Anda di halaman 1dari 21

PEDOMAN UMUM AKADEMIK

I. SISTEM KREDIT
A. Pengertian Sistem Kredit
Sistem pendidikan yang diterapkan di STIE Miftahul Huda Subang adalah sistem kredit. Sistem
kredit merupakan suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dimana beban studi mahasiswa,
beban kerja tenaga pengajar dan beban penyelenggaraan preogram lembaga pendidikan
dinyatakan dalam kredit.
Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan
dalam suatu jenjang pendidikan. Satu semester setara dengan 14-19 minggu kerja
Sistem kredit semester menerapkan satuan kredit semester yang selanjutnya disingkat SKS,
yaitu satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa, besarnya
pengakuan atas keberhasilan usaha komulatifbagi suatu program tertentu, serta usaha untuk
menyelenggarakan pendidikan bagi perguruan tinggi dan khususnya bagi tenaga pengajar.
B. Ciri-Ciri Sistem Kredit
Ciri-ciri dasar sistem kredit adalah sebagai berikut :
1. Dalan sistem kredit tiap-tiap mata kuliah diberi harga yang dinamakan nilai kredit.
2. Banyaknya nilai kredit untuk mata kuliah yang berlainan tidak perlu sama.
3. Banyaknya nilai kredit untuk masing-masing mata kuliah ditentukan atas besarnya
usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam program perkuliahan,
praktikum, kerja lapangan maupun tugas-tugas lain.

C. Nilai Kredit Semester


Besarnya nilai kredit semester setiap mata kuliah disesuaikan dengan jenis penyelenggaraan
mata kuliahtersebu, yaitu :
1. Nilai kredit semester untuk perkuliahan
Nilai satu SKS ditentukan berdasarkan atas beban kegiatan yang meliputi kegiatan
perminggu sebagai berikut :
a. Untuk Mahasiswa :
1. Selama 50 menit, tatapp muka terjadwal dengan tenaga pengajar, misalnya dalam
bentuk kuliah;
2. Selama 60 menit, kegiatan akademik berstruktur, yaitu kegiatan studi yang tidak
terjadwal tetapi direncanakan oleh tenaga pengajar, misalnya dalam bentuk
membuat pekerjaan rumah atau menyelesaikan soal-soal;
3. Selama 60 menit kegatan mandiri untuk mendalami, mempersiapkan, atau untuk
tujuan suatu akademik lain, misalnya dalam bentuk membaca buku-buku referensi.
b. Untuk Tenaga Pengajar
1. Selama 50 menit, acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa;
2. Selam 60 menit, acara perencanaan dan evaluasi akademik terstruktur;
3. Selama 60 menit, pengembangan materi perkuliahan.

STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik


1
2. Nilai 1 SKS untuk seminar
Nilai 1 SKS untuk seminar sama seperti penyelenggaraan kuliah dengan mengandung tatap
muka 50 menit per minggu.
3. Nilai 1 SKS untuk praktika, Kuliah Kerja Usaha dan Skripsi;
a. Untuk praktika dilaboratorium, nilai 1 sks adalah beban tugas di laboratorium
sebanyak 2 jam per minggu selama 1 semester.
b. Untuk Kuliah Praktek Kerja dan Kuliah Kerja Mahasiswa, nilai 1 sks adalah beban
tugas di lapangan sebanyak 4 jam per minggu selama 1 semester.
c. Untuk penyusunan skripsi, niali 1 sks sama dengan beban tugas penulisan karangan
ilmiah sebanyak 3 jam sehari untuk 25 hari kerja.

D. Penyusuna Silabus Dan Satuan Acara Perkuliahan

1. Penyusunan Silabus
Komponen silabus terdiri atas:
a. Deskripsi mata kuliah.
b. Tujuan mata kuliah.
c. Pertemuan dalam kegiatan Proses Belajar Mengajar ( PBM ) yang memuat; pokok,
bahasan, tujuan instruksional dan buku sumber.
d. Tugas
Penjelesan mengenai hal tersebut adalah sebagai beriku:
No Komponen Penjelasan
1 Deskripsi Mata Uraian singkat mengenai materi mata kuliah dalam bentuk
Kuliah narasi utuh sistematis, singkat dan jelas.
2 Tujuan Mata Kuliah Keadaan yang ingin dicapai oleh mahasiswa setelah
menyelesaikan kegiatan pembelajaran pada suatu mata kuliah.
3 Pokok Bahasan Konsep utama yang akan disampaikan dalam setiap kali
pertemuan yang merupakan pengembangan sistematis dari
deskripsi mata kuliah. Pokok bahasan dapat merupakan judul
pada setiap bab.
4 Tujuan Instruksional Berisi kompetensi yang diharapkan dikuasai, didemontrasikan
atau ditampilkan oleh mahasiswa setelah menyelesaikan satu
pokok bahasan.
5 Buku sumber Acuan kepustakaan yang digunakan oleh dosen dan mahasiswa
dalam mencapai tujuan belajar.
6 Tugas Bentuk instruksi tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh
mahasiswa, baik tugas terstruktur maupun tugas mandiri.

STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik


2
2. Satuan Acara Perkuliahan (SAP)
Satuan Acara Perkuliahan (SAP) merupakan pengembangan dari silabus dan program
perkuliahan untuk setiap pokok bahasan. SAP mengandung komponen: kegiatan belajar
mengajar, media dan alat pengajar, evaluasi serta referensi.
a. Kegiatan Belajar Mengajar
Kegiatan belajar mengajar adalah tahap-tahap kegiatan yang dilakukan pengajar dan
mahasiswa untuk menyelesaikan materi kuliah serta dibatasi oelh pokok bahasan dan
subpokok bahasan pada SAP. Tahap kegiatan ini terdiri dari tahap pendahuluan
(introduction0, tahap penyajian (presentation), dan tahap penutup (test and follow up).
Berikut ini uraian secara singkat pengertian setiap tahap tersebut.
1) Tahap pendahuluan
Tahap pendahuluan merupakan tahap persiapan atau tahap awal sebelum memasuki
penyajian materi yang akan diajarkan. Pada tahap ini pengajar menjelaskan secara singkat
tentang materi yang akan diajarkan dalam pertemuan tersebut, kegunaan materi tersebut
dalam kehidupan sehari-hari, hubungan materi tersebut dengan pengetahuan yang telah
diketahui mahasiswa, serta Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan tujuan Instruksional
Khusus ( TIK) yang akan dicapai mahasiswa diakhir pertemuan. Tahap ini dimaksudkan
untuk mempersiapkan mental mahasiswa agar memperhatikan dan belajar secara sungguh-
sungguh selama tahap penyajian. Tahap pendahuluan ini biasanya hanya membutuhkan
waktu 5 sampai 10 menit atau sekitar 5% dari waktu pengajaran.
2) Tahap Penyajian
Tahap penyajian merupan proses belajar mengajar yang utama dalam suatu pengajaran,
yang mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. Uraian (explanation), baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal seperti penggunaan
grafik, gambar, benda sebenarnya (realita), model, dan/atau demontrasi gerak.
b. Contoh (example) dan non contoh (non example) yang praktis dan konkrit dari uraian
konsep yang masih bersifat abstrak.
c. Latihan (exercise) yang merupakan praktek bagi mahasiswa untuk menerapkan konsep
abstrak yang sedang dipelajari dalam bentuk kegiatan fisik, misalnya kegiatan studi
kasus untuk pemecahan masalah, menghitung dengan angka untuk pemecahan soal
matematika, atau dalam bentuk kegiatan praktek melakukan suatu tugas praktika.
Tahap ini biasanya membutuhkan 80-90% dari waktu kegiatan belajar mengajar.
3) Tahap Penutup
Tahap penutup merupakan tahap akhir suatu pengajaran. Tahap ini meliputi 3 kegiatan,
yaitu:
a. Pelaksanaan tes hasil belajar, untuk dikerjakan atau dikerjakan mahasiswa. Tes tersebut
dilaksanakan secara lisan untuk dijawab atau dikerjakan oelh mahasiswa yang ditunjuk
sebagai sampel. Selain itu tes tersebut harus dijawab atau dikerjakan oleh semua
mahasiswa, dan tentunya hal ini berarti akan menyita waktu perkuliahan.
b. Umpan balik yang berupa informasi atas hasil tes.
STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik
3
c. Tindak lanjut yang berupa petunjuk tantang apa yang harus dilakukan atau dipelajari
oleh mahasiswa selanjutnya, baik untuk pendalam materi yang telah dipelajari dalam
bentuk pertemuan tersebut aupun untuk mempersiapkan diri mengikuti pertemuan yang
akan datang.
Tahap penutup ini hanya membutuhkan waktu sekitar 10-20 menit atau 10-15% dari waktu
pengajaran
b. Media dan Alat Pengajaran
Media merupakan alat yang digunakan untuk menyalurkan isi pelajaran agar dapat dilihat,
dibaca, atau didengar oleh mahasiswa. Jenis media yang sering digunakan dalam
pengajaran adalah buku, bahan cetak, papan tulis, foto, transparasi, dan over head projector
(OHP). Disamping itu kadang-kadangdigunakan pula film bingkai (slide) dan slide
projector, kaset video, dan video set. Fungsi dari media tersebut adalah mengantarkan isi
materi perkuliahan kepada mahasiswa. Alat penganjar adalah benda yang digunakan dalam
pengajaran sehingga memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar. Benda itu tidak
dimaksudkan untuk mengantarkan isi materi perkuliahan. Penggaris, petunjuk papan tulis,
dan kalkulatoryang digunakan untuk menghitung, merupakan contoh alat pengajaran. Alat-
alat itu tidak disebut media pengajaran karena tidak dimaksudkan untuk membawa pesan.
c. Evaluasi
Evaluasi adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur hasil belajar mahasiswa dan
cara melaksanakan pengukuran tersebut. Alat ukur tersebut dapat berbentuk tes karangan
(essay test) atau tes objektif untuk tujuan instruksional yang mengandung kawasan kognitif,
dan tes kinerja ( performance test) untuk kawasan psikomotor. Cara pelaksanaanya dapat
berbentuk tulisan atau lisan untuk kawasan kognitif dan unjuk kinerja untuk kawasan
psikomotor.
d. Referensi
Referensi adalah buku atau bahan yang dijadikan acuan dalam menyajikan materi dalam
SAP.
Berdasrkan uraian tentang kegiatan belajar mengajar tersebut nampak bahwa didalamnya
tercakup komponen metode pengajaran. Untuk menjelaskan suatu konsep abstrak pengajar
dapat menggunakan ceramah, sedangkan untuk memberikan contoh dalam bentuk kegiatan
fisik pengajar menggunakan demontrasi. Itulah sebabnya sebagian orang tidak
menggunakan metode pengajaran jika mereka sudah menggunakan istilah kegiatan belajar
mengajar.
II. KETENTUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU
STIE miftahul Huda Subang mempunyai dua program kelas reguler,yaitu program kelas
reguler pagi dan program kelas reguler karyawan. Kedua kelas tersebut mempunyai dua
program studi, yaitu Manajemen dan Akuntansi.
Penerimaan mahasiswa baru untuk lulusan SLTA diatur melalui sistem test masuk STIE
Miftahul Huda Subang dalam bentuk ujian tertulis, dengan persyaratn sebagai berikut:

STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik


4
1. Umum
a. Warga Negara Indonesia.
b. Warga Negara Asing dengan melampirkan fotokopi ijin belajar dari Departemen
Pendidikan Nasional
c. Berijazah Sekolah Menengah Umum dan Sekolah Menengah Kejuruan
2. Khusus
a. Memperlihatkan Ijazah / STTB atau tanda lulus sementara, dan fotokopi dokumen
tersebut yang telah disahkan oelh pejabat yang berwenang
b. Membayar uang pendaftaran
c. Mengisi formulir pendaftaran sesuai dengan ketentuan panitia, dilampiri 3 (tiga)
lembar pas foto ukuran 3x4 yang langsung ditempel pada kartu ujian masuk
Sedangkan untuk lulusan D3, melanjukan, dan pindahan diatur melalui ketentuan mutasi
III. KETENTUAN PENDAFTARAN ULANG (HER-REGRESTRASI) MAHASISWA
Bagi mahasiswa baru mauapun mahasiswa lama diwajibkan melakukan daftar ulang (her-
regrestrasi) dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Calon mahasiswa yang dinyatakan diterima/lulus ujian masuk harus mendaftarkan diri
(regrestrasi) dalam waktu yang sudah ditentukan.
2. Mahasiswa lama harus melakukan pendaftaran ulang (her-regestrasi) pada setiap awal
semester dengan melunasi DPP tahun akademik yang bersangkutan pada semester
ganjil sesuai jadwal yang telah ditetapkan ( bulan Juli – Agustus ). Mahasiswa yang
tidak melakukan her regrestrasi dalam batas waktu yang telah ditentukan dinyatakan
mengundurkan diri.
3. Syarat-syarat regrestrasi / her regrestrasi, adalah:
 Menyerahkan Daftar Riwayat Hidup dan Surat Pernyataan seperti yang telah
ditentukan;
 Melampirkan bukti pembayaran DPP;
 Mengambil kartu mahasiswa.
IV. KETENTUAN PERWALIAN
Setiap awal semester, mahasiswa yang telah melakukan regrestrasi/ her-regrestrasi diwajibkan
melaksanakan perwalian dengan dosen wali yang telah ditentukan untuk melegalisasi Kartu
Hasil Studi (KHS) semester sebelumnyadan mengaajukan rencana kuliah semester
berikutnyayang dicantumkan dalam Kartu Rencana Studi (KRS). Waktu pengisian KRS
didasarkan kalender akademik. Formulir KRS dapat dilihat dalam lampiran. Tujuan perwalian
adalah untuk mengarahkan mahasiswa dalam memilih mata kuliah yang akan ditempuh pada
semester tertentu dan merencanakan studi pada masa yang akan datang. Mahasiswa yang tidak
melakukan perwalian pada waktu yang telah ditentukan tidak berhak mengikuti kuliah dan
ujian pada semester tersebut.
1. Pengisian KRS Mahasiswa Baru
Syarat-syarat:
a. Telah melakukan regestrasi dengan menunjukan kwitansi regrestrasi pada tahun
akademik tahun berjalan.
STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik
5
b. Memenuhi jawal pengisian KRS yang sudah ditetapkan
c. Berkas KRS disediakan bagian akademik
d. Mahasiswa wajib melakukan perwalian kepada dosen wali yang telah ditunjuk
melalui surat keputusan ketua STIE.
e. Jumlah sks yang dapat diambil ditentukan secara paket untuk semster 1 dan 2

2. Pengisian KRS Mahasiswa Lama


Syarat-syarat:
a. Telah melakukan her regrestrasi dengan menunjukan kwitansi setoran pada tahun
akademik sedang berjalan
b. Memenuhi jadwal pengisian KRS yang sudah ditetapkan
c. Mambawa berkas KRS yang disediakan bagian kemahasiswaan akademik
d. Membawa Kartu Hasil Studi (KHS) dari semster 1 sampai dengan terakhir
e. Mahasiswa wajib melakukan perwalian kepada dosen wali yang diteunjuk melalui
surat keputusan Ketua STIE
f. Melakukan Perubahan Kartu Rencana Studi (PKRS) bila terjadi perubahan, pada
waktu yang ditetapkan
3. Ketentuan Kontrak Matakuliah
Setiap awal semester mahasiswa yang telah melakukan registrasi diwajibkan untuk
mengajukan rencana kuliah yang dicantumkan ke dalam Kartu Rencan Studi (KRS). Waktu
pengisian KRS didasarkan atas kalender akademik. Pengisian KRS dilakukan sendiri oleh
mahasiswa dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
a. Pada awal studi, yaitu semester pertama dan kedua seluruh mahasiswa diwajibkan
mengambil seluruh sks yang diawarkan pda kedua semester tersebut.
b. Beban studi mahasiswa dalam satu semester di tentukan atas dasar kemampuan
akademik dan waktu rata-rata yang tersedia dari masing-masing mahasiswa
c. Bagi mahasiswa yang mempunyai alasan banyak kegiatan non akademik baik
didalam maupun diluar kampus, dapat mengambil total sks kurang dari yang
ditawarkan, tetapi tidak boleh kurang dari 12 sks
d. Kontrak mata kuliah yang dipilih pada setiap semester dikonsultasikan kepada
dosen wali pada waktu yang telah ditentukan. Sesudah jangka waktu tertentu,
matakulaih tersebut tidak boleh diganti ataupun dibatalkan
e. Beban studi pada semster 1 dan 2 berdasarkan paket yang ditawarkan, sedangkan
untuk semester berikutnya ditentukan oleh besarnya Indeks Presentasi Komulatif
(IPK) yang dicapai pada semester sebelumnya dengan ketentuan sebagai berikut:

IPK Jumlah
Maksimum sks
< 1,50 12
1,50 – 1,99 15
2,00 – 2,49 18
2,50 – 2,99 21
˃ 3,00 24

STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik


6
4. Dosen wali

a. Setiap dosen wali ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua atas usul Ketua
Program Studi
b. Para dosen wali dikoordinir oleh ketua program studi
c. Tugas yang dilakukan oleh dosen wali antara lain:
 Membimbing mahasiswa dalam mengontrak mata kuliah (kontrak kredit)
pada setiap jadwal yang ditetapkan
 Membimbing mahasiswa dalam memcahkan berbagai masalah akademik
yang dihadapi
 Membimbing mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan lain yang dipandang
perlu
V. KETENTUAN PERKULIAHAN
1. Bentuk Perkuliahan
Setiap mahasiswa pada awal semester diberi kesempatan untuk merencanakan sendiri beban
studi dengan bimbingan dosen wali sesuai dengan prestasi yang telah dicapai. Beban studi
diimplementasikan dari bentuk kegiatan perkuliahan yang terdiri dari:
a. Perkuliahan tatap muka dikelas atau diluar kelas
b. Praktika di laboratorium atau di lapangan
c. Kuliah praktek kerja atau kuliah kerja nyata
2. Frekuensi Perkuliahan
a. Frekuensi perkuliahan dalam satu semester adalah 16-18 minggu, termasuk ujian
tengah semester dan ujian akhir semester dengan rincian sebagai berikut :
1) Tatap muka : 14-16 minggu
2) Ujian tengah semester : 1 minggu
3) Ujian akhir semester : 1 minggu
b. Bagi dosen yang belum melaksanakan tugas mencapai jumlah minimal 7 kali
pertemuan untuk ujian tengah semester dan 14 kali pertemuan untuk ujian akhir
semester, diwajibkan melengkapi perkuliahan sebelum saat ujian tengah atau akhir
semester mata kuliah tersebut dilaksanakan.
c. Mahasiswa peserta kuliah diharuskan untuk berpakaian rapi dan sopan, tidak
diperkenankan memakai T-shirt dan sandal.
d. Untuk praktik dan Kuliah Praktek Kerja atau Kuliah Kerja Usaha jumlah pertemuan
ditentukan khusus menurut kebutuhan praktikum dan Kuliah Praktek Kerja atau Kuliah
Kerja Usahatersebut.
3. Batas Waktu Studi
Batas waktu studi ialah waktu maksimal seseorang mahasiswa diperoleh menyelsaikan studi.
Ketentuan batas waktu studi adalah sebagai berikut :
a. Lama studi antara 4 sampai 7 tahun

STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik


7
b. Mahasiswa yang melampaui batas waktu jenjang studi yang telah ditentukan tersebut
dinyatakan gugur.
c. Apabila mahasiswa berhenti selama satu semester atau lebih tanpa memperoleh izin,
maka mahasiswa tersebut dinyatakan gugur, sedangkan apabila mahasiswa tersebut
mendapat ijin secara resmi (cuti), maka jenjang waktu selama mahasiswa berhenti
sementara tidak diperhitungkan dalam penentuan batas waktu studi.
VI. KOORDINASI MATA KULIAH
Koordinasi matakuliah diperlukan agar perkuliahan dapat diselesaikan sesuai dengan
kurikulum program sarjan (SI). Koordinasi matakuliah dibawah arahan dan binaan seorang
koordinator.
Tugas koordinator matakuliah meliputi :
1. Memantau dan mengevaluasi perkuliahan yang diberikan oleh dosen-dosen tatap muka
berdasarkan SAP.
2. Wajib memberikan saran/petunjuk kepada dosen tatap muka, jika terjadi penyimpangan
pelaksanaan pemberian matakuliah.
3. Melaporkan hasil pertemuan di atas kepada Ketua Program Studi.
4. Pada setiap akhir semester memberikan rekomendasi terhadap dosen-dosen tatap muka
yang memenuhi syarat.
5. Bertanggungjawab atas koreksi hasil ujian dan nilai natakuliah yang dikoordinirnya.
6. Mengadakan pertemuan dengan dosen-dosen tatap muka pada matakuliah yang
dikoordinirnya minimal 3 kali dalam satu semester.
VII. KETENTUAN UJIAN SEMESTER
1. Bentuk Ujian
Ujian dilaksanakan dengan bentuk ujian tulis terjadwal yang diselenggarakan dua kali dalam
satu semester, yaitu:
a. Ujian Tengah semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).
b. Ujian diluar butir a tidak diselenggarakan.

