Anda di halaman 1dari 3

Filosofi Museum Bersejarah

Karya: Septya Ningsih

Pada pagi hari ini langit biru di sertai kicauan burung yang merdu, di tanah kelahiran
ku. Aku dilahirkan dan dibesarkan di kota yang bersejarah ini di mana ku temukan kedamaian.
Setelah ku tumbuh dewasa ingin sekali ku jelajah tempat bersejarah di kota ini. Dimana banyak
yang bercerita mengenai legenda dari kota bersejarah ini, semakin membuatku ingin
mengunjungi tempat yang sangat bersejarah dikota ini. Dan setelah aku berfikir akan
mengunjungi tempat bersejarah disini aku ingin sekali mengajak teman-temanku. Ketika aku
di sekolah pun menceritakan kepada teman-temanku dan berniat mengajak mereka
mengunjungi salah satu tempat yang bisa dibilang penuh dengan sejarah. Aku pun mulai
berbicara kepada temanku.

“Kalian ada acara tidak hari ini?” Tanyaku pada teman-teman ku

“Hm…sepertinya tidak. Emangnya kenapa Mit?” Jawab salah satu temanku bernama Keyla

“Gimana hari ini kita pergi ke salah satu tempat bersejarah di kota Pontianak ini” Jawab ku

“Wah ide bagus. Kebetulan aku ingin melihat betapa indahnya tempat bersejarah di kota ini.”
Jawab Keyla

“Iya Key benar, kata orang kota ini sangat penuh dengan ragam budaya nya juga.” Jawab Chelsi

“Iya benar, jadi kapan kita pergi mengunjungi salah satu tempat bersejarah disini?” Tanyaku
kepada teman-temanku

“Hmm…gimana kalau besok,kebetulan besok kan kita pulang awal.” Jawab Chelsi

“Boleh juga,gimana Key mau gak?” Tanyaku kepada Keyla

“Aku si mau mau aja.” Jawab Keyla

“Yaudah oke deh, jadi besok pulang sekolah kita pergi,tapi tempat mana yang kita kunjungi
lebih dahulu?” Tanyaku kepada teman-temanku

“Ha gini aja gimana kalok kita ke Museum soalnya disana kita bisa melihat barang-barang
antik dan bersejarah.” Jawab Keyla

“Wow ide kamu bagus juga, oke jadi besok kita langsung kesana aja!”

“Oke.” Jawab mereka bersamaan

Setelah lama bercerita dengan temanku tak lama pun bel pulang pun berbunyi, aku pun
langsung mengemasi barang-barang yang ada di meja ku, setelah itu aku pun langsung
bergegas pulang. Berapa menit perjalanan menuju rumah. Akhirnya aku pun sampai dirumah.
Sesampainya dirumah aku pun membayangkan betapa serunya besok aku akan mengunjungi
Museum bersama teman-temanku. Aku pun segera menyiapkan kamera kecilku untuk
memotret filosofi benda-benda bersejarah yang ada di Museum. Tak lupa ku bawa buku catatan
harianku.

Keesokan harinya aku pun bersiap-siap kesekolah dan tak lupa membawa persiapan
yang tadi malam kusiapkan untuk dibawak ke Museum. Setelah itu aku pun langsung pergi ke
sekolah. Setelah beberapa menit perjalanan menuju sekolah aku telah sampai. Karena pagi ini
masih tidak terlalu ramai kendaraan yang berlalu lintas. Setelah sampai depan gerbang sekolah,
aku langsung menuju ke kelas. Sesampainya di kelas tak lama pun bel masuk berbunyi. Guru
pun langsung masuk kelas untuk mengajar muridnya.

“Assalamu’alaikum anak-anak.”seru Bu Jessi

“Wa’alaikumsalam Bu.” Jawab murid serempak

“Baiklah karena pelajaran sudah dimulai, sekarang coba buka buku matematika kalian halaman
163, silahkan kalian kerjakan uji kompetensi 6.”perintah bu Jessie

“Baik Bu.” Jawab murid serempak

“Oke silahkan kalian kerjakan, ibu keluar sebentar.” Jawab Ibu Jessie

Tak lama kemudian, salah satu guru masuk ke kelas kami memberitahukan bahwa murid-murid
diminta untuk belajar di rumah dikarenakan guru sedang rapat. Setelah mendengar informasi
tersebut, aku dan teman-temanku pun langsung bergegas untuk pergi ke Museum sesuai
kesepakatan kemarin. Setelah sampai di Museum aku dan teman-temanku pun langsung
membeli tiket masuk. Aku dan teman-temanku pun tidak sabar masuk kedalam Museum.
Setelah temanku datang membawa tiket masuk, aku pun langsung memberikan tiket kepada
penjaganya. Tidak lupa aku mengeluarkan kamera untuk memotret semua barang bersejarah
disini, aku dan temanku sangat banyak mendapatkan filosofi bersejarah dan asal-usul kota
kelahiranku. Selain itu, disana aku juga banyak mendapat pengetahuan sejarah dari zaman
nenek moyang hingga sekarang. Dimana di Museum ini banyak terdapat benda-benda
bersejarah, contohnya baju pengantin daerah, dapur zaman dulu yang masih menggunakan
perunggu, meriam karbit, dan lain–lain. Setelah aku sudah menjelajah setiap sudut Museum
tersebut, aku dan teman-temanku sangat merasa senang ketika sudah mengetahui lebih dalam
filosofi Museum bersejarah ini. Aku dan temanku memutuskan untuk segera pulang. Setelah
kami sampai dirumah masing-masing, aku pun berfikir untuk menghubungi temanku.

Grup sahabat

“Assalamu’alaikum.” Kirim

“Wa’alaikumsalam.” balas Keyla

“Wa’alaikumsalam.” balas Chelsi

“Aku senang banget lho karena tadi kita pergi ke Museum dan banyak sekali hal-hal yang aku
dapat.” Kirim
“Iya, aku juga seneng lho karena disitu kita juga bisa belajar lebih banyak tentang sejarah.”
Balas Keyla

“Iya aku juga. Gimana kalo lain waktu kita kunjungi tempat bersejarah yang lain?” Balas Chelsi

“Iya boleh juga tu. Pasti kita bakal semakin lebih banyak mengatahui sejarah-sejarah di masa
lampau.” Balas Keyla

“Oke, yaudah udah dulu yah, assalamualaikum.” Kirim

“Oke. waalaikumsalam.” Balas mereka serempak

Nah, inilah filosofi Museum bersejarah di kota Pontianak. Dimana banyak sekali makna yang
terkandung di Museum ini.

Sekian cerita dari saya dan mohon maaf jika ada penulisan kata yang kurang tepat mohon di
maafkan.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH 