Anda di halaman 1dari 16

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN

POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN

TANGERANG SELATAN

ANALISIS IMPEMENTASI TREASURY REFERENCE MODEL (TRM)


DI INDONESIA

Disusun Oleh:

Luthfi Nadiyah Putri Anggraini

NPM 1302171104

5-08 D-III Akuntansi

Nomor Absen 16

Januari, 2020

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-
Nya, karya tulis ini dapat dikerjakan dan selesai tepat waktu. Penulisan karya tulis ini
merupakan salah satu tugas akhir mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi Pemerintah di
Politeknik Keuangan Negara STAN Program Studi Diploma III Akuntansi.

Penulis menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung


penyusunan karya tulis ini, khususnya kepada:

1) Bapak Iskandar selaku dosen mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi Pemerintah
2) Teman-teman kelas 5-08 D-III Akuntansi dan semua pihak yang telah mendukung
proses penyelesaian karya tulis ini

Dalam penulisan karya tulis ini, penulis merasa masih terdapat banyak kekurangan
baik teknis penulisan maupun materi yang dibahas. Oleh karena itu, penulis mengharapkan
kritik dan saran dari semua pihak yang membaca demi penyempurnaan pembuatan karya
tulis ini.

Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membaca.

Tangerang Selatan, Januari 2020

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................................................... 2


DAFTAR ISI ................................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................ 4
A. Latar Belakang Penulisan .................................................................................................... 4
B. Rumusan masalah ................................................................................................................ 4
C. Tujuan Penulisan.................................................................................................................. 4
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................. 5
A. Government Financial Management and Revenue Administration Project (GFMRAP)..... 5
B. Analisis Implementasi Treasury Reference Model (TRM) di Indonesia ............................. 5
1. Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) .................................................. 5
2. Visi dan Misi SPAN ........................................................................................................ 8
3. Fungsi SPAN ................................................................................................................... 8
4. Tujuan SPAN ................................................................................................................... 9
5. Sasaran SPAN .................................................................................................................. 9
6. Manfaat SPAN terhadap Reformasi PFM........................................................................ 9
7. Keunggulan SPAN........................................................................................................... 9
8. Modul SPAN ................................................................................................................. 10
9. Koneksitas SPAN dan SAKTI ....................................................................................... 13
BAB III SIMPULAN ..................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................... 16

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penulisan


Perkembangan ekonomi dan teknologi tidak dapat dihindari. Setiap negara
berupaya untuk menyesuaikan sistem pemerintahan dengan berbagai perubahan
akibat adanya perkembangan ekonomi dan teknologi tersebut. Di Indonesia,
pemerintah melaksanakan proses transformasi menuju e-government berdasarkan
Instruksi Presiden Republik Indonesia No.3 Tahun 2003 Tanggal 9 Juni 2003.
Di dalam lingkup Kementerian Keuangan, pemerintah melakukan
reformasi manajemen keuangan. Reformasi manajemen keuangan pemerintah ini
ditandai dengan keluarnya paket undang-undang keuangan negara yaitu Undang-
Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor
1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, dan Undang-Undang Nomor 15
tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan
Negara
Sedangkan, bentuk upaya Kementerian Keuangan dalam mendukung
terbentuknya e-government diwujudkan dalam sebuah proyek penyempurnaan
manajemen keuangan dan administrasi penerimaan pemerintah (Government
Financial Management and Revenue Administration Project atau disingkat
GFMRAP). Hal ini tentu saja dapat meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan
negara.

B. Rumusan masalah
1) Bagaimana proyek penyempurnaan manajemen keuangan dan administrasi
penerimaan pemerintah (GFMRAP)?
2) Bagaimana implementasi Treasury Reference Model(TRM) di Indonesia?