2. Peserta Ujian
a. Mahasiswa peserta ujian adalah mahasiswa yang terdaftar dan telah melunasi
kewajiban keuangan pda semester berjalan.
b. Mahasiswa ysng telah melakukan perwalian dan kontrak matakuliah pada semester
yang bersangkutan.
c. Mahasiswa yang telah melaksanakan pendaftaran sesuai dengan jadwal yang
ditentukan.
3. Pelaksanaan dan Tata Tertib Ujian
Waktu pelaksanaan UTS yaitu pada setiap pertengahan berlangsungnya kuliah dalam satu
semester (6-8 kali pertemuan) dan UAS pada setiap akhir semester (14-16 kali pertemuan),
dengan tata tertib pelaksanaan ujian yang berlaku adalah sebagai berikut:

STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik


8
Ketentuan Umum:
a. Pada saat mengikuti ujian setiap peserta harus membawa kartu ujian, mereka yang
tidak dapat meperlihatkan kartu ujian ditolak untuk mengikuti ujian.
b. Wajib hadir 15 menit sebelum ujian dimulai dan duduk sesuai dengan ruangan dan
no kursi yang telah disediakan oleh panitia ujian.
c. Peserta ujian diperkenankan mengerjakan soal ujian bila sudah ada aba-aba dari
panitia dan harus mengakhiri pekerjaannya setelah waktu ujian selesai.
d. Semua buku/catatan (kecuali open book), tas, jaket, harus diletakkan didepanruang
ujian/ditempat yang telah ditentukan.
e. Pengawas berhak melarang peserta ujian keluar ruangan ujian pada saat ujian
sedang berlangsung.
f. Pengawas ujian berhak memeriksa, menegur, memberikan peringatan,
memindahkan, mencatat dalam berita acara, dan mengeluarkan dari ruang ujian
bagi peserta yang melanggar tata tertibsaat ujian berlangsung.
g. Peserta ujian dengan alasan apapun tidak diizinkan memasuki ruangan
ujian/mengikuti ujian apabila ujian sudah dimulai lebih dari 15 menit.
h. Peserta yang melanggar pengambilan matakuliah tidak sesuai dengan matakuliah
yang dikontrak/tidak sesuai dengan KRS, hasil ujiannya akan dianulir (dibatalkan)
dan dianggap gugur.
i. Bagi peserta ujian yang akan mengundurkan diri atau yang telah menyelesaikan
ujiannya dalam waktu kurang dari 30 menit, harus menyerahkan berkas soalnya,
dan tidak diperkenankan masuk kembali kedalam ruangan ujian.
j. Tata tertib ini harus ditaati setiap peserta ujian selama ujian berlangsung
k. Pelanggaran terhadap tata tertib ini akan dikenakan sanksi sesuai dengan jenis
pelanggarannya.
l. Hal-hal yang belum diatur dalam tata terib ini akan diatur dan ditetapkan kembali.
Ketentuan pakaian:
a. Setiap pesert ujian diwajibkan berpakaian rapi, dengan ketentuan:
 Laki-laki
Celana panjang (bukan jenis jeans dan corduroy) warna hitam, pakaian kemeja
(bukan kaos/jeans)warna putih polos dan tidak bercorak.
 Perempuan
Rok panjang (di bawah lutut dan bukan jenis jeans) warna hitam, pakaian
kemeja (bukan kaos/jeans)warna putih polos dan tidak bercorak.
b. Harus memakai sepatu

Ketentuan perlengkapan ujian:


a. Peserta ujian hanya diperkenanakan membawa perlengkapan ujian (alat tulis selain
kertas, mistar, kalkulator bukan mini komputer, tabel statistik/daftar bunga logaritma
tanpa catatan, kecuali open book) kedalam ruangan ujian.
b. Peserta ujian wajib memeperkenankan pengawas memeriksa tempat pensil, dompet,
tempat kalkulator dan saku baju/celana/rok.

STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik


9
c. Tidak diperkenankan saling meminjam buku/alat tulis lainnya dan merokok saat ujian
berlangsung.
Ketentuan ujian pengganti:
a. Ujian pengganti untuk mahasiswa yang tidak dapat mengkuti UTS/UAS reguler akan
diberikan setelah pelaksanaan UTS/UAS
b. Merujuk pada butir a, syarat-syarat yang diperkenankan untuk mengikuti ujian
pengganti, dengan alasan sebagai berikut:
 Sakit, dengan surat keterangan asli dari dokter/rumah sakit (Rawat Inap).
 Melahirkan, dilengkapi dengan surat keterangan dokter/rumah sakit/bidan.
 Salah satu anggota keluarga dekat meninggal, dengan ada keterangan dari ketua
RT/RW setempat.
 Surat keterangan paling lambat harus diserahkan kepada panitia satu hari setelah
matakuliah yang bersangkutan diujikan.
4. Penilaian Ujian
Penilaian hasil akhir ujian diwujudkan dalam bentuk nilai akhir, yang merupakan
gabungan antara kehadiran, tugas, nilai UTS dan nilai UAS. Nilai akhir pada setiap
mata kuliah dinyatakan dalam huruf yang mempunyai arti dan bobot sebagai berikut:
A = Sangat Baik dengan bobot 4
B = Baik dengan bobot 3
C = Cukup dengan bobot 2
D = Kurang dengan bobot 1
E = Gagal dengan bobot 0
Mahasiswa dinyatakan lulus jika memperoleh nilai minimum C.
5. Pengumuman Hasil Ujian
Hasil ujian diumumkan kepada mahasiswa sesuai jadwal pada kalender akademik. Nilai
UTS diumumkan dalam bentuk angka dan nilai UAS diumumkan dalam bentuk huruf mutu.
VIII. SISTEM PENILAIAN
1. Penilaian Keberhasilan Studi Setiap Mata kuliah
a. Penilaian terhadap keberhasilan studi mahasiswa untuk setiap mata kuliah
didasarkan Penilaian Acuan Normal (PAN), yaitu dengan cara membandingkan
nilai seorang mahasiswa dengan nilai kelompoknya. Penilaian dalam bentuk
angka harus dikonversikan dalam bentuk huruf, dengan ketentuan sebagai
berikut:

STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik


10
x = adalah rata-rata nilai, dengan rumus:
∑ 𝑋𝑖
𝑥=
N
Xi = nilai ke 1
N = Banyak nilai
𝑁𝑋₁(𝑋₁)²
S adalah simpangan baku, dengan rumus 𝑆 = √
𝑁(𝑁−1)

Batas nilai kelulusan adalah sebagai berikut:


