Anda di halaman 1dari 24

2.

Rencana pengembangan jalan lokal primer meliputi Jaringan jalan antara Karangploso -

BAB. 5
Kota Batu yaitu dari Pendem menuju Songgoriti.

ANALISIS

5.1 Analisis Tingkat Kabupaten


5.1.1 Analisis Struktur Ruang Kawasan
A. Analisis Pengembangan Jaringan Jalan Kawasan
Berdasarkan RTRW Kabupaten Malang No. 03 Tahun 2010 Rencana Jaringan Jalan di
Kecamatan Karangploso yaitu:
1. Rencana pengembangan jalan kolektor sekunder meliputi Jaringan jalan yang
menghubungkan Kota Malang dengan Kota Batu, melalui Karangploso – Giripurno (pada
ruas Jalan Raya Kepuharjo – Jalan Raya Ngijo – Jl. Kertanegara). perkembangan Gambar. 5.1. Rencana Jalan Kolektor Sekunder

pergerakan pada jalan tersebut memiliki kecenderungan berfungsi sebagai jalan


kolektor primer yang memiliki ciri pergerakan regional (antar kota/wilayah), yaitu Rencana pengembangan jalan lokal primer meliputi Jaringan jalan antara Karangploso -

sebagai ‘jalur alternatif’ Kota Surabaya - Kota Batu. Maka, berdasarkan kondisi tersebut Kota Batu yaitu dari Pendem menuju Songgoriti

hingga akhir tahun perencanaan diarahkan ketiga ruas jalan tersebut tetap pada fungsi Berdasarkan hierarkinya, jaringan jalan di Kecamatan Karangploso dapat dibedakan
kolektor sekunder dengan fungsi utama melayani pergerakan dalam kawasan, dan menjadi:
merekomendasikan untuk dievaluasi selanjutnya sebagai jalan dengan fungsi kolektor
1. Jalan kolektor sekunder, yaitu ruas jalan yang menghubungkan Kota Malang –
primer.
Kabupaten Malang – Kota Batu meliputi Jl. Raya Kepuharjo – Jl. Raya Ngijo – Jl.
Kertanegara; panjang dari jalan ini adalah 7,57 Km.
DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 1
2. Jalan lingkungan primer, yaitu ruas jalan yang menghubungkan pusat Kampus II 6. Rencana Jalan Tol, Rencana jalan tol oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur
Unisma dengan wilayah lain di Kawasan Kampus II Unisma meliputi Jl. Singojoyo - direncanakan dari Sukorejo melewati Singosari, Karangploso, Bumiaji, Batu menuju ke
jalan langlang; panjang dari jalan ini adalah 11 (sebelas) Km. Kediri. Jalan Tol yang direncanakan untuk mengurangi kemacetan wisatawan yang
akan berwisata ke Batu memang terletak di Kecamatan Karangploso. Untuk
3. Jalan lingkungan sekunder, yaitu ruas jalan yang menghubungkan antar persil dalam
interchange jalan tol yang direncanakan di desa Klampok di Kecamatan Karangploso,
Kawasan Kampus II Unisma dan memiliki ciri kecepatan pergerakan rendah didalam
lokasinya sekitar 5 km dari Kawasan Kampus II Unisma. Rencana Jalur Tol ini akan
lingkungan; panjang dari jalan ini adalah 5 (lima) Km.
memudahkan aksesibilitas dari luar kota Malang untuk langsung masuk ke Kawasan
4. Rencana Jalur Kawasan Ekonomi Khusus, Rencana jalan ini nantinya akan menjadi
kampus II Unisma.
salah satu alternative pintu masuk kampus Unisma II. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
adalah kawasan dengan batas tertentu yang tercangkup dalam daerah atau wilayah
untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu.
KEK dikembangkan melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan
geoekonomi dan geostrategi dan berfungsi untuk menampung kegiatan industri,
ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya
saing internasional.

5. Salah satu rencana KEK yang terdapat di Indonesia terletak di wilayah Kecamatan
Singosari dengan usulan KEK berupa pariwisata, ekonomi digital, dan ekonomi kreatif.
Untuk pengaruh rencana KEK yang terletak di Kecamatan Singosari terhadap
Kecamatan Karangploso terdapat rencana jalur KEK yang melewati Kecamatan
Karangploso. Untuk Rencana Jalur Ekonomi Khusus yang melewati Kecamatan
Karangploso lebih jelasnya dapat dilihat pada peta berikut:

Gambar 5.2. Peta Rencana Jalan Tol Pariwisata

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 2


5.1.2 Analisis Rencana Pola Ruang Kawasan
Sesuai dengan Perda RTRW Kabupaten Malang, pola ruang kawasan di lokasi tapak Kampus II
Unisma secara umum direncanakan sebagai Tegalan. Sedangkan jika dilihat dari Draft RDTRK
Karangploso, Desa Ngenep tidak termasuk dalam wilayah perencanaan, akan tetapi
pengembangan desa sekitar yang termasuk dalam pengembangan BWK Karangploso, tetap
akan menjadi perhatian dalam perencaan Kawasan kampus.

Gambar 5.3. Peta Rencana Jalan Tol Pariwisata

Sedangkan yang menjadi prioritas pengembangan jaringan jalan di Kecamatan


Karangploso sebagai berikut:

o Pelebaran ruang pemanfaatan jaringan jalan, direncanakan pada ruas jalan utama Jl.
Raya Kepuharjo - Jl. Raya Ngijo – Jl. Panglima Sudirman; dan Jl. Kertanegara,
Donowarih. Karena sesuai dengan ketentuan pada UU No. 38 Tahun 2004 dan PP No.
34 Tahun 2006 Tentang Jalan. Rencana ini terintegrasi dengan kebutuhan rencana
penyediaan fasilitas penunjang jalan raya yang lain seperti jalur pedestrian, rencana
Gambar 5.4. Rencana Pola Ruang Kecamatan Karangploso dan Sekitarnya
garis sempadan, dan rencana peningkatan hierarki jalan yang telah ditentukan.
Dengan demikian sesuai rencana pengembangan kawasan saat ini sebagai fungsi pendidikan
dalam skala regional maka perubahan rencana peruntukan ruang perlu diatur dalam rencana
tata ruang. Usulan perubahan rencana peruntukan ruang perlu disampaikan kepada instansi
yang berwenang menyusun rencana tata ruang. Dalam hal ini pihak Yayasan Unisma telah
DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 3
mengajukan ijin lokasi kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Ciptakarya perencanaan belum terjadi dan belum terasa. Tetapi seiring dengan proses
Kabupaten Malang untuk pembangunan Kampus II Unisma. Bedasarkan jawaban dari Dinas perkembangan kawasan sekitar kampus, dengan adanya beberapa bangunan kampus
Perumahan, Kawasan Permukiman dan Ciptakarya Kabupaten Malang, diketahui bahwa yang disertai dengan adanya pengembangan kawasan terbangun akibat tuntutan
pengembangan kegiatan pendidikan di kawasan perencanaan masih dapat dimungkinkan kebutuhan masyarakat, maka perlu adanya antisipasi penanganan terhadap kawasan
dengan syarat yang ditentukan. Adapun syarat-syarat yang harus diperhatikan oleh pihak tersebut. Upaya-upaya penanganan yang perlu dilakukan dalam kaitannya dengan
Yayasan selaku pemilik lahan dalam pembangunan kampus II tersebut antara lain: menjaga lingkungan agar tidak timbul masalah kerusakan dan bencana alam adalah
sebagai berikut:
1. Kegiatan pembangunan yang direncanakan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap
1. Mengusahakan mengkonservasi kawasan-kawasan yang rawan terhadap bencana
lingkungan dan lalulintas sekitar
alam maupun kawasan-kawasan yang bertopografi terjal, yaitu dengan cara tidak
2. Berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten Malang terkait
memfungsikannya untuk pengembangan kawasan terbangun. Jika keberadaannya
radius aman dengan perternakan ayam
saat ini telah dimanfaatkan untuk budidaya pertanian, maka diarahkan tetap
3. Berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu dipertahankan dan didalam pengelolaanya tidak sampai merusak lingkungan
Kabupaten Malang dan Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Malang terkait Ijin Lokasi sekitar.

