Anda di halaman 1dari 19

Tiang Pancang

Oleh :
-Imam Hanafi Hisbullah
-Inayati ulya
Tiang Pancang :

– Tiang pancang adalah bagian-bagian kontruksi yang dibuat dari kayu,beton,atau


baja yang digunakan untuk meneruskan beban-beban permukaan ketingkat-
tingkat permukaan yang lebih rendah dalam massa tanah.
– Pondasi tiang pancang adalah bagian dari struktur bangunan yang berfungsi
untuk menerima dan mentransfer beban dari struktur atas ke tanah penunjang
yang terletak pada kedalaman tertentu.
Tiang pancang umumnya
digunakan :
– 1. Untuk membawa beban-beban konstruksi di atas tanah, kedalam atau melalui sebuah
lapisan tanah. Didalam hal ini beban vertical dan beban lateral dapat terlibat.
– 2. Untuk menahan gaya desakan ke atas, atau gaya guling seperti untuk telapak ruangan
bawah tanah dibawah bidang batas air jenuh atau untuk menopang kaki kaki menara terhadap
guling.
– 3. Memampatkan endapan-endapan tak berkohesi yang bebas lepas melalui kombinasi
perpindahan isi tiang pancang dan getaran dorongan.
– 4. Sebagai factor keamanan tambahan dibawah tumpuan jembatan atau pir, khususnya jika
erosi merupakan persoalan yang potensial.
– 5. Mengontrol penurunan bila kaki-kaki yang tersebar atau telapak berada pada tanah tepi
atau didasari oleh sebuah lapisan yang kemampatannya tinggi
Jenis-jenis Tiang pancang :

– 1. Tiang Pancang kayu


– 2. Tiang Pancang Baja
– 3. Tiang Pancang Beton
Tiang Pancang Kayu :

– Tiang pancang kayu dibuat dari batang pohon yang cabang-cabangnya telah
dipotong dengan hati-hati dan biasanya diberi bahan pengawet, dan didorong
dengan ujung nya yang kecil sebagai bagian yang runcing.
– Titik (ujung runcing) dapat dilengkapi dengan sebuah sepatu pemancangan logam
bila tiang pancang harus menembus tanah keras atau tanah kerikil; jika tidak maka
ujung runcing tersebut dapat dipotong dalam bentuk persegi.
– Jika sebuah tiang pancang kayu berada di bawah bidang batas air jenuh permanen,
maka tiang pancang tersebut akan tahan dipakai terus menerus.
– Jika sebuah tiang pancang kayu dapat mengalami pembasahan dan pengeringan
secara bergantian, maka umur tiang pancang akan pendek, maka hanya 1 tahun,
kecuali jika diberi bahan pengawet kayu.
Metode Pelaksanaan:
Tiang Pancang Kayu
– Penyambungan :
– Bila mana diperlukan untuk mengunakan tiang pancang yang terdiri dari dua batang atau lebih,
permukaan ujung tiang pancang harus dipotong sampai tegak lurus terhadap panjang nya untuk
menjamin bidang kontak seluas seluruh penampang tiang pancang. Sambungan harus diperkuat dengan
kayu atau pelat penyambung baja.
Tiang pancang tersebut dipancang kedalam tanah dengan
sejumlah metode :

– 1. Pemancangan dengan pukulan beturutan secara tetap pada puncak tiang-pancang dengan
menggunakan martil tiang-pancang. Cara ini menimbulkan suara yang berisik dan getaran
setempat yang mungkin tidak diperbolehkan oleh peraturan setempat.
– 2. Pemancangan yang menggunakan alat penggetar yang ditempelkan (diikat) di puncak tiang
pancang. Cara ini relative lebih sedikit mengeluarkan suara berisik dan getaran pancangnya
yang tidak berlebihan. Metode ini dipakai dalam endapan-endapan yang kohesi nya kecil.
– 3. Dengan mendongkrak tiang-pancang. Cara ini dipakai untuk bagian-bagian kakau pendek
– 4. Dengan membor sebuah lobang serta dengan memancang sebuah tiang pancang
kedalamnya,atau mengisi rongga dengan beton sehingga menghasilkan sebuah tiang-pancang
setelah dikeraskan
Keuntungan Tiang Pancang kayu :
Tiang Pancang Baja :

