Anda di halaman 1dari 10

SAP RUMAH SEHAT

Topik : Kebersihan Lingkungan


Sub Topik : Rumah Sehat
Sasaran : warga RT 2 RW 02
Hari/Tanggal : Jum’at, 6 Oktober 2017
Tempat :
Penyuluh : Wahyuni

Analisa Karakteristik Sasaran


Terdapat 79 KK yang tersebar di RW 002 Kelurahan Susukan Kecamatan Ciracas yang tidak
membuka jendela setiap pagi, kondisi rumah pengap dan lembab karena sirkulasi udara yang
tidak lancar serta sinar matahari tidak sepenuhnya dapat masuk ke rumah karena ventilasi
yang jarang atau bahkan tidak dibuka setiap pagi. Beberapa alasan warga yang tidak
membuka jendela karena tidak sempat karena harus berangkat kerja pagi-pagi buta, teras
depan rumah diisi dengan tumpukan barang-barang dagangan maupun barang-barang milik
keluarga yang tidak muat jika dimasukkan kedalam rumah sehingga sulit untuk membuka
jendela. Padatnya rumah di kawasan Rw 002 membuat lingkungan terasa tidak segar dan
panas. Kondisi selokan tertutup dan kecil juga menyebabkan banjir jika turun hujan di
beberapa kawasan seperti di RT: 002, 009, 10 selain itu kondisi lokasi RT tersebut dibawah.
Kebiasaaan warga tidak membuka jendela banyak di temukan di Rt: 009 dan 10 mengingat
letak rumah yang padat dan berdempetan dan tak jarang halaman rumah/ teras tertutup
tembok rumah tetangga yang lebih tinggi.

Analisa Karakteristik Tujuan


• Kompetensi Umum/Tujuan Instruksional Umum/TUjuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, warga RW 002 diharapkan mampu memahami
tentang rumah sehat dan menerapkan rumah sehat.

• Kompetensi Khusus/Tujuan Instruksional Khusus/Tujuan Khusus


Setelah selesai mengikuti penyuluhan, warga RW 002 kelurahan Susukan, Kecamatan
Ciracas diharapkan mampu :
• Mampu menjelaskan pengertian rumah sehat
• Mampu menjelaskan syarat rumah sehat
• Mampu menjelaskan manfaat rumah sehat
• Mampu menjelaskan ciri-ciri rumah tidak sehat
• Mampu menjelaskan kerugian rumah tidak sehat
• Mampu menjelaskan upaya menjadikan rumah sehat

Materi (terlampir)

Strategi Penyampaian
• Metode
Ceramah, tanya jawab, diskusi, dll (sesuaikan dengan materi yang akan disampaikan dan
tujuan yang ingin dicapai)
Media dan alat
Lembar balik, leaflet, MIC, LCD, laptop, flash disk, dll

Pengorganisasian
Setting Penyuluhan

peserta
Kegiatan penyuluhan Kesehatan

Kegiatan Penyuluh Kegiatan Sasaran


Pendahuluan (5 menit)
Penyuluh memberikan salam & Menjawab salam & memperhatikan
memperhatikan kesiapan sasaran terhadap penyuluh
materi yang akan disampaikan
(menyampaikan kontak waktu &
kesepakatan dilakukannya tanya jawab)
Menyampaikan materi pokok tentang… Menyimak
Menyampaikan tujuan yang ingin dicapai Menyimak
baik TIU maupun TIK
Apersepsi dilakukan terhadap sasaran Menjawab pertanyaan
tentang materi
Kegiatan Inti/Penyajian (20 menit)
• Mampu menjelaskan pengertian rumah Menyimak
sehat
• Mampu menjelaskan syarat rumah sehat
• Mampu menjelaskan manfaat rumah
sehat
• Mampu menjelaskan ciri-ciri rumah
tidak sehat
• Mampu menjelaskan kerugian rumah
tidak sehat
• Mampu menjelaskan upaya menjadikan
rumah sehat

Melakukan tanya jawab Menjawab sesuai kemampuan


Memberikan reinforcement positif
Penutup (5 menit)
Menyimpulkan semua materi yang sudah Menyimak
dijelaskan
Memberikan evaluasi terhadap materi yang Menjawab pertanyaan sesuai kemampuan
sudah disampaikan
Meminta sasaran untuk menjelaskan Menjelaskan kembali materi
kembali materi yang sudah dijelaskan sesuai
dengan kemampuan
Memberikan penugasan/tindak lanjut Menyimak

