Anda di halaman 1dari 2

TUGAS MANAJEMEN KESEHATAN LINGKUNGAN DALAM BENCANA

Kelompok 3 / Kelas KL-1


1. Krisni Dwi Cahyanti 25010116120010
2. Wigberta Mogi Tuakong 25000118183023
3. Ana Fauziah 25000118183012
4. Salma Salsabilla 25010116140303
5. Yusuf Afif 25010116140134

LINK VIDEO : https://youtu.be/pAynvUPZGfw

TANAH LONGSOR
Proyek pembangunan jembatan yang berada di wilayah Universitas Diponegoro
berada di daerah lereng terjal. Proyek tersebut berpotensi menimbulkan beberapa bahaya
dan bencana seperti reruntuhan dan tanah longsor karena daerah tersebut berupa lereng
yang sengaja dikeruk menggunakan alat berat.
Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan
rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng.
Proses terjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut: air yang meresap ke
dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap
air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di
atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.
Ada 6 jenis tanah longsor, yakni: longsoran translasi, longsoran rotasi, pergerakan
blok, runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan. Jenis longsoran translasi
dan rotasi paling banyak terjadi di Indonesia. Sedangkan longsoran yang paling banyak
memakan korban.
Penyebab – penyebab eksternal yang menyebabkan tanah longsor antara lain :
a) Perubahan geometri lereng
b) Penggalian atau penggerusan pada kaki lereng
c) Pembebanan pada puncak atau permukaan bagian atas lereng
d) Getaran yang ditimbulkan oleh gempa bumi atau ledakan
e) Penurunan muka air tanah secara mendadak
f) Hujan.
Penyebab – penyebab internal yang menyebabkan tanah longsor antara lain :
a) Pelapukan
b) Keruntuhan progresive
c) Hilangnya sementasi tanah (kepadatan)
d) Berubah bentuknya material
Beberapa hal pengendalian dan pencegahan yang perlu diperhatikan pada daerah longsor
maupun rawan longsor adalah sebagai berikut:
- Slope reshaping lereng terjal (pembentukan lereng lahan menjadi lebih landai) pada
daerah yang potensial longsor.
- Penguatan lereng terjal dengan bronjong kawat pada kaki lereng.
- Penutupan rekahan/retakan tanah dengan segera karena pada musim penghujan
rekahan bisa diisi oleh air hujan yang masuk ke dalam tanah sehingga menjenuhi
tanah di atas lapisan kedap.
- Penanaman kembali hutan atau lahan yang gundul
- Bangunan rumah dari konstruksi kayu (semi permanen) lebih tahan terhadap retakan
tanah dibanding dengan bangunan pasangan batu/bata pada lahan yang masih akan
bergerak.