Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Dalam kehidupan sehari-hari sering kita menjumpai jamur. Sebelum kita membahas
tentang jamur kita terlebih dahulu harus mengetahui pengertian dari jamur itu sendiri, Jamur
merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi.
Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme
lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.
Jamur merupakan salah satu mikroorganisme penyebab penyakit pada manusia. Jamur
tumbuh dimana saja dekat dengan kehidupan manusia, baik di udara, tanah, air, pakaian,
bahkan di tubuh manusia sendiri. Ada ribuan spesies yang berbeda dengan karakteristik yang
berbeda yang berada di kelas ini. Mereka terdiri dari dinding sel yang kaku dan juga memiliki
membran inti terikat. Organisme ini gagal untuk photosensitize karena mereka tidak memiliki
klorofil. Karena karakteristik unik dari jamur, mereka telah dikategorikan ke dalam kelompok
yang terpisah, berbeda dari tumbuhan dan hewan.
Meskipun banyak jenis jamur yang bermanfaat bagi kita dalam beberapa cara atau yang
lain, ada spesies tertentu yang dapat menyebabkan beberapa penyakit pada manusia. Jamur bisa
menyebabkan penyakit yang cukup parah bagi manusia. Penyakit yang disebabkan oleh jamur
berasal dari makanan yang kita makan sehari-hari, atau juga dari konsumsi jamur beracun.
Banyak orang meremehkan penyakit karena jamur, seperti panu atau kurap. Padahal, penyakit
ini bisa menular lewat persentuhan kulit, atau juga dari pakaian yang terkontaminasi spora
jamur. Banyak anggapan, penyakit panu atau kurap sekadar masalah kosmetik. Bahkan, jamur
bisa mengenai manusia dari kepala hingga ujung kaki, dari bayi hingga orang dewasa dan orang
lanjut usia. Pada manusia jamur hidup pada lapisan tanduk. Jamur itu kemudian melepaskan
toksin yang bisa menimbulkan peradangan dan iritasi berwarna merah dan gatal. Infeksinya
bisa berupa bercak-bercak warna putih, merah, atau hitam di kulit dengan bentuk simetris. Ada
pula infeksi yang berbentuk lapisan-lapisan sisik pada kulit. Itu tergantung pada jenis jamur
yang menyerang.
Menurut Jimmy Sutomo dari perusahaan Janssen-Cilag, sebagai negara tropis Indonesia
menjadi lahan subur tumbuhnya jamur. Karena itu, penyakit-penyakit akibat jamur sering kali
menjangkiti masyarakat. ''Kita lihat, banyak masyarakat tak menyadari bahwa dirinya

Neneng mildayani 1
terinfeksi oleh jamur. Bahkan, jamur bisa mengenai manusia dari kepala hingga ujung kaki,
dari bayi hingga orang dewasa dan orang lanjut usia,'' ujar Jimmy. Oleh karena itu makalah ini
membahas tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh jamur serta gejalanya. Sebelum mengetahui
apa saja penyakit nya maka kita akan lebih dulu mempelajari jenis-jenis jamur tersebut.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa yang dimaksud dengan jamur ?
2. Apa saja jamur yang menyebabkan penyakit ?
3. Penyakit apa saja yang disebabkan oleh jamur ?
4. Apa saja faktor yang menyebabkan nya ?

1.1 MAKSUD DAN TUJUAN


Adapun maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :

1.1.1 Tujuan Umum


a. Untuk memenuhi tugas pada mata kuliah anatomi fisiologi
b. Untuk memperoleh pengetahuan mengenai jamur
c. Untuk memeberikan pemahaman mengenai penyakit yang disebabkan oleh jamur
1.1.2 Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan jamur
b. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab penyakit jamur
c. Untuk memahami gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh jamur

1.2 MANFAAT
a. Mengetahui faktor terinfeksinya manusia oleh jamur
b. Mengetahui gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh jamur
c. Mengetahui penyebab nya sehingga membuat kita menjadi lebih menjaga
kesehatan
d. Memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis jamur

1.3 METODE PENULISAN MAKALAH


Neneng mildayani 2
Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah dengan melalui dua
cara yaitu :
1. Studi pustaka
Dilakukan dengan mencatat data yang dibutuhkan dari pustaka-pustaka yang ada.
2. Pencarian data
Dilakukan dengan mencari data atau informasi tentang jamur dan penyakit yang
disebabkan oleh jamur dari sumber di berbagai website di internet.

Neneng mildayani 3
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN JAMUR

Jamur dalam bahasa Indonesia memiliki beberapa arti yang berkaitan:

1) Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh dari sekelompok
fungi (Basidiomycota) yang berbentuk seperti payung: terdiri dari bagian yang tegak
("batang") dan bagian yang mendatar atau membulat. Secara teknis biologis, tubuh buah ini
disebut basidium. Beberapa jamur aman dimakan manusia bahkan beberapa dianggap
berkhasiat obat, dan beberapa yang lain beracun. Contoh jamur yang bisa dimakan: jamur
merang (Volvariela volvacea), jamur tiram (Pleurotus), jamur kuping (Auricularia
polytricha), jamur kancing atau champignon (Agaricus campestris), dan jamur shiitake
(Lentinus edulis).

2) Jamur adalah keseluruhan bagian dari fungi: tubuh buah, dan bagian jaring-jaring
di bawah permukaan tanah atau media mycelia yang tersusun dari berkas-berkas hifa.

3) Jamur adalah sebutan lain untuk kapang. Makna ini misalnya dapat disimak
dariungkapan "Rotinya sudah berjamur" yang maksudnya adalah 'rotinya telah
ditumbuhi kapang'.