# E < x 1,5s
# x1,5s < D < x 0,5s
# x 0,5s < C < x + 0,5s
# x + 0,5s < B < x + 1,5s
# A > X + 1,5s
a. Nilai prestasi studi setiap mata kuliah merupakan hasil komulatif dari komponen
kehadiran (10%), ujian tengah semester (30%), dan ujian akhir semester (40%).
b. Bila seorang mahasiswa belum dapat melengkapi tugas sebagai salah satu komponen
dari suatu mata kuliah pada saat yang telah ditentukan, maka yang bersangkutan
dinyatakan nilai T (tidak lengkap). Mahasiswa yang bersangkutan masih diberi
kesempatan untuk melengkapai komponen tersebut dalam waktupaling lambat satu
bulansetelah nilai mata kuliah tersebut diumumkan.jika tidak dielengkapi, maka nilai
langsung berubah menjadi E.
c. Bila seorang mahasiswa mengundurkan diri secara sah untuk satu mata kuliah, maka
mahasiswa tersebut diberi nilai K (kosong), sehingga mata kuliah tersebuttidak turut
diperhitungkandalam menentukan IP pada akhir semester. Demikian pula mahasiswa
yang tingkat kehadirannya kurang dari 50% total kehadiran dosen
d. Nilai gagal atau E diberikan mahasiswa apabila kadar penetahuan mahasiswa terhadap
materi perkuliahan dinilai oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan berada dibawah
penguasaan minimal kadar pengetahuan yang telah ditentukan. Nilai E diperhitungkan
dalam penentuan IP.

STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik


11
2. Penilaian Keberhasilan Studi Setiap Semester
a. Penilaian keberhasilan studi detiap semester dilakukan pada setiap akhir
semester, meliputi seluruh mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa selama
semester tersebut dengan menggunakan rumus Indek Prestasi Kumulatif
sebagai berikut:
∑ 𝑥𝑦
𝑃=
∑𝑦
b. Keterangan:
P = nilai indek prestasi
X = nilai ujian seluruh mata kuliah
Y = satuan kredit total
Hasil perhitungan IPK dihitung sampai dua desimal, dan digunakan dalam
menentukan beban studi yang berhak diambil pada semester berikutnya.
c. Penilaian keberhasilan studi sesudah 4 semester. Mahasiswa dapat melanjutkan
studinya apabila setelah 4 semester dapat mengumpulkan sekurang-
kurangnya30 SKS dan mencapai IPK 2,00. Apabila syarat itu tidak terpenuhi,
maka mahasiswa yang bersangkutan dikenakan status percobaan selama dua
semester dengan bimbingan khusus dari dosen wali serta mendapat peringatan
pemberhentian studi/Drop Out.
d. Penilaian keberhasilan studi sesudah 8 semester. Mahasiswa dapat melanjutkan
penyelasian studinya apabila telah berhasil mengumpulkan 75 SKS atau lebih
dan mencapai IPK 2,00. Mahasiswa yang hanya berhasil mengumpulkan 60-74
SKS dengan IPK 2,00 dapat melanjutkan penyelesaian studinya, tetapi dengan
bimbingan khusus dari dosen wali. Sedang yang dibawah IPK tersebut
dikenakan pemberhentian studi/drop Out.
e. Pelaksaan penilaian keberhasilan studi
1. Pelaksanaan penilaian keberhasilan studi sesudah 4 semester dan 8 semester
diarahkan kepada program studi masing-masing yang hasilnya dilaporkan
kepada Ketua melalui Bagian Akademik.
2. Usul pemberhentian mahasiswa yang tidak memenuhi syarat untuk
melanjutkan studi disampaikan oleh Fakultas kepada Rektor untuk
dikeluarkan surat pemberhentiannya.
3. Penilaian Keberhasilan Akhir Program Sarjana (SI)
Mahasiswa yang telah lulus seluruh mata kuliah dan telah menyelesaikan skripsi
diperkenanakan untuk mengikuti sidang ujian akhir. Bagi mahasiswa yang dinyatakan berhasil
(lulus) pada acara penutupan sidang ujian akhir akan dibacakan yudisiumnya.
Penentuan derajat yudisium adalah sebagai berikut:
Derajat Yudisium Nilai Yudisium
Pujian (Cum Laude)* 3,51 – 4,00
Sangat memuaskan 2,75 – 3,50
Memuaskan 2,00 – 2,74
* Untuk masa studi maksimal 5 tahun
STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik
12
IX. KULIAH KERJA NYATA (KKN)
KKU merupakan bagian dari proses pendidikan yang berhubungan erat dengan pembinaan
mahasiswa secara utuh serta pengembangan dan peningkatan kemampuan masyarakat. Oleh
karena itu, KK menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan tinggi.
A. Tujuan, Sasaran dan Arah Kuliah Kerja Nyata (KKN)
1. Tujuan
Secara umum KKN mempunyai tiga tujuan:
a. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berharga, melalui keterlibatan dalam
masyarakat yang secara langsung menemukan, merumuskan, memecahkan dan
menanggulangi permasalahan pembangunan secara pragmatis dan interdisipliner.
b. Mahasiswa dapat memberikan pemikiran berdasarkan ilmu, teknologi dan seni dalam
upaya menumbuhkan, mempercepat gerak serta mempersiapkan kader-kader
pembangunan.
c. Meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, instansi
teknis dalam masyarakat, sehungga perguruan tinggi dapat lebih berperan dan
menyesuaikan kegiatan pendidikan serta penelitiannya dengan tuntutan yang nyata dari
masyarakat yang sedang membangun.
2. Sasaran dan Manfaat
KKN mempunyai tiga kelompok sasaran, yaitu: Mahasiswa, masyarakat bersama Pemerintah
Daerah dan Perguruan Tinggi. Masing-masing kelompok ini memperoleh manfaat sebagai
berikut:
Manfaat bagi Mahasiswa
a. Memperdalam pengertian terhadap cara berfikir dan bekerja secara interdisiplin,
sehingga dapat menghayati adanya hubungan dan kerja sama antar sektor.
b. Memperdalam penghayatan dan pengertian mahasiswa terhadap kesulitan yang
dihadapi oleh masyarakat dalam melaksankan pembangunan.
c. Mendewasakan cara berfikir serta meningkatkan daya penalaran mahasiswa dalam
melakukan penalaran, perumusan dan pemecahan masalahsecara pragmatis ilmiah.
d. Membina masyarakat menjadi inovator, dinamisatot dan problem solver.
e. Memberikan pengalaman belajar dan bekerja sebagai kader pembangunan sehingga
terbentuk sikap dan rasa cinta terhadap kemajuan masyarakat.
f. Melalui pengalaman bekerja dalam melakukan penelaahan merumuskan dan
memecahkan masalah secara langsung, akan lebih menumbuhkan sikap
profesionalisme dalam diri mahasiswa dalam arti peningkatan keahlian, tanggungjawab
dan rasa kesejawatan.
Manfaat bagi Masyarakat dan Pemrintah Daerah
a. Memperoleh cara baru yang di butuhkan untuk merencanakan, merumuskan dan
melaksanakan pembangunan.
b. Memperoleh pengalaman dalam menggali dan menumbuhkan potensi swadaya
masyarakat sehingga mampu berpatisipasi aktif dalam pembangunan.

STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik


13
c. Memanfaatkan bantuan tenaga mahasiswa untuk melaksanakan program-program dan
proyek-proyek pembangunan yang berada dibawah tanggungjawabnya.

