Anda di halaman 1dari 17

0

Penatalaksanaan Fisioterapi pada kasus Tennis Elbow

Contoh Kasus :
Klien dengan inisial Ny. Z (33 Tahun) dengan diagnosa Tennis elbow dextra
dilakukan assesment diperoleh data sebagai berikut: Klien merasakan nyeri pada siku
bagian kanan. Nyeri sangat dirasakan ketika pasien menggerakkan siku seperti
gerakan menyapu, pada saat melakukan latihan tenis meja mengalami sakit saat
bergerak, dan Klien merasa nyaman ketika siku bagian kanan tidak untuk
beraktivitas. Keluhan yang dirasakan setelah Ny.Z bermain tenis meja karena
melakukan gerakan overstretch saat bermain tennis outdor sejak 2 Minggu yang lalu.

A. PEMERIKSAAN SUBJEKTIF
1. Nordic Body Map
Kuisioner Kelelahan Umum dengan 30 Item Pertanyaan

1
No Pertanyaan Ya/Tidak
1 Apakah saudara merasa berat di bagian kepala ? Tidak
2 Apakah saudara merasa lelah pada seluruh badan ? Tidak
3 Apakah kaki saudara merasa berat ? Tidak
4 Apakah saudara menguap ? Tidak
5 Apakah pikiran saudara merasa kacau ? Tidak
6 Apakah saudara merasa mengantuk ? Tidak
7 Apakah saudara merasa ada beban pada mata ? Tidak
Apakah saudara merasa kaku atau canggung dalam
8 Ya
bergerak?
9 Apakah saudara merasa sempoyongan dalam berdiri ? Tidak
10 Apakah ada perasaan ingin berbaring ? Tidak
11 Apakah saudara merasa susah berpikir ? Tidak
12 Apakah saudara merasa lelah untuk berbicara ? Tidak
13 Apakah perasaan saudara menjadi gugup ? Tidak
14 Apakah saudara tidak bisa berkonsentrasi ? Tidak
Apakah saudara tidak dapat memusatkan perhatian
15 Tidak
terhadap sesuatu ?
Apakah saudara mempunyai kecendrungan untuk
16 Tidak
lupa ?
17 Apakah saudara merasa kurang percaya diri ? Tidak
18 Apakah saudara merasa cemas terhadap sesuatu ? Tidak
19 Apakah saudara merasa tidak dapat mengontrol sikap ? Tidak
20 Apakah saudara merasa tidak tekun dalam pekerjaan ? Tidak
21 Apakah saudara sakit kepala ? Tidak
22 Apakah saudara merasa kaku di bagian bahu ? Tidak
23 Apakah saudara merasa nyeri di bangian punggung ? Tidak
24 Apakah nafas saudara merasa tertekan ? Tidak
25 Apakah saudara merasa haus ? Tidak
26 Apakah saudara merasa serak ? Tidak
27 Apakah saudara merasa pening ? Tidak
28 Apakah kelopak mata saudara merasa kejang ? Tidak
Apakah anggota badan saudara terasa bergetar
29 Tidak
(tremor) ? 2
30 Apakah saudara merasa kurang sehat ? Tidak
Dari hasil Kuesioner dengan 30 item pertanyaan dapat disimpulkan:
 Berdasarkan pertanyaan nomor 1-10 menggambarkan kondisi
musculoskletal yang baik karena hanya 90% dari 10 (sepuluh) item
tersebut tidak memiliki gangguan selain terasaterasa kaku saat bergerak.
 Berdasarkan pertanyaan nomor 11-20 menggambarkan kondisi umum
yang baik terbukti 100% dari 10 (sepuluh) item tersebut klien tidak
memiliki masalah pada motivasi.
 Berdasarkan pertanyaan 21-30 menggambarkan kondisi fisik yang baik
karena dari
No. Lokasi Penderita
100% dari 10
0 Sakit kaku pada leher atas A
1 Sakit pada leher bawah A (sepuluh)

2 Sakit pada bahu kiri A item tersebut

3 Sakit pada bahu kanan A tidak memiliki


4 Sakit pada lengan atas kiri A gangguan.
5 Sakit pada punggung A
6 Sakit pada lengan atas kanan A Tabel 1. Nordic
7 Sakit pada pinggul A Body Map
8 Sakit pada pantat (buttock) A Questionare
9 Sakit pada pantat (Buttom) A Keterangan
10 Sakit pada siku kiri A Tidak Terasa Sakit (A)
11 Sakit pada siku kanan D
Sedikit Sakit (B)
12 Sakit pada lengan bawah kiri A
13 Sakit pada lengan bawah kanan A Sakit (C)

