Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM KERJA

TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN


INFEKSI (PPI)
TRIWULAN II

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAMANSARI


TAHUN 2019
LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
1
LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM KERJA
TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
PERIODE APRIL-JUNI 2019

I. PENDAHULUAN
Rumah Sakit sebagai Institusi penyedia pelayanan kesehatan berupaya
untuk mencegah resiko terjadinya infeksi bagi pasien dan keluarganya serta
semua petugas di rumah sakit. Salah satu indikator keberhasilan dalam pelayanan
rumah sakit adalah rendahnya angka infeksi di rumah sakit, sehingga semua
kasus infeksi yang terjadi murni karena infeksi yang terjadi bukan karena
perawatan di rumah sakit. Untuk mencapai keberhasilan tersebut maka perlu
dilakukan pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit.
Program pencegahan dan pengendalian infeksi di rancang untuk mendukung
pusat pelayanan kesehatan dalam upaya menyediakan kualitas lingkungan yang
aman dan nyaman untuk semua pasien dan masyarakat yang dilayani, dengan
menerapkan kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi, sehingga dapat
menurunkan angka kesakitan dan kematian serta biaya pengobatan yang
berhubungan dengan infeksi pada pelayanan kesehatan.

II. LATAR BELAKANG


Rumah Sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat penting
dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, oleh karena itu rumah sakit
dituntut untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan yang sesuai dengan standar
yang sudah ditentukan.
Infeksi merupakan interaksi antara mikroorganisme dengan pejamu,
terutama yang terjadi melalui transmisi kuman yang tertentu, cara transmisi
mikroorganisme dapat terjadi melalui darah,udara,droplet,maupun airborn serta
kontak langsung. Di rumah sakit sering kali terjadi penyebaran infeksi antara
pasien dan pasien, pasien ke petugas, petugas ke petugas dan petugas ke pasien.
HAIs (Healthcare Associated Infection) adalah infeksi yang terjadi atau di dapat di
rumah sakit dan tidak dalam masa inkubasi atau tidak ada gejala pada saat masuk
rumah sakit. Angka infeksi HAIs di rumah sakit terus meningkat, hasil survey poin
perdalin jaya angka infeksi untuk ILO, ISK, IADP, Pneumonia dan infeksi saluran
nafas lain sangat tinggi.
Untuk meminimalkan resiko terjadinya infeksi di rumah sakit perlu di
terapkan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) yaitu kegiatan yang meliputi
perencanaan, pelaksanaan, pembinaan, pendidikan dan pelatihan, serta
monitoring dan evaluasi. Salah satu strategi bermanfaat dalam pengendalian
infeksi, meningkatkan kemampuan petugas dalam metode universal dalam
kewaspadaan isolasi yaitu panduan penanganan untuk meminimalkan pajanan

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


2
dan paparan cairan tubuh dari semua pasien tanpa memperdulikan status infeki
pasien.
Berdasarkan data world health organization (who) infeksi yang terjadi akibat
interaksi yang berlangsung di rumah sakit merupakan salah satu penyebab utama
tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Data tahun 2005 menunjukan,
infeksi nosokomial menyebabkan 1,4 juta orang di seluruh dunia meninggal.
Sementara itu, sekitar 10 persen pasien rawat inap di rumah sakit di seluruh dunia
mengalami infeksi nosokomial/infeksi rumah sakit. Di Indonesia, berdasarkan
penelitian pada tahun 2004 yang dilakukan pada 11 rumah sakit di Jakarta,
menunjukan 9,8% pasien rawat inap terinfeksi nosokomial. Untuk itu diperlukan
upaya pencegahan dan pengendalian infeksi untuk menekan angka infeksi di
rumah sakit tersebut, yaitu dengan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
petugas pelayanan kesehatan dalam melakukan pencegahan dan pengendalian
infeksi. Strategi yang digunakan adalah peningkatan kemampuan petugas
kesehatan dengan metode Standart Precautions/Kewaspadaan Standar yang
diterapkan pada semua orang yang ada di RS baik petugas medis /non medis,
pasien, keluarga pasien, maupun pengunjung yang datang ke RS/fasilitas
kesehatan lainnya tanpa menghiraukan mereka terinfeksi atau tidak serta
kewaspadaan berdasarkan penularan yang diperuntukkan bagi pasien rawat inap
dengan menunjukkan gejala terinfeksi dengan kuman yang bersifat pathogen.

III. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Terlaksananya identifikasi dan penurunan resiko infeksi yang didapat dan
ditularkan diantara pasien, staf medis dan non medis, dan tenaga kerja lainnya.
2. Tujuan Khusus
a. Meningkatkan kegiatan surveilans infeksi di RSUD Tamansari
b. Meningkatkan mutu sterilisasi, hand hygiene, sanitasi RS serta
pembersihan lingkungan sekitar RSUD Tamansari
c. Meningkatkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di RSUD Tamansari
d. Memberikan pendidikan dan pelatihan secara berkala setiap bulannya
kepada petugas Rumah Sakit yang belum mengikuti pelatihan PPI baik
karyawan baru maupun karyawan lama, pengunjung, pasien dan semua
yang ada di lingkungan rumah sakit.

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


3
IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN HASIL KEGIATAN
1. Koordinasi rutin PPI di RSUD Tamansari
2. Monitoring kepatuhan hand hygiene di RSUD Tamansari
3. Surveilans resiko infeksi
4. Investigasi wabah (outbreak) penyakit infeksi
5. Meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan antimikroba secara aman
6. Assesment berkala terhadap risiko
7. Menetapkan sasaran penurunan risiko
8. Mengukur dan mereview risiko infeksi
9. Monitoring penggunaan APD
10. Monitoring alur proses sterilisasi dan desinfeksi
11. Melaksanakan pemeriksaan berkala seluruh karyawan
12. Monitoring kegiatan di unit Laundry
13. Monitoring Penanganan pembuangan darah dan komponen darah
14. Monitoring Area kamar jenazah
15. Monitoring kegiatan pelayanan makanan
16. Monitoring pelaksanaan isolasi pasien
17. Monitoring pengendalian lingkungan
18. Pelaporan karyawan yang terpajan limbah infeksius (tertusuk jarum)
19. Pendidikan dan pelatihan PPI kepada pegawai Rumah Sakit
20. Koordinasi tim PPI dengan komite PMKP
21. Edukasi risiko infeksi ke pasien dan pengunjung Rumah Sakit

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


4
V. ANALISA, RENCANA TINDAK LANJUT, DAN PENANGGUNG JAWAB
1. Koordinasi rutin PPI di RSUD Tamansari
NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRESS/ RENCANA TINDAK PJ
POKOK ANALISIS LANJUT
1 Koordinasi rutin Rapat koordinasi Rutin Koordinasi belum berjalan Sosialisasi ulang kepada IPCN
PPI di RSUD PPI melibatkan Dokter, dengan baik tapi terkadang anggota PPI tentang
Tamansari perawat, urusan rumah tidak semua anggota Tim PPI pentingnya Pencegahan
tangga, dan semua dapat hadir dikarenakan dan Pengendalian Infeksi
bagian yang ada di sedang mengurus pelayanan sehingga apabila sudah
Rumah Sakit dan libur mengetahui akan lebih
maksimal dalam
menjalankan koordinasi

2. Monitoring kepatuhan hand hygiene di RSUD Tamansari berdasarkan 5 moment

APRIL MEI JUNI


KEPERAWATAN 78 78 79
DOKTER 75 73 72
NA KES. 73 73 73
LAINNYA

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


5
KEPATUHAN HAND HYGIENE
DI RSUD TAMAN SARI BULAN APRIL-JUNI 2019

ANGKA KEPATUHAN HAND HYGIENE


RSUD TAMANSARI
PERIODE APRIL-JUNI 2019 ANGKA KEPATUHAN HAND
HYGIENE
KEPERAWATAN DOKTER NA KES. LAINNYA DI RSUD TAMANSARI
BULAN APRIL-JUNI 2019
78 78 79
TERENDAH BULAN JUNI
75 YAITU DOKTER SEBESAR
73 73 73 72 73 72% DAN MASIH DI BAWAH
TARGET YAITU >85 %

APRIL MEI JUNI

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


6
NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRES / RENCANA TINDAK PJ
POKOK ANALISIS LANJUT
2 Monitoring a. Sosialisasi & Angka Kepatuhan Hand Hygiene a. Memaksimalkan/re- IPCN
kepatuhan hand Supervisi kepada bulan April-Juni 2019 mengalami edukasi tentang
hygiene di RSUD karyawan baru, fluktuasi baik itu keperawatan, pentingnya hand
Taman Sari dokter ataupun tenaga
Dokter dan petugas hygiene.
kesehatan lainnya dan hasil
kesehatan, tersebut masih sangat jauh dari b. Penuhi/lengkapi segera
b. Pembuatan dan target yaitu > 85%. Hal tersebut fasilitas hand hygiene
melengkapi stiker dikarenakan masih kurangnya sesuai dengan
cuci tangan di setiap pengetahuan tentang pentingnya kebutuhan
fasilitas cuci tangan melakukan hand hygiene dan c. Banner/poster hand
c. Audit Kepatuhan kurangnya fasilitas hand hygiene. hygiene sebagai
Selain itu beban kerja yang tinggi
Hand Hygiene sarana sosialisasi ke
juga menjadi salah satu faktor
d. Pelaporan hasil audit penyebab kurangnya kepatuhan. karyawan maupun
hand hygiene pengunjung dan pasien
pasang sesuai
kebutuhan
d. Poster langkah-langkah
melakukan hand
hygiene disetiap
fasilitas hand hygiene
di pasang sesuai
kebutuhan
e. Memberikan motivasi
kepada semua

