Anda di halaman 1dari 24

ASPEK SOSIAL BUDAYA DALAM KOMUNIKASI

DISUSUN OLEH:

EPI PARAMITA 1814401101

NABILLA SHAFIRA 1814401102

FANNY AMALIA SAFITRI 1814401103

BELLY FUSFITA 1814401104

SHEFIIA NOVERA ACHDIWATI HS 1814401105

KAMILIA NURJANAH 1814401106

CANDRIKA KEMALA PUTRI 1814401107

ASTIA NINGSIH 1814401108

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN DIII

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG

TAHUN AKADEMIK 2018/2019


KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang karena telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada saya.
Tidak lupa saya berterima kasih kepada Ibu Ns. Sulastri, M.Kep., Sp. Jiwa selaku
dosen mata kuliah keterampilan komunikasi yang telah memberikan tugas ini
kepada saya.
Makalah ini dibuat dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan
mahasiswa mengenai “Aspek Sosial Budaya dalam Komunikasi”. Kami selaku
penulis berupaya membuat makalah ini dengan bahasa yang mudah dimengerti
oleh para pembaca.
Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Kami
menyadari bahwa makalah ini memiliki banyak kekurangan baik dari segi
penulisan ataupun tata bahasa. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima kritik dan saran yang diharapkan dapat membantu kami untuk
membuat makalah kedepannya.

Bandar Lampung, 07 Agustus 2019

Kelompok 1

ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ii

Daftar Isi iii

Bab I Pendahuluan 1

A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1
C. Tujuan 2

Bab II Pembahasan 3

A. Pengertian Budaya dan Komunikasi 3


B. Faktor Budaya dalam Komunikasi 4
C. Pengaruh Faktor Budaya dalam Komunikasi 8
D. Hubungan Antara Komunikasi dan Budaya 9
E. Memberdayakan Faktor Budaya untuk Keefektifan Komunikasi 11
F. Pengaruh Teknologi Komunikasi Terhadap Aspek Sosial Budaya 13
G. Implikasi Faktor Budaya dalam Komunikasi bagi Perawat 15

Bab III Penutup 19

A. Kesimpulan 19
B. Saran 20

DAFTAR PUSTAKA 21

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Komunikasi dan budaya secara timbal balik saling berpengaruh satu sama
lain. Budaya dimana secara individu-individu disosialisasikan, akan
berpengaruh terhadap cara mereka dalam berkomunikasi. Dan cara
bagaimana individu-individu itu berkomunikasi, dapat mengubah budaya
yang mereka miliki dari waktu ke waktu. Hanya saja, kebanyakan analisis
tentang komunikasi antarpribadi mengabaikan hubungan ini dan aspek
budaya menjadi kosong dalam studi komunikasi.Sebaliknya, studi-studi
tentang komunikasi lintas budaya, menguji pengaruh budaya terhadap
komunikasi. Kebanyakan analisis tentang komunikasi lintas budaya
membandingkan dan mempertentangkan pola-pola komunikasi dari berbagai
macam budaya

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian komunikasi dan budaya?
2. Sebutkan faktor budaya dalam komunikasi?
3. Bagaimana pengaruh faktor budaya dalam komunikasi?
4. Bagaimana hubungan antara komunikasi dan budaya?
5. Bagaimana memberdayakan faktor budaya untuk keefektifan
komunikasi?
6. Bagaimana pengaruh teknologi komunikasi terhadap aspek sosial
budaya?
7. Bagaimana implikasi faktor budaya dalam komunikasi bagi perawat?

1
C. Tujuan
1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian komunikasi dan budaya.
2. Mahasiswa mampu menyebutkan faktor budaya dalam komunikasi.
3. Mahasiswa mampu menjelaskan pengaruh faktor budaya dalam
komunikasi.
4. Mahasiswa mampu menjelaskan hubungan antara komunikasi dan
budaya.
5. Mahasiswa mampu memberdayakan faktor budaya untuk keefektifan
komunikasi.
6. Mahasiswa mampu menjelaskan pengaruh teknologi komunikasi
terhadap sosial budaya.
7. Mahasiswa mampu menjelaskan implikasi faktor budaya dalam
komunikasi bagi perawat

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Komunikasi dan Budaya


1. Komunikasi

Kata atau istilah komunikasi dari bahasa Inggris


“communication”.Secara etimologis atau menurut asal katanya adalah
dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata
communis.Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau
‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk
kebersamaan atau kesamaan makna. Komunikasi secara terminologis
merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh
seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat
dalam komunikasi adalah manusia.

