Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Makhluk hidup makan untuk menjaga kelangsungan hidupnya serta

memenuhi kebutuhan energi. Makanan yang dicerna akan terpecah menjadi sumber

energi melalui proses metabolisme di dalam tubuh. Metabolisme merupakan suatau

reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk hidup yang dimaksudkan untuk

memperoleh energi, menyimpan energi, menyusun bahan makanan, merombak bahan

makanan, memasukkan atau mengeluarkan zat - zat, melakukan gerakan, menyusun

struktur sel, merombak struktur – struktur sel yang tidak dapat digunakan lagi, dan

menanggapi rangsang.

Dalam suatu reaksi kimia terdapat zat - zat atau senyawa - senyawa bersifat

menghambat (inhibitor), atau mempercepat reaksi (aktivator). Senyawa – senyawa

yang mempercepat suatu reaksi dikenal dengan sebutan katalisator. Katalisator

merupakan suatu zat yang mempercepat laju reaksi-reaksi kimia pada suhu tertentu,

tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu. Suatu katalis berperan

dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan

reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah

akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur

pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah sehingga katalis mengurangi energi

yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.

1
Metabolisme yang merupakan reaksi kimia memiliki katalisator yang disebut

dengan enzim. Enzim yang tersusun atas protein dan molekul lainnya bekerja dengan

menurunkan energi aktivasi, sehingga tidak diperlukan suhu dan energi tinggi untuk

melakukan suatu reaksi kimia di dalam tubuh. Jika tidak terdapat katalisator dalam

metabolisme, maka suhu tubuh akan meningkat dan membahayakan bagi tubuh

makhluk hidup. Kerja enzim tentunya dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar enzim.

Faktor dalam misalnya substansi – substansi genetik yang dibawa oleh masing –

masing enzim.

B. Rumusan Masalah

1. Apa peranan enzim katalase ?

2. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi enzim katalase ?

3. Bagaimana pengaruh enzim katalase terhadap H2O2 ?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui peranan enzim katalase

2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi enzim katalase

2
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Enzim

Metabolisme sangat bergantung pada enzim. Enzim berperan sebagai

pemercepat reaksi metabolisme di dalam tubuh mahkluk hidup, tetapi enzim

tidak ikut bereaksi.

1. Struktur enzim

Enzim merupakan protein yang tersusun atas asam – asam amino.

Kebanyakan enzim berukuran lebih besar dari substratnya.akan tetapi,hanya

daerah tertentu dari molekul enzim tersebut yang berikatan dengan substrat,

yaitu bagian yang disebut dengan sisi aktif (active side)

Secara kimia, enzim yang lengkap (holoenzim) tersusun atas dua

bagian, yaitu bagian protein dan bagain bukan protein.

1. Bagian protein disebut apoenzim, tersusun atas asam – asam amino.

Bagian protein bersifat labil (mudah berubah), misalnya terpengaruh oleh

suhu dan keasaman.

2. Bagian bukan protein yang disebut gugus protetik, yaitu gugusan yang

aktif. Gugus prostetik yang berasal dari molekul non organik disebut

kofaktor, misalnya besi, tembaga, zink. Gugus prostetik yang terdiri dari

senyawa – senyawa kompleks disebut konenzim, misalnya NADH,

FADH, koenzim A, tiamin, riboflavin, asam pantotenat, niasin,

piridoksin, biotin, asam folat, dan kobalamin.

3
2. Ciri – Ciri Enzim

1. Biokatalisator : enzim hanya dihasilkan oleh sel-sel mahkluk hidup

yang digunakan untuk mempercepat proses reaksi.

2. Protein : sifat-sifat enzim sama dengan protein yaitu dapat rusak pada

suhu yang tinggi dan dipengaruhi pH

3. Bekerja Secara Khusus : enzim tertentu hanya dapat mempengaruhi

reaks tertentu, tidak dapat mempengaruhi raeksi lainnya. Zat yang

terpengaruhi oleh enzim rtersebut substrat. Substrat adalah zat yang

bereaksi. Oleh karena

- macam zat yang bereaksi di dalam sel sangat banyak, maka macam

enzim pun banyak

- Dapat Digunakan Berulang Kali: dapat digunakan berulang kali

karena enzim tidak berubah pada saat terjadi reaksi. Satu molekul

enzim dapat bekerja berkali-kali selama enzim itu tidak rusak.

