Anda di halaman 1dari 23

BAB V

KONSEP

5.1 Konsep Penataan Site


A. Dasar pertimbangan
Dengan menggunakan bentuk dasar dari pembagian organisasi ruang secara
terpusat, kemudian diikuti dengan organisasi radial. Untuk bentuk massa bangunan
sendiri berupa bentuk persegi/ bujur sangkar.
B. Konsep
Perancangan layout massa bentuk dasar dari pembagian organisasi ruang
secara sumbu, kemudian diikuti dengan organisasi linier dan Radial untuk peletakan
massa bangunan .

Gambar 10.1 Konsep Penataan Site

Sumber; Analisa Penulis

Dari hasil pembentukan masa pada langkah sebelumnya, menggunakan


system dengan organisasi linier dan Radial. Bentuk bangunan adalah bentuk dasar,
persegi, segitiga maupun bujur sangkar.

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 72


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
5.2 Konsep Bentuk Site
Konsep bentuk site adalah pola dasar pembuatan layout, sehingga akan
terbentuknya site plant, sebelum perencanaan dari konsep bentuk site yang di
terapkan pada perencanaan galeri karya arsitektur menerapkan 7 teori arsitektur.
Gambar 1.2 Konsep Penataan Site

Sumber; Analisa Penulis

Mengambil teori organisasi terpusat maupun radial. organisasi terpusat


bentuk dari ruang-ruang sekunder yang mengelilingi suatu ruang dan memiliki
dominan dipusatnya sedangkan organisasi radial adalah sebuah ruang pusat
dimana ada penggabungan dari organisasi terpusat dan organisasi linear.

5.2 Konsep Transformasi Bentuk


Tranformasi bentuk adalah proses pembentukan bentuk dari bentuk yang
sederhana menjadi sebuah bentuk yang mempunyai arti terwujudnya nilai
arsitektur yang kreatif dan inovaif.

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 73


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
A. Bentuk Dasar
Ide bentuk dasar menerapkan bentuk Ppersegi
Gambar 10.2 Bentuk dasar

( Bentuk Dasar )

B. Transformasi Bentuk
1. Perubahan Di mensi Transformsi bentuk pertama
Gambar 10.3 Transformasi Bentuk

Sumber; Analisa Penuli

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 74


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
2. Perubahan dengan Pengurangan Transformasi Bentuk Ke dua
Gambar 10.4 Transformasi Bentuk

Sumber; Analisa Penulis

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 75


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
3. Perubahan dengan penambahan Transformasi Bentuk Ke Tiga
Gambar.10.5 Trabsformasi Bentuk

Sumber; Analisa Penulis

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 76


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
Penjelasan terkait transformasi Bentuk
Mengenai perubahan bentuk dasar dan pengolahan dari masing-masing
massa dapat disimpulkan antara lain :
1. Perubahan Di mensi Transformsi bentuk pertama
Bentuk dasar masa pertama terinspirasi dari sebuah balok, selanjutnya
bentuk diubah dengan mengganti salah satu atau beberapa dimensi-
dimensinya dan tetap mempertahankan identitasnya. Sebuah bentuk
persegi diubah menjadi bentuk balok mengubah ukuran tinggi, lebar atau
panjangnya, kemudian bentuk dipadatkan menjadi bentuk bidang kubus
persegi panjang atau direntangkan menjadi suatu bentuk linier
2. Perubahan dengan Pengurangan Transformasi Bentuk Ke dua
Selanjutnya pengolahan bentuk additif terjadi dibagian depan balok
berupa penambahan balok, perubahan bentuk podium di muka balok.
bentuk diubah dengan mengurangi sebagian dari volumnya dari banyaknya
pengurangan bentuk, mempertahankan identitas asalnya atau diubah
menjadi suatu bentuk yang lain. identitasnya sebagian dari kubus
dihilangkan atau diubah menjadi serangkaian bentuk polyhedron yang
teratur.
3. Perubahan dengan penambahan Transformasi Bentuk Ke Tiga
Suatu bentuk diubah dengan menambah unsure-unsur tertentu kepada
volume balok. Sifat proses penambahan serta jumlah, ukuran relative unsure
yang ditambahkan menentukan identitas bentuk asal dapat dipertahankan
atau berubah pengolahan balok bentuk subtraktif dan hirarki dengan
penambahan ornament persegi panjang menjadi bentuk persegi/kotak.

