Anda di halaman 1dari 21

TAHAPAN AKUISISI

Area Penelitian (Gambar 1) merupakan bagian dari cekungan Sirte (El-


Batroukh & Zentani, 1980) dimana membentang ke selatan dari teluk sirte ke padang
pasir Libya.Merupakan cekungan termuda dari beberapa cekungan di libiya dan

paling banyak mengandung petroleum . Area penelitian (Latitude 28° 54’ 30” – 29°

30’ N:Longitude 18° 30’-19° 3’0” E) mencangkup bagian tengah dari cekungan Sirte
di Libya. Area penelitian gambar 4 terdiri dari daerah 20,bagian dari daerah 94 dan
13 pada bagian barat.dan pada bagoan dari daerah 93 pada bagian timur.stasiun
gravitasi berlokasi pada interval 0.5 km sepanjang profil dimana dari grid dengan
dimensi 10 x 10 km dan pada beberapa bagian 6 x 6 km.

Survey dilakukan dengan R,H,Ray Geophysics, Inc pada 1959 menggunakan


Worden Gravity meter no.186 dengan constanta dial 0.9283 mgal/divisi.Stasiun
gravitasi di ikat pada stasiun base lokal (nilai absolute 979327.3 mgal) pada bandara
benian dekat Benghazi.

TAHAPAN PENGOLAHAN DATA


1. REDUKSI DATA GRAVITASI
a. Koreksi baca alat (skala)
Ketika kita melakukan pengukuran terkadang terjadi kesalahan pembacaan alat,
kesalahan pembacaan alat ini dinamakan dengan koreksi baca alat atau skala. Rumus
umum dalam pembacaan alat dapat ditulis sebagai berikut :

Read (mGal) = ((Read (scale)-Interval) x Counter Reading) + Value in mGal

b. Koreksi pasang surut (tidal)


Koreksi ini dilakukan karena data gravitasi yang terekam oleh alat di pengaruh oleh
gravitasi benda-benda di luar bumi seperti bulan dan matahari, yang berubah terhadap
lintang dan waktu. Untuk mendapatkan nilai pasang surut ini maka, dilihatlah
perbedaan nilai gravitasi stasiun dari waktu ke waktu terhadap base. Gravitasi
terkoreksi tidal dapat ditulis sebagai berikut :
Gst = gs + t
Keterangan :
Gst = gravitasi terkoreksi pasang surut (tidal)
gs = gravitasi pada pembacaan alat
t = nilai koreksi pasang surut (tidal)

c. Koreksi kelelahan alat (drift)


Koreksi ini terjadi karena adanya penggunaan dua gravimeter secara bersamaan pada
saat pengukuran, dimana penggunaan gravimeter yang secara bersamaan akan
semakin meninggikan nilai noise yang didapatkan. Hal ini disebabkan oleh adanya
perbedaan pembacaan gravity dari stasiun yang sama pada waktu yang berbeda, yang
disebabkan karena adanya guncangan pegas alat gravimeter selama proses
transportasi dari suatu stasiun ke stasiun lainnya atau disebut juga dengan koreksi
kelelahan alat.

Rumus untuk koreksi ini adalah :

Keterangan :
Dn = Drift pada stasiun ke-n
gst(n) = Gravitasi terkoreksi tidal pada stasiun –n

gst(1) = Gravitasi terkoreksitidal pada stasiun -1


TN = Waktu pengukuran stasiun akhir loop
T1 = Waktu pengukuran stasiun awal
Tn = Waktu pengukuran stasiun ke-n

d. Koreksi lintang
Koreksi ini dilakukan karena bentuk bumi tidak bulat sempurna tetapi dianggap
berbentuk ellips sehingga jari-jari bumi tidak sama atau berbentuk pepat pada daerah
ekuator dan juga karena rotasi bumi. Hal tersebut membuat adanya perbedaan nilai
gravitasi karena pengaruh lintang yang ada di bumi. Secara umum koreksi ini dapat
ditulis :
Keterangan :

gθ = gravitasi terkoreksi lintang

θ = sudut dalam radian

e. Koreksi udara bebas (Free Air Correction)


