Anda di halaman 1dari 4

5 UNSUR-UNSUR NEGARA (MENURUT KONVENSI MONTEVIDEO

Negara merupakan organisasi yang punya kewenangan luas untuk mengatur hal yang
berhubungan dengan masyakarat dan punya kewajiban untuk mensejahterakan,
mencerdaskan, dan melindungi kehidupan rakyat.

Untuk dapat mensejahterakan, mencerdaskan, dan melindungi kehidupan rakyatnya, Sebuah


negara tidak muncul secara langsung atau tidak langsung terbentuk. Karena ada beberapa
syarat yang harus terpenuhi suatu negara agar layak disebut sebagai "Negara" yang
sebenarnya. Syarat-syarat tersebut biasa kita sebut dengan Unsur-unsur terbentuknya Negara.

Sejak SMP sebagian dari sobat pasti sudah mengenal tentang Unsur - Unsur Negara, namun
pada kesempatan kali ini kita akan mengulas ulang dan membahasnya secara mendetail
mengenai unsur unsur terbentuknya suatu negara.

Unsur terbentuknya suatu negara terdiri dari dua bagian, yaitu unsur konstitutif (pokok)
dan unsur deklaratif.
 Unsur konstitutif (pokok) ialah unsur yang paling penting, karena berperan sebagai
syarat wajib yang harus dimiliki oleh calon negara.
 Unsur deklaratif ialah unsur tambahan yang boleh-boleh saja tidak dimiliki oleh suatu
negara.
Berkaitan dengan unsur negara, pada tahun 1933 terdapat suatu konvensi yang mengatur
tentang apa-apa yang wajib dimiliki untuk membentuk suatu negara, konvensi tersebut
disebut dengan Konvensi Montevideo.

5 Unsur-Unsur Negara Menurut Konvensi Montevideo


Kita semua tahu bahwa tiap negara memiliki unsur-unsur pembentuknya, katakanlah unsur
ini sebagai bagian terkecil untuk membentuk suatu negara. Nah unsur-unsur ini pada tahun
1933 telah dirumuskan dan disepakati (dihasilkan) dalam Konvensi Montevideo, dimana
konferensi ini merupakan konferesi antara negara-negara Amerika yang berlangsung di
Montevideo (Ibu kota Uruguay). Berdasarkan hasil konvensi ini, unsur-unsur berdirinya
suatu negara adalah sebagai berikut:
1. Penghuni (penduduk/rakyat).
2. Wilayah.
3. Kekuasaan tertinggi (pemerintah yang berdaulat).
4. Kesanggupan untuk berhubungan dengan negara lain.
5. Pengakuan dari negara lain.
Keempat unsur pertama disebut unsur konstitutif atau unsur pembentuk yang harus
terpenuhi agar terbentuk negara, sedangkan unsur yang kelima disebut unsur
deklaratif yakni unsur yang sifatnya menyatakan, bukan unsur mutlak artinya jika unsur
konsitutif sudah terpenuhi maka suatu negara bisa tidak memerlukan unsur deklaratif.

Penjelasan tiap unsur-unsur berdirinya sebuah negara menurut Konvensi Montevideo akan
kami kelompokkan berdasarkan Unsur Konstitutif dan Unsur Deklaratif, berikut
penjelasannya:

Unsur Konstitutif terbentuknya suatu negara


Unsur konstitutif merupakan syarat wajib atau unsur pokok yang harus dimiliki calon negara
agar bisa menjadi negara. Jika salah satu unsur pokok di bawah ini tidak terpenuhi maka
negara tersebut belum bisa menjadi negara seutuhnya, namun jika unsur konsitutif sudah
terpenuhi maka suatu negara bisa saja tidak memerlukan unsur deklaratif untuk menjadi
sebuah nagara yang utuh.

Terdapat 4 Unsur Konstitutif berdasarkan Unsur-Unsur Suatu Negara Menurut Konvensi


Montevideo yaitu Penghuni (penduduk/rakyat), Wilayah, Kekuasaan tertinggi (pemerintah
yang berdaulat) dan Kesanggupan untuk berhubungan dengan negara lain. Untuk
penjelasannya adalah sebagai berikut

1. Penghuni (penduduk/rakyat)
Rakyat merupakan semua orang yang ada di wilayah suatu negara dan taat pada peraturan di
negara tersebut. Berdasarkan hal tersebut, keberadaan rakyat merupakan unsur penting bagi
terbentuknya sebuah negara.

Rakyat sendiri dikategorikan menjadi penduduk dan bukan penduduk serta warga negara dan
bukan warga negara.
 Penduduk merupakan orang-orang yang berdomisili atau menetap dalam suatu negara.
 Bukan penduduk merupakan orang yang sementara waktu berada dalam suatu negara,
contohnya para turis.
 Warga negara merupakan orang-orang yang berdasarkan hukum menjadi anggota
suatu negara.
 Bukan warga negara ialah orang-orang yang berada dalam suatu negara, tetapi secara
hukum tidak menjadi anggota negara yang bersangkutan, namun tunduk pada pemerintahan
dimana mereka berada, contohnya duta besar.
Jadi, unsur yang pertama (penghuni) adalah harus ada rakyat dulu.

