Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM LAPANG PEMINATAN

SILVIKULTUR SMESTER GANJIL 2018/2019


DI PENGEMBANGAN LINGKUNGAN HIDUP DAN
KEHUTANAN (BP2LHK) PALEMBANG

M. YUDHI PANGESTU
(D1D015071)

Dosen Pengampu:
Ir. Rike Puspitasari Tamin, S.Hut., M.Si., I.PM
Suci Ratna Puri., S.P., M.Si

PROGRAM STUDI KEHUTANAN


FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS JAMBI
2018
KATA PENGANTAR

Assalammualaikum wr wb

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa


meberikan rahmat dan karunia-Nya serta shalawat teriring salam kepada Nabi
Muhammad S.A.W., akhirnya saya dapat menyelesaikan Laporan Praktikum
Lapang Peminatan Silvikultur Smester Ganjil 2018/2019 di Balai Litbang
LHK Palembang.
Semoga laporan praktikum ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Saya
menyadari laporan praktikum ini masih kurang sempurna, baik dari segi
penyajian materi maupun dari segi pelaksanaannya mengingat saya masih
dalam peroses pembelajaran. Oleh sebab itu, saran dan kritik sangat saya
harapkan. Saya ucapkan terimakasih

Wassalammualakum wr wb

Jambi, 5 November 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR. ............................................................................... i


DAFTAR ISI .............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ...........................................................................1
1.1 Latar Belakang ............................................................................. 1
1.2 Tujuan .......................................................................................... 2
BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN ..................................................... 3
2.1 Hasil dan Pembahasan .................................................................1
2.1.1 Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup
dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang .....................
2.1.2 Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK)
Kemampo ................................................................
BAB III PENUTUP .................................................................................... 3
3.1 Kesimpulan .................................................................................. 1
LAMPIRAN ............................................................................................... 7
FOTO KEGIATAN ...........................................................................1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Praktikum Lapang adalah kegiatan yang dapat memberikan informasi


kepada mahasiswa tentang ilmu dan penerapannya dalam kehidupan.
Praktikum Lapang ditujukan ke para Mahasiswa untuk menggali lebih dalam
mengenai pengetahuannya terutama dalam bidang Kehutanan terkait masalah
yang terjadi di lapangan dengan melihat secara langsung jenis dan spesies
pohon yang dikembangkan serta mempelajari bagaimana pemuliaannya.
Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(BP2LHK) Palembang menjadi tempat yang strategis dalam praktikum
lapang ini.
BP2LHK Palembang mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan
pengembangan di bidang hutan, hasil hutan, meningkatan kualitas dan
laboratorium lingkungan, sosial, ekonomi, penyiapan bahan saran kebijakan
dan perubahan iklim serta melaksanakan kegiatan penelitian dan
pengemangan yang menjadi kebutuhan daerah sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Praktikum lapang ini selanjutnya dilakukan di Kawasan Hutan dengan
Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo. KHDTK Kemampo merupakan hutan
dengan fungsi produksi tetap yang kemudian dimanfaatkan sebagai hutan
penelitian oleh BP2LHK Palembang. Adapun tanaman yang dikembangkan
di KHDTK ini adalah Tembesu (Fagraea fragrans), Kayu Putih (Melaleuca
cajuputi), Karet (Hevea brasiliensis), Blangeran (Shorea balangeran),
Bambang Lanang (Madhuca aspera H.J.Lam.), Jati (Tectona grandis),
Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk), Kayu Bawang (Dysoxylum
mollissimum Blume) dan Rotan Jernang (Daemonorops draco).
1.2 Tujuan

Adapun tujuan dilakukannya praktikum lapangan ini adalah untuk


menmbah wawasan mahasiswa mengenai pemuliaan tanaman kehutanan baik
itu dari teknik budidaya, pengembangan serta pengelolaanya dan mahasiswa
diharapkan mendapatkan ide dalam penulisan proposal penelitian.
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1 Hasil dan Pembahasan


2.1.1 Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (BP2LHK) Palembang

Gambar 1. (BP2LHK) Palembang

Melalui Keputusan Menteri Kehutanan No.6185/Kpts-II/2002 tanggal 10


Juni 2002, jo Keputusan Menteri Kehutanan No.410/Kpts-II/2003, BTR
Benakat berubah menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Hutan
Tanaman Kawasan Indonesia Bagian Barat (BP2HT IBB). Kemudian pada
tahun 2006 BP2HT IBB berubah nama menjadi Balai Penelitian Kehutanan
(BPK) Palembang dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Kehutanan
No.P42/Menhut-II/2006 tanggal 2 Juni 2016 yang disempurnakan lagi
dengan Peraturan Menteri Kehutanan No.P36/menhut-II/2011 tanggal 20
April 2011.