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 77


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
5.4 Konsep Gubahan Masa
Gubahan massa adalah pengolahan komposisi beberapa bangunan dalam
satu tapak. Gubahan pengolahan bentuk pada suatu bangunan melalui berbagai
pendekatan.menerapkan 7 prinsip arsuteltur mengambil tema linear dan Radial.
Gambar 10.6 Gubahan Mmasa

Sumber; Analisa Penulis


Gambar 10.7 Gubahan masa Terpusat dan Radial

Sumber; Analisa Penu

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 78


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
5.3 Konsep Penataan Tapak
Konsep tapak di peroleh dari alternative yang telah di analisis berdasarkan
pada analisis tapak, kemudian dikembangkan lagi sesuai dengan keterkaitan
tentang objek dalam lahan, antara lain sebagai berikut ini :

5.3.1 Konsep Lahan Efektif


Kebutuhan lahan yang di butuhkan adalah = 10.000 m². Di mana lahan
yang tersebutakan di manfaatkan untutk lahan efektif, lahan yang dapat di bangun,
adalah =9.9850 m² dan GSB adalah = 15 meter, dengan lebar jalan 8 meter.
Gambar 10.8 Konsep Lahan Efektif

Sumber; Analisa Penulis

5.3.2 Konsep Aksesbilitas


Berfungsi sebagai jalur transportasi masuk dan keluarnya kendaraan
umum, baik mobil karyawan maupun pengunjung serta untuk memudahkan titik
pencapaian menuju bangunan. Aksesbilitas di bedakan menjadi 2 bagian, yaitu
sirkulasi kendaraan dan sirkulasi manusia.

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 79


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
1). Sirkulasi kendaraan
Sirkulasi kendaraan di rancang menerapkan prinsip teori Cluster, tujuan
dari penerapan teori tersebut adalah meminimalisir terjadinya cros sirkulasi yang
di akibatkan siklus pertumbuhan mobilitas yang semakin padat, dengan penerapan
teori Cluster tingkat kemacetan dapat di hindari dan siklus kendaraan berjalan
dengan malksimal
Respon Perencanaan
Jalur arus pergerakan kendaraan menggunakan teori Cluster, pada setiap
jalurnya di berikan perkerasan jalan dengan menggunakan rigit ( Semenisasi ) dan
di lapis aspal.
Gambar 10.9 Sirkulasi Kendaraan

Sumber; Analisa Penulis

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 80


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
2). Sirkulasi Manusia
Sirkulasi Manusia di rancang menerapkan prinsip teori Cluster, tujuan dari
penerapan teori tersebut adalah untuk memudahkan mengakses dan mudah di
jangkau para pejalan kaki untuk menuju ke bangunan.
Respon Perencanaan
Jalur akes pejalan kaki di mana setiap jalurnya di rencanakan selasar
dengan perkerasan menggunakan paving block segi lima.
Gambar 11.1 Sirkulasi Manusia

Sumber; Analisa Penulis

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 81


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
5.3.3 Konsep Matahari
Arah edar matahari pada site mengarah pada sisi barat-timur sehingga
banguanan sangat panas saat menjelang pagi hari dan sore hari.
Respon Perancangan
Alternatif untuk meminimalisir terjadinya cahaya sinar matahari terhadap
bangunana adalah pemasangan kaopi, pemberian vegetasi di sekitar bangunan dan
perencanaan bukaan ventilasi.
Gambar 11.2 Konsep Matahari

Sumber; Analisa Penulis

5.3.4 Konsep View


Perencanaan konsep bertujuan untuk mendapatkan arah pandang view yang
baik, View dari luar maupun dari dalam kawasan, sehingga menjadikan poin of
interenst dalam bangunan Galeri Karya Arsitektur.
Respon Perencanaan
View dari luar kawasan bangunan merespon tuntutan desain architektur
Modern Kontemporer sebagai sebagai titik pusat perhatian pengunjung saat
melihat bangunan terminal penumpang type A.

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 82


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
Gambar 11.2 Konsep View

Sumber; Analisa Penulis

5.3.5 Konsep Kebisingan


Potensi tinkat kebisingan yang paling besar berada di muka jalan arteri yang
di sebabkan oleh kendaraan umu maupun armada. Kususnya berada di arah sisi
selatan dan timur
Respon perancangan
Alternatif untuk meminimalisisr tingkat kebisingan pada bangunan terminal type
A atau adalah dengan membangun pagar pembatas di sekeliling bangunan dan
pemberin vegetasi di sekitar kawasan.

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 83


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
Gambar 11.3 konsep Kebisingan

Sumber; Analisa Penulis

5.3.6 Konsep Vegetasi


Konsep vegetasi bertujuan untuk memberikan penghawaan serta
pengendalian kebisingan terhadap bangunan. Dengan menggunakan vegetasi
berdasarkan jenis.
Respon Perencanaan.
Vegetasi sebagai peneduh di tempatkan pada ruang terbuka hijau yang di
gunakan untuk bersantai, Vegetasi sebagai pemecah angin di tempatkan pada sisi
depan dan samping kiri/kanan bangunan sehingga angin yang berhembus dapat di
manimalisir oleh vegetasi, Vegetasi sebagai penyerap kebisingan di posisikan
pada pembatas kawasan dan pagar untuk mengurangi bising, vegetasi sebagai
penyerap karbon dioksida CO² di posisikan di seluruh bangunan, di khususkan
pada area parkir.