Koreksi ini merupakan koreksi untuk memperhitungkan variasi dalam percepatan
gravitasi yang diamati yang berhubungan dengan pengaruh ketinggian titik
pengamatan dan datum (mean sea level) atau disebut koreksi ketinggian karena
permukaan bumi yang tidak rata dan datar. Koreksi ini dapat ditulis sebagai berikut :

Keterangan :
GFA = gravitasi terkoreksi udara bebas
h = ketinggian permukaan dari datum (msl) satuan meter

f. Koreksi Bouguer
Koreksi bouger dilakukan dengan menggunakan pendekatan benda berupa slab. Pada
koreksi ini menganggap terdapat massa dengan densitas tertentu antara spheroid dan
titik pengukuran namun menghilangkan pengaruh massa yang berada di atas Bouguer
Slab dan massa yang hilang di lembah. Pengaruh massa batuan terdapat antara stasiun
pengukuran dan (mean sea level) yang diabaikan pada koreksi udara bebas. Koreksi
ini dapat ditulis sebagai berikut :

Keterangan :

GB = gravitasi terkoreksi bouguer


ρ = densitas batuan , h = ketinggian dari atas permukaan laut (meter)
Densitas batuan digunakan untuk penelitian ditentukan oleh Laborratorium National
Oil Corp. Libiya dari 105 Core Sampel pada sumur El-20,J1-20,QI-20 dan DI-20
densitas rata rata sebesar 2.45 gm/cm3
Gambar : Koreksi Bougeur

g. Koreksi medan (Terrain Correction)


Koreksi medan ini dilakukan sebagai akibat dari adanya pendekatan bougeur. Pada
saat pengukuran, elevasi topografi yang tidak teratur di sekitar titik pengukuran,
biasanya dalam radius dalam dan luar, diukur elevasinya. Sehingga koreksi ini dapat
ditulis sebagai berikut :

Keterangan :

ρ = densitas
r1 = compartment.inner.radius (m)
r2 = compartment . inner . radius (m)
n = length . of . zone

2. PENGOLAHAN DATA LANJUTAN

a.Pemisahan Anomali

Dalam Penelitian ini metoda yang digunakan untuk pemisahan anomali adalah
metode TREND SURFACE ANALYSIS (TSA). Metode TSA merupakansalah satu
metode polinomialyang merupakan modelregresi linear matematik,berupa koordinat
polinomial dalam bentuk x dany dari pola anomali magnet untuk skala
besar.Persamaan polinomial linier dan resultan yangdihasilkan, merupakan
representasi grafis daripersamaan matematika (Davis,1986).
2. Pemodelan 2 D

Pemodelan 2 D dilakukan pada Peta Anomali residual dengan dua Sayatan


Yaitu sayatan AA’ dan BB’ dari pemodelan 2 D dilakukan dengan mencocokan kurva
data observasi dan data hasil kalkulasi dengan membuat blok di bawah permukaan
hingga nilai errornya kecil.

3. INTERPERTASI

Gambar 9. Bentuk bawah Permukaan dari lapangan Raguba pada sayatan AA’
menujukan kontraks densitas, kedalaman minimum di bawah sea lecel dan panjang
tegaklurus denga profil model yaitu +0.2 g/cm3,2.4 KM dan 60 Km. garis merukuk
pada ketebalan sedimen dari sea level diatas formasi Garga (gambit 2 pada sumur
G1-20-N1-20.

