Anda di halaman 1dari 8

Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 1 No 1 Januari 2020, 1-8

p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655

ANALISIS PRODUK PAKAN TERNAK YANG CACAT


DENGAN MENGGUNAKAN SEVEN TOOL DI PT X
Dendi Rinaldi,Bramastha Bhayu Pratama
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Maarif Hasyim Latif
Email:dendirenaldi86@gmail.com;Bramasthabhayu@gmail.com,

Abstrak - PT X adalah perusahaan yang bergerak dalam produksi pakan ternak yang terletak di Jawa
Timur. Perusahaan ini dapat memproduksi 1300 ton pakan ternak perhari. Produk yang telah sesuai
dengan standar perusahaan dapat didistribusikan kepada konsumen, namun produk yang tidak sesuai
dengan standar perusahaan akan diproduksi ulang dan dianggap produk yang cacat.Tujuan dari
permasalahan ini adalah untuk mengendalikan kualitas produk pakan ternak dengan menggunakan alat
bantu statistik, yaitu seven tool (flow chart, check sheet, histogram, pareto diagram, peta kontrol, cause
and effect diagram,dan scatter diagram) Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa 80% permasalahan
yang terjadi di perusahaan ini adalah nutrisi. Permasalahan tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor,
seperti raw material, dan metode yang dilakukan.Faktor material adalah pengecekan dan pencegahan raw
material dari row material lain maupun dari kutu. Faktor metode yang dapat dilakukan adalah dengan
memberikan wewenang kepada salah satu karyawan untuk memberikan sebuah keputusan. Hal tersebut
diperkirakan dapat meminamalkan produk yang cacat akibat nutrisi.

Kata kunci : Kualitas, Seven tool, Statistical Quality Control, Peta Kontrol P, Standardized control chart

Abstract - PT X is a company engaged in animal feed production located in East Java. This company
can produce 1300 tons of animal feed per day. Products that are in accordance with company standards
can be distributed to consumers, but products that do not comply with company standards will be
reproduced and considered defective products. The aim of this problem is to control the quality of animal
feed products using statistical tools, namely seven tools ( flow charts, check sheets, histograms, pareto
diagrams, control maps, cause and effect diagrams, and scatter diagrams) Analysis conducted shows
that 80% of the problems that occur in this company are nutrition. These problems can occur due to
several factors, such as raw material, and the method used. Material factors are checking and preventing
raw material from other row materials or from fleas. The method factor that can be done is by giving
authority to one of the employees to give a decision. This is expected to minimize defective products due
to nutrition.

Keywords: Quality, Seven tools, Statistical Quality Control, P Control Map, Standardized control chart

DOI: http://dx.doi.org/10.30656/intech.vxix.xxxx 1
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 1 No 1 Januari 2020, 1-8
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655

1. Pendahuluan dihasilkan semakin baik. Dimensi Kualitas


PT X merupakan perusahaan yang menurut Montgomery (2009) adalah:
memproduksi pakan ternak. Sebelum a. Performance : Berdasarkan
didistribusikan, pakan ternak akan diuji kinerja dari produk apakah
untuk menjamin nutrisi dan ketahanan pakan produk telah sesuai dengan
ternak. Apabila hasil pengujian sesuai fungsi dan performa yang
dengan standar yang ditetapkan oleh diharapkan.
perusahaan, maka pakan ternak dapat b. Reliability : kehandalan suatu
didistribusikan. Namun, apabila hasil produk saat mengalami
pengujian tidak sesuai dengan standar yang kerusakan dan harus diperbaiki.
ditetapkan oleh perusahaan, maka pakan c. Durability : Mengukur seberapa
ternak akan diproduksi ulang. Sebelum lama ketahanan suatu produk.
dituang kembali, pakan ternak yang harus d. Serviceability :pelayanan,
diproduksi ulang menyebabkan kapasitas kemudahan, dan kecepatan
penyimpanan Gudang Finished Goods dalam perbaikan suatu produk.
berkurang. Selain dapat meningkatkan biaya e. Aesthetics : Tampilan visual
produksi, pakan ternak yang harus diproduksi produk yang menampakkan
ulang juga dapat menyebabkan bagian aspek emosional dapat
produksi tidak dapat memenuhi permintaan. mempengaruhi tingkat estetika
Hal ini menyebabkan karyawan dan kepuasan konsumen.
mendapatkan surat tugas lembur untuk f. Features : fitur yang ditawarkan
memenuhi produksi. Jika perusahaan selain fungsi dasar dari produk
memiliki jam lembur yang terlalu berlebihan, tersebut.
maka dapat mengurangi pendapatan yang g. Perceived Quality : Reputasi
dimiliki oleh perusahaan. Oleh karena itu, mengenai kualitas produk.
untuk meningkat kualitas yang baik, perlu Reputasi tersebut dipengaruhi
dilakukan pengendalian kualitas dari awal oleh tingkat kegagalan produk,
produksi hingga akhir produksi. jumlah komplain, jumlah retur,
Pengendalian kualitas dilakukan dengan dan bagaimana cara perusahaan
menggungakan seven toll. Menurut menangani komplain.
Montgomery (2009), pengertian kualitas h. Conformance to Standards :
dapat dibagi menjadi dua, yaitu traditional Tingkat kesesuaian produk
dan modern. Pengertian kualitas secara terhadap spesifikasi yang telah
tradisional adalah produk dan layanan yang ditetapkan sebelumnya
digunakan harus sesuai dengan konsumen berdasarkan keinginan
yang akan menggunakan baik dari segi konsumen.
desain, level, dan lain-lain. Pada pengertian
kualitas secara modern menganggap bahwa
kualitas merupakan sesuatu yang berbanding
terbalik dengan variasi. Semakin kecil
variasi, maka kualitas produk yang