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 84


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
Gambar 11.4 Kosep Vegetasi

Sumber; Analisa Penulis

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 85


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
5.4 Konsep Tampilan Bangunan.
Bentuk tampilan berupa bangunan konsep arsitektur Modern
Kontemporer, yang menggunakan teori 7 prinsip arsitektur.
Gambar 11.5 Bentuk Tampilan Bangunan

Sumber; Analisa Penulis

Keterangan :
1. Fokal Poin interents bangunan, di mana arah pandang pertama kali yang di
Lihat dari luar kawasan site yang mengambil konsep arsitektur MODERN
Kontemporer, kemudian dapat di lihat dari pemberian warna-warna pada
bangunan.
2. Scala bangunan di lihat dari manusia dan bentuk bangunan yang selaras,
proporsi dan horizontal.
3. Pengulangan bentuk bangunan terdapat pada gaya bentuk bangunan
kontemporer.

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 86


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
5.5 Konsep Struktur
Konsep struktur pada bangunan terminal angkutan darat antar provinsi di
bagi menjadi 3 bagian, yaitu struktur atas, tengah,dan bawah. Pada peerencanaan
terminal tersebut memiliki 6 masa di mana setiap masa memiliki struktur dan
tingkat kesulitan yang berbeda-beda.
5.5.1 Bahan Material
A. Bahan material struktur atas Atap :
a. Genteng Metal setara Surya Proof
b. Bubungan metal setara surya proof
c. Lisplank kayu meranti 3/20

B. Bahan material struktur atas Kuda-kuda :


a. Rangka baja ringan profil U 100 - 0.55 mm ( merek taso )
b. Baja Ringan Prifil H 70 – 0.55 mm ( merek taso )
c. Sekrop Ø 20.

C. Bahan material struktur atas Ring Balok :


a. Begisting 25/20 ( kayu kelas 3)
b. Besi Tul, Atas = 2-D.12, besi Tul, tengah= 2–D.12, besi Tul,bawah=2–
D.12,
Begel/sengkang= Ø8 - 15
c. Pasir Palu
d. Koral Ø 2
e. Air (Secukupnya)
f. Semen Gresik 50 Kg
g. Obat pekerasan beton

D. Bahan material struktur tengah Kolom Praktis :


a. Begisting 15/15 ( kayu kelas 3)
b. Besi Tul, Atas = 2-Ø12, besi Tul,bawah=2–Ø12, Begel/sengkang= Ø8 -
15

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 87


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
c. Pasir Palu
d. Koral Ø 2
e. Air (Secukupnya)
f. Semen Gresik 50 Kg
g. Obat pekerasan beton
E. Bahan material struktur bawah Pondasi :
a. Batu Foot Plat
b. Besi angkur = p=15, Ø8
c. Pasir palu/
d. Air (Secukupnya)
e. Semen Gresik 50 Kg
f. Panjang beton D. 20 P= 4 meter
Gambar.11.6 Konsep Struktur

Sumber; Analisa Penulis

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 88


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
5.6 Konsep Utilitas
Konsep utilitas pada bangunan galeri karya arsitektur di bagi menjadi 2
bagian, yaitu air bersih, dan air kotor. Pada peerencanaan bangunan tersebut
memiliki 1 masa di mana setiap masa memiliki skema yang berbeda-beda, di
antaranya sebagai berikut ini :
5.6.1 Skema Utilitas Air Bersih
A. Skema Air Bersih
Gambar.11.7 Skema Air Bersih

Sumber; Data Analisa

B. Denah Perencanaan Air Bersih


Gambar.11.8 Skema Air Bersih

Sumber; Data Analisa

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 89


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
C. Gambar Isometri Air Bersih
Gambar.11.9 Gambar Isometri

Sumber; Data Analisa

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 90


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
5.6.2 Skema Utilitas Air Kotor
A. Skema Air Kotor
Limbah Cair
Gambar.12.1 Skema Air Kotor limbah Cair

Sumber; Data Analisa


Limbah Padat
Gambar.12.2 Skema Air Kotor limbah padat

Sumber; Data Analisa

5.6.2 Alat Sanitasi


a. Alat sanitasi air bersih
1.Bak mandi Wc
2.Wastafel
3.Cuci Piring
b. Alat sanitasi air kotor
1.bak mandi Wc
2.Cuci piring
3.Wastafel
c. Alat sanitasi kotoran
1.Closet Jongkok
2.Urinoir

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 91


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
B. Denah Perencanaan Air Kotor Limbah Cair
Gambar.12.3 Skema Air Kotor limbah cair

Sumber; Data Analisa

C. Denah Perencanaan Air Kotor Limbah Padat

Gambar.12.4 Skema Air Bersih

Sumber; Data Analisa

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 92


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
E. Gambar Isometri Air kotor Limbah Cair

Gambar.12.5 Gambar Isometri

Sumber; Data Analisa

F. Gambar Isometri Air kotor Limbah Padat

Gambar.12.7 Gambar Isometri

Sumber; Data Analisa

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 93


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084
F. Gambar Diagram Isometri Air kotor

Gambar.12.8 Gambar Diagra, Isometri

Sumber; Data Analisa

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR VI 94


KUKUH PRASETYO UTOMO 16 11 1001 7312 084

Anda mungkin juga menyukai