4. Sosisalisasi terhadap warga sekitar dan pemilik tanah untuk mendapatkan persetujuan 2. Tidak melakukan penebangan pepohonan yang berada di perbukitan dan

warga terkait renca pembangunan kawasan-kawasan yang bertopografi terjal dan mempunyai potensi longsor.

5. Dilarang melakukan aktivitas pembangunan sebelum memperoleh ijin mendirikan Berdasarkan Permen ATR No 16. Tahun 2018 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan

Bangunan (IMB) dan ijin-ijin terkait Peraturan Zonasi, berdasarkan pola penggunaan lahan, sungai diarahkan
pemanfaatannya sebagai kawasan lindung sempadan sungai. Penataan kawasan
Dari data ini maka penataan kawasan Kampus II Unisma dapat direncanakan sebagai zona
sempadan sungai di yang melintasi Kawasan Kampus II Unisma mengacu pada
fungsi pendidikan yang terintegrasi dengan fungsi – fungsi pendukung lainnya namun tetap
Permen PU No. 28/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan
dengan memperhatikan beberapa ketentuan yang terkait dengan upaya mempertahankan
Sempadan Danau, yaitu :
kelestarian lahan dan unsur – unsur keragaman hayati lainnya yang ada di lingkungan
eksisting lahan. Diantaranya ketentuan mengenai: 1. Sungai paling sedikit berjarak 10 m dari tepi kiri dan kanan palung sungai
sepanjang alur sungai, dalam hal kedalaman sungai kurang dari atau sama dengan
A. Sempadan Sungai
3 meter.
Secara umum pada kawasan Kampus II Unisma merupakan wilayah yang mempunyai
2. Sungai paling sedikit berjarak 15 m dari tepi kiri dan kanan palung sungai
topografi berbukit dengan kemiringan landai berada di ketinggian ±800 mdpl,
sepanjang alur sungai, dalam hal kedalaman sungai lebih dari 3m-20m.
permasalahan-permasalahan yang terjadi adalah rawan tanah longsor. Selama ini
permasalahan dalam kaitannya dengan tanah longsor dan sejenisnya di wilayah Kawasan
DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 4
3. Sungai paling sedikit berjarak 30 m dari tepi kiri dan kanan palung sungai o Garis Sempadan Sungai tak bertanggul didalam perkotaan kedalaman 3 (tiga)
sepanjang alur sungai, dalam hal kedalaman sungai lebih dari 20 m. meter

4. Sungai bertanggul sempadan sungai ditentukan paling sedikit berjarak 3 meter


dari tepi luar kaki tanggul sepanjang alur sungai.

Sungai yang berada di Kawasan Kampus II Unisma selain sebagai saluran alam juga
berfungsi sebagai drainase wilayah. Sungai yang berada di Kampus II Unisma berupa
sungai kecil yang membelah Kawasan Kampus II Unisma, yang memiliki badan sungai
selebar 10-15 meter, dengan kondisi kering diwaktu kemarau dan air agak banyak
disaat musim hujan. Keberadaan aliran sungai ini, nantinya diharapkan adanya
o Ilustrasi Garis Sempadan Sungai tak bertanggul di dalam perkotaan kedalaman
perencanaan penempatan embung di kedua sisi lintasan sungai, yaitu dari atas satu
3-20 (duapuluh) meter
embung, dan embung lainnya di posisi paling bawah Kawasan perencanaan.
Pengendalian dan pengawasan kawasan sempadan sungai yang perlu diperhatikan
adalah sempadan sungai yang berada disekitar kawasan Kampus II Unisma. Hal
tersebut disebabkan oleh kecenderungan perkembangan kawasan Kampus II dimasa
mendatang disekitar sempadan sungai relatif cepat. Untuk mengawasi
kecenderungan tersebut, maka perlu dilakukan tindakan pencegahan dan
pengendalian.
o Ilustrasi Garis Sempadan Sungai tak bertanggul di dalam perkotaan kedalaman
Konsep pengembangan untuk kawasan sepadan sungai yang ada di wilayah >20 m
perencanaan ini dapat digunakan untuk kawasan RTH, pengembangan penghijauan
dan lain-lain. Untuk lebih jelas mengenai konsep pengembangan sempadan sungai
yang ada di wilayah perencanaan dapat digambarkan berikut:

1. Garis Sempadan Sungai bertanggul dalam perkotaan

Gambar 5.5. Ilustrasi Garis Sempadan Sungai

B. Ruang Terbuka Hijau (Taman Kampus)


DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 5
Ruang Terbuka Hijau disini yang dimaksud bisa langsung berupa taman kampus. Taman bencana di Kabupaten Malang. Kejadian bencana yang terjadi di Kabupaten Malang dalam
Kampus adalah taman yang ditujukan untuk melayani aktivitas mahasiswa dan dosen tahun-tahun terakhir ini adalah cuaca ekstrim yang menyebabkan banyak terjadi tanah
dengan tujuan penetapan untuk menciptakan kawasan pengendalian air larian, longsor, banjir, dan angin puting beliung.
menyediakan area penciptaan iklim mikro dan pereduksi polutan di kawasan perkotaan,
Desa Ngenep merupakan salah satu desa di Kabupaten Malang, tepatnya di Kecamatan
menyediakan tempat rekreasi dan olahraga mahasiswa dan dosen skala kampus,
Karangploso. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
menyediakan area terbuka sebagai ruang alternatif mitigasi/evakuasi bencana
Kabupaten Malang, untuk kecamatan Karangploso, kerawanan tinggi ada pada bagian
mendukung pelestarian dan perlindungan keanekaragaman hayati. Pada Konsep design
tengah, memanjang dari utara ke selatan. Sedangkan untuk wilayah bagian timur dan barat
kampus II Unisma, Taman Kampus akan ditempatkan di pusat kampus yang berfungsi
tingkat kerawanannya sedang. Desa ngenep terletak di bagian timur kecamatan Karangploso.
sebagai pengejawantahan lafaz NU, di setiap sudut bangunan, dan sengaja dibuat satu
Secara umum tingkat kerawanan bencana desa Ngenep adalah sedang. Untuk lebih jelasnya
konsep Taman Kampus bernuasa Islami yaitu dengan adanya hutan Al-quran dan
tingkat kerawanan bencana kecamatan Karangploso dapat dilihat pada peta berikut:
penempatan Taman di pulau jalan sepanjang jalan masuk kampus.

