Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH FARMAKOLOGI

Jenis-Jenis Obat
Berdasarkan Penggolongannya

-AHMAD HANAFY H S -ARIEF RAMAMDHAN


-AQILLATUL HUSNA -KHUSNUL KHOTIMAH
-M. KHARISMA ADHA -M. RAHMAN MAULANA
-MUZALIFAH RAHMA -NINDYA ANGGRAENI M
-RAHMAD RAMADHANI -RAHMI MAULIDA
-SUNDARI -YUDA PUSPITA NINGRUM
-YULIA HIKMAH

Kelompok II
Dosen pempimbing : Dewi Kartika Wulandari Ns.,M.Kep

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan karunia- Nya
kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Dengan penuh kemudahan.
Tanpa pertolongan-Nya mungkin makalah ini tidak dapat kami selesaikan.

Makalah Framologi tentang jenis- jenis obat berdasarkan penggolongannya, ini bertujuan
untuk memberikan laporan kepada dosen atau mahasiswa yang bersangkutan.

Tentunya, tidak ada gading yang tidak retak, makalah ini tentu masih banyak kekurangan.
Oleh karena itu, kritik dan saran selalu kami harapkan agar menjadi pedoman di masa yang kan
datang. Akhir kata kami ucapkan terima kasih.

Banjarmasin, 17 Juni 2019


Daftar isi

KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ 2


BAB I ....................................................................................................... Error! Bookmark not defined.
PENDAHULUAN ................................................................................... Error! Bookmark not defined.
a. Latar Belakang ............................................................................................................................ 4
b. Rumusan masalah ....................................................................................................................... 4
c. Tujuan Masalah ........................................................................................................................... 4
BAB II...................................................................................................... Error! Bookmark not defined.
PEMBAHASAN ...................................................................................... Error! Bookmark not defined.
Obat Antihipertensi ............................................................................................................................. 5
Obat Antiaritmia ................................................................................................................................. 8
Obat Inotropik ................................................................................................................................... 10
Obat Antiangina ................................................................................................................................ 13
Obat Antiemetik ................................................................................................................................ 15
Obat Laksative .................................................................................................................................. 17
Obat Anti Diare ................................................................................................................................. 20
BAB III .................................................................................................... Error! Bookmark not defined.
PENUTUP ............................................................................................... Error! Bookmark not defined.
A. Kesimpulan ............................................................................................................................... 23
B. Saran ......................................................................................................................................... 23
Daftar Pustaka ....................................................................................................................................... 24
BAB I
PENDAHULUAN

a. Latar Belakang
Obat adalah bahan atau paduan bahan-bahan yang siap untuk digunakan untuk
mempengaruhi atau menyelidiki system fisiologis atau keadaan –keadaan patologi, dalam
rangka penetapan diagnosa, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan
kesehatan, kontrasepsi, dan sediaan biologis. Untuk meningkatkan keamanan dan
ketetapan penggunaan obat yang beredar di Indonesia digolongkan menjadi 6 golongan
yaitu :
1. Obat bebas
2. Obat bebas terbatas
3. Obat wajib apotik
4. Obat keras
5. Psikotropika
6. Narkotika

b. Rumusan masalah
1. Jenis obat Antihipertensi
2. Jenis obat Antiaritmia
3. Jenis obat Inotropik
4. Jenis obat Antiangina
5. Jenis obat Antiemetik
6. Jenis obat laktasive
7. Jenis obat Antidiare

c. Tujuan Masalah
Untuk mengetahui jenis obat, indikasi, kontraindikasi, dan golongan obat Antihipertensi,
Antiaritmia, Inotropik, Antiangina, Antiemetik, Laksative dan Antidiare.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Obat Antihipertensi
Obat Antihipertensi adalah golongan obat-obatan yang digunakan untuk menurunkan
tekanan darah tinggi atau hipertensi. Hipertensi merupakan kondisi yang sering diderita sebagian
orang, ditandai dengan tekanan darah yang berada di atas level normal (lebih tinggi dari 130/80
milimeter merkuri (mmHg). Tekanan darah yang melebihi batas normal dapat menekan dinding
arteri. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengakibatkan penyakit yang lebih berbahaya seperti
stroke, serangan jantung, gagal jantung, hingga penyakit ginjal.
1. CAPTROPIL

