Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI

SIMPLISIA KAYU (LIGNUM) DAN BATANG


(CAULIS)

KELOMPOK IV
1. ANGGIE FUJI LESTARI 12017007
2. VANKA MUSDALIFAH 12017051

JURUSAN SARJANA FARMASI


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PRIMA
INDONESIA
BEKASI 2018
PRAKTIKUM V

IDENTIFIKASI SIMPLISIA YANG BERASAL DARI CORTEX (KULIT)

I. TUJUAN

Mahasiswa mampu mengidentifikasi serbuk simplisia yang berasal dari kayu (lignum) dan
batang (caulis) secara makroskopik dan mikroskopik.

II. TEORI

a. Caesalpinia sappan Lignum

Makroskopik : berbentuk serbuk , agak kasar , berwarna kuning pudar dan berbau
khas

Mikroskopik : memiliki jaringan gabus , sel parenkim berisi bahan berwarna


kuning , berkas pengangkut , rambut penutup , butir amilum dan sel parenkim
berisi amilum.

b. Santalum album Lignum

Makroskopik : berbentuk serbuk , halus , berwarna coklat muda , dan berbau khas

Mikroskopik : terdapat butir amilum yang banyak , pembuluh kayu , berkas


pengangkut , periderm , serabut , dan jaringan gabus tangensial.

c. Tinospota crispa Caulis

Makroskopik : berbentuk serbuk , halus , berwarna coklat tua , dan berbau khas

Mikroskopik : memiliki berkas pengangkut , parenkim korteks , serabut


sklerenkim , butir amilum dan jaringan gabus.

III. ALAT & BAHAN

Alat : Bahan :

-Gelas objek - Caesalpinia sappan Lignum

-Gelas penutup (cover) - Santalum album Lignum

-Mikroskop - Tinospota crispa Caulis

-Pipet Tetes & spatula


IV. DATA PENGAMATAN

a. Caesalpinia sappan Lignum

Nama Latin : Caesalpinia sappan Lignum


Nama Lokal : Kayu secang
Makroskopik :

berbentuk = serbuk
tekstur = agak kasar
berwarna = kuning pudar
berbau = sangat khas

Mikroskopik :

a.berkas pengangkut
b.sel parenkim berisi bahan kuning
c.rambut penutup
b. Santalum album Lignum

Nama Latin : Santalum album Lignum


Nama Lokal : Kayu cendana
Makroskopik :

berbentuk = serbuk
tekstur = halus
berwarna = coklat muda
berbau = sangat khas

Mikroskopik :

a.jaringan gabus
b.berkas pengangkut
c. Tinospota crispa Caulis

Nama Latin : Tinospota crispa Caulis


Nama Lokal : Batang Brotowali
Makroskopik :

Berbentuk = serbuk
Tekstur = halus
Berwarna = coklat tua
berbau = sangat khas

Mikroskopik :

a.berkas pengangkut
b.parenkim
c.serabut sklerenkim
V. PEMBAHASAN

A. Caesalpinia sappan Lignum

1. Ambil serbuk Cinnamomi burmani cortex (kayu manis),amati organoleptisnya


bahan berupa serbuk , agak kasar , berwarna kuning kecoklatan . dan berbau khas.

2. Tuangkan sedikit saja serbuk amilum ke atas kaca objek

3. Tambahkan Kloral hidrat 1tts bertujuan untuk menghilangkan kandungan sel seperti
protein sehingga akan terlihat dengan jelas dibawah mikroskop.

4. Lalu sampel yang sudah ditetesi ditutup dengan kaca penutup.

5. Dan diletakan diatas mikroskop lalu diamati secara mikroskopik dan diperhatikan
fragmen pengenalnya hasilnya terdapat berkas pengangkut, sel parenkim berisi bahan
kuning, rambut penutup (pada literature terdapat memiliki jaringan gabus , sel parenkim
berisi bahan berwarna kuning , berkas pengangkut , rambut penutup , butir amilum
dan sel parenkim berisi amilum.) berarti tidak semua fragmen terlihat dikarenakan pada
saat melihat fragmen hanya dilihat dari satu sisi , kaca objek yang tidak digeser kesisi
lainnya.