Dengan adanya penggabungan Kementerian Kehutanan dengan


Kementerian Lingkungan Hidup menjadi KLHK, maka terjadi perubahan
nomenklatur pada BPK Palembang. Melalui
P.25/Menlhk/Setjen/OTL.0/1/2016 tanggal 29 Januari 2016, BPK Palembang
berubah nama menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan
Hidup dan Kehutanan Palembang.

Kegiatan praktikum lapang ini diawali dengan pembukaan dan


penerimaan oleh pihak BP2LHK sekaligus memberikan pembekalan untuk
melaksankan praktikum lapang dan pengenalan pembimbing lapang.
Pembekalan yakni meliputi pengenalan staff, sejarah berdirinya BP2LHK dan
tujuan dari dilaksankannya praktikum lapang ini. Dilanjutkan sesi foto
bersama dan berangkat menuju lokasi praktikum lapang yang berlokasi di
Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo.

2.1.2 Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo

Gambar 2. (KHDTK) Kemampo

KHDTK Kemampo merupakan hutan dengan fungsi produksi tetap yang


kemudian dimanfaatkan sebagai hutan penelitian oleh Balai Penelitian dan
Pengembangan Hutan Tanaman (BPPHT) Palembang. Berdasarkan Surat
Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Kehutanan Provinsi
Sumatera Selatan nomor: 337/KWL-1/Kpts/2000 tertanggal 26 Desember
2000 menetapkan Hutan Produksi Kemampo sebagai hutan dengan fungsi
khusus untuk penelitian.
Perjalanan yang ditempuh menuju KHDTK Kemampo ini sekitar 1,5 - 2
jam perjalanan dari kota Palembang menggunakan kendaraan roda 4.
KHDTK Kemampo terdapat di Desa Kayuara Kuning, Kecamatan Banyuasin
III, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan dengan luas 250 Ha.
Jarak dari desa menuju KHDTK Kemampo sekitar 6 km (4 km jalan aspal
dan 2 km jalan tanah).
Pada KHDTK Kemampo terdapat beberapa jenis pohon yang ditanam
yang ditujukan untuk penelitian yang diantaranya ialah Tembesu (Fagraea
fragrans), Kayu Putih (Melaleuca cajuputi), Karet (Hevea brasiliensis),
Blangeran (Shorea balangeran), Bambang Lanang (Madhuca aspera
H.J.Lam.), Jati (Tectona grandis), Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk),
Kayu Bawang (Dysoxylum mollissimum Blume), Kayu Putih (Melaleuca
cajuputi) dan Rotan Jernang (Daemonorops draco) yang dapat dilihat pada
Tabel 1. Penyampaian materi berupa hasil-hasil penelitian yang telah
dilakukan berupa genetika dan pemuliaan pohon.
Tabel 1. Pohon yang terdapat di KHDTK Kemampo
No Nama Pohon Gambar
1. Tembesu (Fagraea fagrans)

2. Bambang Lanang (Madhuca


aspera H.J.Lam.) dan karet
(Hevea brasiliensis)
3. Jati (Tectona grandis)

4. Kayu bawang (Dysoxylum


mollissimum)

5. Kayu Putih (Melaleuca


cajuputi)

6. Rotan Jernang (Daemonorops


draco)

Tanman-tanaman diatas merupakan penelitian yang dilakukan oleh


BP2LHK Palembang salah satu kegiatan penelitiannya adalah tanaman
Tembesu. Tanaman Tembesu ini diambil dari klon-klon terbaik yang
selanjutnya akan dijadikan sebagai pohon induk. Tanaman Tembesu wajib
dilakukan prunning 6 bulan pada awal pertumbuhannya.
Di KHDTK Kemampo, tegakan Bambang Lanang dicampur dengan
tegakan karet. Sumber bibit Bambang Lanang berasal dari Kecamatan Muara
Payang dan Kecamatan Muara Pinang. Tanaman campuran Bambang Lanang
(Madhuca aspera H.J.Lam.) dan Karet merupakan hasil uji coba penanaman
Optimalisasi Lahan tahun tanam 2012 seluas 3 Ha. Tegakan Bambang
Lanang yang ideal adalah dengan ciri memiliki tajuk yang kecil, berbatang
lurus serta tanpa cabang. Bambang lanang dilakukan pemangkasan pada
tahun kedua dan tidak memiliki anakan karena bunganya steril.