Keterangan :
Golongan : jenis obat kerast

Indikasi
 Hipertensi
 Infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (STEMI)
 Disfungsi jantung ventrikel kiri, Setelah infark miokard
 Gagal jantung kongestif, Biasanya dalam kombinasi dengan diuretik dan digitalis

Kontraindikasi
Captopril sebaiknya tidak diberikan kepada:
 Riwayat angioedema terkait dengan terapi ACE inhibitor sebelumnya.
 Hipersensitivitas terhadap seluruh komponen produk atau captoprol dan
gololingan ACE inhibitor lainnya.
 Diberikan bersamaan dengan aliskiren pada pasien diabetes.
 Pemberian bersamaan dengan neprilysin inhibitor (contohnya sacubitril) atau
dalam 36 jam merubah dari sacubitril/valsartan.

2. RAMIPRIL
Keterangan :
Golongan : jenis obat keras

Indikasi
 Hipertensi ringan sampai sedang. Menurunkan mortalitas setelah infark
miokardial pada pasien dengan petunjuk klinis gagal jantung.

Kontraindikasi
 Pasien yang memiliki Riwayat hipersensitif terhadap Ramipril atau obat-obat
yang termasuk ACE inhibitor lain. Ibu hamil atau berencana untuk hamil.
Riwayat angioedema (herediter atau idiopatik) atau pernah mengalami
angioedema saat menggunakan obat-obat golongan inhibitor ACE. Pasien dengan
diabetes melitus.

3. AMLODIPINE

Keterangan :
Golongan : jenis obat keras

Indikasi
Selain untuk hipertensi, amlodipin juga diindikasikan untuk penyakit berikut:
 Penyakit jantung koroner, dan
 Nyeri dada (angina)

Kontraindikasi
Pada prinsipnya, kontraindikasi absolut amlodipine sama dengan kontraindikasi obat
golongan dihidropiridin (DHP) pada umumnya, yakni:
 Stenosis aorta berat
 Kardiomiopati hipertrofik-obstruktif
 Gagal jantung atau disfungsi ventrikel kiri
 Angina tidak stabil atau ancaman infark miokard
 Hipotensi

Kontraindikasi relatif penggunaan amlodipine antara lain: intoleransi terhadap golongan


DHP dan riwayat efek samping terhadap DHP.
4. PROPANOLOL

Keterangan :
Golongan : jenis obat keras

Indikasi
 Terapi hipertensi
 Angina
 aritmia,
 pencegahan migraine

Kontraindikasi
 Tidak boleh diberikan pada penderita syok kardiogenik, sinus bradikardia dan
asma, Berhati-hati dalam pemberian untuk penderita diabetes, gangguan tiroid,
gangguan hati serta ginjal.

5. LISINOPRIL

Keterangan :
Golongan : jenis obat keras

Indikasi
 Hipertensi essensial,
 Hipertensi renovaskuler,
 Gagal jantung kongestif,
 Infark miokard.

Kontraindikasi
 Hipersensitif,
 dehidrasi karena sakit atau diare,
 serangan jantung,
 ibu menyusui,
 anak dibawah usia 6 tahun.
B. Obat Antiaritmia
Aritmia merupakan kondisi yang mengacu ketika denyut jantung berdetak terlalu cepat,
terlalu lambat, atau tidak teratur. Kondisi ini terjadi akibat adanya gangguan pada impuls listrik
yang mengatur detak jantung. Gejala-gejala yang dialami penderita aritmia berupa jantung
berdebar, lemas, pusing, sesak napas, berkeringat, dan nyeri dada.
1. CORDARONE AMIODARONE

Keterangan :
Golongan : jenis obat keras

Indikasi
 Ventrikular aritmia,
 Supraventrikular aritmia.

