Anda di halaman 1dari 5

Pengolahan Limbah Cair Kopi dengan Metode Elektrokoagulasi secara Batch (Sariadi)

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR KOPI DENGAN METODE


ELEKTROKOAGULASI SECARA BATCH

Sariadi
Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe
Jl. Banda Aceh - Medan Km. 280, P.O. Box 90 Buketrata Lhokseumawe 24301
E-mail: adie_chebro@yahoo.co.id

Abstrak

Electrocoagulation is one of alternative technology in waste water treatment. This research


aims to apply electrocoagulation method in order to treat coffe waste water that contain high
concentration of pollutants. The experiment conducted by using batch reactor with two
electrodes: aluminum and stainless steel that operated by make a variation on voltage (3, 6, 9,
dan 12 V) and retention time (30, 60, and 90 minutes). The results show that on the voltage of
12 V and retention time of 90 minutes, about 70,83 % of COD, 72,05 % of turbidity, and
28,57% of TDS removed. Therefore, the voltage and retention time affect COD, turbidity, and
TDS significantly. As a voltage and retention time increase, removal of waste water parameters
was found to be higher.

Kata kunci : Electrocoagulation, COD, coffee waste water, turbidity, TDS

PENDAHULUAN dan Kabupaten Aceh Tengah. Kedua daerah


yang berada di ketinggian 1200 meter dari
Kegiatan suatu industri adalah proses permukaan laut tersebut memiliki
pengolahan suatu bahan baku menjadi perkebunan kopi terluas di Indonesia yaitu
bahan setengah jadi atau bahan jadi untuk dengan luas 81.000 Ha masing-masing
keperluan manusia dan makhluk lain 42.000 Ha berada di Kabupaten Bener
disekitarnya. Pada saat yang sama industri Meriah dan 39.000 Ha di Kabupaten Aceh
juga tidak terlepas dari hasil samping atau Tengah dengan jumlah produksi rata-rata
limbah yang dapat mengakibatkan terjadi- 725 ton/ha per tahun.
nya pencemaran terhadap lingkungan. Salah satu proses pengolahan kopi
Dampak pencemaran lingkungan dapat adalah pengupasan buah kopi yang disebut
dirasakan secara langsung atau tidak dengan proses basah. Pengupasan
langsung oleh manusia Salah satunya umumnya dilakukan dalam silinder berputar
adalah limbah cair industri pengolahan dengan cara menyemprotkan air bersama
kopi. Akibat pencemaran tersebut, dengan buah yang akan dikupas. Pada
lingkungan menjadi rusak sehingga daya proses basah pencucian air dapat mencapai
dukung alam terhadap kelangsungan hidup 7 – 9 m3 air per ton buah kopi yang diolah.
manusia menjadi berkurang. Adapun tujuan Selain untuk memudahkan pengupasan kulit
dari pengolahan limbah adalah untuk pencucian juga berfungsi untuk
mengurangi volume, konsentrasi atau menghilangkan lapisan lendir yang terdapat
bahaya yang ditimbulkan oleh limbah pada biji kopi. Air cucian menyebabkan
sehingga dapat memenuhi baku mutu limbah cair yang jika dibuang ke badan air
lingkungan yang dipersyaratkan [1]. atau lingkungan dapat menyebabkan
Kopi Gayo (Gayo coffee) merupakan pencemaran.
salah satu komoditi unggul yang berasal Air yang digunakan di dalam
dari dataran tinggi Gayo. Perkebunan kopi pengolahan kopi yang tersisa sebagai air
tumbuh subur di Kabupaten Bener Meriah limbah dengan tingkat polusi tinggi.