Jamur adalah organisme yang terdapat dimana-mana di bumi, baik di daerah tropik,
subtropik, di kutub utara, maupun antarika. Fungi juga ditemukan di darat, di perairaian tawar,
di laut, di mangrove, di bawah permukaan tanah, di kedalaman laut, dipengunungan, maupun
di udara. Banyak faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan fungi, antara lain
kelembapan, suhu, keasaman substrat, pengudaraan, dan kehadiran nutrien-nutrien yang
diperlukan.

Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa Fungi adalah nama regnum dari
sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar

Neneng mildayani 4
tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Fungi memiliki bermacam-macam
bentuk. Awam mengenal sebagian besar anggota Fungi sebagai jamur, kapang, khamir, atau
ragi, meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak, bukan
spesiesnya sendiri. Kesulitan dalam mengenal fungi sedikit banyak disebabkan adanya
pergiliran keturunan yang memiliki penampilan yang sama sekali berbeda (ingat metamorfosis
pada serangga atau katak). Fungi memperbanyak diri secara seksual dan aseksual.

Sedangkan dari sudut lain mengatakan bahwa fungi adalah mikroorganisma eukaryotik
yang hidup secara saprofit karena tidak dapat berfotosintesa. Pada dasarnya sel -sel fungi
hampir sama dengan sel - sel hewan. Bahkan hal ini juga yang menjadi salah satu alasan
mengapa sulit ditemukan strategi yang tepat dalam mengobati infeksi oleh jamur tanpa berefek
toksik bagi inang / host nya. Di alam ini fungi dapat bersifat sangat merugikan manusia dengan
menimbulkan infeksi (penyakit) dan toksin yang dihasilkan ataupun bersifat menguntungkan
dengan menghasilkan produk - produk yang dapat digunakan oleh manusia sebagai contoh
antibiotika, vitamin, asam organik dan enzim.

B. KLASIFIKASI PENYAKIT JAMUR

a. Geographic grouping.
Yaitu klasifikasi jamur menurut letak penyebarannya, penyakit jamur yang
menyerang seluruh dunia atau beberapa tempat di dunia.
Contoh :
1) Jamur yang tersebar luas yang dapat menyerang seluruh permukaan bumi ,
misalnya : Trikopitosis dan Histoplasmosis.
2) Jamur yang hanya menyerang beberapa bagian di dunia ini, misalnya :
Bakstimikosis Amerika Utara dan blastomikosis Amerika Selatan.
b. Taxonomy grouping
Pengelompokan secara ilmiah berdasarkan morfologi dan karakteristik kultur; bisa
berbeda menurut authornya masing-masing, contoh:
1) Jamur yang berfilamen yaitu jamur yang pada pembiakan memberikan koloni
filamen misalnya Tricophyton dan Microsporum
2) Jamur ragi yaitu jamur yang pada pembiakan memberikan koloni ragi misalnya
kandida

Neneng mildayani 5
3) Jamur yang mempunyai 2 bentuk (jamur ganda) yaitu jamur yang pada
pembiakan temperatur 370C menghasilkan koloni ragi tetapi pada temperatur
kamar akan memberikan koloni filamen misalnya : Spotrikosis.

c. Berdasarkan etiologi
Pembagian ini sukar karena kita harus sampai pada spesies jamur sebagai
penyebab penyakitnya misalnya :

1) Trikopitosis : penyebabnya Trichophyton


2) Aspergilosis : penyebabnya spesies aspergilus
3) Epidermopitosis : penyebabnya spesies epidermophyton
d. Topographic grouping
Klasifikasi berdasarkan topografi (bentuk klinis).
1) Mikosis superfisialis yaitu jamur yang menyerang lapisan terluar pada kulit,
kuku dan rambut. Dibagi dalam dua bentuk yaitu :
 Dermatofitosis
Penyakit yang disebabkan oleh jamur golongan dermatofit, jamur ini
dapat mencerna keratin kulit ( keratinofilik ), sehingga jamur ini dapat
menyerang lapisan kulit mulai dari stratum korneum sampai stratum basalis.
Penyebabnya adalah fungi dari genus: Trichophyton, Epidermophyton, dan
Microsporum.
Penularan penyakit ini melalui : Kontak langsung , kontak tak langsung
( alat-alat ) dari penderita ( manusia / Antropofilik ).

Genus Trichophyton

Secara Mikroskopik ditemukan hifa bersepta / bersekat, hifa spiral,


ditemukan makrokonidia berbentuk gada berdinding tipis terdiri dari 6 –
12 sel juga ditemukan mikrokonidia yang bentuknya seperti tetes
air. Secara makroskopik ditemukan koloni yang kasar berserbuk / radier
pada bagian tengah menonjol. Contoh: Trichophyton mentagropytes.
Trichophyton rubrum.

Neneng mildayani 6
Gambar. Bentuk koloni dan mikrokonidia serta makrokonidia fungi
Trichophyton mentagrophytes.

Genus Microsporium

Genus Microsporum secara mikroskopik memiliki ciri hifa bersekat,


bentuk Makrokonidia seperti gada dengan dinding sel tebal dan berduri /
kasar, sel pada makrokonidia terdiri dari 8 – 12 sel. Secara makroskopik
koloni tampak granuler berserbuk. Spesies-spesies dari anggota genus ini
diantaranya: M. Cannis, M . gypseum. M. nannum. M. cookei.

Gambar. Makrokonidia dari M. cannis, M. cookie, dan M. gypseum.

Neneng mildayani 7
Genus Epidermophyton

Genus Epidermophyton secara mikroskopik tampak hifa bersekat,


ditemukan makrokonidia berbentuk seperti gada berdinding halus
mengandung 2 - 4 sel, ditemukan klamidospora. Makrokonidia ini
tersusun pada satu konidiophore 2– 3 buah. Tidak ditemukan
mikrokonidia.

Secara makroskopik koloni epidermophyton tampak granuler,


berserabut, menonjol pada bagian tengah. Contoh : Epidermophyton
floccosum.

Gambar. Koloni, Makrokonidia, dan Klamidospora E. floccosum.