Kontraindikasi
 Sinus bradikardia, sino-atrial heart block kecuali pacemaker fitted , cegah pada
gangguan konduksi yang parah atau penyakit sinus node
 disfungsi tiroid
 sensitif terhadap iodine
 cegah penggunaan intravenus pada gagal respiratori yang parah, circulatory
collapse, atau hipotensi arteri yang parah
 cegah injeksi bolus pada gagal jantung atau kardiomiopati.5

2. VERAPAMIL

Keterangan :
Golongan : jenis obat keras

Indkasi
 Pengobatan angina pektoris
 pencegahan aritmia
Kontraindikasi
 Penderita hipersensitivitas, syok kardiogenik, infark miokard akut dengan
komplikasi, AV blok tingkat II-III (kecuali pada pasien dengan pacu jantung),
sindroma sick sinus (kecuali pada pasien dengan pacu jantung), gagal jantung
kongestif, fluter atau fibrilasi atrium dengan jalur by pass (misal sindroma Wolf-
Parkinson-White, sindroma Lown-Gonong-Levine).

3. TIARYT AMIODARONE

Keterangan :
Golongan : jenis obat keras

Indikasi
 Mengobati & mencegah Aritmia Ventrikel & Supraventrikel yang membahaykan
jiwa, Fibrilasi Atrium paroxismal, Atrial flutter, Takikardia Atrial ektopik.

Kontraindikasi
 Disfungsi sinus node berat, blok AV derajat 2 dan 3, sinkop. Disfungsi tiroid.
Hamil dan laktasi. Sensitif terhadap iodida.

4. REXIDRON

Keterangan :
Golongan : jenis obat keras

Indikasi
 Aritmia Supraventrikel dan
 Ventrikel

Kontraindikasi
 Hipersensitif terhadap yodium atau amiodaron; sinus bradikardi & blok SA
jantung; sindrom sick sinus kecuali jika digunakan dengan suatu alat pacu
jantung; gangguan fungsi tiroid; gangguan konduksi tingkat tinggi; blok AV.
Hamil & laktasi.
5. PROPRANOLOL

Keterangan :
Golongan : jenis obat keras

Indikasi
 Aritmia atau gangguan irama jantung
 Hipertensi.
 Hypertrophic subaortic stenosis, yaitu gangguan pada otot jantung.
 Angina pektoris, yaitu nyeri dada akibat otot jantung kekurangan oksigen.
 Hipertensi porta

Kontraindikasi
 Asma
 Diabetes
 Gangguan tiroid
 Penyakit liver
 Penyakit ginjal

C. Obat Inotropik
Obat inotropik positif bekerja dengan meningkatkan kontraksi otot jantung
(miokardium); untuk simpatomimetik dengan aktivitas.
1. MILRINONE

Keterangan :
Golongan ; jenis obat keras

Indikasi
 Digunakan sebagai pengobatan jangka pendek (pengobatan cepat) untuk gagal
jantung yang mengancam nyawa.

Kontraindikasi
 Jantung katup stenosis
 Memonitor keseimbangan cairan dan elektrolit
 Hipersensitivitas
 Infark miokard
2. DOPAMINE

Keterangan :
Golongan : jenis obat keras

Indikasi
 Untuk mengobati syok dan tekanan darah rendah karena seranganjantung, trauma,
infeksi, operasi dan penyebab lainnya.

Kontraindikasi
 Hipertiroidisme,
 feokromositoma, takiaritmia,
 fibrilasi ventrikel,
 glaukoma sudut sempit,
 adenoma prostat.

3. DOBUTAMIN

Keterangan :
Golongan : jenis obat keras

Indikasi
 Terapi pendukung inotropik miokardium pada pengobatan gagal jantung kongestif
akut atau syok kardiogenik.

Kontraindikasi
 Kardiomiopati obstruktif, stenosis subaorta hipertrofi idiopatik.

4. DIGOXIN
Keterangan :
Golongan : jenis obat keras

Indikasi
 Gagal jantung kongestif akut dan kronik.
 Takikardi supraventrikuler paroksismal.

Kontraindikasi
 Blok AV total dan blok AV derajat 2 (2:1), henti sinus, sinus bradikardi yang
berlebihan, pemberian kalsium parenteral.

