Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Pokok Pembahasan : Demam Berdarah Dengue (DBD)


Sub pokok pembahasan : Pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD)
Sasaran : Ibu-Ibu yang memiliki balita di Posyandu Beringin
Hari/tanggal : Jumat, 06 Desember 2019
Waktu/Tempat : Jam 08.30 WIB, di Posyandu Beringin
Penyuluh/Penyaji : Mahasiswi Tingkat IV DIV Keperawatan
Poltekkes Kemenkes Jambi

A. Latar Belakang
Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa penyakit yang sering muncul pada
musim hujan adalah Demam Berdarah Dengue. Penyakit Demam Berdarah Dengue
adalah penyakit adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan
melalui gigitan nyamuk Aegypti, yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah
kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-
perdarahan. Pada keadaan yang parah bisa terjadi kegagalan sirkulasi darah dan pasien
jatuh syok hipovolemik akibat kebocoran plasma.
Jika Musim hujan tiba maka perlu diwaspadai adanya genangan – genangan air yang
terjadi pada selokan yang buntu, gorong–gorong yang tidak lancar serta adanya banjir
yang berkepanjangan, perlu diwaspadai adanya tempat reproduksi atau
berkembangbiaknya nyamuk pada genangan–genangan tersebut. Saatnya kita melakukan
antisipasi adanya musim demam berdarah dengan cara pemberantasan. Oleh karena itu
langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran DBD adalah dengan
memotong siklus penyebarannya dengan memberantas nyamuk Aedes aegypti adalah
dengan melakukan 3M Plus.
Masalah utama dalam menekan angka kesakitan DBD adalah belum optimalnya
upaya pergerakan serta peran masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk DBD.
Partisipasi masyarakat dalam pemberantasan tersebut perlu ditingkatkan. Oleh karena itu,
upaya pengendalian penyakit DBD yang harus dilaksanakan adalah promosi kesehatan
tentang pemberantasan sarang nyamuk, pencegahan dan penanggulangan faktor risiko
penyakit DBD.
B. Tujuan
1) Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit tentang Demam Berdarah Dengue
(DBD) diharapkan keluarga pasien mengetahui tentang cara pencegahan Demam
Berdarah Dengue.
2) Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit diharapkan keluarga pasien mampu :
a. Menjelaskan pengertian Demam Berdarah Dengue
b. Mengetahui penyebab Demam Berdarah Dengue
c. Menyebutkan tanda dan gejala Demam Berdarah Dengue
d. Mengetahui cara pencegahan Demam Berdarah Dengue

C. Pelaksanann Kegiatan

1) Topik : Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Pencegahannya.


2) Sasaran : Ibu-Ibu yang memiliki balita di Posyandu Beringin
3) Metode : Ceramah, Diskusi dan Tanya Jawab
4) Media dan Alat : Lembar Balik dan Leaflet
5) Waktu dan Tempat : Jam 08.30 WIB/ Di Posyandu Beringin
6) Materi (Terlampir) : 5 Lembar
7) Pelaksana
Moderator : Rizqi Afifah
Penyaji : Septiya Wulandari
Notulen : Restu Sukma Wardani
Fasilitator : 1. Syinta Puspa
2. Titania Della Aprila
3. Zakiyah
Observer : 1. Robiyanti
2. Shinta Bella

8) Setting Tempat

: Moderator
: Penyuluh

: Peserta

: Fasilitator

: Observer

: Notulen

9) Pengorganisasi
Moderator : Rizqi Afifah
Penyaji : Septiya Wulandari
Notulen : Restu Sukma Wardani
Fasilitator : 1. Syinta Puspa
2. Titania Della Aprila
3. Zakiyah
Observer : 1. Robiyanti
2. Shinta Bella
Pembagian Tugas
Moderator : Mengarahkan seluruh jalannya acara penyuluhan dari awal sampai
akhir
Penyuluh : Menyajikan materi penyuluhan
Notulen : Menyimak dan menulis proses yang berlangsung dalam penyuluhan
Fasilitator : Memotivasi peserta untuk bertanya
Observer : Mengamati jalannya acara penyuluhan dari awal sampai akhir

10) Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Respon Peserta

1 Pembukaan 1. Memberi salam 1. Menjawab salam


(5 menit) 2. Memperkenalkan 2. Mendengarkan dan
diri memperhatikan
3. Menggali 3. Menjawab pertanyaan
pengetahuan
audience tentang
Demam Berdarah
4. Mendengarkan dan
Dengue
memperhatikan
4. Menjelaskan tujuan
5. Menyetujui kontrak waktu
Penyuluhan
5. Membuat kontrak
waktu
2 Kegiatan Inti 1. Menjelaskan tentang 1. Mendengarkan dan
(25 menit)  Pengertian memperhatikan
Demam Berdarah penjelasan Penyuluh
Dengue (DBD)
 Penyebab
Demam Berdarah
Dengue (DBD)
 Tanda dan gejala
Demam Berdarah
Dengue (DBD)
 Cara Pencegahan 2. Aktif bertanya
Demam Berdarah
Dengue (DBD) 3. Mendengarkan
2. Memberikan
kesempatan untuk
bertanya
3. Menjawab
pertanyaan peserta
3 Penutup 1. Menyimpulkan 1. Mendengarkan dan
(15 menit)
materi yang Memperhatikan
disampaikan oleh
penyuluh 2. Menjawab pertanyaan
2. Mengevaluasi
yang diberikan
peserta atas
penjelasan yang
disampaikan dan
penyuluh
menanyakan kembali 3. Menjawab salam
mengenai materi
penyuluhan
3. Salam Penutup

D. Evaluasi Target
1. Standar Persiapan
a. Alat
b. Pengaturan Tempat
2. Standar Proses
a. Audiens memperhatikan pendidikan kesehatan yang diberikan
b. Media dapat digunakan dengan baik
3. Standar Hasil
Pada akhir kegiatan diharapkan sebesar 80% audiens dapat memahami materi yang
disampaikan.
a. Menjelaskan pengertian DBD
b. Menyebutkan penyebab DBD
c. Menyebutkan ciri nyamuk Aedes Aegypti
d. Menyebutkan tanda gejala DBD
e. Menyebutkan cara pencegahan DBD

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

A. Pengertian
Demam berdarah atau dengue fever adalah penyakit yang disebabkan oleh virus
dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypty. Demam berdarah dengue banyak
ditemukan didaerah subtropis dan tropis yang curah hujannya cukup tinggi, sebab
nyamuk Aedes Aegypty akan mudah berkembang biak di daerah yang lembab dan
tergenang air. (Misnadiarly, 2009)
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus
Dengue yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepty.
Aedes aegypti merupakan vektor yang paling utama, namun spesies lain seperti Aedes
albopictus juga dapat menjadi vektor penular. Nyamuk penular dengue ini terdapat
hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat yang memiliki ketinggian lebih
dari 1000 meter di atas permukaan laut. Penyakit DBD banyak dijumpai terutama di
daerah tropis dan sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Beberapa faktor yang
mempengaruhi munculnya DBD antara lain rendahnya status kekebalan kelompok
masyarakat dan kepadatan populasi nyamuk penular karena banyaknya tempat
perindukan nyamuk yang biasanya terjadi pada musim penghujan. ( Kemenkes, 2015 )

B. Penyebab (Etiologi)
Penyebab Demam Berdarah Dengue adalah karena adanya virus dengue dan
ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypty betina yang menyimpan virus dengue
di dalam telurnnya, selanjutnya akan menularkan virus tersebut kepada manusia melalui
gigitan. Sekali menggigit nyamuk Aedes Aegpty akan berulang menggigit orang lain lagi
sehingga dengan mudah darah seseorang yang mengandung virus dengue dapat cepat
dipindahkan ke orang lain. Namun, virus dengue yang sudah masuk ke dalam tubuh
seseorang, tidak selalu dapat menimbulkan infeksi jika orang tersebut mempunyai daya
tahan tubuh yng kuat sehingga dengan sendirinya virus tersebut akan dilawan oleh tubuh.
( Hastuti Oktri, 2008)

C. Ciri-ciri nyamuk Aedes Aegypty


Menurut Hastuti Oktri (2008 ) nyamuk Aedes Aegepty memiliki ciri-ciri :
1. Warna hitam dengan belang-belang putih di seluruh badannya
2. Berbadan kecil
3. Biasanya menggigit pada siang hari (Pukul 09.00-10.00) dan sore hari (16.00-17.00)
4. Hidup dan berkembang biak di dalam rumah (bak mandi, kaleng bekas, kolam ikan,
ban bekas, pot tanaman air, tempat minuman burung)
5. Senang hinggap pada pakaian yang bergantung,kelambu dan ditempat yang gelap dan
lembab.
6. Jentik nyamuk berperan aktif di dalam bak air
7. Posisi jentik nyamuk tegak lurus dengan permukaan air
8. Gerakan jentik nyamuk naik turun ke atas pemukaan air untuk bernafas
9. Kemampuan terbang nyamuk Aedes Aegepty mencapai radius 100-200 meter.
Sehingga luas penyemprotan fogging dilakukan sejauh radius 100 meter dari lokasi
pasien DBD.

