Anda di halaman 1dari 12

Al Qur’an: Bagian 7

(SDIT Ibnu Sina Palopo)

Materi: 1. Surah At Tin

2. Surah Al Insyiroh

3. Surah Ad Dhuha

4. Ilmu Tajwid

5. Cara Membaca Isti'adzah Dan Basmallah

6. Hukum Bacaan Nun Mati/Tanwin

7. Hukum Bacaan Mim Mati/Tanwin

Asy Syaikh Shalih al Fauzan rahimuhullah,


dalam Syrakh Kitab Ubudiyyah berkata:
“Orang yang menginginkan kebenaran senang
dengan nasehat dan senang diingatkan
kesalahannya.”

A. Surah At-Tin (Ayat 1-8)


َ ِِ‫ٱلر ۡح َٰمن‬
ِ ِ‫ٱلرحيم‬ َِ ِِ‫ب ِّۡسم‬
َ ِ‫ٱّلل‬
ِِ‫نسن‬َٰ ‫ ِِلق ۡد ِخل ۡقناِ ۡٱۡل‬٣ِِ‫ ِِو َٰهذاِ ۡٱلبلدِ ِ ۡٱۡلمين‬٢ِ ‫طور ِسينين‬ ُ ‫ِِو‬١ِ ِ‫ٱلز ۡيتُون‬ َ ِ‫وٱلت ِّينِِو‬
ِْ‫ ِ ِإ ََّل ِٱلَذينِ ِءامنُواْ ِوعملُوا‬٥ِ ‫ِسفلين‬ َٰ ‫ ِث ُ َِم ِرد ۡد َٰنهُ ِأ ۡسفل‬٤ِ ‫ف ٓي ِأ ۡحسن ِت ۡقو ٖيم‬
َِ ِ ‫ ِِأل ۡيس‬٧ِ ِ‫ ِفما ِيُكذِّبُك ِبعۡ د ُِبِٱلدِّين‬٦ِ ‫ون‬
ِ‫ٱّللُِبأ ۡحكم‬ َ َٰ ‫ٱل‬
ٖ ُ‫صل َٰحتِ ِفل ُه ۡم ِأ ۡج ٌر ِغ ۡي ُر ِم ۡمن‬
]٨-١,‫ِ[سورةِالـتين‬٨ِِ‫ۡٱل َٰحكمين‬
Terjemahan:

1. Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun

2. dan demi bukit Sinai

3. dan demi kota (Mekah) ini yang aman

4. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-


baiknya

5. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)

6. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi
mereka pahala yang tiada putus-putusnya

7. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah


(adanya keterangan-keterangan) itu

8. Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya

Makna yang Terkandung dalam Surah at-Tin

Surah at-Tin ialah urutan surah yang ke-95 dalam Al-Qur’an, yang terdiri atas
delapan ayat dan termasuk surah makiyah (surah yang diturunkan di kota Mekah).
Dalam surah ini, Allah bersumpah dengan empat hal, yakni:
1. Demi buah tin
2. Demi buah zaitun
3. Demi Bukit Sinai
4. Demi kota Mekah yang aman
Para ulama tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan surah at-Tin
ialah tempat tinggal Nabi Nuh a.s. di Damaskus yang banyak ditumbuhi pohon tin,
sedangkan zaitun ialah tempat tinggalnya Nabi Isa a.s. di Baitulmukadas yang banyak
ditumbuhi buah zaitun. Bukit sinai ialah tempat Nabi Musa a.s. menerima wahyu dari
Allah, letaknya persis berada di luar tembok Yerusalem, sedangkan kota Mekah yang
aman ialah Mekah al-Mukaramah. Kota ini sejak zaman jahiliah sampai sekarang
tetap terjaga dan terpelihara kesuciannya. Selain itu, Mekah adalah tempat pertama
kali Nabi Muhammad saw. menerima wahyu.
Setelah kita membaca dan memahami Al-Qur’an surah at-Tin, kita dapat
mengetahui makna yang terkandung di dalamnya, antara lain:
 Kita dapat mengetahui sumpah Allah kepada empat nama tersebut. Keempat
nama tersebut ialah lokasi para nabi yang telah gigih memperjuangkan agama
Allah dengan penuh kesabaran, ketabahan dan ketawakalan. Meskipun mereka
dapat rintangan, hambatan dan tantangan yang menghalanginya.
 Kita akan bersyukur kepada Allah karena Dia yang telah menciptakan manusia
dengan penciptaan yang paling sempurna. Di balik kesempurnaanya, Allah telah
memberikan dua potensi, yakni akal dan nafsu.
 Kita akan mengontrol diri dari perbuatan keji dan mungkar, serta akan tetap
memelihara iman dalam hati dan merealisasikannya dalam bentuk amal saleh,
dengan harapan supaya Allah tidak mengembalikan kita ke tempat yang hina
(neraka).
 Kita tidak pantas mendustakan hari pembalasan, karena pada hari itu sudah pasti
setiap manusia haru mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah
swt..1

B. Surah Al Insyiroh (Ayat 1-8)

َ ِِ‫ٱلر ۡح َٰمن‬
ِ١ِِ‫ٱلرحيم‬ َِ ِِ‫ب ۡسم‬
َ ِ‫ٱّلل‬

1
https://pendidikanmu.com/2019/09/surah-at-tin.html (di Akses 30 Desember 2019)
ِِ٣ِ ‫ي ِأنقض ِظهۡ رك‬ ِٓ ‫ ِٱلَذ‬٢ِ ‫ ِِووضعۡ ناِعنك ِو ۡزرك‬١ِ ‫أل ِۡم ِن ۡشر ۡح ِلك ِص ۡدرك‬
ِ‫ ِ ِفإِذا‬٦ِ ‫ن ِمع ِ ۡٱلعُ ۡسرِ ِيُ ۡس ٗرا‬
َِ ‫ ِإ‬٥ِ ‫ ِ ِفإ َن ِمع ِ ۡٱلعُ ۡسرِ ِيُ ۡس ًرا‬٤ِ ‫ورفعۡ نا ِلك ِذ ۡكرك‬
ِ٨ِ‫ِِوإل َٰىِربِّكِفِ ۡٱرغب‬٧ِ‫ب‬ ِۡ ‫فر ۡغتِفِٱنص‬
Terjemahan:
1. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
2. dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu
3. yang memberatkan punggungmu
4. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu
5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan
sungguh-sungguh (urusan) yang lain
8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap

Di dalam surah ini mengandung ibrah (pelajaran) yang bisa diambil, salah
satunya adalah bahwa setiap orang pasti mengalami kesulitan, dan setiap kesulitan
pasti satu paket dengan kemudahan. Di sini manusia dididik al-Qur’an untuk
meneladani Rasul perihal sikapnya yang optimisme dalam menyelesaikan berbagai
ujian, rintangan dan cobaan kehidupan.2

C. Surah Ad Dhuha (Ayat 1-11)

َ ِِ‫ٱلر ۡح َٰمن‬
ِ١ِِ‫ٱلرحيم‬ َِ ِِ‫ب ۡسم‬
َ ِ‫ٱّلل‬
ِ‫ر‬ٞ ‫ ِِولِ ۡۡلٓخرة ُِخ ۡي‬٣ِ ‫ ِِماِودَعك ِرِبُّك ِوماِقل َٰى‬٢ِ ‫ ِِوِٱلَ ۡيلِ ِإذاِسج َٰى‬١ِ ‫ى‬ َِٰ ‫وٱلضُّح‬
َِٰ ‫لَك ِمن ِ ۡٱۡلُول‬
ِ٦ِ ‫ ِِأل ۡم ِيِج ۡدك ِيت ٗيماِفِاو َٰى‬٥ِ ‫ ِولس ۡوفِ ِيُعۡ طيك ِربُّك ِفت ۡرضِ َٰ ٓى‬٤ِ ‫ى‬
ِ‫ِوأِ َما‬٩ِ‫ِِفأ َماِ ۡٱليِتيمِِفٗلِت ۡقه ۡر‬٨ِ‫ِِوِوجدكِعآئ ٗٗلِفأ ۡغن َٰى‬٧ِ‫ووجدكِِضا ٓ ٗ َِّّلِفهد َٰى‬
ِ ِ١١ِ‫ِِوأ َماِبنعۡ مةِربِّكِفِحدِّ ۡث‬١٠ِ‫سآئلِِفٗلِت ۡنه ۡر‬ َ ‫ٱل‬
Terjemahan:

2
https://alquranmulia.wordpress.com/2013/03/19/tafsir-al-quran-surah-al-insyirah-alam-
nasyrah/ (di akses 30 Desember 2019)
1. Demi waktu matahari sepenggalahan naik
2. dan demi malam apabila telah sunyi (gelap)
3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu
4. Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang
(permulaan)
5. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu
menjadi puas
6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu
7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan
petunjuk
8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan
kecukupan
9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang
10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya
11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan

Faedah Surah Ad Dhuha


Adapun faedah yang terkandung dalam surah Ad Dhuha, antara lain:
1. Dunia itu tidak lepas dari kekeruhan, kesuraman. Dan sungguh Allah telah
menciptakan manusia dalam keadaan kabad (penuh lelah, sukar, kecapekan).
2. Kita diperintahkan untuk mengingat berbagai nikmat dan berbagai kesusahan
sehingga kita bisa terus bersyukur dan bersabar.
3. Wajib mensyukuri nikmat dan disalurkan pada hal-hal yang diridai Allah.
4. Allah suka melihat tampaknya bekas nikmat Allah pada hamba-Nya.
5. Meminta-minta dalam ayat di atas mencakup meminta harta dan meminta ilmu.
Seperti mereka ini tidak boleh dihardik. Oleh karena itu, seorang yang berilmu
hendaklah berakhlak mulia di hadapan orang yang diajarkan, tetap murah
senyum, memuliakan, dan menyayangi.
6. Nikmat yang disebutkan dalam ayat untuk disyukuri adalah nikmat duniawi dan
nikmat ukhrawi.
7. Dianjurkan untuk menyebut-nyebut nikmat Allah di saat ada maslahat.3

D. Ilmu Tajwid

Pengertian Tajwid
Ilmu Tajwid adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara membaca
huruf hijaiyyah dengan benar dan fasih, baik yang ada di dalam Al – Quran maupun
di media pembelajaran lainnya. Seperti Jilid, Iqra, Kitab-kitab, Buku sekolah dan
lain-lainnya
Apa yang harus kita pelajari dalam ilmu tajwid atau apa saja yang akan kita
jumpai ketika belajar hukum tajwid? Kita akan mempelajari panjang pendek pada
huruf, dengung, samar, pengucapan huruf yaitu hubungan antara huruf dengan
tanwin atau tasydid dan masih banyak lagi

3
https://rumaysho.com/21793-tujuh-pelajaran-dari-surat-adh-dhuha.html (di Akses 30
Desember 2019)
Di dalam Ilmu tajwid terdapat beberapa hukum bacaan sesuai urutan kita
dalam mempelajari ilmu ini. Sekitar 6-7 hukum yang mesti kita utamakan untuk
proses belajar.

Hukum Bacaan Idgham


Hukum bacaan idgham diantaranya adalah:
a. Idgham Muthamatilain
hukum bacaan yang apabila suatu huruf bertemu dengan huruf yang sama.
Misalnya huruf dal dengan dal. Contoh: ‫ﺩَﺨَﻠُﻮا ﻗَﺪ‬
b. Idgham Mutaqaribain
Idgham mutaqaribain yaitu apabila bertemunya dua huruf yang mahkraj dan
sifatnya hampir sama seperti huruf mim bertemu dengan huruf ba, huruf kaf
bertemu huruf qaf. Contoh: ‫ﻧَﺨﻠُﻘڪُ ﻢ‬
c. Idgham Mutajanisain
Idgham mutajanisain merupakan hukum bacaan ketika dua huruf dengan makhraj
yang sama tetapi beda sifatnya bertemu seperti huruf ta bertemu thsa, lam bertemu
ra serta dzal dan zha. Contohnya ‫ﱢ ﺏَﺭ ﻞُﻗ‬