G. Evaluasi
1. Prosedur : setelah pelaksanaan penyuluhan
2. Waktu : 3 menit
3. Bentuk soal : Lisan
4. Jumlah soal : 3 buah

Pertanyaan :
• Jelaskan apa yang dimaksud dengan rumah sehat?
• Sebutkan syarat rumah sehat?
• Sebutkan kerugian rumah tidak sehat?
• Sebutkan upaya agar rumah sehat?
Bentuk lain evaluasi
Evaluasi struktur
Contohnya :
SAP disiapkan
• Alat bantu/media disiapkan
• Kontrak dengan sasaran sudah dilakukan

Evaluasi proses
Contohnya:
Pelaksanaan penyuluhan sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat dalam SAP (waktu,
media, strategi pelaksanaan sesuai)
• Sasaran berpartisipasi aktif

Evaluasi hasil
• Warga Mampu menjelaskan pengertian rumah sehat
• Warga Mampu menjelaskan syarat rumah sehat
• Warga Mampu menjelaskan manfaat rumah sehat
• Warga Mampu menjelaskan ciri-ciri rumah tidak sehat
• Warga Mampu menjelaskan kerugian rumah tidak sehat
• Warga Mampu menjelaskan upaya menjadikan rumah sehat
MATERI
RUMAH SEHAT

• Pengertian Rumah Sehat


Pengertian rumah sehat adalah rumah yang dapat memenuhi kebutuhan rohani dan
jasmani secara layak sebagai suatu tempat tinggal atau perlindungan dari pengaruh alam
luar serta memenuhi syarat-syarat rumah yang sehat. Kebutuhan jasmani misalnya : terpenuhi
kebutuhan jasmani seperti membaca, menulis, istirahat dan aktivitas lainnya. Kebutuhan
rohani misalnya : perlindungan terhadap penyakit, cuaca, angin dan sebagainya.
• Syarat –syarat Rumah Sehat
• Lantai
Lantai sebaiknya tidak lembab,kedap air dan mudah dibersihkan. Lantai
rumah terbuat dari semen atau ubin, keramik, atau cukup tanah biasa yang dipadatkan.
Syarat yang penting disini adalah tidak berdebu pada musim kemarau dan tidak becek
pada musim hujan. Lantai yang basah dan berdebu merupakan sarang penyakit.
• Atap
Atap rumah sebaiknya terbuat bahan yang tidak menimbulkan suhu panas dan
memberikan rasa nyaman,mialnya dengan atap genteng.Atap genteng adalah umum
dipakai baik di daerah perkotaan maupun di pedesaan. Di samping atap genteng adalah
cocok untuk daerah tropis juga dapat terjangkau oleh masyarakat dan bahkan masyarakat
dapat membuatnya sendiri. Namun demikian banyak masyarakat pedesaan yang tidak
mampu untuk itu maka atap daun rumbai atau daun kelapa pun dapat dipertahankan. Atap
seng maupun asbes tidak cocok untuk rumah pedesaan, disamping mahal juga
menimbulkan suhu panas di dalam rumah.
• Ventilasi
Ventilasi digunakan untuk pergantian udara .Ventilasi yang baik dalam ruangan
harus mempunyai syarat lainnya, di antaranya:
• Luas lubang ventilasi tetap, minimum 5% dari luas lantai ruangan. Sedangkan luas
lubang ventilasi insidentil (dapat dibuka dan ditutup) minimum 5%. Jumlah keduanya
menjadi 10% dikali luas lantai ruangan. Ukuran luas ini diatur sedemikian rupa
sehingga udara yang masuk tidak terlalu deras dan tidak terlalu sedikit.
• Udara yang masuk harus udara bersih, tidak dicemari oleh asap dari sampah atau dari
pabrik, dari knalpot kendaraan, debu dan lain-lain.
• Aliran udara diusahakan ventilasi silang dengan menempatkan lubang hawa
berhadapan antara 2 dinding ruangan. Aliran udara ini jangan sampai terhalang oleh
barang-barang besar misalnya almari, dinding sekat dan lain-lain.
• Ventilasi ada 2 macam yaitu :
• Ventilasi alamiah melalui jendela, pintu, lubang anginlubang dinding, kurang
menguntungkan karena menjadi jalan masuk binatang binatang atau vector
penyakit
• Ventilasi buatan dengan menggunakan alat khusus yaitu kipas angina
pengisap udara tapi tidak cocok untuk perumahan pedesaan
• Cahaya
Rumah yang sehat memerlukan cahaya yang cukup, tidak kurang dan tidak
terlalu banyak. Cahaya dibagi menjadi 2 macam yaitu :
1) Cahaya alamiah
cahaya alami sangat penting karena dapat mebunuh bakteri pathogen misalnya TBC yang sensitive
terhadap sinar matahari
sebaiknya jendela 15%-30% dari luas lantai
dalam membuat jendela diusahakan sinar dapat langsung masuk keruangan tidakterhalang oleh
bangunan lain
jendela sebagai ventilasi dan sebagai jalan masuk cahaya
diusahakan sinar matahari menyinari lantai,bukan dinding
diusahakan dengan genteng kaca
2) Cahaya buatan sumber dari lampu listrik api diesel dan lain lain
• Luas Bangunan Rumah
Luas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya, artinya luas
lantai bangunan tersebut harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya. Luas bangunan yang
tidak sebanding dengan jumlah penghuninya akan menyebabkan perjubelan
(overcrowded),minimal 2,5-3 meter untuk tiap jiwa.Luas ruang tidur minimal 8m2 dan tidak
dianjurkan digunakan lebih dari dua orang tidur dalam satu ruang tidur, kecuali anak dibawah
umur 5 tahun.
• Sampah
Sampah – sampah di tempat tinggal dapat ditanggulangi dengan cara dibuang dilokasi
pembuangan sampah (yang jauh dari lingkungan tempat tinggal), atau dengan pembuatan lubang
sampah, dengan menimbun atau dikelola untuk dibuat pupuk kandang.
• Tempat Pembuangan Tinja (jamban)
Rumah yang sehat harus mempunyai tempat pembuangan kotoran (tinja) yaitu
WC/septick tank,kakus, dan lain – lain. Jarak jamban dengan sumber air minimal 10 meter.
•Sumber Air
Kualitas air tanah dan air minum harus baik dan memenuhi persyaratan
kesehatan.Sumber Air (sumur), konstruksinya baik dan memenuhi syarat, perlu diperhatikan saat
membuat sumur, jarak minimal dari sumber air kotor (septick tank, sumur resapan, saluran air
kotor yg tidak kedap air) adalah 7 meter, agar sumur tidak tercemar.
•Kandang hewan
Kandang hewan (biasanya untuk rumah di pedesaan), letaknya diusahakan agar tidak
terlalu dekat dengan rumah dan harus terisah. Kandang hewan tidak boleh serumah dengan
penghuni.

