Anda di halaman 1dari 60

4.

7 Pelayanan Radiologi
Pelayanan radiologi yang merupakan pelayanan penunjang kesehatan juga perlu
menjaga dan meningkatkan mutu pelayanannya. Pelayanan Unit Kerja Radiologi
merupakan pelayanan kesehatan yg menggunakan sinar peng-ion sehingga penggunaan
bahan tersebut mempunyai dua sisi yang berlawanan, yaitu dapat sangat berguna bagi
penegakan diagnosa dan terapi penyakit dan di sisi lain akan sangat berbahaya bila
penggunaannya tidak tepat dan tidak terkontrol, terlebih lagi bila di lakukan oleh tenaga
yang tidak berkompeten atau bukan radiographer dan spesialis radiologi, untuk itu setiap
pengguna, penguasa ataupun pelaksana pelayanan radiologi harus senantiasa menjamin
mutu pelayanannya yaitu harus tepat dan aman baik bagi pasien, pekerja maupun
lingkungan atau masyarakat sekitarnya. Kini saatnya semua individu yang terkait dalam
pelayanan radiologi mulai memikirkan, membuat, menerapkan dan melaksanakan
sistem keselamatan pasien, sehingga pelayanan radiologi (Radiodiagnostik) tidak hanya
mampu memberikan layanan dan hasil layanan yang bermutu tinggi tetapi juga
memberikan kepastian terwujudnya keselamatan pasien (patient safety).
Tugas Pokok :
1. Memastikan bahwa pelayanan Radiologi diberikan sesuai dengan standar
pelayanan Radiologi.
2. Menjamin pemberian pelayanan sesuai dengan standar pelayanan Radiologi
sesuai dengan kebutuhan pasien.
3. Tercapainya standarisasi pelayanan radiologi diagnostik di seluruh Indonesia
sesuai dengan jenis dan kelas sarana pelayanan kesehatan.
4. Sebagai acuan bagi sarana pelayanan kesehatan untuk menyelenggarakan
pelayanan radiologi diagnostik.
Fungsi :
1. Sebagai sarana pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan
radiodiagnostik.
2. Sebagai pedoman dalam upaya pengembangan lebih lanjut yang arahannya
disesuaikan dengan tingkat pelayanan radiologi yang telah dicapai dan proyeksi
kebutuhan pelayanan di masa depan.
3. Sebagai tolak ukur dalam menilai penampilan sarana pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan radiologi.
Landasan Hukum:
a. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
b. UU No. 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan
c. UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
d. KepMenKes RI No. 1014/MENKES/SK/XI/2008 tentang Standar Pelayanan
Radiologi Diagnostik di Sarana Pelayanan Kesehatan
e. KepMenKes RI No. 780/MENKES/PER/VII/2008 tentang Penyelenggaraan
Pelayanan Radiologi.

4.7.a Jumlah Kunjungan Pelayanan Radiologi


Grafik 4.78
Jumlah Kunjungan Radiologi Tahun 2019

700 655
583 562 569 583
600 555
498 497 510 507 483
500 436
400

300

200 162
106 114 129
102 82 102 78 90 101 99 95
100

0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
UMUM 162 102 106 82 102 78 90 101 114 99 95 129
BPJS 498 497 655 510 555 436 583 562 507 569 483 583
Kesimpulan : Berdasarkan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa Kunjungan Pasien Radiologi
paling terbanyak dalam 1 bulan untuk pemeriksaan Radiologi pada bulan
Oktober sebanyak 465 pasien dan untuk pemeriksaan USG pada bulan
November sebanyak 57 pasien.

Grafik 4.79
Kunjungan Pasien Radiologi Bedasarkan Jenis Pemeriksaan Tahun 2017- 2019

5000
4500
4000
3500
3000
2500
2000
1500
1000
500
0
Tho Pan USG V. Gen Pedi Ma Den Sho Ant Gen Crur Cra Ankl Hu V. Abd Abd Pelv Elbo Fem Tho Clav Wri V.
rax ora Lum u s nus tal ulde ebr u is niu e mer Cer om om is w ur rax icul st Tho
mik bos Ap/ Ap/ Ap/ r achi Bila Ap/ m Join us vica en 3 en Join Ap/ + a Join raco
acra Lat Lat Lat Join i tera Lat Ap/ t Ap/ l Posi Pol t Lat Lat t lum
l t Ap/ l Lat Ap/ Lat Ap/ si os Ap/ bal
Ap/ Lat Lat Lat Lat Ap/
Lat Lat
2017 1177 0 0 0 24 17 11 0 10 6 13 7 0 9 6 0 0 0 0 3 0 5 4 3 0
2018 2436 0 147 16 60 43 40 14 19 22 22 15 1 11 12 0 1 1 6 14 10 21 11 5 0
2019 4527 692 460 320 141 87 65 83 54 44 31 39 57 35 25 43 40 40 32 18 24 20 8 15 23

Kesimpulan: Berdasarkan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa Kunjungan Pasien


Radiologi berdasarkan jenis pemeriksaan thorax terbanyak pada tahun 2019
sebanyak 4.527 pasien. Sedangkan terendah pada pemeriksaan thorax pada
tahun 2017 sebanyak 1177 pasien.

Grafik 4.80
Kunjungan Pasien Radiologi Bedasarkan Jenis Pemeriksaan Tahun 2019

600

500

400

300

200

100

0
V.
V.
Ante Ankl V. Abd Abd Wris Thor
Lum Gen Pedi Man Gen Cruri Crani Hum Fem
Pano Shou brac e Cervi ome ome Elbo Thor t acol
Thor bosa u s us Dent u s um erus Pelvi ur Clavi
rami USG lder hii Joint cal n 3 n w ax + Joint umb
ax cral Ap/L Ap/L Ap/L al Bilat Ap/L Ap/L Ap/L s Ap/L cula
k Joint Ap/L Ap/L Ap/L Posis Polo Joint Lat Ap/L al
Ap/L at at at eral at at at at
at at at i s at Ap/L
at
at
JAN 353 58 13 13 4 7 43 1 3 2 6 2 3 4 5 2 1 1 1 1
FEB 308 26 50 27 9 5 4 28 4 5 2 8 2 2 5 4 1 2 1
MAR 346 87 58 24 12 8 10 4 3 4 2 7 1 3 3 1 1 2 1
APR 331 64 38 30 17 4 6 6 1 2 3 1 1 2 3 1 4 2 7 3 1
MEI 333 59 53 22 11 5 6 3 3 5 10 6 2 6 4 3 5 6 1
JUN 293 53 45 16 7 3 5 3 2 1 7 3 3 6 5 1 1 5
JUL 402 100 76 23 12 12 1 10 2 6 3 6 2 3 5 5 3 1 2 1 4
AGU 406 61 24 22 4 14 7 5 3 3 2 4 1 2 8 1 1 3 5 2 2
SEP 417 51 21 21 12 10 3 1 7 6 4 2 4 4 2 7 3 2 4 2 2 3
OKT 428 68 14 27 14 11 8 1 7 4 5 3 4 3 2 5 3 6 4 2 2 2 1 1 3
NOV 403 56 12 56 19 2 4 2 7 6 8 7 2 6 2 2 3 2 5 2 6 1 3
DES 507 67 11 39 11 9 4 4 5 4 9 3 1 2 2 7 1 4 5 2 3 5 3 2

Kesimpulan: Berdasarkan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa Kunjungan Pasien


Radiologi berdasarkan jenis pemeriksaan thorax terbanyak pada tahun
2019 pada buln Desember sebanyak 507 pasien. Sedangkan terendah pada
pemeriksaan thorax pada bulan Februari sebanyak 308 pasien.

Kunjungan Pasien Radiologi Bedasarkan Jenis Pembayaran Tahun 2019

Kesimpulan : Berdasarkan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa Kunjungan Pasien USG
berdasarkan jenis pembayaran dengan BPJS terbanyak pada bulan
November sebanyak 36 pasien. Untuk jenis pembayaran umum/pribadi
terbanyak pada bulan November dengan 21 pasien. Sedangkan jenis
pembayaran untuk karyawan adalah 0.

4.7.b Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pelayanan Radiologi


Grafik 4.81
Standar Pelayanan Minimal Pelayanan Radiologi
1. Pemberi Pelayanan Radiologi
120

100
PERSENTASE

80

60

40

20

0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 100 100 100 100 100 100 100 50 50 50 100 100

Study Capaian angka pelayanan minimal radiologi berjalan dengan baik dengan
(Analisis Data) capaian 100%.
Mempertahankan pencapaian indikator Pemberi pelayanan radiologi
Action
terbaik.
2. Ketersediaan Fasilitas dan Peralatan Radiologi

100
PERSENTASE

80
60
40
20
0

STANDAR

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

Study Capaian data ketersediaan fasilitas dan peralatan radiologi tercapai karena
(AnalisisData) kelengkapan peralatan radiologi.
Mempertahankan pencapaian indikator ketersediaan fasilitas dan peralatan
Action
radiolgi

3. Waktu Tunggu Hasil Pelayanan Foto Thorax Cito

30

25

20

15
JAM

10

0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
CAPAIAN 11.7 8.7 7.8 7.9 7.08 6.8 2.2 24 0 0 5.8 24
Study Capaian angka waktu tunggu hasil pelayanan foto thorax cito tidak sesuai dengan
(Analisis Data) standar karena dokter spesialis radiologi kerja di banyak tempat.
1. Koordinasi dengan Kasie Yanmed dan Kasie Penunjang untuk mendatangkan
Action dokter spesialis radiologi untuk mencapai standar yang kurang dari 3 jam.

4. Kerusakan Foto

2.5

2
PERSENTASE

1.5

0.5

0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
CAPAIAN 0.8 0.4 0.2 0.6 0 0 0 0 0.7 0 0.2 0

Study
Capaian angka sesuai dengan standar kurang dari 2% dalam kerusakan foto.
(Analisis Data)
Action Mempertahankan pencapaian indikator kerusakan foto

5. Tidak Terjadi Kesalahan Pemberian Label

100
PERSENTASE

80
60
40
20
0
JAN FEB MAR
APR MEI JUN
JUL AGU STANDAR
SEP OKT
NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Study Capaian angka Tidak Terjadi Kesalahan Pemberian Label
(Analisis Data) sesuai degan standar
Mempertahankan pencapaian indikator tidak terjadi
Action
kesalahan pemberian label

6. Pelaksana Ekspertisi Hasil Pemeriksaan Radiologi

120

100

80
PERSENTASE

60

40

20

0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 100 100 100 100 100 100 100 0 0 0 100 100

Capaian angka tercapai , semua data terbaca ekspertisi oleh spesialis radiologi walaupun
Study
yang tidak tercapai di bulan agustus , September dan oktober karena tidak ada spesialis
(Analisis Data)
radiologi yang membaca foto.
2. Koordinasi dengan Kasie Yanmed dan Kasie Penunjang untuk mendatangkan dokter
Action spesialis radiologi
3.