Gambar 3. Jati dan Tembesu yang tumbuh pada lahan yang sama

Awalnya pada tahun 2004 dilakukan penanaman Tembesu pada lahan ini
namun terjadi kebakaran yang menyebabkan habisnya tegakan Tembesu yang
ada. Sekitaran tahun 2006 akan dilakukan penanaman Jati pada lahan yang
sama, sebelum dilakukan penanaman dilakukan pembersihan lantai hutan
terlebih dahulu. Pada saat pembersihan ditemukan trubusan Tembesu bekas
terbakar tahun 2004. Penanaman Jati tetap dilakukan berdampingan dengan
tanaman tembesu yang tumbuh. Pertumbuhan Jati bersamaan dengan
Tembesu ini cukup baik hal ini disebabkan karena pada lahan yang di tanami
Jati dan Tembesu ini merupakan bekas penanaman Cabai. Oleh karena itu,
tanah tempat jati tersebut tumbuh tergolong subur. Dapat dilihat pada
Gambar 3 tanaman Jati dan Tembesu tumbuh dengan baik.
Di lokasi persemaian yang ada di KHDTK Kemampo ini terdapat
beberapa jenis tanaman seperti Blangeran (Shorea balangeran), Jelutung
Rawa (Dyera lowii, Flamboyan (Delonix regia), Kayu putih (Melaleuca
cajuputi) dan Rotan Jernang (Daemonorops draco) yang dapat dilihat pada
Tabel 2:

Tabel 2. Tanaman di Persemaian KHDTK Kemampo


No Nama Spesies Gambar
1. Blangeran (Shorea
balangeran))

2. Jelutung Rawa (Dyera


lowii)

3. Flamboyan (Delonix regia)


4. Kayu Putih (Melaleuca
cajuputi)

5 Rotan Jernang
(Daemonorops draco)

Di persemaian ini menggunkan sistem genangan yang dimana pada


bagian bawah atau alas polybag terdapat mulsa yang dimana berfungsi
sebagai menampung air agar tidak terserap tanah dan menjaga kelembaban.
Maka dari itu tidak perlu dilakukan penyiraman, dapat dilihat pada Tabel 2
no.4. Blangeran (Shorea balangeran) di persemaian ini berasal dari bibit
cabutan dari alam yang dimana memiliki presentase hidup sekitar 80 %.
Untuk menjaga agar bibit tetap hidup setelah dicabut, dilakukan pemasangan
sungkup pada bibit Blangeran yang ditanam pada polybag untuk menjaga
penguapan dan kelembabannya.
Telah banyak dilakukan penelitian di KHDTK Kemampo ini, penelitian-
penelitian tersebut selanjutnya diharapkan dapat membantu pemecahan
masalah yang terjadi pada lingkungan dan kehutanan dan mendapatkan
informasi yang valid dan aktual yang berasal dari para peneliti yang ada di
BP2LHK Palembang.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum lapang ini adalah
BP2LHK Palembang merupakan lembaga yang memiliki tugas
melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hutan, hasil hutan,
meningkatan kualitas dan laboratorium lingkungan, sosial, ekonomi,
penyiapan bahan saran kebijakan dan perubahan iklim serta
melaksanakan kegiatan penelitian. Salah satu lokasi penelitiannya KHDTK
Kemampo yang dimana terdapat berbagai jenis tanaman hasil penelitian yang
berasal dari ilmu genetika dan pemuliaan pohon untuk meningkatkan kualitas
dari pohon-pohon yang ditanam dan memiliki manfaat bagi lingkungan dan
kehutanan.
LAMPIRAN
FOTO KEGIATAN

Pembukaan Praktikum Lapang di BP2LHK

Foto bersama Staff BP2LHK


Penyampaian materi oleh bapak Drs. Agus Sofyan, M.Sc.

Penyampaian materi dilapangan


Persemaian KHDTK Kemampo

Pembibitan Jernang Rotan