SAYATAN AA’

Anomali Residual pada profil AA’ (gambar 9) memperlihatkan niai gradient


maksimum pada 23 mgal dan gradient maksimum pada arah timur dan barat yaitu 1.0
mgal/km dan 1.1 mgal.km.
Model 2 D dengan koreksi terakhir dgunakan untuk mengiterpertasi sayatan
AA’.panjang dari model tegaklurus dengam sayatan diasumsikan 60 km.gambar 9
memperlihatkan kecocokan atara anomali observasi dan kalkuasi yang berisi struktur
diping yang Nampak pada kedalaman 4.5 dan 5.0 km pad timur dan
barat.Memperlihatkan kedalaman dari formasi Gargaf yang menindih batuan dasar
pada sumur G1-20 dan N1-20 merupakan 3.53 dan 0.89 km.

Gambar 10. . Bentuk bawah Permukaan dari lapangan Raguba pada sayatan BB’
menujukan kontraks densitas, kedalaman minimum di bawah sea lecel dan panjang
tegaklurus denga profil model yaitu +0.2 g/cm3,2.4 KM dan 40 Km. garis merukuk
pada ketebalan sedimen dari sea level le atas formasi Gargaf (gambit 2 pada sumur
D1-20-J1-20 dan Q1-20(B’)

SAYATAN BB’

Anomali gravitasi bouger sepanjang sayatan BB’ (gambar 8) dikarakterisasi


dengan dua zona positif,zona bouger maksimum nilainya 3 mgal berlokasi di tengah
dari bentuk anomali oval dan yang lain zona maksimum bouger bernilai 9.5 mgal di
utara (gambar 4) yang menunjukan di luar peta anomali bouger; gravitsi lokal
rendah ada di selatan dengan 3 mgal peak. Gradient dari tiga bagian (A,B<C) pada
profil (gambar 8) dari utara ke selatan 0.75 .0.77 dan 0.5 mgal/Km.
Gradien yang tajam memnandakan adanya anomali body yang ada pada kerak
atas.Model 2 D dengan koreksi mengasumsikan panjang body anomali 40 km
.dimana model (gmabar 10) diasumsikan sebelum anomali residual Karena kontraks
densitas antara basement dan batun yang menindih.model memperlihatkan gentle dip
pada batuan dasar di seblah selatan,juga memperlihatkan ketebalan dari formasi
gargaf yang menindih besment di sumur D1-20(B),J-20 dan Q1-20(B’) yaitu
0.130,0.479 dan 1.622 km.gravitasi lokal yang rendah pada selaran diinterpertasikan
sebagai basement
JURNAL INTERNATIONAL
INTERPERTASI GRAVITASI DARI LAPANGAN
RAGUBA,CEKUNGAN SIRTE ,LIBIYA
SALAH I.EL-BATROUKH DAN AHMAD S.ZETANI

ABSTRAK

Peta anomali bouger dari lapangan minyak Raguba dan area sekitarnya
dihadirkan dan di interpertasi. Fitur utama dari peta adalah: (1) Anomali positif
mendekati nilai bouger dari 3 mgal pada area lapangan hingga meningkat ke 9 miligal
kearah barat laut.(2)Anomali Bouger Negatif nilainya berkisar -20 mgal ke arah barat
dan timur pada arah timur laut nilai anomali negative berkisar -13 mgal.(3) Semua
anomali ini ditumpang tindihkan pada trend regional 0.16 mgal/km negative kearah
selatan.

Anomali Positif diinterpertasikan sebagai struktur Graben dengan dicirikan


dengan batuan dasar kristalin pada kedalaman dangkal.Anomali negative merupakan
dua kontraks densitas antara sedimen dan batuan dasar,penampang struktur terlihat
pada profil dan digunakan untuk membangun model gravitasi hasil perhitungan
computer.