III. Manfaat Rumah Sehat


Manfaat rumah sehat yaitu :
1. untuk tempat beristirahat, tempat tinggal dan kegiatan hidup harian.
2. Melindungi penghuninya dari cuaca baik / buruk.
3. Mencegah penyebaran penyakit menular.
4. Melindungi penghuninya dari bahaya-bahaya dari luar.
5. Meningkatkan hubungan sosial diantara penghuninya.
IV. Upaya yang dilakukan agar Rumah menjadi Sehat
Yang perlu dilakukan agar rumah menjadi sehat :
a) membuka jendela kamar setiap pagi dan siang.
b) Membersihkan rumah dan halaman rumah setiap hari.
c) Kamar mandi dijaga kebersihannya setiap hari.
d) Membuang sampah pada tempatnya.
e) Mendapat penerangan yang cukup.
f) Dinding diusahakan terang.
g) Menata rapi barang di rumah.
h) Melakukan penghijauan pada halaman.
i) Menguras bak mandi.
j) Mengubur barang bekas.

DAFTAR PUSTAKA
Slamet, Soemirat J. 2002. Kesehatan Lingkungan, Edisi V, Gadjah Mada University Press,
Yogyakarta.
Irianto K dan Team. 2004. Gizi dan Pola Hidup Sehat. Bandung : Yrama Widya.
Kelompok K3M PSIK UGM. 2005. Leaflet Rumah Sehat. Jogjakarta.
Kepurusan Menteri Kesehatan RI No. 829 Menkes SK/VII/1999 Tentang Persyaratan Kesehatan
Perumahan.