- Rusak Oleh Panas : enzim rusak oleh panas karena merupakan suatu

protein . Rusaknya enzim oleh panas disebut denaturasi jika telah

rusak enzim tidak dapat bekerja lagi.

- Tidak Ikut Bereaksi : enzim hanya diperlukan untuk mempercepat

reaksi namun tidak ikut bereaksi.

- Bekerja Bolak Balik : suatu enzim dapat bekerja menguraikan suatu

senyawa menjadi senyawa-senyawa lain dan sebaliknya dapat pula

bekerja menyusun senyawa-senyawa itu menjadi senyawa semula.

4
3. Cara Kerja Enzim

1. Teori gembok - anak kunci Sisi aktif enzim mempunyai bentuk tertentu

yang hanya sesuai untuk satu jenis substrat saja. Entuk substrat sesuai

dengan sisi aktif, seperti gembok cocok dengan anak kuncinya. Hal itu

menyebabkan enzim bekerja secara spesifik. Substrat yang mempunyai

bentuk ruang yang sesuai dengan sisi aktif enzim akan berikatan dan

membentuk kompleks transisi enzim-substrat. Senyawa transisi ini tidak

stabil sehingga pembentukan produk berlangsung dengan sendirinya.

Jika enzim mengalami denaturasi (rusak) karena panas, bentuk sisi aktif

berubah sehingga substrat tidak sesuai lagi. Perubahan pH juga

mempunyai pengaruh yang sama.

2. Teori induced fit Reaksi antara substrat denan enzim berlangsung

karena adanya induksi molekul substrat terhadap molekul enzim.

Menurut teori ini, sisi aktif enzim bersifat fleksibel dalam

menyesuaikan struktur sesuai dengan struktur substrat. Ketika substrat

akan terinduksi dan kemudian mengubah bentuknya sedikit sehingga

mengakibatkan perubahan sisi aktif yang semula tidak cocok menjadi

cocok (fit). Kemidian terjadi pengikatan substrat oleh enzim, yang

selanjutnya substrat diubah menjadi produk. Produk kemudian

dilepaskan dan enzim kembali pada keadaan semula, siap untuk

mengikat substrat baru.

5
B. Enzim Katalase

Enzim merupakan senyawa yang dibentuk secara alamiah oleh tubuh

organisme. Enzim ini memiliki peranan dalam membantu proses penting di

dalam tubuh organisme tersebut. Dalam lingkup ilmu pengetahuan, enzim

diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis. Pengelompokkan ini didasarkan pada

beberapa hal antara lain fungsi biologis enzim, susunan gugus enzim, tingkat

kelarutan serta struktur 3 dimensi enzim itu sendiri. Salah satu jenis enzim yang

memiliki peranan yang cukup penting adalah enzim katalase. Enzim ini berperan

dalam mengurai H2O2atau Hidrogen Peroksida yang apabila tidak diurai akan

menjadi senyawa beracun.Lebih lanjut tentang enzim katalase, silahkan simak

uraian berikut ini.

Susunan Enzim Katalase

Enzim katalase ini terdiri atas 4 gugusan heme. Ia ada pada tulang, ginjal,

membran mukosa dan juga hati. Adapun aktifitas enzim katalase ini ditemukan di

wilayah mitokondria, peroksosom dan juga sutoplasma. Enzim katalase ini

mempunyai 4 rantai polupeptida yang pada masing-masing rantainya tersusun

atas kurang lebih 500 asam amino. Selain itu, enzim katalase ini juga mempunyai

empat kelompok ehem yang terbentuk dari cincin protoporphyrin. Cincin ini

mengandung atom besi yang tunggal. Adapun berat molekul tersebut sekitar

118.054,25 gram/mol.

6
Enzim katalase ini dimasukkan ke dalam golongan enzim hidroperoksidase

dimana ia melindungi tubuh organisme dari senyawa peroksida yang berbahaya.

Penumpukan senyawa ini bisa memancing radikal bebas yang jika tidak diurai

akan membuat membran sel di dalam tubuh rusak dan memancing penyakit

semacam kanker dan juga arterosklerosis.

