Anda di halaman 1dari 10

RINGKASAN PERUSAHAAN DAGANG

TUGAS AKUTANSI

DISUSUN OLEH:
AHMAD ZUNURRAINI
NIM : 1902010036
Akuntansi Perusahaan Dagang
Akuntansi Perusahaan Dagang (APD) adalah perusahaan yang kegiatannya menjual
barang dagangan tanpa adanya proses produksi.

1. Pembelian
2. Penjualan
3. Pengeluaran Kas
4. Penerimaan Kas

Syarat-syarat jual beli :

• Loko Gudang : Pada syarat jual beli ini, pembeli harus menganggung biaya
pengiriman barang dari gudang penjual ke gudang pembeli.
• Franco Gudang : Kebalikannya syarat jual beli loko gudang, pada syarat jual
beli ini, penjual menanggung biaya pengiriman barang sampai ke gudang
pembeli.
• Free on board : adalah syarat jual beli yang membebankan biaya pengiriman
barang kepada pembeli dari luar negeri. Biaya pengiriman barangnya meliputi
biaya dari pelabuhan muat penjual sampai ke pelabuhan penerima yang
digunakan oleh si pembeli. Penjual di dalam negeri, dalam hal ini Indonesia,
hanya menanggung biaya pengangkutan sampai ke pelabuhan muatnya saja.
• Cost, Freight, and Insurance : dalah syarat jual beli dimana penjual harus
menanggung biaya pengiriman barang dan asuransi kerugian atas barang yang
dikirim.
Dua Jenis Potongan :

1. Potongan Tunai : diberikan kepada pembeli karena melakukan pembelian


secara tunai. Potongan tunai ini lazimnya dikaitkan dengan ketentuan
pembayaran seperti misalnya 2/10,n/30. Artinya, perusahaan yang membayar
dalam jangka waktu tertentu, 10 hari dalam contoh ini, dianggap membayar
secara tunai sehingga diberi potongan tunai ini.
2. Potongan dagang (trade discount); diberikan kepada pelanggan karena
membeli banyak BD. Potongan dagang ini langsung dikurangkan dari harga
sehingga tidak perlu akun tersendiri di akuntansinya.Potongan dagang ini
diberikan jika pelanggan membeli dalam kuantitas yang banyak. Lazimnya
dipotongkan dari daftar harga (price list) BD. Akuntansi mencatat harga
sesungguhnya yang disepakati oleh pembeli dan penjual. Oleh karenanya,
potongan dagang ini bukan sebagai pengurang harga beli BD. Dengan kata
lain, harga beli BD yang dicatat akuntansi adalah harga setelah dikurangi
potongan dagang.

Buku harian khusus yang ada dalam perusahaan dagang :

1. Buku Harian Penjualan : digunakan untuk mencatat penjualan secara kredit


2. Buku Harian Pembelian : digunakan untuk mencatat pembelian secara kredit.
3. Buku Harian Penerimaan Kas : digunakan untuk mencatat penjualan tunai dan
penerimaan tagihan.
4. Buku Pengeluaran Kas : digunakan untuk mencatat pembelian tunai dan
pembayarn hutang
Karakteristik Akuntansi Perusahaan Dagang
Usaha dagang/ perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya
membeli barang dagang atau dijual kembali tanpa merubah bentuknya, meskipun ada
perubahan hanya sebatas pada pengemasan / pengepakan, sehingga tidak ada proses
berikutnya.
Penghasilan perusahaan dagang bersumber dari hasil penjualan barang sehingga
pendapatan perusahaan dagang dari penjualan dikurangi harga pokok penjualan.
Ciri khusus dari perusahaan dagang adalah membeli/pembelian, pengeluaran uang.

Transaksi yang terjadi dalam perusahaan dagang sama dengan tansaksi yang terdapat
pada perusahaan jasa hanya ditambah adanya transaksi:
1. Pembelian barang dagang yang melibatkan akun-akun: pembelian, retur
pembelian dan pengurangan harga; potongan pembelian; dan biaya angkut
pembelian.
2. Penjualan barang dagang dengan melibatkan akun-akun: penjualan; retur
penjualan dan pengurangan harga; potongan penjualan, dan beban angkut
penjualan

