Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PENCEGAHAN DEMAM

BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS BALOI PERMAI

DISUSUN OLEH :

Firmansyah 616080716017
Hernis Febri Jayanti Z 616080716000
Rani Nur Alif Tarigan 616080716000
Rizka Ayu Gustia 616080716000
Safitri Gunawan 616080716050
Siti Ramadania 616080716051
Tania Afriyani 616080716052
Tania Septiani sari 616080716053

STIKES MITRA BUNDA PERSADA BATAM

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN


PROFESI NERS

TAHUN AJARAN 2019/2020


A. Latar Belakang
Demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah
penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Sampai saat ini, infeksi
virus Dengue tetap menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Indonesia
dimasukkan dalam kategori “A” dalam stratifikasi DBD oleh World Health
Organization (WHO) 2001 yang mengindikasikan tingginya angka perawatan
rumah sakit dan kematian akibat DBD, khususnya pada anak. Berdasarkan
data Departemen Kesehatan RI (2007) menunjukkan jika dibandingkan antara
tahun 2006 dan tahun 2005 terdapat peningkatan jumlah penduduk, provinsi
dan kecamatan yang terjangkit penyakit ini, dengan case fatality rate sebesar
1,01%. (Chen, 2009).
Menurut Wiradharma (2009) Hal-hal yang menyebabkan masalah
dalam kasus DBD adalah angka kematian yang tinggi, penyebaran penyakit
yang mudah meluas dan terutama menyerang anak-anak. Pada DBD yang
terlambat ditegakkan diagnosisnya sering berakibat fatal.
Penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD ) merupakan penyakit
endemis di Indonesia dan sampai saat ini masih merupakan masalah utama
kesehatan masyarakat. Penyakit Demam Berdarah disebabkan oleh infeksi
virus Dengue yang akut dan ditandai dengan panas mendadak selama 2 – 7
hari tanpa sebab yang jelas disertai dengan manifestasi perdarahan, seperti
petekie, epistaxis kadang disertai muntah darah, berak darah, kesadaran
menurun, dan syock (Soegijanto, 2006).

B. Tujuan

1. Tujuan Instruksi Umum (TIU)


Setelah di lakukan edukasi oleh perawat di harapkan peserta dapat
mengerti dan memahami pencegahan demam berdarah dengue (DBD).
2. Tujuan Instruksi Khusus (TIK)
Setelah di lakukan edukasi perawat di harapkan mampu menjelaskan
tentang :
a. Definisi Demam Berdarah Dengue (DBD)
b. Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
c. Cara penularan Demam Berdarah Dengue (DBD)
d. Ciri-ciri dan sifat Nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD)
e. Tanda dan Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)
f. Cara Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)
g. Tindakan yang dapat dilakukan pada penderita Demam Berdarah
Dengue (DBD)

C. Pelaksanaan Kegiatan
1. Topik
Pencegahan demam berdarah dengue (DBD)
2. Sasaran
Seluruh pasien Puskesmas Baloi Permai
3. Target
Semua klien yang ada di ruangan penyuluhan tahu tentang Pencegahan
Demam Berdarah Dengue (DBD)
4. Media dan Alat
a. leaflet
Yang berisi penjelasan dalam gambar dan tulisan tentang Pencegahan
Demam Berdarah Dengue (DBD)
5. Waktu dan Tempat
a. Hari /Tanggal : Sabtu, 11 Januari 2020
b. Pukul : 09.00 WIB
c. Tempat : Puskesmas Baloi Permai

D. Pembahasan Materi
1. Definisi Demam Berdarah Dengue (DBD)
2. Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
3. Cara penularan Demam Berdarah Dengue (DBD)
4. Ciri-ciri dan sifat Nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD)
5. Tanda dan Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)
6. Cara Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)
7. Tindakan yang dapat dilakukan pada penderita Demam Berdarah Dengue
(DBD)

E. Metode Belajar
1. Metode ceramah atau seminar
Metode ini digunakan untuk menyampaikan informasi.
2. Metode Demonstrasi
Metode ini digunakan untuk mencapai tujuan
3. Tanya jawab

F. Kegiatan Penyuluhan

No T a h a p a n / K e g i a t a n M a h a s i s Kwe ag i a t a n M u r i d
w a k t u

1 Pembukaan  M e m b e r i S a l a m Menjawab Salam


5 menit  M e m p e r k e n a l k a n d i r i M e n d e n g a r k a n
 M e n j e l a s k a n t u j u a n p e n y u l u h a n Mendengarkan dan
 Membuat kontrak waktu memperhatikan
 Menyetujui kontrak
w a k t u

