Anda di halaman 1dari 3

Sistem Inkubator Bayi Portable

N.S. Salahudddin, M. Hermita, A. Kurniawan, D.A. Basir


Universitas Gunadarma
JL. Margonda Raya 100 Pondok Cina Depok Jawa Barat, Indonesia
sultan@staff.gunadarma.ac.id

Abstract—Pertumbuhan manusia sekarang ini semakin tetap dan mudah terjadi variasi, maka bayi tersebut harus
bertambah dengan pesat. Begitu juga dengan pertumbuhan segara dimasukkan ke dalam inkubator agar bayi tersebut
manusia di wilayah terpencil yang memiliki medan berat untuk
mencapai wilayah itu. Hal ini membuat berbagai peralatan medis
tetap sehat.
untuk terus dikembangkan agar efektif dalam penggunaan dan
daya gunanya. Inkubator merupakan suatu tempat penghangat Inkubator bayi portable sangat dibutuhkan pada pertolongan
yang dapat membantu bayi yang lahir secara prematur untuk pertama pada keadaan darurat. Hal ini disebabkan karena
bertahan hidup yang dimana dalam inkubator terdapat suhu inkubator bayi portable dapat dibawa ke tempat darurat yang
yang berfungsi untuk menjaga suhu tubuh bayi prematur dibutuhkan di daerah-daerah terpencil atau di daerah yang
sehingga bayi prematur terasa hangat. Pengaturan suhu antara
34oC – 37oC dan kelembaban antara 60% – 80%. dilakukan sedang mengalami musibah. Tujuan penelitian ini adalah
dengan sensor SHT11, kipas dan hairdryer sesuai dengan merancangan prototipe sistem inkubator bayi portable yang
kebutuhan bayi premature. Inkubator bayi portable ini memiliki dapat dijinjing sehingga dapat membantu meningkatkan
dimensi panjang 65 cm, lebar 30 cm dan tinggi 40 cm saat kinerja bidan di puskesmas maupun di rumah sakit daerah
dioperasikan dan memiliki bobot 5,8 kg. terpencil.
Keywords—Inkubator bayi; suhu; kelembaban II. DISAIN SISTEM INKUBATOR BAYI PORTABLE

I. PENDAHULUAN Inkubator ini memiliki dua bagian : bawah digunakan


Pertumbuhan manusia sekarang ini semakin bertambah untuk menempatkan komponen elektronik inkubator bayi dan
dengan pesat. Begitu juga dengan pertumbuhan manusia di atas untuk tempat bayi dilengkapi dengan penutup inkubator.
wilayah terpencil yang memiliki medan berat untuk mencapai Alas inkubator menggunakan karpet/busa untuk tempat
wilayah itu. Hal ini membuat berbagai peralatan medis untuk meletakkan bayi sehingga nyaman. Semua bagian
terus dikembangkan agar efektif dalam penggunaan dan daya menggunakan bahan akrilik. Ukuran sistem inkubator
gunanya. Karena bidan atau kedokteran juga memerlukan portable adalah panjang 65 cm , lebar 30 cm, dan tinggi 10
beberapa alat guna mendukung kinerja di wilayah tersebut cm, gambar 1. Pada bagian penutup inkubator digunakan plat
besi sebagai rangka. Plat besi digunakan karena memiliki
Inkubator bayi adalah suatu peralatan kesehatan yang berupa ketahanan yang cukup baik sehingga tidah mudah rusak.
kotak yang dirancang untuk mempertahankan suhu internal Sedangkan penutup alat digunakan plastik bening yang cukup
yang konstan, sehingga dapat membantu bayi yang lahir tebal sehingga tidak mudah rusak tetapi dapat dilipat saat
secara prematur untuk bertahan hidup [7,10,12]. Namun inkubator dilipat, gambar 2.
inkubator bayi yang ada pada saat ini kurang efisien bila
digunakan untuk pertolongan pertama pada bayi yang baru
dilahirkan dalam keadaan darurat, karena inkubator bayi yang
standar memiliki ukuran yang besar sehingga sulit untuk
dibawa ke tempat tujuan.

Pada umumnya, daerah-daerah terpencil memiliki


puskesmas. Namun, rata-rata di setiap daerah tersebut
jaraknya dengan puskesmas setempat sangat jauh, sehingga
Gbr 1. Disain sistem inkubator bayi portable
membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai
puskesmas tersebut. Selain itu, inkubator bayi standar
menggunakan penguapan air dalam sistem kelembabannya.
Hal ini juga menyulitkan inkubator bayi standar untuk dibawa,
karena jika dibawa maka air yang digunakan sebagai sistem
penguapan akan tumpah. Karena seorang bayi yang baru
dilahirkan akan kesulitan mempertahankan suhu tubuh yang
Gbr 2. Sistem saat di lipat
Gbr 4. Letak Sensor SHT11

Rangkaian sistem inkubator terdiri dari blok rangkaian


masukan, blok rangkaian proses, dan blok rangkaian keluaran. Sensor SHT11 diletakkan ditengah alat dengan cara
Adapun bloknya adalah sebagai berikut : digantug. Sensor diletakkan ditengah agar dapat membaca
suhu secara keseluruhan sehingga suhu yang terukur adalah
suhu yang stabil.

B. Blok Proses
Pada blok proses menggunakan mikrokontroller IC
ATMEGA 8535 [3]. Mikrokontroler akan mengoperasikan
sistem inkubator sesuai dengan program yang telah ditanam
kedalam IC mikrokontroler[1,9].

