Anda di halaman 1dari 6

Lampiran 22

PRE - PLANNING PELAKSANAAN PEMERIKSAAN GARAM BERYODIUM

TERHADAP SAMPEL GARAM SISWA SD RITAYA

DESA KAMPILI KEC. PALLANGGA KAB. GOWA

A. Pendahuluan

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor utama yang diperlukan

untuk melaksanakan pembangunan nasional. Untuk mencapai SDM berkualitas, faktor

gizi memegang peranan penting. Gizi baik akan menghasilkan SDM yang berkualitas

yaitu sehat, cerdas dan memiliki fisik yang tangguh serta produktif.

Perbaikan gizi anak SD sangat penting, mengingat pertama jumlah anak SD

cukup besar yaitu sekitar 15% dari total penduduk, kedua anak SD sedang mengalami

tumbuh kembang yang pesat sehingga memerlukan pemenuhan kebutuhan gizi yang

tepat agar menjadi remaja dan dewasa yang produktif, dan ketika anak SD dapat

dijadikan sebagai media pembawa perubahan (Agent Of Change) bagi pembentukan

perilaku gizi bagi diri sendiri dan keluarganya.

Dari beberapa penelitian diketahui bahwa sebagian anak SD masih mengalami

masalah gizi yang cukup serius seperti Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)

yang ditandai dengan adanya pembesaran gondok masih diderita oleh 11,1% anak SD

(Depkes RI, 2006).

Salah satu upaya strategi untuk mengatasi masalah gizi anak SD adalah program

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dengan melakukan intervensi pada program

pendidikan kesehatan berupa upaya promotif tentang penyuluhan kesehatan tentang


garam beryodium dan pemeriksaan sampel garam yang dibawa anak siswa SD Ritaya

yaitu garam yang dikonsumsi keluarganya.

B. Tujuan Umum

Meningkatnya rumah tangga yang mengkonsumsi garam beryodium yang memenuhi

syarat (30-80 ppm) dan setelah dilakukan pemeriksaan sampel garam anak SD Ritaya,

diharapkan ditemukan gambaran tingkat pemakaian dan konsumsi garam beryodium

oleh keluarga dan masyarakat khususnya dusun lompokiti.

C. Tujuan Khusus

Setelah dilakukan kegiatan pemeriksaan sampel garam dan penyuluhan garam

beryodium ini diharapkan siswa SD dapat:

1. Mengetahui garam beryodium

2. Mengetahui manfaat garam beryodium

3. Mengetahui akibat kekurangan garam beryodium

4. Mengetahui jumlah konsumsi garam yang dianjurkan

5. Mengetahui cara mendapatkan garam beryodium

6. Mengetahui cara menyimpan garam beryodium dengan benar

7. Mengetahui garam beryodium yang baik

8. Mengetahui cara menguji mutu garam beryodium

D. Sasaran dan Target

Sasaran : Seluruh Siswa SD Ritaya dusun Lompokiti

Target: Semua rumah tangga di dusun Lompokiti.


E. Strategi Pelaksanaan

1. Metode

a. Mengusulkan kepada pihak Puskesmas Kampili pengadaan yodium test sesuai

kebutuhan.

b. Melakukan pertemuan dengan kepala sekolah SD Ritaya untuk menentukan

waktu pelaksanaan.

c. Melakukan pemeriksaan sampel garam yang dibawa oleh masing-masing anak

SD selanjutnya dilanjutkan dengan penyuluhan garam beryodium.

2. Strategi Evaluasi

a. Evaluasi struktur

- Seluruh sampel garam dapat diperiksa.

- Mahasiswa dapat memberikan motivasi dalam bentuk penyuluhan

kesehatan tentang garan beryodium secara masal.

b. Evaluasi Proses

- Kegiatan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan garam beryodium

diharapkan berlangsung sesuai rencana.

c. Evaluasi Hasil

- Mahasiswa dapat menjangkau secara keseluruhan semua acara.

- Disamping pemeriksaan garam beryodium, juga memberikan penyuluhan

garam beryodium.

3. Waktu dan tempat

Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 5 Nopember 2010 pukul 10.00 Wita di SD

Ritaya dusun Lompokiti.


4. Pembagian Tugas

Penanggung Jawab Kegiatan :

 Bambang Hermanto, S.Kep (mahasiswa)

 Kepala Puskesmas Kampili

 Kepala sekolah SD Ritaya


LAPORAN PELAKSANAAN PEMERIKSAAN GARAM BERYODIUM

TERHADAP SAMPEL GARAM SISWA SD RITAYA

DESA KAMPILI KEC. PALLANGGA KAB. GOWA

Hari/Tanggal : Jumat, 5 Nopember 2010

Waktu : Pukul 10.00 Wita sampai selesai

Tempat : SD Ritaya dusun Lompokiti Desa Kampili

A. Persiapan :

1. Berdasarkan hasil survei mahasiswa pada beberapa rumah tangga di dusun Lompokiti

pada tanggal 18 Oktober 2010 dilaporkan masih ada rumah tangga yang tidak

menggunakan garam beryodium. Hal ini dapat menimbulkan masalah bagi gizi anak

sekolah terutama terciptanya Sumber Daya Manusia yang handal di masa depan.

Selanjutnya mahasiswa melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah SD Ritaya

disepakati akan dilakukan pemeriksaan terhadap sampel garam siswa SD Ritaya,

sehingga dalam penyusunan POA (Planning Of Action) direncanakan kegiatan

pemeriksaan sampel garam rumah tangga yang dibawa anak SD Ritaya pada tanggal 5

Nopember 2010, kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari pelaksana program

UKS Puskesmas Kampili yang bersedia menyediakan test yodium.

2. Pada tanggal 3 Nopember 2010 mahasiswa Praktek Program Profesi Komunitas PSIK-

UH mengadakan rapat dengan membicarakan pelaksanaan kegiatan dan disepakati di

awali dengan pemberian penyuluhan kesehatan tentang garam beryodium pada siswa

SD Ritaya.
B. Pelaksanaan :

Pemeriksaan sampel garam mulai dilaksanakan pukul 10.00 Wita dan selesai pukul 11.15

Wita. Tehnik pelaksanaan siswa di kumpul disatu kelas yaitu di ruang kelas 2 dengan

memanggil nama siswa satu persatu dari kelas 1 sampai kelas 6 hingga semua sampel

garam dapat diperiksa. Adapun nama siswa dan hasil pemeriksaan terhadap sampel

garam Siswa SD Ritaya disajikan pada tabel 1 (terlampir)

C. Evaluasi :

1. Evaluasi Struktur

- Semua sampel garam telah dapat diperiksa.

- Kegiatan dilaksanakan sesuai waktu yang ditentukan, yaitu dari pukul 10.00 Wita

sampai selesai.

2. Evaluasi Proses

- Dari 70 sampel garam yang diperiksa ditemukan 17 sampel (24,3%) yang tidak

mengandung garam beryodium.

- Selama kegiatan berlangsung, siswa dan guru memberi respon yang baik dan dapat

bekerjasama.

3. Evaluasi Hasil

- Terlaksananya kegiatan pemeriksaan garam beryodium di SD Inpres Ritaya

terhadap 70 sampel garam.

- Terlaksananya penyuluhan kesehatan tentang garam beryodium.