Anda di halaman 1dari 3

Jawaban Soal UTS

Mata Kuliah : Filsafat Hukum


Dosen : DR. Rantawan Djanim, S.H., M.H.
Sifat Ujian : Take Home Exam

ِِّ ‫ن‬
ِ‫َللا بِس ِْم‬ ِِ ‫الرحْ َم‬
ّ ‫الر ِحيم‬
ّ

1.
a. Hukum adalah serangkaian aturan tertulis dan tidak tertulis mengikat, dibuat, diakui dan ditaati
oleh masyarakat berdasarkan tata cara pembentukannya, baik melalui kontrak social, badan
legislative, serta memiliki sanksi bagi pelanggarnya melalui petugas penegak hukum yang
ditunjuk. Berfungsi untuk mengatur perilaku dan memberikan Batasan kepada anggotanya
(masyarakat) terhadap apa yang boleh dilakukan, harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan yang
pada akhirnya bertujuan untuk dapat memberikan kemanfaata, keadilan dan kepastian hukum.
b. Hukum in abstracto, yaitu hukum yang merupakan tahap pembuatan/perumusan. Hukum disini
masih dalam cita-cita yang menjadi keinginan yang sebaik-baiknya dengan membuat, menyusun
dan melegalisasikan aturan dengan harapan bahwa masyarakat menjadi semakin teratur dan
tercapai tujuan hukum yaitu kepastian hukum, kemanfaatan dan keadilan. Contoh konkritnya
yaitu Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, KUHP dan bentuk formil lainnya.
Hukum in Concreto yaitu penegakan hukum atau penerapan hukum yang biasanya
Hukum in Realitas yaitu hukum yang terjadi pada kenyataannya.

2. Karena aliran-aliran atau mahzab-mahzab membentuk teori yang merupakan ide dari
3.
a. Ciri-ciri Mahzab Hukum Alam
- Tidak dibuat oleh manusia ataupun negara, tetapi ditetapkan oleh alam;
- Bersifat universal;
- Berlaku abadi;
- Tidak dapat dipisahkan dari moral

Ciri-ciri Mahzab Positivisme


- Tertulis, dapat berupa undang-undang atau peraturan yang baku
- Adanya pemisahan antara hukum dengan moral
- Berlaku di wilayah tertentu saja
- Berasal dari penguasa/legislator
b. Tokoh-tokoh mahzab
- Hukum Alam:
1. Grotius Hugo: bahwa perjanjian bermasyarakat itu dikarenakan adanya dua faktor
yaitu : 1).Manusia sebagai makluk sosial mempunyai keinginan untuk bermasyarakat,
2).manusia sebagai makluk sosial juga mempunyai nalar/Ratio/akal.dari kedua hal
tersebut akhirnya individu-individu tersebut mengadakan perjanjian bermasyarakat
dengan maksud untuk memelihara keamanan dan ketertiban.kekuasaan untuk itu
diserahkan kepada raja.
2. Thomas Hobbes: Bahwa perjanjian bermasyarakat tersebut diadakan karena
manusia itu dalam keadaan alamnya (sebelum adanya negara), saling bermusuhan
satu dengan yang lain dan tidak ubahnya seperti binatang,maka untuk menghentikan
adanya permusuhan tersebut diadakan perjanjian bermasyarakat.
3. J. J Roesseau: Bahwa perjanjian bermasyarakat tersebut diadakan karena dengan
perjanjian bermasyarakat itu menyebabkan timbulnya suatu kesatuan masyarakat
(Gemainscafh) yang mempunyai kehendak umum.rakyat yang mengadakan
perjanjian itu mempunyai kekuasaan tertinggi,yang kemudian dapat diserahkan
kepada raja ,akan tetapi sewaktu-waktu dapat berubah (berkurang,tambah atau
bahkan hilang).
4. John Locke: Perjanjian bermasyarakat itu diadakan karena dalam keadaan alamnya
manusia itu telah mempunyai hak dasar (hak azasi) serta sudah ada hukum,oleh
karenanya perjanjian bermasyarakat yang di adakannya itu untuk melindungi hak-hak
azasi tersebut.
5. Immanuel Kant pada dasarnya sama dengan pendahulunya, tetapi ada kalanya
unsur-unsur yang bersifat revolusioner yang dikemukakan pendahulunya itu
ditentang.menurut Immanuel kant bahw perjanjian bermasyarakat itu tidak ada,
namun kalaupun ada hanyalah merupakan suatu konstruksi hukum saja sehingga
akan membantu seseorang dalam menjelaskan bagaimana sebenarnya timbulnya
negara itu.