Penyediaan taman kampus II Unisma setara dengan penyediaan taman RT yang mengacu
pada Permen PU No. 5/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan RTH
di Kawasan Perkotaan kriteria perencanaan taman RT adalah sebagai berikut:
o Luas taman minimal 250 m²
o Luas area yang ditanami tanaman (ruang hijau) minimal seluas 70%-80% dari luas
taman
o Pada taman ini selain ditanami dengan berbagai tanaman, juga terdapat minimal 3
(tiga) pohon pelindung dari jenis pohon kecil atau sedang

5.1.3 Analisis Kerawanan Bencana


Kabupaten Malang dengan karakter geologis, hidrologis, dan klimatologisnya menjadikan
wilayahnya rentan terhadap ancaman bencana. Kabupaten Malang menduduki kerawanan Gambar 5.6 Peta Rawan Bencana Kecamatan Karang Ploso
cukup tinggi yaitu peringkat 9 di level nasional. Kejadian bencana yang pernah terjadi di Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Malang, Desa Ngenep memiliki tingkat kerawanan
Kabupaten Malang terdiri dari bencana alam dan non alam serta bencana sosial akibat rendah untuk bencana gempa bumi, longsor, dan banjir. Tingkat kerawanan sedang untuk di
ulah manusia. Berbagai potensi bencana geologi serta berbagai bencana hidrometereologis desa Ngenep antara lain adalah ancaman bencana banjir bandang dan kekeringan. Selain
yang semakin meningkat dalam kurun lima tahun terakhir menggambarkan kerawanan bencana banjir bandang dan kekeringan, desa Ngenep juga rawan terhadap bencana angin

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 6


putting beliung. Berdasarkan Sumber dari BMKG, Kecepatan Angin di Kawasan Studi berkisar Radio, bisa menjadi bagian dalam menyebarkan edukasi mitigasi bencana tersebut.
sekitar 5-40 km/jam sehingga perlu dipertimbangkan material bangunan Kampus dan jenis Seperti yang akan dimulai di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, dengan
tanaman. diluncurkannya kampung radio. Yakni, sebuah kampung yang diproyeksikan menjadi
wilayah dengan berbagai jejak sejarah terkait radio Republik Indonesia. Lewat kampung
Tabel. 5.1 Tingkat Kerawanan Bencana Kecamatan Karangploso
radio Ngenep, Karangploso ini, program kentongan akan jadi bagian dalam menguatkan
edukasi mitigasi bencana di Kabupaten Malang. Selain hal lainnya terkait wisata desa
radio serta informasi lain yang disiarkan pada nantinya.

Kecepatan angin yang terjadi di desa Ngenep pada khususnya dan wilayah Kabupaten
Malang pada umumnya juga dapat meningkat apabila terjadi kebakaran hutan yang
cukup luas di kawasan Gunung Arjuna. Kebakaran hutan akan meningkatan suhu. Suhu
yang meningkat secara drastis dan luas akan menurunkan tekanan udara sehingga
kecepatan angin meningkat. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh daerah kejadian yang
berupa dataran tinggi berbukit. Pusaran-pusaran angin dapat lebih mudah terbentuk di
daerah tersebut.

Adanya ancaman bencana yang cukup tinggi membuat BPBD Kabupaten Malang Gambar 5.7 Pencanangan Kampung Radio di Kecamatan Karang Ploso

menyiapkan masyarakat agar tanggap dan sigap bencana melalui berbagai penguatan
dan pelatihan. Salah satu program yang dkeluarkan adalah program kentongan yang 5.1.4 Analisis Sosial Ekonomi

bekerja sama dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Dari hasil survey yang dilakukan, terdapat beberapa aspek sosial yang akan dijadikan acuan
Malang. Program kentongan merupakan ruang atau media edukasi mitigasi bencana untuk rencana pembangunan Kampus II Unisma ini, termasuk salah satunya adalah
kepada masyarakat. Dalam program ini akan diciptakan ruang dialog sekaligus berbagai persetujuan masyarakat dan antusias masyarakat yang begitu besar terhadap Rencana
penyampaian pengetahuan terkait mitigasi bencana untuk meminimalisir dampak Pembangunan Kampus II Unisma di Kecamatan Karang Ploso.
sebuah bencana.

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 7


Tabel 5.2 Hasil Survey Sosial Ekonomi 5.2 Analisis Tingkat Kawasan Perencanaan
5.2.1. Analisis Fisik Dasar
Pertanyaan Jawaban Ya Jawaban Tidak
Apakah ada sekolah atau perguruan tinggi di kecamatan Karangploso? 88 32 a. Analisis Topografi
Apakah sekolah atau perguruan tinggi di kecamatan Karangploso sudah baik? 72 48
Apakah menurut anda pengajar tenaga pendidikan di kecamatan Karangploso sudah baik? 85 35 Dengan melihat kondisi topografi tapak yang mempunyai kemiringan menurun dengan
Apakah menurut anda usaha pemerintah untuk bidang pendidikan sudah cukup? 79 41 arah memanjang maka terdapat perbedaan ketinggian yang mencapai 100 m dari titik
Apakah menurut anda sarana dan fasilitas pendidikan di kecamatan Karangploso perlu ditingkatkan? 120 0
Perlukah mutu dan kualitas dalam taraf pendidikan khusunya di kecamatan Karangploso lebih ditingkatkan? 120 0 level tertinggi tapak di sisi batas utara (level +800m) hingga titik level terendah pada sisi
Apakah perlu penambahan fasilitas pendidikan di kecamatan Karangploso seperti perguruan tinggi? 120 0 batas selatan tapak (level +700 m). Oleh karenanya penentuan titik level utama rata-rata
Apakah anda mengetahui UNISMA ini bersifat umum sehingga dapat menjadi pilihan lintas agama? 100 20
yang moderat untuk pematangan lahan dalam rangka membentuk area tapak kawasan
Apakah menurut anda perguruan tinggi berbasis Islam lebih baik daripada perguruan tinggi biasa? 89 31
Apakah anda gembira jika di kecamatan Karangploso didirikan perguruan tinggi berbasis Islam? 120 0 yang datar, dapat direncanakan di level 750 m.
Apakah menurut anda sebuah pembangunan perguruan tinggi berbasis Islam harus saling menguntungkan bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar? 120 0
Apakah anda mengetahui Universitas Islam Malang yang ada di kota Malang? 100 20 Dengan batas level 750 m sebagai batas pematangan lahan, maka akan ada bagian lahan
Bila anda tahu, apakah Universitas Islam Malang adalah Universitas yang bagus? 100 20 dalam tapak di sisi Utara yang nantinya dalam pengembangan dan pembangunan akan
Apakah anda setuju didirikan Universitas Islam Malang di kecamatan Karangploso dengan fasilitas bertaraf Internasional? 120 0
Apakah anda setuju dengan berdirinya perguruan tinggi berbasis Islam akan menambah kemajuan ekonomi baru di kecamatan Karangploso? 120 0 dilakukan Cut (penggalian) dan ada bagian lahan di sisi Selatan yang akan dilakukan Fill
Apakah menurut anda masyarakat perlu dilibatkan dalam pembangunan Universitas Islam Malang di kecamatan Karangploso? 120 0 (penimbunan atau pengurugan). Simulasi rencana Cut n Fill untuk pembentukan
Apakah anda menginginkan berdirinya UNISMA akan menambah kesempatan pekerjaan bagi masyarakat sekitar Karangploso? 120 0
kedataran area tapak kawasan dapat dilihat di gambar berikut ini.
Apakah anda keberatan bila kecamatan Karangploso didatangi banyak orang baru dari luar daerah? 27 93
Apakah anda bersedia bersosialisasi dengan tangan terbuka kepada para pendatang? 95 25
Apakah anda berencana mengembangkan usaha bila nanti berdirinya UNISMA? 95 25
Apakah anda bisa bertoleransi dengan masuknya budaya dari luar? 111 9
Apakah anda keberatan jika keberadaan UNISMA menimbulkan perubahan kebiasaan masyarakat yang ada sebelumnya? 10 110
Apakah menurut anda dengan berdirinya UNISMA akan menjadi daya tarik pariwisata di kecamatan Karangploso? 120 0
750 m
Apakah menurut anda dengan adanya UNISMA di kecamatan Karangploso nanti, anda akan merencanakan keluarga anda masuk kesana? 110 10
Apakah anda berkeinginan UNISMA ini juga dijadikan sebagai pusat ibadah Islam, budaya, ekonomi kreatif, olahraga, dan pengembangan usaha? 120 0

250 m 500 m 750 m 1000 m 1250 m 1500 m 1750 m 1941 m

Dari tabel hasil survey sosial ekonomi terlihat sebagian besar masyarakat desa Ngenep LONG SECTION J - J
SKALA 1 : 3000

mendukung penuh pembangunan Kampus II Unisma, dengan harapan adanya kemajuan dan
Gambar 5.8 Hasil Analisis Cut n Fill untuk Pembentukan Level Area Datar dalam Tapak
peningkatan taraf hidup masyarakat Desa Ngenep.
Dari keseluruhan area tapak yang termasuk dalam batas luasan 78 Ha maupun dalam
batas luasan 114 Ha, terdapat area cekungan bekas aliran sungai semasa musim hujan
yang berpotensi untuk direvitalisasi untuk menjadi wadah penampungan air yang lebih
permanen. Area tersebut dan batas kiri dan kanan dari sungai/wadah tersebut

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 8


merupakan area yang cukup rentan baik untuk diakukan penggalian maupun
penimbunan.