Hukum Bacaan Qalqalah


Qalqalah adalah bacaan yang dibaca waqof atau berhenti atau huruf tersebut
dibaca sukun dan membacanya wajib dipantulkan. Huruf qalqalah ada lima, yaitu: qaf
(‫)ق‬, tha (‫)ط‬, ba’ (‫)ﺏ‬, jim (‫)ج‬, dan dal (‫)ﺩ‬.
Qalqalah dibagi ke dalam dua jenis yakni
 Qalqalah sugro, yakni qalqalah yang pantulannya kecil dan biasanya terletak
di tengah kalimat bukan di akhir kalimat. Contoh: ‫َﻥﻮُﻌَﻤﻄَﻴ‬, ‫َﻥﻮُﻋﺪَﻴ‬,
 Qalqalah kubro, yakni qalqalah yang pantulannya besar karena dimatikan
sebab wakaf (berhenti), dan biasanya qalqalah kubro terletak di akhir ayat.
َّ , ‫) ا َ َحﺪ( للاُ ه َُﻮ ﻗُﻞ‬, ‫ق (بِ َرﺏ اَﻋُﻮذ ُ ﻗُﻞ‬
Contohnya: ( ‫)وتَبَّ ( لَ َهب اَبِي يَﺪَا تَبَّت‬ ِ َ‫الفَﻠ‬

Hukum Bacaan Mad


Hukum bacaan Mad berarti melanjutkan. Menurut istilah ulama tajwid dan
ahli bacaan Al-Qur’an Mad berarti pemanjangan suara. Ada dua jenid Mad didalam
Al-Qur’an yakni mad asli dan mad far’i.
Sedangkan huruf mad ada tiga, yaitu alif ( ‫) ا‬, waw (‫)و‬, dan ya'(‫)ي‬. Untuk
menjadi hukum bacaan mad, maka huruf-huruf tersebut harus berbaris mati atau
disebut dengan istilah saktah. Untuk mengukur panjang pendeknya huruf bacaan mad
biasanya memiliki tanda tersendiri, ada 2 harakat, 4 harakat, 6 harakat, dan
seterusnya.4

E. Cara Membaca Isti'adzah Dan Basmallah

Dalam mengawali bacaan Al-Qur’an, seorang qari’ dianjurkan memulai dengan


membaca isti’adzah/ta'awudz dan basmalah, sebab keduanya (isti’adzah dan
basmalah) memiliki hubungan yang sangat erat, ibarat dua sisi mata uang.
Hal ini disampaikan oleh Ibnu Jarir Al-Thabariy, sebagaimana dikutip oleh
Al-Allusy, bahwa ayat pertama yang dibawa oleh Jibril kepada Nabi Muhammad
disertai kalimat isti’adzah dan basmalah. Artinya, Jibril ketika menyampaikan risalah
wahyu pertama kali kepada Nabi, ia memulainya dengan membaca isti’adzah dan
basmalah.
Kalimat pertama, isti’adzah, sebagai ungkapan permohonan untuk
dihindarkan dari godaan dan gangguan setan, sedangkan yang kedua, basmalah,
sebagai ungkapan pujian dan pengagungan Dzat Maha Kasih dan Penyayang. Selain
sebagai anjuran dalam memulai bacaan Al-Qur’an, ia juga sebagai adab dalam
berinteraksi dengan kalam ilahi.
Diceritakan dari Ibnu Abbas, bahwa Jibril berkata kepada Nabi Muhammad:
“Wahai Muhammad, bacalah ta’awwudz!” Kemudian Nabi membaca “ Asta’idzu
billahis samii’ul ‘alimi minasssyaithonir rojim”. Jibril berkata kembali: “bacalah
basmalah”. Nabi pun membaca basmalah “Bismillahi rahmanir rahim‫” ا‬. Kemudian
dilanjutkan membaca surat Al-Alaq 1-5 (lihat: Jalaluddin Al-Allusy, Dirasat fi Al-
Tafsir wa Ulumihi, Tunisia, Muassasah bin Asyur, 2006, halaman 182).

4
https://angalul.com/ilmu-tajwid/ (di Akses 30 Desember 2019)
Oleh karena itu, dalam riwayat di atas, ada tiga potongan kalimat; isti’adzah,
basmalah, dan ayat Al-Qur’an. Dalam ilmu qira’at, untuk membaca ketiga potongan
kalimat di atas, ada empat metode; metode ini juga dikenal dengan metode qiyasiy.
Berikut contoh dan cara bacanya:
Pertama, berhenti di setiap potongan kalimat: isti’adzah, basmalah, dan ayat
Al-Qur’an. Metode ini dalam ilmu qira’at dikenal dengan qat’ul jami’, misalnya:
A’udzu billahi minas syaithonir rajim (berhenti). Lanjutkan, Bismillahir rahmanir
rahim (berhenti). Kemudian lanjut, Iqro’ bismirobbikal ladzi kholaq (berhenti). Dan
seterusnya...
Kedua, berhenti pada kalimat isti’adzah, kemudian menyambung basmalah
dengan ayat Al-Qur’an. Metode ini dikenal dengan qat’ul ûlâ wa washluts tsânî,
misalnya: A’udzu billahi minas syaithonir rajim (berhenti). Lanjutkan, Bismillahir
rahmanir rahim, Iqro’ bismirobbikal ladzi kholaq (berhenti). Dan seterusnya...
Ketiga, menyambungkan kalimat isti’adzah dengan basmalah dan berhenti
pada kalimat basmalah, kemudian memulai awal ayat. Metode ini dikenal dengan
washlul ûlâ wa qat’uts tsânî, misalnya: A’udzu billahi minas syaithonir rajim,
Bismillahir rahmanir rahim (berhenti). Kemudian lanjut, Iqro’ bismirobbikal ladzi
kholaq (berhenti). Dan seterusnya...
Keempat, menyambungkan semua komponen kalimat; isti’adzah, basmalah
dan awal ayat. Metode ini dikenal dengan “ washl Al-Jami’”, misalnya: A’udzu
billahi minas syaithonir rajim, Bismillahir rahmanir rahim , Iqro’ bismirobbikal ladzi
kholaq (berhenti). Dan seterusnya...
Keempat metode di atas dapat dioprasionalkan apabila seorang qari’ memulai
bacaan Al-Qur’an di awal surat kecuali Surat Al-Taubah atau Al-Bara’ah.
Sedangkan apabila seorang qari’ memulai bacaan Al-Qur’an di tengah-tengah
surat, seperti awal rubu’, atau awal kisah dalam Al-Qur’an, maka bagi seorang qari’
boleh membacanya dengan basmalah atau meninggalkannya (tak membaca
basmalah). Apabila seorang qari’ memulai bacaan Al-Qur’an di tangah-tengah surat
dengan membaca basmalah, maka ia boleh membacanya dengan menggunakan empat
metode seperti di atas, tapi apabila tidak membaca basmalah, maka baginya hanya
boleh dua metode saja, yaitu menyambung isti’adzah dengan ayat Al-Qur’an atau
berhenti pada kalimat isti’adzah dan memulai pada awal ayat. Berikut contoh dan
cara bacanya:
Contoh cara menyambung: A’udzu billahi minas syaithonir rajim, Qoola famaa
hathbukum ayyuhal mursaluun. Dan seterusnya...
Contoh cara berhenti: A’udzu billahi minas syaithonir rajim (berhenti). Kemudian
lanjutkan, Qoola famaa hathbukum ayyuhal mursaluun. Dan seterusnya...
Sementara itu, apabila seorang qari’ memulai membaca Al-Qur’an dengan
isti’adzah kemudian berhenti di tengah-tengah ayat karena percakapan atau menjawab
salam, maka dianjurkan baginya untuk mengulang bacaan isti’adzah. Tapi apabila
seorang qari’ berhenti (memutuskan bacaan) karena sesuatu yang terpaksa, seperti
bersin, percakapan yang berhubungan dengan kemaslahatan bacaan, seperti ragu akan
bacaannya (tepat atau tidak) kemudian ia bertanya kepada orang lain untuk
memantapkan bacaannya atau belajar kepada orang lain, maka dalam hal ini seorang
qari’ tidak perlu mengulang bacaan isti’adzahnya (lihat: Abdul Fattah Al-Qadhiy, Al-
Budur Al-Zahirah fi Al-Qira’at Al-Asyr Al-Mutawatirah, Bairut, Dar al-Kitab al-
Arabiy, tt., halaman 13).5