PENDAHULUAN

Area penelitian (Latitude 28° 54’ 30” – 29° 30’ N:Longitude 18° 30’-19° 3’0” E)
mencangkup bagian tengah dari cekungan Sirte di Libya.Seperti yang telah
didekskripsikan sebelumnya pada jurnal sebelumnya (El Batroukh dan Zetani,1978),
Cekungan Sirte terbentuk akibat dua pergerakan utama tektonik yaitu: (1) Pergerakan
Hercynian pada akhir Paleozoic dimana seluruh cekungan muncul dan struktur
berarah baratlaut-barat daya terbentuk dan (2) Pergerakan Laramide selama
Cekungan dipengaruhi oleh sesar tensional yang pada umumnya berorientasi barat
laut –Barat Daya. Sesar Berarah Barat –Timur terbentuk akibat pergerakan dari kedua
pergerakan di atas.Karena itu blok positif sesar bergantian dengan blok sesar negative
terbentuk.dari observasi Geologi.Area Penelitian digambarkan dikelilingi oleh blok
positif pada setiap sisi (kecuali bagian utara) oleh blok negative.Tidak ada publikasi
tentang area penelitian yang diketahui oleh autor.kami mempersembahkan diskusi
mengenai data gravitasi yang mengcover area dengann ilustrasi comparative vertical
Cross Section yang disediakan dengan informasi yang baik.

KEADAAN GEOLOGI

Area Penelitian (Gambar 1) merupakan bagian dari cekungan Sirte (El-


Batroukh dan Zetani,1978) dimana membentang ke selatan dari teluk sirte ke padang
pasir Libya.Merupakan cekungan termuda dari beberapa cekungan di libiya dan
paling banyak mengandung petroleum.merupakan bagian tidak stabil dari dangkalan
afrika utara dimana terbentuk selama Ceretaceous Akhir dan dikembangakan oleh
pergerakan tanah skala besar dan blok yang tersesarkan dari Certaceous akhir yang
ada hingga sekarnag.kedua sayatan vertical geologi (gambar 2 dan 3), hampir normal
satu sama lain dan melewati nilai gravitasi maksimum yang diamati,semuanya dapat
dibuat model gravitasi.Gambar 2 dan 3 memperlihatkan formasi Gargaf telah
didapatkan di sebagian besar sumur.Formasi ini menunjukan bahwa pada akhir
paleozoikum muncul pada area penelitian dan kondisi kontinen stabil.silklus Erosi
yang kuat terbentuk sekuen fraktur kuarsit.Sekuen ini memiliki ketebalan yang sangat
besar dan diindikasikan dalam beberapa sumue pada cekungan Sirte,Contohnya ,
pada sumur A1-11,Formasi Gargaf ditemukan dengan ketebalan hingga 3625 ft pada
barat laut cekungan sirte ,Formasi Gargaf memiliki ketebalan lebih dari 4490 ft.

Formasi Zmam (Certaceous awal) diendapkan saat laut mendominasi seluruh


area penelitian.Formasi Zmam telah banyak ditemui pada sumur dengn ketebalan
dari 162 hingga 356 ft pada area penelitian.Formasi Heira (Paleosen) bertumpang
tindih dengan formasi Zmam.ketebalan hampir seragam berkisar 1500
ft,mengindikasian tidak ada proses tektonik yang mempengaruhi;seluruh area
mengalami penurunan secara seragam selama pengendapan pada formasi
Heira.Formasi ruaga (Paleosen –Eosen akhir) menindih selaras keduanya dan
merupakan formasi dasar.Ketebalannya 414 ft dan hamper konstan di seluruh area
kecuali pada sumur D1-20 (gambar 3) di utara dimana ketebalannya 191 ft.

Formasi dorman dan amur (Setelah Eosen) menindih selaras formasi


Rugua.Gambar 2 dan Gambar 3 memperlihatkan bahwa beberapa formasi diatas
memilki persamaan ketebalan diperkirakan 1000 ft) di area tersebut,kecuali di daerah
utara meningkat sebesar 400 ft.ini menandakan bahwa penurunan muka tanah selama
pengendapan dari formasi tersebut relative lebih besar menuju utara.Formasi
Seghaga(Pertengahan Eosen) di temukan dalam semua sumur.Ketebalan dari formasi
irregular,tetapi di gambar 2 dan 3 memperlihatkan bahwa,pada umumnya kedalaman
bertambah ke utara dan selatan.Kedalaman maksimum dari sedimen, 1532 ft,ditemui
pada sumur G2-20 sumur tersebar pada jarak 33 km.Formasi Etel (Oligosen) relative
ketebalanya tipis diperkirakan 260 ft di area penelitian.pada umumnya Mendindih
selalaras dan merupakan lapisan dasar.Formasi Mualiah (oligosen ) Dikarekterisasi
dengan selingan lempung batuan cacaerus dolomit,menandai silkulus pengendapan
atau perubahan kecepatan penurunan muka tanah.Ketebalan dari formasi antara 270
hingga 763 ft.Formasi Mualiah sebagian tertutupi batuan miosen.