Syarat pembayaran ialah syarat yang berhubungan dengan adanya potongan tunai
maupun jangka waktu kredit. Syarat penyerahan ialah berhubungan dengan biaya
pengiriman yang menanggung pembelian atau penjual.
1. FOB shipping point/ frangko gudang pembeli, artinya semua biaya
pengiriman menjadi tanggungan pembeli sejak dari gudang penjual sampai
dengan gudang pembeli
2. FOB destination point/ fangko gudang penjual, artinya semua biaya
pengiriman menjadi tanggungan penjual sejak dari gudang penjual sampai
dengan gudang pembeli
Ada 2 metode yang dapat digunakan untuk mencatat transaksi khusus perusahaan
dagang kedalam jurnal, yaitu :
1. metode fisik/periodic, yaitu cara mencatat nilai persediaan barang dagang secara
periodik pada setiapakhir periode dengan cara mengadakan inventarisasi secara
fisik.
kebaikannya:
a) menghemat biaya administrasi
b) menghemat pekerjaan
keburukan:
a) tidak dapat mengetahui nilai persediaan barang pada setiap saat
b) untuk mengetahui nilai persediaan harus melakukan investasi secara fisik
2. Metode perpetual/terus-menerus, yaitu cara mencatat nilai persediaan barang
dagangan yang dilakukan secara terus menerus setia terjadi transaksi yang
menyangkut persediaan barang dagangan, baik pada waktu membeli maupun
menjual.
kebaikannya:
a) dapat mengetahui nilai barang setiap saat
b) untuk menetaokan nilai persediaan akhir barang dagangan, tinggal melihat
catatan tidak perlu mengadakan investasi secara fisik
keburukannya:
a) kurang menghemat biaya administrasi
b) pekerja lebih banyak dibanding metode fisik
Perusahaan dagang adalah perusahaan yang membeli barang dagangan dari pemasok
dan menjualnya kembali kepada pelanggan tanpa diproses terlebih dahulu atau tanpa
diubah bentuknya. Bentuk perusahaan dagang antara lain supermarket, penyalur atau
distributor, retailer, dan pengecer.

Ciri – ciri perusahaan dagang yaitu sebagai berikut :


a. Perusahaan dagang membeli barang dagangan untuk dijual kembali kepada
pelanggan
b. Barang dagangan yang dibeli tidak diproses terlebih dahulu sebelum dijual kepada
pelanggan
c. Dalam menghasilkan pendapatan, dilakukan transaksi pembelian dan penjualan
barang dagangan
d. Penjualan merupakan pendapatan untuk perusahaan dagang
e. Biaya untuk memperoleh barang dagangan dilaporkan sebagai harga pokok
penjualan
f. Barang dagangan yang belum terjual disebut persediaan barang dagangan yang
dilaporkan sebagai aktiva lancar dalam neraca
Rekening khusus perusahaan dagang yaitu Rekening yang digunakan pada
perusahaan dagang, yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan barang
dagangan.
Hal ini terlihat secara khusus pada rekening yang digunakan pada perusahaan dagang
antara lain rekening pembelian, persediaan barang dagangan, retur pembelian dan
pengurangan harga, serta potongan pembelian.
a. Pembelian ( purchases), rekening ini digunakan untuk mencatat semua
transaksiyang berkaitan dengan pembelian barang dagangan baik secara tunai
maupun kredit, apabila perusahaan menggunakan metode pencatatan persediaan
barang dengan metode fisik atau periodik.
b. Persediaan barang ( inventory ), rekening ini digunakan untuk mencatat semua
transaksi yang berkaitan dengan pembelian barang dagangan baik secara tunai
maupun kredit, apabila perusahaan menggunakan metode perpetual atau terus -
menerus.
c. Retur pembelian dan pengurangan harga ( purchases return and allowances
), rekening ini digunakan untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan
pengembalian barang yang telah dibeli tetapi dikembalikan karena barang tidak
sesuai dengan yang dipesan atau barang tersebut rusak.
d. Potongan pembelian ( purchases discount ), rekening ini digunakan untuk
mencatat transaksi yang terjadi karena ada potongan pembelian.
Perusahaan ( penjual ) sering menerapkan istilah termin pembayaran. Adapun
syarat penjualan ( termin pembayaran ), antara lain :
• 2/10, n/30 artinya diberikan potongan sebesar 2% dari harga
faktur jika pembayaran dilakukan dalam tempo 10 hari sejak tanggal faktur
dan jika pembayaran dilakukan setelah periode tersebut (10 hari) maka
pembayaran harus dilakukan secara penuh (nominal faktur) dengan batas
waktu 30 hari sejak tanggal faktur.
• n/15, EOM artinya jumlah rupiah dan harga faktur penjualan harus dibayar 15
hari sesudah akhir bulan ( End Of Month ) dibuatnya faktur.
• EOM ( End Of Month ), artinya faktur tersebut harus dilunasi paling lambat
pada akhir bulan pembelian.
• C.O.D ( Cash On Delivery ), artinya harga barang yang dibeli harus dibayar
sebesar harga faktur pada saat barang dikirim dan diterima pembeli.