PETA ANALISIS CUT & FILL


TAPAK LAHAN UNISMA
KAMPUS II

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 9


Gambar 5.9 Peta Analisis Area Cut n Fill untuk Pematangan Lahan di dalam Area Tapak

b. Analisis Hidrologi dan Klimatologi Dalam langkah awal analisis, terlebih dahulu dilakukan pengumpulan data. Terkandung
dalam pengumpulan data adalah data geologi, geoteknik, morfologi, topografi, hidrologi,
Dalam melakukan analisis Hidrologi, dilakukan beberapa langkah – langkah sebagai
klimatologi dan data pendukung lainnya. Data tersebut digunakan sebagai dasar
berikut:
perhitungan stabilitas maupun detail perencanaan teknis. Dari data curah hujan yang
a. Identifikasi/menentukan Daerah Aliran Sungai ( DAS ) beserta luasnya.
diperoleh, dilakukan analisis hidrologi yang menghasilkan debit banjir rencana, yang
b. Menentukan luas daerah pengaruh stasiun-stasiun penakar hujan dengan Metode
kemudian diolah lagi untuk mencari besarnya flood routing yang hasilnya digunakan
Poligon Thiessen.
untuk menentukan elevasi mercu spillway
c. Menentukan curah hujan maksimum tiap tahunnya dari data curah hujan yang ada.
Analisis hidrologi untuk perencanaan embung meliputi empat hal, yaitu :
d. Menganalisis curah hujan rencana dengan periode ulang T tahun.
a. Aliran masuk (inflow) yang mengisi embung.
e. Menghitung debit banjir rencana berdasarkan besarnya curah hujan rencana.
b. Banjir rencana untuk menentukan kapasitas dan dimensi bangunan pelimpah
f. Menghitung debit andalan untuk keperluan domestik dan air baku.
(spillway).
g. Menghitung kebutuhan air untuk keperluan domestic, air baku dan untuk tanaman.
c. Tampungan embung.
h. Menghitung neraca air yang merupakan perbandingan antara debit air yang tersedia
d. Aliran keluar (outflow) untuk menentukan bangunan pengambilan.
dengan debit air yang dibutuhkan untuk keperluan irigasi dan air baku.

Kondisi tapak kawasan yang sulit air dan kondisi tanah yang mempunyai tingkat porositas Tabel 5.3. Data Curah Hujan Tahun 2017
yang tinggi, maka untuk menyediakan suplai air bersih untuk kebutuhan harian kawasan
Data Klimatologi Unsur Klimatologi Satuan Jan Feb Mar Apr
Kampus II Unisma, terdapat 2 alternatif yang dapat direncanakan. Yaitu :
Curah Hujan milimeter 478 347 302,4 413
1. Dengan merencanakan 2 buah Embung yang masuk dalam penataan kawasan Kampus Pos Lanud AR. Saleh Hujan Maksimum milimeter 84 70 63 111
II UNISMA ini, sebagai upaya untuk menampung air dalam skala yang besar. Hari Hujan hari 27 24 21 17
Pembuatan 2 Embung ini sekaligus dibarengi dengan penataan pinggir dan dasar Curah Hujan milimeter 467 331,6 173,7 253,6
sungai yang ada saat ini, melalui metode pembuatan turap batu kali di kedua sisi Pos Karangkates Hujan Maksimum milimeter 99 59 33,2 54
sungai. Hari Hujan hari 24 18 15 16
2. Membuat jaringan pemipaan air yang terhubung dengan Sumber Air terdekat yang Curah Hujan milimeter 373 234,3 406,3 252,2
Pos Staklim Hujan Maksimum milimeter 68,2 39 87 69
ada di lingkungan sekitar tapak perencanaan.
Karangploso
Hari Hujan hari 29 23 24 22

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 10


Data Klimatologi Unsur Klimatologi Satuan Mei Jun Jul Ags Pemanfaatan lahan eksisting saat ini adalah tegalan sehingga sirkulasi pejalan kaki masih
Curah Hujan milimeter 178 36 99 - fleksibel. Sirkulasi kendaraan pun terbatas pada jaringan jalan eksisting, baik yang melalui
Pos Lanud AR. Saleh Hujan Maksimum milimeter 85 10 58 - langsung dalam tapak maupun yang berada di luar dan sekitar tapak perencanaan. dan
Hari Hujan hari 10 8 4 - belum ada jembatan yang menghubungkan sisi barat dan sisi timur kawasan
Curah Hujan milimeter 31,3 36,4 57,9 4,2
perencanaan. Untuk lebih jelasnya posisi sungai dan jaringan jalan pada kawasan
Pos Karangkates Hujan Maksimum milimeter 10 18 43 -
perencanaan dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Hari Hujan hari 8 7 4 -
Curah Hujan milimeter 41,9 34,7 39,2 0,1 4
Pos Staklim Hujan Maksimum milimeter 22,5 11 37,2 0,1
Karangploso
Hari Hujan hari 9 8 7 2
3

Data Klimatologi Unsur Klimatologi Satuan Sep Okt Nov Des


2
Curah Hujan milimeter 61 82 381 383,6
Hujan Maksimum milimeter 32 26 69 83
Pos Lanud AR. Saleh 1
Hari Hujan hari 3 10 26 19
Curah Hujan milimeter 30,6 77,9 360 139,7
Pos Karangkates Hujan Maksimum milimeter - - 71 30,5
Hari Hujan hari - - 24 20
Curah Hujan milimeter 45,9 111,8 411 276,3
Gambar 5.10. Peta Sirkulasi Jalan dan Aksesibilitas di Tapak Perencanaan
Pos Staklim Hujan Maksimum milimeter 36 43,2 67 74,8
Karangploso Dari gambar di atas maka dapat dilihat bahwa terdapat 4 akses ke dan dari Tapak Perancanaan
Hari Hujan hari 6 12 26 24
dimana salah satunya merupakan jalur akses utama yang melintasi Tapak Perencanaan. Dari
keempat titik akses tersebut maka titik akses 1, 2 dan 3 merupakan titik Akses potensial yang
5.2.2. Analisis Prasarana
dapat dikembangkan dan dijadikan jalur masuk ke dalam Kampus II Unisma. Hal ini dikarenakan
a. Analisis Jaringan Jalan bahwa Titik 1 dan 2 merupakan jalur utama yang digunakan untuk menuju tapak perencanaan
Analisis sirkulasi selain disusun untuk membentuk struktur utama ruang dalam tapak walaupun kondisinya masih berupa jalan tidak beraspal, hanya tanah dengan kelebaran lebih
perencanaan, juga untuk mengetahui alur perpindahan pengguna di dalam tapak. Saat ini kurang 3,5 m. Sedangkan titik 3 dapat menjadi akses menuju beberapa jalan yang telah beraspal
sirkulasi eksisting di kawasan perencanaan terbagi menjadi dua bagian karena adanya dan menjangkau beberapa usaha industri milik masyarakat setempat.
sungai yang membelah dari utara ke selatan menjadi bagian barat dan bagian timur.