DOI: http://dx.doi.org/10.30656/intech.vxix.xxxx 2
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 1 No 1 Januari 2020, 1-8
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655

2. Metode Penelitian Akan tetapi, apabila bentuk pakan pellet atau


Pengumpulan data dilakukan untuk crumble, maka akan dikirimkan ke mesin
mendukung tujuan yang telah dirumuskan. pellet untuk pembentukan pakan. Pakan
Data yang dikumpulkan untuk pelaksanaan ternak yang sudah jadi akan dicek. Apabila
penelitian terdiri menjadi dua, yaitu: sesuai dengan standar perusahaan, maka akan
1. Data Primer didistribusikan. Akan tetapi, jika tidak sesuai
Data primer diambil secara langsung dengan standar perusahaan, maka akan
dengan melakukan pengamatan dan diproduksi ulang. Berikut merupakan
wawancara kepada karyawan pada flowchart produksi pakan ternak:
bagian Quality Control, Warehouse, dan
Feedmill (Produksi pakan ternak). Gambar 4.1 Flow Chart Produksi Pakan
2. Data Sekunder Ternak
Data sekunder didapatkan dari
literature review, sumber lain yang
digunakan sebagai data penunjang dalam
penelitian. Selain itu, data sekunder juga
didapatkan dari data yang
didokumentasikan oleh perusahaan pada
tahun 2014-2016.
3. Hasil dan Pembahasan
Produksi yang dihasilkan oleh PT X
adalah pakan ternak. Terdapat beberapa hasil 4.2 Check Sheet
produksi pakan ternak yang harus diproduksi Berdasarkan dari data produk pakan
ulang. Oleh karena itu, digunakan alat bantu ternak yang cacat yang diperoleh di PT X,
seven tool untuk mengatasi permasalaan maka dilakukan pembuatan check sheet.
tersebut. Berikut merupakan checksheet produk pakan
ternak yang cacat di PT X:
4.1 Flow Chart
Produksi pakan ternak dimulai dari
intake. Intake merupakan persiapan raw Tabel 4. 1 Check Sheet Produk Pakan Ternak yang
Cacat di PT X
material. Raw material yang sudah halus
Jumlah Total tiap
akan dikirimkan ke bagian mixing, namun No Faktor Tahun Cacat faktor
material yang masih dikasar akan dikirim ke 1 2014 483.540
hammermill. Di hammermill, material yang 2 2015 85.300
kasar akan dihaluskan. Hasil material selain 3 2016 545.870
kedelai, akan dikirimkan ke bagian mixing, 4 2014 7.590
namun material yang kedelai akan dikirim ke 5 2015 5.520
extruder untuk dimatangkan. Raw material 6 2016 9.560
akan dicampurkan di mixing dan 7 2014 56.550
ditambahkan dengan formula yang 8 2015 63.250
ditetapkan oleh perusahaan. Jika bentuk 9 2016 95.350
pakan adalah konsentrat, maka akan dikemas. 10 2014 24.540

DOI: http://dx.doi.org/10.30656/intech.vxix.xxxx 3
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 1 No 1 Januari 2020, 1-8
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655

11 2015 12.250 Pareto Chart Produk Pakan Ternak


12 2016 110.460 yang cacat
13 2015 37.650
14 2016 16.810
15 Total 1.554.240 1.554.240 1,554,240
1,477,110 1,531,570
1,114,710 1,329,860
1,114,710
4.3 Histogram
Berdasarkan checksheet di atas, maka 215,150 147,250 54,460 22,670
jumlah produk pakan ternak yang cacat di PT
X dapat digambarkan pada histogram. Nutrisi Unsold Belang Komposisi Basah
Histogram akan membantu menentukan Gambar 4. 3 Diagram Pareto Produk Pakan Ternak
variasi dan frekuensi data pada proses yang Cacat
produksi. Berikut merupakan histogram Di PT X Pada Tahun 2014 Sampai Tahun 2016
produk pakan ternak yang cacat di PT X pada
2014-2016: 4.5 Peta Kontrol
Histogram Produk Pakan Ternak Berikut merupakan peta kontrol P produk
yang cacat pakan ternak yang cacat:
600,000
500,000
AXIS TITLE