7. Kepuasan Pelanggan
120
100
PERSENTASE

80
60
40
20
0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80
CAPAIAN 96 100 98 100 96 100 98 98 100 98 92 98
Study Capaian angka kepuasan pelanggan masih sesuai dengan standar walaupun terjadi
(Analisis Data) kenaikan dan penurunan.
4. Radiografer harus lebih meningkatkan pelayanan prima terhadap semua pasien di RSUD
Action Cilincing dan jangan lupa melayani tuntas dengan sepenuh hati.
5.

Tabel 4.40
10 Terbanyak Tindakan Pemeriksaan Unit Radiologi Tahun 2019
NO JENIS JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
1 Thorax 353 308 346 331 333 293 402 406 417 428 403 428
2 Panoramik 0 26 87 64 59 53 100 61 51 68 56 46
3 USG 58 50 58 38 53 45 76 24 21 14 12 12
V. Lumbosacral
4 Ap/Lat 13 27 24 30 22 16 23 22 21 27 56 38
5 Genu Ap/Lat 13 9 12 17 11 7 12 4 12 14 19 9
6 Pedis Ap/Lat 4 5 8 4 5 3 12 14 10 11 2 7
7 Dental 43 28 4 0 0 0 0 0 1 1 2 0
8 Manus Ap/Lat 7 4 10 6 6 5 1 7 3 8 4 4
9 Cranium Ap/Lat 6 8 7 3 10 7 3 4 2 4 2 0
10 Shoulder Joint 1 4 3 6 3 3 10 5 0 7 7 4
TOTAL 498 469 559 499 502 432 639 547 538 582 563 548

4.8 Pelayanan Laboratorium


Pelayanan laboratorium adalah suatu tindakan pemerikasaan dan prosedur
pemeriksaan khusus dengan mengambil bahan atau sampel dari penderita, dapat berupa
urine (air kencing), darah, sputum (dahak), dan sebagainya untuk menentukan diagnosis
atau membantu menentukan diagnosis penyakit bersama dengan tes penunjang lainya,
anamnesis, dan pemeriksaan lainya. Tenaga Laboratorium di RSUD Cilincing :
Jumlah analis kesehatan : 8 Personil.
Jumlah Spesialis Patologi Klinik : 1 Personil.

Tugas Pokok :
1. Memastikan bahwa pelayanan di laboratorium diberikan sesuai dengan
standar prosedur pelayanan Laboratorium.
2. Menjamin pemberian pelayanan sesuai dengan standar prosedur pelayanan
Laboratorium sesuai dengan kebutuhan pasien.
3. Peningkatan mutu laboratorium dilakukan dengan menjalankan Pemantapan
Mutu Internal (PMI) dan Pemantapan Mutu Eksternal (PME) yang bersifat
Nasional maupun International.
4. Pelayanan Laboratorium yang bermutu harus mengacu pada mutu Pra
Analisa, Analisa dan Post Analisa.
5. Mengembangkan mutu pelayanan, program pelayanan dan pelatihan untuk
tenaga analis kesehatan.
Fungsi :
1. Fungsi Kredensial
a. Menyusun daftar rincian kewenangan klinis dan buku putih ( loog book/ porto
polio)
b. Melakukan verifikasi persyaratan kredensial.
c. Merekomendasikan kewenangan klinis analis kesehatan.
d. Melakukan kredensial ulang secara berkala sesuai waktu yang ditentukan.
e. Pelaporan dan rekomendasi hasil kredensial atau rekredensial oleh Tim
Kredensial Profesi Kesehatan Lain diteruskan ke Bagian Sumber Daya Manusia
untuk kemudian dibuatkan Rincian kewenangan klinis dan Surat Penugasan
Klinis dan diteruskan kepada Direktur RSUD Cilincing untuk ditandatangi.
2. Fungsi Mutu Profesi
a. Menyusun data profil tenaga analis kesehatan.
b. Merekomendasikan perencanaan pengembangan profesional berkelanjutan /
pelatihan untuk tenaga analis kesehatan.
c. Melakukan kompetensi tenaga analis kesehatan.

Landasan Hukum:
1. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
3. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
4. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 298/Menkes/SK/III/2008 tentang Pedoman
akreditasi Laboratorium Kesehatan.
5. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 42 Tahun 2015 Tentang Izin Dan
Penyelenggaraan Praktik Ahli Teknologi Laboratorium Medik.
6. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 657/Menkes/Per/VIII/2009 tentang
Pengiriman dan Penggunaan Spesimen Klinik, Materi Biologik dan Muatan
Informasinya.
7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796/MENKES/PER/VIII/2010 tentang
Registrasi Tenaga Kesehatan.
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/MENKES/PER/VIII/2010 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Kesehatan.
9. Peraturan pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan.
4.8.a. Jumlah Kunjungan Pelayanan Laboratorium
Grafik 4.78
Jumlah Kunjungan Laboratorium Tahun 2019

3000
2500
2000
1500
1000
500
0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEPT OKT NOV DES
BPJS 1341 1440 694 1754 1602 1442 1590 1474 1526 1819 1793 2073
UMUM 479 584 1661 413 352 382 606 488 390 421 732 821
JUMLAH PASIEN 1820 2024 2355 2167 1954 1824 2196 1962 1916 2240 2525 2894

Grafik 4.82
Data Kunjungan Laboratorium berdasarkan Jenis Pemeriksaan Tahun 2019
40,000
35,000
30,000
25,000
20,000
15,000
10,000
5,000
-
2017 2018 2019
HEMATOLOGI 11,112 12,561 18,745
URINALISA 4,235 4,833 5,613
FESES 181 133 365
MIKROBIOLOGI 407 669 1,414
KIMIA KLINIK 15,100 25,451 34,659
IMUNOSEROLOGI 4,347 4,247 7,012
PATOLOGI ANATOMI - - 43

Kesimpulan: Berdasarkan grafik di atas bahwa Total Kunjungan Laboratorium


tertinggi BPJS terdapat pada bulan Oktober sejumlah 563 kunjungan.

Grafik 4.78
Jumlah Pasien Permintaan darah Tahun 2018 - 2019

20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
2018 0 0 0 0 3 2 6 8 10 7 5 7
2019 4 8 5 2 5 4 9 11 20 18 20 5

Jumlah Pasien Permintaan darah Tahun 2019


DES, 5 JAN, 4
MAR, 5
FEB, 8 APR, 2
NOV, 20
MEI, 5
JUN, 4

JUL, 9
OKT, 18

AGU, 11

SEP, 20

Grafik 4.79
Jumlah Permintaan Kantong darah Tahun 2018 – 2019

45
40
35
30
25
20
15
10
5
0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
2018 0 0 0 0 6 3 13 16 18 10 8 14
2019 9 15 10 2 5 8 14 17 43 36 41 17

Jumlah Permintaan Kantong darah Tahun 2019


DES, 17 JAN, 9
FEB, 15
MAR, 10
NOV, 41 APR,
MEI,2 5
JUN, 8

JUL, 14

AGU, 17
OKT, 36

SEP, 43

4.8.b Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pelayanan Laboratorium

Tabel 4.41
Standar Pelayanan Minimal Pelayanan Laboratorium
1. Pemberi Pelayanan Patologi Klinik

100
PRESENTASE

80
60
40
20
0
JAN FEB
MAR APR
MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
STUDY Capaian indikator waktu tunggu hasil pelayanan laboratorium telah
( ANALISA DATA ) memenuhi standar.
1. Edukasi kepada pasien tentang waktu tunggu pelayanan laboratorium
sesuai dengan pemeriksaan yang diminta
2. Pemasangan informasi tentang waktu tunggu pelayanan lab
ACTION 3. Mempertahankan pencapaian indikator waktu tunggu hasil pelayanan
laboratorium
4. Lean manajemen untuk mempersingkat waktu pengerjaan sample
5. Pencatatan TAT (Turn Around Time) di formulir pasien

2. Data Tidak Adanya Kesalahan Penyerahan Hasil Pemeriksaan Laboratorium

100
PERSENTASE

50

0
JAN FEB
MAR APR
MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

3. Waktu tunggu hasil pelayanan Laboratorium Patologi Klinik


70

60

50

40
JAM

30

20

10

0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60
CAPAIAN 44 43 44 44 44 42 38 38 38 43 39 40
STUDY Capaian indikator Angka Pengulangan Pemeriksaan laboratorium telah
(ANALISA DATA) memenuhi standar.
1. Melakukan pergantian alat dengan alat baru yang lebih terupdate
ACTION 2. Melakukan Pemantapan Mutu Eksternal
3. Mempertahankan pencapaian indikator Angka Pengulangan
Pemeriksaan lab.

4. Tidak adanya Kejadian tertukar spesimen

100
PERSENTASE

50

0
JAN FEB
MAR APR
MEI JUN
JUL AGU SEP OKT NOV DES
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

STUDY Capaian indikator Waktu Pelaporan Hasil Kritis laboratorium


(ANALISA DATA) telah memenuhi standar
1. Memperbarui regulasi tentang pelaporan hasil nilai kritis
ACTION 2. Penulisan TAT di formulir lab
3. Mempertahankan pencapaian indikator waktu tunggu hasil
pelayanan laboratorium

5. Kemampuan Memeriksa HIV-AIDS


100
80
60
PERSENTASE

40
20
0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

STUDY Capaian indikator Kepuasan Pelanggan di laboratorium telah


(ANALISA DATA) memenuhi standar kemenkes rumah sakit.
1. Meningkatkan komunikasi efektif kepada pasien
ACTION 2. Meningkatkan skill petugas lab dalam pengambilan darah ataupun
pengerjaan sample
3. Mempertahankan pencapaian indikator kepuasan pelanggan

6. Kemampuan Mikroskopis TB Paru


7.

