Anda di halaman 1dari 5

Kata Pengantar

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan laporan Fisika ini tentang resonansi dan bunyi sederhana
pada gelas kaca . Penulisan laporan ini bertujuan tidak lain adalah untuk memenuhi tugas
matakuliah praktikum IPA

Kesulitan yang penulis hadapi dalam membuat laporan ini adalah kurangnya sumber
informasi dalam bahasa indonesia dan koordinasi yang kurang menjadi penghambat dalan
penulisan laporan ini. Namun kesalahan adanya memang pada manusia dan kesempurnaan hanya
milik Tuhan.

Ucapan terimah kasih penulis ucapkan kepada segenap kalangan yang telah membantu,
jasa-jasa kalian tak akan kulupakan seumur hidup. Penulis juga menerima segala kritik dan saran
atas penulisan laporan ini, mengingat segala keterbatasan dan kekurangan yang penulis miliki.

Kupang ,21 Oktober 2019

Jhoni Adry Giri

i
Daftar Isi

Kata pengantar___________________________________________________i

Daftar isi________________________________________________________ii

Judul praktikum___________________________________________________1

Tujuan praktikum__________________________________________________1

Landansan teori___________________________________________________1

Alat dan bahan____________________________________________________2

Prosedur kerja_____________________________________________________2

Hasil pengamatan__________________________________________________2

Kesimpulan_______________________________________________________3

Saran____________________________________________________________3

ii
1. Judul

Resonansi dan Bunyi Sederhana pada gelas kaca

2. Tujuan Praktikum

Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang ruang dengan frekuensi
bunyi yang dihasilkannya.

3.Landasan Teori

Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena ada benda lain yang
bergetar dan memiliki frekuensi yang sama atau kelipatan bilangan bulat dari frekuensi itu.
Resonansi sangat penting di dalam dunia musik. Dawai tidak dapat menghasilkan nada yang
nyaring tanpa adanya kotak resonansi. Pada gitar terdapat kotak atau ruang udara tempat
udara ikut bergetar apabila senar gitar dipetik. Udara di dalam kotak ini bergerak dengan
frekuensi yang sama dengan yang dihasilkan oleh senar gitar, peristiwa ini disebut dengan
resonansi, resonansi menghasilkan pola gelombang stasioner yang terdiri atas perut dan
simpul gelombang dengan panjang gelombang tertentu. Pada saat gelombang berdiri terjadi
pada senar maka senar akan bergetar pada tempatnya. Pada saat frekuensinya sama denga
frekuensi resonansi, hanya diperlukan sedikit usaha untuk menghasilakan amplitudio besar.
Hal inilah yang terjadi pada senar yang dipetik.

Udara yang mengisi tabung gamelan juga akan ikut bergetar jika lempengan logam pada
gamelan tersebut dipukul. Tanpa adanya tabung kolom udara di bawah lempengan logamnya,
Anda tidak dapat mendengar nyaringnya bunyi gamelan tersebut. Resonansi juga dipahami
untuk mengukur kecepatan perambatan bunyi di udara.

Contoh lain peristiwa resonansi adalah pada pipa organa. Pipa organa merupakan
semua pipa yang berongga di dalamnya, bahkan Anda dapat membuatnya dari pipa paralon.

Pipa organa ini ada dua jenis yaitu:

· pipa organa terbuka berarti kedua ujungnya terbuka . nada dasar pipa organa terbuka
bersesuaian dengan pola sebuah perut pada bagian ujung dan sebuah simpul pada bagian
tengahnya.

· pipa organa tertutup berarti salah satu ujungnya tertutup dan ujung lain terbuka. Kedua
jenis pipa ini memiliki pola gelombang yang berbeda.

4.Alat dan bahan

1. 1 buah gelas berbahan kaca


1
2. 1 botol air

5. Langkah-langkah Praktikum

1. menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.

2. Tuang air pada gelas sampai volumenya 1/4 gelas

3 Tuang air pada gelas kembali sehingga volumenya menjadi 1/2 gelas

4 tuangkan air pada gelas sehingga volumenya menjadi 3/4 gela


5. Ketuk menggunakan sendok

6. Amati bunyi yang terjadi

7. Tuang air pada gelas kembali sehingga volumenya menjadi 1/2 gelas

8 amati dan buat kesimpulan dari percobaan ini

6. Hasil pengamatan

1. Pada saat volume air 1/4 gelas, bunyi yang dihasilkan sangat nyaring.

2. Pada saat voleme air menjadi 1/2 gelas, bunyinya menjadi sedikit lebih pelan dan lebih
berat.

3. Pada saat volumenya ditambah menjadi 3/4 gelas, suaranya menjadi semakin berat dan
seperti bass.

7. Kesimpulan

 Bunyi merupakan gelombang longitudinal yang dapat merambat melalui berbagai medium,
baik gas, cair, maupun padat.
2
 Semakin besar panjang ruang pada gelas, atau semakin kecil volume air di dalamnya, maka
akan semakin besar frekuensi bunyi yang akan dihasilkan, begitu sebaliknya, semakin kecil
panjang ruang pada gelas, atau semakin besarnya volume air di dalamnya, maka frekuensi
yang dihasilkan akan semakin kecil. Sehingga, volume air berbanding lurus dengan frekuesi
bunyi yang dihasilnya.

 Gelombang bunyi dihasilkan oleh benda bergetar sehingga menyebabkan gangguan


kerapatan pada medium.

 Gangguan kerapatan pada medium berlangsung melalui interaksi molekul-molekul medium


disepanjang arah perambatan gelombang. Adapun Molekul hanya bergetar kedepan dan
kebelakang disekitar posisi kesetimbangan.

8. Saran

Sebelum melakukan praktikum terlebih dahulu persiapkanlah alat dan bahan yang akan
digunakan.