Anda di halaman 1dari 6

Tabel 2.1.

Matrik Gender Analysis Pathway (GAP)


DINAS KOPERASI UKM DAN PERDAGANGAN DAERAH KAB. MAROS
TA. 2019
Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Kebijakan dan Rencana
Isu Gender Pengukuran Hasil
Nama Kedepan
Kebijakan/Program Data Pembuka Sebab Sebab Reformulasi
Faktor Basis Data Indikator
/Kegiatan Wawasan Kesenjangan Kesenjangan Tujuan Rencana Aksi
Kesenjangan (Base-line) Kinerja
Internal Eksternal
Program : Data Umum : Akses: 1. Kurangnya 1. Budaya - Meningkatan 1. Menyusun Data output : Meningkatnya
Pengembangan Dan Jumlah Penduduk - Adanya Pembinaan masyarakat jumlah KAK dan SK Jumlah Peserta Jumlah peserta
Pemberdayaan Kota Maros Tahun kesamaan Dinas yang koperasi dan Panitia yang mengikuti yang mengikuti
UMKM/UKM 2016 sebanyak akses laki- Kopumdag menyatakan anggota dalam Sosialiasi Kegiatan
395.687 Jiwa laki dan terhadap bahwa laki- koperasi Pelaksanaan Prinsip-prinsip Sosialisasi
Kegiatan : Terdiri dari perempuan kaum laki sudah berspektif Kegiatan Pemahaman Prinsip-Prinsip
Penyelenggaraan Laki- Laki : yang perempuan di berkoperasi Gender yang resposif Perkoperasian Pemahaman
Pelatihan 197.913 Jiwa mengikuti kabupaten perempuan -Mendorong gender 150 Orang yang Perkoperasian
Kewirausahaan Perempuan : terhadap Maros. dianggap peningkatan 2. Rapat terdiri dari : Sebanyak 200
197.774 Jiwa informasi 2. Kurangnya tidak perlu Pemberdayaan koordinai Laki-Laki = orang Yang
Tujuan Kegiatan Jumlah Anggota serti!kasi, Media ikut pengurus, internal dan 40%, terdiri dari
-Meningkatkan Koperasi Laki-laki : - namun jumlah informasi berkoperasi pengawas dan ekternal Perempuan 70%
jumlah wirausaha 9.090 Orang guru SD sebagai media (Subordinasi anggota (D3A, Camat, 60% Perempuan dan
baru/UMKM. Jumlah Anggota perempuan penyebarluas dan khususnya Lurah, Desa, 30% laki-laki
-Mendorong Koperasi yang an informasi, Marjinalisasi perempuan Pendamping Data outcome :
peningkatan Perempuan : - mengikuti Pada kaum ) dalam Desa, Tokoh -Berdasarkan Outcome
Pemberdayaan 2.004 Orang PLPG lebih perempuan. 2. Kurangnya kelembagaan Agama, dari Meningkatnya
pengurus, pengawas renda 3. Pertemuan- Koperasi Perempuan) persentase keanggotan
dan anggota Data output : dibandingka Pemahaman pertemuan terkait yang Perempuan
khususnya Jumlah Peserta yang n Dinas atau Rapat kegiatan mengikuti dalam
perempuan dalam mengikuti Sosialiasi - laki-laki, Kopumdag Koordinasi sosialisasi sosialiasi berkoperasi
kelembagaan Prinsip-prinsip dengan tentang yang Prinsip- hanya sedikit sebesar 80 %
Koperasi Pemahaman perbanding gender masih difasilitasi Prinsip yang
Perkoperasian 150 an laki-laki terbatas pada oleh Driver Perkoperasia perempuan
Orany yang terdiri 60 peningkatan 3. Pemahaman n yang yang masuk
dari : Laki-Laki = - persen dan pemberdayaa PUG bagi berintegrasi menjadi
40%, Perempuan perempuan n perempuan perbankan gender. anggota
60% 20 4. Belum dalam 3. Membuat koperasi.
persenKeter adanya mendorong undangan,
Data outcome : batasan pedoman atau minat dan
Berdasarkan dari waktu petunjuk perempuan mengidentifi
persentase yang perempuan pelaksanaan dalam kasi calon
1
mengikuti sosialiasi untuk kegiatan berkoperasi peserta
hanya sedikit yang menjadi dalam lingkup masih dengan
perempuan yang anggota SKPD yang kurang. memperhati
masuk menjadi koperasi memperhatik 4. Belum kan proporsi
anggota koperasi. lebih sedikit an adanya peserta
dibandingka keterlibatan pedoman perempuan
n laki-laki. laki-laki dan atau lebih besar
Partisipasi : perempuan. petunjuk 4. Membuat
kurangnya pelaksanaan Media
motivasi 5. Kurangnya kegiatan di Informasi
perempuan Pembinaan kabupaten (Leaflat)
untuk berperan pada Kaum Maros untuk
dalam laki-laki akan memperhati memotivasi
berkoperasi pentingnya kan perempuan
Kontrol : perempuan keterlibatan dalam
Keikutsertaan dalam laki-laki dan berkoperasi
perempuan keikutsertaan perempuan. 5. Menbuat
pada sosialisasi dalan 5. Kurangnya Pedoman
dan koperasi Pemahaman Teknis
keikutsertaan gender dan tentang
pada koperasi 6. Penyediaan PUG bagi Koperasi
dominan oleh materi aparat yang
suami/keluarg sosialisasi Kecamatan, responsive
a, dan jika belum kelurahan, Gender.
suami telah berspektif desa dan 6. Menyusun
menjadin gender Pendamping materi yang
anggota Desa Berintegrasi
koperasi maka 6. Keterbatasa Gender.
istri dianggap n pagu 7. Koordinasi
tidak perlu anggran dengan
ikut. untuk Dinas
pelaksanaan Koperasi
Manfaat : kegiatan Provinsi ,
Manfaat sosialisasi DP3A,
koperasi lebih Perbankan
banyak terkait
dirasakan oleh dengan
kaum laki-laki Keterlibatan
dibandingkan 8. Advokasi
kaum untuk
perempuan di Peningkatan
kabupaten Pagu agar
Maros. Sasaran
jumlah
Anggota
Koperasi
Perempuan
Bertambah.
9. Pelaksanaan
Organisasi
dengan
Jumlah
Peserta
sesuai
dengan
permintaan
undangan
dan materi
dipastikan
sudah
terintegrasi
Gender
10. Melaksanaka
n Monitoring
dan Evaluasi
tindak lanjut
koperasi.
11. Menyusun
laporan yang
responsive
gender.