Fungsi enzim katalase

Seperti telah dijelaskan sebelumnya,enzim katalase ini berperan dalam

mengurai senyawa peroksida yang ada di dalam tubuh. Lebih detil, senyawa

tersebut bernama Hidrogen Peroksida atau H2O2. Ia merupakan hasil peranapasan

dan terdapat di dalam sel-sel organisme. H2O2 ini harus dibuang. Pada posisi

inilah enzim katalase dibutuhkan. Enzim ini akan melakukan serangkaian proses

yang mengurai H2O2 menjadi oksigen dan juga air.

Pada kondisi tertentu, organisme utamanya manusia bisa saja kekurangan

enzim katalase. Kondisi akan akan membawa sejumlah kerugian terutama yang

berkaitan dengan organ yang banyak menyimpan enzim katalase. Kondisi

kurangnya enzim ini akan memicu sejumlah penyakit antara lain:

1. Akatalasia, yakni penyakit dimana seseorang mengalami kelainan pada

darahnya sehingga gusi dan bagian mulutnya mudah terluka. Gejala ini

akan muncul semakin sering setelah masa pubertas tiba. Penyakit ini

diturunkan secara genetis.

7
2. Penyakit Vitiligo yakni sejenis penyakit kulit yang gejalanya muncul

berupa bercak putih di beberapa bagian kulit tubuh. Hal ini merupakan

indikasi H2O2 di dalam tubuh tidak sebanding dengan enzim katalase.

3. Rambut beruban. Gejala ini disebabkan melimpahnya H2O2 dan

kurangnya enzim katalase yang pada akhirnya menghambat produksi

melamin yakni pigmen yang menjadi pewarna alamiah rambut manusia

C. Hati

Hati adalah sebuah kelenjar terbesar dan kompleks dalam tubuh,

berwarna merah kecoklatan, yang mempunyai berbagai macam fungsi,

termasuk perannya dalam membantu pencernaan makanan dan metabolisme

zat gizi dalam system pencernaan.

Hati manusia dewasa normal memiliki massa sekitar 1,4 Kg atau

sekitar 2.5% dari massa tubuh. Letaknya berada di bagian teratas rongga

abdominal, disebelah kanan, dibawah diagfragma dan menempati hampir

seluruh bagian dari hypocondrium kanan dan sebagian epigastrium abdomen.

Permukaan atas berbentuk cembung dan berada dibawah diafragma,

permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan fisura transverses.

Permukaannya dilapisi pembuluh darah yang keluar masuk hati.

Secara fisiologis, fungsi utama dari hati adalah:

1. Membantu dalam metabolisme karbohidrat

Fungsi hati menjadi penting, karena hati mampu mengontrol kadar

gula dalam darah. Misalnya, pada saat kadar gula dalam darah tinggi,

8
maka hati dapat mengubah glukosa dalam darah menjadi glikogen yang

kemudian disimpan dalam hati (Glikogenesis), lalu pada saat kadar gula

darah menurun, maka cadangan glikogen di hati atau asam amino dapat

diubah menjadi glukosa dan dilepakan ke dalam darah (glukoneogenesis)

hingga pada akhirnya kadar gula darah dipertahankan untuk tetap normal.

Hati juga dapat membantu pemecahan fruktosa dan galaktosa menjadi

glukosa dan serta glukosa menjadi lemak.

2. Membantu metabolisme lemak

Membantu proses Beta oksidasi, dimana hati mampu menghasilkan

asam lemak dari Asetil Koenzim A. Mengubah kelebihan Asetil Koenzim

A menjadi badan keton (Ketogenesis). Mensintesa lipoprotein-lipoprotein

saat transport asam-asam lemak dan kolesterol dari dan ke dalam sel,

mensintesa kolesterol dan fosfolipid juga menghancurkan kolesterol

menjadi garam empedu, serta menyimpan lemak.