C. Tujuan Penulisan
1) Untuk mengetahui bagaimana proyek penyempurnaan manajemen keuangan
dan administrasi penerimaan pemerintah (GFMRAP)
2) Untuk menganalisis implementasi Treasury Reference Model(TRM) di
Indonesia

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Government Financial Management and Revenue Administration Project


(GFMRAP)
GFMRAP merupakan proyek penyempurnaan manajemen keuangan dan
administrasi penerimaan pemerintah. Tujuan dari program GFMRAP adalah untuk
memperkuat efisiensi dan integritas dalam manajemen keuangan negara dan
administrasi pendapatan, terutama melalui penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan
transparansi keuangan negara.
GFMRAP meliputi empat bidang besar, yaitu Public Financial
Management(PFM), Revenue Administration, Governance and Accountability,
dan Project Governance and Implementation. PFM merupakan komponen terbesar
GFMRAP. PFM meliputi tiga hal yaitu penguatan kapasitas kebijakan; penguatan
dan penyempurnaan tata kelola yang baik atas perencanaan dan pengembangan
anggaran; serta modernisasi anggaran dan perbendaharaan.
Dalam hal modernisasi anggaran dan perbendaharaan, PFM
diimplementasikan menggunakan Treasury Reference Model (TRM) sebagai dasar
atau acuan dan dimodifikasi sesuai dengan kondisi serta kebutuhan sistem
pemerintahan Indonesia. PFM merupakan langkah awal menuju implementasi
IFMIS (Integrated Financial Manajement Information System) di Indonesia.
IFMIS merupakan paket pengelolaan keuangan yang terintegrasi dan
terkomputerisasi yang dimaksudkan untuk meningkatkan efektifitas dan
transparansi dalam pengelolaan keuangan negara. Terdiri dari beberapa unsur
dimana terdapat perbedaan antara satu negara dengan negara lainnya. Di Indonesia
bentuk riil dari IFMIS adalah Sistem Perbendaharaan dan Anggaran
Negara(SPAN).

B. Analisis Implementasi Treasury Reference Model (TRM) di Indonesia

1. Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN)

SPAN merupakan suatu sistem pengelolaan keuangan negara yang


mengintegrasikan pengelolaan keuangan ke dalam satu sistem terintegrasi,
yang meliputi fungsi penganggaran, pelaksanaan anggaran, dan

5
pertanggungjawaban keuangan negara. Fungsi penganggaran (Budget
Preparation) ada pada Direktorat Jenderal Anggaran (DJA). Sedangkan, fungsi
pelaksanaan anggaran (Budget Execution) dan fungsi pertanggungjawaban
keuangan negara (Responsibility Accounting) ada pada Direktorat Jenderal
Perbendaharaan (DJPB).

DJPB bersama dengan DJA dan Pusat Informasi dan Teknologi


(Pusintek) Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, mengembangkan
SPAN dengan mengacu pada Treasury Reference Model (TRM) beberapa
negara maju yang telah berhasil menerapkan program sejenis, contoh:
Australia, Amerika, dan Kanada, namun tetap memperhatikan dan disesuaikan
dengan sistem pemerintahan dan kebutuhan yang ada di Indonesia. Aplikasi
SPAN dilakukan User Acceptance Test (UAT-uji coba oleh pengguna) selama
dua bulan mulai 8 April 2013, di-launching pada tanggal 19 Agustus 2013 di
lingkungan Kementerian Keuangan dan perbankan nasional serta secara
bertahap telah dilakukan piloting/percontohan pada Kantor Pusat DJPB dan
KPPN sejak 2 Januari 2014.

Saat ini, DJPB terus membuat kebijakan arah pengembangan transaksi


di pemerintahan agar dilakukan dengan mengacu pada prinsip e-government.
Implementasinya telah dimulai dengan e-procurement, e-filling dan e-
reporting. Implementasi SPAN diharapkan dapat mewujudkan pengelolaan
keuangan negara yang profesional, terbuka, dan bertanggung jawab sesuai
dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

SPAN bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, akuntabilitas,


dan transparansi dalam pengelolaan anggaran dan perbendaharaan negara
melalui penyempurnaan proses bisnis dan pemanfaatan teknologi informasi
yang terintegrasi. Implementasi SPAN diatur dalam PMK Nomor 276 Tahun
2008 tentang Program Reformasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran
Negara. Implementasi SPAN yang merupakan bagian dari Program Reformasi
Penganggaran dan Perbendaharaan dalam lingkup Kementerian Keuangan
dilaksanakan melalui tiga komponen utama yaitu
a. Reformasi Proses Bisnis (Business Process Improvement)