F. Hukum Nun Mati Atau Tanwin


Ada beberapa jenis bacaan yang harus dipahami dalam membaca Al-qur’an,
yang pertama adalah hukum bacaan nun mati bertemu suatu huruf yang dibagi
kedalam beberapa kategori ini:
1. Idzhar Halqi
Idzhar menurut bahasa artinya jelas, idzhar halqi merupakan hukum bacaan
yang apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf idzhar halqi.
Adapun huruf-huruf idzhar halqi adalah sebagai berikut:
alif atau hamzah (‫)ء‬, kha’ (‫)خ‬, ‘ain (‫)ع‬, ha’ (‫ )ح‬, ghain (‫)غ‬, dan Ha’ (‫)ه‬.
Contoh bacaannya adalah: ‫امﻴَة ﻧَاﺭ‬
ِ ‫َح‬

5
Moh. Fathurrozi, Pecinta Ilmu Qira’at, Kaprodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir IAI Al Khoziny
Buduran Sidoarjo (https://islam.nu.or.id/post/read/93982/empat-metode-membaca-taawudz-basmalah-
yang-disusul-ayat)
2. Idgham Bighunnah
Idgham bighunnah memiliki arti melebur disertai dengan dengungan atau
yang berarti memasukkan salah satu huruf nun mati atau tanwin kedalam huruf
sesudahnya dan dilafadzkan mendengung jika bertemu dengan empat huruf,
yakni: nun (‫)ﻥ‬, mim (‫)م‬, wawu (‫ )و‬dan ya’ (‫)ي‬. Contoh bacaan idghom bighunnah
yaitu ‫ِفي َﻋ َﻤﺪ ُّم َﻤﺪَّﺩَة‬
3. Idgham Bilaghunnah
Idgham bilaghunnah memiliki arti yang berbanding terbalik dengan idgham
bighunnah, yakni melebur tanpa dengung atau berarti memasukkan huruf nun mati
atau tanwin kedalam huruf sesudahnya tanpa disertai suara yang mendengung.
Apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf lam dan ra’. Contoh
bacaannya: ‫َمن لَﻢ‬
4. Iqlab
Iqlab adalah hukum bacaan Al-qur’an yang terjadi apabila nun mati atau
tanwin bertemu dengan satu huruf yaitu ba’ (‫)ﺏ‬. Contoh bacaannya: ‫لَﻴ ُۢنبَذَ َّﻥ‬
5. Ikhfa Haqiqi
berarti menyamarkan, apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-
huruf ikhfa yaitu
ta(‫)ت‬, thsa’ (‫)ث‬, jim (‫)ج‬, dal (‫)ﺩ‬, dzal (‫)ذ‬, zai (‫)ز‬, sin (‫)س‬, syin (‫)ش‬, sod (‫)ص‬, dhod (
‫)ض‬, fa’ (‫)ف‬, qof (‫)ق‬, dan huruf kaf (‫)ك‬.
Apabila huruf ikhfa tersebut bertemu dengan nun mati atau tanwin maka harus
َ ‫فَ َﻮ‬
dibaca samar, contih bacaan ikhfa haqiqi adalah ‫سﻄنَ ﻧَﻘﻌًا‬

G. Hukum Mim Mati Ata Tanwin


Hukum bacaan mim mati dengan huruf tertentu diantaranya adalah sebagai
berikut:
1. Idgham Mimi
Idgham mimi atau idgham mutamasilain adalah apabila huruf mim mati
bertemu dengan dengan huruf mim dan cara melafalkannya adalah dengan membaca
huruf mim rangkap secara mendengung. Contoh bacaan idgham mimi adalah ‫فِئَة ِمن كَﻢ‬
2. Ikhfa Syafawi
Ikhfa syafawi berbeda dengan ikhfa haqiqi, ikhfa syafawi merupakan apabila
huruf mim mati (‫ )م‬bertemu dengan huruf ba (‫ )ﺏ‬. Cara membacanya dengan samar-
samar pada bibir dan juga dengan di dengungkan. Contoh bacaan ikhfa
syafawi: ‫َبﻴنَ ُهﻢ فَاح ُكﻢ‬
3. Idzhar Syafawi
Idzhar syafawi adalah apabila mim mati bertemu dengan huruf selain huruf
mim mati (‫ )م‬dan huruf ba (‫)ﺏ‬. Cara membacanya dilafadzkan dengan jelas pada
bibir sambil menutup mulut. Contoh bacaan idzhar syafawi adalah ‫تَتَّﻘُﻮﻥَ لَﻌَ َّﻠ ُكﻢ‬