100
80
60
40
20
0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP
OKT
NOV
DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

STUDY Capaian indikator Kepuasan Pelanggan di laboratorium telah


(ANALISA DATA) memenuhi standar kemenkes rumah sakit.
1. Meningkatkan komunikasi efektif kepada pasien
ACTION
2. Meningkatkan skill petugas lab dalam pengambilan darah ataupun
pengerjaan sample
3. Mempertahankan pencapaian indikator kepuasan pelanggan

8. Ekspetisi hasil pemeriksaan Laboratorium

100
80
60
40
20
0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

STUDY Capaian indikator Kepuasan Pelanggan di laboratorium telah


(ANALISA DATA) memenuhi standar kemenkes rumah sakit.
1. Meningkatkan komunikasi efektif kepada pasien
ACTION 2. Meningkatkan skill petugas lab dalam pengambilan darah ataupun
pengerjaan sample
3. Mempertahankan pencapaian indikator kepuasan pelanggan

9. Tidak adanya kesalahan pemberian hasil pemeriksaan Laboratorium


100

50

0
JAN FEB
MAR APR
MEI JUN JUL AGU STANDAR
SEP OKT NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

STUDY Capaian indikator Kepuasan Pelanggan di laboratorium telah


(ANALISA DATA) memenuhi standar kemenkes rumah sakit.
1. Meningkatkan komunikasi efektif kepada pasien
ACTION 2. Meningkatkan skill petugas lab dalam pengambilan darah ataupun
pengerjaan sample
3. Mempertahankan pencapaian indikator kepuasan pelanggan

10. Kesesuaian hasil pemeriksaan buku mutu eksternal

100

50

0
JAN FEB
MAR APR
MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

STUDY Capaian indikator Kepuasan Pelanggan di laboratorium telah


(ANALISA DATA) memenuhi standar kemenkes rumah sakit.
1. Meningkatkan komunikasi efektif kepada pasien
ACTION 2. Meningkatkan skill petugas lab dalam pengambilan darah ataupun
pengerjaan sample
3. Mempertahankan pencapaian indikator kepuasan pelanggan
11. Kepuasan Pelanggan

120

100

80
PRESENTASE

60

40

20

0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
standar 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80
capaian 97 98 95 96 97 98 98 99 99 98 92 98

STUDY Capaian indikator Kepuasan Pelanggan di laboratorium telah


(ANALISA DATA) memenuhi standar kemenkes rumah sakit.
1. Meningkatkan komunikasi efektif kepada pasien
ACTION 2. Meningkatkan skill petugas lab dalam pengambilan darah ataupun
pengerjaan sample
3. Mempertahankan pencapaian indikator kepuasan pelanggan

Tabel 4.42
10 Terbanyak Tindakan Pemeriksaan Laboratorium Tahun 2019
Jenis Bulan
No Jml
Pemeriksaan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
1 GDS 384 352 357 365 357 366 458 387 401 380 263 269 4.339
2 D. Lengkap 284 281 315 325 294 318 425 297 299 330 246 347 3.761
3 D. Rutin 240 216 344 289 303 236 240 200 251 256 203 265 3.043
4 Urin Lengkap 178 144 191 160 176 181 162 137 142 204 175 175 2.025
5 Creatinin 131 162 127 95 127 177 163 121 154 162 125 127 1.671
6 Ureum 130 129 99 98 120 170 160 119 154 163 122 125 1.589
7 GDP 164 105 107 125 122 110 103 90 101 132 145 103 1.407
8 Elektrolit 83 93 86 83 101 104 138 99 107 133 83 95 1.205
9 Asam Urat 82 83 87 71 84 112 98 85 97 97 75 90 1.061
10 Cholesterol 79 76 79 69 74 124 97 76 75 105 108 89 1.051
TOTAL 1755 1641 1792 1680 1758 1898 2044 1611 1781 1962 1545 1685 21152

4.9 Pelayanan Farmasi


Pelayanan kefarmasian sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan rumah
sakit mempunyai peran penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal,
dimana Instalasi Farmasi sebagai bagian dari pelayanan kesehatan mempunyai tugas dan
tanggung jawab dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang berkualitas, yang
berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan sediaan farmasi dan alat kesehatan
yang bermutu serta terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
Tujuan pelayanan kefarmasian adalah menyediakan sediaan farmasi dan alat
kesehatan serta informasi terkait agar masyarakat mendapatkan manfaaatnya yang
terbaik.

Tugas pokok :
1. Menyelenggarakan, mengkoordinasikan, mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan
Pelayanan Kefarmasian yang optimal dan profesional sesuai prosedur dan etik
profesi;
2. Melaksanakan pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis
Habis Pakai yang efektif, aman, bermutu dan efisien;
3. Melaksanakan pengkajian dan pemantauan penggunaan Sediaan Farmasi, Alat
Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai guna memaksimalkan efek terapi dan
keamanan serta meminimalkan risiko;
4. Melaksanakan Komunikasi, Edukasi dan Informasi (KIE) serta memberikan
rekomendasi kepada dokter, perawat dan pasien;
5. Berperan aktif dalam Komite/Tim Farmasi dan Terapi;
6. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan serta oengembangan Pelayanan
Kefarmasian;
7. Memfasilitasi dan mendorong tersusunnya standar pengoatan dan formularium
Rumah Sakit.

Fungsi :
a. Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Bahan Medis Habis Pakai
1) Memilih Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai sesuai
kebutuhan pelayanan Rumah Sakit;
2) Merencanakan kebutuhan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis
Habis Pakai secara efektif, efisien dan optimal;
3) Mengadakan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai
berpedoman pada perencanaan yang telah dibuat sesuai ketentuan yang berlaku;
4) Memproduksi Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai
untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit;
5) Menerima Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai
sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan yang berlaku;
6) Menyimpan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai
sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan kefarmasian;
7) Mendistribusikan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis
Pakai ke unit-unit pelayanan di Rumah Sakit;
8) Melaksanakan pelayanan farmasi satu pintu;
9) Melaksanakan pelayanan obat “unit dose” / dosis sehari;
10) Melaksanakan komputerisasi pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan
Bahan Medis Habis Pakai (apabila sudah memungkinkan);
11) Mengidentifikasi, mencegah, dan mengatasi masalah yang terkait dengan Sediaan
Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai;
12) Melakukan pemusnahan dan penarikan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan
Bahan Medis Habis Pakai yang sudah tidak dapat digunakan;
13) Mengendalikan persediaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis
Habis Pakai;
14) Melakukan administrasi pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan
Bahan Medis Habis Pakai;
b. Pelayanan farmasi klinik
1) Mengkaji dan melaksanakan pelayanan Resep atau permintaan obat;
2) Melaksanakan penelusuran riwayat penggunaan Obat;
3) Melaksanakan rekonsiliasi obatt;
4) Memberikan informasi dan edukasi penggunaan Obat baik berdasarkan Resep
maupun Obat non Resep kepada pasien/keluarga pasien;
5) Mengidentifikasi, mencegah dan mengatasi masalah yang terkait dengan Sediaan
Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai;
6) Melaksanakan visite mandiri maupun bersama tenaga kesehatan lain;
7) Memberikan konseling pada pasien dan/atau keluarganya;
8) Melaksanakan Pemantauan Terapi Obat (PTO)
 Pemantauan efek terapi Obat;
 Pemantauan efek samping Obat;
 Pemantauan Kadar Obat dalam Darah (PKOD).
9) Melaksanakan Evaluasi Penggunaan Obat (EPO);
10) Melaksanakan dispensing sediaan steril
 Melakukan pencampuran Obat suntik
 Menyiapkan nutrisi parenteral
 Melaksanakan penanganan sediaan sitotoksik
 Melaksanakan pengemasan ulang sediaan steril yang tidak stabil
11) Melaksanakan Pelayanan Informasi Obat (PIO) kepada tenaga kesehatan lain,
pasien/keluarga, masyarakat dan institusi di luar Rumah Sakit;
12) Melaksanakan Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS).

Landasan Hukum
1. Undang- Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara
Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495);
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
6. Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian di Rumah Sakit
7. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi
dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 138, Tambahan
Lembaran Ne gara Nomor 3781);
8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan
Kefarmasian
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian di Rumah Sakit
10. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 159b/Menkes/PER/II/1988 tentang Rumah
Sakit;
11. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 012 tahun 2012 Tentang Standar Akreditasi
Rumah Sakit
12. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 085/Menkes/PER/I/ 1989 tentang Kewajiban
Menulis Resep dan atau menggunakan Obat Generik di Rumah sakit Pemerintah;
13. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 983/Menkes/SK/XI/ 1992 tentang Pedoman
Organisasi Rumah Sakit Umum;
14. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 436/Menkes/SK/VI/ 1993 tentang
berlakunya Standar Pelayanan Rumah Sakit dan Standar Pelayanan Medis di Rumah
Sakit;
15. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1009/Menkes/SK/X/1995 tentang
Pembentukan Komite Nasional Farmasi dan Terapi;
16. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1333/Menkes/SK/XII/ 1999 tentang Standar
Pelayanan Rumah Sakit;
17. Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 1197/ Menkes / SK /X/2004 tentang
Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit
18. Pedoman Cara Pelayanan Kefarmasian yang Baik (CPFB), 2011
19. Pedoman Kesehatan dan Keselamatan Kerja Instalasi Farmasi Rumah Sakit,
Direktorat Bina Farmasi Kominstalasias Dan Klinik, Ditjen Bina Kefarmasian Dan
Alat Kesehatan, Depkes RI, 2006
20. Surat keputusan direktur RSUD Cilincing Nomor 13 tahun 2018 tentang pelayanan
farmasi RSUD Cilincing
Tabel 4.43
Capaian Program Kerja Dan Kegiatan
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI
Diikuti oleh semua
Diikuti oleh
Orientasi Karyawan karyawan baru;
a semua karyawan
Baru dilaksanakan pada
baru
bulan Maret 2019
Diikuti oleh semua
staff farmasi dengan
Diikuti oleh
1 Peningkatan Kualitas SDM Review Materi materi DAGUSIBU
b semua staff
Kefarmasian dan TANYA 5O
farmasi
dilaksanakan pada
bulan September 2019
1 pelatihan
Pelatihan Aseptik
c 1 pelatihan dilaksanakan pada
Dispensing Apoteker
bulan April 2019
Rapat rutin setiap Rapat rutin setiap
2 Rapat Rutin Farmasi
bulan bulan
Pelaporan rutin setiap
Pelaporan rutin
3 Pelaporan Penggunaan Obat Narkotika dan Psikotropika bulan; maksimal
setiap bulan
tanggal 10 tiap bulan
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI
Terdapat perencanaan
Terlaksananya
Obat, alkes dan
perencanaan
Perencanaan Obat BMHP tahun 2020
a Obat, alkes dan
Tahun 2020 yang disusun pada
BMHP tahun
bulan November-
2020
Desember 2019
Pelayanan Informasi 15 pasien tiap
b 50 pasien tiap bulan
Obat bulan
20 pasien tiap
c Visite Pasien 30 pasien tiap bulan
bulan
d Pengkajian Resep 10.000 resep 17.230 resep

Pelaporan rutin setiap


4 Peningkatan Mutu Pelayanan Monitoring Kesalahan Pelaporan rutin
e bulan; maksimal
Penggunaan Obat setiap bulan
tanggal 10 tiap bulan

Pelaporan rutin setiap


Monitoring Efek Pelaporan rutin
f bulan; maksimal
Samping Obat setiap bulan
tanggal 10 tiap bulan
Pencapaian Mutu Pelaporan rutin setiap
Pelaporan rutin
g Standar Pelayanan bulan; maksimal
setiap bulan
Minimal (SPM) tanggal 10 tiap bulan
Monitoring dan
Pemusnahan Obat dan evaluasi berkelanjutan,
h 1 kali per tahun
BMHP Expired Date tidak ada kejadian obat
kadaluarsa