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


7
karyawan mengenai
pentingnya melakukan
hand hygiene

3. Surveilans resiko infeksi

APRIL MEI JUNI


ISK 0 0 0
PLEBITIS 3,3 2,7 2,7
DEKUBITUS 0 0 0

ANGKA SURVEILANS EDELWEIS ANGKA SURVEILANS MAWAR


PERIODE APRIL-JUNI 2019 PERIODE APRIL-JUNI 2019
ISK PLEBITIS DEKUBITUS ISK PLEBITIS DEKUBITUS

33.3
4.3

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

APRIL MEI JUNI APRIL MEI JUNI

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


8
ANGKA SURVEILANS HCU ANGKA SURVEILANS ANGGREK
PERIODE APRIL-JUNI 2019 PERIODE APRIL-JUNI 2019
ISK PLEBITIS DEKUBITUS ISK PLEBITIS DEKUBITUS

5.4

3.3

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

APRIL MEI JUNI APRIL MEI JUNI

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


9
ANGKA SURVEILANS RSUD
TAMANSARI
PERIODE APRIL-JUNI 2019
APRIL MEI JUNI

3.3
2.7 2.7

0 0 0 0 0 0

ISK PLEBITIS DEKUBITUS

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


10
NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRES / RENCANA TINDAK PJ
POKOK ANALISIS LANJUT
3 Melaksanakan a. Pemantauan Angka a. VAP tidak ditemukan Perlunya sosialisasi terus IPCN
kegiatan Kejadian Ventilator karena tidak ada pasien menerus tentang cuci
surveilans HAIs di Associated yang menggunakan tangan 6 langkah dan 5 Kepala
RSUD Tamansari moment cuci tangan serta ruangan
Pneumonia (VAP) ventilator
sosialisasi SPO
b. Pemantauan Angka b. Pasien yang terpasang pemasangan dan
Kejadian Catheter kateter di ruangan Mawar perawatan infus sehingga
Associated Urinary dari April sampai Juni ada angka kejadian Phlebitis di
Tract Infection (ISK) 2 orang, RSUD Tamansari perlu
c. Pemantauan Angka c. pasien yang terkena dipertahankan. Pengadaan
Kejadian Phlebitis phlebitis (di ruangan fasilitas – fasilitas Hand
Hygiene sesuai dengan
d. Pemantauan Angka Edelweis 1 kejadian
kebutuhan.
Kejadian Infeksi phlebitis pada bulan Juni,
daerah operasi (IDO) ruangan Mawar 1 kejadian
e. Pemantauan Infeksi phlebitis pada bulan April,
Aliran Darah Primer ruangan Anggrek 1 kejadian
(IADP) plebitis pada bulan April dan
f. Pemantauan Angka 1 kejadian pada bulan Mei),
Kejadian Dekubitus Nilai Insident rate Phlebitis
RSUD Taman Sari di bulan
April 3,3‰, Mei 2,7‰, Juni
2,7‰, Terjadi penurunan
angka kejadian phlebitis
dari bulan Januari - Maret
2019 dan masih sudah
LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
11
memenuhi target yaitu < 9
‰.
d. IDO tidak ditemukan
kejadian di RSUD
Tamansari walaupun kamar
operasi sudah beroperasi
pada bulan Mei 2019
sehingga nilai insident rate
nya adalah 0%.
e. IADP tidak ditemukan
kejadian di RSUD
Tamansari karena tidak ada
pasien yang terpasang vena
central sehingga nilai
insident rate nya adalah
0‰.
f. Tidak ada pasien yang
mengalami dekubitus pada
bulan April-Juni 2019
sehingga nilai insident rate
nya adalah 0%.

