Anda di halaman 1dari 13

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Akupresur
Akupresur adalah sebuah ilmu penyembuhan dengan menekan, memijit,
mengurut bagian dari tubuh untuk mengaktifkan peredaran energi vital atau Ci.
Akupresur juga disebut akupuntur tanpa jarum, atau pijat akupuntur, sebab teori
akupunturlah yang menjadi dasar praktik akupresur. Akupuntur menggunakan
jarum sebagai alat bantu praktik, sedangkan akupresur menggunakan jari, tangan,
bagian tubuh lainnya atau alat tumpul sebagai pengganti jarum (Sukanta, 2003)
Pada dasarnya Akurpresur berarti teknik pijat yang dilakukan pada titik-titik
tertentu ditubuh, untuk menstimulasi titik-titik energi. Titik-titik tersebut adalah
titik-titik akupuntur. Tujuannya adalah agar seluruh organ tubuh memperoleh
‘chi’ yang cukup sehingga terjadi keseimbangan chi tubuh. ‘chi’ adalah enegri
yang mengalir melalui jaringan di berbagai meridian tubuh dan cabang-
cabangnya. Cara meningkatkan atau ‘membangunkan’ energi tubuh tersebut pada
Akupuntur dilakukan dengan menusukkan jarum-jarum Akupuntur pada titik-titik
tertentu yang berkaitan dengan keluhan pasien, sedangkan akurpresur melakukan
hal yang sama dengan tekanan jari-jari tangan dan pemijatan (Hadibroto, 2006 )
Akupresur merupakan perkembangan terapi pijat yang berlangsung seiring
dengan perkembangan ilmu akupuntur karena tekhnik pijat akupresur adalah
turunan dari ilmu akupuntur. Tekhnik dalam terapi ini menggunakan jari tangan
sebagai pengganti jarum tetapi dilakukan pada titik-titik yang sama seperti yang
digunakan pada terapi akupuntur.
B. Manfaat Akupresur
Sejarah membuktikan bahwa akupresur bermanfaat untuk :
1. Pencegahan penyakit
2. Akupresur dipraktikkan secara teratur pada saat-saat tertentu menurut aturan
yang sudah ada, yaitu sebelum sakit. Tujuannya adalah mencegah masuknya
sumber penyakit dan mempertahankan kondisi tubuh Penyembuhan penyakit
Akupresur dapat digunakan menyembuhkan keluhan sakit, dan dipraktikkan
ketika dalam keadaan sakit
3. Rehabilitasi
Akupresur dipraktik untuk meningkatkan kondisi kesehatan sesudah sakit
4. Promotif
Akupresur dipraktikkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh walaupun tidak
sedang sakit
F. Indikasi dan Kontraindikasi Akupresur
Indikasi
a. Pasien keadaan nyeri seperti nyeri kepala, migren, nyeri bahu, nyeri lambung,
nyeri haid,nyeri sendi dan lain-lain.
b. Kelainan fungsional seperti asma, alergi, insomnia, mual pada kehamilan.
c. Beberapa kelainan saraf seperti hemiparesis, kesemutan, kelumpuhan muka.
d. Berbagai keadaan lain seperti mengurangi nafsu makan, menurunkan kadar
gula darah, meningkatkan stamina, efek analgesik pada operasi dan lain-lain.
(RSCM, 2008)
1. Kontraindikasi
Akupresur tidak boleh dilakukan pada bagian tubuh yang luka, bengkak,
tulang retak atau patah dan kulit yang terbakar (Sukanta, 2008) .

