Anda di halaman 1dari 27

WORLD HEALTH ORGANIZATION BAKORNAS PBP KABUPATEN PESISIR SELATAN

PENILAIAN RESIKO

LOKAKARYA
MANAJEMEN KEDARURATAN DAN PERENCANAAN KONTINJENSI
Painan, 29 November – 3 Desember 2005
Pokok Bahasan
I. Penilaian Resiko
1. Kejadian Bencana
2. Bahaya
3. Bahaya yang Beresiko Tinggi
4. Probabilitas Kejadian
5. Dampak Kejadian
6. Diskusi Kelompok
7. Penilaian Bahaya
8. Matriks Skala Tingkat Bahaya
9. Kerentanan (vulnerablity)
10. Faktor-faktor Kerentanan
11. Kemampuan (capability)
12. Faktor-Faktor Kemampuan
13. Resiko (risk)
14. Diskusi Tanya Jawab
15. Penilaian Resiko
16. Matriks Penilaian Resiko Bencana
17. Tugas Kelompok
Pokok Bahasan (lanjutan…)
II Pengurangan Resiko Bencana
1. Bahaya dan Kerentanan
2. Bagan Bahaya dan Kerentanan
3. Bagan Resiko : Bahaya * Kerentanan
4. Bagan Pengurangan Resiko Bencana
I

PENILAIAN RESIKO

BADAN KOORDINASI NASIONAL


PENANGGULANGAN BENCANA DAN PENANGANAN PENGUNGSI
(BAKORNAS PBP)

back to 3
I.1
Kejadian Bencana
Kejadian

Bahaya

Resiko BENCANA
Bencana

Kerentanan

back to 3
I.2

Bahaya (hazard)
 Suatu kondisi, secara
alamiah maupun karena
ulah manusia, yang
berpotensi menimbulkan
kerusakan atau kerugian
dan kehilangan jiwa
manusia.

 Bahaya berpotensi
menimbulkan bencana,
tetapi tidak semua bahaya
selalu menjadi bencana.
back to 3
I.3

Bahaya yg Beresiko Tinggi


 Didasarkan pada dua penilaian ancaman
yaitu:
 Probabilitas atau kemungkinan terjadinya
bencana dan
 Dampak, kerugian atau kerusakan yang
ditimbulkan

 Hasil penilaian kemudian di plot kedalam


matriks pemilihan resiko.
back to 3
I.4

Probabilitas Kejadian
 Skala Probabilitas:
5 Sangat Pasti (hampir dipastikan 100% terjadi
tahun depan).
4 Hampir Pasti (10 – 100% terjadi tahun depan,
atau sekali dalam 10 tahun mendatang)
3 Mungkin (1-10% terjadi tahun depan, atau
sekali dalam 100 tahun)
2 Kemungkinan Kecil (kurang dari sekali dalam
100 tahun)
1 Tidak Pasti sama sekali
I.5
Dampak Kejadian
Dampak Kerugian yang ditimbulkan:

5 Sangat Parah (hampir dipastikan 100%


wilayah hancur dan lumpuh total)
4 Parah (50-75 % wilayah hancur dan lumpuh)
3 Cukup Parah (10-50 % wilayah hancur)
2 Ringan (kurang 10% wilayah yang terkena)
1 Tidak Parah sama sekali

back to 3
I.6
Diskusi Kelompok (10’)
Setiap Kelompok mendiskusikan
Penilaian Bahaya dengan cara:
1. Memilih 5 jenis ancaman bahaya
2. Memberikan penilaian Probabilitas
3. Memberikan penilaian Dampak
4. Menentukan tingkat bahaya

back to 3
I.7

Penilaian Bahaya
Jenis Ancaman Bahaya P D
Gempa Bumi
Banjir
Tsunami
Longsor
Kerusuhan Sosial
dst.
P= Probabilitas (skala 1-5)
D= Dampak (skala 1-5) back to 3
I.8
MATRIKS SKALA TINGKAT BAHAYA back to 3
Dampak

Probabilitas
2

1 2 3 4 5
I.9

Kerentanan (vulnerability)

Sekumpulan kondisi dan atau suatu


akibat keadaan (faktor fisik, sosial,
ekonomi dan lingkungan) yang
berpengaruh buruk terhadap upaya-
upaya pencegahan dan
penanggulangan bencana.