Dari hasil tersebut diatas dapat


disimpulkan bahwa angka
kejadian HAIs di RSUD
Tamansari dibandingkan tahun
sebelumnya sudah memenuhi
target yaitu <9‰ untuk VAP,

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


12
IADP, ISK, Phlebitis, dan
Dekubitus <1% untuk IDO/ILO.

4. Melakukan investigasi outbreak di RSUD Tamansari


NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRES / RENCANA TINDAK PJ
POKOK ANALISIS LANJUT
4 Melakukan Dari rentang waktu April- Dari rentang waktu April-Juni Selalu kumpulkan data IPCN
investigasi Juni 2019 tidak ada 2019 tidak ada kejadian apabila ada kejadian, di
outbreak di kejadian outbreak outbreak analisa dan lakukan Surveilans
RSUD Taman perbaikan apabila ada rekam
Sari kejadian. medis

5. Meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan antimikroba secara aman


NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRES / RENCANA TINDAK PJ
POKOK ANALISIS LANJUT
5 Monitoring Di RSUD tamansari Pelatihan PPRA baru Berkoordinasi yanmed
kepatuhan sudah dibentuk Tim dilaksanakan kepada 1 dengan tim PPRA di
penggunaan PPRA yang khusus dokter umum RSUD Tamansari
Antimikroba di mengawasi
supaya pemakaian
RSUD penggunaan
Tamansari antimikroba antibiotik bisa
diberikan secara bijak

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


13
6. Monitoring pembongkaran, pembangunan dan renovasi bangunan di RSUD Tamansari/assessment risiko infeksi
NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRES / RENCANA TINDAK PJ
POKOK ANALISIS LANJUT
6 Monitoring Pada periode bulan April- Pada periode bulan April-Juni Pada periode bulan April- IPCN
pembongkaran, Juni 2019 tidak ada 2019 tidak ada aktivitas Juni 2019 tidak ada
pembangunan aktivitas pembongkaran pembongkaran aktivitas pembongkaran Kepala
dan renovasi Instalansi
bangunan di
RSUD Tamansari

7. Menetapkan sasaran penurunan risiko


Dalam hal ini yang menjadi sasaran penurunan risiko adalah pasien, pengunjung dan petugas kesehatan yang bekerja di lingkungan
Rumah sakit.

8. Mengukur dan mereview risiko infeksi


Setelah di lakukan analisa terhadap risiko dan telah ditetapkan bagian mana yang berisiko, melakukan pengukuran risiko tersebut
dan melakukan review

9. Monitoring kepatuhan penggunaan APD di RSUD Tamansari

NO NAMA RUANGAN APRIL MEI JUNI


1. HCU 100 100 100
2. IGD 75 63 75
3. EDELWEISS 100 100 100
4. MAWAR 75 73 100
5. ANGGREK 75 75 75
6. POLIKLINIK 100 100 100
LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
14
ANGKA KEPATUHAN PEMAKAIAN
APD DI RSUD TAMANSARI
PERIODE APRIL-JUNI 2019
APRIL MEI JUNI
100 100 100 100 100
75 75 100 7573 757575
100 63
100 100 100

NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRES / RENCANA TINDAK PJ


POKOK ANALISIS LANJUT
9 Monitoring a. Sosialisasi & Angka Kepatuhan penggunaan a. Maksimalkan/re- IPCN
kepatuhan Supervisi kepada APD di RSUD tamansari pada edukasi tentang
penggunaan APD karyawan baru, bulan April 87,5%, Mei 85,1%, pentingnya Kepala
di RSUD Juni 91,6%, angka kepatuhan ruangan
Dokter, penggunaan APD
Tamansari masih turun naik belum
Perawat/Bidan dan konsisten dan sebagian sudah untuk meningkatkan
petugas kesehatan memenuhi target yaitu > 85%. angka kepatuhan
b. Audit Kepatuhan Alat pemakaian APD.
Pelindung Diri b. Penuhi / lengkapi

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


15
c. Pelaporan hasil audit segera fasilitas APD
Alat Pelindung Diri sesuai dengan
kebutuhan
c. Sediakan lemari APD
sesuai dengan
kebutuhan sehingga
tidak berantakan dalam
penataan APD

10. Monitoring sterilisasi dan desinfeksi di RSUD Tamansari

NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRES / RENCANA TINDAK PJ


POKOK ANALISIS LANJUT
10 Monitoring Unit sterilisasi sudah ada Monitoring belum dapat Monitoring tetap di IPCN
sterilisasi dan tapi belum tersentral, terlaksana dengan maksimal lakukan
desinfeksi di perendaman, pencucian karena belum tersentral, alur Koordinator
RSUD Tamansari masih di lakukan di unit peralatan bersih dan kotor sterilisasi
masing-masing, belum bisa maksimal di
pengemasan dan jalankan
sterilisasi dilakukan oleh
unit sterilisasi