400,000 Peta Control P Produk pakan Ternak


300,000
200,000 800 yang Cacat
Zi UCL
100,000
0 600
Kom
Nutr Bas Uns Bela
posi 400
isi ah old ng
Axis Title

si
2014 483,54 7,590 56,550 24,540 0 200
2015 85,300 5,520 63,250 12,250 37,650 0

106
113
1
8
15

92
22
29
36
43
50
57
64
71
78
85

99
2016 545,87 9,560 95,350 110,46 16,810
-200
-400
4.4 Diagram pareto Axis Title
Berikut merupakan diagram pareto Gambar 4. 4 P-Chart Pada Produk Pakan Ternak
produk pakan ternak yang cacat di PT X pada yang Cacat Di PT X
tahun 2014 sampai pada tahun 2016:
4.6 Cause and Effect Diagram
Berikut merupakan cause and effect
diagram pakan ternak yang harus
diproduksi ulang karena faktor nutrisi:

DOI: http://dx.doi.org/10.30656/intech.vxix.xxxx 4
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 1 No 1 Januari 2020, 1-8
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655

Gambar 4.5 Cause and Effect Diagram Pakan Ternak Manusia : Sudah Baik Lebih teliti
yang Diproduksi Ulang Karena Nutrisi Koordinasi by Telp untuk cek

Tabel 4.2 Permasalahan yang Disebabkan oleh Manusia : Monoton Lingkungan


Nutrisi Pada Produk Pakan Ternak Konsentrasi bosan nyaman,
Faktor Permasalaha Usulan tetap
n mengawasi
karyawan
Metode Formula dari Wewenang
Pusat cabang Material : Jamur dan - pesan
terkontamin Kutu RM
Manusia : Iri dengan Menyadari asi secukupnya
Gaji karyawan adanya - Pengecek
jenjang an yang
lebih ketat
Manusia : Produksi Tambahan Material - Gundukan - Diberi
Motivasi berapapun bonus gaji yang campur sekat
gaji tetap tercampur - Tong - Tong
Lebih dari 35 Regenerasi hammermil transpara
Manusia :
masih ada n atau
Usia tahun untuk
performa sisa aplikasi
lebih baik khusus
hammer
Manusia : - Kondisi - Menyediak mill
Psikologis lingkungan an
yang panas lingkungan Cause and effect diagram pakan ternak
dan berisik kerja yang yang harus diproduksi ulang karena faktor
(suara nyaman belang adalah:
mesin)  - Panas :
mood dan exhaust
teliti fan, dan
- ketidakpuas ventilasi
an sesama - Berisik :
rekan kerja. ear plug Gambar 4.5 Cause and Effect Diagram Pakan Ternak
Contohnya - Pelatihan yang Diproduksi Ulang Karena Belang
maintance untuk
mengatasi Tabel 4.3 Permasalahan yang Disebabkan oleh
Belang Pada Produk Pakan Ternak
permasalah
an Faktor Permasalahan Usulan
- Memahami Manusia Warna yang Meningkatkan
sifat dan belang dapat koordinasi
pekerjaan berdampak
sesama pada nutrisi, Memberikan
karyawan. rasa, dan motivasi

DOI: http://dx.doi.org/10.30656/intech.vxix.xxxx 5
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 1 No 1 Januari 2020, 1-8
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655

tampilan dari Berikut merupakan cause and effect


pakan ternak. diagram pakan ternak yang harus
diproduksi ulang karena faktor basah:
Mesin : Mesin sudah - Mengawasi
performa tua sering ketat
mesin trouble perbaikan
preventive
dan reactive
- Beli
Mesin : Lead time Estimasi
spare part lama berdasarkan
LN forecast
Gambar 4.7 Cause and Effect Diagram Pakan Ternak
Mesin Kotor, RM - jadwal yang Diproduksi Ulang Karena basah
kebersihan campur khusus
kebersihan
Tabel 4.5 Permasalahan yang Disebabkan oleh Basah
- Estetika dan Pada Produk Pakan Ternak
kesehatan Faktor Permasalahan Usulan