Catatan :
A. Implementasi GAP sebagaimana matriks di atas bisa diletakkan sebagai pola pikir dalam penyusunan suatu dokumen kebijakan, atau sebagai dokumen pendamping
suatu rencana kebijakan atau program atau kegiatan tertentu yang dipilih sesuai dengan prioritas.
B. GAP di tingkat program dapat dilakukan apabila kegiatan-kegiatan yang ada didalamnya berdasarkan ketentuan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 merupakan
kegiatan dengan ciri dan atau lokasi yang sama.
C. Apabila kegiatan-kegiatan dalam sebuah program sangat beragam, atau sangat banyak, berbeda ciri dan atau lokasi maka analisis gender menggunakan GAP berbasis
kegiatan.
Format Gender Budget Statement dan Cara Penyusunannya

PERNYATAAN ANGGARAN GENDER


(GENDER BUDGET STATEMENT)

SKPD : Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kab. Maros


TAHUN ANGGARAN :2018
PROGRAM Sosialisasi Prinsip-prinsip pemahaman Perkoperasian.

KODE PROGRAM 1.17.1.17.01.18.02


ANALISIS SITUASI Berdasarkan data dari Dinas koperasi UKM dan
perdagangan Kabupaten Maros bahwa Jumlah Koperasi
yang aktif Tahun 2016 sebanyak 204 UNIT

Jumlah Anggota Koperasi Laki-laki : 9.090 Orang


Jumlah Anggota Koperasi Perempuan: 2.004 Orang
Jumlah Pengurus Koperasi : Laki-Laki : 731 Orang dan
Perempuan 368 Orang,
Jumlah Pengawas Koperasi Laki-Laki : 727 Orang, Perempuan
236 Orang,
Jumlah Kopwan yang aktif Tahun 15 unit
Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
a. Faktor Kesenjangan (Diambil dari GAP langkah
3)
Akses:
- Kurangnya Informasi tentang pentingnya koperasi bagi
Kaum perempuan
- Keterbatasan waktu perempuan untuk menjadi anggota
koperasi lebih sedikit dibandingkan laki-laki.
Partisipasi :
Kurangnya motivasi perempuan untuk berperan dalam
berkoperasi
Kontrol :
Keikutsertaan perempuan pada sosialisasi dan
keikutsertaan pada koperasi dominan oleh suami/keluarga,
dan jika suami telah menjadin anggota koperasi maka istri
dianggap tidak perlu ikut.
Manfaat :
Manfaat koperasi lebih banyak dirasakan oleh kaum laki-
laki dibandingkan kaum perempuan di kabupaten Maros.
b. Penyebab Internal (Diambil dari GAP langkah 4)
- Kurangnya Pembinaan Dinas Kopumdag terhadap kaum
perempuan di kabupaten Maros.
- Kurangnya Media informasi sebagai media
penyebarluasan informasi, Pada kaum perempuan.
- Pemahaman Dinas Kopumdag tentang gender masih
terbatas pada peningkatan pemberdayaan perempuan
- Belum adanya pedoman atau petunjuk pelaksanaan
kegiatan dalam lingkup SKPD yang memperhatikan
keterlibatan laki-laki dan perempuan.
- Kurangnya Pembinaan pada Kaum laki-laki akan
4
pentingnya perempuan dalam keikutsertaan dalan
koperasi.
-. Penyediaan materi sosialisasi belum berspektif gender
c. Penyebab Eksternal (Diambil dari GAP langkah 5)
- Masih terdapat budaya Patriarkhi di dalam masyarakat.
- Masih terdpat di beberapa lembaga Yudikatif, Eksekutif
dan Legislatif belum memahami tentang
Pengarusutamaan Gender.
- Kegiatan Penguatan Kapasitas Perempuan masih
dianggap tidak terlalu penting
- Terbatasnya Anggran yang disediakan untuk
kegiatan
Penguatan Kapasitas Kelembagaan Perempuan

CAPAIAN PROGRAM 1. Tolok Ukur


DAN KEGIATAN Tujuan Program yang telah diformulasi
(Diambil dari GAP langkah 6)
- Bertambahnya tingkat pemahaman perempuan dalam
berbagai aspek pembangunan.
- Untuk mendorong Partisipasi Perempuan dalam kegiatan
Pembangunan.

2. Indikator dan Target Kinerja


(Diambil dari GAP langkah 9)
- Meningkatnya Pengetahuan dan Pemahaman
Kelembagaan Perempuan dalam berbagai aspek
Pembangunan terhadap apa yang menjadi kebutuhannya
- Partisipasi Perempuan dalam kegiatan Pembanguan
semakin meningkat. Perubahan Pola Fikir Masyarakat
tentang budaya Patriarkhi.

JUMLAH Rp. 31.930.000,-


ANGGARAN
KEGIATAN
RENCANA AKSI Membuat KAK
AKTIVITAS 1

-
Masukan Rp. 31.930.000,-
Keluaran 100 Orang dari 10 Kelembagaan
Perempuan dari 10 Kecamatan
Hasil 10 Kelembagaan Perempuan yang
mendapatkan penguatan
Kapasitas dalam berbagai aspek
pembangunan.
(Diambil dari GAP langkah 7)
Kegiatan 2

Informasinya sama dengan yang ada dalam Form RKA


2.2.1
Masukan
Keluaran
Hasil

Maros, 16 Pebruari 2015


An. Sekretaris Daerah Kab. Maros
Kabag. Pemberdayaan Perempuan

Dra. Hj. KARTINI


Pangkat : Pembina Tk. I
NIP. 19580505 198803 2 002