Himstreet & Baty

Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu


melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol,
sinyak-sinyal, maupun perilaku atau tindakan.

Bovee

Komunikasi adalah suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan.

Laswell

Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengatakn


apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa

3
Carl I. Hovland

Komunikasi adalah proses dimana seseorang individu atau


komunikator mengoperkan stimulan biasanya dengan lambang-lambang
bahasa (verbal maupun non verbal) untuk mengubah tingkah laku orang
lain.

Theodorson& Thedorson

Komunikasi adalah penyebaran informasi, ide-ide sebagai sikap atau


emosi dari seseorang kepada orang lain terutama melalui simbol-simbol.

2. Kebudayaan

Guna melihat lebih jauh tentang komunikasi sebagai proses budaya


kita perlu mengkaji secara ringkas Apa itu budaya atau kebudayaan agar
mempunyai kerangka pemikiran dan konsep yang sama. Sebab definisi
kebudayaan sangat banyak.AL Kroeber dan C. Kluckhlon dalam bukunya
Cultural, A Critical Review of Concept and Definition (1952) pernah
menghitung ada sekitar 179 definisi kebudayaan.

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu


buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal)
diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal
manusia.Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal
dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan.Bisa diartikan
juga sebagai mengolah tanah atau bertani.Kata culture juga kadang
diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Edward T. Hall

Kebudayaan adalah komunikasi dan komunikasi adalah kebudayaan

4
Iris Varner & Linda Beamer

Kebudayaan adalah sebagai pandangan yang koheren tentang


sesuatu yang dipelajari, yang dibagi, atau yang dipertukarkan oleh
sekelompok orang.

Larry A. Samovar & Richard E. Porter

Kebudayaan dapat berarti simpanan akumulatif dari pengetahuan,


pengalaman, kepercayaan, nilai, sikap, makna, hirarki, agama, pilihan
waktu, peranan, relasi ruang, konsep yang luas, dan objek material atau
kepemilikan yang dimiliki dan dipertahankan oleh sekelompok orang atau
suatu generasi.

Gudkunts & Kim

Kebudayaan adalah sistem pengetahuan yang dipertukarkan oleh


sejumlah orang dalam sebuah kelompok yang besar

B. Faktor Budaya dalam Komunikasi

1. Pengetahuan

Perbedaan latar belakang budaya dalam individu menjadi kendala dalam


proses komunikasi untuk menjalin keharmonisan dalam berkomunikasi maka
seorang komunikator harus mengkaji latar belakang seorang komunikan.
Proses pengkajian budaya tersebut memberikan dampak positif terhadap
komunikator, yaitu menambah ilmu pengetahuan.

Seorang komunikator dapat mempelajari budaya lawan bicaranya dengan


cara mecari berbagai referensi melalui internet, buku, majalah, film, dan lain
sebagainya. Misalnya, seorang komunikator dari suku betawi, sedangkan
komunikan berasal dari suku batak. Cara yang tepat untuk mencegah

5
kesalahpahaman adalah mengkaji tentang kebudayaan suku batak. Biasanya
ketika berbicara orang batak berintonasi lebih keras dan tinggi.

2. Toleransi

Pengaruh budaya dalam komunikasi interpersonal ini berhubungan


dengan penerimaan individu terhadap individu lain. Perbedaan budaya dalam
komunikasi interpersonal dapat memberikan kesamaan makna apabila
seorang individu dapat menerima perbedaan tersebut. Hal ini berhubungan
denga sikap toleransi.

Toleransi adalah sikap saling menghormati dan menghargai budaya


seseorang atau kelompok dalam lingkungannya. Misalnya, seorang individu
beragam islam tetangganya beragama Kristen. Ketika memasukin hari raya
idul fitri, seorang tetangganya yang beragama Kristen ikut memberikan
ucapan selamat dan bersilaturahmi ke tempat tetangganya yang beragama
islam

3. Mengurangi ambiguitas

Ketika seorang komunikator dapat berkomunikasi secara efektif dengan


komunikan yang berbeda latar belakang budayanya, maka komunikator
tersebut dapat mengurangi ambiguitas dalam komunikasi. Kurangnya
pengetahuan tentang budaya menjadi pemicu terjadinya ketidakjelasan atau
ambiguitas dalam proses komunikasi. Misalnya, ketika orang sunda
meminum es teh manis maka ia akan berkata “es tehnya amis”. Orang betawi
akan beranggapan bahwa es tehnya berbau amis.