RM Sisa terlalu Lebih tel Manusia Produksi Memperkirakan lebih


matang berlebihan baik

Pakan ternak yang unsold disebabkan oleh Lingkungan Banjir Antisipasi


faktor manusia. Cara Banjir Menambahkan pallet
penyimpana
n

Cause and efect diagram pakan ternak yang


Gambar 4.6 Cause and Effect Diagram Pakan Ternak harus diproduksi ulang karena komposisi
yang Diproduksi Ulang Karena unsold adalah:
Tabel 4.4 Permasalahan yang Disebabkan oleh unsold
Pada Produk Pakan Ternak
Faktor Permasalah Usulan
an

Manusi Produk - Estimasi


a disimpan - Pengawasan
lebih dari 22 Pengambil Gambar 4.8 Cause and Effect Diagram Pakan Ternak
hari an fifo yang Diproduksi Ulang Karena unsold

Tabel 4.6 Permasalahan yang Disebabkan oleh unsold


Pada Produk Pakan Ternak

DOI: http://dx.doi.org/10.30656/intech.vxix.xxxx 6
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 1 No 1 Januari 2020, 1-8
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655

Faktor Permasalahan Usulan inspection. Produk pakan ternak yang telah


jadi terdapat kemungkinan untuk dilakukan
produksi ulang. Hal tersebut dikarenakan
Manusia Jenis usaha adalah Koordinasi lebih baik
oleh beberapa hal, yaitu nutrisi, belang,
Semi otomatis lagi
unsold, komposisi dan basah.
Mesin Komposisi pakan Pengaturan mesin Pembuatan check sheet menunjukkan
ternak tidak sesuai disesuaikan banyaknya pakan ternak yang harus
kebutuhan diproduksi ulang akibat nutrisi sebanyak
1.114.710, 22.670 produk pakan ternak yang
harus diproduksi ulang akibat pakan ternak
4.7 Scatter Diagram basah, Banyaknya cacat pakan ternak akibat
Variable akan diuji adalah jumlah produk unsold sebanyak 215.150, cacat pakan ternak
pakan ternak yang cacat dengan variable akibat belang sebanyak 147.250, dan sebanyak
jumlah produksi pakan ternak. Pengambilan 54.460 yang disebabkan oleh komposisi.
kedua variable ini bertujuan untuk Hal tersebut menunjukkan bahwa 80 persen
mengetahui hubungan diantara kedua permasalahanproduk pakan ternak yang cacat
variable tersebut. Berikut merupakan scatter di PT X disebabkan oleh kandungan nutrisi.
diagram produk pakan ternak yang cacat di Histogram dari produk pakan ternak yang
PT X pada tahun 2014 sampai pada tahun cacat tidak berbentuk lonceng. Hal ini
2016: dikarenakan oleh jumlah cacat produk akibat
nutrisi naik sampai 545.870, sehingga data
Jumlah Produk Pakan Ternak yang tersebut tidak mendekati nilai rata-rata.
Berdasarkan P-Chart produk pakan ternak
cacat
yang cacat, dapat diketahui bahwa terdapat 48
data yang keluar dari batas kontrol dari 118
200,000 data yang diambil dari tahun 2014 sampai
150,000 tahun 2016.
100,000
Variable jumlah produk pakan ternak
yang cacat dengan variable jumlah produksi
50,000
pakan ternak memilik hubungan negatif.
0 Jumlah produksi akan menurun apabila
0 50 100 150 jumlah cacat meningkat. Akan tetapi, apabila
Tabel 4. 9 Scatter Diagram Produk Pakan Ternak jumlah cacat dapat dikendalikan, maka
yang Cacat jumlah produksi juga dapat dikendalikan.
Di PT X Pada Tahun 2014 Sampai Tahun 2016

4. Kesimpulan
Analisis yang dilakukan adalah analisis
produk pakan ternak yang cacat di PT X. PT
X memproduksi pakan ternak dengan proses
produksi yang dimulai dari intake,
hammermill, mixing, pellet, packing, dan

DOI: http://dx.doi.org/10.30656/intech.vxix.xxxx 7
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 1 No 1 Januari 2020, 1-8
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655

Daftar Pustaka
Durianto, D., Sugiarto, dan Sitinjak, T.
(2004) Strategi Menaklukan Pasar
Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku
Merek, Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama.
Montgomery, D.C. (2009) Introduction to
Statistical Quality Control (6th
edition), New Jersey: John Wiley &
Sons, Inc.
Poerwanto, Hendra (2014) Peta Kendali P-
Chart. [Online]. Tersedia pada:
https://sites.google.com/site/kelolakual
itas/p-Chart (Diakses pada: 10 Maret
2017)
Purnomo, Hari. (2004). Pengantar Teknik
Industri. Yogyakarta: Graha Ilmu. Russel,
R.S. dan Taylor, B. W. (2011) Operations
Management, Creating Value Among The
Supply Chain, Edisi ke-7, New Jersey: John
Wiley and Sons, Inc.

DOI: http://dx.doi.org/10.30656/intech.vxix.xxxx 8