Gambar 1 peta Geologi dari Lapangan Raguba,Cekungan Sirte,Libya;XX’ dan YY’


merupakan sayatan Geologi.
Gambar 2 Gabungan Sayatan Geologi
Gambar 3. Sayatan Geologi XX’ Lokasi dapat dilihat pada peta Geologi (Gambar 1)
DATA GRAVITASI

Area penelitian gambar 4 terdiri dari daerah 20,bagian dari daerah 94 dan 13
pada bagian barat.dan pada bagoan dari daerah 93 pada bagian timur.stasiun gravitasi
berlokasi pada interval 0.5 km sepanjang profil dimana dari grid dengan dimensi 10 x
10 km dan pada beberapa bagian 6 x 6 km.

Survey dilakukan dengan R,H,Ray Geophysics, Inc pada 1959 menggunakan Worden
Gravity meter no.186 dengan constanta dial 0.9283 mgal/divisi.Stasiun gravitasi di
ikat pada stasiun base lokal (nilai absolute 979327.3 mgal) pada bandara benian
dekat Benghazi.

Batuan permukaan pada daerah penelitian merupakan batugamping lunak dan


kalsit.Marchatti (1959) mengestimasikan sebuah densitas rata rata 2.3 g/cm3 dengan
menggunakan korelasi elevasi.Akurasi dari determinan laltitude ±50 m.dengan error
±0.05 mgal.Koreksi terrain tidak dipermukan untuk topografi dengan relief dangak
pada area ini.

Peta memperlihatkan stasiun gravitas dan Anomali Bouger pada skala


1:100.000 di peroleh dari National Oil Corp.,Libya

Tabel 1. Ringkasan dari densitas Batuan di daerah Penelitian

No Formasi Ketebalan Kedalaman No. Desntitas Litologi


Sumur Formasi sampel (ft) Sampel Rata-
(ft) Rata
EI-20 Amur 415 3300 – 3 2.528 Dolomit,Bat
Ruangga 425 3314 38 2.436 ugamping,
3455 – Lempung,K
Gargaf (?) 3764 2.45 alsit-
Lempung,Ba
5500 - 5547 tupasir
Kuarsit.
JI-20 Zmam 210 6721 - 6741 12 2.41
QI-20 Zmam 280 5435 - 5445 6 2.380
DI-20 Heira 1740 6632 – 3 2.546 Lempung,K
Zmam 80 6639 3 2.48 asit-
7239 – Lepung,Batu
7250 gamping
*Densitas rata-rata yang diukur untuk semua formasi =2.45 gm/cm3
DENSITAS BATUAN

Densitas batuan (Tabel 1) digunakan untuk penelitian ditentukan oleh


Laborratorium National Oil Corp. Libiya dari 105 Core Sampel pada sumur El-20,J1-
20,QI-20 dan DI-20 (Gambar 1 dan 3) .Litiologi dari formasi diberikan pada tabel
dari Barr dan Weegar (1972)/Densitas dari specimen jenuh oleh air diasumsikan baik
untuk penentuan densitas in situ.tidak ada peningkatan densitas dengan bertambahnya
kedalaman.Seperti yang diharapkan.Tabel 1 memperlihatkan bahwa Formasi Heira
dan Amur (Pada kedalaman 6632 dan 3300 ft,ketebalan pada 1740 dan 415 ft
).memiliki densitas terbesar dari formasi zmam dan gargaf menindih batuan dasar.

