface). Runoff dapat dinyatakan
sebagai tebal runoff, debit aliran (river discharge) dan volume runoff.

h. Limpasan Permukaan (Surface Runoff)

Limpasan permukaan (Surface Runoff) adalah bagian curah hujan setelah dikurangi
dengan infiltrasi dan kehilangan air lainnya. Limpasan permukaan ini berasal dari
overlandflow yang segera masuk ke dalam alur sungai. Aliran ini merupakan
komponen aliran banjir yang utama.

i. Aliran Bawah Permukaan (Subsurface Runoff)


Aliran bawah permukaan merupakan bagian dari presipitasi yang mengalami
infiltrasi dalam tanah yang kemudian mengalir di bawah permukaan tanah dan
menuju alur sungai sebagai rembesan maupun mata air.

Peran Hutan Dalam Pengendalian Daur Air

Kajian tentang peran hutan dalam pengendalian daur air dan longsor lahan sangat
diperlukan sebagai suatu proses dalam pengenalan dan pemahaman fungsi hutan yang
sangat beragam. Diharapkan mahasiswa semakin memahami bahwa peran dan fungsi
hutan tidak hanya sebagai penghasil hasil hutan yaitu kayu saja akan tetapi ada
fungsi-fungsi lain dari hutan yang dapat memberikan manfaat lebih besar bagi
lingkungan dan manusia itu sendiri.
Peran hutan yang penting dan menjadi materi utama dalam bagian ini adalah sebagai
penyedia jasa lingkungan melalui perannya dalam mengendalikan daur air kawasan
dan perannya dalam mengendalikan longsor lahan.

Konsep Neraca Air


Neraca air merupakan alat untuk mendekati nilai-nilai hidrologis proses yang terjadi
di lapangan. Secara garis besar neraca air merupakan penjelasan tentang hubungan
antara aliran ke dalam (In flow) dan aliran ke luar (out flow) di suatu daerah untuk
suatu periode tertentu dari proses sirkulasi air. Neraca air juga dapat didefinisikan
sebagai selisih antara jumlah air yang diterima oleh tanaman dan kehilangan air dari
tanaman beserta tanah melalui proses evapotranspirasi.

b. Kelebihan dan Kelemahan


Buku Utama

Kelebihan

 Buku ini menjelaskan secara ringkas dan terperinci mengenai materi


Hidrologi.
 Buku ini disertai dengan latihan dan glossarium.
 Bahasa yang digunakan jelas.

Kelemahan

 Buku ini idak di sertai dengan gambaryang jelas.


 Ada penggunaan tanda baca yang tidak sempurna

Buku Pembanding

Kelebihan

 Buku ini menjelaskan secara jelas dan terperinci konsep hidrologi.


 Pembahasan materi di setiap bab nya lebih mendalam dan dapat di pahami.
 Cover dari buku ini menarik

Kelemahan

 Gambar yang disertai kurang jelas untuk dapat dipahami.


 Terdapat beberapa penulisan kata yang kurang tepat
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Hidrologi adalah cabang Geografi Fisis yang berurusan dengan air di bumi,
sorotan khusus pada propertis, fenomena, dan distribusi air di daratan. Khususnya
mempelajari kejadian air di daratan, deskripsi pengaruh bumi terhadap air, pengaruh
fisik air terhadap daratan, dan mempelajari hubungan air dengan kehidupan di bumi.

B. Saran
Agar kedepannya penulis buku dapat lebih memperjelas setiap materi yang di
berikan karena masih ada materi yang sedikit sulit dipahami oleh pembaca.
DAFTAR LAMPIRAN

BUKU UTAMA

BUKU PEMBANDING
DAFTAR PUSTAKA

Harahap, rumila. 2013. Rekayasa Hidrologi. Medan : UNIMED PRESS

Suwarno. 2000. Hidrologi Operasional. Yogyakarta : Citra Aditya Bakti