72
Pengolahan Limbah Cair Kopi dengan Metode Elektrokoagulasi secara Batch (Sariadi)

Komponen utama adalah bahan organik METODE


dalam air limbah sangat resisten menaikan
beban pencemaran 80 % dengan nilai COD Bahan dan Peralatan
50.000 mg / l Dan BOD dari bahan-bahan Bahan-bahan yang digunakan adalah
organik biodegradable dapat mencapai limbah cair pengolahan kopi (berasal dari
20.000 mg/l. Perkebunan Rakyat, Kec. Timang Gajah,
Dampak lingkungan berupa polusi Bener Meriah), kristal K2Cr2O7, H2SO4
organik limbah kopi yang paling berat pekat, kristal HgSO4, Ag2SO4, indikator
adalah pada perairan di mana effluen kopi Feroin, larutan EDTA, indikator EBT,
dikeluarkan. Dampak itu berupa indikator murexida, Fe (NH4)2(SO4)2.6H2O,
pengurangan oksigen karena tingginya NaCl, aquades, buffer 10, buffer 12, dan
BOD dan COD. Substansi organik terlarut larutan KCN 10 %.
dalam air limbah secara amat lamban Sedangkan peralatan yang digunakan
dengan menggunakan proses mikrobiologi meliputi: buret 50 ml, elektroda stainless
dalam air yang membutuhkan oksigen steel (p = 8 cm ; l = 3 cm), elektroda
dalam air. Karena terjadinya pengurangan aluminium, adaptor, tabung COD, gelas
oksigen terlarut, permintaan oksigen untuk erlenmeyer 125 ml, turbidimeter, kertas
menguraikan organik material melebihi saring Whatman, beaker glass, COD
ketersediaan oksigen sehingga reaktor, pH meter, TDS meter, reaktor
menyebabkan kondisi anaerobik. Kondisi elektrokoagulasi (p = 20 cm; l = 10 cm dan
ini dapat berakibat fatal untuk makhluk h = 12 cm, terbuat dari kaca), serta tangki
yang berada dalam air dan juga bisa sedimentasi dari kaca (p = 20 cm; l = 10 cm
menyebabkan bau, lebih jauh lagi, bakteri dan h = 15 cm).
yang dapat menyebabkan masalah
kesehatan dapat meresap ke sumber air Perlakuan
minum. 1. Variabel Tetap :
Salah satu alternatif pengolahan - Volume sampel : 500 ml
tersebut yaitu dengan metode elektro- - pH awal sampel
koagulasi. Elektrokoagulasi merupakan
suatu metode pengolahan limbah dengan 2. Variabel Bebas :
menggabungkan metode elektrolisis dan - Waktu Kontak (Retention Time): 30,
koagulasi. Melalui proses elektrolisis akan 60, 90, dan 120 menit.
dihasilkan kation-kation (pada anoda) yang - Variasi tegangan listrik : 3, 6, 9, dan
akan bereaksi dengan air membentuk kation 12 V.
hidrat. Kation hidrat ini akan mengikat - Jenis Elektoda : elektroda stainless
koloid-koloid yang bermuatan negatif steel dan aluminium.
dalam air dan membentuk flok (koagulasi).
Dengan demikian akan menurunkan tingkat 3. Variabel Terikat :
pengotor dalam air [2]. - Konsentrasi COD
Proses elektrokoagulasi terbukti - Turbiditi (kekeruhan)
cukup efektif diterapkan untuk tujuan - Total Dissolved Solid (TDS)
reduksi beberapa jenis polutan, antara lain - pH
air limbah rumah pemotongan hewan [3],
air limbah laundry [4], air lindi hasil Metode Pengujian
ekstraksi sampah [5], serta ion timbal [6]. Penentuan variabel terikat dilakukan
Pada penelitian ini akan dikaji lebih dengan metode berikut:
mendalam tentang pengolahan limbah kopi a. Penentuan konsentrasi COD dilakukan
cair dengan metoda elektrokoagulasi secara dengan metode titrasi refluks titrimetri
bacth dalam penyisihan konsentrasi COD, dengan larutan standar Ferrous
Turbidity, TDS, Kesadahan dan pH. Ammonium Sulfate (FAS)