Densitas rata rata dari sedimen di peroleh adalah 2.45 g/cm3.Nilai ini tergantung
sampai batas tertentu, jumlah penentuan densitas.Densitas 2.65 gr/cm3 diasumsikan
basement (granit dan/atau grandiorite),Sementara itukontraks densitas antara
basement dan sedimen adalah 0.2 gr/cm3.

DEKSRIPSI ANOMALI BOUGER

Peta Anomali Bouger (Gambar 4) dikarakterisasi sebagai berikut :


1. Anomali lonjing yang berada pada daerah tengah ,pada umumnya berarah utara-
Barat laut hingga Selatan- tenggara, dengan nila anomali bouger maksimum yaitu +3
mgal.Anomali ini terhubung dengan anomali dengan anomali positi tertinggi dengan
nilai 9 mgal di utara dimana memanjang ke barat laut di daerah penelitian dan
mencapai nilai maksimuk kedua yaitu pada 17 mgal.
2. Kearah barat,Nili bouger menurun ke tengah (-20mgal) ke pojok barat daya.Kontur
memperlihatkan arah gradient kea rah utara dan barat laut
3. arah timur trend anomali negatih memanjang ke utara-baratlaut ke selatan –
tenggara yang memiliki nilai minimum -20 mgal pada selatan dan ujung tenggra
mencapai -12 mgal dengan jarak di tasa 10 km. dimana penurunan memanjang kearah
barat daya.Contur yang mengapit Area tengah tinggi mengindikasikan Gradient
curam.

INTERPERTASI

Variasi kedalaman pada basement dan asosiasi ketebalan variasi stratigrafi


tidak dapat diprediksi dari permukaan geologi.Oleh karena itu dapat di deteksi
dengan investigasi gravitasi yang menyediakan perubahan ketebalan dan kontraks
densitasantara sedimen dan basement.
Lonjakan Anomali Positif (Gambar 4) berisi mengenai naiknya basement yang
memiliki densitas (2.65 gr/cm3) di atas di tindih oleh blok negative.Sebelum
dilakukan pemodelan body anomali ,komponen regional dari nilai gravitasi observasi
harus di tentukan.
Gambar 4. Peta Anomali Bouger pada lapangan Raguba,Cekungan Sirte,Libya dan
Area Sekitarnya AA’ dan BB’ adalah Sayatan Pemodelan Gravitasi
Gambar 5.Trend First Degree Permukaan Lapangan Raguba,Cekungan Sirte.

Gambar 6.Second Degree trend Permukaan Lapangan Raguba,Cekungan Sirte.


Gambar 7. Trend Gravitasi Bouger First Degree dan Trend Gravitasi Bouger Second
Degree dan pemilihan profil regional untuk sayatan AA’

KOMPONEN REGIONAL

Komponen regional dari gravitasi bservasi ,e,ainkan peran penting dalam penentuan
amplitude anomali lokal dan hasil dari anomali body.teknik Trend surface digunakan
untuk memperoleh komponen regional.Komponen regional dihitung menggunakan
analisis regresi program computer dimana berisi first dan second degree
surfaces.Total dari nilai gravitasi 1620 di interpolasikan dari kontur anomali bouger
paa sudut dari setiap kilometer kotak pada daerah penelitian dan nilai dapat
digunakan untuk membentuk trend surface.First Degree Surface (Gambar 5)
merupakan dipping datar menyebar kearah selatan pada nilai 0.16 mgal/Km.Second
Degree surface *Gambar 6) merupakan Dipping Selatan ,yang berlokasi di tengah,
dipping 11 mgal ke selatan. Mencapai minimal dari 23 dan 18 mg ke barat daya dan
tenggara.