3. Membantu metabolisme Protein

Fungsi hati dalam metabolisme protein adalah dalam deaminasi

(mengubah gugus amino, NH2) asam-asam amino agar dapat digunakan

sebagai energi atau diubah menjadi karbohidrat dan lemak. Mengubah

amoniak (NH3) yang merupakan substansi beracun menjadi urea dan

dikeluarkan melalui urin (ammonia dihasilkan saat deaminase dan oleh

bakteri-bakteri dalam usus), sintesis dari hampir seluruh protein plasma,

seperti alfa dan beta globulin, albumin, fibrinogen, dan protombin

9
(bersama-sama dengan sel tiang, hati juga membentuk heparin) dan

transaminasi transfer kelompok amino dari asam amino ke substansi (alfa-

keto acid) dan senyawa lain.

4. Menetralisir obat-obatan dan hormone

Hati dapat berfungsi sebagai penetralisir racun, yakni pada obat-

obatan seperti penisili.

D. Daun Pepaya

Daun pepaya merupakan salah satu jenis sayuran yang diolah pada saat

masih muda menjadi makanan yang lezat dan bergizi tinggi. Disamping dapat

diolah menjadi makanan yang lezat, daun pepaya dapat pula

dijadikan obat untuk beberapa jenis penyakit. Helaian daun pepaya berbentuk

menyerupai tangan manusia. Apabila daun pepaya dilipat tepat di tengah, maka

akan tampak bahwa daun pepaya berbentuk simetris.

Kandungan gizi

Daun pepaya memiliki kandungan gizi yang cukup beragam

diantaranya vitamin A 18250 SI, vitamin B1 0,15 miligram per 100

gram, vitamin C 140 miligram per 100 gram daun pepaya, kalori 79 kal per 100

gram, protein 8,0 gram per 100 gram, lemak 2,0 gram per 100 gram, hidrat

arang/karbohidrat 11,9 gram per 100 gram, kalsium 353 miligram per 100

gram, dan air 75,4 gram per 100 gram. Daun pepaya juga mengandung

10
carposide yang dapat berfungsi sebagai obat cacing. Daun pepaya

mengandung zat papain yang tinggi sehingga menjadikan rasanya pahit, namun

zat ini justru bersifat stomakik yaitu dapat meningkatkan nafsu makan.

Khasiat obat

Daun Pepaya yang bercita rasa pahit ini dapat digunakan untuk

mengobati beberapa penyakit, diantaranya:

 Batu Ginjal, caranya beberapa lembar daun pepaya dicuci bersih lalu direbus,

kemudian air rebusan tersebut diminum dan diakhiri dengan meminum

air kelapa muda (namun, bagi yang mengidap hipertensi tidak diperkenankan

menggunakan metode ini).

 Malagizi (gejala kekurangan gizi pada balita), caranya daun pepaya ditumbuk

bersama daun dadap serep, dan kapur sirih kemudian dipergunakan sebagai

bedak dan dioleskan pada perut si penderita.

 Sakit perut pada waktu haid, caranya 1 lembar daun pepaya ditumbuk

bersama dengan buah asam dan garam lalu ditambahkan air masak, campuran

tersebut kemudian diperas, disaring dan diminum pada saat haid.

 Disentri, caranya 2 lembar daun pepaya direbus dalam 1 liter air bersama

dengan 1 sendok teh bubuk kopi, lalu disaring dan diminum satu cangkir per

hari.

 Diare, caranya daun pepaya direbus bersama dengan minyak kelapa, lalu

daun pepaya yang layu tersebut ditempelkan pada perut penderita.

11
 Membasmi cacing perut, caranya daun pepaya direbus dalam 2 gelas air

bersama dengan adas pulowaras sampai mendidih, lalu air rebusan tersebut

disaring dan diminum setiap malam sebelum tidur.

 Mengatasi keputihan, caranya 1 daun pepaya yang telah dicuci bersih direbus

dalam 1,5 liter air bersama 50 gram akar alang-alang dan pulasari, kemudian

air rebusan tersebut disaring dan diminum setiap hari satu kali.

 Mengatasi jerawat, caranya 2-3 helai daun pepaya yang sudah tua dijemur

kemudian dihaluskan dan ditambahkan air kemudian sari daun pepaya

tersebut dioleskan pada bagian yang berjerawat.

 Mengatasi noda hitam di wajah, caranya daun pepaya dihaluskan dengan cara

ditumbuk ataupun diblender dan ditambah air, kemudian air sari daun pepaya

tersebut dicampurkan dengan masker dan dioleskan pada wajah, setelah 15

menit wajah dibasuh dengan air hangat sampai bersih.

E. Air

Air merupakan substansi kimia H2O: satu melekul air tersusun atas dua

atom hidrogen yang terikat dengan kovalen pada satu atom oksigen. Air

berbentuk tidak berwarna tidak berasa dan serta tidak berbau dalam keadaan

standar

Air adalah unsur penting dalam pertumbuhan karena tidak mungkin

tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang tanpa memerlukan air.fungsi air bagi

tumbuhan adalah sebagai berikut:

1. Fotosintesis

12
2. Mengedarkan hasil-hasil fotosintesis

3. Sebagai pelarut inti sel dalam proses pertumbuhan dan

perkembangan

4. Menentukan proses transportasi untuk hara yang ada di dalam tanah

5. Berperan sebagai metabolisme sel

F. Larutan –larutan yang digunakan di dalam praktikum

a. Larutan hidrogen peroksida (H2O2)

Hidrogen peroksida (H2O2) adalah cairan bening , agak lebih kental

daripada air, yang merupakan oksidator kuat.

Senyawa ini ditemukan oleh Louis Jacques Thenard di tahun 1818.

Sebagai bahan kimia anorganik dalam bidang industri, teknologi yang

digunakan untuk Hidrogen Peroksida adalah auto oksidasi Anthraquinone.

Dengan ciri khasnya yang berbau khas keasaman dan mudah larut dalam air,

dalam kondisi normal (ambient) kondisinya sangat stabil dengan laju

dekomposisi kira-kira kurang dari 1% per tahun. Salah satu keunggulan

Hidrogen Peroksida dibandingkan dengan oksidator yang lain adalah sifatnya

yang ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya.

Kekuatan oksidatornya pun dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

b. Larutan Asam klorida (HCL)

Hidrogen klorida (HCl) adalah asam monoprotik, yang berarti bahwa ia

dapat berdisosiasi melepaskan satu H+ hanya sekali. Dalam larutan asam

13
klorida, H+ ini bergabung dengan molekul air membentuk ion , H3O+HCl +

H2O → H3O+ + Cl−

Ion lain yang terbentuk adalah ion klorida, Cl−. Asam klorida oleh

karenanya dapat digunakan untuk membuat garam klorida, seperti natrium

klorida. Asam klorida adalah karena ia berdisosiasi penuh dalam air.

Asam monoprotik memiliki satu , Ka, yang mengindikasikan tingkat

disosiasi zat tersebut dalam air. Untuk asam kuat seperti HCl, nilai Ka cukup

besar. Beberapa usaha perhitungan teoritis telah dilakukan untuk menghitung

nilai KaHCl. Ketika garam klorida seperti NaCl ditambahkan ke larutan HCl,

ia tidak akan mengubah pH larutan secara signifikan. Hal ini

mengindikasikan bahwa Cl− adalah yang sangat lemah dan HCl secara penuh

berdisosiasi dalam larutan tersebut. Untuk larutan asam klorida yang kuat,

asumsi bahwa molaritas H+ sama dengan molaritas HCl cukuplah baik,

dengan ketepatan mencapai empat digit angka bermakna.

Dari tujuh asam mineral kuat dalam kimia, asam klorida merupakan

asam monoprotik yang paling sulit menjalani reaksi redoks. Ia juga

merupakan asam kuat yang paling tidak berbahaya untuk ditangani

dibandingkan dengan asam kuat lainnya. Walaupun asam, ia mengandung ion

klorida yang tidak reaktif dan tidak beracun. Asam klorida dalam

konsentrasi menengah cukup stabil untuk disimpan dan terus

14
mempertahankan konsentrasinya. Oleh karena alasan inilah, asam klorida

merupakan reagen pengasam yang sangat baik.

Asam klorida merupakan asam pilihan dalamtitrasi untuk menentukan

jumlah basa. Asam yang lebih kuat akan memberikan hasil yang lebih baik

oleh karena titik akhir yang jelas. Asam klorida azeotropik (kira-kira 20,2%)

dapat.

c. Larutan natrium hidrogen (NAOH)

Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda

kaustik atau sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium

Hidroksida terbentuk dari Natrium Oksida dilarutkan dalam air. Natrium

hidroksida membentuk larutan yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. Ia

digunakan di berbagai macam bidang industri, kebanyakan digunakan sebagai

basa dalam proses produksi bubur kayu dankertas, tekstil, air

minum, sabun dan deterjen. Natrium hidroksida adalah basa yang paling

umum digunakan dalam laboratorium kimia.

Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia dalam


bentuk pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50%. Ia bersifat lembap
cair dan secara spontan menyerap karbon dioksida dari udara bebas. Ia sangat
larut dalam air dan akan melepaskan panas ketika dilarutkan. Ia juga larut
dalam etanol dan metanol, walaupun kelarutan NaOH dalam kedua cairan ini
lebih kecil daripada kelarutan . Ia tidak larut dalam dietil eter dan pelarut
non-polar lainnya. Larutan natrium hidroksida akan meninggalkan noda
kuning pada kain dan kertas.

15
BAB III
METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum tentang enzim katalase ini kami lakukan pada :


Hari : Rabu , 21 Agustus 2019
Tempat : Di Laboratorium SMA NEGERI 12 MAKASSAR

B. Alat dan Bahan


1. Hati ayam
2. Jantung ayam
3. H2O2
4. HCl
5. NaOH
6. Daun papaya
7. Lampu spiritus
8. 8 buah tabung reaksi dan rak tabung reaksi
9. 2 buah pipet
10. 1 buah pinset
11. 1 buah cutter
12. 1 buah gelas kimia
13. Lidi membara
14. Cawan petri

C. Cara Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Masing-masing tabung reaksi diberi label A, B, C, D, dan E
3. Mengisi tabung reaksi dengan H2O2
4. Memotong hati dan memasukkan pada tabung reaksi A yang berisi H2O2
segeralah menutup mulut tabung reaksi dengan menggunakan ibu jari
5. Ambil lidih membara dan dekatkan ke mulut tabung reaksi, lalu bukalah
dan masukkan lidi perlahan-lahan sambil amati perubahannya

16
6. Memotong hati lalu meletakkan di cawan petri dan tetesi/rendam dengan
larutan HCl
7. Ambil hati yang telah ditetesi HCl dan masukkan pada tabung reaksi B
yang berisi H2O2, segeralah menutup mulut tabung reaksi dengan
menggunakan ibu jari
8. Uji dengan lidi membara
9. Memotong hati lalu meletakkan di cawan petri dan ditetesi/rendam dengan
larutan NaOH
10. Ambil hati yang telah ditetesi NaOH dan masukkan pada tabung reaksi
11. Uji dengan lidi membara
12. Potonglah hati ayam dan masukkan dalam air mendidih selama 3 menit,
lalu masukkan ke tabung reaksi D yang berisi H2O2, segeralah menutup
mulut tabung reaksi dengan menggunakan ibu jari.
13. Uji coba dengan lidi membara
14. Ulangi langkah 4 dan 5 dengan mengganti hati ayam dengan daun papaya
yang diiris tipis-tipis
15. Mencatat hasil pengamatan dengan tabel pengamatan

17
BAB VI

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHSAN

A. Tabel Hasil Pengamatan


Bahan yang Jumlah
Tabung pH Suhu Nyala/tidak
direaksikan gelembung
Netral
A Hati ayam + H2O2 Optimum ++++ nyala
7,0-7,2
Hati ayam + HCl + Asam Tidak
B Optimum ++
H2O2 3 nyala
Hati ayam + Basa Tidak
C Optimum -
NaOH + H2O2 14 nyala
Tinggi
Hati ayam panas + Asam,basa + Tidak
D -
H2O2 5-8 100derajat nyala
celcius
Daun papaya + Netral
E Optimum +++ nyala
H2O2 7,0-7,2

Keterangan:
_ : Tidak ada
+ : gelembung sedikit
++ : gelembung sedang
+++ : gelembung banyak
++++ : gelembung sangat banyak
B. Pembahasan
1. Pada Tabung sampel A (PH netral 7,0-7,2) yang berisi ekstrak hati di

tambah H2 O2 , karena saat ekstrak diberi H2 O2 terjadi gelembung-

18
gelembung udara yang banyak. Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase

yang terdapat di dalam hati ayam mengubah H2 O2 menjadi H2 O

(air). Sedangkan pada waktu di masukkan lidi membara kedalamnya, timbul

nyala api. Hal ini membuktikan bahwa H2 O2 juga diuraikan menjadi O2

2. Pada Tabung sampel B (PH asam 3) berisi ekstrak hati yang ditambah

H2 O2 + HCl, Pertambahan HCl disini di maksudkan untuk membuat ekstrak

dalam keadaan terlalu asam. pada percobaan ini menghasilkan gelembung

yang sedang dan api menyala. Dan membuktikan bahwa pada keadaan yang

terlalu asam yaitu dengan ditambahnya HCl enzim tidak dapat bekerja

secara optimal.

3. Pada tabung sampel C (PH Basa 14) berisi ekstrak hati yang ditambah

H2 O2 + NaOH, penambahan NaOH disini dimaksudkan untuk membuat

ekstrak dalam keadaan terlalu basa. Menghasilkan gelembung sedikit, dan

api tidak menyala. Hal ini membuktikan bahwa enzim tidak mampu

mengubah H2 O2 menjadi H2 O ( air ) dan O2 (oksigen) dalam kondisi yang

basa.

4. Pada tabung Sampel D (PH asam basa 5-8) berisi ekstrak hati ayam panas

yang ditambahkan H2 O2 .Enzim katalase bekerja dengan menguraikan

H2 O2 menjadi air (H2 O) dan Oksigen (O2 ). Tidak menghasilkan

gelembung, dan api tidak menyala. Hal ini disebabkan karena protein di

dalam enzim katalase yang terdapat di ekstrak telah rusak sehingga tidak

dapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2

19
5. Pada tabung sampel E (PH netral 7,0-7,2) berisi daun pepaya di tambahkan

H2O2 , menghasilkan gelembung yang sedikit, dan nyala api tetapi tidak

begitu menyala. Hal ini membuktikan bahwa enzim yang terdapat pada daun

pepaya mampu mengubah H2 O2 menjadi H2 O ( air ) dan O2 (oksigen).

C. Peranan Enzim Katalase

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, enzim katalase ini berperan dalam

mengurai senyawa peroksida yang ada di dalam tubuh. Lebih detil, senyawa

tersebut bernama Hidrogen Peroksida atau H2O2. Ia merupakan hasil

peranapasan dan terdapat di dalam sel-sel organisme. H2O2 ini harus dibuang.

Pada posisi inilah enzim katalase dibutuhkan. Enzim ini akan melakukan

serangkaian proses yang mengurai H2O2 menjadi oksigen dan juga air.

Pada kondisi tertentu, organisme utamanya manusia bisa saja kekurangan

enzim katalase. Kondisi akan akan membawa sejumlah kerugian terutama yang

berkaitan dengan organ yang banyak menyimpan enzim katalase.

D. Faktor – faktor yang mempengaruhi cara kerja enzim katalase

Enzim tertentu dapat bekerja secara optimal pada kondisi tertentu pula.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah sebagai berikut

a. Suhu

Enzim menjadi rusak bila suhunya terlalu tinggi atau rendah. Protein

akan mengental atau mengalami koagulasi bila suhunya terlalu tinggi

(panas).

20
b. Derajat keasaman (pH)

Enzim menjadi nonaktif jika diperlakukan pada asam dan basa yang

sangat kuat. Sebagian besar enzim bekerja paling efektif pada kisaran pH

lingkungan yang sedikit sempit (pH = ±7). Di luar pH optimal, kenaikan

atau penurunan pH menyebabkan penurunan aktivitas enzim dengan

cepat.

c. Konsentrasi enzim, substrat, dan kofaktor

Jika pH dan suhu suatu sistem enzim dalam keadaan konstan serta jumlah

substrat berlebihan, maka laju reaksi sebanding dengan jumlah enzim

yang ada. Jika pH, suhu dan konsentrasi enzim dalam keadaan konstan,

maka reaksi awal hinga batas tertentu sebanding dengan substrat yang

ada. Jika enzim memerlukan suatu koenzim atau ion kofaktor, maka

konsentrasi substrat dapat menetukan laju reaksi.

d. Inhibitor enzim

Kerja enzim dapat dihambat, baik bersifat sementara maupun tetap oleh

inhibitor berupa zat kimia tertentu. Pada konsentrasi substrat yang rendah

akan terlihat dampak inhibitor terhadap laju reaksi.