D. Cara penularan Demam Berdarah Dengue


Adapun cara penularan demam berdarah menurut Hastuti Oktri (2008 ) :
1. Demam berdarah dengue hanya dapat ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypty
betina,yang tersebar luas di rumah-rumah dan tempat-tempat umum (Sekolah, Pasar,
Terminal, Warung dsb)
2. Nyamuk ini mendapatkan virus dengue waktu menggigit/menghisap darah orang yang
sakit DBD atau orang yang tidak sakit tetapi dalam darahnya terdapat Virus Dengue.
3. Orang yang darahnya mengandung Virus Dengue tetapi tidak sakit dapat pergi
kemana-mana dan menularkan virus itu kepada orang lain di tempat yang ada nyamuk
Aedes Aegyptynya.
4. Virus dengue yang terhisap nyamuk Aedes Aegypty akan berkembang biak dalam
tubuh nyamuk.
5. Bila nyamuk tersebut menggigit/menghisap darah orang lain,virus tersebut akan
dipindahkan bersama air liur nyamuk ke orang tersebut.
6. Orang yang digigit nyamuk Aedes Aegypty yang mengandung virus dengue gejala
sakit/demam setelah 4-7 hari (masa inkubasi)
7. Bila orang yang ditularkan tidak memiliki daya tahan tubuh yang baik, ia akan segera
menderita DBD (demam berdarah dengue)

E. Tanda dan Gejala Demam Berdarah Dengue


1. Demam tinggi 2 – 7 hari disertai menggigil. kurang nafsu makan, nyeri pada
persendiaan,serta sakit kepala.
2. Pendarahan dibawah kulit berupa : Bintik-bintik merah pada kulit dan mimisan
(epistaksis).
3. Nyeri perut ( ulu hati ) tapi tidak ada gejala kuning,ada mual dan muntah.
4. Terjadi syok atau pingsan pada hari ke 3-7 secara berulang-ulang. Dengan tanda syok
yaitu lemah, kulit dingin , basah dan tidak sadar. (Hastuti Oktri,2008)
Tanda Bahaya Dbd :
1. Perdarahan gusi
2. Muntah darah
3. Penderita tidak sadar
4. Denyut nadi tidak teraba

Jika ditemukan tanda bahaya tersebut sebaiknya segara periksakan diri ke RS atau sarana
pelayanan kesehatan terdekat.

F. Cara pencegahan Demam Berdarah Dengue


Untuk mencegah penyakit DBD, nyamuk penularnya (Aedes aegypti) harus
diberantas sebab vaksin untuk mencegahnya belum ada. Cara yang tepat dalam
pencegahan penyakit DBD adalah dengan pengendalian vektornya, yaitu nyamuk Aedes
aegypti.
Cara yang tepat untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti adalah memberantas jentik-
jentiknya di tempat berkembang biaknya. Cara ini dikenal dengan Pemberantasan Sarang
Nyamuk DBD (PSN-DBD). Oleh karena tempat-tempat berkembang biaknya terdapat di
rumah -rumah dan tempat-tempat umum maka setiap keluarga harus melaksanakan PSN-
DBD secara teratur sekurang-kurangnya seminggu sekali. ( Kemenkes RI, 2015 )
PSN-DBD tersebut dapat digambarkan pada bagan berikut :

Nyamuk Dewasa
Foggi Fogging (dengan insektisida)

Kimia
Jentik nyamuk
Fisika Fisika
Biologi

Bagan cara pemberantasan nyamuk (PSN DBD)


Cara Pencegahan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Kimia
Dengan cara pemberian :
a. Abatisasi (abate)
Suatu cara menaburkan abate kedalam bak penampungan air dengan tujuan
membunuh atau membasmi jentik nyamuk yang berada dalam bak tersebut
sehingga tidak terjadi perkembangbiakan nyamuk menjadi dewasa.
b. Fogging ( Pengasapan )
Fogging (pengasapan) adalah salah satu teknis pengendalian nyamuk yang
dilakukan diluar ruangan. Alat yang digunakan adalah mesin fogging (Termal
Fogger). Target dari cara pengendalian ini adalah nyamuk dewasa yang berada
diluar gedung. Area yang biasa dilakukan pengasapan antara lain Garbage Area
(tempat sampah), drainage (STP), pengasapan tebal pada seluruh jalur got
(drainage) yang tertutup treatment dengan insektisida khusus termal fogger.

2. Fisika
Dalam sekurang-kurangya seminggu sekali, maka cegahlah dengan cara 3 M plus :
a. Menguras bak mandi
b. Menutup tempat penampungan air
c. Mengubur atau menyingkirkan benda- benda yang dapat digenangi air seperti ban
bekas, kaleng bekas, vas bunga, penampungan air dsb.
d. Menggunakan obat nyamuk sebelum tidur dan sebelum bepergian
e. Mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempat lainnya yang sejenis
seminggu sekali.
f. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar / rusak.
g. Menutup lubang pada potongan bambu / pohon dengan tanah.
h. Menaburkan bubuk Larvasida.
i. Memelihara ikan pemakan jentik di kolam / bak penampung air.
j. Memasang kawat kasa.
k. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar.
l. Menggunakan kelambu.
m. Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk.
3. Biologi
Pengendalian biologis antara lain dengan menggunakan ikan pemakan jentik (ikan
adu/ikan cupang), dan bakteri (Bt.H-14) yaitu agen yang aktif mengendalikan nyamuk.
LAPORAN HASIL KEGIATAN

A. Hasil Notulensi
Pertanyaan
1. Bagaimana cara kita jika menemukan anak dengan tanda dan gejala DBD seperti
muntah darah ?
2. Pertolongan pertama apa yang dilakukan ketika anak terkena DBD ?
3. Apa ciri-ciri khas anak terkena DBD ?

Jawaban
1. Bawa segera anak ke RS terdekat karena akan di lakukan pemeriksaan darah untuk
mendiagnosa apakah anak terkena DBD atau tidak. Jika anak terkena DBD maka hasil
yang ditemukan di dalam pemeriksaan darah yaitu Trombosit rendah, Hematokrit
meningkat (>20%), hipoproteinemia.
2. Pertolongan Pertama
a. Bawa segera anak ke Rumah Sakit
b. Istirahat yang cukup
c. Konsumsi Paracetamol dan Acetaminophen sesuai dosisnya untuk meredakan
demam dan nyeri
d. Hindari aktivitas yang berat hingga kondisi benar-benar pulih
e. Konsumsi banyak air mineral untuk mencegah dehidrasi , karena suhu tubuh
tinggi dan muntah
3. Ciri Khas Terkena DBD
a. Anak mengeluh sakit perut, atau perutnya terasa nyeri saat ditekan
b. Suhu tubuhnya berubah drastis, dari kondisi demam bisa menjadi hipotermia
c. Anak terus-terusan muntah
d. Anak mimisan terus
e. Gusi anak berdarah tiba-tiba tanpa sebab
f. Anak kelihatan mudah lelah dan gelisah.

B. Hasil Observer
Hasil observasi menunjukkan bahwa peserta yang hadir dalam kegiatan penyuluhan
berjumlah 12 orang sesuai dengan yang diharapkan dan di dapatkan peserta mengikuti
penyuluhan sampai selesai. Selama penyuluhan tidak ada peserta yang keluar masuk,
penyuluhan berjalan dengan aman dan tenang sesuai yang diharapkan dalam jalannya
proses kegiatan.
Selama penyuluhan berlangsung peserta tampak focus dan memperhatikan materi
yang dijelaskan, saat penyuluhan berakhir peserta berpartisipasi dalam bertanya
mengenai materi yang kurang dipahami saat penyaji menjelaskan. 80 % peserta mampu
memahami tentang pengertian DBD, tanda dan gejala, serta cara pencegahan. 75 %
peserta dapat menyebutkan dan memahami tentang tanda gejala dan pencegahan dari
demam berdarah.

C. Hasil Evaluasi

1. Standar Persiapan
a. Alat : SAP, Lembar balik, Leaflet
b. Pengaturan Tempat

: Moderator

: Penyuluh

: Peserta

: Fasilitator

: Observer

: Notulen

2. Standar Proses
a. Audiens memperhatikan pendidikan kesehatan tentang DBD yang diberikan,
dilihat dari audien aktif bertanya tentang materi yang disampaikan.
b. Media dapat digunakan dengan baik
3. Standar Hasil
Sebesar 80% audiens dapat memahami materi yang disampaikan, ketika dilakukan
evaluasi kembali terhadap materi yang telah disampaikan audiens:
a. Mampu menjelaskan pengertian DBD
b. Mampu menyebutkan penyebab DBD
c. Mampu menyebutkan ciri nyamuk Aedes Aegypti
d. Mampu menyebutkan tanda gejala DBD
e. Mampu menyebutkan cara pencegahan DBD
D. Dokumentasi
DAFTAR PUSTAKA

Hastuti Oktri (2008 ). Demam Berdarah Dengue : Penyakit dan Cara Pencegahannya.
Yogyakarta : Kanisius

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Data dan Informasi 2014 (Profil Kesehatan
Indonesia). Jakarta.2015.

Misnadiarly (2009). Demam Berdarah Dengue : Ekstrak Daun Jambu Biji Bisa Mengatasi
DBD. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia.