Anda di halaman 1dari 7

A.

Pengertian ASI Eksklusif


ASI Eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI selama 6 bulan tanpa tambahan makanan ( pisang, bubur
susu, biscuit, bubur nasi, nasi tim, dll ) maupun cairan ( susu formula, air jeruk, madu, air teh, air putih dll )
kecuali vitamin, mineral dan obat.

B. Manfaat ASI Eksklusif


1. Manfaat Bagi Bayi
a. ASI mudah dicerna oleh bayi.
b. Jarang menyebabkan konstipasi.
c. Nutrisi yang terkadang pada ASI sangat mudah diserap oleh bayi
d. .ASI kaya akan antibody (zat kekebalan tubuh) yang membantu tubuh bayi untuk melawan infeksi dan
penyakit lainnuya.
e. ASI dapat mencegah karies karena mengandung mineral selenium.
f. ASI juga menurunkan resiko diare, infeksi saluran nafas bagian bawah, infeksi saluran kencing dan juga
menurunkan resiko kematian bayi mendadak.
g. Memberikan ASI juga membina ikatan antara ibu dan bayi.

2. Manfaat Bagi Ibu


a. Memberikan ASI segera setelah melahirkan akan meningkatkan kontraksi uterus yang berarti mengurangi
pendarahan.
b. Memberi Asi juga membantu memperkecil ukuran uterus ke ukuran sebelum hamil.
c. Beberapa ahli menyatakan bahwa terjadinya kanker payudara pada wanita menyusui sangat rendah.

C. Tujuan Pemberian ASI Eksklusif


Tujuan dari pemberian ASI pada bayi adalah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi awal kepada bayi sampai alat
pencernaan bayi kuat menerima makanan lunak ataupun keras, semua zat gizi yang di butuhkan untuk
pertumbuhan dan perkembangan bayi terdapat pada ASI. Disamping itu pemberian ASI juga dapat mengurangi
terkena infeksi karena ASI mengandung antibodi.

D. Keunggulan ASI dan Manfaat Menyusui


Keunggulan ASI dan manfaat menyusui dilihat dari beberapa aspek yaitu :
1. Aspek Gizi
a. Manfaat Kolostrum
1) Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama Ig.A untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi
terutama diare.
2) Kolostrum mengandung protein, vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah,
sehingga seseuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran.
3) Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.
b. Komposisi ASI
1) ASI mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk
mencerna zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut.
2) ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan
kecerdasan bayi/anak.
3) Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai
untuk bayi. ASI mengandung Whei lebih banyak yaitu 63:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI
lebih mudah diserap.
c. Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI
1) Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-
trasmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak.
2) Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Achid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang
(polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal.
2. Aspek Imunologik
a. Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap
tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. Coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.
b. Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran
pencernaan.
c. Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah Lysosim
dalam ASI 300 kali lebih banyak dari pada susu sapi.
d. Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu :
Brochus-Asociated Lymposyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue
(GALT) antibodi saluran pernafasan, Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan
payudara ibu.
e. Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri
lactobacillus bifidus, Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat
3. Aspek Psikologik
a. Rasa percaya ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan produksi ASI yang mencukupi
untuk bayi.
b. Interaksi Ibu dan Bayi : Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan Ibu-
Bayi tersebut.
c. Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan
seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan
kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung yang dikenal sejak bayi masih dalam rahim.
4. Aspek Kecerdasan
a. Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan system syaraf otak
yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi.
b. Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada
usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan
dengan bayi yang tidak diberi ASI.
5. Aspek Neurologis
a. Dengan menghisap payudara, kondisi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru
lahir dapat lebih sempurna.
6. Aspek Ekonomis
a. Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi sampai
berumur 6 bulan. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu
formula dan peralatannya.
7. Aspek Penundaan Kehamilan
a. Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai
alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal Metode Amenorea Laktasia (MAL).