14 Sakit pada pergelangan tangan kiri A Sangat Sakit (D)


15 Sakit pada pergelangan tangan kanan A
16 Sakit pada tangan kiri AGambar 1. Nordyc
17 Sakit pada tangan kanan ABody Map Questionnaires
18 Sakit pada paha kiri A
19 Sakit pada paha kanan A
20 Sakit pada lutut kiri A = tidak sakit
21 Sakit pada lutut kanan A
22 Sakit pada betis kiri A = sedikit sakit
23 Sakit pada betis kanan A
= sakit
24 Sakit pada pergelangan kaki kiri 3 A
25 Sakit pada pergelanagn kaki kanan A
= sangat sakit
26 Sakit pada kaki kiri A
27 Sakit pada kaki kanan A
Gambar Nordic Body Map Ny. Z

Berdasarkan hasil Nordic Body Map Questionare diatas dilihat pada


gambar secara umum memiliki gangguan anggota gerak yaitu Sangat sakit
pada bagian siku kanan.

2. Asessment
A. Anamnesa
a. Data Pasien
Nama : Ny.Z
Tanggal Lahir : Denpasar, 27 November 1986
Umur : 33 Tahun
Alamat : Jl. Mekar tanjung
Pendidikan : SMA Sederajat
Pekerjaan : Pedagang
Agama : Hindu
Hobi : Bermain tennis Meja

4
Tanggal Pemeriksaan : 27 November 2019
Diagnosa Medis : Tennis Elbow

a. Riwayat Penyakit
1. Keluhan Utama :
Keluhan utama adalah suatu permasalahan utama yang dirasakan
klien. Pada kasus ini klien mengeluhkan rasa nyeri pada siku bagian
kanan.
2. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang tanggal 27 November 2019 pada pukul 17.00 WITA
dengan keluhan Nyeri dan keterbatasan Ruang Lingkup Gerak Sendi
di bagian lateral siku (bagian ekstensor carpi radialis brevis) akibat
mengalami overstretch saat bermain tennis outdor sejak 2 minggu
yang lalu.
3. Riwayat Penyakit Dahulu : tidak memiliki riwayat penyakit dahulu
4. Riwayat Penyakit Keluarga : tidak ada riwayat penyakit keluarga
5. Riwayat penyakit sosial : Klien tidak memiliki riwayat penyakit
sosial

B. PEMERIKSAAN OBJEKTIF
1. Pemeriksaan tanda-tanda vital
Kesadaran : Sadar (Komposmetis)
Tekanan Darah : 120/70 mmHg
Denyut nadi : 78 x/Menit
Pernafasan : 20x/Menit
Suhu : 36°C
Tinggi Badan : 170 Cm
Berat Badan : 60 Kg

2. Inspeksi/Observasi
- Statis : - Wajah pasien tidak pucat, KU kurang baik
- Posisi tangan sedikit fleksi
- Dinamis : Pasien terlihat hati-hati pada saat mengangkat tangan
dan hanya mampu bergerak sedikit tidak full ROM
3. Palpasi
a. Adanya nyeri tekan saat dilakukan palpasi pada epicondilus lateral.

5
- Palpasi pada ekstensor carpi radialis longus (-)
- Palpasi pada tendon periosteal, ekstensor carpi radialis brevis (+)
Dari pemeriksaan ini didapatkan adanya nyeri tekan pada bagian
epicondylus lateralis humeri yang terlokalisir pada otot ekstensor
carpi radialis brevis, tidak ada oedema pada siku kanan dan suhu
lokal pada siku kanan normal.
- Palpasi pada tendon muscular junction, Ekstensor carpi radialis
brevis (-)
4. Joint Test
a. Tes cepat
- Fleksi elbow : Gerak siku sedikit nyeri
- Ekstensi Elbow : Tidak bisa ektensi elbow
- Ektensi Wrist : Nyeri pada siku

b. Pemeriksaan Nyeri dengan VAS


- VAS : 5/10/tekan
- VAS : 4/10/ gerak
- VAS : 0/10/diam
c. Pemeriksaan Fungsi Gerak Dasar Aktif dan pasif
PFGD Aktif
- Fleksi elbow: nyeri (-) full ROM
- Ekstensi elbow: nyeri (+) tidak full ROM
- Pronasi : nyeri (+) tidak full ROM
- Supinasi : nyeri (+) tidak full ROM
- Fleksi wrist: nyeri (-) full ROM
- Ekstensi wrist : nyeri (+) tidak full ROM

PFGD Pasif
- Fleksi elbow : Nyeri (-) full ROM
- Ekstensi elbow : Nyeri (+) tidak full ROM
- Pronas : Nyeri (+) tidak full ROM
- Supinasi : Nyeri (+) tidak full ROM
- Fleksi wrist: Nyeri (-) full ROM
- Ekstensi wrist: Nyeri (+) tidak full ROM