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


16
11. Melaksanakan pemeriksaan kesehatan karyawan di RSUD Tamansari
NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRES / RENCANA TINDAK PJ
POKOK ANALISIS LANJUT
11 Melaksanakan Pelaksanaan seluruh Persiapan pelaksanaan MCU Adakan pemeriksaan IPCN
pemeriksaan karyawan dilakukan pada sedang disiapkan kesehatan untuk semua
kesehatan bulan Oktober 2019, karyawan dengan rutin
karyawan di pemeriksaan yang setiap 1 tahun sekali
RSUD Taman dilakukan adalah minimal atau lakukan
Sari pemeriksaan fisik oleh secara bertahap
dokter, pemeriksaan
laboratorium terdiri dari
darah lengkap, HBSAg,
Anti HIV, urine lengkap
dan GDS, pemeriksaan
radiologi (rontgen
thorax), pemeriksaan
EKG untuk karyawan
usia 40 tahun keatas

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


17
12. Monitoring manajemen laundry dan linen di RSUD Tamansari

AUDIT INSTALASI LAUNDRY


Hari/tgl : Auditor :
NO KEGIATAN YA NA
NO
I Fasilitas
1 Fasilitas air Bersih Dingin √
2 Fasilitas air Bersih panas √
3 Terpisah area kotor,area bersih,area penyimpanan dan area distribusi √
4 Tersedia mesin washer √
5 Tersedia mesin pengering √
6 Tersedia iron √
7 Tersedia meja bahan stainless steel √
8 Tersedia lemari dari bahan tidak berpori/stainess steel /kaca/alumanium √
9 Eye Washer √
10 Kamar mandi/toilet petugas √
11 Wastafel untuk cuci tangan √
12 Trolley kotor dan trolley bersih tertutup √
13 Tersedia Ear Plug √
14 lemari bahan kimia tahan air dan api √

II Alur atau desain laundry


1 pintu masuk linen kotor dan pintu keluar linen bersih yang berbeda √
2 Area pemilahan linen kotor/infeksius terpisah √

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


18
3 Area spoting tersedia √
4 Area Mesin washer √
5 Area bersih terpisah √
6 Area mesin Pengering √
7 Area Mesin Iron / setrika besar dan kecil √
8 Area pelipatan √
9 Area Distribusi √
10 Area penyimpanan linen bersih √

III Sistem Manajemen


1 Ada Pedoman pelayanan laundry √
2 Ada SPO pelayanan laundry √
3 Ada pencatatan barang masuk dan keluar √
4 Ada pemeriksaan kesehatan petugas √

IV Ketersediaan BHP( Bahan Habis Pakai)


1 Selalu tersedia APD √
2 Selalu tersedia bahan pencuci (Deterjen dll) √

V Kebersihan Lingkungan
1 Area cuci bebas dari debu dan tidak licin terlihat bersih √
2 Mesin washer tidak ada debu dan kotoran √
3 Mesin pengering tidak ada debu dan kotoran √
4 Mesin sterika tidak berdebu dan kotor ( iron machine) √
5 Meja pelipatan bebas debu dan kotoran √
6 lemari bersih dan tertata baik √

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


19
7 lantai semua area bebas debu dan kotoran √

VI Petugas
1 Petugas selalu menggunakan APD Lengkap di area kotor √
2 Petugas selalu memakai masker dan tutup kepala diarea bersih √

VII Penangan linen untuk mencegah kontaminasi silang


Pisahkan linen kotor infeksius dan non infeksius oleh penghasil linen
1 kotor/infeksius √
2 kantong linen kotor infeksius dan non infeksius 3/4 penuh segera ikat √
3 Pengangkutan linen kotor menggunakan trolley tertutup khusus linen kotor √

VIII Proses Pencucian


1 Proses pembasahan untuk pembersihan kotoran yang mudah larut tanpa √
bahan kimia dan suhu rendah
2 proses pembasahan untuk pembersihan kotoran dengan bahan kimia (
alkali) dan suhu rendah √
3 Proses pencucian dengan menambah alkali,deterjen,emulsifer dengan
suhu hangat √
4 Proses pencucian untuk melepaskan kotoran dengan dengan air panas
agar detejen bekeja dengan optimal √
5 Untuk linen berwarna putih dilakukan pemucatan dengan aktif clorin dan √
air suhu 60°C
6 Proses pembilasan dengan air dingin diulang 2 - 3 kali √
7 Proses pembilasan akhir dengan pemerasan ringan √
8 Proses pembilasan akhir untuk menetralkan bahan - bahan kimia √
9 proses pengeringan cucian sesuai dengan IFU dari mesin pengering √