E. Cara Memperbanyak ASI


1. Tingkatkan frekuensi menyusui atau memompa/memeras ASI. Jika anak belum mau menyusu karena masih
kenyang, perahlah atau pompalah ASI. Produksi ASI prinsipnya based on demand jika makin sering
diminta/disusui/diperas maka makin banyak ASI yang diproduksi.
3. Kosongkan payudara setelah anak selesai menyusui. Makin sering dikosongkan, maka produksi ASI juga
makin lancar.
4. Ibu harus dalam keadaan rileks, kondisi psikologis ibu menyusui sangat menentukan keberhasilan ASI
eksklusif. Bila ibu mengalami gangguan psikologis maka, pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan
memerintahkan hormone oksitosin untuk bekerja lambat. Oleh karena itu, ciptakan suasana rileks. Disini
sebetulnya peran besar sang ayah.
5. Hindari pemberian susu formula.
6. Hindari penggunaan dot, empeng dan sejenisnya. Jika ibu ingin memberikan ASI peras/pompa berikan ke bayi
dengan menggunakan sendok, bukan dot.
7. Ibu menyusui mengkonsumsi makanan bergizi.
8. Lakukan perawatan payudara, pemijatan payudara dan kompres air hangat dan air dingin bergantian.
9. Tanamkan niat yang kuat sejak hamil, bahwa setelah si bayi lahir akan disusui sendiri.
10. Posisi ibu dan bayi pastikan dalam kondisi yang benar setiap kali menyusui. Kesalahan posisi bias membuat
ASI tidak disusui secara sempurna,putting lecet, bayi hanya menghisap udara karena cairan ASI tidak keluar.

F. ASI pada Ibu Bekerja


1. Niat yang ikhlas dan tulus akan menumbuhkan motivasi untuk memberikan makan yang terbaik agi buah hati
anda yaitu ASI
2. Percaya diri bahwa ASI akan cukup memenuhi kebutuhan bayi kita.
3. Susuilah bayi sebelum berangkat.
4. Pada saat di rumah, usahakan sesering mungkin menyusui bayi anda.
5. Selama cuti dan hari libur usahakan langsung susui bayi jika dia tampak lapar. Jangan menambah stok ASI.
6. Pompa ASI pada malam hari bila bayi sudah tidur dan pada siang hari bila berada di kantor setiap 3-4 jam
sekali, berapapun hasilnya.
7. Bila di rumah langsung simpan dalam botol ASI yang terbuat dari kaca karena bila di simpan dalam botol
plastic lemaknya sering tertinggal di dalam botol tersebut.
8. Usahakan ASI yang disimpan di dalam lemari pendingin hanya diberikan pada saat ibu tidak di rumah.
9. Bawalah cool box atau termos es kalau di kantor tidak terdapat lemari pendingin/freezer.
11. Kualitas ASI masih baik di dalam suhu lemari pendingin dalam waktu 72 jam (3 hari). Bila tidak dikonsumsi
selama kurun waktu 3 hari itu, ASI dapat bertahan sampai 6 bulan bila dibekukan dlaam suhu di bawah -20
derajat celcius.
12. Sedangkan dalam suhu ruangan dengan wadah tertutup ASI masih baik diberikan dengan tenggat waktu
selama 6-8 jam.
13. ASI tidak boleh dimasak karena akan merusak kandungan nutrisinya. Terlebih lagi jangan dipanaskan di
microwave karena selain nutrisinya akan rusak, ada bahaya pemnasan yang berlebihan.
14. Sebelum diberikan kepada bayi, ASI yang telah didinginkan, cukup dihangatkan dengan merendamnya dalam
air hangat atau dibiarkan dalam suhu ruangan 25° C
15. Bila ASI yang telah dihangatkan masih bersisa, sisanya tidak boleh disimpan kembali kedalam lemari
pendingin, sehingga sebaiknya hanya menghangatkan ASI sejumlah yang dapat dihabiskan oleh bayi dlam
sekali minum.

G. Teknik Memerah ASI yang benar


Menggunakan jari :
Caranya : tempatkan tangan di salah satu payudara, tepatnya di tepi areola. Posisi ibu jari terletak berlawanan
dengan jari telunjuk. Tekan tangan ke arah dada, lalu dengan lembut tekan ibu jari dan telunjuk bersamaan.
Pertahankan agar jari tetap di tepi areola, jangan sampai menggeser ke putting. Ulangi secara teratur untuk
memulai aliran susu. Putar perlahan jari di sekeliling payudara agar seluruh saluran susu dapat tertekan. Ulangi
untuk payudara lain dan jika diperlukan, pijat payudara diantara waktu-waktu pemerasan. Ulangi pada payudara
pertama, kemudian lakukan lagi pada payudara kedua. Taruh cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di
bwah payudara yang diperah. Waktu yang dibutuhkanpun tak sampai setengah jam, sedangkan susu yang
terkumpul bias mencapai 500 cc.

H. Bagaimana mencapai ASI eksklusif ?


1. Menyusui dalam satu sampai jam setelah kelahiran
2. Menyusui secara eksklusif : hanya ASI artinya tidak ditambah makanan atau minuman lain bahkan air putih
sekalipun.
3. Menyusui kapanpun bayi meminta (on-domand), sesering yang bayi mau siang dan malam.
4. Tidak menggunakan botol susu maupun empeng.