– Jenis- jenis tiang-pancang baja ini biasanya berbentu H yang digiling atau
merupakan tiang-pancang pipa, bilamana tiang pancang pipa seringkali diisi
dengan beton setelah pemancangan, walaupun dalam beberapa hal pengisian
ini tidak perlu.
– Karena terbuat dari baja maka kekuatan dari tiang ini sendiri sangat besar
sehingga dalam pengangkutan dan pemancangan tidak menimbulkan bahaya
patah seperti halnya pada tiang beton precast.
– Jadi pemakaian tiang pancang baja ini akan sangat bermanfaat apabila kita
memerlukan tiang pancang yang panjang dengan tahanan ujung yang besar.
Metode Pelaksanaan:
Tiang Pancang Baja
– Penyambungan :
– Perpanjangan tiang pancang baja harus dilakukan dengan pengelasan. Pengelasan
harus dikerjakan sedemikian rupa hingga kekuatan penampang baja semula dapat
ditingkatkan. Sambungan harus dirancang dan dilaksanakan dengan cara sedemikian
hingga dapat menjaga alinyemen dan posisi yang benar pada ruas-ruas tiang
pancang. Bilamana tiang pancang pipa atau kotak akan diisi dengan beton setelah
pemancangan, sambungan yang dilas harus kedap air
Metode pelaksanaan :

– Penyambungan :
– Keuntungan :
– Mudah disambung
– Kapasitas Tinggi
– Pergeseran kecil
– Sanggup menembus rintangan ringan

– Kerugian :
– Mudah berkarat
– Bagian H pile dapat rusak atau dibengkokan oleh rintangan besar

– Keterangan : Paling cocok untuk dukungan ujung pada batuan mereduksi kapasitas yang
diperbolehkan untuk tempat berkarat
Tiang Pancang Beton
– Precast renforced concrete pile adalah tiang pancang dari beton bertulang yang dicetak dan dicor dalam
acuan beton (bekisting), kemudian setelah cukup kuat lalu diangkat dan dipancangkan.
– Karena tegangan tarik beton adalah kecil dan praktis dianggap sama dengan nol, sedangkan berat sendiri
dari pada beton adalah besar, maka tiang pancang beton ini haruslah diberi penulangan-penulangan yang
cukup kuat untuk menahan momen lentur yang akan timbul pada waktu pengangkatan dan
pemancangan.
– Karena berat sendiri adalah besar, biasanya pancang beton ini dicetak dan dicor di tempat pekerjaan, jadi
tidak membawa kesulitan untuk transport
– Precast Prestressed Concrete Pile adalah tiang pancang dari beton prategang
yang menggunakan baja penguat dan kabel kawat sebagai gaya prategangnya.
– Cast in Place Pile
Pondasi tiang pancang tipe ini adalah pondasi yang di cetak di tempat dengan jalan dibuatkan lubang terlebih dahulu dalam
tanah dengan cara mengebor tanah seperti pada pengeboran tanah pada waktu penyelidikan tanah. Pada Cast in Place ini
dapat dilaksanakan dua cara:
1. Dengan pipa baja yang dipancangkan ke dalam tanah, kemudian diisi dengan beton dan ditumbuk sambil pipa
tersebut ditarik keatas.
2. Dengan pipa baja yang di pancangkan ke dalam tanah, kemudian diisi dengan beton, sedangkan pipa tersebut
tetap tinggal di dalam tanah.

1. Pipa baja dengan ujungnya disumbat dengan beton yang sudah mengering.
2. Dengan penumbuk yang jatuh bebas (drop hammer) sumbat beton tersebut
ditumbuk. Akibat dari tumbukan tersebut, pipa beton dan sumbatnya akan masuk ke
dalam tanah.
3. Pipa terus ditumbuk dan sudah mencapai lapisan tanah keras.
4. Setelah itu pipanya ditarik keluar ke atas sambil dilakukan pengecoran
5. Tiang Franki sudah selesai, disini sumbat beton melebar sehingga ujung bawah akan
berbentuk seperti jamur (The Mushrom Base) sehingga tahanan ujung menjadi besar.
Sedangkan permukaan tiang tidak lagi rata, sehingga lekatannya dengan tanah menjadi
sangat kasar.