 Non-dermatofitosis
Infeksi non dermatofitosis pada kulit biasanya terjadi pada kulit yang
paling luar, karena jamur ini tidak dapat mencerna keratin kulit sehingga
hanya menyerang lapisan kulit bagian luar. Yang termasuk jamur non
dermatofitosis antara lain: Pitiriasis versicolor, Tinea nigra
palmaris, Piedra.

Pitiriasis versicolor

Disebut juga Pityrosporum ovale / Pytirosporum orbiculare / Tinea


versicolor atau Panu disebabkan oleh jamur Malassezia furfur. Penyakit
ini bersifat kronik, ditandai dengan adanya bercak putih sampai coklat
bersisik menyerang pada bagian badan, ketiak, paha, leher, tungkai dan
kulit kepala. Infeksi terjadi jika jamur / hifa/ spora melekat pada kulit.
Penderita mengalami kelainan pada kulit , orang yang berkulit putih maka
jamur akan tampak bercak-bercak coklat atau merah ( hiperpigmentasi )

Neneng mildayani 8
sedangkan pada penderita berkulit sawo matang / hitam maka jamur akan
tampak bercak-bercak lebih muda ( hipopigmentasi ). Dengan
demikian warna kulit tampak bermacam-macam (versicolor). Penderita
mengeluh merasa gatal jika berkeringat atau tanpa keluhan gatal sama
sekali, tetapi penderita merasa malu karena adanya bercak-bercak pada
kulit. Penyebaran jamur ini melalui kontak atau alat- alat pribadi yang
terkontaminasi kulit penderita dan predisposisi kebersihan pribadi.

Koloni M. furfur biasanya ditemukan di kulit kepala, tungkai atas, dan


daerah lipatan, area yang kaya akan kelenjar sebasea dan sekresinya.
Dalam kondisi tertentu Malassezia akan berkembang dari bentuk jamur
sporofit menjadi bentuk miselial dan bersifat pathogen.

Diagnosis terhadap adanya infeksi Pitiriasis versikolor dapat dilakukan


dengan pemeriksaan langsung melalui pengamatan mikroskopis
menggunakan pelarut KOH dan dengan pemeriksaan dengan lampu wood.
Pemeriksaan dengan lampu wood dilakukan pada suatu ruangan yang
gelap. Bagian yang terinfeksi akan menunjukkan fluororesensi berwarna
kuning keemasan.

Gambar. Koloni dan konidia Malassezia

Malassezia memiliki ciri sel yeast berbentuk globose, oblong-ellipsoidal


sampai silindris. Reproduksi dengan budding on a broad base and from the same
site at one pole (unipolar). Kecuali M. pachydermatis, Malassezia yang
merupakan yeast lipofilik, sehingga pertumbuhan in vitro-nya harus distimulasi
dengan minyak alami atau substansi mengandung lemak lainnya. Metode yang
paling umum digunakan adalah dengan menanam pada Sabouraud’s dextrose
agar (SDA) mengandung sikloheksamid (actidione) dengan olive oil atau
Neneng mildayani 9
sebagai alternatif dapat menggunakan media yang lebih khusus seperti Dixon’s
agar yang mengandung gliserol mono-oleate. Pada media tersebut, koloni
tampak berwarna kream sampai kekukingan, halus atau agak berkeriput,
glistening or dull, dan tepi entire or lobate (see photo). Sejauh ini telah diketahui
7 spesies anggota genus Malassezia (Gueho et al. 1996).

Tinea nigra palmaris

Tinea Nigra Palmaris merupakan infeksi jamur yang mengenai tangan


atau kaki yang mengalami bercak-bercak putih atau hitam. Penyebabnya adalah
Phaeoannellomyces werneckii (sebelumnya Cladosporium werneckii atau
Exophiala werneckii – penyebab superficial phaeohyphomycosis (tinea nigra).
Infeksi jamur ini biasanya menyerang telapak tangan atau kaki yang
menimbulkan bercak-bercak warna tengguli hitam, tidak ada keluhan yang jelas
hanya dari segi estetika kurang sedap dipandang karena tampak kotor pada
tangan dan kaki, kadang-kadang terasa gatal.

Gambar. Konidiofor dan konida Cladosporium cladosporioides


Bahan pemeriksaan berasal dari kerokan kulit tempat infeksi, hasil
kerokan langsung dilakukan pemeriksaan mikroskopik dengan menggunakan
KOH 10 %. Jamur akan tampak hifa dan tunas yang berwarna hitam atau hijau
tua dengan spora yang bergerombol.

Piedra

Merupakan infeksi jamur pada rambut, berupa tonjolan, keras melekat


pada rambut. Ada dua jenis piedra yaitu : Piedra hitam dan Piedra putih.

Neneng mildayani 10
Piedra hitam Merupakan infeksi jamur pada rambut kepala yang
disebabkan oleh Piedraia hortai. Infeksi terjadi karena rambut kontak dengan
spora jamur. Rambut yang terinfeksi mengalami kelainan berupa benjolan yang
keras pada rambut yang berwarna coklat kehitaman. Benjolan sulit dilepaskan
jika dipaksakan rambut akan patah. Penderita tidak mengalami gangguan hanya
pada saat menyisir rambut mengalami kesulitan. Bahan pemeriksaan berasal
dari potongan rambut yang terinfeksi, dilakukan pemeriksaan langsung dengan
menggunakan KOH 10 %. Hasil mikroskopik akan tampak hifa yang padat
berwarna tengguli dan ditemukan askus yang mengandung askospora. Jika
ditaman pada media SGA tampak koloni yang berwarna Hitam.
Piedra putih merupakan infeksi jamur pada rambut yang disebabkan oleh
Trichosporon cutaneum. Infeksi terjadi karena rambut kontak dengan spora
jamur. Rambut yang terifeksi mengalami kelainan berupa benjolan yang
tidak berwarna. Bahan pemeriksaan berasal dari rambut yang
terinfeksi dilakukan pemeriksaan langsung dengan menggunakan KOH 10 %.
Tampak anyaman hifa yang padat tidak berwarna atau putih kekuningan,
ditemukan arthrospora pada ujung hifa. jika ditanam pada media akan
tumbuh koloni yang berwarna kuning, granuler.