4.9.a Pelayanan Obat


Tabel 4.44
Jumlah pemakaian obat terbanyak pasien rawat jalan, rawat inap JKN dan Non JKN
Januari-Desember

1). Pasien IGD Umum 2). Pasien IGD JKN


No Nama Obat Jumlah No Nama Obat Jumlah
1 Paracetamol 500 mg tab 23.906 1 Paracetamol 500 mg tab 44.396
2 Lansoprazole 30 mg tab 10.032 2 Lansoprazole 30 mg tab 18.631
3 Ranitidin 150 mg tab 9.007 3 Ranitidin 150 mg tab 16.726
4 Ambroxol 30 mg tab 6.962 4 Ambroxol 30 mg tab 12.929
Metil Prednisolon 4 mg Metil Prednisolon 4 mg
5 5.721 5 10.625
tab tab
Asam Mefenamat 500 mg Asam Mefenamat 500 mg
6 5.576 6 10.355
tab tab
7 Deksametason 0,5 mg tab 5.482 7 Deksametason 0,5 mg tab 10.180
8 Cetirizine 10 mg tab 4.980 8 Cetirizine 10 mg tab 9.249
9 New Antides 4.866 9 New Antides 9.037
10 Sefiksim 200 mg tab 4.716 10 Sefiksim 200 mg tab 8.759

3). Pasien Ranap Umum 4). Pasien Ranap JKN


5). SP Internis Pagi Umum 6). SP Internis Pagi JKN
No Nama Obat Jumlah No Nama Obat Jumlah
1 Metformin 500 mg tab 1.582 7). 1 Metformin 500 mg tab 21.018
2 Acarbose 100 mg tab 642 SP 2 Acarbose 100 mg tab 8.525
3 Glimepirid 2 mg tab 628 3 Glimepirid 2 mg tab 8.338
4 Amlodipin 10 mg tab 605 4 Amlodipin 10 mg tab 8.032
5 Domperidon 10 mg Tab 501 5 Domperidon 10 mg Tab 6.650
6 Lansoprazol 30 mg cap 496 6 Lansoprazol 30 mg cap 6.589
7 Bisoprolol 2,5 mg tab 461 7 Bisoprolol 2,5 mg tab 6.119
No8 Simvastatin
Nama20Obat
mg tab 460
Jumlah No 8 Simvastatin
Nama Obat
20 mg tab Jumlah
6.111
19 Ringer
Amlodipin
laktat5 mg tab 432
218 1 9 Ringer laktat 5 mg tab
Amlodipin 4.139
5.736
210 Ondansetron
Metformin 850 mginjeksi
4 mg tab 422
171 2 10 Ondansetron
Metformin4850
mgmginjeksi
tab 3.244
5.600
3 Ceftriakson injeksi 147 3 Ceftriakson injeksi 2.799
Natrium Klorida infus Natrium Klorida infus
4 145 4 2.756
0,9% 100 ml 0,9% 100 ml
5 Ranitidin injeksi 131 5 Ranitidin injeksi 2.497
6 Omeprazol injeksi 112 6 Omeprazol injeksi 2.119
7 Asering 500 ml 70 7 Asering 500 ml 1.339
8 Parasetamol 500 mg Tab 69 8 Parasetamol 500 mg Tab 1.302
Natrium Klorida infus Natrium Klorida infus
9 68 9 1.283
0,9% 500 ml 0,9% 500 ml
10 Kaen 3B 66 10 Kaen 3B 1.238
Internis Sore Umum 8). SP Internis Sore
JKN
No Nama Obat Jumlah
1 Metformin 500 Mg Tab 5.953
2 Acarbose 100 mg tab 2.615
3 Amlodipine 10 Mg 2.488
4 Glimepirid 2 mg tab 2.465
5 Lansoprazol 30 mg cap 1.681
6 Candesartan 8 mg tab 1.547
7 Simvastatin 20 mg tab 1.529
8 Amlodipine 5 Mg 1.384
9 Metformin 850 Mg Tab 1.265
10 Candesartan 16 mg tab 1.128
No Nama Obat Jumlah
1 Metformin 500 Mg Tab 79.092
2 Acarbose 100 mg tab 34.741
3 Amlodipine 10 Mg 33.052
4 Glimepirid 2 mg tab 32.743
5 Lansoprazol 30 mg cap 22.334
6 Candesartan 8 mg tab 20.560
7 Simvastatin 20 mg tab 20.310
8 Amlodipine 5 Mg 18.390
9 Metformin 850 Mg Tab 16.808
9). SP Anak Pagi Non JKN 10 Candesartan 16 mg tab 14.990 10).
SP Anak Pagi JKN
No Nama Obat Jumlah No Nama Obat Jumlah
1 Ambroksol 30 mg tab 2.565 1 Ambroksol 30 mg tab 3.135
2 Salbutamol 4 mg tab 2.099 2 Salbutamol 4 mg tab 2.565
Metil prednison 4 mg Metil prednison 4 mg
3 1.827 3 2.232
tab tab
4 Piridoksin 10 mg tab 1.783 4 Piridoksin 10 mg tab 2.179
Pseudoefedrin HCL Pseudoefedrin HCL
5 dan terfenadin 1.125 5 dan terfenadin 1.374
(Rhinofed) tab (Rhinofed) tab
Klorfeniramin Maleat Klorfeniramin Maleat
6 745 6 911
(CTM) 4 mg tablet (CTM) 4 mg tablet
7 Lacto B 694 7 Lacto B 849
8 Isoniazide 100 mg tablet 363 8 Isoniazide 100 mg tablet 443
Parasetamol 500 mg Parasetamol 500 mg
9 347 9 424
tablet tablet
Parasetamol sirup 120 Parasetamol sirup 120
10 266 10 325
mg/ 5 ml mg/ 5 ml

11). SP Anak Sore Umum 12). SP Anak Sore JKN


No Nama Obat Jumlah No Nama Obat Jumlah
1 Metil prednison 4 mg tab 498 1 Metil prednison 4 mg tab 608
2 Lacto B 453 2 Lacto B 554
3 Piridoksin 10 mg tab 450 3 Piridoksin 10 mg tab 550
4 Ambroksol 30 mg tab 431 4 Ambroksol 30 mg tab 527
Klorfeniramin Maleat Klorfeniramin Maleat
5 365 5 447
(CTM) 4 mg tablet (CTM) 4 mg tablet
6 Salbutamol 4 mg tab 351 6 Salbutamol 4 mg tab 429
7 Setirizine 10 mg tab 247 7 Setirizine 10 mg tab 302
8 Curcuma Xantoriza 224 8 Curcuma Xantoriza 274
9 Parasetamol 500 mg tablet 198 9 Parasetamol 500 mg tablet 243
10 Isoniazide 100 mg tablet 179 10 Isoniazide 100 mg tablet 218

13). SP Obgyn Pagi Umum 14). SP Obgyn Pagi JKN

No Nama Obat Jumlah


Tablet tambah darah
1 758
kombinasi
2 Kalsium laktat 500 mg tab 630
3 Asam Folat 1 mg tab 262
Progesteron Micronised/
4 193
Utrogestan 100 mcg
Asam Folat 0.4 mg Tablet No Nama Obat Jumlah
5 146
(PROFOLAT) Tablet tambah darah
Asam Askorbat (Vit.C) tab 50 1 14.401
6 137 kombinasi
mg 2 Kalsium laktat 500 mg tab 11.967
Asam Mefenamat 500 mg 3 Asam Folat 1 mg tab 4.987
7 119
Tablet Progesteron Micronised/
Asam Askorbat (Vit.C 25 mg) 4 3.670
8 113 Utrogestan 100 mcg
tablet Asam Folat 0.4 mg Tablet
9 Asam Traneksamat 500 mg t 108 5 2.679
(PROFOLAT)
Tiamin HCL (VIT B1) Tab Asam Askorbat (Vit.C) tab 50
10 102 6 2.594
50 mg mg
Asam Mefenamat 500 mg
7 2.252
Tablet
Asam Askorbat (Vit.C 25 mg)
8 2.148
tablet
9 Asam Traneksamat 500 mg t 2.061
Tiamin HCL (VIT B1) Tab 50
10 1.935
mg

Tabel 4.45
Data Penggunaan Obat Rasional Tahun 2019

% Penggunaan % Penggunaan
% Penggunaan Rerata Item Jenis
Antibiotik pada Antibiotik pada
No Bulan Injeksi pada Obat/ Lembar
ISPA Non- Diare Non
Myalgia Resep
Pneumonia Spesifik

1 Januari 16 0 0 5
2 Februari 13 2.1 0 5

3 Maret 12 1.8 0 7

4 April 10 0 0 6
5 Mei 6 0 0 5
6 Juni 8 2.7 0 4

7 Juli 18 1.3 0 4

8 Agustus 16 2.6 0 5

9 September 17 2 0 4
10 Oktober 9 2.8 0 4
11 November 11 0 0 4

12 Desember 8 1.7 0 5
Rata-rata 12% 0,4% 0% 5
4.9.b Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pelayanan Farmasi
Grafik 4.83
Standar Pelayanan Minimal Pelayanan Farmasi
1. Kepatuhan DPJP Dalam Meresepkan Obat Sesuai Formularium
102%
100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%100%
PERSENTASE

98% 98% 98.71%98% 98.0% 97.8% 98.3% 98.2% 99.0% 98.7%


98.4%
96% 97%
94%
92% 92%
90%
88%
JAN FEBR MAR APRI
MEI JUN JUL AGS SEPT OKT NOV DES
UARI UARI ET L
STANDAR 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
PENCAPAIAN 92% 97% 98% 98.71 98% 98.0% 97.8% 98.3% 98.2%99.0% 98.7% 98.4%

Capaian indikator mutu kepatuhan sesuai formularium RS pada tahun 2019


masih dibawah standar Kemenkes. Hal ini disebabkan karena pada beberapa
kesempatan, DPJP meresepkan obat-obat yang belum masuk ke dalam
formularium rumah sakit.