Manfaat bagi Perguruan Tinggi


a. Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintregrasian mahasiswa dengan proses
pembanguna di tengah-tengah masyarakat, sehingga kurikulum materi perkuliahan dan
pengembangan ilmu yang disususn di perguruan tinggidapat lebih disesuaikan sengan
tuntutan program pembangunan.
b. Memperoleh berbagai kasus yang berharga yang dpat digunakan sebagai contoh dalam
memberikan materi perkuliahan dan menemukan bergbagai masalah untuk
pengembangan penilitian.
c. Memperoleh hasil kegiatan mahsiswa, ddapat menelahaan dan merumuskan
kedalam/kondisi nyata masyarakat yang berguna bagi pengembangan ilmu, teknologi
dan seni, serta dapat mendiagnosisi secara tepat setiap kebutuhan masyarakat. sehingga
ilmu, teknolgi dapat d sesuai dengan tuntutan nyata.
3. Arah
a. Penyiapan program dan pelaksanaan KKU yang dapat mendukung dihasilkannya
sarjana bermutu sesuai dengan bidang kajian dan kebutuhan masyarakat dan tuntutan
pembangunan.
b. Penempatan mahasiswa pada daerah KKU yang memiliki masalah yang sesuai dengan
bidang keahliannya, sehingga mahasiswa KKU dapat mengembangkan kemampuan
profesi yang dimilikinya dan mengamalkan kepada masyarakat.
c. Pengembangan kemampuan mahasiswa dalam bekerja secara terpadu antar bidang
keahlian yang mereka miliki.
B. Persyaratan Peserta KKN
Peserta KKN adalah mahasiswa yang telah memiliki persyaratan yang telah ditentukan:
1. Telah menyelesaikan 93 SKS dengan minimal IPK 2,00
2. Telah melunasi keuangan untuk tahun akademik yang sedang berjalan dan print out
bukti setoran dua tahun berturut-turut yang telah disahkan bagian keuangan.
3. Menyerahkan surat keterangan dokter, karena kegiatan KKN memerlukan stamina yang
prima, maka peserta KKN harus dalam keadaan sehat lahir maupun batinyang
dibuktikan dengan menyertakan surat keterangan sehat dari dokter.
4. Melakukan pendaftaran KKN sebagai peserta KKN.
Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Pedoman Kuliah Kerja Nyata STIE Miftahul
Huda Subang.

STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik


14
X. SKRIPSI
Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa sebagai ringkasan akhir
dalam menyelesaikan pendidikan program S1 untuk meraih gelar sarjana sesuai dengan
ketentuan yang berlaku dibawah pembinaan seorang pembimbing atau lebih. Karya tulis ini
dibuat berdasarkan hasil penelitian melalui studi pustaka dan/atau hasil penelitian lapangan
untuk selanjutnya dipertanggungjawabkan di depan forum ilmiah, yaitu sidang ujian akhir pada
program studi masing-masing.
A. Persyaratan Penyusunan Skripsi
1. Persyaratan Akademik
a. Mata kuliah metodologi penelitian, Bahasa Indonesia, Pancasila, Agama Islam, dan
mata kuliah pokok skripsi telah lulus minimal C.
b. Nilai D maksimal 10% dari keseluruhan mata kuliah program S1
c. IPK minimal 2,00 dan tidak mempunyai nilai E
d. Mahasiswa diizinkan menyusun skripsi dengan ketentuan sebagai berikut:
SKS yang telah ditempuh
Manajemen Akuntansi
IPK Beban SKS selain skripsi
Angkatan
2002 2003 2001 2002
2,00 s.d.2,49 136 136 137 135 1 mata kuliah setara 3 SKS
2,50 s.d. 2,99 133 133 134 132 2 mata kuliah setara 6 SKS
3,00 s.d. 4,00 127 127 128 126 4 mata kuliah setara 12 SKS

2. Persyaratan Administrasi
a. Terdaftar sebagai mahasiswa STIE Miftahul Huda Subang pada tahun akademik yang
bersangkutan dengan melampirkan tanda bukti kwitansi dan print out kwitansi setoran
dua tahun berturut-turut yang telah disahkan oleh Bagian Keuangan.
b. Memperlihatkan KRS yang mencantumkan kontrak skripsi.
c. Mengisi formulir pendaftaran bimbingan skripsi.
d. Melampirkan transkrip akademik sementara dan KHS dari semester satu sampai dengan
akhir.
e. Meminta persetujuan judul/topik skripsi dari program studi masing-masing.
f. Membuat proposal sesuai dengan judul/topik yang telah disetujui oleh program
sebanyak 3 (tiga) eksemplar.
g. Membayar biaya bimbingan skripsi kepada Ksb. Keuangan.
h. Mengambil surat tugas penelitian skripsi di Sub Bagian Administrasi Akademik.
i. Menghadap dosen pembimbing skripsi yang ditunjuk oelh Ketua, dengan
memperlihatkan surat tugas pembimbing skripsi.
Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Pedoman Penyusunan Skripsi dan Sidang Ujian
Akhir STIE Miftahul Huda Subang.

STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik


15
B. Ketentuan Sidang Ujian Akhir
1. Ketentuan Akademik
a. Sidang ujian akhir hanya dapat dilaksanakan jika skripsi telah selesai. Hal tersebut
dibuktikan dengan memperlihatkan draff dan kartu bimbingan skripsi yang telah
ditandatangani oleh pembimbing dan atau pembimbing pendamping, serta Ketua
Pragram Studi
b. Satuan kredit semester minimal yang telah dicapai:
SKS yang telah ditempuh
Manajemen/Angkatan Akuntansi/Angkatan
1997 - 2002 2003 1997 - 2001 2002
139 139 140 138

c. Pelaksanaan sidang Ujian akhir direncanakan oleh program Studi dengan


memperlihatkan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
d. Pelaksanaan sidang ujian akhir sebagaimana dimaksud dalam butir 3 ini disampaikan
kepada mahasiswa yang bersangkutan serta kepada panitia sidang, dilampiri dengan
draf skripsi dari mahasiswa yang bersangkutan.

2. Ketentuan Administrasi
a. Pesesrta sidang ujian akhir adalah mahasiswa yang telah selesai melaksanakan proses
bimbingan dan terdaftar sebagai mahasiswa STIE Miftahul Huda Subang dan telah
melunasi SPP tahun akademik yang berjalan (dengan melampirkan bukti kwitansi dan
print out bukti setoran).
b. Melampirkan Transkrip Akademik sementara semester 1 s.d. semester 6.
c. Mengisi formulir permohonan sidang yang disetujui oleh pembimbing dan Ketua
Program Studi serta diketahui Pembantu Ketua bidang akademik dilengkapi dengan
bukti telah melakukan penelitian dari tempat penelitian.
d. Menyerahkan draf skripsi yang telah disahkan oleh Pembimbing/Pembimbing
Pendamping, Ketua Program Studi, dan Pembantu Ketua I sebanyak 3 (tiga) atau 4
(empat) eksemplar (bila ada Pembimbing Pendamping).
e. Membayar biaya sidang ujian akhir sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
f. Mengikuti wawasan almamater meliputi wawasan syiar islam, kewirausahaan, etos
kerja dan disiplin.
3. Mekanisme dan Prosedur Ujian Akhir
a. Sidang ujian akhir dilaksanakan dalam forum resmi yang dibuka dan ditutup oleh Ketua
Sidang, terdiri dari: Ketua, Pembantu Ketua, Ketua Panitia, sekretaris, dan Staf
Program Studi, Tim Penguji serta harus dihadiri oleh seluruh peserta sidang dari
masing-masing Program Studi.
b. Pelaksanaan sidang ujian akhir dilaksanakan secara panel dan terbuka yaitu dapat
disaksikan oelh pihak lain, dimana seorang kandidiat di uji oleh tim penguji yang terdiri
dari Pembimbing atau Pendamping Pembimbing dan penguji lainnya yang ditunjuk
oleh program studi masing-masing, disesuaikan dengan materi skripsi tersebut.

STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik


16
Lamanya waktu sidang diteapkan paling lama 60 (enam puluh) menit bagi setiap
peserta sidang. Peserta sidang diberi waktu 15 menit untuk menyampaikan pokok-
pokok pikiran yang terkandung dalam skripsi mengenai:
a) Latar belakang penelitian.
b) Rumusan masalah.
c) Kerangka pemikiran dan perumusan hipotesis.
d) Metode penelitian.
e) Pembahasan penelitian.
f) Kesimpulan dan saran.
c. Materi yang diujikan adalah skripsi secara komprehensif.
d. Pelaksanaan sidang ujian akhir tergantung pada kesiapan dan kesedian penguji serta
program studi, dengan ketentuan minimal 10 (sepuluh) orang peserta dan maksimal 30
(tiga puluh) orang peserta per hari.
e. Peserta diperbolehkan mengikuti sidang apabila telah mendaftar dua minggu
sebelumnya, dan diwajibkan mengikuti acara pembukaan serta penutupan sidang
(pembacaan yudisium) sesuia dengan jadwal yang telah ditetapkan.
f. Apabila peserta sidang berhalangan hadir pada waktu sidang yang telah ditentukan,
maka pelaksaan sidang diundur sampai dengan kegiatan sidang berikutnya dengan
maksimal 2 (dua) kali pengunduran.
g. Apabila ada perbaikan skripsi, maka peserta sidang harus memperbaikinya sesuai saran
dari penguji. Oleh karena itu formulir perbaikan skripsi harus diisi dan disetujui oleh
tim penguji. Apabila skripsi tersebut tdiak diperbaiki, maka transkrip akademik dan
ijazah tidak dapat diberikan. Batas waktu diperbaikan skripsi adalah 3 (tiga) bulan
terhitung tanggal yudisium. Jika batas waktu terlampaui, maka dikenakan sanksi
administratif, berupa kewajiban menyerahkan 1 (satu) unit buku teks/jurnal ilmiah
untuk keterlambatan 1 (satu) bulan.
Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Pedoman Penyusunan Skripsi dan Sidang Ujian
Akhir STIE Miftahul Huda Subang.
C. Pembatasan Masa Studi
Pemberhentian studi/drop Out
Pemberhentian studi/Drop Out merupakan pemutusan hubungan akademis dan administratif
sebelum akhir masa studi. Keputusan mengenai pemberhentian studi dikeluarkan oleh Ketua
atas usulan Pembantu Ketua. Ketentuan lain yang mengatur tentang hal ini diatur dalam bagian
tersendiri.
D. Ketentuan Semester Pendek
Semester pendek merupakan kegiatan akademik nonreguler yang diselenggaarakan diantara
dua semester reguler, dan pelaksanaannya setiap tahun akademik dilaksanakan pada bulan Juni
s.d. Agustus. Tujuan Program Semerter Pendek adalah memberikan kesempatan untuk
menaikan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) mahasiswa yang potensial terkena pembatasan
waktu studi dan agar tepat waktu kelulusannya. Pada semester pendek jumalah tatap muka
dosen – mahasiswa disesuaikan dengan beban SKSuntuk setiap mata kuliah dan beban studi
yang diberikan kepada mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan semester pendek tidak lebih
dari 10 (spuluh) SKS. Mata kuliah yang diberikan pada semster pendek juga pernah diberikan
STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik
17
pada semster reguler. Mahasiswa peserta semester pendek adalah mahasiswa yang pernah
mengikuti proses belajar mengajar pada semester reguler sebelumnyapada mata kuliah
tertentudan memiliki nilai C, D, E, atau T yang dibuktikan dalam KHS yang dilegalisir.
Mahasiswa diperkenankan mengikuti semester pendek, jika telah menyelesaikan semester IV.
Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan 12 (dua belas) kali tatap muka, termasuk ujian tengah
semester pendek dan ujian akhir semster pendek. Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada
petunjuk Teknis Pelaksanaan Semester Pendek STIE Miftahul Huda subang.
E. Ketentuan Pindah Kuliah (Mutasi)
Mutasi siswa antar Program Studi di lingkungan STIE Miftahul Huda Subang tidak
diberlakukan.
Mutasi mahasiswa antar Perguruan Tinggi diperkenankan dengan memperlihatkan:
1. Calon mahasiswa mengajukan permohonan tertulis kepada Ketua STIE / Pembantu
Ketua dengan menjelaskan alasan perpindahan.
2. Melampirkan rekomendasi dari Ketua Perguruan Tinggi asal dan kopertis dengan
disertai kelengkapan administrasi lainnya, semua dengan data yang belum kadaluarsa
3. Calon mahasiswa berasal dari:
a. Program studi yang sama atau dapat dipersamakan dengan program studi yang
baru
b. Program studi yang memiliki status akreditasi setidaknya sama dengan
program studi yang baru.
F. Sanksi Akademik
Guna menjaga dan memelihara ketertiban proses penyelenggaraan pendidikan, serta menjamin
mutu hasil pendidikan, maka perlu ditetapkan sanksi-sanksi atas pelanggaran terhadap
ketentuan yang berlaku bagi para mahasiswa STIE Miftahul Huda Subang.
1. Mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang dan tidak mengisi KRS atau tidak
melaksanakan pelunasan keuangan, tidak diperkenanakan mengikuti semua kegiatan
akademik.
2. Mahasiswa yang mengundurkan diri terhitung mulainya kegiatan kuliah tanpa alasan
yang sah, tidak berhak mempunyai nilai dan tetap diwajibkan membayar keuangan
secara penuh.
3. Mahasiswa yang melakukan kecurangan dalam kegiatan akademik seperti ujian,
praktika, pengerjaan tugas, dan lain-lain akan diberi sanksi akademis berdasarkan
pertimbangan pimpinan program studi dan fakultas.
G. Sanksi Non Akademis
a. Akan diberikan peringatan tertulis apabila melakukan tindak kekerasan, ancaman atau
tindakan lainnyayang dapat mengganggu ketertiban dan merugikan warga kampus,
melakukan kegiatan politik praktis dan melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh
STIE Miftahul Huda Subang.
b. Akan diberikan skorsing berupa larangan mengikuti kegiatan kurikuler dan non
kurikuler dalam jangka waktu tertentu., baik mahasiswa yang telah mendapatakan
peringatan dalam butir 1 tetapi masih melaksanakan kegiatannya.

STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik


18
c. Akan putus studi sebagai mahsiswa STIE Miftahul Huda Subang apabila melakukan
pelanggaran yang merusak nama baik STIE Miftahul Huda tidak mengindahkan
skorsing dan atau melakukan tidakan pidana berdasarkan keputusan pengadilanyang
telah mempunyai kekuatan hukum yang pasti.
H. Ketentuan Cuti Akademik
Cuti akademik atau berhenti sementara adalah pemutusan hubungan akademis sementara tanpa
terjadinya pemutusan hubungan administratif. Berhenti sementara hanya dapat dilakukan bila
mahasiswa karena suatu hal terpaksa untuk meninggalkan sementara kegiatan akademis, hal
tersebut perlu dijelaskan secara tegas dalam permohonan tertulis berhenti sementara yang
ditujukan Ketua STIE.
Izin berhenti sementara hanya berlaku untuk 1 (satu) tahun perkuliahan dan dpat diperpanjang
maksimal satu tahun lagi atas persetujuan Ketua.
Prosedur untuk memperolehnizin berhenti sementara, adalah:
1. Memohon permohonan izin tertulis kepada Ketua melalui Dekan dengan diketahui oleh
Ketua Program Studi dan dosen wali.
2. Permohonan diajukan pada awal semster ganjil.
3. Sebelum Surat Izin Berhenti Sementara, mahasiswa tidak memiliki hak untuk
meninggalkan kegiatan akademis di STIE.
Persyaratan untuk memperoleh Surat Izin Berhenti Sementara, adalah:
1. Terdaftar sebagai mahasiswa STIE dengan menunjukan bukti setoran tahun berjalan
dan print out bukti setoran dua tahun berturut-turut yang telah disahkan oleh Bagian
Keuangan.
2. Tidak berstatus mahasiswa penerima beasiswa, ikatan tugas dan tugas belajar.
3. Mendapat persetujuan dari dosen wali, Ketua Prodi dan Ketua.
4. Belum habis masa studinya.
5. Telah terdaftar sebagai Mahasiswa STIE minimal satu tahun.
6. Tidak sedang mengalami sanksi akademik.
Prosedur yang harus ditempuh ketika seorang mahasiswa hendak aktip kembali setelah cuti
akademik adalah sebagai berikut:
1. Mengajukan permohonan secara tertulis kepada Ketua melalui Kepala Bagian Tata
Usaha, tembusan kepada ketua Program studi dengan melampirkan fotokopi surat
keputusan cutinya.
2. Surat permohonan aktip kembali diajukan paling lambat satu bulan sebelum awal
semester ganjil atau perkuliahan yang bersangkutan dimulai.
Mahasiswa tidak aktif bukan karena cuti akademik (tidak mengajukan cuti), masa studi selama
tidak aktip tetap diperhitungkan dan berkewajiban membayar keuangan secara penuh.

STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik


19
PENELITIAN
A. TUJUAN PENELITIAN
Penelitian di STIE bertujuan:
1. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama untuk menemukan
berbagai teori dan konsep ilmu-ilmu yang dibina oleh Program Studi maupun yang
berhubungan dengan misi STIE Miftahul Huda.
2. Mengembangkan pengetahuan terapan baik yang menyangkut pelaksanaan program
pembangunan pembangunan daerah, wilayah dan nasional, yang berhubungan langsung
dengan pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggidan pengembangan institusi STIE
Miftahul Huda.
3. Memeberikan masukan dalam pengembangan kebijakan pembeangunan maupun
penyelenggara institusi STIE Miftahul Huda sebagai langkah lanjutan hasil penelitian.
4. Mengembangkan kemampuan tenaga pengajar untuk melakukan penelitian melalui
cara mengembangkan sama dengan perguruan tinggi dan badan lain, di dlam maupun
di luar negeri.
5.
B. PENGAJUAN USULAN PENELITIAN
1. Prinsip Umum
a. Koordinator Penelitian Program Studi adalah tenaga non oganik Lembaga
Penelitian STIE yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan kegiatan
pembinaan, pengembangan dan pelaksanaan penelitian.
b. Penelitian diselenggarakan atas nama pribadi pengajar, program studi dan unit
akademik lainnya baik secara kelompok maupun individual.
c. Pembiayaan atas penelitian dapat bersumber dari dana pribadi, dana lembaga,
serta kerjasama dengan pihak ketiga.
2. Proses Pengajuan
a. Proyek penelitian didahului oleh pembuatan usulan penelitian dengan
ketentuan:
 Usulan dibuat berdasarkan format yang sudah ditentukan
 Usulan dibuat oleh tenaga pengajar dengan jabatan fungsional Asisten
Ahli sampai dengan Lektorharus dibawah pembinaan seorang pakar
dibidangnya. Sedang usulan yang dibuat oleh tenaga pengajar dengan
jabatan fungsional di atas Lektor dapat dilaksanakan secara mandiri.
b. Usulan penelitian dapat dilaksanakan bila mendpatkan pengesahan:
 Program studi atau lembaga penelitian, untuk penelitian bidang
keilmuan
 Lembaga penelitian untuk penelitian multi dan inter disiplin.
c. Dalam proses pengesahan usulan penelitian, program studi atau lembaga
penelitian dapat melaksanakan diskusi usulan penelitian.
d. Proyek penelitian yang diusulkan untuk didanai oleh lembaga penelitian,
pengajuan harus diketahui oleh Ketua.

STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik


20
e. Proyek penelitian yang diusulkan untuk didanai dari dana luar, pengajuan
disesuaikan dengan jadwal yang tersedia. Dengan format usulan
mempertimbangkanketentuan yang berlaku dari sumber dana.
C. PELAKSANAAN PENELITIAN
1. Jenis penelitian
a. Penelitian pemula, adalah penelitian yang diarahkan untuk mengembangkan
kemampuan meneliti dan menambah pengalaman meneliti bagi tenaga kerja
pengajar tetap pemula. Kegiatan penelitian ini merupakan tindak lanjut dari
program pendidikan dan latihan yang dilaksanakan oleh tenaga pengajar
tersebut. Materi penelitian mencakup keilmuan, terapan pembangunan dan
institusional.
b. Penelitian pengembangan keilmuan, adalah penelitian yang diarahkan untuk
mengembangkan ilmu penegtahuan khususnya dalam memeberi landasan
verifikasi untuk materi mata kuliah yang dibina. Kegiatan penelitian ini dapat
dilakukan oleh tenaga pengajar luar biasa dengan mengikut-sertakan tenaga
pengajar tetapsebagai anggota kelompok.
c. Penelitian profesional, adalah penelitian yang diarahkan untuk memberi layana
akademik profesional atas permintaan pihak ketiga. Kegiatan penelitian ini
dapat diikuti oleh tenaga pangajar luar biasa maupun tetap.
2. Proses penelitian
Proses penelitian dilaksanakan berdasarkan langkah-langkah metode ilmiah serta
berdasrkan ketentuan administrasi seperti yang diatur pihak yang berwenang mengenai
perizinan penelitian.
3. Publikasi hasil penelitian
Publikasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu seminar hasil dan cetakan ilmiah.

STIE Miftahul Huda Subang – Buku Pedoman Akademik


21