Anda di halaman 1dari 8

JURNAL READING KELOMPOK I

“PERCEPTIONS AND EFFECTS OF ANTENATAL EDUCATION”


DI PUSKESMAS MINASA UPA

KELOMPOK 1

1. Khoirul Anam (R014191013)


2. Sitti Zaenab (R0141910)
3. A. Fatmawati Firman (R0141910)
4. Fatma Syam (R0141910)
5. Yulianti Rizal (R0141910)
6. Andi Nilakusuma (R014191029)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2019
BAB I

A. Latar Belakang
Tujuan pendidikan kesehatan selama antenatal adalah untuk
memberikan saran, pendidikan, jaminan dan dukungan, untuk mengatasi
dan mengobati masalah kecil kehamilan, dan untuk menyediakan skrining
yang efektif selama kehamilan. Menjelajahi praktek saat ini dalam hal ini
mengungkapkan kebutuhan untuk kegiatan pendidikan lebih terorganisir
untuk memastikan kualitas tinggi dan kepuasan klien.
B. Tujuan
Peneliti melakukan pennelitian ini karena di Arab Saudi telah ada
beberapa studi yang menilai pendidikan kesehatan selama ANC dan
keyakinan yang salah di kalangan wanita Saudi, dan tidak ada penelitian
serupa yang telah dilakukan di King Abdul Aziz Medis di Riyadh. Tujuan
dari studi yang dilakukan adalah untuk menilai kesadaran ibu hamil di
pendidikan kesehatan tentang perawatan antenatal selama postpartum
apakah mereka melanjutkan kunjungan, untuk menilai keyakinan pada isu-
isu yang berhubungan dengan kesehatan selama kehamilan dan periode
peri-partum dan untuk menentukan hubungan karakteristik sosial-
demografi dengan skor pendidikan kesehatan dan keyakinana pada ibu.
C. Metode
Pada penelitian ini di lakukan dengan menggunakan penelitian
deskriptif pada wanita primipara dan multipara yang menghadiri klinik
postnatal di 2 Pusat Kedokteran Keluarga di King Abdul Aziz Saudi (Raja
Abul Aziz Perumahan klinik Iskan dan kesehatan klinik khusus perawatan
HCSC.
D. Hasil
Pada penelitian ini terdapat 300 wanita meyelesaikan kuesioner.
Berikut uraian beberapa hasil dari peeitina ini yaitu:
1. Kebanyakan wanita melakukan kunjungan antenal pertama mereka
selama bulan keempat kehamilan, dan sebagian besar dari mereka
memiliki kunjungan ANC sebanyak 3-6 kali selama kehamilan
2. Sebagian besar mereka menerima pendidikan yaitu pemberian ASI
(83%), tanda-tanda persalinan (75,3%) dan perawatan bayi (74,7%).
3. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang signikan secara statistik
antara tingkat pendidikan ibu dan jumlah keyakinan palsu diadakan dan
efek HE pada keyakinan ini untuk mereka (p = 0,010). Wanita
berpendidikan memiliki keyakinan lebih palsu dan peningkatkan
penerimaan koreksi untuk keyakinan ini setelah pendidikan kesehatan.
4. Ditemukan bahwa wanita dengan anak-anak kurang memiliki
kesalahpahaman, lebih cenderug memiliki pedidikan kesehatan dan
lebih mungkin untuk mendapatkan keuntungan dari pendidikan
kesehatan
BAB II

PICOT
a. Problem
Studi kematian ibu menyarankan bahwa rendahnya tingkat
kesadaran tanda-tanda bahaya kehamilan dan persalinan berkontribusi rasio
kematian ibu yang tinggi di suatu negara. Studi lain, menemukan bahwa
pendidikan kesehatan dan konseling telah didientifikasi sebagai
kesenjangan besar antara kinerja saat ini dan kinerja yang tepat dari fokus
ANC.
b. Intervention
Penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari variabel
variabel beriku: 1) variabel sosiodemografi: pekerjaan, tingkat endidikan,
jumlah anak, jumlah kunjungan ANC, dan bulan kunjungan ANC pertama.
2) tiga belas pertanyaan tentang pendidikan kesehatan, selain itu, sumber-
sumber informasi kesehatan perempuan dan kepuasan dengan pendidikan
kesehatan yang diterima. 3) pertanyaan mengenai keyakinan wanita saat
hamil.
c. Comporasion
Tidak ada penelitian yang serupa
d. Outcome
Hasil penelitian yang dilakukan maka dapat diambil kesimpulan
bahwa pada penelitian ini terdapat 300 wanita meyelesaikan kuesioner.
Kebanyakan wanita melakukan kunjungan antenatal pertama selama bulan
keempat kehamilan, dan sebagaian besar memiliki 3-6 perawatan (ANC).
Ibu yang berpendidikan tinggi memiliki signifikan lebih pada kunjungan
ANC dan menghadiri kunjungan peertama sebelumnya. Hampir 80% dari
subyek merasa puas dengan pendidikan keseahatan yang diberikan selama
kunjungan ANC. Wanita multipara ditemukan untuk menerima pendidikan.
Kesehatan kurang dari wanita primipara. Kebanyakan melaporkan
menerima pendidikan tentang menyusui (83%), tanda-tanda persalinan
(75,3%), dan perawatan bayi (74,7%). Namun, sebagian besar mata
pelajaran tidak menerima semua informasi penting yang harus diberikan
selama ANC. Ada hubungan linear negatif antara skor pendidikan kesehatan
perempuan dan usia mereka.