Persentase kepatuhan DPJP dalam meresepkan sesuai formularium pada


triwulan 1 mengalami kenaikan dari 92% menjadi 97% dan 98%.
Pada triwulan 2 persentase yang didapatkan stagnan (tidak ada perubahan) yaitu
Study
pada nilai 98%.
(Analisis Data)
Pada triwulan 3, presentase mengalami fluktuatif. Persentase kepatuhan
mengalami kenaikan pada bulan Agustus yaitu 98,3% dari 98% pada bulan Juli,
namun mengalami penurunan pada bulan September yaitu 98,2%. Penurunan
tidak signifikan.
Pada bulan Oktober, terjadi kenaikan kepatuhan DPJP menjadi 99%.
Dari keseluruhan presentase kepatuhan DPJP, belum ada kepatuhan DPJP yang
memenuhi standar (100%)

1. Memperbarui Formularium Rumah Sakit yang sesuai dengan permintaan


dokter DPJP (on process)
2. Mengadakan rapat Panitia Farmasi dan Terapi untuk memperbarui
Action
Formularium Rumah Sakit
3. Melakukan sosialisasi formularium RS kepada tim dokter
4. Mengusulkan penggunaan e-prescribing

2. Waktu Tunggu Pelayanan Resep Jadi


35
30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
MENIT 25
20
15
10 8.00 7.40 8.07 8.02 7.86
5 6.00 7.00 7.07 7.10 7.00 7.20 7.30
0
JANU FEBR MARE
APRIL MEI JUN JUL AGS SEPT OKT NOV DES
ARI UARI T
STANDAR 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
PENCAPAIAN 8.00 6.00 7.00 7.07 7.10 7.00 7.20 7.40 7.30 8.07 8.02 7.86

Study Capaian indikator mutu waktu tunggu resep obat jadi pada tahun 2019
(Analisis Data) telah memenuhi standar Kemenkes
1. Mempertahankan pencapaian indikator mutu waktu tunggu resep
Action obat jadi
2. Mencari indikator baru untuk meningkatkan pelayanan

3. Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Racikan


80
60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60
MENIT

40
20 23.0 20.0 27.0 25.2 24.0 23.0 20.0 22.0 22.8 23.2 21.0 20.9
0
JANU FEBR MAR
APRIL MEI JUN JUL AGS SEPT OKT NOV DES
ARI UARI ET
STANDAR 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60
PENCAPAIAN 23.0 20.0 27.0 25.2 24.0 23.0 20.0 22.0 22.8 23.2 21.0 20.9

Study Capaian indikator mutu waktu tunggu resep obat racikan pada
(Analisis Data) tahun 2019 telah memenuhi standar Kemenkes
1. Mempertahankan pencapaian indikator mutu waktu
Action tunggu resep obat racikan
2. Mencari indikator baru untuk meningkatkan pelayanan

3. Tidak Adanya Kesalahan Pemberian Obat


6%
5% 5% 5% 5% 5% 5% 5% 5% 5% 5% 5% 5% 5%
PERSENTASE 4%
3%
2%
1%
0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
JAN FEBR MAR APRI
MEI JUN JUL AGS SEPT OKT NOV DES
UARI UARI ET L
STANDAR 5% 5% 5% 5% 5% 5% 5% 5% 5% 5% 5% 5%
PENCAPAIAN 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
4.

Presentase kesalahan pemberian obat memiliki nilai yang konsisten dari


bulan Januari-Oktober 2019 yaitu sebesar 0%
Hal ini menunjukkan jika indikator kesalahan pemberian obat sudah
sesuai dengan standar yaitu <5%
Study
Faktor yang mempengaruhi tercapainya indikator ini karena dilakukannya
(Analisis Data)
proses double check dan proses telaah resep dan telaah obat sebelum
penyerahan/pemberian obat
Tindakan : mempertahankan hasil capaian

1. Mempertahankan pencapaian indikator tidak adanya kesalahan


Action
pemberian obat

5. Kepuasan Pelanggaan
120%

100%

80%

60%

40%

20%

0%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Series1 80% 80% 80% 80% 80% 80% 80% 80% 80% 80% 80% 80%
Series2 88% 86% 89% 90% 92% 95% 96% 100% 95% 96% 83% 82%

Study Capaian indikator mutu kepuasan pelanggan pada tahun 2019 telah
(Analisis Data) memenuhi standar Kemenkes.
1. Mempertahankan pencapaian indikator mutu kepuasan pelanggan
Action
2. Mencari indikator baru untuk meningkatkan pelayanan
4.10 Pelayanan Gizi (Dapur)
Pelayanan gizi yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi masyarakat melalui
upaya perbaikan gizi di dalam keluarga dan pelayanan gizi pada individu yang karena
kondisi kesehatannya harus dirawat di suatu sarana pelayanan kesehatan misalnya Rumah
Sakit. Masalah gizi di Rumah Sakit dinilai sesuai kondisi perorangan yang secara langsung
maupun tidak langsung mempengaruhi proses penyembuhan. Kecenderungan
peningkatan kasus penyakit yang terkait gizi pada semua kelompok rentan mulai dari ibu
hamil, bayi, anak, remaja, hingga lanjut usia (lansia) memerlukan penatalaksanaan gizi
secara khusus. Jumlah pegawai Non PNS sebanyak 6 orang, terdiri dari 2 orang Ahli Gizi
dan 4 orang petugas dapur.

Tugas Pokok :
a. Menyediakan semua fasilitas dan kebutuhan untuk menyelenggarakan kegiatan
penyediaan makanan, pengolahan makanan, dan distribusi makanan.
b. Menyelenggarakan pelayanan gizi di ruang rawat inap dan rawat jalan
c. Menyelenggarakan penyuluhan dan konsultasi gizi bagi pasien rawat inap dan rawat
jalan
d. Melaksanakan penelitian dan pengembangan gizi

Fungsi :
Umum : Terciptanya sistem pelayanan gizi yang bermutu dan paripurna sebagai bagian
dari pelayanan kesehatan di Rumah Sakit
Khusus : 1. Menyelenggarakan asuhan gizi terstandar pada pelayanan gizi rawat jalan
dan rawat inap.
2. Menyelenggarakan makanan sesuai standar kebutuhan gizi dan aman
dikonsumsi.
3. Menyelenggarakan penyuluhan dan konseling gizi pada pasien dan
keluarganya.
4. Menyelenggarakan penelitian aplikasi di bidang gizi sesuai perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi.
Landasan Hukum :
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga
Kesehatan;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1333 Tahun 1999
tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2013 tentang
Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 tentang
Persyaratan Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit;
7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014 tentang
Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit;
8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1096/MENKES/PER/VI/2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga;
9. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah
Sakit.
10. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 983 Tahun 1998 tentang
Organisasi Rumah Sakit.
11. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2013 tentang
Penyelenggaraan Pekerjaan dan Praktik Tenaga Gizi.
12. SK Menteri Penertiban Aparatur Negara Nomor 23/Kep/M.PAN/4/2001 tentang
Jabatan Fungsional Nutrisionis dan Angka Kredit.

4.10.a Jumlah Pelayanan Diet


Grafik 4.84
LAPORAN JUMLAH PORSI DIET 2017 – 2019

2000
1800
1600
1400
1200
1000
800
600
400
200
0
JANUA FEBRU MARC AUGU SEPTE OCTO NOVE DECE
APRIL MAY JUNE JULY
RY ARY H ST MBER BER MBER MBER
2017 707 459 779 686 668 643 711 642 182 262 309 235
2018 531 496 674 564 561 470 494 572 547 677 548 676
2019 973 1031 1122 1231 1099 1029 1563 1386 1615 1782 1846 1263

Kesimpulan: Berdasarkan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah kunjungan pelayanan
gizi pada pasien rawat inap sebanyak 617 kunjungan. Jumlah kunjungan tertinggi
terdapat pada bulan Januari (85 kunjungan).

Grafik 4.85
PERBANDINGAN DIET NON DIET 2019
2000
1800
1600
1400
1200
1000
800
600
400
200
0 JANUARY FEBRUARY MARCH APRIL MAY JUNE JULY AUGUST SEPTEMBER OCTOBER NOVEMBER DECEMBER
DIET 973 1031 1122 1231 1099 1029 1563 1386 1615 1782 1846 1263
NON DIET 443 512 562 526 665 719 735 897 783 936 863 1068

Kesimpulan : Berdasarkan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa pelayanan gizi pada pasien
rawat inap berdasarkan jenis kelamin perempuan lebih banyak (55%)
dibandingkan dengan jenis kelamin laki-laki (45%).

Grafik 4.86
Pelayanan Gizi pada Pasien Rawat Inap Berdasarkan Jenis Diet
JENIS DIET 2019

1200
1000
800
600
400
200
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
biasa 443 512 562 526 665 719 735 897 783 1041 1131 1068
DM 176 165 199 213 207 196 201 222 315 309 219 300
RG 198 213 178 196 165 194 228 183 258 156 186 78
TKTP 312 340 416 444 367 301 714 714 750 753 696 576
T. serat 3 1 6 5 5 8 3 24 0 3 24 18
R. Serat 134 146 167 188 166 178 231 159 189 105 135 93
DJ 21 36 44 28 39 49 54 102 42 51 12 30
HT+ DM 77 65 71 83 80 58 75 102 150 78 48 78
diet lambung 11 8 9 16 11 7 12 15 12 0 0 30
tinggi Kalium 21 27 19 26 39 21 42 3 33 15 30 18
extra putel 19 27 7 26 15 9 33 33 6 24 42 21
rendah purin 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 0
cair 1 3 6 6 5 8 3 27 18 15 6 21

Kesimpulan : Berdasarkan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa pelayanan gizi pada pasien
rawat inap terbanyak pada kelompok umur 1 - 4 tahun (22%).

4.10.b. Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pelayanan Gizi


Grafik 4.96
Standar Pelayanan Minimal Pelayanan Gizi
1. Pemberi Pelayanan Gizi

100
PRESENTASE

80
60
40
20
0
JAN FEB
MAR APR
MEI JUN
JUL AGU SEP OKT NOV DES
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
2. Ketersediaan pelayanan konsultasi gizi

100
PERSENTASE

80
60
40
20
0
JAN FEB MAR
APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

3. Sisa makanan yang tidak termakan oleh pasien

25

20

15
PRESENTASE

10

0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
CAPAIAN 19 17 17 17 18 17.2 18.4 18.7 16.7 17.5 15.5 16

4. Ketepatan waktu pembagian makanan kepada pasien rawat inap


100
PERSENTASE

90

80
JAN FEB
MAR APR
MEI JUN
JUL AGU SEP OKT NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90
CAPAIAN 96.56 93.13 95 96.25 95.63 94.69 95 97 95 96 95 97

5. kepuasan pelanggan terhadap pelayanan gizi

100
PERSENTASE

80
60
40
20
0
JAN FEB MAR
APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80
CAPAIAN 88.75 89 87.5 87.5 89 87.5 94.6 94.6 95.76 96 100 100
6. Tidak ada kesalahan dalam pemberian diet

100
PERSENTASE

50

0
JAN FEB
MAR APR
MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

4.11 Pelayanan Rekam Medis


Penyelenggaraan rekam medis adalah salah satu kegiatan yang menunjang
terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu kepada pasien atau pelanggan rumah
sakit. Untuk mencapai pelayanan kesehatan yang mutu, khususnya pelayanan rekam
medis diperlukan adanya keseragaman bertindak dan keseragaman berperilaku dalam
mengelola rekam medis disamping dituntut disiplin kerja yang tinggi. Unit rekam medis
di RSUD Cilincing harus dapat menyesuaikan pelayanan yang diberikan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pelayanan yang harus ditingkatkan
meliputi pelayanan medis dan manajerial. Pelayanan yang cepat, tepat dan aman hanya
dapat terwujud apabila unit rekam medis didukung oleh sarana dan prasarana yang
memadai dan berfungsi dengan baik, serta didukung pula oleh petugas yang profesional.
Rekam medis adalah bukti tertulis tentang proses pelayanan yang diberikan oleh dokter
dan tenaga kesehatan lainnya kepada pasien dalam rangka penyembuhan pasien.
Rekam Medis juga merupakan suatu alat untuk mengukur atau menilai mutu
pelayanan suatu rumah sakit. Mutu pelayanan yang baik tercermin dalam rekam medis
yang baik, rekam medis yang baik menunjukkan kelengkapan, kecermatan dan ketepatan
mencatat segala kegiatan pelayanan yang dilakukan untuk pasien serta akhirnya mudah
dianalisa. Pelayanan Unit Rekam Medis merupakan pelayanan penunjang kesehatan juga
perlu menjaga dan meningkatkan mutu pelayanannya. Petugas Rekam Medis di RSUD
Cilincing ada sekitar 8 orang yang terdiri dari Petugas ahli madya penata rekam medis 4
orang lulusan d 3 Rekam Medis dan Petugas Pelaksana 4 orang lulusan SMA.