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 11


b. Analisis Prasarana Air Minum
Tabel 5.4. Proyeksi Kebutuhan Air
Analisis Kebutuhan Air
Tahun Perencanaan
No Uraian Satuan
2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031
A Kapasitas Prasarana
Aktititas yang ada di kawasan Unisma Kampus 2 akan membutuhkan prasarana dasar air minum 1 Kampus Jiwa 23,800 26,444 29,088 31,732 34,376 37,020 39,664 42,308 44,952 47,599
2 Asrama jiwa 5,950 6,611 7,272 7,933 8,594 9,255 9,916 10,577 11,238 11,900
baik untuk minum, mandi, cuci dan aktifitas lainnya. Perhitungan jumlah kebutuhan air 3 Masjid Jamaah 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000
4 Rumah Sakit TT 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200
ditentukan berdasarkan kegiatan yang ada di kampus, perkantoran, kawasan bisnis, sarana olah 5 Stadion Unit 1 1 1 1 1 1
6 Mall Unit 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
raga, sarana ibadah dan lain. 7 Agro wisata Pengunjung 1000 1000 1000 1000 1000 1000 1000 1000 1000 1000
8 Ruko Unit 100 100 100 100 100 100
Berdasarkan perhitungan kebutuhan air dari masing-masing kegiatan diperoleh kebutuhan air 9 Bank Unit 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
10 Ruang Serbaguna Unit 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
total, kebutuhan air rata-rata, kebutuhan kapasitas air produksi serta kebutuhan air baku dengan 11 Hotel TT 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200
B Kebutuhan Air
asumsi sebagai berikut: 1 Kampus liter/detik 8.26 9.18 10.10 11.02 11.94 12.85 13.77 14.69 15.61 16.53
2 Asrama liter/detik 2.07 2.30 2.53 2.75 2.98 3.21 3.44 3.67 3.90 4.13

 Kehilangan Air = 20% 3


4
Masjid
Rumah Sakit
liter/detik
liter/detik
1.74
0.46
1.74
0.46
1.74
0.46
1.74
0.46
1.74
0.46
1.74
0.46
1.74
0.46
1.74
0.46
1.74
0.46
1.74
0.46
 F hari maksimum = 1,1 5 Stadion liter/detik 0.00 0.00 0.00 0.00 0.02 0.02 0.02 0.02 0.02 0.02
6 Mall liter/detik 0.03 0.03 0.03 0.03 0.03 0.03 0.03 0.03 0.03 0.03
 Kebutuhan Air Baku = 1,1 Kapasitas Produksi 7 Agro wisata liter/detik 0.35 0.35 0.35 0.35 0.35 0.35 0.35 0.35 0.35 0.35
8 Ruko liter/detik 0.00 0.00 0.00 0.00 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69
9 Bank liter/detik 0.01 0.01 0.01 0.01 0.01 0.01 0.01 0.01 0.01 0.01
10 Ruang Serbaguna liter/detik 1.39 1.39 1.39 1.39 1.39 1.39 1.39 1.39 1.39 1.39
11 Hotel liter/detik 0.35 0.35 0.35 0.35 0.35 0.35 0.35 0.35 0.35 0.35
15 16 17 18 20 21 22 23 25 26
C NRW % 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
NRW liter/detik 4 4 4 5 5 5 6 6 6 6
D QR liter/detik 18 20 21 23 25 26 28 29 31 32
E Qmak (Kapasitas IPA) liter/detik 20 22 23 25 27 29 31 32 34 35
F Kap Air Baku liter/detik 22 24 26 27 30 32 34 35 37 39

Sumber: Analisa Konsultan, 2019

Dari hasil perhitungan jumlah kebutuhan air di lokasi kegiatan sampai akhir tahun perencanaan
adalah sebesar 26 liter/detik, dan dengan adanya asumsi kehilangan air 20%, maka jumlah
kehilangan air sebesar 6 liter/detik, sehingga kebutuhan air rata-rata sebesar 32 liter/detik.
Dengan asumsi F hari maksimum sebesar 1,1 maka kapasitas produksi yang dibutuhkan sebesar
35 liter/detik. Sedangkan kebutuhan air baku sebesar 39 liter/detik.
Gambar 5.11. Proyeksi Kebutuhan Air

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 12


Analisis Pemilihan Sumber Air Baku Perkiraan timbulan air limbah di kawasan kampus Unisma Tahap 2 ditentukan
berdasarkan pada proyeksi kebutuhan air minum, yaitu sebesar 80% dari kebutuhan air
Dengan mempertimbangkan potensi dan ketersediaan air yang ada, beberapa sumber air baku
minum. Sedangkan komposisi grey water dan black water adalah 70% dan 30% dari air
seperti seperti Sumber Nyolo, Sumber Gambir, serta saluran Sungosari hanya memiliki potensi
volume air limbah rumah tangga. Berdasarkan hasil perhitungan, jumlah timbulan air
air yang bisa dimanfaatkan dibawah 25% dari kebutuhan. Itupun rawan menimbulkan konflik
limbah pada akhir perioda perencanaan adalah sebanyak 25,7 liter/detik yang terdiri
social karena tidak mungkin memanfaatkan seluruh air limpasan yang ada. Dengan demikian
dari grey water sebanyak 18,0 liter/detik dan black water sebanyak 7,7 liter/detik.
keempat sumber air baku tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air
Untuk lebih jelasnya, proyeksi timbulan air limbah dapat dilihat pada Gambar berikut:
minum yang ada. Sumber air yang layak dipertimbangkan untuk digunakan sebagai sumber air
baku adalah air tanah dalam dan air permukaan (embung). Gambar 5.12. Proyeksi Timbulan Air Limbah

Untuk lebih jelasnya kajian pemilihan air baku dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 5.5. Kelayakan Sumber Air
No Sumber Air Kelayakan Keterangan
1 Sumber Nyolo Tidak Layak Debit tidak cukup
2 Sumber Gambir Tidak Layak Debit tidak cukup
3 Saluran Singosari Tidak Layak Debit tidak cukup
4 Sumber Gunung Biru Tidak Layak Debit tidak cukup
5 Air Tanah Dalam Layak Menggunakan Beberapa
Sumur Bor
6 Embung Layak Memanfaatkan run off dan
daur ulang air limbah
Sumber : Analisa Konsultan, 2019

c. Analisis Air Limbah d. Analisis Persampahan


Aktifitas yang ada di kawasan kampus Unisma akan menimbulkan air limbah domestik yang Aktifitas yang ada di kawasan kampus Unisma akan menimbulkan sampah domestik yang harus
harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Berdasarkan dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Berdasarkan
jenisnya air limbah tersebut dari grey water dan black water. Grey water adalah limbah air yang jenisnya sampah rumah tangga di Kabupaten Malang terdiri dari Sampah Organik dengan
di dapat dari mencuci baju, mencuci piring atau air bekas dari kamar mandi, sedangkan black jumlah sekitar 61,5% dan sisanya berupa sampah an organik yang terdiri dari plastic, kain, kaca
water adalah air limbah yang berasal dari toilet dan urinoir. dan sebagainya. Laju timbulan sampah berdasarkan aktifitas yang ada di Kabupaten Malang
dengan asumsi jumlah timbulan sesuai SNI 3242:2008 sebagai berikut:

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 13


 Mahasiswa = 0.15 liter/orang/hari penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum dalam jumlah dan mutu yang memadai
 Sarana rekreasi/hotel = 0.15 liter/orang/hari serta memupuk keuntungan dan melaksanakan penugasan Pemerintah di bidang
 Asrama = 2,5 liter/orang/hari
 Kantor = 0,5 liter/orang/hari ketenagalistrikan dalam rangka menunjang pembangunan dengan menerapkan prinsip-
prinsip Perseroan Terbatas.
Dari hasil perhitungan, maka proyeksi timbulan sampah di lokasi kegiatan adalah sebagai
PT PLN Area Malang Distribusi Jawa Timur melayani jaringan tegangan menengah jaringan
berikut:
tegangan rendah. Kondisi eksisting saat ini daerah lokasi perencanaan belum ada jaringan
secara langsung, akan tetapi PLN berkewajiban memenuhi kebutuhan atas permintaan
pelanggan. Jaringan listrik di lokasi perencanaan dapat ditarik dari jaringan tegangan
menengah terdekat yang berada di Jalan Suropati yang berjarak sekitar 3.780 meter dari
lokasi perencanaan, atau dapat pula ditarik dari lokasi lain sesuai kebijakan dari PT PLN.
Terkait penyediaan pelayanan jaringan listrik di lokasi perencanaan PLN mewajibkan calon
pelanggan, dalam hal ini adalah pihak Unisma untuk menyediakan lahan untuk gardu induk,
dengan ukuran minimal 20 m2 hingga 40 m2. Selain gardu induk, pelanggan juga wajib
menyediakan gardu internal untuk distribusi ke seluruh area perencanaan. Untuk Trafo
tegangan menengah maupun jaringan menuju lokasi perencanaan akan disediakan oleh PLN,
sedangkan trafo jaringan rendah yang disalurkan ke kluster, menjadi kewajiban pihak
Gambar 5.13. Proyeksi Timbulan Sampah Unisma.