5. SPIRONOLAKTON

Keterangan :
Golongan : jenis obat keras

Indikasi
 Pemberian obat spironolakton bisa dilakukan kepada penderita gagal jantung
kongestif, sindroma nefrotik, dan hiperaldosteronism primer. Para pasien atau
konsumen yang memiliki keluhan berupa edema, asites malignan dan asitas pada
sirosis hati bisa diberikan obat spironolakton.
 Obat spironolakton juga bisa diberikan kepada pasien yang mengalani tekanan
darah tinggi dan hipokalemia yaitu suatu kondisi di mana tubuh memiliki kadar
kalium yang rendah di dalam darah. Apabila terdapat pasien atau konsumen yang
didiagnosis memiliki terlalu banyak aldosteron di dalam tubuh maka obat
spironolakton bisa diberikan.

Kontraindikasi
 Spironolakton memiliki beberapa kontraindikasi yang membuat pasien dengan
kontraindikasi tersebut tidak bisa menggunakannya. Pasien atau konsumen yang
menderita penyakit Addison dan hiperkalemia tidak bisa memakai obat
spironolakton.
 Kontraindikasi terhadap obat spironolakton juga dimiliki oleh pasien yang tidak
dapat buang air kecil. Jadi, pastikan bahwa Anda dapat melakukan buang air kecil
sebelum minum obat spironolakton.
D. Obat Antiangina
1. NITROGLISERIN [GLYCERYL TRINITRATE (GTN)]

Keterangan :
Golongan : Jenis obat keras

Indikasi
 Meredakan dan mencegah serangan angina pada penderita penyakit jantung
koroner

Kontraindikasi
 Penyakit ginjal, gangguan fungsi hati, hipotensi, anemia, hipoksia, penyakit tiroid,
atau glaukoma.
 pasien dengan infark miokard inferior, dan peningkatan tekanan intrakranial
 pasien yang sedang menggunakan obat inhibitor PDE-5 seperti sildenafil sitrat,
tadalafil, dan vardenafil hidroklorida

2. BISOPROLOL

Keterangan :
Golongan : jenis obat keras

Indikasi
 Mengobati hipertensi
 angina,
 aritmia, dan
 gagal jantung

Kontraindikasi
 Syok kardiogenik
 Gagal jantung tidak stabil
 Sick sinus syndrome
 Blok nodus sinoatrial (SA)
 Blok atrioventrikular derajat 2 atau 3
 Asidosis metabolik
 Penyakit arteri perifer berat
 Penyakit paru obstruktif kronis (PPOKK)
 Asma berat
 Phaeochromocytoma yang tidak diobati

3. GLISERIL TRINITRAT

Keterangan :
Golongan : jenis obat keras

Indikasi
 profilaksis dan pengobatan angina; gagal jantung kiri.

Kontraindikasi
 hipersensitivitas terhadap nitrat; hipotensi atau hipovolemia; kardiopati obstruktif
hipertrofik, stenosis aorta, tamponade jantung, perikarditis konstruktif, stenosis
mitral; anemia berat, trauma kepala, perdarahan otak glaukoma sudut sempit.

4. ISOSORBID DINITRAT

Keterangan :
Golongan : jenis obat bebas

Indikasi
 profilaksis dan pengobatan angina; gagal jantung kiri.

Kontraindikasi
 hipersensitivitas terhadap nitrat; hipotensi atau hipovolemia; kardiopati obstruktif
hipertrofik, stenosis aorta, tamponade jantung, perikarditis konstruktif, stenosis
mitral; anemia berat, trauma kepala, perdarahan otak glaukoma sudut sempit.
5. ISOSORBIDE MONONITRAT (CARDISMO)

Keterangan :

Golongan : jenis obat keras

Indikasi
Terapi jangka panjang Penyakit Jantung Koroner/PJK dan pencegahan Angina Pektoris , terapi
tambahan pada Gagal Jantung Kongestif yang tidak respon adekuat terhadap glikosida jantung
dan/atau diuretik.