Tugas Pokok :
a. Pendefinisian dan penerapan teknik untuk menjamin pendokumentasian pelayanan
kesehatan yang memadai.
b. Pendefinisian dan penerapan teknik pengelolaan berkas rekam medis.
c. Pendefinisian dan penerapan teknik yang digunakan dalam pengembangan dan
penerapan sistem informasi kesehatan.
d. Berperan serta dalam mengumpulkan, mengolah, menganalisa, meng-
interpretasikan, dan menyajikan sejumlah data yang berhubungan dengan pelayanan
kesehatan.
e. Mengorganisasikan kegiatan sehingga pemberi pelayanan langsung dan dapat
memproses pengevaluasian terhadap pelayanan kesehatan.
f. Melakukan supervisi kegiatan pemberian kode, klasifikasi dan indeks diagnosis dan
prosedur untuk tujuan standarisasi, pengambilan keputusan dan analisis statistik.
g. Menyelenggarakan Gugus Kendali Mutu di Instalasi Rekam Medis.

Fungsi :
Kegunaan rekam medis dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain:
a. Aspek Administrasi
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai administrasi, karena isinya menyangkut
tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga medis dan
paramedis dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan.

b. Aspek Medis
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai medik, karena catatan tersebut
dipergunakan sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan/perawatan yang harus
diberikan kepada seorang pasien.
c. Aspek Hukum
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai hukum, karena isinya menyangkut
masalah adanya jaminan kepastian hukum atas dasar keadilan, dalam rangka usaha
menegakkan hukum serta penyediaan bahan tanda bukti untuk menegakkan
keadilan.
d. Aspek Keuangan
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai keuangan karena isinya dapat dijadikan
sebagai bahan untuk menetapkan biaya pembayaran pelayanan di rumah sakit. Tanpa
adanya bukti catatan tindakan/pelayanan, maka pembayaran pelayanan di rumah
sakit tidak dapat dipertanggungjawabkan.
e. Aspek Penelitian
Suatu berkas rekam medik mempunyai nilai penelitian, karena isinya mengandung
data/informasi yang dapat dipergunakan sebagai aspek penelitian dan pengembangan
ilmu pengetahuan di bidang kesehatan.
f. Aspek Pendidikan
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai pendidikan, karena isinya menyangkut
data/informasi tentang perkembangan kronologis dari kegiatan pelayanan medik yang
diberikan kepada pasien. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai
bahan/referensi di bidang profesi si pemakai.
g. Aspek Dokumentasi.
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai dokumentasi, karena isinya menjadi
sumber ingatan yang harus didokumentasikan dan dipakai sebagai bahan
pertanggungjawaban dan laporan rumah sakit.

Landasan Hukum :
a. UU No. 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan
b. UU No. 44 tahun 2009 Tentang Rumah Sakit
c. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik
Kedokteran
d. PERMENKES No.269/ MENKES/PER/III/2008
e. Peraturan Pemerintah) No.10 pasal 1 tahun 1966 tentang Wajib Simpan Rahasia
Kedokteran
f. Surat Keputusan MENKES No.034/Birhup/1972 tentang Rumah Sakit berkewajiban
untuk menyelenggarakan Rekam Medis
g. Buku Pedoman Penyelenggara dan prosedur Rekam Medis Depkes 2016
h. Kepmenkes RI nomer 377/MENKES/SK/III/2007 Tentang Standar Profesi
Perekam Medis dan Informasi Kesehatan
i. Keputusan Bersama Menkes Dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor
048/Menkes/Skb/I/2003, Nomor 02 Tahun 2003 Tentang Petunjuk Pelaksanaan
Jabatan Fungsional Perekam Medis dan Angka Kreditnya.

LAPORAN SURVEILANS PASIEN RSUD CILINCING 2019

400

350 HEPATITIS B

300 GE
DD
250
FEBRIS
200
PNEUMONIA
150
THYPOID
100 MALARIA
50 DBD

0 CONJUCTIVITIS
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES GED

No DIAGNOSA JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
1 GED 54 42 26 1 0 6 74 31 25 43 10 9
2 CONJUCTIVITIS 38 64 32 0 1 2 62 39 51 83 65 45
3 DBD 13 15 20 6 0 5 4 2 0 0 1 5
4 MALARIA 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0
5 THYPOID 4 25 7 0 0 2 0 1 0 2 0 1
6 PNEUMONIA 63 16 8 2 0 14 12 9 7 0 1 0
7 FEBRIS 24 204 37 0 1 3 39 20 23 94 52 58
8 DD 3 24 6 0 1 5 2 3 0 0 0 0
9 GE 0 0 2 1 2 9 30 29 5 0 18 9
10 HEPATITIS B 5 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Kesimpulan : Berdasarkan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa pelayanan gizi pada pasien
rawat inap terbanyak pada kelompok umur 1 - 4 tahun (22%).
4.11.a Pencapaian SPM Pelayanan Rekam Medik

Tabel 4.46
Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pelayanan Rekam Medik
1. Kelengkapan Pengisian Rekam Medis 24 Jam setelah selesai Pelayanan
120%
100%
Persentase

80%
60%
40%
20%
0%
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
Standar 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Pencapaian 76.16% 69.49% 75.00% 84.38% 75.78% 89.06% 90.48% 88.45% 73.00% 78.18% 88.06% 87.38%

Capaian indikator Kelengkapan Pengisian Rekam Medis 24 Jam


Study setelah selesai Pelayanan belum memenuhi standar kemenkes
(Analisis Data)
rumah sakit.

1. Melakukan pengembalian RM tidak lengkap ke unit masing-masing


Action
2. Melakukan monitoring kepatuhan PPA dalam pengisian rekam
medis

2. Kelengkapan Pengisian Informed Consent Setelah mendapatkan


informasi yang jelas

120%
100%
PErsentase

80%
60%
40%
20%
0%
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
Standar 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Pencapaian 95.16% 95.35% 95.97% 91.13% 81.25% 87.50% 77.08% 73.64% 78.94% 71.92% 65.29% 76.44%

Capaian indikator Kelengkapan Pengisian Informed Consent


Study Setelah mendapatkan informasi yang jelas belum memenuhi
(Analisis Data)
standar kemenkes rumah sakit.

Action
1. Melakukan pengembalian RM tidak lengkap ke unit masing-masing
2. Melakukan monitoring kepatuhan PPA dalam pengisian rekam
medis

3. Penyediaan Waktu Rekam Medis Rawat Jalan

30 25.25
25 20.5
18.5 18 17.25 15.75
20 14.25 16
Menit

15 10.3 10 10.58
10 10.11 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
8
10
5
0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
Standar 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
Pencapaian 10.3 10.11 10.58 8 14.25 18.5 25.25 20.5 18 17.25 15.75 16

Capaian indikator Penyediaan Waktu Rekam Medis Rawat


Study
(Analisis Data) Jalan belum memenuhi standar kemenkes rumah sakit.

1. Menambah petugas distribusi ( Runner) Melakukan monitoring


Action
kepatuhan PPA dalam pengisian rekam medis
2. Melakukan monitoring penyediaan waktu rekam medis

4.12 Pelayanan Limbah


Rumah Sakit merupakan tempat bahaya potensial yang disebabkan oleh faktor
biologi, faktor kimia, faktor fisik, faktor ergonomi, faktor psikososial dapat
mengakibatkan penyakit dan kecelakaan akibat kerja bagi pekerja, pengunjung, pasien
dan masyarakat di lingkungan sekitar rumah sakit. Kesehatan lingkungan rumah sakit
diartikan sebagai upaya penyehatan dan pengawasan lingkungan rumah sakit yang
mungkin berisiko menimbulkan penyakit dan atau gangguan kesehatan bagi masyarakat
sehingga terciptanya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya (Depkes RI,
2009).
Upaya kesehatan lingkungan rumah sakit meliputi kegiatan-kegiatan yang
kompleks sehingga memerlukan penanganan secara lintas program dan lintas sektor serta
berdimensi multi disiplin, untuk itu diperlukan tenaga dan prasarana yang memadai
dalam pengawasan kesehatan lingkungan rumah sakit (Depkes RI, 2004). Terkait dengan
prinsip sanitasi rumah sakit yang diterapkan dalam rangkaian usaha pencegahan dan
pengurangan infeksi nosokomial, dapat melalui : Penanganan kebersihan
kerumahtanggaan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan bersih dari investasi
mikroorganisme, yang bebas dari jasad renik. Pelayanan Limbah terdiri satu orang
koordinator unit kesehatan lingkungan dan 20 orang cleaning service di RSUD Cilincing.

Tugas Pokok :
1. Melakukan Pembuatan Data Inventaris
2. Melakukan Perencanaan Anggaran Kegiatan unit Kerja
3. Membuat Rencana Program Kerja Unit
4. Membuat Jadwal Pekerjaan
5. Menyusun, Merevisi Standart Operasional Prosedur (SOP) Setiap Kegiatan
6. Menerima dan Menangani Laporan Kejadian dan Permasalahan
7. Membuat Laporan, Evaluasi dan Analisis
8. Melaksanakan Sertifikasi Kelayakan Dari Alat - Alat Yang Berkaitan Dengan
Sanitasi Terampil
9. Melakukan Koordinasi External Yang Dibutuhkan Dalam Hal Sanitasi
10. Melakukan Supervisi dan Pengawasan Terhadap Pihak Ketiga
11. Memberikan Pelatihan dan Sosialisasi Bagi Semua Karyawan Yang Berhubungan
Dengan Sanitasi
12. Melakukan Pengendalian Lingkungan
13. Melakukan Pengurusan Izin IPAL, IPLC, TPS B3, dll Yang Terkait Lingkungan
14. Merencanakan, Pengawasan Pelaksanaan Uji Kualitas Lingkungan
15. Membuat Laporan Implementasi UKL dan UPL, Laporan SKL
16. Pemeliharaan IPAL (perawatan IPAL, Swapantau air IPAL, Pemantauan saluran,
perawatan instalasi pengolahan IPAL)
17. Monitoring kualitas lingkungan.
18. Pencatatan Debit Air Limbah, Pengukuran PH Air Limbah
19. Pencatatan Debit Air Bersih, Pengukuran PH Air Bersih Koordinasi Dengan IPSRS
20. Pengiriman Sampel Air Limbah
21. Pengukuran Pencahayaan, Kelembaban dan Suhu
22. Pengawasan Pest control
23. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN)
24. Monitoring pengelolaan limbah B3 infeksius dan limbah B3 non infeksius
Landasan Hukum :
1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Sampah.
3. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 382 / 2007 tentang Pedoman PPI di RS.
4. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1087 / MenKes / SK / VIII / 2010 tentang
Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit.
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan
Rumah Sakit.
6. Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Cilincing No 40 Tahun 2019
Tentang Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit Umum
Daerah Cilincing.