2. Wilayah
Setelah rakyat, unsur berikutnya yang membentuk suatu negara adalah wilayah. Unsur
wilayah adalah hal yang amat penting untuk menunjang pembentukan suatu negara. Tanpa
adanya wilayah, mustahil sebuah negara bisa terbentuk. Wilayah inilah yang akan ditempati
oleh rakyat dan penyelenggaraan pemerintahan. Wilayah suatu negara merupakan kesatuan
ruang yang meliputi daratan, lautan, udara, dan wilayah ekstrateritorial.
 Daratan: Daratan ialah tempat bermukimnya warga atau penduduk suatu Negara.
Wilayah daratan suatu Negara, mempunyai batas-batas tertentu yang diatur oleh hukum
Negara dan perjanjian dengan Negara tetangga.
 Udara: udara merupakan seluruh ruang yang berada di atas batas wilayah suatu
Negara, baik daratan ataupun lautan.
 Lautan: Lautan merupakan wilayah suatu Negara yang terdiri atas laut teritorial, zona
tambahan, ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif), dan landasan benua (kontinen). Laut teritorial
suatu Negara merupakan batas sepanjang 12 mil laut diukur dari garis pantai. Zona tambahan
yaitu 12 mil dari garis luar lautan teritorial atau sekitar 24 mil dari garis pantai suatu Negara.
ZEE merupakan wilayah lautan sepanjang 200 mil laut diukur dari garis pantai. Sedangkan,
landasan benua ialah wilayah lautan yang terletak di luar teritorial, berjarak sekitar 200 mil
laut diukur dari garis pantai yang meliputi dasar laut dan daerah dibawahnya.
 Ekstrateritorial: Wilayah ekstrateritorial suatu Negara ialah tempat di mana menurut
hukum internasional diakui sebagai wilayah kekuasaan suatu Negara meskipun letaknya
berada di Negara lain. Contohnya, kantor kedutaan besar Indonesia di luar negeri disebut
sebagai wilayah ekstrateritorial Indonesia.

3. Kekuasaan tertinggi (pemerintah yang berdaulat)


Kekuasaan tertinggi atau pemerintahan yang berdaulat dapat diartikan sebagai suatu
pemerintah yang mempunyai kekuasaan tertinggi untuk mengamankan, mempertahankan,
mengatur, dan melancarkan tata cara penyelenggaraan pemerintahan Negara secara penuh.

Adapun sifat-sifat kedaulatan terbagi atas empat sifat kedaulatan yaitu:


 Permanen, yang berarti kedaulatan itu tetap dimiliki negara itu selama tetap ada
bahkan sekalipun terjadi perubahan organisasi.
 Tidak terbatas atau mutlak, berarti kedaulatan negara tidak terbatasi oleh siapapun
sebab jika dibatasi maka negara tersebut tidak berdaulat dan tidak memiliki kekuasaan.
 Bulat atau tidak terbagi-bagi, yang berarti kedaulatan itu adalah satu-satunya
kekuasaan tertinggi dalam sebuah negara dan tidak bisa dibagi-bagi sehingga mesti ada satu
kedaulatan dalam negara.
 Asli, berarti kedaulatan tersebut tidak berasal dari sebuah kekuasaan yang lebih tinggi
akan tetapi itu asli dari negara sendiri.

4. Kesanggupan untuk berhubungan dengan negara lain


Kesanggupan untuk berhubungan dengan negara lain, yaitu ketika negara itu mampu
melakukan hubungan-hubungan dengan negara lain dalam bidang ekonomi, pendidikan,
politik, kebudayaan, dan sebagainya.

Unsur Deklaratif terbentuknya suatu negara


Unsur deklaratif merupakan unsur tambahan dalam terbentuknya suatu negara, karena jika
unsur konsitutif sudah terpenuhi maka suatu negara bisa tidak memerlukan unsur deklaratif.
Namun tetap saja unsur deklaratif ini adalah suatu hal yang penting dalam terbentuknya
negara.

Baca Juga : 3 Proses Terbentuknya Suatu Negara, Lengkap Penjelasan

Terdapat satu Unsur Deklaratif berdasarkan Unsur-Unsur Suatu Negara Menurut Konvensi
Montevideo yaitu Adanya pengakuan dari negara lain. Untuk penjelasannya adalah sebagai
berikut.

5. Pengakuan dari negara lain


Adanya pengakuan dari negara-negara lain merupakan bukti sah hadirnya atau terbentuknya
negara dan berhak untuk terhindar dari ancaman dan campur tangan negara lain. Kemudian
untuk menperoleh pengakuan dari negara lain maka sebuah negara perlu menjalin hubungan
dengan negara lain dalam berbagai bidang misalnya dalam bidang ekonomi, politik, budaya,
sosial dan pertahanan serta keamanan. Adapun macam-macam bentuk pengakuan dari negara
lain adalah sebagai berikut:
 Pengakuan de facto yang berarti diakui secara nyata bahwa negara tersebut telah
diakui karena memiliki unsur-unsur negara seperti ada pemimpin, rakyat dan
wilayahnya. Misalnya, secara de facto Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.
 Pengakuan de jure yang berarti pengakuan negara lain terhadap suatu negara menurut
hukum internasional. Dengan pengakuan secara de jure, negara yang baru dibentuk atau baru
merdeka itu memiliki hak-hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat dalam skala
internasional. Pengakuan negara lain secara de jure bangsa Indonesia dimulai sejak 18
Agustus 1945, pada saat disahkannya UUD 1945, terpilihnya presiden dan wakil presiden,
serta dilantiknya lembaga legislatif (KNIP) sebelum terbentuknya MPR/DPR.