6
Penelahaan dan perbaikan Treasury Model yang mengacu pada best
practices dan kekhasan pada Kementrian Keuangan. BPI bertujuan
menyelaraskan antara bisnis proses di DJA dan di DJPB sehingga
menjadi landasan untuk pelaksanaan Commercial Of The Shelf (COTS)
solution SPAN
b. Reformasi Sistem Teknologi Informasi (Information Technology)
Solusi COTS (Commercial Off The Shelf) menfasilitasi dan
mengotomasi implementasi Trasury Model. Program aplikasi berbasis
COTS adalah program aplikasi yang dibuat secara khusus oleh
perusahaan penyedia software berdasarkan ‘best practices of business
process’ pada bidang bersangkutan, sehingga program aplikasi tersebut
dapat digunakan secara umum oleh semua institusi untuk menangani
bidang bersangkutan. Di dunia keuangan, salah satu contoh COTS
adalah Oracle Finance (Orafin).
c. Tata Kelola Perubahan (Change Management & Communications)
Berperan mempersiapkan organisasi dan sumber daya manusia
untuk menerima mindset dan cara kerja baru. Kegiatan manajemen
perubahan dan komunikasi SPAN meliputi:
i. Menganalisa dampak terhadap organisasi dan SDM yang
diakibatkan oleh perubahan dalam bisnis proses dan informasi
teknologi karena diterapkannya SPAN.
ii. Mengidentifikasi tingkat kesiapan dari organisasi (DJPB, DJA
dan Pusintek) serta K/L untuk menghadapi perubahan dalam
tiap tahapan SPAN dan memastikan persiapan yang diperlukan
dilaksanakan.
iii. Meningkatkan kemampuan para change agent melalui pelatihan.
iv. Mempersiapkan strategi pengelolaan perubahan dan komunikasi
serta rencana kerja yang komprehensif.
v. Mengidentifikasi risiko perubahan dan mempersiapkan rencana
mitigasi terhadap kemungkinan risiko tersebut.
vi. Mempersiapkan pelatihan dan workshop yang dibutuhkan untuk
mendukung pelaksanaan SPAN.

7
Para pemangku kepentingan/stakeholders dari SPAN adalah unit yang
termasuk dalam struktur organisasi SPAN, yaitu Menteri Keuangan, Sekretariat
Jenderal Kementerian Keuangan/Pusintek, DJA beserta unit di bawahnya,
DJPB beserta unit di bawahnya. Selain stakeholder yang ada di dalam susunan
struktur organisasi SPAN tersebut, masih ada Satuan Kerja (SatKer), unit
eselon I lain yang terkait dengan Bagian Anggaran (BA) 999, Bank Indonesia
dan Perbankan serta pihak-pihak sebagai pengguna database SPAN. Unit yang
ada di bawah DJA, DJPB dan unit eselon I terkait BA 999 disebut sebagai
business owner, artinya mereka yang menjalankan proses bisnis sehingga
proses bisnis yang sedang dikembangkan oleh SPAN nantinya akan dijalankan
oleh masing-masing business owner tersebut.

2. Visi dan Misi SPAN

Visi SPAN adalah “Terwujudnya pengelolaan dan pertanggungjawaban


keuangan Negara yang transparan dan akuntabel, aman dan mudah diterapkan
dengan dukungan sistem informasi manajemen keuangan yang terintegrasi.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, SPAN mempunyai misi. Misi SPAN adalah
sebagai berikut:
a. Mengembangkan proses bisnis secara berkelanjutan dengan mendasarkan
pada praktik penyelenggaraan yang sesuai dan terbaik.
b. Menerapkan paket solusi yang terintegrasi untuk mendukung sistem yang
aman akurat dan andal.
c. Memastikan diterimanya perubahan oleh pemangku kepentingan dan
memberikan solusi lengkap