73
Pengolahan Limbah Cair Kopi dengan Metode Elektrokoagulasi secara Batch (Sariadi)

b. Pengukuran Turbidity menggunakan Efisiensi penurunan kandungan COD untuk


Turbiditimeter (Hanna Instrument) kondisi tegangan 12 V dengan waktu
c. Pengukuran Total Disolved Solid (TDS) kontak 60-90 menit mencapai 70,83 %.
menggunakan TDS meter (Mettler Pada proses elektrokoagulasi terjadi
Toledo) pelepasan ion-ion dari anoda menghasilkan
d. Pengukuran pH menggunakan pH meter alumunium hidroksida sebagai koagulan
digital merk Lutron pH-204. bereaksi dengan partikel-partikel terdispersi
dari limbah cair kopi. Pembentukan
gelembung-gelembung gas dari katoda
HASIL DAN PEMBAHASAN sangat berpengaruh pada akhirnya gas-gas
tersebut mengapungkan flok-flok kepermu-
Dari data hasil pengamatan, diperoleh kaan cairan. Bahan-bahan organik yang
profil parameter COD, turbidity, TDS, terdapat di dalam limbah membentuk flok-
kesadahan serta pH limbah terhadap waktu flok yang pada akhirnya mengendap pada
sebagaimana dipaparkan pada bagian dasar reaktor, Dari hasil pengamatan
berikut. menunjukan semakin tinggi arus dan waktu
kontak, maka penurunan COD akan
Penyisihan COD semakin tinggi. Efisiensi penyisihan adalah
Semakin lama waktu elektrokoagula- merupakan fungsi dari konsentrasi
si, maka semakin kecil konsentrasi COD aluminium, dimana semakin banyak
yang terdapat di dalam limbah atau pelepasan ion-ion aluminium maka proses
persentasi penurunan kandungan COD elektroflokulasi semakin cepat, selanjutnya
semakin meningkat (Gambar 1). Hasil gelembung-gelembung gas yang terbentuk
elektrokoagulasi terhadap limbah cair kopi menyebabkan naiknya efesiensi penyisihan
menunjukkan secara umum terjadi akibat persenyawaan diantara gelembung-
penurunan konsentrasi kandungan COD di gelembung gas yang terbentuk dengan
dalam limbah. organik-organik yang terdapat pada limbah
cair kopi.
80
70 Penyisihan Turbidity
% Penurunan COD

60 Pengaruh voltase dan waktu kontak


50 proses terhadap kekeruhan dapat dilihat
40 pada Gambar 2. Data menunjukkan bahwa
30 3V dari kekeruhan awal 1880 NTU, pada
20 6V tegangan arus 12 V dan waktu kontak 90
9V menit terjadi penurunan menjadi 535 NTU.
10
12 V Efisiensi penurunan kekeruhan untuk
0
kondisi tegangan 12 V dan waktu kontak 90
30 60 90 menit mencapai 71,54 %. Penurunan ini
Waktu (menit) terjadi karena adanya reaksi aluminium
hidroksi komplek yang terbentuk bereaksi
Gambar 1. Pengaruh waktu terhadap dengan elektron yang tereksitasi pada atom
persentase penurunan COD C dari gugus kromofor molekul tannin.
Semakin banyak aluminium hidroksida
Penurunan konsentrasi kandungan komplek yang terbentuk, maka semakin
COD pada limbah cair kopi terbesar terjadi banyak bereaksi dengan senyawa-senyawa
pada tegangan 12 V. Konsentrasi organik yang mengandung tannin dalam
kandungan COD awal sebesar 96.000 mg/L limbah dan mengakibatkan kekeruhan
menurun menjadi 28.000 mg/L setelah semakin berkurang.
dielektrokoagulasi selama 60-90 Menit.

74
Pengolahan Limbah Cair Kopi dengan Metode Elektrokoagulasi secara Batch (Sariadi)

80
30
% Penurunan Turbidity

60 25

% Penurunan TDS
20
40 3V
6V 15
20 9V 3V
10
12 V 6V
0 5 9V
12 V
30 60 90 0
Waktu (menit)
30 60 90
Gambar 2. Pengaruh waktu terhadap Waktu (menit)
persentase penurunan turbidity Gambar 3. Pengaruh waktu terhadap
persentase penurunan TDS
Pada arus 12 V, aluminium hidroksi-
da yang dihasilkan banyak bereaksi dengan Dari data diperoleh kadar TDS awal
lignin, sehingga terjadi pemutusan atau 175 mg/l dan pada arus listrik 12 volt
perusakan gugus kromofor dalam senyawa dengan waktu kontak 90 menit diperoleh
tannin tersebut, selanjutnya terjadi 125 mg/l atau persentasi penurunan
penguraian dari bentuk polimer menjadi sebesar 28,57 %.
bentuk senyawa yang mempunyai berat
molekul yang kecil dan tidak berwarna, Kenaikan pH
sehingga mengakibatkan persentase Semakin tinggi arus listrik dan waktu
penurunan kekeruhan semakin meningkat. kontak yang digunakan maka pH semakin
naik (Gambar 4). Kenaikan ini disebabkan
Penurunan TDS selama proses elektrokoagulasi berlangsung
Proses elektrokoagulasi dengan terjadi pelepasan ion OH- dari katoda,
menggunakan elektroda aluminium dan sehingga pH yang terkandung dalam limbah
stainlees steel menunjukkan waktu kontak semakin tinggi. pH awal sebesar 5.6 maka
dan tegangan listrik yang diberikan sangat pada arus listrik 12 V, volt dengan waktu
berpengaruh terhadap persentase penurunan kontak 90 menit pH sebesar 5.8 atau terjadi
TDS (Gambar 3). Penurunan yang paling persentasi kenaikan sebesar 4.11 %.
baik yaitu terdapat pada waktu kontak 90
menit dengan tegangan listrik 12 volt. Dari 5
grafik terlihat bahwa dengan semakin tinggi 4
% Kenaikan pH