back to 3
I.10

Faktor-faktor Kerentanan
 Fisik:
 Prasarana dasar, konstruksi, bangunan
 Ekonomi:
 Kemiskinan, penghasilan, nutrisi,
 Sosial:
 Pendidikan,kesehatan, politik, hukum,
kelembagaan
 Lingkungan:
 tanah,air, tanaman, hutan, lautan

back to 3
I.11

Kemampuan (capability)
Kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh
perorangan, keluarga dan masyarakat
yang membuat mereka mampu
mencegah, mengurangi, siap-siaga,
menanggapi dengan cepat atau segera
pulih dari suatu kedaruratan dan bencana.

back to 4
I.12

Faktor-faktor Kemampuan
 Kebijakan:
 Undang-undang, peraturan, pedoman
 Kesiapsiagaan:
 Pelatihan, Gladi, Posko, Rencana Kontinjensi
 Partisipasi Masyarakat:
 Pendidikan, Penyuluhan, Kewaspadaan,
kepedulian

back to 3
I.13

Resiko (risk)
 Besarnya kerugian atau
kemungkinan hilangnya
(jiwa, korban, kerusakan
dan kerugian ekonomi)
yang disebabkan oleh
bahaya tertentu di suatu
daerah pada suatu waktu
tertentu.
 Resiko dapat dinilai
secara kuantitatif, dan
merupakan probabilitas
dari dampak atau
konsekwesi suatu bahaya.
back to 3
I.14
Diskusi dan Tanya-jawab :

 Diskusi dan Tanya-jawab (30 ‘)


 Berikan contoh-contoh :
- Bahaya
- Kerentanan
- Risiko
- Pemicu Kejadian
- Bencana

 Upaya pengurangan risikonya bagaimana?


back to 4
I.15
Penilaian Resiko
 Setiap jenis ancaman dinilai tingkat bahayanya dengan skala
tertentu (3-1)
 Bahaya/ancaman tinggi nilai 3
 Bahaya/ancaman sedang nilai 2
 Bahaya/ancaman rendah nilai 1

 Setiap kerentanan dinilai tingkat kerentanan dengan skala


yang sama (3-1).
 Kerentanan tinggi nilai 3
 Kerentanan sedang nilai 2
 Kerentanan rendah nilai 1

 Sedangkan untuk kemampuan/ manajemen dinilai dengan


skala yang berbalikan (1-3).
 Kemampuan tinggi nilai 1
 Kemampuan sedang nilai 2
 Kemampuan rendah nilai 3
back to 4
MATRIKS PENILAIAN RESIKO BENCANA
I.16 PROP:
KAB:

NO Jenis GEMPA ANGIN BANJIR TANAH KECELAKAAN KONFLIK dsb


Variabel BUMI PUYUH LONGSOR TRANSPORT
1 Bahaya
a. Frekuensi
b. Intensitas
c. Dampak
d. Keluasan
e. Durasi
TOTAL
2 Kerawanan
a. Fisik
b.Sosial
c. Ekonomi
TOTAL
3 Kemampuan
a.Kebijakan
b.Kesiapsiagaan

c.Partisipasi masy

TOTAL

NILAI TOTAL back to 4


I.17
Tugas Kelompok :

 Buat analisis risiko untuk 5 (lima) jenis


ancaman terbesar yang berada di wilayah
Saudara
 Diskusi nilai masing-masing komponen:
bahaya, kerentanan dan kemampuan
 Presentasikan hasil diskusi kelompok

back to 4
II

PENGURANGAN
RESIKO BENCANA

back to 3
II.1

Bahaya dan Kerentanan


 Bahaya merupakan fenomena atau
kondisi yang sulit untuk dirubah atau
diperbaiki.
 Kerentanan merupakan situasi/sikap/
perilaku individu/masyarakat yang relatif
dapat dilakukan perubahan.
 Oleh karena itu Pengurangan Resiko
Bencana dapat dilakukan dengan cara
memperkecil kerentanan.
back to 3
II.2
BAHAYA DAN KERENTANAN

Bahaya Kerentanan

back to 3
II.3
RESIKO = BAHAYA * KERENTANAN

Bahaya Bencana Kerentanan

back to 3
II.4
PENGURANGAN RESIKO BENCANA

Bahaya Kerentanan

back to 3