Anda di halaman 1dari 1

Tabel 1.

Disfagia orofaring: proses dan masalah pada tahapan menelan


Tahapan menelan Proses Masalah yang dapat terjadi
Pembentukan bolus Memasukan makanan ke dalam Kehilangan makanan dari mulut;
mulut, manipulasi melalui bahan makanan di sulkus anterior atau
penutupan bibir, stabilitas rahang, lateral, kemampuan mengunyah
aksi lidah, persiapan mendorong terbatas atau imatur; aksi lidah terbatas
makanan atau cairan melalui lidah
posterior
Transit oral Memindahkan bahan makanan Gerakan lidah awal mengakibatkan
melalui kavitas oral (mulut) ke keluarnya makanan dari mulut; iniasi
faring (kerongkongan) propulsi lidah posterior terhambat
Inisiasi fase faringeal Termasuk waktu kritis propulsi Sebelum inisiasi menelan, bahan
lidah dan penutupan jalan napas makanan berada di valekula lebih dari
1 detik dan atau masuk ke sinus
piriform; bahan makanan di jaringan
tonsil atau dinding faring posterior
Fase faringeal Termasuk koordinasi aktif antara Pengurangan derajat penutupan jalan
otot dasar lidah, konstriktor faring, napas dapat mengakibatkan aspirasi,
dan dinding faring posterior, untuk terutama cairan dengan konsistensi
memindahkan bahan makanan tipis; terdapat residu di faring akibat
melalui faring ke sfingter esofagus kekuatan otot berkurang, biasanya
bagian atas pada makanan dengan konsistensi
tebal; aliran balik makanan dari faring
ke nasal; pengurangan derajat
pembukaan sfingter esofagus bagian
atas
Fase esofageal bagian Pembukaan sfingter esofagus Pengurangan derajat pembukaan
atas bagian atas melalui perpindahan sfingter esofagus bagian atas;
anterior dan superior kompleks pengurangan durasi pembukaan
tulang hyoid dan laring; aksi sfingter esofagus bagian atas;
peristaltik untuk memindahkan penebalan otot krikofaring dengan
bolus melalui esofagus jaringan ikat fibrosa (cricopharyngeal
bar) yang dapat menginhibisi transit
bolus; aksi peristaltik untuk
memindahkan bolus melalui esofagus