2. Pembangkit/Sumber Listrik Tenaga Surya


e. Analisis Sumber/Jaringan Listrik
Wilayah Indonesia pada umumnya memiliki potensi berupa tenaga matahari yang bisa
Di kawasan perencanaan terdapat beberapa potensi sumber tenaga listrik yang diharapkan
dikembangkan menjadi pembangkit listrik. Pembangkit listrik tenaga surya atau disingkat
mampu menyuplai kebutuhan listrik kawasan. Keempat sumber/pembangkit tenaga listrik
PLTS adalah pembangkit listrik yang mengubah energi surya menjadi energi listrik.
tersebut antara lain:
Pembangkitan listrik bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung menggunakan
1. Jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN)
fotovoltaik dan secara tidak langsung dengan pemusatan energi surya. Fotovoltaik mengubah
Rencana pembangunan kampus Unisma II perlu didukung juga dengan rencana
secara langsung energi cahaya menjadi listrik menggunakan efek fotoelektrik. Pemusatan
pengembangan daerah pelayanan jaringan listrik oleh PLN. Perusahaan Listrik Negara (PLN)
energi surya menggunakan sistem lensa atau cermin dikombinasikan dengan sistem pelacak
atau nama resminya adalah PT PLN (Persero) adalah sebuah BUMN yang mengurusi semua
untuk memfokuskan energi matahari ke satu titik untuk menggerakan mesin kalor.
aspek kelistrikan yang ada di Indonesia. PT PLN didirikan untuk menyelenggarakan usaha

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 14


Biaya investasi tinggi merupakan kendala dari terhambatnya pendirian PLTS. Meski begitu, angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi Listrik ini biasanya akan disimpan ke
PLTS tidak membutuhkan biaya operasional yang besar. Biaya yang dibutuhkan hanya untuk dalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan.
maintenance modul surya, seperti menyiram air untuk menghilangkan debu serta melakukan Pembangkit listrik tenaga bayu dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu skala besar, skala
pemotongan rumput di sekitar modul. Keunggulan lain dalam pengolahan listrik tenaga surya menengah, dan skala kecil. Untuk PLTB skala besar, satu kincir angin ukuran besar dapat
adalah sifat ramah lingkungan. Karena proses pengolahan ini tidak menghasilkan polusi yang menghasilkan 100-200 KVA selama 12 Jam, untuk PLTB skala menengah dapat menghasilkan
berisiko mengganggu ekosistem. Itulah sebabnya pengolahan listrik tenaga surya merupaka 1000 – 10.000 Watt, dan untuk PLTB skala kecil sangat banyak variannya mulai dari 2
potensi besar yang harus dikembangkan semaksimal mungkin di tanah air. ampere – 30 ampere.
Berikut ini adalah contoh alternatif desain sumber listrik tenaga bayu yang dapat diterapkan
di kawasan perencanaan. Selain berfungsi sebagai penghasil listrik, desain pembangkit listrik
cukup menarik dan dapat menjadi penambah estetika kawasan. Dalam satu daun dapat
menghasilkan sekitar 10 Watt atau tergantung pada trafo masing-masing.

Gambar 5.14. Panel Sumber Listrik Tenaga Surya

Gambar 5.15. Pembangkit Listrik Tenaga Angin


3. Pembangkit/sumber Listrik Tenaga Bayu (PLTB)
Tingginya kecepatan angin di kawasan perencanaan di satu sisi merupakan ancaman bencana
4. Mesin Genset (Generator Set)
angin putting beliung, namun di sisi lain adalah potensi untuk sumber listrik tenaga
Selain ketiga sumber listrik di atas, Kampus II Unisma direkomendasikan untuk tetap memiliki
angin/bayu. Angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia di alam, Pembangkit Listrik
Genset sebagai cadangan sumber listrik apabila terjadi kerusakan pada sumber listrik lainnya.
Tenaga Angin mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan
Mesin Genset merupakan sebuah alat pembangkit listrik cadangan yang menggunakan energi
turbin angin atau kincir angin. Cara kerjanya cukup sederhana, energi angin yang memutar
kinetik. Listrik yang dapat dihasilkan disesuaikan dengan ukuran genset. Genset dapat
turbin angin, diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin
disiapkan pada setiap cluster dan setiap bangunan untuk berjaga-jaga dalam kondisidarurat.

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 15


Dari estimasi tersebut didapatkan jumlah mahasiswa pada tahun 2026 sebanyak 8.709
mahasiswa dari total 11 Fakultas. Sedangkan untuk tahun 2031 apabila pertumbuhan jumlah
mahasiswa tetap sama sebanyak 20% per tahunnya maka total estimasi sebanyak 21.671
mahasiswa. Secara lebih lengkap uraian perhitungan proyeksi dapat dilihat dalam Tabel 5.9
berikut.

Gambar 5.16. Genset

5.3 Analisis Proyeksi Jumlah Mahasiswa


Untuk menyusun dan merencanakan besaran kebutuhan sarana prasarana perguruan tinggi
yang akan ditata dan dirancang dalam suatu masterplan, maka perlu diketahui perkiraan jumlah
mahasiswa serta civitas akademika lainnya dalam sekian tahun ke depan, yang akan dialokasikan
beraktivitas dalam sarana prasarana yang direncanakan. Untuk itu perlu dilakukan analisis
proyeksi jumlah mahasiswa dalam sekian tahun ke depan berdasarkan data jumlah yang ada
saat ini.

Sesuai dengan perencanaan Masterplan sampai tahun 2031, maka estimasi jumlah mahasiswa
dihitung sampai dengan tahap I target perencanaan sampai tahun 2026 dan tahap II sampai
tahun 2031. Dengan mengacu pada data penerimaan dari tahun 2016 – tahun 2019, maka dapat
diambil asumsi tahun pertama Unisma II akan menerima mahasiswa baru sebanyak 3.500
mahasiswa, dengan pertumbuhan per tahun sebanyak 20%.