E. Bahan Diskusi

1. Mengapa H2O2 diapakai sebagai bahan percobaan untuk mengamatai kerja

enzim katalase?

21
Jawab : Karena H2O2 adalah senyawa sangat relative dan dapat merusak sel.

Oleh karena itu, H2O2 dikumpulkan dalam peroksisom kemudian

didegradasi oleh enzim katalase menjaji hidrogren dan oksigen

2. Dari hasl percobaanmu, dimanakah ditemukan enzim katalase?

Jawab : pada hati ayam diberikan H2O2, daun papaya yang diberiakan H2O2

dan pada jantung ayam yang diberikan H2O2

3. Mengapa reaksi berkurang jika hati yang dimaksukkan H2O2 dimasukkan

kedalam larutan asam atau basa?

Jawab : Karena enzim menjadi nonaktif jika diperlukan pada asam dan basa

yang sangat kuat. Sebagian besar enzim bekerja paling aktif pada kisaran PH

lingkungan yang edikit sempit

4. Apa yang terjadi bila dalam jaringan tubuh banyak tertimbun H2O2?

Jawab : bila dalam tubuh tertimbun H2O2 sel – sel dalam tbuh terutama

organ hat dapat rusak karena H2O2 bersifat racun dalam tubuh

5. Bagaimana usaha menetralkannnya dalam tubuh?

Jawab : dapat menguraikan hydrogen peroksida (H2O2) yang merupakan

senyawa berbahaya bagi tubuh menjadi air (H2O) dan oksigen yang bukan

merupakan senyawa yang berbahaya

6. Dapatkah kamu simpulkan apa peraran enzim katalase dalam tbuh?

Jawab : peran enzim katalase yaitu dapat menguraikan H2O2 yang

merupakan senyawa berbahaya menjadi H2O

22
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari percobaan yang telah kami lakukan, dapat diambil kesimpulan

Enzim katalase terdapat di hati, praktikum ini membuktikan bahwa fungsi

hati sebagai tempat penetralisir racun dan bahwa enzim katalase berperan

dalam penguraian racun dari H2O2 menjadi H2O dan O2 , dimana kerjanya

dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu suhu dan pH. Enzim katalase akan

rusak apabila berada pada suhu tinggi dan pH terlalu asam maupun terlalu

basa. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya gelembung dan nyala bara

api.

peran enzim katalase yaitu dapat menguraikan H2O2 yang merupakan

senyawa berbahaya menjadi H2O

Dimana semakin banyak gelembung gas dan semakin terang nyala bara

api berarti kerja enzim katalase akan semakin cepat dan begitu pula

sebaliknya karena salah satu kerja enzim yaitu sebagai katalisator/pemercepat

reaksi.

B. Saran

1. Dibutuhkan waktu yang lebih lama, dan waktu yang khusus (diluar jam

pelajaran) untuk melakukan percobaan ini agar kami lebih teliti dan

intensif dalam menguji faktor yang mempengaruhi kerja enzim.

23
2. Dibutuhkan alat -alat yang lebih lengkap agar data hasil percobaan kami

lebih akurat.

3. Dibutuhkan kerja kelompok yang solid agar semua anggota lebih aktif

dan lebih mengetahui dari praktek ini

4. Dalam melakukan praktikum harus berhati-hati agar tidak terkena cairan

yang berbahaya.

24
DAFTAR PUSTAKA
https://mypelhappystudy.blogspot.com/2016/04/laporan-praktikum-
uji-enzim-katalase.html

https://kumpulanmakalah4.blogspot.com/2017/05/makalah-uji-coba-
enzim-katalase-pada.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Daun_pepaya

http://ekscerita.blogspot.com/2015/09/laporan-biologi-faktor-faktor-
enzim-katalase.html

25
LAMPIRAN
(DOKUMENTASI PRAKTIKUM)

26
27
28
Larutan A (Nyala)
29
Larutan B, C, D (tidak nyala)

Larutan E (nyala)
30
31

Anda mungkin juga menyukai