Gambar. Nodul rambut, arthrospora dan koloni Piedra.

Perbedaan antara dermatofitosis dan nondermatofitosis terletak pada


infeksi di kulit. Golongan dermatofitosis menyerang atau menimbulkan
kelainan di dalam epidermis, mulai dari stratum korneum sampai stratum
basalis, sedangkan golongan nondermatofitosis hanya pada bagian superfisialis
dari epidermis. Hal ini disebabkan dermatofitosis mempunyai afinitas terhadap

Neneng mildayani 11
keratin yang terdapat pada epidermis, rambut dan kuku sehingga infeksinya
lebih dalam.

2) Mikosis Intermediat (Subkutan?)


Yaitu jamur-jamur yang menyerang kulit, mukosa, subkutis dan alat-alat
dalam terutama yang disebabkan oleh spesies kandida sehingga penyakitnya
disebut kandidiasis seperti Candida albicans.
Mikosis subkutan merujuk pada jaringan subkutan dan jarang menyebar
secara sistemik. Biasanya membentuk lesi kulit berupa borok/bisul yang dalam
atau masa fungi, paling umum terdapat pada kaki dan tangan bagian bawah.
Organism penyebabnya adalah saprofit tanah, yang menginfeksi melalui
trauma/luka ke kaki atau tungkai kaki.
Merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur pada jaringan bawah
kulit, bersifat menahun dan menyebabkan pembengkakan dan menimbulkan
kelainan pada alat yang terkena, disertai pembentukan abses dan fistel. Infeksi
yang sering terjadi yaitu: Misetoma, kromomikosis, sporotrikosis,
rinospiridiosis, fikomikosis.

Misetoma

Infeksi yang disebabkan oleh jamur pada jaringan bawah kulit bersifat
menahun dan terjadi pembengkakan serta menimbulkan abses pada daerah
yang terinfeksi. Penyebabnya adalah Actinomyces, Nocardia, Streptomyces,
Madurella sp.

Kromomikosis

Infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Phialophora verrucosa dan


Cladosporium carionii. Jamur ini terdapat di tanah, kayu dan tumbuhan yang
busuk. Infeksi terjadi karena spora masuk melalui luka/lesi pada kulit.
Penyebaran melalui pembuluh limfedan secara hematogen keseluruh organ
dan menjadi sistemik.

Neneng mildayani 12
 Diagnosa

Bahan pemeriksaan berasal dari kerokan kulit atau biopsi jaringan bawah
kulit. Pemeriksaan langsung dengan KOH 10 % tampak spora tengguli
berdinding tebal, satu – satu atau berkelompok hifa bersekat atau tidak
bersekat.

 Kultur

Pada media Sabaroud agar tumbuh koloni mold pada inkubasi suhu ruang
berwarna tenggeli atau hitam.

Gambar koloni da spora Cladosporium

Sporotrikosis

Merupakan infeksi jamur yang disebabkan oleh Sporotrichum


schenckii. Merupakan jamur tanah yang dimorfik yaitu tumbuh pada suhu
ruang membentuk koloni mold dan pada suhu 37˚ C membentuk koloni ragi (
Yeast ). Infeksi terjadi karena masuknya spora melalui inhalasi dan luka. Ada
tiga macam gambaran klinik :

- Sporotrikosis limfatika
- Sporotrikosis pulmonum
- Sporotrikosis desiminata
 Diagnosa
Bahan pemeriksaan berasal dari kulit, biopsi jaringan atau
sputum.Pemeriksaan langsung dengan KOH 10 % tampak blastospota dan
sukar ditemukan.

Neneng mildayani 13
Gambar koloni dan spora Sporotrichum

3) Mikosis Dalam (Sistemik)


Yaitu jamur-jamur yang menyerang subkutis dan alat-alat dalam. Adapun jamur
yang termasuk dalam golongan ini yaitu: Aktinomikosis, Nokardiosis,
Kriptokokosis, Fikomikosis sublutis, Aspergilosis, Histoplasmoosis,
Kromomikosis, Sporotrikosis, Blastomikosis Amerika Utara dan Amerika
Selatan, Misetoma “Madura Foot”.
Mikosis sistemik merupakan infeksi jamur yang mengenai organ –
organ dalam. Ada dua macam infeksi yaitu: Infeksi sistemik primer dan
infeksi oportunis.

a. Infeksi sistemik primer. Disebabkan jamur Nocardiosis, Kriptokokosis,


Histoplasmosis, Koksidioidomikosis, Blastomikosis.
b. Infeksi oportunis. Disebabkan oleh jamur Candida dan Aspergilus.

Nocardiosis

Terdapat 2 bentuk nokardiosis yaitu: Nokardiosis sistemik, Nokardiosis


misetoma.

Nokardiosis sistemik : Penyakit ini disebabkan oleh jamur Nocardia


asteroides, infeksi terjadi melalui inhalasi. Kelainan primer terjadi pada paru –
paru menyebar melalui darah dapat menginfeksi ginjal dan otak.

Neneng mildayani 14
 Diagnosa
Bahan berasal dari sputum, biopsi dan bahan klinik lainnya. Pada
pemeriksaan langsung dengan pulasan Gram atau tahan asam N. asteroides
atau N. Brasiliensis tampak sebagai hifa halus bercabang dan tahan asam pada
pulasan gram bersifat Gram positip.

 Kultur
Tumbuh lambat pada media jamur atau nutrient agar berwarna putih atau
kuning. Koloni Glabrous, irreguler atau granuler.