e. Time
Penelitian ini dilakukan antara November 2009 sampai Februari 2010
BAB III
PEMBAHASAN

Penelitian ini untuk mengeksplorasi kualitas pendidikan kesehatan selama ANC


dan keyakinan kesehatan umum yang terkait dengan kehamilan dan masa nifas di
kalangan wanita Saudi yang mengunjungi klinik kesehatan perempuan di kota
Riyadh. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa 41% wanita memiliki
setidaknya 5 kunjungan untuk ANC selama kehamilan mereka sebelumnya.
Sebagian dari mereka mulai kunjungan antenatal pada bulan keempat kehamilan
atau lebih. Temuan ini berbeda dari temnuan yang dilaporkan sebelumnya di negara
berkembang dan di antara wanita Saudi, yang telah menunjukkan bahwa jumlah
rata-rata kunjungan adalah 5.

Penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dari


tingkat pendidikan ibu dan paritas dengan kehadiran mereka di klinik ANC. Ibu
yang bependidikan tinggi memiliki lebih banyak kunjungan ANC selama
kehamilan dan menghadiri ANC pertama mereka dan mengunjungi lebih awal dari
ibu yang buta huruf. Penjelasan untuk ini dapat bahwa wanita yang bependidikan
memiliki lebih banyak kesadaran tentang kesehatan. Temuan yang sama dari
peneliti dengan penelitian sebelumnya dimana wanita primipara menghadiri ANC
lebih teratur dibandingkan dengan wanita multipara.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor keyakinan palsu secara signifikan
terkait denagn tingkat pendiidikan ibu, sebagai perempuan berpendidikan tinggi
memiliki keyakinan palsu yang lebih, tetapi disisi lain memiliki lebih banyak
penerimaan untuk koreksi dari keyakinan ini setelah pendidikaan kesehatan.

Dalam penellitian ini, 66% wanita melaporkan bahwa sumber utama informasi
tentang pendidikan kesehatan selama ANC adalah dari keluarga atau teman-teman,
sementara 53,7% melaporkan bahwa informasi didapatkan melalui kunjungan
ANC. Dalam budaya Arab Saudi, sebagia besar wanita lebih nyaman
mendiskusikan hal-hal pribadi dengan teman atau kerabat.
BAB IV
KESIMPULAN

Penelitian ini menyoroti pendidikan kesehatan yang tidak memadai


diberikan kepada wanita hamil selama ANC dan menggambarkan berbagai
keyakinan kesehatan dan kesalahpahaman yang berhubungan dengan
kehamilan dan masa nifas. Kesadaran harus ditingkatkan dengan segala cara
yang tersesia melalui kerja kolaboratif untuk meningkatkan kualitas ANC,
dimana ibu-ibu mengikuti waktu yang disarankan kunjungan pertama dan
jumlah kunjungan antenatal, profesional kesehatan dalam menyadari
kepercayaan dan praktek budaya serta mempertimbangkan diskusi tentang
keyakinan ini sebagai bagian dari pendidikan kesehatan selama ANC dengan
penggunaan konseling dan pendidikan metode yang tepat. Researche lebih
lanjut denagn sampel penelitian skala yang lebih besar dan situs yang antenatal
di Arab Saudi.
BAB V
DAFTAR PUSTAKA

Al-Ateeq, M. A., & Al-Rusaless, A. A. (2015). Health Education During Antenatal


Care The Need for More. International Journal of women, 7, 239-242.
doi:10.2147/IJWH.S75164
Al-Ateeq, M. A., Al-Rusaiess, A. A., & Al-Dughaither, A. A. (2013). Perception
and Effect of Antenatal Education. International Journal of Women's
Health, 34(12), 1287-1293.