arus listrik dan waktu kontak yang


digunakan kadar TDS semakin tinggi. Hal 3
ini karena salah satu faktor yang 3V
2
mempengaruhi proses elektrokoagulasi 6V
adalah dengan adanya arus listrik dan lama 1 9V
waktu tinggal dalam reaktor menyebabkan 12 V
ion-ion yang dilepaskan oleh elektroda 0
aluminium menghasilkan aluminium 30 60 90
hidroksida yang mampu mengikat bahan- Waktu (menit)
bahan organik seperti tanin membentuk
flok-flok dan mampu mengumpalkan Gambar 4. Pengaruh waktu terhadap
padatan tersuspensi dalam limbah, sehingga persentase kenaikan pH
kadar TDS dalam limbah kopi semakin
kecil. Hal ini diakibatkan karena dengan
densitas arus listrik yang semakin besar

75
Pengolahan Limbah Cair Kopi dengan Metode Elektrokoagulasi secara Batch (Sariadi)

waktu yang dibutuhkan untuk melepaskan DAFTAR PUSTAKA


ion aluminium dari anoda semakin cepat.
Semakin banyak aluminium hidroksida [1] Metcalf & Eddy, 1991. Wastewater
yang terbentuk dari proses koagulasi Engineering Treatment Disposal
sebagai flok-flok menyebabkan kandungan Reuse, Third Edition, Tata Mc Graw
limbah yang bersifat asam semakin lama Hill Publishing Company Ltd, New
semakin berkurang. Delhi.
[2] Chen, 2007. Electrochemical coagula-
tion for oily water deemulsification,
KESIMPULAN Separation and Purification Techno-
logy.
Dari hasil penelitian pengolahan [3] Roihatin, A., dan Rizki, A.K., 2007.
limbah cair kopi dengan metode Pengolahan Air Limbah Rumah
elektrokoagulasi secara batch dapat diambil Pemotongan Hewan dengan cara
kesimpulan bahwa proses elektrokoagulasi Elektrogulasi Aliran Kontinyu, Tugas
dengan variasi tegangan listrik dan waktu Akhir, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas
kontak untuk semua parameter yang di uji Teknik, Universitas Diponegoro,
menunjukan voltase yang tinggi 12 V dan www.clicktoconvert.com, diakses 20
waktu 90 menit adalah yang paling baik. Mei 2010.
Semakin lama waktu elektrokoagulasi, [4] Hudori, 2008. Pengolahan Air Limbah
maka semakin tinggi tingkat efisiensi Laundry dengan Menggunakan Elek-
penurunan kandungan COD 70,83 %, trokoagulasi, Laporan Penelitian, ITB.
turbidity 71,54 %. TDS 28,57 % dan [5] Agus Slamet, 2009. Elektrokoagulasi
kenaikan pH sebesar 4,11 %. Aliran Kontinyu, Laporan Penelitian,
Elektroflokulasi sebagai salah satu ITS.
alternatif pengolahan limbah cair kopi dapat [6] Susetyaningsih, R., dkk., 2008. Kajian
dilanjutkan dengan memvariasikan para- Proses Elektrokoagulasi untuk
meter yang lain sehingga penelitian ini Pengolahan Limbah Cair, Sekolah
lebih sempurna, terutama pemakaian anoda Tinggi Teknik Lingkungan YLH,
untuk presipitasi, sehingga penyisihan Yogyakarta.
senyawa-senyawa organik yang ada dalam
limbah akan lebih tinggi.

76