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


20
10 Proses setrika /ironing sesuai besar dan kecilnya linen √

IX Proses Pelipatan
1 Linen yang sudah bersih pastikan dilipat di meja yang bersih √
2 Sesuaikan jenis dan jumlah linen √

X Distribusi Linen
1 Ada pegaturan sistem FIFO(first in first out) untuk linen habis cuci sebelum
distribusi √
Pengangkutan linen bersih menggunakan trolley tertutup khusus linen
2 bersih √
Jumlah total

Cara penghitungan adalah Total Jumlah Ya : Total Jumlah Ya dan Tidak X 100 %

37
--------------------- X 100 = 78 %
47

NO KEGIATAN POKOK PELAKSANAAN


EVALUASI PROGRES / RENCANA TINDAK PJ
ANALISIS LANJUT
12 Monitoring Monitoring ruangan Angka kepatuhan secara a. Perbaiki alur pelayanan IPCN
manajemen laundry laundry sesuai form keseluruhan diruangan linen kotor dan bersih
dan linen di RSUD checlistnya laundry sebesar 78 % b. Sudah tidak memakai Koordinator
Tamansari unit Laundry
sistem jemur dan
rendaman
c. Perbaiki pencatatan
atau monitoringnya

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


21
d. Monitoring lingkungan
lebih ditingkatkan lagi

13. Monitoring Penanganan pembuangan darah dan komponen darah di RSUD Tamansari
NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRES / RENCANA TINDAK PJ
POKOK ANALISIS LANJUT
13 Monitoring Pada bulan April - Juni Pada bulan April - Juni 2019 Pada bulan April-Juni 2019 IPCN
Penanganan 2019 tidak ada pasien tidak ada pasien yang tidak ada pasien yang
pembuangan yang dilakukan tranfusi dilakukan tranfusi dilakukan tranfusi
darah dan
komponen darah
di RSUD
Tamansari

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


22
14. Monitoring Area kamar jenazah di RSUD Tamansari

ANGKA KEPATUHAN PEMAKAIAN APD


ANGKA KEPATUHAN PEMAKAIAN
DI KAMAR JENZAH PERIODE APRIL-JUNI APD DI RSUD TAMANSARI
2019 PERIODE APRIL-JUNI 2019
SEBESAR 100% DAN SUDAH
120
MEMENUHI TARGET YAITU >85%
100
80
60
40
20
0
APRIL MEI JUNI

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


23
NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRES / RENCANA TINDAK PJ
POKOK ANALISIS LANJUT
14 Monitoring Area a. Evaluasi Monitoring Monitoring dapat dilaksanakan a. Lakukan monitoring IPCN
kamar jenazah di pemakaian APD bertahap dan masih perlu kepatuhan pemakaian
RSUD Tamansari pada petugas yang koordinasi dengan unit-unit APD berkala Koordinator
untuk melaksanakan Kamar
bekerja pada area b. Monitoring
monitoring.kepatuhan Jenazah
kamar jenazah pemakaian APD instalasi pembuangan sampah
b. Monitor kepatuhan kamar jenazah di RSUD c. Lakukan monitoring
pembuangan limbah Tamansari bulan April-Juni alur pengelolaan
yang sesuai 2019 sudah mencapai 100% jenazah sesuai standar
c. monitoring alur tidak terjadi peningkatan
pengelolaan jenazah ataupun penurunan dan sudah
memenuhi target yaitu >85%
yang sesuai standar
dan angka kepatuhan
pembuangan sampah instalasi
kamar jenazah
di RSUD Tamansari bulan
April-Juni 2019 belum bisa
terlaksana karena belum
tersedia tempat sampah

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


24
15. Monitoring kegiatan pelayanan makanan di RSUD Tamansari

NO PERTANYAAA INDIKATOR YE N NA
N S O
1 Kebersihan Pencucian alat secara Manual.
peralatan
makanan dan a. Bak I : Pencuci 1 (air hangat √
o
150 F/65.5ºC + sabun)
minuman

b. Bak II : bak pembilasan (rinse) (air hangat
160/71 - 170 oF/76ºC)

c. Bak III : bak pembilasan terakhir (final rinse)
(air hangat 180 oF/82ºC) √
Pencucian alat secara Automatic Washer √
2 Cara Pengaturan
penyimpanan 1. Barang yang disimpan mudah diambil dan
makanan mudah penyimpanan √
(sanitasi 2. Ada rotasi penyimpanan teratur barang lama √
gudang) dan barang baru first in first out (FIFO), first
expired first out (FEFO)
3. Tidak ada barang yang kadaluarsa √
Keamanan dan kebersihan gudang
1. Bebas binatang/serangga √
(kucing,kecoa,semut,tikus) √
2. Tinggi rak dari permukaan lantai min 30 cm √
3. Jarak antara penyimpanan barang paling atas
dengan langit-langit min. 60 cm √
4. Jarak antara penyimpanan barang dengan
dinding min. 15 cm