4.12.a Laporan Kegiatan Sanitasi

Tabel 4.47
Hasil Laboratorium Air Limbah Tahun 2018

Dari hasil tersebut hasil limbah cair Rumah Sakit Umum Daerah Cilincing
berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. P.68/Menlhk-Setjen/2016
tentang baku mutu air limbah domestik pada bulan Maret dan April tidak memenuhi
baku mutu pada parameter Ammonia. Pada bulan Juli tidak memenuhi baku mutu
pada parameter Uji Amonia. Hasil pemeriksaan bulan Agustus tidak memenuhi syarat
pada parameter Amonia dan total coliform .Bulan Januari, Februari, Mei September,
Oktober. November dan Desember hasil pemeriksaan air limbah memenuhi baku mutu.

Grafik 4.97
Data Jumlah Limbah Padat Infeksius Tahun 2019

Dari tabel tersebut diatas, Rumah Sakit Umum Daerah Cilincing pada tahun
2018 melakukan kerjasama dengan PT. Wastec International dalam pengangkutan
limbah padat infeksius, limbah benda tajam, dan limbah cair. Data diatas didapatkan
dari jumlah limbah infeksius yang dihasilkan oleh kegiatan operasional RSUD Cilincing,
dan yang diangkut oleh PT. Wastec International. Dari data tersebut, diketahui bahwa
rata-rata limbah padat infeksius yang dihasilkan adalah 666,37 kg/bulan atau 22 kg/hari.

Tabel 4.48
Hasil Pemeriksaan Udara Dalam Ruang 2019

Udara ambien di rumah sakit merupakan media yang sangat potensial


menyebabkan penularan mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi rumah sakit.
Dari tabel diatas diketahui bahwa kualitas mikrobiologi udara yang diambil pada ruang
perina memenuhi persyaratan baku mutu Keputusan Menteri Kesehatan No. 1204
Tahun 2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Sedangkan pada
ruang operasi dan ruang bersalin tidak memenuhi baku mutu. Sistem AHU diruang
operasi harus dilakukan perawatan rutin, dilakukan penggantian filter udara,
pembersihan ruangan secara rutin. Ruang Bersalin dilakukan sampling pasca renovasi,
perlu dilakukan pembersihan ruangan secara menyeluruh. Dengan demikian, ditinjau
dari aspek kesehatan maka kualitas udara di ruangan pelayanan ini perlu ditingkatkan
kualitasnya sehingga tetap menjamin tidak terjadinya kasus infeksi rumah sakit yang
bersumber dari udara (air borne disease).

Tabel 4.49
Hasil Pemeriksaan Kualitas Air Bersih Tahun 2019
Tempat Baku Mutu
Hasil Uji Hasil Uji
Parameter Lokasi Permenkes RI
Semester 1 Semester 2
Pemeriksaan No.32 tahun 2017
MPN Coliform Dapur 50 9 4
E.coli Dapur 0 0 0
MPN Coliform Operasi 50 <2 <2
E.coli Operasi 0 0 0
Pemeriksaan air bersih dilakukan oleh Labkesda DKI Jakarta dengan hasil
memenuhi persyaratan baku mutu Permenkes RI No.32 Tahun 2017. Selain
pemeriksaan mikrobiologi air bersih juga dilakukan pemeriksaan fisika dan kimia air
bersih diketahui bahwa secara fisika dan kimia air bersih memenuhi syarat baku mutu
Permenkes RI No. 32 Tahun 2017.

Tabel 4.50
Hasil Pemeriksaan Air Minum Tahun 2019
Tempat Baku Mutu
Hasil Uji Hasil Uji
Parameter Lokasi Permenkes RI
Semester 1 Semester 2
Pemeriksaan No. 492 thn 2010
MPN Coliform Dapur 0 <2 <2
E.coli Dapur 0 0 0

Pengambilan sampel air minum dilakukan di dispenser dapur, air minum yang
diperiksa merupakan air mineral kemasan. Dari hasil pemeriksaan mikrobiologi
menyatakan bahwa air minum kemasan tersebut memenuhi syarat Permenkes RI No.
492/Menkes/Per/VI/2010 tentang kualitas air minum. Sedangkan dari hasil
pemeriksaan fisika dan kimia air minum diketahui bahwa air minum memenuhi
persyaratan Permenkes RI No.492/Menkes/Per/VI/2010 tentang kualitas air minum.
Sedangkan dari hasil pemeriksaan fisika dan kimia air minum diketahui bahwa air
minum memenuhi persyaratan Permenkes RI No.492/Menkes/Per/VI/2010 tentang
kualitas air minum.

Tabel 4.51
Hasil Pemeriksaan Fisik Makanan Semester 1 tahun 2018
No. Parameter Semangka Beras Ikan Tahu Persyaratan
1. Bau Normal Normal Normal Normal Normal
2. Rasa - - - - Normal
3. Warna Normal Normal Normal Normal Normal
4. Warna Normal Normal Normal Normal Normal

Tabel 4.52
Hasil Pemeriksaan Kimia Makanan Semester 1 tahun 2019
No. Parameter Satuan Hasil Syarat
Semangka
1. Pewarna Sintetis - Negatif -
Na.
2. Pemanis mg/Kg tt -
Siklamat
Na.
mg/Kg tt -
Sakarin
Beras
1. Pewarna Sintetis - Negatif -
Ikan
Tidak
1. Pengawet Formalin mg/Kg tt
diperbolehkan
Tahu
Tidak
1. Pengawet Boraks mg/Kg tt
diperbolehkan

Tabel 4.53
Hasil Pemeriksaan Fisik Makanan Semester 2 Tahun 2019
No. Parameter Beras Ikan Tempe Melon Persyaratan
1. Bau Normal Normal Normal Normal Normal
2. Rasa - - - - Normal
3. Warna Normal Normal Normal Normal Normal

Tabel 4.54
Hasil Pemeriksaan Kimia Makanan Semester 2 Tahun 2019
No. Parameter Satuan Hasil Syarat
Beras
1. Pewarna Sintetis - Negatif -
2. Pengawet Asam Benzoat mg/Kg tt -
Asam Sorbat mg/Kg tt -
Ikan
1. Pengawet Formalin mg/Kg tt
Tidak
Boraks Mg/Kg tt
diperbolehkan
Tempe
1. Pengawet Formalin mg/Kg tt Tidak
Boraks % tt diperbolehkan
Melon
1. Pewarna Sintetis - Negatif -
2. Pemanis Sakarin mg/Kg tt -
Siklamat mg/Kg tt -

Berdasarkan hasil pemeriksaan makanan pada semester 1 dan 2 tahun 2019


diketahui bahwa baik pemeriksaan fisik, maupun kimia dari semua sampel yang
diperiksa memenuhi persyaratan baku mutu Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor
722 tahun 1988 tentang Bahan Tambahan Makanan.

1. Pemberantasan Jentik Nyamuk


Kegiatan peberantasan jentik nyamuk Rumah Sakit Umum Daera Cilincing
dilakukan setiap hari Jumat setiap minggunya dengan melakukan pemantauan pada
tempat-tempat yang menjadi perkembangbiakan nyamuk seperti kolam ikan, pot
tanaman, dispenser air minum, kloset, dan ember sebagai tempat penampungan air. Dari
hasil kegiatan pemberantasan jentik nyamuk dapat diketahui bahwa masih ditemukannya
jentik nyamuk di beberapa tempat, oleh karena itu untuk mengurangi jentik nyamuk di
lingkungan rumah sakit maka harus melakukan gerakan 3M yaitu menguras, mengubur,
dan menutup tempat perindukan nyamuk.

2. Pengendalian Serangga dan Binatang Pengganggu


Kegiatan pengendalian serangga dan binatang pengganggu lainnya Rumah Sakit
Umum Daerah Cilincing bekerja sama dengan PT. Ridha Pratama Indo. Metode yang
digunakan untuk residual spraying yang digunakan untuk penyemprotan hama, thermal
fogging untuk mengendalikan serangga berupa lalat nyamuk, kecoa di bagian luar rumah
sakit seperti got atau saluran air), metode rat baiting system menggunakan untuk
mengendalikan tikus dan metode termite control untuk mengendalikan populasi rayap
yang berasal dan berada di pondasi bangunan sehingga rayap tersebut tidak dapat naik
ke atas permukaan untuk menyerang bangunan dan isinya. Dari hasil pengendalian
serangga, rayap, dan binatang pengganggu dapat diketahui bahwa kepadatan serangga,
rayap dan binatang pengganggu di lingkungan rumah sakit rendah.

4.12.b Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pelayanan Limbah


Grafik 4.98
Standar Pelayanan Minimal Pelayanan Limbah
1. Ada penanggung jawab pengelolaan limbah RS

100

50

0
JAN FEB
MAR APR
MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

Study Capaian ada penanggungjawab pengelola limbah sudah ada dan capaian
(AnalisisData) tercapai
Mempertahankan pencapaian indikator ketersediaan penanggungjawab
Action
pengelola limbah

2. Fasilitas dan peralatan pengolahan limbah cair


100

50

0
JAN FEB
MAR APR
MEI JUN
JUL AGU SEP OKT NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 0 0 0 100 100 100 100 100 100 100 100 100

Capaian fasilitas dan peralatan pengolahan limbah cair, dala pengelolaan


Study
limbah cair, fasilitas sudah cukup memadai dan selalu ada perbaikan untuk
(AnalisisDa
menciptakan hasil output yang baik untuk limbah cair yang dibuang agar sesuai
ta)
dengan standar yang ada.
Mempertahankan pencapaian indikator ketersediaan fasilitas dan peralatan
Action
pengolahan limbah cair

3. Pengelolaan limbah cair

100

50

0
JAN FEB
MAR APR
MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 0 0 0 100 100 100 100 100 100 100 100 100

Capaian data pengelolaan limbah cair pada awal tahun pada bulan januari
sampai maret belum ada pengelolan optimaldan belum dilakukan
pemeriksaan kualitas air limbah agar hasil output limbah sesuai nilai ambang
Study
batas yang di tentukan, pada bulan maret sampai desember telah dilakukan
(AnalisisData)
pengelolaan dengan baik dengan melakukan perbaikan dan melakukan
pemeriksan laboratoriumuntuk mengetahui hasil kualitas air limbah yang baik
dan esuai NAB.
Action Mempertahankan pencapaian indikator pengelolaan limbah cair
4. Pengelolaan limbah padat

100
80
60
40
20
0
JAN FEB
MAR APR
MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
CAPAIAN 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

Capaian data dalam pengelolaan limbat padat telah dilakukan pengelolaan


limbah padat dengan baik dari penempatan sementara di TPS B3 yang sudah
Study
ber izin, pengangkutan, pengemasan dan pemusanahan dilakukan oleh pihak
(AnalisisData)
ke dua dan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan tidak dibuang
sembarangan.
Mempertahankan pencapaian indikator ketersediaan pengelolaan limbah
Action
padat.