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 16


NO URAIAN PERSENTASE JUMLAH MHSW JUMLAH MHSW UNISMA 2
UNISMA 1, 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031

1 Pendidikan Agama Islam 15% 1,126 525 630 756 907 1,089 1,306 1,568 1,881 2,257 2,709 3,251
1. Pendidikan Agama Islam
2. Ahwal Al-Syakhshiyah
3. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
4. Pendidikan Guru Raudhatul Atfhfal

2 Hukum 5% 375 175 210 252 302 363 435 523 627 752 903 1,084
1. Ilmu Hukum

3 Pertanian 10% 751 350 420 504 605 726 871 1,045 1,254 1,505 1,806 2,167
1. Agroteknologi
2. Agribisnis

4 Peternakan 5% 375 175 210 252 302 363 435 523 627 752 903 1,084
1. Peternakan

5 Teknik 10% 751 350 420 504 605 726 871 1,045 1,254 1,505 1,806 2,167
1. Teknik Sipil
2. Teknik Mesin
3. Teknik Elektro

6 MIPA 5% 375 175 210 252 302 363 435 523 627 752 903 1,084
1. Biologi

7 KIP 5% 375 175 210 252 302 363 435 523 627 752 903 1,084
1. Pendidikan Bahasa Indonesia
2. Pendidikan Matematika
3. Pendidikan Bahasa Inggris

8 Ekonomi 20% 1,501 700 840 1,008 1,210 1,452 1,742 2,090 2,508 3,010 3,612 4,334
1. Manajemen
2. Akuntansi
3. Perbankan Syariah

9 Administrasi 15% 1,126 525 630 756 907 1,089 1,306 1,568 1,881 2,257 2,709 3,251
1. Ilmu Administrasi Negara
2. Ilmu Administrasi Niaga

10 Kedokteran 5% 375 175 210 252 302 363 435 523 627 752 903 1,084
1. Pendidikan Dokter
2. Profesi Dokter

11 Tambahan Baru 5% 375 175 210 252 302 363 435 523 627 752 903 1,084

TOTAL 100% 7,507 3,500 4,200 5,040 6,048 7,258 8,709 10,451 12,541 15,049 18,059 21,671

Table 5.6. Perhitungan Proyeksi Jumlah Mahasiswa Unisma Kampus II

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 17


rasio standar ruang maka didapatkan kebutuhan ruang seluas 23.738 m2 dan kebutuhan
sirkulasi dalam bangunan sebanyak 20% dari total kebutuhan ruang, sehingga total luas
5.4 Analisis Perhitungan Kebutuhan dan Besaran Ruang
ruang yang dibutuhkan adalah perkiraan 28.486 m2, apabila dibangun 9 lantai maka per
5.4.1. Perhitungan Kebutuhan dan Besaran Luas Bangunan Fakultas
lantai asumsi seluas +/- 3.165m2.
NO URAIAN RUANG RASIO (M2) JML ORNG JML RUANG TOTAL LUAS

1 R. Kelas 2.00 30 150 9,000 5.4.2. Perhitungan Kebutuhan dan Besaran Bangunan Rumah Sakit
2 R. Perpustakaan 1.60 100 1 160
3 Ruang Kerja Pimpinan 15.00 1 1 15 Bangunan Rumah Sakit di UNISMA 2 ini direncanakan untuk kelas B, adapun
4 Ruang Laboratorium 4.00 80 2 640
kriteria Rumah Sakit adalah sebagai berikut:
5 Ruang Bimbingan Konseling 4.00 10 1 40
6 Ruang Kerja Dosen 4.00 17 9 600
7 Ruang Lembaga/Pusat Kajian 4.00 20 1 80  pelayanan medik umum;
8 Ruang Pelayanan Administrasi 4.00 50 1 200
 pelayanan gawat darurat;
9 Ruang Kesehatan 4.00 100 1 400  Pelayanan Medik Spesialis dasar;
10 Ruang Aula 3.00 400 1 1,200
11 Ruang Keorganisasian Mahasiswa 4.00 50 1 200  Pelayanan Spesialis Penunjang Medik;
12 Ruang Penerimaan Mahasiswa Baru 4.00 750 2 6,000
13 Kantin 3.75 500 1 1,875  Pelayanan Medik Spesialis Lain;
14 Pos Keamanan 3.20 10 2 64
 Pelayanan Medik Spesialis Gigi Mulut;
15 Dapur 3.00 20 1 60
16 Toilet 3.00 30 9 810  Pelayanan medik subspesialis;
17 Gudang 3.00 10 9 270
18 Rapat 4.00 25 9 900  Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan;
19 Musholla 1.20 20 9 216
20 Cadangan 4.00 28 9 1,008  Pelayanan Penunjang Klinik dan;
 Pelayanan Penunjang Non Klinik.
TOTAL LUAS LANTAI (M2) - SIRKULASI 23,738
SIRKULASI 20% 4,748
TOTAL LUAS LANTAI (M2) 28,486

LUAS PER LANTAI (M2) 9.00 3,165

Tabel 5.7. Kebutuhan Ruang per Bangunan Fakultas


Untuk mengestimasi kebutuhan luas lantai bangunan per gedung, konsultan mengambil
hitungan jumlah maksimal mahasiswa di Fakultas yang paling banyak diminati sampai
tahun 2026. Berdasarkan asumsi konsultan, Fakultas Ekonomi memiliki mahasiswa
terbanyak dan perkiraan sampai tahun 2026 berjumlah kurang lebih 4.500 mahasiswa,
dari beberapa jurusan yang ada. Sehingga hasil hitung kebutuhan ruang berdasarkan

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 18


Tabel 5.8. Kebutuhan Ruang Rumah Sakit Pendidikan (Kelas B)
KEBUTUHAN RUANG RUMAH SAKIT KELAS B

NO URAIAN RUANG LUAS

A Area Pelayanan Medik dan Perawatan


1 Instalasi Rawat Jalan 1,904.20
2 Instalasi Rawat Darurat 969.76
3 Instalasi Rawat Inap 5,573.20
4 Instalasi Perawatan Intensive 730.90
5 Instalasi Jantung dan Pembuluh Darah 3,846.70
6 Instalasi Bedah 1,128.60
7 Instalasi Kebidanan 728.40
8 Instalasi Rehab Medik 823.70
9 Instalasi Hemodialisa 328.02
10 Instalasi Radioterapi 392.17
11 Instalasi Kedokteran Nuklir 517.97

B Area Penunjang dan Operasional Penunjang Medik


1 Ruang Farmasi 702.97
Tabel 5.11. Pembagian di RS Unisma 2 2 Ruang Radiodiagnostik 358.57
3 Laboratorium 455.70
4 Bank Darah 194.77
5 Ruang Diagnostik Terpadu 345.45
6 Pemusaraan Jenazah dan Forensik 319.20
Penunjang Non Medik
7 Ruang Sterilisasi Pusat 229.95
8 Dapur Utama dan Gizi Klinik 377.20
9 Laundry 216.40
10 Ruang Sanitasi 214.00
11 Ruang Pemeliharaan Sarana 385.00

C Ruang Administrasi dan Manajemen


1 Administrasi Rumah Sakit 259.70

D Pendukung
1 ATM Center 20.00
2 Cafetaria 30.00
3 Minimarket 40.00
4 Gym 140.00
5 Yoga Room 70.00
6 Gedung Parkir 5,405.82
7 Area Pengolahan IPAL 42.00

E Fasilitas Outdoor
1 Parkir 15,345.00
2 Sarana Olah Raga 196.00
3 Bencana Massal 300.00