Kontraindikasi
Kondisi hipotensi dan hipovolemia, kardiomiopati obstruktif hipertrofik, stenosisaorta,
tamponade jantung, perikarditis konstriktiva, stenosis mitral, anemia yang jelas, trauma kepala,
perdarahan otak, glaukoma sudut tertutup.

E. Obat Antiemetik
1. Obat Granisetron

Golongan : jenis obat keras


Indikasi : Mencegah mual dan muntah akibat kemoterapi dan pasca radioterapi.
Kontraindikasi : penderita atau memiliki riwayat gangguan lambung, penyakit
jantung, hipokalemia, atau rendahnya kadar magnesium dalam darah (hipomagnesemia).
2. Obat Dimenhydrinate

Golongan : jenis obat bebas terbatas

Indikasi :

 Menangani mual dan muntah karena motion sickness


 Mengatasi penyakit Meniere.

Kontraindikasi :porfiria akut, serangan asma akut, bayi prematur, gagal jantung berat.

3. Obat Ondansetron

Golongan : jenis obat keras

Indikasi
Ondansetron adalah obat yang diresepkan untuk mengatasi mual dan muntah yang disebabkan
oleh kemoterapi kanker, terapi radiasi, dan paska operasi.

Kontraindikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap ondansetron
4. Obat Domperidone

Golongan : jenis obat keras

Indikasi
Dispesia fungsional, mual akut dan muntah-muntah, termasuk yang disebabkan karena levodopa
dan bromokriptin yang lama terapinya lebih dari 12 minggu

Kontraindikasi
Tumor hipofise yang mengeluarkan prolaktin (prolaktinoma).

5. Obat metoclopramide

Golongan : jenis obat keras

Indikasi
Mual dan muntah yang disebabkan oleh obat, muntah pada kehamilan, Gangguan saluran cerna,
anoreksia, aerofagi, ulkus peptik, stenosis pilorik(ringan), dispepsia, epigastralgia,
gastroduodenitis, dispepsia pasca gastrektomi, endoskopi dan intubasi.

Kontraindikasi
Pasien epilepsi, perdarahan GI, obstruksi atau perforasi pheochromocytoma.

F. Obat Laksative
Laksatif atau pencahar adalah makanan atau obat-obatan yang diminum untuk
membantu mengatasi sembelit dengan membuat kotoran bergerak dengan mudah di usus. Dalam
operasi pembedahan, obat ini juga diberikan kepada pasien untuk membersihkan usus sebelum
operasi dilakukan. Laksatif merupakan obat bebas. obat yang biasanya digunakan untuk
mengatasi konstipasi atau sembelit. Biasanya obat ini hanya digunakan saat mengalami
konstipasi atau sembelit saja karena mempunyai efek samping.
1. Obat Dulcolax
Golongan : obat bebas terbatas

Indikasi
Terapi konstipasi. Persiapan pemeriksaan diagnostik, terapi sebelum dan sesudah operasi, dan
pada kondisi yang membutuhkan defekasi.

Kontraindikasi
hipersensitif, pasien dengan ileus, obstruksi usus, kondisi perut akut termasuk radang usus buntu,
penyakit radang usus akut, dan nyeri perut yang parah.

2. Obat Microlax

Golongan : jenis obat bebas

Indikasi
Konstipasi Rektal dan Sigmoid, Konstipasi pada masa Kehamilan, Konstipasi Habitual dan
transitorik pada anak, tinja/feses yang mengeras/menggumpal dalam usus besar (Fekaloma dan
Skibala), Persiapan sebelum operasi (partus, ginekologi, pembedahan anus).

Kontraindikasi
Hipersensitivitas
3. Obat laxadinE

Indikasi
Konstipasi (untuk bilas usus sebelum dan sesudah operasi), bilas usus sebelum pemeriksaan
radiologi

Kontraindikasi
Ileus obstruktif, nyeri perut yang tidak diketahui penyebabnyA
4. Obat laxatab

Golongan : jenis obat bebas

Indikasi
Mengatasi kesulitan buang air besar pada pasien hernia, post operasi dan hemoroid

Kontraindikasi
Kerusakan parah pada usus atau saluran pencernaan lain.