B. Santalum album Lignum

1. Ambil serbuk Santalum album Lignum (kayu secang),amati organoleptisnya


berbentuk serbuk , halus , berwarna coklat muda , dan berbau khas.

2. Tuangkan sedikit saja serbuk amilum ke atas kaca objek

3. Tambahkan Kloral hidrat 1tts bertujuan untuk menghilangkan kandungan sel seperti
protein sehingga akan terlihat dengan jelas dibawah mikroskop.

4. Lalu sampel yang sudah ditetesi ditutup dengan kaca penutup.

5. Dan diletakan diatas mikroskop lalu diamati secara mikroskopik dan diperhatikan
fragmen pengenalnya hasilnya terdapat jaringan gabus, berkas pengangkut (pada
literature terdapat terdapat butir amilum yang banyak , pembuluh kayu , berkas
pengangkut , periderm , serabut , dan jaringan gabus tangensial.) berarti tidak semua
fragmen terlihat dikarenakan pada saat melihat fragmen hanya dilihat dari satu sisi, kaca
objek yang tidak digeser kesisi lainnya.
C. Tinospota crispa Caulis

1. Ambil serbuk Tinospota crispa Caulis (batang brotowali), amati organoleptisnya


berbentuk serbuk , halus , berwarna coklat tua , dan berbau khas.

2. Tuangkan sedikit saja serbuk amilum ke atas kaca objek

3. Tambahkan Kloral hidrat 1tts bertujuan untuk menghilangkan kandungan sel seperti
protein sehingga akan terlihat dengan jelas dibawah mikroskop.

4. Lalu sampel yang sudah ditetesi ditutup dengan kaca penutup.

5. Dan diletakan diatas mikroskop lalu diamati secara mikroskopik dan diperhatikan
fragmen pengenalnya hasilnya terdapat berkas pengangkut, parenkim, serabut
sklerenkim (pada literature terdapat memiliki berkas pengangkut , parenkim korteks ,
serabut sklerenkim , butir amilum dan jaringan gabus.) berarti tidak semua fragmen
terlihat dikarenakan pada saat melihat fragmen hanya dilihat dari satu sisi, kaca objek
yang tidak digeser kesisi lainnya.

VI. KESIMPULAN

a.) Pada praktikum identifikasi simplisia yang berasal dari Caesalpinia sappan Lignum
terdapat terdapat berkas pengangkut, sel parenkim berisi bahan kuning, rambut penutup
(pada literature terdapat memiliki jaringan gabus sel parenkim berisi bahan
berwarna kuning , berkas pengangkut , rambut penutup , butir amilum dan sel
parenkim berisi amilum).

Hal ini terjadi akibat ketika pada saat melihat di mikrokop tidak dipindahkan kesisi lain
jadi tidak semua fragmen dapat ditemukan pada kayu manis ini.
b.) Pada praktikum identifikasi simplisia yang berasal dari Santalum album Lignum
terdapat berkas pengangkut, sel parenkim berisi bahan kuning, rambut penutup (pada
literature terdapat memiliki jaringan gabus , sel parenkim berisi bahan berwarna
kuning , berkas pengangkut , rambut penutup , butir amilum dan sel parenkim berisi
amilum.)

Hal ini terjadi akibat ketika pada saat melihat di mikrokop tidak dipindahkan kesisi lain
jadi tidak semua fragmen dapat ditemukan pada kayu secang ini.

c.) Pada praktikum identifikasi simplisia yang berasal dari Tinospota crispa Caulis
terdapat berkas pengangkut parenkim, serabut sklerenkim (pada literature terdapat
memiliki berkas pengangkut , parenkim korteks , serabut sklerenkim , butir amilum
dan jaringan gabus.)

Hal ini terjadi akibat ketika pada saat melihat di mikrokop tidak dipindahkan kesisi lain
jadi tidak semua fragmen dapat ditemukan pada batang bratawai ini.
VII. DAFTAR PUSTAKA

Fadhilah, Siti supari.2008,Farmakope Herba Indonesia Edisi 1.pdf.8 april 2009

Rahmina, Erliza.2016.Farmakognosi Mikroskopi.online.23 januari 2015

Annisa, Haerulloh.2017,Mikroskopik Herba.online.19 februari 2018

Anda mungkin juga menyukai