Gbr 3. Blok diagram sistem

A. Blok Masukan
Gbr 5. Mikrokontroler ATMega 8535
Pada blok masukan menggunakan sensor SHT11, adalah
sebuah single chip sensor suhu dan kelembaban relatif dengan
multi modul sensor yang keluarannya telah dikalibrasi secara C. Blok Keluaran
digital, gambar 2 adalah sensor suhu SHT11[2] tersebut. Pada blok ini terdapat 3 keluaran yaitu LCD, Kipas dan
Program suhu dan kelembaban diperoleh dari modul program hairdryer, gambar 6. Keluaran pertama yaitu LCD [4]
dari produk SHT11 sehingga perhitungan rumus suhu dan menampilkan kondisi/status suhu dan kelembaban yang ada
kelembaban sudah dihitung dari pabrikan SHT11. Sehingga didalam inkubator. Keluaran kedua yaitu kipas [5] yang
untuk mendapatkan nilai temperature dan kelembaban, data digunakan untuk mengatur kelembaban didalam inkubator.
hasil pembacaan SHT11 perlu dikonversi terlebih dahulu Dan keluaran ketiga yaitu hairdryer [6] yang memiliki
sebelum ditampilkan di LCD dengan rumus : peranan penting mengeluarkan angin panas/hangat untuk
menjaga suhu didalam inkubator agar tetap 34oC – 37oC[11].
suhu=(DataTempSHT/100)-44; (1)
humi=(DataRHSHT*0.045)
(DataRHSHT*DataRHSHT*0.0000028)-4; (2)

Gbr 6. Blok keluaran : (1) LCD, (2) Kipas, (3) Hairdryer


III. UJI COBA DAN HASIL
Keadaan suhu dan kelembaban di ruangan inkubator Jika sensor suhu aktif dan sensor kelembaban aktif, maka
dibaca oleh sensor SHT11. Hasil pembacaan sensor dikirim ke hairdryer dan kipas aktif. Bila salah satu yang aktif seperti
mikrokontroler ATMega8535. Data yang didapat sensor suhu maka hairdryer aktif, sedangkan bila sensor
mikrokontroler diolah kemudian hasilnya ditanpilkan LCD kelembaban aktif, maka kipas aktif. Dan yang terakhir, bila
berupa status suhu dan kelembaban di ruangan Inkubator. kedua sensor tidak aktif maka hairdryer dan kipas tidak aktif.
Data dari sensor juga digunakan untuk mengontrol relay
yang mengontrol fungsi dari kipas dan hairdryer. Kipas ini
akan menghindarkan inkubator dari kelembaban yang terlalu Tabel 3. Hasil uji coba sistem inkubtor bayi portable
tinggi sehingga menjaga kestabilan fungsi inkubator tersebut.

IV. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil uji coba didapatkan bahwa inkubator
Gbr 7. Prototipe sistem inkubator Bayi portable
ini memiliki desain sederhana dan dapat dijinjing serta dilipat
Hasil uji sistem inkubator bayi portable adalah sebagai sehingga lebih praktis dan efisien dalam penggunaannya.
berikut : Dapat mendeteksi suhu dan kelembaban inkubator, yaitu suhu
34oC- 37oC dan kelembaban 60% - 80% [11] sesuai dengan
Sensor membaca suhu dibawah 34oC maka relay akan kebutuhan bayi premature. Inkubator ini memiliki berat sekitar
menyalakan hairdryer hingga suhu inkubator mencapai 37 oC. 5,8 kg. Inkubator ini masih dalam uji coba labolatorium.
Ketika suhu mencapai 37oC maka relay akan memutus arus
sehingga hairdyer akan mati. Hairdryer akan menyala kembali
ketika suhu inkubator dibawah 34oC. DAFTAR PUSTAKA
Tabel 1. Hasil uji coba sensor suhu
[1] Anonim, Modul Sistem Tertanam, Laboratorium Sistem
Komputer Universitas Gunadarma, Depok, 2011.
[2] Anonim, Sensor SHT11, http:// www.adafruit.com, 2012.
[3] Anonim, Microkontroller ATMega 8535,
http://www.atmel.com, 2012.
[4] Anonim, LCD, http://www.skpang.com, 2012.
[5] Anonim, Kipas, http://www.ab-tech.com, 2012.
[6] Anonim, Hairdryer, http://www.amazon.co.uk, 2012.
[7] Barbara Glover, Christine Hodson, Perawatan Bayi
Sensor membaca kelembaban inkubator lebih dari 80%. Prematur, Jakarta, penerbit: Arcan, 1993.
Kipas akan menyala hingga kelembaban ruangan dibawah [9] Budhi Romy dan Widodo, Embedded System
Menggunakan Mikrokontroller dan Pemrograman C,
60%. Ketika kelembaban dibawah 60% maka relay akan Yogyakarta, Penerbit Andi, 2009.
memutus arus sehingga kipas akan mati. Kipas akan menyala [10] Koestoer, Raldy Artono, Inkubator Bayi Buatan FTUI,
kembali ketika kelembaban inkubator lebih dari 80%. www.koestoer.wordpress.com, 2011
[11] Sakti, Irwan Paundra, Manajemen dan sistem monitoring
inkubator bayi berbasis LAN, tugas akhir, Surabaya,
Tabel 2. Hasil uji coba sensor kelembaban EEPIS ITS, 2011.
[12] Syaryadhi, Mohd dan Nasrullah, Sistem Pengontrol Suhu
Pada Inkubator Bayi, Jurnal Rekayasa Eletrika VOl 4
No.1, http://www.scribd.com/doc/31360968/Sistem-
Pengontrolan-Suhu-Pada-Inkubator-Bayi-Berbasis-
Komputer, 2005.