3. Fungsi SPAN

Dengan mengacu pada Treasury Reference Model (TRM) yang digunakan


di beberapa negara, SPAN berfungsi untuk :
1. Memfasilitasi arah kebijakan penganggaran
2. Mendukung pertanggungjawaban dari para pengguna anggaran
3. Meningkatkan efisiensi pengelolaan perbendaharaan
4. Memfasilitasi reformasi akuntansi dan pelaporan
5. Mengurangi biaya pinjaman
6. Memperkuat keamanan dan kredibilitas data keuangan

8
4. Tujuan SPAN

a. Meningkatkan efisiensi, efektivitas, akuntabilitas, dan transparansi


b. Menyempurnakan proses bisnis dan pemanfaatan teknologi informasi
c. Memberikan informasi yang komprehensif dan tepat waktu
d. Memudahkan pengambilan keputusan

5. Sasaran SPAN

a. Otomasi proses operasional penganggaran dan pengelolaan kas, aset dan


utang pemerintah;
b. Meningkatkan keandalan proses penganggaran dan pengelolaan kas, aset
dan utang pemerintah;
c. Meningkatkan efisiensi layanan kepada Kementerian Negara/lembaga,
masyarakat dan perbankan;
d. Meningkatkan akuntabilitas melalui penyusunan dan penyajian laporan
keuangan yang lebih komprehensif, akurat dan tepat waktu;
e. Menyediakan fasilitas rekonsiliasi yang andal, akurat, serta tepat waktu
antara pemerintah dan perbankan;
f. Menyediakan jejak audit (audit trail) untuk memfasilitasi proses audit akun
pemerintah;
g. Mengintegrasikan data pada berbagai subsistem manajemen keuangan
pemerintah.

6. Manfaat SPAN terhadap Reformasi PFM

a. Untuk melaksanakan peraturan perundng-undangan di bidang keuangan


negara
b. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas PFM
c. Meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara
d. Membantu transparansi dan memudahkan partisipasi seluruh stakeholder
dalam PFM

7. Keunggulan SPAN

a. Integrasi data

9
Data yang ada di SPAN merupakan satu-satunya data yang digunakan untuk
berbagai kebutuhan. Data hanya dilakukan satu kali entry dan data
terkumpul secara terpusat.
b. Secara Online
Siapa pun yang memiliki akses terhadap data tersebut dapat
mengambil data tersebut dari mana pun dan kapanpun, asalkan bisa
terhubung dengan internet.
c. Penyempurnaan prosedur kerja
d. Penyempurnaan sistem aplikasi
e. Penyempurnaan organisasi, baik secara struktur maupun sumber daya
manusia (SDM)
f. Otomatisasi dan audit trail
g. Single database dan rekonsiliasi data
h. Less Paper
i. Accrual Accounting, PBB, MTEF
j. Notifikasi mailer system/alert system
k. User defined Report

8. Modul SPAN

Reformasi proses bisnis dikembangkan melalui modul SPAN dan SAKTI


(Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi). SPAN digunakan dalam lingkup
Kementerian Keuangan selaku Bendahara Umum Negara(BUN), sedangkan
SAKTI digunakan oleh Kementerian/Lembaga selaku Pengguna Anggaran.

Beberapa modul yang ada pada SPAN yaitu:

a. Perencanaan anggaran (Budget Preparation)


i. Penyusunan RKA-KL
ii. Pengesahan DIPA
iii. Revisi DIPA
b. Manajemen DIPA (Management of Spending Authority)
i. Pengesahan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran)
a) Pengesahan DIPA biasa
b) Pengesahan DIPA sementara
c) Pengesahan DIPA Vote on Account