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


25
3 Cara Tempat pengolahan (dapur)
Pengolahan 1. Air memenuhi syarat air minum, tidak √
makanan terkontaminasi √
2. Pembuangan air kotor lancar, tertutup √
3. Tempat sampah tertutup dan dioperasikan
dengan pedal


Tenaga pengolah √
1. Kebersihan perseorangan baik √
2. selalu mencuci tangan sebelum menjamah √
makanan √
3. Memakai tutup kepala √
4. Memakai masker √
5. Memakai celemek √
6. Berkuku pendek
7. Tidak memakai perhiasan tangan
8. Menjamah makanan matang menggunakan alat
(penjepit, garpu, sarung tangan plastic) √

Proses pengolahan
1. Cara pengolahan makanan yang bersih √
2. Bahan makanan yang akan diolah harus sesuai
jenis spesifikasi √
3. Tempat persiapan, meja peracikan bebas kecoa,
semut, tikus, kucing
4. Peralatan pengolahan tidak dicampuradukan
cara penggunaannya

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


26
4 Kebersihan 1. Lantai bersih dari debu dan sampah √
dapur 2. Permukaan lingkungan bersih/tidak berdebu √
3. Lawa – lawa tidak ada √
4. Lantai kering / tidak licin √

5 Cara 1. Alat pengangkutan makanan/kereta makanan √


pengangkutan harus bersih (tidak bau)
makanan 2. Makanan senantiasa dalam keadaan tertutup √

6 Penyimpanan 1. Sesuai bahan makanan √


dingin 2. Sesuai suhunya √
3. Isi lemari pendingin tidak penuh sesak dan tidak
sering buka tutup √
4. Ada form pemantauan suhu √
5. Diisi secara rutin √

7 Cara penyajian 1. Kebersihan alat dan tempat dilokasi penyajian √


makanan baik √
2. Hygiene perorangan baik √
3. Tehnik penyajian baik, makanan ditutup wrap

Nilai kepatuhan = Jumlah Ya dibagi jumlah Ya + Tidak X 100 =.........%

28
--------------------- X 100 = 73,6 %
38

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


27
NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRES / RENCANA TINDAK PJ
POKOK ANALISIS LANJUT
15 Monitoring a. Monitoring kegiatan a. Monitoring kegiatan a. Monitoring rutin dan IPCN
kegiatan pelayanan di Unit pelayanan makanan di Unit sosialisasi ulang
pelayanan Gizi. Gizi mencapai 73,6 % dan kegiatan pelayanan di Koordinator
makanan di unit Gizi
b. Pemeriksaan belum mencapai target unit Gizi
RSUD Tamansari
Mikrobiologi Makanan yaitu > 85%. b. Pemeriksaan dilakukan
: nasi, lauk, sayur b. Tidak dilakukan kultur setiap 6 bulan sekali
c. Pemeriksaan makanan pada bulan April- berkoordinasi dengan
Mikrobiologi Alat Juni 2019 Kesling
Makan & Minum : c. Tidak dilakukan kultur c. Pemeriksaan dilakukan
sendok, piring, gelas makanan pada bulan April- setiap 6 bulan sekali
d. Pemeriksaan Juni 2019 berkoordinasi dengan
Mikrobiologi Air d. Tidak dilakukan kultur air Kesling
Minum minum pada bulan April- d. Pemeriksaan dilakukan
e. Pemeriksaan Juni 2019 setiap 6 bulan sekali
Mikrobiologi Air e. Tidak dilakukan kultur air berkoordinasi dengan
Bersih bersih pada bulan April- Kesling
f. Pemantauan suhu Juni 2019 e. Pemeriksaan dilakukan
pendingin pada f. Pemantauan di lakukan, setiap 6 bulan sekali
penyimpanan bahan grafik suhu kulkas di isi berkoordinasi dengan
makanan g. Tidak dilakukan Kesling
g. Pemeriksaan pemeriksaan kesehatan f. Pemeriksaan dilakukan
Kesehatan Karyawan karyawan pada bulan April- setiap 6 bulan sekali

