Anda di halaman 1dari 4

Review Jurnal Internasional

Nama : Umi Rahmiati

NIM : 70200118009

Judul jurnal : Digital Flipbook Media as a Media for Health Promotion in Youth:
Research and Development

Penulis jurnal : Marsiana Wibowo, Erni Gustina, Suci Musvita Ayu, Liena Sofiana

Jurnal : International Journal of Educational Research Review

Tahun : 2019

Masa remaja adalah pengalaman yang sangat luar biasa. Berbagai impuls
timbul dari dalam untuk pengalaman memperkaya hidup. Tindakan mencoba hal-hal
baru telah mendorong remaja terjebak dalam perilaku yang berbahaya, seperti
merokok, minum alkohol, seks pranikah, konsumsi obat, dan kekerasan kencan.
Pemaparan remaja untuk menunjukkan pornografi dan sikap yang mendukung seks
pranikah adalah prediktor kuat bagi remaja untuk menampilkan seks pranikah. Oleh
karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan ketahanan remaja dalam
menghindari tekanan untuk melakukan seks pranikah. Faktor yang mempengaruhi
remaja untuk berhenti melakukan perilaku berisiko meningkatkan pemahaman remaja
tentang dampak negatif dari perilaku yang berbahaya. Digital Flipbook adalah salah
satu media berbasis multimedia yang direkomendasikan untuk dikembangkan karena
dapat diakses dengan gadget atau laptop.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan sebuah buku flip digital
berjudul “Me: Teenagers and My Health” yang pantas untuk dipublikasikan ke
remaja sebagai targetnya. Penelitian ini merupakan Penelitian dan Pengembangan
tingkat 4, yang meneliti dan menguji dalam menciptakan produk-produk baru.
Peneliti mengembangkan buku flip digital tentang perilaku dan kesehatan remaja.
Peneliti melibatkan dua ahli untuk menilai kelayakan buku, yaitu media dan ahli
materi. Para peneliti juga mempertimbangkan penilaian target ini dalam buku
kelayakan. Tes produk kelayakan dalam penelitian ini terdiri dari validasi eksternal
dan validasi internal. validasi internal adalah tes kelayakan dengan penilaian ahli,
yang terdiri dari ahli media dan ahli materi. Sementara pengujian internal dilakukan
dengan uji lapangan terbatas, mereka adalah remaja. Digital flipbook berisi perilaku
berisiko yang mempengaruhi kesehatan, yakni seks pranikah, kekerasan, dan
pernikahan dini.

Dalam studi ini, sebuah buku flip digital telah dikembangkan dengan tema
kesehatan remaja. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknologi untuk
kampanye kesehatan remaja karena media digital telah menjadi rutinitas sehari-hari
dari generasi digital, yaitu remaja. Hampir semua remaja memiliki perangkat digital,
oleh karena itu intervensi kesehatan remaja harus disesuaikan dengan cara remaja
menavigasi informasi kesehatan digital dan kesehatan menantang bahwa
kekhawatiran sebagian besar dari mereka. Media sosial dan pesan teks telah terbukti
efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan PMS. Intervensi
ini juga berlaku untuk mempengaruhi perilaku, seperti skrining / pengujian untuk
Infeksi Menular Seksual (IMS), perilaku seksual berisiko, dan penularan IMS, namun
bukti untuk efek mereka lemah.

Dalam studi ini, peneliti mengembangkan Digital Book ke dalam aplikasi.


Peneliti memilih flipbooks karena flipbooks secara efektif mampu meningkatkan
pengetahuan remaja tentang kekerasan pada remaja. Oleh karena itu, efektivitas
diterapkan dalam penelitian ini dan pengembangan media Flipbook harus mudah
dioperasikan. Berdasarkan penilaian dari ahli media, flipbooks digital yang telah
dikembangkan oleh para peneliti memiliki kemudahan dalam operasi. Selain itu,
animasi yang dipilih juga memiliki banding ke penonton sehingga penonton memiliki
motivasi untuk mempelajari lebih lanjut. Berdasarkan penilaian dari ahli media, aspek
animasi memiliki nilai 75% dan visual yang mencakup integrasi warna 100%. Unsur-
unsur musik dan animasi dianggap mampu meningkatkan motivasi siswa. Distribusi
media buku flip digital mudah dan murah. Media dapat disebarluaskan menggunakan
media sosial seperti Facebook, Yahoo, Google, dan Twitter. Dengan demikian,
pengguna dapat dengan mudah mengakses media kapan saja dan di mana saja. Dari
hasil distribusi frekuensi, kita mendapatkan perbedaan persentase pengetahuan di
mana sebelum flipbooks digital diberi, 63% remaja memiliki pengetahuan yang baik
tapi setelah diberi buku flip digital pada variabel pengetahuan remaja menurun
(48,1%).

Ada penurunan dalam variabel pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian


buku flip digital karena tidak adanya pemantauan untuk remaja apakah remaja
membaca flipbooks disediakan, mendownload dan menginstal tutorial pada
smartphone (gadget) yang diberikan kepada remaja tidak sepenuhnya dipahami oleh
remaja. Ketika data dikumpulkan di sekolah, media yang disediakan masih dalam
bentuk HTML. Kemudian peneliti menggunakan media dalam bentuk aplikasi agar
lebih mudah untuk diberikan kepada remaja, misalnya dengan menggunakan share
aplikasi.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah berdasarkan validasi ahli materi, media
buku flip digital dengan judul "Me: Teenagers and My Health" tidak perlu revisi,
dengan nilai 97,22%. Ini berarti bahwa media yang tepat untuk digunakan dan
berdasarkan validasi ahli media, media buku flip digital dengan judul "Me: Teenagers
and My Health" tidak perlu revisi, dengan nilai 91,67%. Ini berarti bahwa media yang
tepat untuk digunakan. Setelah mengakses media, target memiliki pengetahuan yang
baik adalah 51,9% dan sikap positif dari 51,9%. Dengan demikian, buku flip digital
berjudul "Me: Teenagers and My Health" cocok untuk digunakan dalam promosi
kesehatan di kalangan remaja dan pengujian lapangan lebih lanjut.
Keterbatasan penelitian ini adalah peneliti hanya perbolehkan target untuk
membaca secara mandiri buku flip digital yang kemudian melakukan post-test
beberapa hari kemudian. Peneliti tidak memastikan apakah buku flip digital yang
terpasang telah baik dibaca oleh remaja. Kami menyarankan agar peneliti masa depan
menggunakan aplikasi ini sebagai media promosi kesehatan untuk mempersiapkan
proses distribusi aplikasi dengan benar, dan memastikan bahwa aplikasi diinstal dan
digunakan oleh target. Proses ini mempengaruhi output dari pembelajaran
menggunakan aplikasi sebagai media untuk promosi kesehatan untuk remaja.