10
d) Pengesahan DIPA format khusus
ii. Revisi DIPA
c. Manajemen komitmen (Commitment Management)
Dalam rangka SPAN, secara garis besar komitmen dibagi menjadi dua,
yaitu
i. Spesific commitment
Spesific commitment adalah komitmen yang menimbulkan
kewajiban pembayaran jalam jangka waktu tertentu. Contohnya
adalah penerbitan kontrak pengadaan barang dan jasa. Jenis
pengeluaran yang termasuk ke dalam specific commitment yaitu
sebagai berikut:
a) Pengadaan barang/jasa dengan pihak ke-3
b) Penyaluran penerusan pinjaman
c) Penyaluran Pinjaman Luar Negeri
d) Transaksi dalam rangka pembayaran dan pengesahan
menggunakanTambahan Uang Persediaan
ii. Continuing commitment
Continuing commitment adalah komitmen yang pembayarannya
berkelanjutan, tidak dibatasi jangka waktu tertentu dan didasarkan
pada adanya kontrak tersendiri. Contohnya adalah pembayaran gaji
dan tunjangan pegawai. Jenis pengeluaran yang termasuk ke dalam
specific commitment yaitu sebagai berikut:
a) Pembayaran gaji
b) Pembayaran menggunakan Uang Persediaan(UP) dan
pertanggungjawabannya (GUP)
c) Pembayaran jasa bank terkait penerusan pinjaman
d) Pembayaran jasa bank selaku bank persepsi
e) Penyaluran subsidi
f) Penyaluran transfer ke daerah
g) Pembayaran kelebihan pajak (SPM KP/KC)
h) Pembayaran imbalan bunga (SPM IB)
i) Pembayaran askes, taspen, dan taperum

d. Manajemen pembayaran (Payment Management)

11
I. Proses Pendaftaran Resume Tagihan
II. Pendaftaran Surat Perintah Membayar(SPM)
III. Persetujuan Pengujian SPM
IV. Pengelompokan Tahihan untuk Pembayaran
V. Pembayaran terhadap tagihan
a) Pembayaran Langsung
b) Pembayaran Uang Persediaan (UP)
c) Pembayaran yang berasal dari Pinjaman dan Hibah
d) Pembayaran Satuan Kerja PNBP
VI. Pengiriman Data Pembayaran ke Perbankan
e. Manajemen kas (Cash Management)
I. Pencatatan rekening baru
II. Transfer antar rekening
III. Rekonsiliasi bank secara otomatis
IV. Rekonsiliasi bank secara manual
V. Non-aktifasi rekening
VI. Perencanaan kas
f. Manajemen Penerimaan (Government Receipt)
I. Unggah penerimaan
II. Review transaksi penerimaan
III. Permintaan Laporan
g. Buku Besar dan Bagan Akun Standar (General Ledger and Chart of
Account)
 Buku besar (General Ledger)
a) GL akrual
b) GL kas
 Bagan Akun Standar

No. Klasifikasi Digit Tujuan


Satker 6 Laporan Keuangan per
1.
Kementerian/Lembaga
KPPN 3 Laporan Keuangan per KPPN
2.

12
Akun 6 Klasifikasi Ekonomi
3.
Program 3+2+2 Klasifikasi Program
4.
Output 4+3 Laporan Kinerja
5.
Dana 2+1+8 Klasifijasi Dana
6.
Bank 1+4 Bank, Arus Kas
7.
Kewenangan 1 Jenis Kewenangan
8.
Lokasi 2+2 Tempat kegiatan
9.
Anggaran 1
10.
Antar 6 Due-To and Due-From
11.
Entitas
Cadangan 6
12.

h. Pelaporan (Reporting)
 GL akrual akan menghasilkan laporan:
I. Laporan Operasional (LO)
II. Neraca
III. Laporan Arus Kas (LAK)
IV. Lporan Perubahan Ekuitas (LPE)
 GL kas akan menghasilkan laporan:
I. Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
II. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL)

9. Koneksitas SPAN dan SAKTI


Di luar Modul SPAN, dikembangkan modul manajemen Satker yaitu
modul SAKTI yang mengatur tugas dan kewenangan Satker dalam mengelola
APBN. SAKTI mencakup seluruh proses pengelolaan keuangan negara pada
Satker, yang dimulai dari proses penganggaran, pelaksanaan anggaran sampai