Kriptokokosis

Merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur Cryptococcus


neoformans. Jamur ini hidup ditanah yang mengandung kotoran burung
merpati, menyebabkan penyakit Meningitis. Infeksi terjadi jika spora masuk
melalui inhalasi ke paru –paru, jamur berkembang biak dalam alveoli dan
dapat menimbulkan penyakit pada paru-paru jika faktor predisposisi
mendukung. Sering kali gejala infeksi paru tidak diperhatikan karena ringan,
tetapi jika telah masuk ke otak dan timbul gejala yang menonjol barulah
dilakukan pemeriksaan terhadap kriptokokosis.

 Diagnosis
Bahan pemeriksaan berasal dari sputum, LCS, darah, Urin, kotoran burung
merpati. Pemeriksaan langsung dilakukan dengan menggunakan tinta cina
untuk melihat adanya kapsul pada spora yang berbentuk oval.

 Kultur
Biakan pada media Sabaroud agar tampak koloni berwarna krem,
konsistensi mucoid (berlendir).

Neneng mildayani 15
Histoplasmosis

Merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur His toplasma


capsulatum yang bersifat dimorfik dan menyebabkan penyakit
histoplasmosis. Infeksi terjadi jika spora masuk melalui inhalasi pada paru-
paru dan menimbulkan peradarangan setempat, diikuti dengan pembesaran
kelenjar limfe regional. Dengan foto Rontgen tampak gambaran menyerupai
tuberculosis paru. Jika infeksi dibiarkan maka akan menimbulkan penyakit
yang lebih parah lagi menyebar ke seluruh organ dalam dan dapat
menimbulkan kematian.

 Diagnosa
Bahan pemeriksaan berasal dari sputum , darah, LCS, urin dan bahan
biopsi. Pemeriksaan langsung dari bahan yang berasal dari jaringan maka akan
tampak spora yang berbentu bulat / oval (yeast).

 Kultur
Bahan pemeriksaab ditanam pada media Saboraud agar akan tumbuh koloni :

- Koloni Yeast jika diinkubasi pada suhu 37˚ C


- Koloni Mold jika diinkubasi pada suhu ruang.
Jika dilakukan pemeriksaan mikroskopik maka pada koloni yeast tampak
spora yang berbentuk oval. Dan pada koloni mold jika dilakukan pemeriksaan
mikroskopik maka tampak hifa- hifa dan makrokonidia.

Kandidiasis

Merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida. Candida


yang paling patogen dan paling sering ditemukan adalah Candida albicans.
Genus ini hidup sebagai saprofit dan merupakan flora normal kulit dan
selaput mukosa, saluran pencernaan, vagina dialam ditemukan pada air, dan
tanah. Infeksi terjadi melalui kontak, tertelan, dan lesi/traumatic. Jamur ini
berbentuk dimorfik yaitu berbentuk hifa/pseudohifa ditemukan pada penyakit
atau bentuk patogen dan berbentuk ragi (yeast) merupakan bentuk istirahat

Neneng mildayani 16
sebagai saprofit. Candida berada pada jaringan yang mati dan melakukan
invasi kebawah permukaan kulit atau mukosa yang luka, terjadinya invasi ke
jaringan bawah kulit dipengaruhi oleh faktor virulensi, kolonisasi pada kulit
serta terjadinya penurunan daya tahan tubuh. Faktor virulensi berperan dalam
terjadinya adhesi Candida pada endotel dan epitel, sekresi enzim memudahkan
invasi jaringan dan kemampuan mengatasi imunitas inang, Candida mampu
membentuk pseudohifa dan enzim proteinase aspartat untuk menembus sel
jaringan inang. Terdapat beberapa bentuk gambaran klinik yaitu:

1. Kandidiasis kurtis, terdiri dari: Kandidiasis intertriginosa, Paronikia,


Diaper diasease (kandidiasis popok) dan Glanuloma kandida.
2. Kandidiasis mukokotan terdiri dari:
o Pada mulut: thrush, glosistis, stomatis, chelitis, perleche
o Vaginitis
o Bronchus dan paru-paru
o Saluran pencernaan
o Kandidiassis mukokutan kronik
3. Kandidiasis sistemik terdiri dari: Tractusurinarius, Endokarditis,
Meningitis, Septikemia, kandidemia latrogenik, dan Kandidiasis
desiminata.

 Diagnosa
Bahan pemeriksaan berasal dari swab vagina, sputum, LCS, sekret
mata, mukosa mulut. Pemeriksaan langsung dengan pulasan gram dan
KOH 10 %. Secara mikroskopik tampak spora yang berbentuk oval, pada
pulasan gram bersifat gram positip. Ditemukan blastospora, klamidospora,
pseudohifa.

 Kultur
Pada media Sabaroud agar koloni tampak krem konsistensi smooth.
Bau seperti ragi.

Aspergilosis

Neneng mildayani 17
Merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur Aspergillus. Jamur ini
terdapat dialam bebas, sehingga sporanya sering diisolasi dari udara.
Aspergilus termasuk jamur kontaminan. Species yang sering dianggap
penyebab penyakit adalah : A. Fumigatus, A. niger, dan A. flavus. Cara
infeksi tergantung lokasi yang diinfeksi ada beberapa bentuk
yaitu: Aspergilosis kulit, Aspergilosis sinus, Aspergilosis
paru, Aspergilosis sistemik.

 Diagnosis
Bahan pemeriksaan berasal dari sputum, sekret hidung, nanah, kerokan
kulit, kerokan kuku, biopsi jaringan dll. Pemeriksaan langsung dari bahan
pemeriksaan ditemukan hifa bersekat, bercabang dengan atau tanpa spora,
ditemukan bangunan aspergilus vesikel, sterigmata.

 Kultur
Pada media Sabaroud agar dapat tumbuh cepat pada suhu ruang
membentuk koloni mold yang granuler, berserabut dengan beberapa
warna sebagai salah satu ciri identifikasi. Aspergilus fumigatus koloni
berwarna hijau, Aspergilus niger koloni berwarna hitam dan Aspergilus
flavus koloni berwarna putih atau kuning.

