Anda di halaman 1dari 3

SOP dan Metode Pengendalian

Pengendalian Obat dan Bahan Medis Habis Pakai adalah suatu kegiatan untuk memastikan
tercapainya sasaran yang diinginkan sesuai dengan strategi dan program yang telah ditetapkan
sehingga tidak terjadi kelebihan dan kekurangan atau kekosongan obat di unit pelayanan
kesehatan dasar.

Tujuan pengendalian Obat dan Bahan Medis Habis Pakai adalah agar tidak terjadi kelebihan
dan kekurangan atau kekosongan obat di unit pelayanan kesehatan dasar.

Pengendalian obat terdiri dari :

- Pengendalian Persediaan
- Pengendalian Penggunaan
- Penggunaan Obat hilang, rusak dan kadaluwarsa

SOP dan Metode Paencatatan

Rekap Harian, Bulanan, Tahunan


Ruang farmasi Puskesmas Sei.Mesa menggunakan Rekap Harian Bulanan dan Tahunan
agar mudah dalam pengontrolan dan melakukan rencana tahunan Rekap Harian
dilakukan setelah jam pelayanan kesehatan selesai, ditulis dibuku pencatatan kemudian
dimasukkan kedalam komputer agar data tersimpan dengan rapi.
Laporan dibuat setelah tutup buku setiap tanggal dua lima dengan menjumlah
hasil rekap harian sedangkan Rekap Tahunan dilakukan Puskesmas Sei.Mesa setiap
akhir tahun dengan menjumlah Rekap Bulanan.

SOP dan Metode Pelaporan

Pemakaian obat dilaporkan ke Dinkes kota dengan LPLPO yang dibuat empat rangkap.
Laporan Golongan Narkotik atau Psikotropik dilaporkan setiap satu bulan.

- Bidang Pelayanan Kesehatan (Seksi Farmasi dan Alat kesehatan)


- Gudang Farmasi Kota Banjarmasin
- Arsip Tata Usaha Sei.Mesa
- Arsip Ruang Farmasi
SOP dan Metode Pemusnahan

Pemusnahan dan Penarikan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai yang tidak
dapat digunakan harus dilaksanakan ddengan cara yang sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan. Penarikan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar/ketentuan
peraturan perundang-undangan dilakukan oleh pemilik izin edar berdasarkan perintah
penarikan oleh BPOM (mandatory recall) atau berdasarkan instalasi sukarela oleh pemilik izin
edar (voluntary recall) dengan tetap memberikan laporan kepada Kepala BPOM. (Permenkes
RI No.Tujuh Empat Tahun Dua Ribu Enam belas).

Penarikan Bahan Medis Habis Pakai dilakukan terhadap produk yang izin edarnya
dicabut oleh Menteri. Pemusnahan dilakukan untuk Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis
Pakai bila :

- Produk tidak memenuhi persyaratan mutu


- Telah kadaluwarsa
- Tidak memenuhi syarat untuk dipergunakan dalam pelayanan kesehatan atau
kepentingan ilmu pengetahuan
- Dicabut izin edarnya
(Permenkes RI No.Tujuh Tempat Tahun Dua Ribu Enam belas).
Tahapan Pemusnahan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai terdiri
dari :
- Membuat daftar Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai yang akan
dimusnahkan
- Menyiapkan Berita Acara Pemusnahan
- Mengkoordinasikan jadwal, metode dan tempat pemusnahan kepada pihak terkait
- Menyiapkan tempat pemusnahan
- Melakukan pemusnahan disesuaikan dengan jenis dan bentuk sediaan serta peraturan
yang berlaku
(Permenkes RI No.Tujuh Empat Tahun Dua Ribu Enam belas).
Struktur Organisasi Puskesmas

Kepala Puskesmas

dr.H.RH Muhammad Abrar

Ketua UKP

dr.Hj Rislian Nufus

Pengelola Program farmasi

Diyah Juniartuti,S.Si,Apt

Pengelola Administrasi Pengelola Kamar Obat Pengelola Gudang Obat

Nur Winarsih Sabila Nurul Zahrina Nur Winasih