5. Penyembuhan penyakit
Akupresur dapat digunakan menyembuhkan keluhan sakit, dan dipraktikkan
ketika dalam keadaan sakit
6. Rehabilitasi
Akupresur dipraktik untuk meningkatkan kondisi kesehatan sesudah sakit
7. Promotif
Akupresur dipraktikkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh walaupun tidak
sedang sakit
Persiapan alat :
1. Alas bantu pemijatan
2. Sarung tangan (bila perlu)
3. Kapas alkohol
4. Bengkok
Persiapan pasien :
1. Pastikan identitas klien
2. Kaji kondisi klien terakhir
3. Beritahu dan jelaskan pada klien atau keluarga tentang tindakan yang akan
dilakukan
4. Jaga privasi klien
5. Posisikan klien senyaman mungkin
6. Pasien sebaiknya dalam keadaan berbaring, duduk atau dalam posisi yang
nyaman
CARA BEKERJA
Tahap Orientasi
7. Berikan salam, panggil klien dengan nama kesukaannya
8. Perkenalkan nama dan tanggung jawab perawat
9. Jelaskan tujuan, prosedur, dan lamanya tindakan pada klien dan keluarga
10. Berikan kesempatan kepada klien atau keluarga untuk bertanya sebelum terapi
dilakukan
Tahap Kerja
11. Jaga privasi klien dengan menutup tirai
12. Atur posisi klien dengan memposisikan klien pada posisi terlentang
(supinasi), duduk, duduk dengan tangan bertumpu di meja, berbaring miring,
atau tengkurap dan berikan alas
13. Bantu melepaskan pakaian klien atau aksesoris yang dapat mennghambat
tindakan akupresur yang akan dilakukan, jika perlu
14. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan bila perlu
15. Cari titik-titik rangsangan yang ada di tubuh, menekannya hingga masuk ke
sistern saraf. Bila penerapan akupuntur memakai jarum, akupresur hanya
memakai gerakan dan tekanan jari, yaitu jenis tekan putar, tekan titik, dan
tekan lurus.
16. Kemudian lakukan Penekanan pada 12 titik atau jalur meridian utama tubuh
dan 2 titik meridian tubuh tambahan. Meridian tubuh adalah saluran untuk
menyebarkan chi (energi vital) ke seluruh tubuh.
17. Penekanan dilakukan sekitar 10-15 menit atau sampai rasa sakitnya mulai
berkurang.
Terminasi
18. Jelaskan pada klien bahwa terapi sudah selesai dilakukan
19. Kaji respon klien setelah dilakukan terapi
20. Berikan reinforcement positif kepada klien
21. Rapikan pakaian klien dan kembalikan ke posisi yang nyaman
22. Rapikan alat-alat
HASIL
1. Evaluasi hasil kegiatan dan respon klien setelah tindakan
2. Lakukan kontrak untuk terapi selanjutnya
3. Akhiri kegiatan dengan cara yang baik
4. Cuci tangan
DOKUMENTASI
1. Catat tindakan yang telah dilakukan, tanggal dan jam pelaksanaan
2. Catat hasil tindakan (respon subjektif dan objektif)
3. Dokumentasikan tindakan dalam bentuk SOAP
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
1. Perhatikan kebersihan tangan yang akan digunakan.
2. Penekanan yang dilakukan harus disesuaikan dengan kondisi klien.
3. Titik-titik penekanan harus diperhatikan dan harus tepat.
1. PENGERTIAN
Akupuntur (Bahasa Inggris: Acupuncture; Bahasa Latin: acus, "jarum" (k
benda), dan pungere, "tusuk" (k kerja)) atau dalam Bahasa Mandarin standard, zhēn
jiǔ (針灸 arti harfiah: jarum - moxibustion) adalah teknik memasukkan atau
memanipulasi jarum ke dalam "titik akupunktur" tubuh. Menurut ajaran ilmu
akupunktur, ini akan memulihkan kesehatan dan kebugaran, dan khususnya sangat
baik untuk mengobati rasa sakit. Definisi serta karakterisasi titik-titik ini di-
standardisasi-kan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Akupunktur berasal dari
Tiongkok dan pada umumnya dikaitkan dengan Obat-obatan Tradisional Tiongkok.
Bermacam-macam jenis akupuntur (Jepang, Korea, dan Tiongkok klasik)
dipraktekkan dan diajarkan di seluruh dunia.
Akupuntur, merupakan suatu teknik pengobatan dengan menggunakan jarum yang
ditusukkan di titik akupuntur untuk memperoleh efek terapi. Akupuntur medik adalah
pengembangan akupuntur tradisional yang berasal dari Cina. Akupuntur medik
dilakukan oleh dokter atau dokter spesialis yang telah memperoleh pendidikan
khusus, berlandaskan ilmu kedokteran barat, dan berbasis hasil penelitian terkini.
Terapi akupuntur bersifat aman dengan efek samping minimal apabila dilakukan oleh
tenaga kesehatan yang ahli. Tidak terdapat resiko penularan penyakit melalui
akupuntur karena jarum yang digunakan adalah jarum steril sekali pakai.
2. MANFAAT AKUPUNTUR
a. Sesi akupunktur bekerja pada menghilangkan penyebab nyeri punggung kronis
rendah, arthritis dan nyeri lainnya. Pasien Oleh karena itu dapat mengalami
kesehatan fisik secara keseluruhan dan penyembuhan alami.
b. Manfaat akupunktur orang yang menderita gangguan insomnia dan tidur. Daripada
minum obat yang sebagian besar memiliki efek samping negatif pada sistem tubuh
lainnya, cara terbaik untuk mengobati kondisi tersebut adalah pengobatan
akupunktur.
c. Akupunktur juga manfaat orang-orang yang di jalan melebihi kecanduan tertentu
seperti kecanduan alkohol, merokok kecanduan dan kecanduan narkoba.
d. Salah satu manfaat terbaik dari terapi akupunktur adalah bahwa hal itu
memberikan sebuah metode holistik pengobatan. Akupunktur menangani semua
masalah kesehatan dan gangguan. Needling titik akupunktur membantu dalam
menghilangkan semua kemungkinan penyebab penyakit tertentu dan
menyembuhkan pasien secara efektif.
e. Beberapa orang tidak menderita penyakit apapun tetapi sering mengalami jatuh
dalam tingkat energi karena ketegangan dan kecemasan. Orang-orang ini bisa
mendapatkan keuntungan banyak dari terapi akupunktur. Akupunktur membuat
pasien merasa bebas dari stres dan lega dari kecemasan.
f. Akupunktur memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan sirkulasi
darah tubuh. Oleh karena itu, membantu pasien dalam penyakit mencegah.
Pengobatan akupunktur benar-benar bermanfaat bagi orang yang mengalami sakit
kepala biasa dan migren. Karena akupunktur tidak memerlukan obat kuat sama sekali,
itu akan menjadi yang terbaik bagi pasien dalam mengurangi rasa sakit
Indikasi dan Kontradiksi Terapi Akupuntur