Gambar. Aspergillus sp.

Neneng mildayani 18
C. Penyakit jamur pada manusia

Penyakit yang disebabkan jamur pada manusia disebut mikosis, yaitu mikosis
superficial dan mikosis sistemik. Mikosis superfisial merupakan mikosis yang menyerang
kulit, kuku, dan rambut terutama disebabkan oleh 3 genera jamur, yaitu Trichophyton,
Microsporum, dan Epidermophyton. Sedangkan mikosis sistemik merupakan mikosis yang
menyerang alat-alat dalam, seperti jaringan sub-cutan, paru-paru, ginjal, jantung, mukosa
mulut, usus, dan vagina.

1. JENIS MIKOSIS SUPERFISIAL


a.Tineacapitis
Merupakan infeksi jamur yang menyerang stratum corneum kulit kepala dan rambut
kepala, yang disebabkan oleh jamur Mycrosporum dan Trichophyton. Gejalnya adalah rambut
yang terkena tampak kusam, mudah patah dan tinggal rambut yang pendek-pendek pada daerah
yang botak. Pada infeksi yang berat dapat menyebabkan edematous dan bernanah.

b.Tineafavosa
Merupakan infeksi pada kulit kepala, kulit badan yang tidak berambut dan kuku.
Penyebabnya adalah Trichophyton schoenleinii. Gejalnya berupa bintik-bintik putih pada kulit
kepala kemudian membesar membentuk kerak yang berwarna kuning kotor. Kerak ini sangat
lengket daln bila diangkat akan meninggalkan luka basah atau bernanah.

c.Tineabarbae
Merupakan infeksi jamur yang menyerang daerah yang berjanggut dan kulit leher, rambut
dan folikel rambut. Penyebabnya adalah Trichophyton mentagrophytes, Trichophyton
violaceum, Microsporum cranis.

Neneng mildayani 19
d. Dermatophytosis(Tinea pedis, Athele foot)
Merupakan infeksi jamur superfisial yang kronis mengenai kulit terutama kulit di sela-sela jari
kaki. Dalam kondisi berat dapat bernanah. Penyebabnya adalah Trichophyton sp.

e.Tineacruris
Merupakan infeksi mikosis superfisial yang mengenai paha bagian atas sebelah dalam.
Pada kasus yang berat dapat pula mengenai kulit sekitarnya. Penyebabnya adalah
Epidermophyton floccosum atau Trichophyton sp.

f.Tineaversicolor (panu)
Merupakan mikosis superfisial dengan gejala berupa bercak putih kekuning-kuningan
disertai rasa gatal, biasanya pada kulit dada, bahu punggung, axilla, leher dan perut bagian atas.
Penyebabnya adalah Malassezia furtur.

g.Tineacircinata (Tineacorporis)
Merupakan mikosis superfisial berbentuk bulat-bulat (cincin) dimana terjadinya jaringan
granulamatous, pengelupasan lesi kulit disertai rasa gatal. Gejalanya bermula berupa papula
kemerahan yang melebar.

h.Otomycosis (Mryngomycosis)
Merupakan mikosis superfisial yang menyerang lubang telinga dan kulit di sekitarnya
yang menimbulkan rasa gatal dan sakit. Bila ada infeksi sekunder akan menjadi bernanah.
Penyebabnya adalah Epidermophyton floccosum dan Trichophyton sp.

2. JENIS MIKOSIS SISTEMATIK


a. Nocardiosis
Merupakan mikosisi yang menyerang jaringan subkutan, yakni terjadi pembengkakan
jaringan yang terkena dan terjadinya lubang-lubang yang mengeluarkan nanah dan jamurnya
berupa granula. Penyebabnya adalah Nocardia asteroides.

b. Candidiasis

Neneng mildayani 20
Merupakan mikosis yang menyerang kulit, kuku atau organ tubuh seperti hantung dan paru-
paru, selaput lendir dan juga vagina. Infeksi ini terjadi karena faktor predisposisi, misalnya
diabetes, AIDS, daerah kulit yang lembab dan obesitas. Penyebabnya adalah Candida albicans.
c. Actinomycosis
Merupakan mikosis yang ditandai dengan adanya jaringan granulomatous, bernanah disertai
dengan terjadinya abses dan fistula. Penyebabnya adalah Actinomyces bovis.

d. Maduromycosis (Madurafoot)
Merupakan mikosis pada kaki yang ditandai dengan terjadinya massa granulomatous yang
biasanya meluas ke jaringan lunak dan tulang kaki. Gejalanya dimulai dengan adanya lesi pada
tapak kaki bagian belakang, timbul massa granulomatous dan abses yang kemudian terjadi
sinus-sinus yang mengeluarkan nanah dan granula. Penyebabnya adalah Allescheris boydii,
Cephalosporium falciforme, Madurella mycetomi, dan Madurella grisea.

e. Coccidioidomycosis
Merupakan mikosis yang mengenai paru-paru yang disebabkan oleh Coccidioides immitis.
Gejalnya mirip dengan pneumonia yang lain, berupa batuk dengan atau tanpa sputum yang
biasanya disertai dengan pleuritis.

f. Sporotrichosis
Merupakan mikosis yang bersifat granulomatous menimbulkan terjadinya benjolan gumma,
ulcus dan abses yang biasanya mengenai juga kulit dan kelenjar lympha superfisial.
Penyebabnya adalah Sporotrichum schenckii. Gejala awalnya berupa benjolan (nodul) di
bawah kulit kemudian membesar, merah, meradang, mengalami nekrosis kemudian terbentuk
ulcus. Nodul yang sama terjadi sepanjang jaringan lympha.

g. Blastomycosis
Merupakan mikosis yang menyerang kulit, paru-paru, viscera, tulang dan sistem saraf.
Penyebabnya adalah Blastomyces dermatitidis dan Blastomyces brasieliensis. Blastomycosis
kulit gejalanya brupa papula atau pustula yang berkembang menjadi ulcus kronis dengan
jaringan granulasi pada alasnya. Kulit yang sering terkena adalah wajah, leher, lengan dan kaki.
Bila menyerang organ dalam, gejalanya mirip tuberculosis.