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


28
Juni 2019 berkoordinasi dengan
Kesling
g. Pemeriksaan dilakukan
setiap 6 bulan sekali
berkoordinasi dengan
Kesling

16. Monitoring pelaksanaan isolasi pasien di RSUD Tamansari

NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRES / RENCANA TINDAK PJ


POKOK ANALISIS LANJUT
16 Monitoring Monitoring penempatan Monitoring di laksanakan di Dokumentasikan setiap IPCN
pelaksanaan pasien sesuai dengan ruangan Anggrek dan Mawar kali penempatan pasien di
isolasi pasien di jenis penyakitnya dan harus koordinasi dengan ruang isolasi Koordinator
RSUD Tamansari tim terkait unit Mawar
dan
Anggrek

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


29
17. Monitoring pelaksanaan pengendalian lingkungan.
NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRES / RENCANA TINDAK PJ
POKOK ANALISIS LANJUT
17 Monitoring a. Uji / kultur kuman Pada bulan April-Juni 2019 a. Koordinasi dengan IPCN
pelaksanaan Udara tidak dilakukan kultur Kesling terkait jadwal
pengendalian b. Uji / kultur kuman AC Masih di temukan semut di uji kultur Kesling
lingkungan.
c. Pengendalian ruangan Gizi b. Kerjasama dengan pest
serangga dan hewan kontrol untuk
liar meminimalkan
serangga atau hewan
liar pengganggu

18. Pelaporan karyawan yang terpajan limbah infeksius (tertusuk jarum)


NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRES / RENCANA TINDAK PJ
POKOK ANALISIS LANJUT
18 Pelaporan Tidak ada laporan Tidak ada laporan karyawan Tidak ada laporan IPCN
karayawan yang karyawan tertusuk jarum tertusuk jarum pada bulan karyawan tertusuk jarum
terpajan limbah pada bulan April-Juni April-Juni 2019 pada bulan April-Juni 2019
infeksius 2019
(tertusuk jarum)

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


30
19. Melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Pencegahan Pengendalian Infeksi di RSUD Tamansari

NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRES / RENCANA TINDAK PJ


POKOK ANALISIS LANJUT
19 Melaksanakan Pelatihan internal PPI Pelaksanaan pelatihan internal a. Adakan pelatihan IPCN
Pendidikan dan dilakukan oleh IPCN PPI terhadap karyawan baru internal PPI secara
pelatihan tentang sosialisasi terus menerus
Pencegahan materi PPI kepada
b. Minimal adakan in
Pengendalian karyawan baru (1 dokter,
Infeksi di RSUD 3 perawat, 1 fisioterapi, 2 house training internal
Tamasari AA, 1 CS) dengan mengundang
pembicara yang
bersertifikat TOT untuk
mengisi materi PPI
Dasar.

20. Koordinasi antara tim PPI dengan komite PMKP

NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRES DAN RENCANA TINDAK PJ


POKOK ANALISIS LANJUT
20 Koordinasi antara Rapat koordinasi antara Merumuskan PDCA dari hasil Koordinasi kembali dengan Tim PPI
tim PPI dengan tim PPI dengan PMKP train indikator yang naik turun PMKP untuk hasil
Komite PMKP dalam menetapkan dan menganalisa untuk penilaian indikator mutu
indikator mutu pemecahan masalahnya berikutnya jika ada train
yang mengalami
perubahan naik turun

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


31
21. Edukasi tentang risiko infeksi kepada pasien dan pengunjung

NO KEGIATAN PELAKSANAAN EVALUASI PROGRES DAN RENCANA TINDAK PJ


POKOK ANALISIS LANJUT
21 Edukasi tentang Melakukan sosialisasi Keikutsertaan dan b. Sosialisasi kepada IPCN
risiko infeksi kepada pasien dan pemahaman dari pengunjung pasien dan pengunjung IPCLN
kepada pasien pengunjung berupa dan pasien mengenai risiko setiap bulan di poli dan
dan pengunjung penyuluhan tentang risiko infeksi di Rumah Sakit masih
rawat inap
infeksi rendah, karena pasien dan
pengunjung memiliki c. Memberikan leaflet
keberagaman pemahaman mengenai pencegahan
tentang penjelasan dari PPI risiko infeksi

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


32
PENUTUP
Demikian laporan pelaksanaan program kerja Tim PPI di RSUD Tamansari bulan April-
Juni 2019. Melalui penilaian ini diharapkan dapat diketahui kekurangan dan kelebihan
yang dimiliki oleh RSUD Tamansari guna mencari upaya dalam menurunkan angka
kejadian infeksi.

Jakarta, Juli 2019


RSUD Tamansari

Mengetahui, Dibuat Oleh,


Direktur IPCD IPCN

dr. Herni Lestyaningsih dr. Aditya Novita Yeni Sopiani, AMK


NIK.1975031620006042018 NIP.10208119901119201605046 NIP.10208119820829201605135

LAPORAN KERJA TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


33