2 I s i Penyampaian materi menjelaskan tentang:  M e n j a w a b


15 menit  Defi ni si Dem am B er darah D en gue Mendengarkan
( D B D )  Mendengarkan
 Penyebab Demam Berdarah Dengue Mempraktekkan
( D B D ) M e n g a j u k a n
 Cara penularan Demam Berdarah pertanyaaan.
D e n g u e ( D B D )
 Ciri-cir dan sifat nyamuk DBD
 Tanda dan Gej al a Dem am Berdara h
D e n g u e ( D B D )
 C ara P encegahan Dem am berdarah
D e n g u e ( D B D )
 Tindakan yang dapat dilakukan pada
p e n d e r i t a D B D
 Memberikan kesempatan untuk
b e r t a n y a
 Menjawab pertanyaan peserta

3 Penutup  M e m b e r i k a n r e w a r d d a n M e n j a w a b .
2 menit r e i n f o r c e m e n t p o s i t i f . Mendengarkan dan

 Merangkum dan memperjelas jawaban. menjawab salam

 Menyampaikan salam penutu p

G. Setting Tempat

Penyaji Notulen
Dokumentasi
Moderator

Fasilitator

Pasien Puskesmas Botania

Observer

Dokumentasi
H. Struktur Peran Organisasi

1. Moderator : Rani Nuralif Tarigan


2. Penyaji : Firmansyah
3. Notulen : Rizka Ayu Gustia
4. Fasilitator : Siti Ramadania
Hernis Febri Jayanti Z
5. Observer : Tania Septiani
Safitri Gunawan
6. Dokumentasi : Tania Afriyani

I. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Materi sudah siap dan dipelajari 1 hari sebelum penkes
b. Media sudah siap 1 hari sebelum penkes
c. Tempat sudah siap 2 jam sebelum penkes
d. SAP sudah siap 1 hari sebelum penkes
2. Evaluasi Proses
a. Peserta datang tepat waktu
b. Peserta memperhatikan penjelasan perawat
c. Peserta aktif bertanya atau memberikan pendapat
d. Media dapat digunakan secara efektif
3. Evaluasi Hasil
a. Peserta dapat menjelaskan tentang definisi Demam Berdarah Dengue
(DBD)
b. Peserta dapat menyebutkan Penyebab Demam Berdarah Dengue
(DBD)
c. Peserta dapat menjelaskan cara penularan Demam Berdarah Dengue
(DBD)
d. Peserta dapat menjelaskan Ciri-ciri dan sifat Nyamuk Demam
Berdarah Dengue (DBD)
e. Peserta dapat menjelaskan Tanda dan Gejala Demam Berdarah Dengue
(DBD)
f. Peserta dapat menjelaskan tentang bagaimana cara pencegahan demam
berdarah dengue (DBD).
g. Peserta dapat menyebutkan tindakan yang dapat dilakukan pada
penderita DBD

J. Materi

1. Definisi Demam Berdarah Dengue (DBD)


Penyakit Dangue adalah infeksi akut yang disebabkan oleh
arbovirus (arthropadborn virus) dan ditularkan melalui gigitan nyamuk
Aedes (Aedes albopictuse dan Aedes aegypti). Sampai sekarang dikenal
ada 4 jenis virus dangue yang dapat menimbulkan penyakit, baik demam
dangue maupun demam berdarah. Demam Berdarah Dangue adalah
penyakit yang disebabkan oleh virus dangue I, II, II, dan IV yang
ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpitus. (Soegijanto,
2004).

2. Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)


Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue dari
kelompok Arbovirus B,yaitu arthropod-borne virus atau virus yang
disebabkan oleh artropoda virus ini termasuk genus Flavivirus dari
famili Flaviviridae. (widoyono, 2011).
Ada empat serotipe yaitu DEN -1, DEN-2, DEN-3, DEN-4 .
serotipe DEN-3 merupakan jenis yang sering dihubungkan dengan kasus-
kasus parah . infeksi oleh salah satu serotipe akan menimbulkan kekebalan
terhadap serotipe yang bersangkutan, tetapi tidak untuk serotipe yang lain.
Keempat jenis virus tersebut semuanya terdapat di Indonesia. Di daerah
Endemik DBD, seseorang dapat terkena infeksi semua serotipe virus pada
waktu yang bersamaan. (widoyono, 2011).
3. Cara Penularan
Penularan virus dengue dari manusia ke manusia atau dari kera ke
kera yang lain terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes betina yang telah
terinfeksi virus tersebut.Sekali nyamuk terinfeksi virus maka sepanjang
hidupnya virus ini akan hidup dalam tubuh nyamuk tersebut. Selanjutnya,
nyamuk tersebut akan menularkan virus ke tubuh manusia atau kera
melalui gigitan dan isapan darah. Nyamuk betina yang terinfeksi virus
dengue juga dapat menularkan virus tersebut kepada keturunannya,
sehingga semakin banyak nyamuk yang terinfeksi. (Agus Susanto, 2007).
Virus tidak dapat hidup tanpa menumpang pada inang, yaitu
makhluk hidup lain. Manusia merupakan inang utama bagi virus. Beberapa
jenis kera juga dapat terinfeksi virus dengue dan selanjutnya menjadi
sumber virus bagi nyamuk ketika ada nyamuk yang mengisap darah
tersebut. Nyamuk mendapat virus demam berdarah dari pasien yang
demam berdarah dengue, maupun orang yang tidak tampak sakit namun
dalam aliran darahnya terdapat virus dengue. (Agus Susanto, 2007).

4. Ciri-Ciri dan Sifat Nyamuk DBD


 Warna hitam dan bercak putih pada badan dan kaki.
 Hidup di dalam ruangan, tempat genangan air dan kumuh
 Sulit untuk ditangkap karena mereka bergerak sangat cepat, melesat
maju mundur.
 Mereka menggigit pada pagi atau siang hari
 Bersembunyi di bawah perabot dan sering menggigit orang di sekitar
kaki atau pergelangan kaki
 Gigitan relatif tidak sakit, sehingga orang mungkin tidak melihat
mereka sedang tergigit.
Nyamuk demam berdarah dewasa lebih memilih untuk beristirahat
di daerah gelap. Tempat beristirahat favorit berada di bawah tempat tidur,
meja dan kursi, di lemari pakaian atau lemari, di tumpukan cucian kotor
dan sepatu; dalam wadah terbuka, di ruang yang gelap dan tenang, dan
bahkan pada objek gelap seperti pakaian atau perabot.
5. Tanda Dan Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)
a. Demam
Demam berdarah dengue biasanya ditandai dengan demam yang
mendadak tanpa sebab yang jelas, continue, bifasik. Biasanya
berlangsung 2-7 hari (Bagian Patologi Klinik, 2009). Naik turun dan
tidak berhasil dengan pengobatan antipiretik. Demam biasanya
menurun pada hari ke-3 dan ke-7 dengan tanda-tanda anak menjadi
lemah, ujung jari, telinga dan hidung teraba dingin dan lembab. Masa
kritis pda hari ke 3-5. Demam akut (38°-40° C) dengan gejala yang
tidak spesifik atau terdapat gejala penyerta seperti , anoreksi, lemah,
nyeri punggung, nyeri tulang sendi dan kepala.
b. Pendarahan
Manifestasi perdarahan pada umumnya muncul pada hari ke 2-3
demam. Bentuk perdarahan dapat berupa: uji tourniquet positif yang
menandakan fraglita kapiler meingkat (Bagian Patologi Klinik, 2009).
Kondisi seperti ini juga dapat dijumpai pada campak, demam
chikungunya, tifoid, dll. Perdarahan tanda lainnya ptekie, purpura,
ekomosis, epitaksis dan perdarahan gusi, hematemesisi melena. Uji
tourniquet positif jika terdapat lebih dari 20 ptekie dalam diameter 2,8
cm di lengan bawah bagian volar termasuk fossa cubiti.
c. Syok
Syok biasanya terjadi pada saat demam mulai menurun pada hari
ke-3 dan ke-7 sakit. Syok yang terjadi lebih awal atau periode demam
biasanya mempunyai prognosa buruk (Bagian Patologi Klinik, 2009).
Kegagalan sirkulasi ini ditandai dengan denyut nadi terasa cepat dan
lemah disertai penurunan tekanan nadi kurang dari 20 mmHg. Terjadi
hipotensi dengan tekanan darah kurang dari 80 mmHg, akral dingin,
kulit lembab, dan pasien terlihat gelisah.
6. Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)
PSN adalah kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dalam
membasmi jentik nyamuk penularan demam berdarah. PSN dapat
dilakukan dengan cara 3M plus :
1) Menguras bak mandi secara teratur seminggu sekali, mengganti air
pada vas bunga, tempat penampungan air secara teratur kurang dari
satu minggu.
2) Menutup rapat-rapat tempat pembuangan akhir (TPA)
3) Mengubur atau menyingkirkan kaleng-kaleng bekas, plastik, dan ban
bekas serta barang-barang lainnya yang dapat menampung air hujan
sehingga tidak menjadi sarang nyamuk
4) Plus pengendalian seperti adanya kelambu,soffel, dan sebagainya,
Pemerintah telah menganggap KLB demam berdarah yang terjadi
hampir setiap musim penghujan merupakan permasalahan kesehatan yang
harus ditangani secara serius. Beberapa kebijakan pemerintah terkait
penanganan demam berdarah di antaranya sebagai berikut:
a. Memerintahkan semua rumah sakit swasta maupun negeri untuk tidak
menolak pasien yang menderita DBD
b. Meminta direktur utama rumah sakit untuk memberikan pertolongan
secepatnya kepada penderita DBD
c. Melakukan fogging secara massal di daerah yang terkena DBD
d. Membagikan bubuk Abate secara gratis kepada daerah-daerah yang
banyak terkena DBD. Temephos atau Altosid ditaburkan 2-3 bulan
sekali dengan takaran 10 gram Abate ( ± 1 sendok makan peres) untuk
100 liter air atau dengan takaran 2,5 gram Altosid ( ± 1/4 sendok makan
peres) untuk 100 liter air.
e. Menggerakkan permasalahan melaksanakan pemberantasan sarang
nyamuk denagn cara 3M plus melalui surat edaran dari masing-masing
provinsi
f. Pemerintah mengangkat juru pemantau jentik nyamuk honorer di setiap
rukun warga,dan diberikan pelatihan terlebih dahulu
Jadi masyarakat perlu ikut menjaga kebersihan lingkungan agar
tidak menjadi sarang nyamuk. Dinas kesehatan dan aparat lainnya
melakukan penyuluhan tentang kasus dari demam berdarah yang terus
meingkat, dengan demikian di harapkan masyarakat mengetahui dan ikut
berperan dalam upaya pencegahan demam berdarah agar jumlah korban
dapat ditekan. (Agus Susanto, 2007).

7. Tindakan Yang Dapat Dilakukan Pada Penderita DBD


Pada orang yang menderita demam berdarah pada awalnya
mengalami demam tinggi. Kondisi demam dapat mengakibatkan tubuh
kekurangan cairan karena penguapan, apalagi bila gejala yang menyertai
adalah muntah atau intake tidak adekuat (tidak mau minum), akhirnya
jatuh dalam kondisi dehidarasi. Pertolongan pertama yang dapat diberikan
adalah mengembalikan cairan tubuh yaitu meberikan minum 2 liter/hari
(kira – kira 8 gelas) atau 3 sendok makan tiap 15 menit.
Ada cara yang bisa ditempuh tanpa harus diopname di rumah sakit, tapi
butuh kemauan yang kuat untuk melakukannya. Cara itu adalah sebagai
berikut (WHO, 1999):
a. Minumlah air putih minimal 20 gelas berukuran sedang setiap hari
(lebih banyak lebih baik)
b. Kompres dengan air hangat
c. Cobalah menurunkan panas dengan minum obat penurun panas.
Parasetamol sebagai pilihan, dengan dosis 10 mg/BB/kali tidak lebih
dari 4 kali sehari. Jangan memberikan aspirin dan brufen/ibuprofen,
sebab dapat menimbulkan gastritis dan atau perdarahan.
d. Minuman lain yang disarankan: Jus jambu merah untuk meningkatkan
trombosit
e. Makanlah makanan yang bergizi dan usahakan makan dalam kuantitas
yang banyak
f. Bila tidak membaik bawalah segera penderita ke puskesmas atau
rumah sakit
DAFTAR PUSTAKA

Bagian Patologi Klinik. (2009). Peran pemeriksaan laboratorium dalam diagnose


Demam Berdarah Dengue. RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Soegijanto Soegeng, 2004. Demam Berdarah Dangue. Tinjauan dan Temuan


Baru di Era 2003. Airlangga University Press. Surabaya.

Susanto Agus. 2007. Waspadai gigitan nyamuk : Jakarta Selatan.

Widoyono. 2011. Penyakit Tropis Epidemiologi,Penularan,Pencegahan dan


pemberantasannya. Erlangga : Jakarta

World Health Organization. 1999. Demam berdarah dengue (diagnosis,


pengobatan, pencegahan, dan pengendalian ): Jakarta.