TOTAL 42,591.35
Sirkulasi 20% 8,518.27
TOTAL Luas 51,109.62

LUAS PER LANTAI ( 9 LANTAI) 5,678.85

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 19


Tabel 5.9. Kebutuhan Ruang Stadion Unisma 2
Nama Ruang Luas (m²)
Area Pertandingan
Lapangan Sepak Bola & Trek Atletik 18.844,45
Area Pembantu (Zona Non-Pelaku
2.934,30
Pertandingan)
Total 21.778,75
Ruang Pelaku Pertandingan
R. Ganti Pemain 800
Ruang Pemanasan 200
Ruang Ganti Pelatih 60
R. Ganti Wasit 24
R. Doping 36
R. Perawatan Pemain 70
R. Ball boys 40
R. Panitia Pelaksana 90
R. Pengawas Pertandingan 90
Hall Khusus Partisipan
70
Pertandingan / Tunnel
Musholla Pelaku Utama 60
Gambar 5.17. Alur Kegiatan RS Lapangan Latihan 10.625
Call Room 60
Lounge Pemain / Atlet
216
5.4.3. Perhitungan Kebutuhan dan Besaran Bangunan Stadion Pertandingan
Ruang Latihan Beban 200
Stadion dengan luas Area +/- 10 hektar, direncanakan dalam kawasan tapak ada Ruang untuk Persiapa Acara
45
Kemenangan
disisi selatan area perencanaan Unisma 2. Konsep desain Bangunan Stadion Lavatory Pelaku Utama
100
Pertandingan
Unisma 2 ini berupa arsitektur futuristik dengan tetap berpegang kepada konsep Jumlah 12.786
Sirkulasi 30% 3.835,8
Hijau sehingga bangunan dapat menyatu dengan kondisi lingkungan yang ada. Total 16.621,8
38.400,55 dibulatkan
Sarana olahraga yang memadai dengan standar internasional diharapkan akan Total Besaran Ruang Pelaku Utama menjadi ~
38.400 m2
melahirkan sebuah hasil yang membanggakan yaitu berupa prestasi di bidang
Tribun Penonton
olahraga. Dengan prestasi yang diraih maka secara tidak langsung turut Tribun Umum 13.200
Tribun VIP 540
mengharumkan nama kampus sebagai kampus kelas dunia. Adapun suasana yang Tribun VVIP / Tamu Kehormatan 200
diharapkan adalah suasana semangat, sportif serta kebersamaan dalam Tribun Penyandang Disabilitas 735
Tribun Media 580
berolahraga. hal ini diperoleh dari interaksi dari penampilan bangunan itu sendiri Jumlah 15.255
Sirkulasi 30% 4.576,5
yaitu yang menunjukkan sifat dan karakter yang dinamis, kokoh dan megah Total 19.831,5
sehingga menarik mahasiswa untuk selalu melakukan aktivitas berolahraga. Hall 1.210

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 20


R. VIP 1.200 R. Sekretaris, Bendahara & Wakil 20,1
R. VVIP / Tamu Kehormatan 200 R. Staff 17,84
Jumlah 2.610 R. Tamu 10
Sirkulasi 30% 783 Kantor Pengurus Klub
Total 3.393 Manajer & Asisten Manajer 18,54
Lavatory Penonton R. Sekretaris & Bendahara 13,4
Lavatory Penonton Umum: R. Staff 17,84
 Pria R. Tamu 10
Toilet Lain-lain
75,6
Urinal Gudang Perlangkapan Klub 150
336
Wastafel Lavatory Pengelola:
174,72
 Pria
Toilet
 Wanita 3,6
Toilet Urinal
6,4
289,8 Wastafel
Wastafel 4,16
167,44  Wanita
Lavatory Penonton VIP/VVIP: Toilet
7,2
 Pria Wastafel
Toilet 4,16
4,5
Urinal Jumlah 454,68
10,4
Sirkulasi 25% 113,67
Wastafel
8,32 Total 568,35
568,35 dibulatkan
 Wanita Total Besaran Ruang Pengelola menjadi ~
Toilet 570 m2
16,2 Ruang Media / Pers
Wastafel
13,52 R. Konferensi Pers 200
Lavatory Difable 30,24 Mixed Zone 200
Jumlah 1.126,74 Media Centre 4000
Sirkulasi 30% 338 Area Komentator 32
Total 1.464,74 Jumlah 4.432
24.689,24 dibulatkan Sirkulasi 30% 1.329,6
Total Besaran Ruang Penonton menjadi Total 5.761,6
24.700 m2 5.761,6 dibulatkan
Kantor Pengelola Stadion Total Besaran Ruang Media / Pers menjadi ~
5.800 m2
R. Kepala Pengelola (UPT) 18,54
Ruang Komersial
R. Kepala Sub Bagian Tata Usaha 9,3
R. Staff 49,06 Kios Sewa 350
R. Rapat 40 Merchandise Shops 50
R. Arsip 6 Gudang Merchandise 9
R. Tamu 10 Cafetaria (Stand Penjualan) 120
R. Keamanan & Pemadam 20 Area Makan (lounge) 3.000
Pantry 8
Kantor Pengurus Cabang Sepak Bola
Gudang 90
R. Ketua Harian 18,54

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 21


Jumlah 3.627 Hall Pemain / Atlet 300
Sirkulasi 25% 906,75 Jumlah 10.100
Total 4.533,75 Sirkulasi 20% 2.020
4.533,75 dibulatkan Total 12.120
Total Besaran Ruang Komersial menjadi ~ 12.120 dibulatkan
4.500 m2 Total Besaran Ruang Penerima menjadi ~
Ruang Servis 12.200 m2
R. Trafo (Panel Pusat) 60 Sumber: Data dan Analisa Pribadi
R. Panel 100
R. Genset 60 5.4.4. Perhitungan Kebutuhan dan Besaran BANGUNAN MASJID
R. Pompa Pusat 50
R. Pompa 80 Konsep Masjid Unisma 2 ini mengikuti kaedah Arsitektur Islami yaitu arsitektur
R. AHU 24
R. Chiller 24 yang bukan berasal dari Islam, namun karena sejalan dengan konsepsi Islam yang
TPS 50
R. Kontrol 20
tertera dalam Al Quran dan Al Hadits, maka arsitektur tersebut disebut arsitektur
R. OB & Cleaning Service 25 Islami. Sesuai harapan Pemilik Yayasan Unisma, Bangunan diharapkan menjadi
R. Janitor 36
Pos Jaga 36 Masjid Kampus termegah di Asia Tenggara Dimana Luas Area masjid disediakan
Gudang Peralatan Olahraga 150
seluas +/- 6.6Ha. Masa Bangunan utama berbentuk lingkaran dan disetiap sisinya
Gudang Kebersihan 40
Lavatory Umum 12,8 terdapat koridor atau selasar yang dapat difungsikan selain sebagai sirkulasi luar
Jumlah 621,8
Sirkulasi 25% 155,45 bangunan juga sebagai ruang tampung jamaah apabila kondisi bangunan utama
Total 777,25
penuh jamaah.
Total Besaran Ruang Servis 780 m2
Tiket Box (Penunjang) Orientasi bangunan masjid mengarah ke Kiblat, atau berada di 25 derajat 10 menit
Ruang kounter 120
Area Antri 600 dari titik barat hampir barat laut.
Jumlah 720
Sirkulasi 25% 180
Total 900
5.4.5. Perhitungan Kebutuhan dan Besaran Bangunan Auditorium
Penunjang Lain
ATM Centre 7,5 Auditorium kampus UNISMA 2 direncanakan untuk digunakan sebagai bangunan
Medical Centre 100
Musholla umum 160 yang mampu menampung segala aktivitas baik itu ditingkat mahasiswa, fakultas
Jumlah 267,5
Sirkulasi 25% 66,875
dan universitas di samping itu auditorium ini nantinya akan dapat dipergunakan
Total 966,875 untuk kegiatan luar kampus baik itu oleh masyarakat atau pun oleh pemda
966,875 dibulatkan
Total Besaran Ruang Penunjang menjadi ~ setempat dan instansi lainnya.
1.000 m2
Ruang Penerima
Lobby 8.400
Lobby VIP/VVIP & Pemain (Official) 1.400

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 22


Adapun untuk Kegiatan dalam auditorium seperti wisudah sarjana, penerimaan
mahasiswa baru, pertemuan-pertemuan ilmiah dan pertemuan umum, pameran,
acara-acara besar pentas seni dan sebagainya.

Posisi Auditorium yang berada di tengah kawasan tapak sesuai dengan fungsinya
sebagai tempat berkumpul menjadikan area tersebut menjadi centra poin kegiatan
atau jantung dari kawasan kampus.

Secara monumental bangunan auditorium berupa dome adalah penerapan simbol


dari logo NU, yaitu Bola dunia. Dimana diharapkan bangunan tersebut sesuai
dengan makna bola dunia yaitu akan menjadi wadah bertemunya ilmu
pengetahuan tingkat dunia.

5.4.6. Perhitungan Kebutuhan dan Besaran Bangunan Asrama Mahasiswa

DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 23


DRAFT LAPORAN AKHIR Bab. 5 Hal. 24