Akupuntur telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, baik sebagai terapi
penunjang maupun secara tersendiri. Secara umum, penyakit yang diterapi secara
kombinasi antara obat dan akupuntur akan memberikan hasil yang lebih optimal.
Indikasi terapi akupuntur antara lain:

1. Indikasi

a. Keadaan nyeri seperti nyeri kepala, nyeri bahu, nyeri lambung, nyeri lutut,
nyeri karena herpes, nyeri pada saat haid

b. Kelainan fungsional seperti asma, alergi, susah tidur

c. Kelainan hormonal seperti diabetes melitus, hipertensi, peningkatan kadar


kolesterol, gangguan siklus menstruasi, gangguan pre-menopause

d. Kelainan saraf seperti kelumpuhan muka, kelumpuhan anggota gerak


pasca-stroke, kesemutan

e. Kelainan kejiwaan seperti kecemasan, depresi

f. Kondisi kehamilan dan pasca-melahirkan seperti mual dan muntah pada


kehamilan, nyeri punggung bawah, baby blue syndrome, kekurangan
produksi ASI

g. Estetika seperti jerawat, kerut, flek, kebotakan, kegemukan, mengecilkan


bagian tubuh tertentu

h. Keadaan tertentu lainnya seperti ketagihan merokok

2. Kontraindikasi
a. Kelainan kulit yang berupa peradangan, infeksi atau alergipada tempat
yang akan ditusuk

b. Kelainan pembulu darah seperti pelebaran

c. Kelainan otot seperti : peradangan akut otot atau infeksi otot

d. Kelainan tulang seperti osteomilitis

e. Tidak disarankan untuk menusuk organ seperti : viscera, tiroid , dan


batang otak
SOP AKUPUNTUR

FORMAT PENILAIAN

Pengertian : Serangkaian tindakan yang memanfaatkan rangsangan


pada titik-titik akupunktur pada tubuh penderita, telinga,
kepala, sekitar telapak kaki dan tangan untuk
mempengaruhi / memperbaiki kesalahan aliran bioenergi
tubuh yang disebut dengan Qi
Persiapan 1.
: Jarum (ukuran jarum : 0,5 cun, 1cun, 1,5 cun)
alat 2. Bed/tempat yang datar
3. Sarung tangan (bila perlu)
4. Kapas alkohol
5. Bengkok
Prosedur :

No Aspek yang dinilai Skor


0 1 2
Preinteraksi
1. Cek catatan keperawatan dan catatan medis klien (Periksa
tanda-tanda vital klien)
2. Berikan informed consent
3. Cuci tangan
4. Siapkan alat-alat yang diperlukan
Tahap orientasi
5. Beri salam, panggil nama klien dengan namanya dan
memperkenalkan diri (untuk pertemuan pertama)
6. Menanyakan keluhan utama klien
7. Jelaskan tujuan, prosedur, kontrak waktu, dan hal yang perlu
dilakukan klien selama pengobatan berlangsung
8. Berikan kesempatan kepada klien/anggota keluarga lainnya
bertanya sebelum kegiatan dilakukan
9. Memulai kegiatan dengan cara yang baik
Tahap kerja
10. Jaga privacy dengan menutup sampiran
11. Atur posisi klien, posisikan klien pada posisi telentang
(supine), duduk, duduk dengan tangan bertumpu di meja,
berbaring miring atau tengkurap dan berikan alas
12. Bantu lepaskan pakaian klien atau aksesoris yang dapat
mennghambat tindakan akupunktur yang akan dilakukan, jika
perlu
13. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan bila perlu
14. Bersihkan (desinfeksi) daerah yang akan ditusukkan jarum
dengan kapas alkohol
15. - Ambil jarum sesuai ukuran ( 0,5 cun : wajah ; 1 cun : lengan
; 1,5 cun : bokong) ukuran jarum disesuaikan dengan
ketebalan kulit
- Jika menggunakan alat bantu masukkan jarum ke dalam alat
bantu dan dekatkan dengan kulit untuk ditusukkan. Alat
bantu biasanya berupa tabung kecil yang terbuat dari bahan
plastik seperti sedotan
Jika tanpa batuan alat atau jari tangan telanjang.:
Jika jarum tebal: Jari salah satu tangan memegang bagian
pegangan jarum, arahkan mata jarum pada titik akupuntur
terpilih, dan tusukkan dengan teknik tertentu (tegak lurus,
menyudut, sejajar dan lain-lain)
Jika jarum tipis: Jari salah satu tangan memegang
pegangan jarum dan tangan lainnya memegnag batang jarum
sebagai pengarah mata jarum dan penunjang jarum
Jika jarum berukuran kecil: jari telunjuk dan ibu jari
menjepit batang jarum (dekat mata jarum), kemudian jarum
ditusukkan dengan cara “memegaskan” jari telunjuk dan
jempol tersebut.
16. Tanyakan perasaan klien setelah ditusukkan jarum, apakah
sudah merasa nyaman/belum
17. Diamkan jarum di tempat penusukkan selama 15-20 menit
18. Setelah sesi terapi selama 15-20 menit, cabut jarum dan
desinfeksi dengan kapas alkohol
Tahap Terminasi
22. Katakan pada klien kalau terapi akupunktur sudah selesai
23. Kaji respon klien setelah dilakukan terapi akupunktur
24. Beri reinforcement positif kepada klien
25. Rapikan baju klien dan kembalikan ke posisi yang nyaman
26. Rapikan alat-alat
27. Cuci tangan
Dokumentasi
27. Catat hasil kegiatan di dalam catatan keperawatan
Daftar pustaka

RSCM. 2008. Kontra Indikasi dan Efek Samping. Departemen Akupunktur Rumah
Sakit Cipto Mangunkusumo. http://akupunkturrscm.com/indikasi.php [14
September 2014]