13
dengan pelaporan. Menurut jenisnya, Satker terdiri atas 3 kelompok utama,
yaitu Satker biasa, Satker Bendahara Umum Negara (BUN), dan Satker Badan
Layanan Umum (BLU).Satker BUN tidak masuk dalam cakupan SAKTI
karena Satker BUN sudah terintegrasi dengan SPAN, kecuali untuk belanja
subsidi dan belanja lainnya.
Modul SAKTI terdiri dari:
a. Modul Administrasi
b. Modul Penganggaran
c. Modul Komitmen
d. Modul Pembayaran
e. Modul Bendahara
f. Modul Persediaan
g. Modul Aset Tetap
h. Modul General Leger dan Pelaporan
Untuk memperlancar koneksitas SAKTI dan SPAN terdapat aplikasi-
aplikasi pendukung yang bertujuan memudahkan Satker dalam mengirimkan
dan memonitor data transaksi keuangannya. Beberapa aplikasi pendukung yang
dibutuhkan antara lain:
a. Portal SPAN
Portal SPAN merupakan aplikasi berbasis web yang memfasilitasi
Satker dalam mengirim dan menerima Arsip Data Komputer (ADK) dari
atau ke SPAN. Sehingga Satker dapat menghemat waktunya untuk tidak
perlu ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
b. SPAN-SMS Service.
SPAN-SMS Service merupakan aplikasi yang dapat digunakan Satker
dalam memonitor data keuangannya. SATKER cukup mengirimkan SMS
dengan format tertentu ke SPAN-SMS Service, yang dalam waktu tidak
terlalu lama mengatahui status data keuangannya. Aplikasi Portal SPAN
dan SPAN-SMS gateway akan ditempatkan pada Kantor Pusat DJPB.

14
BAB III

SIMPULAN

GFMRAP meliputi empat bidang besar, yaitu Public Financial


Management(PFM), Revenue Administration, Governance and Accountability,
dan Project Governance and Implementation. PFM merupakan komponen terbesar
GFMRAP. PFM meliputi tiga hal yaitu penguatan kapasitas kebijakan; penguatan
dan penyempurnaan tata kelola yang baik atas perencanaan dan pengembangan
anggaran; serta modernisasi anggaran dan perbendaharaan. Dalam hal modernisasi
anggaran dan perbendaharaan, PFM diimplementasikan menggunakan Treasury
Reference Model (TRM) sebagai dasar atau acuan dan dimodifikasi sesuai dengan
kondisi serta kebutuhan sistem pemerintahan Indonesia. PFM merupakan langkah
awal menuju implementasi IFMIS (Integrated Financial Manajement Information
System) di Indonesia. Di Indonesia bentuk riil dari IFMIS adalah Sistem
Perbendaharaan dan Anggaran Negara(SPAN).
SPAN merupakan suatu sistem pengelolaan keuangan negara yang
mengintegrasikan pengelolaan keuangan ke dalam satu sistem terintegrasi, yang
meliputi fungsi penganggaran, pelaksanaan anggaran, dan pertanggungjawaban
keuangan negara. Modul SPAN terdiri dari Perencanaan anggaran (Budget
Preparation), Manajemen DIPA (Management of Spending Authority), Manajemen
komitmen (Commitment Management), Manajemen pembayaran (Payment
Management), Manajemen kas (Cash Management), Manajemen Penerimaan
(Government Receipt), Buku Besar dan Bagan Akun Standar (General Ledger and
Chart of Account), serta Pelaporan (Reporting)
Di luar Modul SPAN, dikembangkan modul manajemen Satker yaitu modul
SAKTI. Modul SAKTI mengatur tugas dan kewenangan Satker dalam mengelola
APBN. Untuk memperlancar koneksitas SAKTI dan SPAN terdapat aplikasi-
aplikasi pendukung yaitu Portal SPAN dan SPAN-SMS Service.

15
DAFTAR PUSTAKA

E-book modul SPAN. Pengenalan Tingkat Dasar Proses Bisnis SPAN.

Slide Power Point Dosen Bapak Iskandar

Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Modernisasi Pengelolaan Keuangan Negara :


Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara. Diakses pada 12 Januari 2020, dari
https://djpb.kemenkeu.go.id/portal/id/profil/modernisasi-pengelolaan-keuangan-
negara/sistem-perbendaharaan-dan-anggaran-negara-span.html

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Modul-Modul SAKTI. Diakses pada 12


Januari 2020, dari http://kppnmetro.org/modul-modul-sakti/

16