Anda di halaman 1dari 5

CITRA SATELIT GRAVITASI TOPEX/POSEIDON

Data satelit gravitasi adalah data anomali gayaberat yang diperoleh dari

satelit gravimetri seperti satelit Topex/Poseidon dan Jason. Satelit gravimetri

merupakan satelit yang bertugas untuk menyediakan informasi yang cukup akurat

dari model medan gravitasi bumi untuk jangka waktu proyek selama 5 tahun.

Estimasi secara temporal berkala dari medan gravitasi bumi dapat diperoleh berikut

variasinya yang terjadi.

Satelit-satelit yang umumnya digunakan untuk studi medan gravitasi bumi

adalah satelit Topex/ Poseidon dan Jason. Konsep dasar dari satelit gravimetri yaitu

mendeteksi perubahan medan gravitasi bumi dengan cara memonitor perubahan

jarak yang terjadi antara pasangan 2 satelit gravimetri pada orbitnya. Kedua satelit

ini saling melaju pada lintasan orbit dengan jarak satelit satu ke satelit kedua sekitar

220 kilometer. Kedua satelit ini terkoneksi oleh K-band microwave link untuk

menghitung perbedaan jaraknya secara pasti, dan seberapa besar perubahannya

dengan akurasi lebih baik dari 1 um/s. Untuk melihat pergerakan akibat gaya non

gravitasi dari satelit, untuk itu kedua satelit dilengkapi dengan star camera dan

akselerometer. Sementara itu posisi dan kecepatan satelit ditentukan dari sistem GPS

yang ikut terpasang di kedua pasangan satelit gravimetri tersebut. Satelit gravimetri

mempunyai akurasi 1 cm untuk tinggi geoid, dan 1 mGal untuk anomali gravitasi,

pada spasial grid 100 kilometer di permukaan bumi bahkan kurang (Chelton, 2001

dalam Priseptian, 2015).


Gambar. Satelit TOPEX/Poseidon (Abidin, 1999).

Satelit TOPEX/Poseidon (Gambar 8) yang diluncurkan pada Agustus 1992

merupakan hasil kerjasama antara badan antariksa Amerika NASA (National

Aeronatics and Space Administration) dengan badan antariksa Prancis CNES (Centre

National d’Etudes Spatiales). Satelit TOPEX/Poseidon memberikan data terakhirnya

pada 4 Oktober 2005 pada cycle ke-481.Misi TOPEX/Poseidon berakhir secara resmi

pada tanggal 18 Januari 2006 untuk kemudian dilanjutkan oleh satelit Jason-1. Satelit

Jason-1 yang diluncurkan pada 7 Desember 2001 merupakan hasil kerjasama antara

NASA dengan CNES. Satelit Jason-1 adalah misi lanjutan dari TOPEX/Poseidon dan

mempunyai karakteristik serta tujuan yang sama dengan pendahulunya yaitu untuk

mengamati tinggi muka air laut secara global.


Tabel 2. Karakteristik dari satelit TOPEX/Poseidon (Priseptian, 2015)

TUTORIAL EKSTRAK DATA TOPEX


1. Pengumpulan data gravitasi dapat diperoleh dengan mengunduh dari citra satelit
TOPEX melalui situs http://topex.ucsd.edu/cgi-bin/get_data.cgi.
2. Melakukan ekstrak data dengan cara memasukkan batas-batas koordinat dari
daerah kajian. Sistem koordinat yang diinputkan harus dalam bentuk Decimal
Degree. Data yang diperoleh berupa data gravitasi Free Air Anomaly (FAA) dan
juga data topografi.

Topografi
Gravitasi FAA

3. Setalah data yang diinginkan muncul, copy semua data ke dalam Notepad dan
simpan file untuk masing-masing data (data Gravitasi dan data Topografi).
Format data yang ditampilkan berupa kolom pertama merupakan koordinat bujur
(x), kolom kedua adalah koordinat lintang (y), dan kolom ketiga merupakan nilai
FAA atau Topografi.

Data dari Data disimpan


situs TOPEX dalam Notepad
4. Gabungkan data Topografi dan data FAA ke dalam Microsoft Excel, dengan
format kolom pertama merupakan koordinat bujur (x), kolom kedua adalah
koordinat lintang (y), kolom ketiga merupakan nilai elevasi topografi dan
kolom keempat merupakan nilai FAA.

5. Data sudah siap diolah lebih lanjut.