Beban angkut pembelian (freight-in), merupakan beban yang harus ditanggung


pembeli pada saat pembelian barang dagangan dilakukan. Beban angkut
pembelian ini akan menambah harga perolehan/harga pokok barang dagangan.
Adanya beban agkut pembelian ini tergantung pada syarat penyerahan barang
yang ditentukan oleh penjual. Beberapa syarat penyerahan barang yang biasa
dilakukan sebagai berikut :
1. Free on Board (FOB) destination point (prangko gudang pembeli), yaitu
penjual menanggung semua ongkos pengiriman barang dagangan tersebut sejak
dari gudang penjual sampai barang dagangan ada digudang pembeli.
2. Penjualan (sales ), rekening ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan
barang dagangan baik secara tunai maupun kredit.
3. Retur penjualan dan pengurangan harga (sales return and
allowances), rekening ini digunakan untuk mencatat transaksi yang berkaitan
dengan pengembalian barang yang telah dijual tetapi dikembalikan oleh pembeli
karena barang tidak sesuai dengan yang dipesan atau barang tersebut rusak.
4. Potongan penjualan (sales discount), rekening ini digunakan untuk mencatat
transaksi yang terjadi karena ada potongan penjualan.
5. Beban angkut penjualan (freight-out), rekening ini digunakan untuk mencatat
setiap transaksi penjualan apabila dalam jual beli, penjual yang menanggung
beban tersebut.

Siklus akuntansi perusahaan dagang terdiri dari berikut :


1. Tahap pencatatan
a. Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi
b. Pencatatan dalam jurnal
c. Pemindahan bukuan ke buku besar
2. Tahap pengikhtisaran
a. Pembuatan neraca saldo
b. Pembuatan jurnal penyesuaian
c. Pembuatan neraca lajur
3. Tahap Pelaporan
a. Penghitungan harga pokok penjualan (HPP)
b. Pembuatan laporan keuangan
c. Pembuatan jurnal pembalik
d. Jurnal penutup
e. Pembuatan Neraca Saldo setelah penutup
Metode pencatatan persediaan
a. Metode fisik yaitu Metode pencatatan persediaan secara fisik biasa disebut juga
dengan sistem periodic, karena untuk menentukan nilai atau harga pokok
persediaan barang dagangan di akhir periode akuntansi harus dilakukan
penghitungan secara fisik (stock opname) di gudang tempat menyimpan barang
yang bersangkutan untuk mengetahui besarnya persediaan barang dagangan pada
akhir periode.
b. Metode perpetual Metode ini disebut perpetual atau terus – menerus (continue)
karena aliran barang dagangan dapat diikuti secara terus – menerus setiap saat.
Pembelian dan penjualan ( pengeluaran ) barang dicatat secara langsung di
rekening persediaan pada saat terjadinya transaksi.Prev Menu
Jurnal Khusus Untuk menghemat waktu dan memudahkan pembagian pekerjaan,
maka dirancanglah suatu sistem pencatatan transaksi yang khusus untuk itu , yaitu
jurnal khusus.

Jurnal Khusus
Jurnal khusus adalah jurnal yang dirancang secara khusus untuk mencatat
transaksi yang bersifat sama dan sering terjadi atau berulang ulang, dengan tujuan
agar dapat bekerja secara efektif dan efisien, karena setiap hari terjadi transaksi
yang relatif banyak.
Jurnal khusus yang biasa digunakan dalam akuntansi perusahaan dagang terdiri atas 4
macam, yaitu :
1. Jurnal penerimaan kas (cash receipt journal ), adalah buku jurnal yang
digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan uang atau uang tunai.
Transaksi yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas sebagai berikut :
a) Penjualan
b) Penerimaan pelunasan piutang
c) Penerimaan pendapatan
2. Jurnal pengeluaran kas (cash payment journal), adalah jurnal yang digunakan
untuk mencatat semua transaksi pengeluaran uang kas/pembayaran uang tunai.
Transaksi yang dicatat dal jurnal pengeluaran kas sebagai berikut :
a) Pembelian secara tunai
b) Pembayaran atau pelunasan utang dagang
c) Pembayaran beban – beban
d) Retur penjualan secara tunai
e) Pengambilan uang tunai untuk pribadi
3. Jurnal pembelian (purchases journal), adalah buku jurnal yang digunakan
untuk mencatat semua transaksi pembelian secara kredit, baik pembelian barang
dagangan maupun bukan barang dagangan. Transaksi yang dicatat yaitu sebagai
berikut :
a) Pembelian barang dagangan secara kredit
b) Pembelian perlengkapan, peralatan, dan aktiva lain secara kredit Next
4. Jurnal penjualan (sales journal), adalah buku jurnal yang digunakan untuk
mencatat semua transaksi penjualan barang dagangan secara kredit.