Neneng mildayani 21
C. Penyakit Yang Disebabkan Jamur

1. Kaki Atlet
Dinamakan penyakit kaki atlet karena kebanyakan
jamur ini menyerang bagian kaki seorang olahragawan
yang biasanya lembab karena rutinitas olahraganya.
Jika terinfeksi jamur ini akan timbul rasa gatal,
terbakar, kulit mengelupas, bahkan bisa lecet dan luka,
serta menimbulkan bau tak sedap.
Jamur ini timbul di area yang lembab seperti kaki para atlet, kolam renang, sungai, kaos
kaki. Dan ketika jamur ini bertemu dengan sel mati dari kulit, kulit kepala, kuku dan
lain-lain maka jamur tersebut akan berkembang biak dengan subur.
Gelaja pada penyakit ini : rasa gatal, kulit mengelupas, kulit retak, rasa terbakar,
pelunakan.
Cara pengobatan : pengobatan bisa dilakukan dalam dua cara, yang pertama yaitu
dengan cara mengoleskan salep anti jamur pada area yang terinfeksi. Kedua
mengkonsumsi obat-obatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Kurap
Kurap dalam bahasa ilmiah disebut tinea corporis adalah
sejenis penyakit jamur yang lainnya. Biasanya infeksi
tertular dari sentuhan langsung maupun tidak langsung
dengan orang yang sudah terinfeksi, hewan, pakaian atau
furniture yang terdapat jamur ini.
Gejala pada penyakit ini : terlihat area yang terinfeksi berbentuk
menlingkar seperti cincin yang berwarna merah.
Cara pengobatan : mengoleskan salep anti jamur di area yang terinfeksi, atau bisa juga
dengan obat oles lainnya. Jika kasus lebih berat maka diperlukan pengobatan dari dalam
dengan cara mengkonsumsi obat yang menaikan daya tahan tubuh.

3. Penyakit Jamur Tinea Capitis

Neneng mildayani 22
Jamur ini menargetkan lokasi yang diserang hanya
pada bagian kulit kepala dan rambut saja. Penyakit
ini biasa menyerang pada hewan, tetapi bisa pula
menyerang pada manusia.
Gejala pada penyakit ini : menyebabkan rambut
rontok pada beberapa daerah, sering disertai ruam bersisik, bentuk yang terparah ketika
ruam berbentuk besar dan rasa sakit yang amat sangat, jika tidak ditangani secepatnya
maka akan menyebabkan botak permanen.

Cara pengobatan : berbeda dengan penyakit jamur lainnya, pengobatan tinea capitis
harus dengan cara pengobatan teratur sealam1 samapai 3 bulan, dengan mengkonsumsi
obat khusus.

4. Panu

Panu atau dikenal dengan nama lain tinea versicolor


adalah infeksi jamur yang merusak jaringan terluar
kulit, biasanya terkena pada remaja dan anak-
anak.Gejala pada penyakit ini : tanda yang jelas pada
penyakit ini adalah bintik-bintik putih pada daerah yang
terinfeksi dalam jumlah yang banyak dan terpisah-pisah.
Cara pengobatan : karena yang terinfeksi hanya pada bagian teratas kulit maka
pengobatan dengan cara mengoleskan obat anti jamur maka akan teratasi dengan cepat.
Tetapi dari semua itu penyebab utama bukanlah jamur, melainkan lemahnya imun
tubuh. Cara menaikan imun tubuh yang terbaik adalah dengan cara berpuas sunnah,
sholat tahajud dan berbekam.

5. Meningitis Jamu

Infeksi jamur ini disebabkan oleh kriptokokus yang


mengarah ke peradangan pada selaput tipis yang
menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Sebuah

Neneng mildayani 23
kondisi yang mengancam jiwa umum yang mempengaruhi banyak pasien HIV, infeksi
biasanya diperoleh melalui inhalasi sel jamur di udara. Organisme ini biasanya
berkembang dalam tubuh orang dengan sistem kekebalan tubuh melemah.

Gejala penyakitnya : mengantuk, sakit kepala, dan kebingungan. Diagnosa di buat dari
cairan tulang belakang dan pemeriksaan darah. Pengobatan anti jamur biasanya yang
diberikan secara intraven ( melalui darah) yang dapat berlangsung selama berminggu-
mingu, pasien AIDS yang diberikan ART kurang mungkin untuk mengembangkan
infeksi opurtunistik ini. Namun jika terjadi pada pasien ini pengobatan, pemeliharaan
tahan lama dengan obat-obat yang diberikan untuk mencegah kekambuhan.

6. Infeksi Aspergillus

Jamur Aspergillus menyebar diudara dan


menyebabkan infeksi serous pada paru-paru dan
darah pada orang dengan sistem kekebalan tubuh
lemah seperti penderita kanker HIV atau
penerima donor sum-sum tulang. Mereka
ditemukan dalam sistem penyejuk udara, ditempat tidur, tanaman, ruang bawah tanah,
debu,dan hampir dimana-man. Jamur ini bertindak sebagai alergen potensial yang dapat
memicu asma. Gejalnya batuk, dan demam. Infeksi dapat diobati dengan obat anti
jamur seperti vorikonazol.