5. Muscle Test
MMT 27 November 2019.
Elbow: 1. Fleksor
- M. Bisep (3)
- M. Brachialis (3)
2. Ekstensor
- M. Trisep (2)

6
3. Supinator
- M. Supinator (2)

4. Pronator
- M. Pronator Teres (2)
5. Wrist ektensor
- M. Ekstensor digitorum (2)
- Abduktor pada M. ektensor carpi radialis (2)

6. Pemeriksaan Spesifik
Tes spesifik yang dilakukan yaitu:
1. Tennis elbow test atau maudsley’s test
Merupakan test yang dirancang untuk menyebabkan rasa sakit pada
siku yang mengalami tennis elbow.
Cara pemeriksaan:
a. Stabilkan lengan klien dan instruksikan klien untuk duduk
tenang.
b. Instruksikan klien memberikan gerakan ekstensi pada jari III
sedangkan terapis memberikan tahanan.
c. Positif apabila terjadi nyeri pada epicondylus lateral.
2. Cozen’s test
Merupakan test yang dirancang untuk mengetahui gangguan pada
epicondylus lateral.
Cara pemeriksaan:
a. Stabilkan lengan dengan posisi fleksi 90˚.
b. Klien diminta untuk melakukan pronasi lengan bawah, radial
deviasi dan ekstensi wrist sementara terapis memberikan tahanan.
c. Positif apabila terjadi nyeri pada area epicondylus lateral humeri.
3. Mill test
Merupakan test yang di rancang untuk mengetahui adanya
epicondylus lateral.
Cara pemeriksaan:
a. Klien berdiri dengan posisi fleksi elbow dan forearm sedikit
pronasi.
b. Tangan terapis diposisikan di elbow dan tangan satunya
menggenggam distal forearm.
c. Klien diminta untuk melakukan gerakan supinasi dengan
melawan tahanan dari terapis.
d. Positif apabila terjadi nyeri pada epicondylus lateral humerus.

C. UNDERLYING PROCCES

7
Faktor Risiko

Kontraksi repetitif pada otot-otot ekstensor lengan dextra


bawah

Robekan mikro pada tendon

Degenerasi tendon

Perubahan pada tingkat sel

Perbaikan yang imatur

Strengthening exercise Stretching exercise


Penurunan kemampuan
fungsional

Massage Ultrasound
Tennis elbow

D. DIAGNOSA FISIOTERAPI
1. Activity Limitation
Klien merasakan rasa sakit siku bagian luar dan diperparah dengan setiap
gerakan siku sehingga klien tidak dapat melakukan hobinya yaitu bermain
tennis. Pada pemeriksaan fisik klien terasa nyeri tekan dan nyeri gerak
pada daerah siku kanan.
2. Body Function and structure Impairment
- Adanya rasa nyeri pada bagian lateral epicondylus

8
- Adanya nyeri tekan dan nyeri gerak
3. Partisipation Restriction
Klien tidak dapat bermain tennis dengan teman-temannya
4. Disability
Sejauh ini klien masih mampu bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Diagnosa berdasarkan ICF


1) Body function: B280 sensation of pain  B28014: pain in upper limb.
- b2801 (Sensasi nyeri pada bagian tubuh dengan perasaan tidak
menyenangkan yang menunjukkan potensi atau kerusakan yang
sebenarnya untuk beberapa struktur tubuh dirasakan dalam bagian
tertentu, atau bagian dari tubuh).
- b7300 kekuatan otot terisolasi dan kelompok otot fungsi yang
berkaitan dengan gaya yang dihasilkan oleh kontraksi otot tertentu
dan terisolasi dan kelompok otot.
2) Body structure:
- S730 (Struktur ektremitas atas)
- S73002 (Otot lengan atas)
3) Activity Limitation: D5409 dressing  D5409 dressing unspecified, D630
preparing meals  D6301 preparing complex meals
- d430 (Mengangkat dan membawa benda Sakit saat menggapai
benda yang jauh dari tubuh).
- d445 (Penggunaan tangan dan lengan)
- d449 (Membawa, bergerak dan penanganan benda, ditentukan lain
dan tidak ditentukan)

4) Paticipation restriction:
- D845 (Pekerjaan)
- D8451 (Memelihara pekerjaan)

E. RENCANA PROGRAM FISIOTERAPI


1. Tujuan Jangka Panjang
- Dapat melakukan hobi nya kembali
- Meningkatkan kemampuan fungsional
- Meningkatkan semangat pasien untuk sembuh
2. Tujuan Jangka Pendek
- Mengurangi nyeri
- Memperbaiki LGS, meningkatkan ROM

9
3. Teknologi Intervensi Fisioterapi
- Penatalaksanaan massage
- Penggunaan ultrasound
- Latihan Stretching dan Strengthening

F. RENCANA INTERVENSI FISIOTERAPI


No. Rencana Type Rencana Intervensi Intensitas
Waktu
1. 0-7 hari Heat therapy Ultrasound F: 2x selama 7 hari
I : 0,1-0,3 W/cm2
T : 10 Menit
T: Continous

Manual Massage Eflurage F: 2 kali selama 7 hari


I : 2 kali repitisi
Terapi
T : 10 Menit
T: Massage eflurage

Terapi Stretching : F: 5 kali pengulangan


I : 3 Set 8 repetisi
latihan - Stretching otot ekstensor
T : 15 Detik
Siku T: Stretching Exercise

- Stretching otot
fleksor siku

10
2. 7-14 Massage Eflurage F: 2 kali selama 7 hari
I:-
Hari
T : 10 Menit
T: Massage eflurage

Terapi Stretching : F: 2 kali dalam 7 hari


I : 3 set 8 repitisi
Latihan - Stretching otot ekstensor
T : 15 Detik
siku T: Stretching Exercise

- Stretching otot
fleksor siku

11
Strengthening : F: 2 kali dalam 7 hari
I : 3 set 8 Repitisi
- Otot Ekstensor siku
T : 2 Detik
T: Strengthening
Exercise

- Otot Fleksor siku

- Otot Ulnar deviator

- Otot Radial deviator

- Otot supinator

- Otot pronator

12
3. 15-21 Manual Massage Eflurage F: 1 kali dalam 7 hari
I:-
hari Terapi
T : 7 Menit
T: Massage eflurage
Terapi Stretching : F: 2 kali dalam 7 hari
I : 3 Set 8 repetisi
Latihan - Stretching otot
T : 15 Detik
ekstensor siku T: Stretching Exercise

- Stretching otot
fleksor siku

13
Strengthening : F: 2 kali dalam 7 hari
I : 3 set 8 Repitisi
- Otot Ekstensor siku
T : 2 Detik
T: Strengthening
Exercise

- Otot Fleksor siku

- Otot ulnar deviator

- Otot radial deviator

- Otot supinator

- Otot pronator

14
G. RENCANA EVALUASI DAN TINDAK LANJUT
A. Evaluasi
Setelah dilakukan terapi pada klien diperoleh hasil penurunan nyeri dan
adanya peningkatan LGS:
Tabel Evaluasi Penilaian MMT dan penurunan nyeri dengan VAS:

Waktu Evaluasi
No. Pemeriksaan
VAS LGS MMT

1. 0.7 Hari - VAS:5/10/ tekan - Fleksi elbow: Nyeri (-) Elbow:


- VAS:4/10/ gerak - Ekstensi elbow: Nyeri (+) 1. Fleksor
- VAS:0/10/diam - Pronasi : Nyeri (+) - M. Bisep (3)
- Supinasi : Nyeri (+) -M.Brachialis(3)
- Fleksi wrist: Nyeri (-) 2. Ekstensor
- ekstensi wrist : Nyeri (+) - M. Trisep (2)
3. Supinator
-M.Supinator (2)
4. Pronator
-M.Pronator
Teres (2)

Wrist ektensor
-M.Ekstensor
digitorum (2)
-Abduktor pada
M.ektensor
carpi radialis (2)

2. 8-14 hari VAS:3/10/ tekan - Fleksi elbow: Nyeri (-) Elbow:


VAS:2/10/ gerak - Ekstensi elbow: Sedikit 1. Fleksor
VAS:0/10/diam Nyeri (+) - M. Bisep (4)
- Pronasi : Sedikit -M.Brachialis(4)
Nyeri (+) 2. Ekstensor
- Supinasi : Sedikit - M. Trisep (3)
Nyeri (+) 3. Supinator
- Fleksi wrist: Nyeri (-) -M.Supinator (3)
- Ekstensi wrist : Sedikit 4. Pronator
Nyeri (+) -M.Pronator
Teres (3)

Wrist ektensor

15
-M.Ekstensor
digitorum (3)
-Abduktor pada
M.ektensor
carpi radialis (3)
3. 15-21 hari VAS:1/10/ tekan - Fleksi elbow: Nyeri (-) Elbow:
VAS:2/10/ gerak - Ekstensi elbow: Nyeri (-) 1. Fleksor
VAS:0/10/diam - Pronasi : Nyeri (-) - M. Bisep (5)
- Supinasi : Nyeri (-) -M.Brachialis(5)
- Fleksi wrist: Nyeri (-) 2. Ekstensor
- Ekstensi wrist : Nyeri (-) - M. Trisep (4)
3. Supinator
-M.Supinator (4)
4. Pronator
-M.Pronator
Teres (4)

Wrist ektensor
-M.Ekstensor
digitorum (4)
-Abduktor pada
M.ektensor
carpi radialis (4)

16