- Tokoh Filsafat Hukum Positivisme dan Pendapatnya Filsafat hukum positivisme merupakan upaya
untuk mempelajari hukum positivisme secara mendalam, terperinci dan radikal untuk menemukan
kebenaran dari hukum positivisme. Upaya yang dilakukan adalah dengan memahami teori hukum
yang dikemukakan oleh tokoh aliran hukum positivisme, yang kemudian melahirkan konsep hukum
yang benar dalam tataran aliran hukum positivisme. Oleh karena itu, berikut ini akan dijelaskan
tentang tokoh aliran positivisme, beserta teori yang digunakan, kemudian konsep yang dihasilkan.
1. John Austin Pemikir positivisme hukum yang terkemuka adalah John Austin (1790-1859), beliau
dikenal sebagai “bapak llmu hukum Inggris”. Pendapatnya dikenal dengan istilah analytical
jurisprudence yang berpendirian bahwa hukum adalah perintah dari penguasa yang dituangkan
dalam bentuk perundang-undangan, jadi unsur yang terpenting dari hukum adalah “perintah”
(command). Oleh karena itu hukum bersifat tetap, logis, dan tertutup (closed logical system), di
mana keputusan-keputusan hukum yang benar/tepat biasanya dapat diperoleh dengan alat-alat
logika dari peraturan-peraturan hukum yang telah ditentukan sebelumnya tanpa memperhatikan
nilai-nilai yang baik atau buruk
- Positivisme :
1) John Austin (Mahzab Hukum Positif Analitis)
2) Hans Kelsen (Mahzab Hukum Murni)
3) H.L.A. Hart
4) Ronald Dworkin
5) Bentham
6. Pandangan tokoh masing-masing mahzab:
7. Hukum Alam:
1) Yang bersumber dari Tuhan (Irrasional) dianut oleh kaum skolastik
a) Thomas Aquinas (Thomas von Aquino)
b) Gratius
c) John Salisbury
d) Dante
e) Pierre Dubois
f) Marsilius Padua
g) Johanes Huss
2) Yang bersumber dari rasio manusia (rasional)
a) Hugo de Groot (Grotius)
b) Christian Thomasius
c) Immanuel Kant
d) Fichte
e) Hegel
f) Rudolf Stamler
8. Positivisme :
1) John Austin
2) Hans Kelsen
3) H.L.A. Hart
4) Ronald Dworkin
5) Bentham
4. Persamaan dan perbedaan prinsipil
a. Mahzab Hukum Alam dan Mahzab Hukum Sejarah

b. Mahzab Realisme Hukum dan Mahzab Hukum Bebas (freirechtlere)

5. PengertianِAsasِHukum….
Fungsiِasasِhukumِ….
Hubunganِdanِperbedaanِasasِhukumِdenganِnorma/kaidahِ….

6.
a. Proses dan hubungan antara penegakan hukum, penafsiran hukum dan penemuan hukum
b. Hakim haru melakukan penemuan hukum karena
Dasar dalam melakukan penemuan hukum oleh hakim adalah

7. Sumber hukum adalah


Makna sumber hukum dalam arti materiil
Makna sumber hukum dalam arti formal

8. Hukum adalah setiap aturan baik tertulis maupun tidak tertulis yang memaksa anggota yang berada
di dalamnya untuk mengikuti aturan yang telah disepakati, setuju atau tidak setuju yang pada
dasarnya berisi tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.
Kekuasaan merupakan

9. Konsep dan gagasan hukumِprogresifِ….

Pelaksanaanِkonsepِhukumِprogresifِ…

Contohِkonkritِhukumِprogresifِ…

10. Pengaruh Gerakan studi hukum kritis di Indonesia