5. Baku mutu limbah cair


120.0

100.0

80.0

60.0

40.0

20.0

0.0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
BOD ≤30mg/I 0.0 0.0 0.0 68.8 4.00 5.8 10.1 4.66 8.96 5.00 5.00 5.00
COD ≤ 80mg/I 0.0 0.0 0.0 104.0 0.88 19.9 18.00 14.40 18.00 11.00 11.00 11.00
TSS ≤ 30 mg/I 0.0 0.0 0.0 48 0.5 9.0 26.0 6.00 12.0 4 4 4
ph 6-9 0 0.75 7.00 7.40 8.00 7.60 7.50 6.90 7.80 7.09 7.09 7.09

Capaian data mutu limbah cair pada awal tahun pada bulan januari sampai
Study
maret belum ada pengelolan optimaldan belum dilakukan pemeriksaan
(AnalisisData)
kualitas air limbah agar hasil output limbah sesuai nilai ambang batas yang di
tentukan, pada bulan maret sampai desember telah dilakukan pengelolaan
dengan baik dengan melakukan perbaikan dan melakukan pemeriksan
laboratorium untuk mengetahui hasil kualitas air limbah yang baik dan sesuai
NAB.
Mempertahankan pencapaian indikator ketersediaan fasilitas dan peralatan
Action
radiolgi

Pelayanan Pemeliharaan Laundry


Pelayanan Unit Laundry sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan
mempunyai peran penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu,
dimana Unit Laundry sebagai bagian dari pelayanan kesehatan mempunyai tugas dan
tanggung jawab dalam mewujudkan pelayanan Linen yang berkualitas. Tujuan pelayanan
Unit Laundry adalah menyediakan linen bersih yang dibutuhkan unit dan informasi
terkait agar pasien mendapatkan manfaat yang terbaik.
Pelayanan di Unit Laundry dimulai dari petugas memakai APD (Alat Pelindung
Diri), proses pengambilan linen kotor menggunakan troli tertutup, jadwal pengambilan
linen kotor pada shif pagi jam 06.30 pada shif siang jam 13.30. Di unit telah di pisahkan
linen kotor infeksius(plastik kuning) dan non infeksius(plastik hitam). Di laundry
dilakukan penimbangan linen, dan diberikan kepada pihak ke tiga CV.Enter Laundry
dan PT.Surya Kencana Abadi. Dilakukan pencatatan linen sesuai unit, dan kemudian di
distribukan ke unit terkait pada pukul 09.30 – 10.00, petugas laundry dan perawat unit
terkait mengisi buku ekspedisi laundry.
Pelayanan Linen di RSUD Cilincing terdiri satu orang koordinator unit Linen,
satu orang pelaksana linen infeksius, dan satu orang pelaksana linen non infeksius.

Jenis Kegiatan
1. Pemantauan pengelolaan linen sesuai dengan Standar Prosedur Operasional.
2. Menyusun Standar Pelayanan Minimal / SPM Unit Laundry.
3. Melakukan rapat rutin tiap bulan.
4. Menyusun laporan akhir tahun.

Landasan Hukum
1. Undang-undang RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Undang-undang RI No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
3. Kementrian kesehatan RI. Standart Akreditasi Rumah Sakit tahun 2012
4. Departemen kesehatan RI. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian infeksi di
Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya. Cetakan Kedua. 2008.
5. Permenkes 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan
Rumah sakit.
6. Keputusan Dirjen PPM & PLP No.HK.00.06.6.44 tentang petunjuk teknis tata cara
pelaksanaan penyehatan lingkungan rumah sakit.

4.13.a Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pelayanan Pemeliharaan Laundry

Grafik 4.99
Standar Pelayanan Minimal Pelayanan Pemeliharaan Laundry

1. Ketepatan waktu penyediaan linen

100%
PERSENTASE

95%
90%
85%
80%
JAN FEB MAR
APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
CAPAIAN 100% 91% 100% 100% 95% 100% 87% 91% 100% 100% 100% 100%

Capaian indikator mutu ketepatan waktu penyediaan


Studi
linen bersih pada tahun 2019 sudah memenuhi
(Analisa Data)
standar Kemenkes
Mempertahankan pencapaian mutu ketepatan waktu
Action
penyediaan linen

3. Tidak adanya kejadian linen yang hilang


PERSENTASE 100%
80%
60%
40%
20%
0%
JAN FEB
MAR APR
MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
STANDAR 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
CAPAIAN 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

Capaian indikator mutu tidak ada kejadian linen yang


Studi
hilang pada tahun 2019 sudah memenuhi standar
(Analisa Data)
Kemenkes
Action Mempertahankan agar tetap memenuhi standar

4.14 Pelayanan CSSD


Rumah Sakit Umum Daerah Cilincing yang merupakan salah satu RSUD Tipe
D di Jakarta memiliki satu ruang sterilisasi yang berdiri pada bulan Juli 2016, dimana
kegiatan sterilisasi diharapkan dapat lebih ditingkatkan dan lebih terkontrol, sehingga
keseluruhan proses menjadi lebih efisien, efektif, terstandar, aman dan mutu terjamin.
Pencatatan, pengoperasian dan pendistribusian dilaksanakan oleh tenaga yang telah
dilatih untuk proses sterilisasi sehingga hasil yang didapat akan lebih maksimal dan
terpusat.

Tugas Pokok dan Fungsi CSSD :


1. Memberikan suplai barang dan instrumen ke area yang membutuhkan
2. Meningkatkan pelayanan kesehatan dengan servis yang akurat
3. Memberikan suplai barang steril meliputi linen, instrumen dan barang-barang steril
lainnya
4. Melakukan pencatatan yang akurat terhadap kegiatan dekontaminasi, pencucian,
sterilisasi dan pengiriman barang steril
5. Melakukan monitoring dan kontrol terhadap tindakan pengendalian infeksi sesuai
dengan arahan komite pengendalian infeksi
6. Membuat dan mempertahankan standart sterilisasi dan distribusinya
7. Beroperasi secara efisien dalam rangka pengurangan biaya operasional
8. Melakukan pengembangan sesuai dengan metode yang terbaru dan peraturan yang
berlaku
9. Melakukan evaluasi berkala untuk meningkatkan kualitas pelayanan
10. Memberikan pelayanan konsultasi kepada bagian lain yang membutuhkan
pemrosesan dan sterilisasi instrumen. Meliputi penjelasan peraturan dan prosedur
yang digunakan dan implementasi metode baru.

Landasan Hukum :
a. Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
b. Peraturan Menteri Kesehatan No. 340 Tahun 2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit.
c. Pedoman Instalasi Pusat Sterilisasi (Central Sterile Supply Department / CSSD) Di
Rumah Sakit Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Jumlah Instrumen Kotor dan Bersih Yang Disterilisasi Selama Bulan Januari–Desember 2019

4000
3500
JUMLAH INSTRUMEN

3000
2500
2000
1500
1000
500
0
APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES
BULAN

Kesimpulan : Jumlah alat instrument Kotor dan Bersih yang disterilisasi yang paling
banyak adalah pada BulanJuli yaitu 3.948 pcs.
4.14.a Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pelayanan CSSD

Grafik 4.100
Standar Pelayanan Minimal Pelayanan CSSD

1. Tidak terjadinya kegagalan dalam proses sterilisasi

100% 100% 100% 100%


100% 100% 100%
100% 100% 100% 100% 100% 100%
50%

0%
JAN FEB MAR
APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT
NOV
DES

Persentase tidak terjadinya kegagalan dalam proses sterilisasi sudah mencapai


Studi
standar. Seluruh instrumen yang keluar dari CSSD adalah instrumen yang sudah
(Analisa Data)
steril, ditandai dengan berubahnya warna pada indikator internal dan eksternal.
1. Mempertahankan mutu yang sudah tercapai
Action 2. Komitmen petugas CSSD untuk tetap bekerja sesuai SPO
guna mempertahankan mutu yang sudah tercapai.

3. Ketepatan Pendistribusian Instrumen Steril

100% 100% 100% 100%


100% 100% 100%
100% 100% 100% 100% 100% 100%
50%

0%
JAN FEB MAR
APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT
NOV
DES

Persentase ketepatan pendistribusian Instrumen sudah mencapai standar.


Studi Seluruh Instrumen yang disterilkan dan didistribusikan oleh CSSD sudah
(Analisa Data) dikelompokkan berdasarkan unitnya masing-masing dan sudah sesuai
dengan buku registrasi.
Action 1. Mempertahankan mutu yang sudah tercapai
2. Komitmen petugas CSSD untuk tetap bekerja sesuai SPO guna
mempertahankan mutu yang sudah tercapai.
3. Komitmen petugas CSSD dan Unit untuk tetap mengisi buku registrasi.

4.1 Pelayanan Fisioterapi

.................... bla blaaaaaa

Kunjungan Pasien Fisioterapi Bedasarkan Jenis Pemeriksaan Tahun 2019

250

200

150

100

50

0
Jan Feb Mar April Mei Juni Juli Agst Sept Okt Nov Des
Ultrasound Therapy 0 0 0 5 25 30 52 0 0 0 0 0
MAnual Therapy 0 0 0 5 25 30 52 0 0 0 0 0
Fisioterapi Latihan Fisik 0 0 0 0 0 0 0 34 38 29 35 23
Exercise Aktif 0 0 0 5 25 30 52 0 0 0 0 0
Elektroterapi 0 0 0 5 25 30 52 34 38 29 35 23

Kesimpulan: Berdasarkan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa Kunjungan Pasien


............berdasarkan jenis pemeriksaan thorax terbanyak pada tahun 2019
sebanyak 4.527 pasien. Sedangkan terendah pada pemeriksaan thorax pada
tahun 2017 sebanyak 1177 pasien.