I. Cara menyusui yang baik dan benar


1. Sebelum menyusui luangkan waktu untuk memijat beberapa menit supaya aliran susu menjadi lancar.
2. Posisi anda dan bayi anda haruslah nyaman masing-masing perempuan mempunyai posisi yang nyaman yang
berbeda-beda.
3. Posisikan bayi anda sehingga kepala, dada dan lutut bayi mengarah kewajah anda. Dekaplah tubuh bayi melekat
pada tubuh anda, letakkan mulut bayi persis diputing dan pipi menempel pada payudara.
4. Jika mulut bayi tertutup pada saat akan menghisap letakkan jari anda didagunya lalu tarik kebawah perlahan-
lahan.
5. Jika bayi sudah kenyang dan ingin berhenti menghisap bantulah secara perlahan isapannya jangan ditarik
dengan kasar karena dapat menyebabkan iritasi pada mulut bayi.
6. Setelah selesai menyusui keluarkan air susu sedikit lalu oleskan pada sekitar puting biarkan mengering oleh
udara.
7. Usahakan menyusui pada dua payudara secara bergantian.
8. Setelah bayi selesai minum bantulah agar bayi anda bersendawa dengan menggendongnya dalam posisi tegak
lurus pada bahu ibu dan tangan ibu menopang kepala bayi lalu tepuk-tepuk punggungnya.

J. Tanda-tanda menyusui yang benar


a. Bayi cukup tenang
b. Muka bayi terbuka lebar
c. Bayi menempel betul pada ibu
d. Mulut dan dagu bayi menempel betul pada payudara ibu
e. Seluruh areola tertutup mulut bayi
f. Bayi nampak pelan-pelan menghisap dengan kuat
g. Puting susu ibu tidak terasa nyeri
h. Kuping dengan lengan bayi berada pada suatu garis
i. Posisi ibu menyusui duduk, berbaring, berdiri dan digendong

K. Masalah Dalam Menyusui


1. ASI Kurang
Seringkali ibu merasa produksi ASInya kurang padahal sebenarnya tidak, apabila bayinya sering
menangis, ibu terasa tergesa-gesa ingin memberikan tambahan susu formula.
Penanggulangannya :
1) Ibu harus mengkonsumsi makanan yang bergizi
2) Menyusuilah dengan benar
3) Menyusui secara bergantian antara kedua payudara
4) Minimalkan penggunaan alat ( misal : dot ) karena akan membingungkan bayi dan akhirnya mengurangi
rangsangan untuk memproduksi ASI

2. Bayi Bingung Puting


Bayi yang mendapatkan susu formula bergantian dengan ASI mengalami nipple confusion sehingga
waktu menyusui ibunya sering terputus-putus bahkan kadang-kadang menolak menyusui ibunya.
Penanggulangan :
1) Ibu harus mengusahakan pemberian ASI eksklusif
2) Menyusui dengan benar
3) Menyusui lebih lama dan sering

3. Payudara Bengkak
Pada hari-hari pertama, seringkali menyusui kurang efektif sehingga ASI mengumpul di dalam
payudara, menekan pembuluh darah dan saluran limfe. Hal ini mengakibatkan payudara menjadi bengkak dan
nyeri.
Untuk menghindari hal tersebut lakukanlah :
1) Susui bayi segera setelah bayi lahir
2) Susui menurut kehendak bayi, jangan dijadwalkan
3) Susui bayi dengan menggunakan tehnik menyusui yang benar
4) Keluarkan sisa ASI dengan tangan atau pompa
Penanggulangan :
1) Bayi disusun untuk menghindari pembengkakan
2) Berikan kompres dingin untuk mengurangi nyeri
3) Lakukan pengurutan atau massage payudara

4. Puting Susu Nyeri Atau Lecet


Rasa nyeri timbul karena waktu menyusui hanya puting susu yang masuk ke dalam mulut bayi seangkan
areola tidak masuk mulut. Disamping itu juga disebabkan karena perawatan yang tidak benar pada payudara.
Penanggulangan :
1) Lakukan teknik menyusui yang benar
2) Menyusui pada payudara yang tidak lecet
3) Jangan membersihkan puting dengan sabun atau alkohol

5. Mastitis
Mastits adalah peradangan payudara akibat infeksi. Biasanya terjadi pada minggu-minggu pertama
setelah melahirkan yang tersumbat atau luka pada puting yang terinfeksi.
Penanggulangan :
1) Kompres air hangat
2) Ibu tetap menyusui bayinya pada payudara yang tidak terinfeksi
3) Cukup istirahat
4) Minum air putih minimalkan 2 liter/hari
5) Minum anti biotik
6) Lakukan perawatan payudara