5. Obat Pralax

Golongan : jenis obat bebas

Indikasi
Konstipasi kronik

Kontraindikasi
Pasien yg sedang menjalani diet bebas galaktosa.

Obat Anti Diare


1. Obat Imodium

Golongan : jenis obat keras

Indikasi
Diare akut non spesifik & diare kronik

Kontraindikasi
Menghambat peristaltik, gangguan fungsi hati. Anak < 12 tahun

2. Obat Scantoma

Golongan : jenis obat bebas terbatas

Indikasi
Untuk perawatan sakit perut, mulas, mual, diare (Diare non spesifik)

Kontraindikasi
Hipersensitivitas
3. Obat Lodia

Golongan : jenis obat keras

Indikasi
Diare akut non spesifik & diare kronik

Kontraindikasi
Konstipasi. Bayi.

4. DIATABS

Golongan : jenis obat bebas

Indikasi
Diarea akibat keracunan makanan & toxin yang berasal dari bacteria dan virus

Kontraindikasi
Konstipasi dihindari. Hipersensitif

5. TRACODIA
Golongan : jenis obat bebas

Indikasi
Untuk pengobatan beberapa jenis diare seperti diare akut nonspesifik, diare ringan, sindrom iritasi
usus, diare kronis akibat reseksi usus, dan diare kronis sekunder untuk penyakit radang usus.

Kontraindikasi

 Jangan digunakan jika anda mempunyai riwayat alergi terhadap obat ini.
 Tidak boleh digunakan sebagai terapi utama pada pasien dengan disentri akut ditandai
dengan darah dalam tinja dan demam tinggi, ulcerative colitis akut, enterocolitis bakteri
yang disebabkan oleh organisme yang dapat menembus dinding usus termasuk
Salmonella, Shigella, dan Campylobacter, dan pada pasien dengan kolitis
pseudomembran yang terkait dengan penggunaan antibiotik spektrum luas.
 Tidak digunakan untuk pengobatan infeksi C. difficile, karena meningkatkan resiko
retensi racun dan pengendapan megakolon toksik.
 Jangan digunakan pada kondisi di mana penghambatan peristaltik harus dihindari atau
terjadi kejang perut.
 Dikontraindikasikan pada anak-anak di bawah 3 tahun, sakit sistemik, kekurangan gizi,
dan dehidrasi.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Obat merupakan suatu zat tunggal atau campuran yang digunakan untuk bagian dalam maupun untuk
pencegahan, diagnose dan pengobatan. Beberapa jenis obat secara khusus antara lain obat jadi, obat
generic, obat essensial, obat tradisional, dll. Penggolongan obat dalam prundang-undangan kesehatan,
penggunaan, fisiologis dan biokimia didalam yubuh , serta cara kerja obat tersebut. Sediaan obat juga
terdiri dari berbagai macam ada yang dalam bentuk padat, setengah padat, cairan, dan gas. Adanya bentuk
sediaan obat juga membantu pasien dalam mengkonsumsi obat seperti menutupi rasa pahit obat dengan
pengguanaan kapsul. Bahan obat juga terdapat berbagai macam sumber seprti tumbuhan, hewan, sintetis,
serta mikroba atau fungi. Dari makalah kami ini jenis-jenis obat berdasarkan penggolongannya banyak
terdapat jenis obat keras, dikarenakan obat ini mempunyai khasiat tinggi dan untuk mendapatkannya
harus dengan resep dokter.

B. Saran
Menurut kami, masih banyak kekurangan dalam makalah kami ini, masih banyak hal-hal yang perlu
diperbaiki dalam makalah ini. Kami masih belajar dalam hal ini, kami meminta saran dan kritik untuk
makalah kami ini, agar kedepannya makalah kami lebih bagus lagi.
Daftar Pustaka
Katzung, G.Bertram. 2007.Basic& Clinical Pharmacoloy-10thEd. The McGraw Hill
Companies.Inc,New York.
http;//www.Alodokter.com-antiartmia
pionas.pom.go.id