7. Jockltch (Gatal Selangkangan)

Infeksi kulit ini biasanya dikenal sebagai tinea cruris


disebabkan oleh jamur tinea. Jamur ini hidup di daerah
yang hangat dan lembab seperti alat kelamin,bokong, dan
paha bagian dalam. Infeksi sering terjadi dimusim panas,
serta di iklim hangat dan basah. Hal ini menyebabkan
merah, ruam, gatal dengan bentuk cincin, kontak
Neneng mildayani 24
langsung dengan orang yang terinfeksi dapat menyebabkan penyebaran infeksi. Gejala
termasuk gatal, terbakar, kemerajan, mengelupas, atau kulit pecah-pecah. Perawatan
termasuk penggunaan krim untuk infeksi yang bebas dijual dan resep antijamur ringan
untuk infeksi berat. Jauhkan daerah yang terkena dampak telah bersih dan kering. Hal
ini juga penting untuk mengganti pakaian anda sehari-hari.

8. Keputihan
Keputihan Patologis, merupakan keputihan yang tidak normal yang terjadi karena
infeksi pada vagina, adanya benda asing pada vagina atau karena keganasan. Infeksi
bisa sebagai akibat dari virus, bakteri, jamur, dan parasit bersel satu Trichomonas
vaginalis. Dapat pula disebabkan oleh iritasi karena berbagai sebab seperti iritasi akibat
bahan pembersih vagina, iritasi saat berhubungan seksual, penggunaan tampon, dan alat
kontrasepsi. Infeksi virus, bakteri, dan parasit bersel satu umumnya didapatkan saat
melakukan aktivitas seksual. Keputihan ini berupa cairan berwarna kekuningan hingga
kehijauan, jumlahnya banyak bahkan bisa sampai keluar dari celana dalam, kental,
lengket, berbau tidak sedap atau busuk, terasa sangat gatal atau panas, dan
menimbulkan luka di daerah mulut vagina. Keputihan jenis ini harus diwaspadai
mengingat dapat menjadi salah satu indikasi gejala adanya kanker leher rahim. Oleh
karena itu, keputihan patologis harus dicari penyebabnya dan diobati secara adekuat
sejak dini.

9. Penyakit Histoplasmosis
Penyebab dari histoplasmosis adalah terpaparnya seseorang oleh jamur yang diberi
nama Histoplasma capsulatum. Jamur ini terutama sering berada pada kandang ayam
dan merpati, lumbung tua, taman dan gua yang merupakan tanah basah yang kaya bahan
organik, terutama kotoran dari burung dan kelelawar. Suhu tubuh burung yang terlalu
tinggi, menyebabkan burung tidak dapat terinfeksi dengan histoplasmosis, namun
burung dapat membawa H. capsulatum di bulu mereka. Selain itu, kotoran burung dapat
mendukung pertumbuhan jamur. Kelelawar memiliki suhu tubuh lebih rendah dan
dapat terinfeksi, namun seseorang tidak dapat terjangkit penyakit ini dari
kelelawar atau dari orang lain.

10. Viginitas

Neneng mildayani 25
Penyakit Vagina yang disebabbkan oleh jamur dan bakteri. Jenis bakteri penyebab
penyakit ini adalah bakteri Clhamydia dan Gonorrhea. Walaupun jenis bakteri ini
kurang berbahaya, namun bakteri ini dapat menetap menimbulkan penyakit.

11. Jamur Candida atau Monilia

Keputihan akibat jamur ini akan berwarna putih susu, kental, berbau agak keras, disertai
rasa gatal yang dominan pada vagina. Akibatnya, mulut vagina menjadi kemerahan dan
meradang. Keputihan ini biasanya dipicu oleh kehamilan, penyakit kencing manis,
pemakaian pil KB, dan rendahnya daya tahan tubuh. Bayi yang baru lahir juga bisa
tertular keputihan akibat jamur Candida ini karena tanpa sengaja tertelan cairan ibunya
yang adalah penderita saat persalinan.

D. Faktor Yang Menyebabkan Terinfeksi Jamur

1. Lembab dan panas dari lingkungan


2. dari pakaian ketat dan pakaian tak menyerap keringat.
3. Keringat berlebihan karena berolahraga atau karena kegemukan.
4. Friksi atau trauma minor, misalnya gesekan pada paha orang gemuk.
5. Keseimbangan flora tubuh normal terganggu, antara lain karena pemakaian
antibiotik, atau hormonal dalam jangka panjang.

E. Cara Memastikan Penyakit Jamur


o Pemeriksaan tampilan secara klinis.
o Pemeriksaan dengan bantuan sinar lampu Wood (UV), kerokan kulit, mukosa, kuku untuk
pemeriksaan mikroskopik, dan pemeriksaan biakan untuk mengetahui jenis jamurnya
Nampak untaian jamur ( pemeriksaan mikroskop ) terdiri dari spora dan hifa yang saling
bergabung satu sama lainnya.

G. Rantai infeksi
Neneng mildayani 26
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Jamur merupakan salah satu mikroorganisme penyebab penyakit pada manusia.
Jamur tumbuh dimana saja dekat dengan kehidupan manusia, baik di udara, tanah, air,
pakaian, bahkan di tubuh manusia sendiri. Ada ribuan spesies yang berbeda dengan
karakteristik yang berbeda yang berada di kelas ini. Mereka terdiri dari dinding sel yang kaku
dan juga memiliki membran inti terikat. Organisme ini gagal untuk photosensitize karena
mereka tidak memiliki klorofil. Karena karakteristik unik dari jamur, mereka telah
dikategorikan ke dalam kelompok yang terpisah, berbeda dari tumbuhan dan hewan.
B. Saran

Neneng mildayani 27
Untuk mencegah Penyakit yang disebabkan oleh jamur dalam kehidupan sehari-
hari, sebaiknya bila udara terasa panas, maka kita harus rajin menyeka keringat yang
menempel di badan. Baju yang dikenakan juga sebaiknya yang menyerap keringat. Bila
terpaksa harus mengenakan baju yang tidak menyerap keringat, kita harus sesering mungkin
mengganti baju tersebut.

Neneng mildayani 28