Arah dari zona menaikan gradient gravitasi seoanjang daerah tenggara dan barat daya
Gambar 8. Trend Gravitasi Bouger First Degree dan Trend Gravitasi Bouger Second
Degree dan pemilihan profil regional untuk sayatan BB’

Gambar 9. Bentuk bawah Permukaan dari lapangan Raguba pada sayatan AA’
menujukan kontraks densitas, kedalaman minimum di bawah sea lecel dan panjang
tegaklurus denga profil model yaitu +0.2 g/cm3,2.4 KM dan 60 Km. garis merukuk
pada ketebalan sedimen dari sea level diatas formasi Garga (gambit 2 pada sumur
G1-20-N1-20.

SAYATAN AA’

Anomali Residual pada profil AA’ (gambar 9) memperlihatkan niai gradient


maksimum pada 23 mgal dan gradient maksimum pada arah timur dan barat yaitu 1.0
mgal/km dan 1.1 mgal.km.

Model 2 D dengan koreksi terakhir dgunakan untuk mengiterpertasi sayatan


AA’.panjang dari model tegaklurus dengam sayatan diasumsikan 60 km.gambar 9
memperlihatkan kecocokan atara anomali observasi dan kalkuasi yang berisi struktur
diping yang Nampak pada kedalaman 4.5 dan 5.0 km pad timur dan
barat.Memperlihatkan kedalaman dari formasi Gargaf yang menindih batuan dasar
pada sumur G1-20 dan N1-20 merupakan 3.53 dan 0.89 km.

Gambar 10. . Bentuk bawah Permukaan dari lapangan Raguba pada sayatan BB’
menujukan kontraks densitas, kedalaman minimum di bawah sea lecel dan panjang
tegaklurus denga profil model yaitu +0.2 g/cm3,2.4 KM dan 40 Km. garis merukuk
pada ketebalan sedimen dari sea level le atas formasi Gargaf (gambit 2 pada sumur
D1-20-J1-20 dan Q1-20(B’)
SAYATAN BB’

Anomali gravitasi bouger sepanjang sayatan BB’ (gambar 8) dikarakterisasi


dengan dua zona positif,zona bouger maksimum nilainya 3 mgal berlokasi di tengah
dari bentuk anomali oval dan yang lain zona maksimum bouger bernilai 9.5 mgal di
utara (gambar 4) yang menunjukan di luar peta anomali bouger; gravitsi lokal
rendah ada di selatan dengan 3 mgal peak. Gradient dari tiga bagian (A,B<C) pada
profil (gambar 8) dari utara ke selatan 0.75 .0.77 dan 0.5 mgal/Km

Gradien yang tajam memnandakan adanya anomali body yang ada pada kerak
atas.Model 2 D dengan koreksi mengasumsikan panjang body anomali 40 km
.dimana model (gmabar 10) diasumsikan sebelum anomali residual Karena kontraks
densitas antara basement dan batun yang menindih.model memperlihatkan gentle dip
pada batuan dasar di seblah selatan,juga memperlihatkan ketebalan dari formasi
gargaf yang menindih besment di sumur D1-20(B),J-20 dan Q1-20(B’) yaitu
0.130,0.479 dan 1.622 km.gravitasi lokal yang rendah pada selaran diinterpertasikan
sebagai basement

KESIMPULAN
1. Anomali Residual Positif dapat diinteprpertasikan dalam al ini adalah batuan
dasar tinggi
2. daerah sebelah selatan basement memiliki gentle dip
3. dari pemodelan (gambar 10) dapat disompulkan bahwa cekungan lebarnya 21
km dan kedalaman perlapisan 4 k antara lapagan minyak raguba dan arah
anomali positif utara –baratdaya.

PUSTAKA
Davis, G.V., 1986. Numerical Methods in Engineering and Science, London, Proc.
Conf. p. 213.

El-Batroukh, S. I., & Zentani, A. S. (1980). Gravity interpretation of Raguba field,


Sirte basin, Libya. GEOPHYSICS. https://doi.org/10.1190/1.1441114
TUGAS KONVERSI MATA KULIAH

EKSPLORASI GRAVITASI DAN MAGNETIK

Oleh :

WA ODE NURFADILAH

R1A115061

JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA

FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2020