Padahal yang dimaksud adalah es teh itu rasanya manis. Perbedaan


budaya dalam bentuk bahasa tersebut menjadi pemicu ketidakjelasan makna
yang berimbas pada hambatan dalam komunikasi. Untuk menghindari

6
perbedaan makna dalam berkomunikasi, seorang komunikator harus
mempelajari budaya komunikan.

4. Mengurangi etnosentrisme

Etnosentrisme adalah penilaian yang dimiliki oleh seseorang yang


menganggap bahwa kebudayaan sendiri lebih baik dibandingkan kebudayaan
orang lain. Hal ini memberikan dampak buruk terhadap komunikasi
antarpribadi. Mengurangi pandangan tentang etnosentisme dapat
menciptakan komunikasi yang efektif. hal ini berkaitan dengan penerimaan
individu terhadap budaya yang berbeda.

5. Menghindari diskriminasi budaya

Diskriminasi adalah sikap tidakadil terhadap individu maupun kelompok


mengenai karakteristik individu tersebut. Adanya “melek” budaya
berpengaruh pada proses komunikasi. Penerimaan budaya masuk ke dalam
lingkungan masyarakat dapat mengindari diskriminasi karena
perbedaankarakter yang dibawa oleh budaya itu sendiri.

6. Kepercayaan

Salah satu pengaruh budaya dalam komunikasi adalah kepercayaan.


Menurut Mulyani, kepercayaan merujuk pada pandangan dimana sesuatu
memiliki ciiri-ciri dan kualitas tertentu, tidak peduli apakah sesuatu dapat
dibuktikan secara empiris (logis) atau tidak. Dalam komunikasi interpersonal,
seseorang tidak dapat menjalin hubungan yang baik apabila orang tersebut
tidak dapat menghargai kepercayaan orang tersebut.

7
7. Persepsi tentang diri orang lain

Perbedaan budaya dalam masayarakat memberikan penilaian yang


berbeda kepada setiap orang. Pengaruh budaya dalam komunikasi
interpersonal berikutnya berhubungan dengan persepsi tentang diri orang
lain. Persepsi ini muncul ketika seseorang sudah terbiasa menilai budaya
orang tersebut. Misalnya, orang barat cenderung lebih individualis
dibandingkan dengan orang Indonesia yang terkenal dengan keramahannya.

8. Orientasi kegiatan dan peranan status

Budaya mempengaruhi orientasi kegiatan seseorang. Artinya, budaya


mempengaruhi peranan status masyarakat dalam komunikasi. Misalnya,
bagaimana cara seseorang berbicara kepada seorang kepala pemerintahan,
teman, orangtua, dan lainnya.

C. Pengaruh Faktor Budaya dalam Komunikasi

Komunikasi pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial


budaya masyarakat penuturnya karena selain merupakan fenomena sosial,
komunikasi juga merupakan fenomena budaya. Sebagai fenomena sosial,
bahasa merupakan suatu bentuk perilaku sosial yang digunakan sebagai
sarana komunikasi dengan melibatkan sekurang-kurangnya dua orang
peserta. Oleh karena itu, berbagai faktor sosial yang berlaku dalam
komunikasi, seperti hubungan peran di antara peserta komunikasi, tempat
komunikasi berlangsung, tujuan komunikasi, situasi komunikasi, status sosial,
pendidikan, usia, dan jenis kelamin peserta komunikasi, juga berpengaruh
dalam penggunaan bahasa.

Sementara itu, sebagai fenomena budaya, komunikasi selain merupakan


salah satu unsur budaya, juga merupakan sarana untuk mengekspresikan
nilai-nilai budaya masyarakat penuturnya. Atas dasar itu, pemahaman

8
terhadap unsur-unsur budaya suatu masyarakat di samping terhadap
berbagai unsur sosial yang telah disebutkan di atas merupakan hal yang
sangat penting dalam mempelajari suatu komunikasi. Hal yang sama berlaku
pula bagi komunikasin di Indonesia. Oleh karena itu, mempelajari bahasa
Indonesia lebih-lebih lagi bagi para penutur asing berarti pula mempelajari
dan menghayati perilaku dan tata nilai sosial budaya yang berlaku dalam
masyarakat Indonesia.

Kenyataan tersebut mengisyaratkan bahwa dalam pengajaran


komunikasi, sudah semestinya pengajar tidak terjebak pada pengutamaan
materi yang berkenaan dengan aspek-aspek kebahasaan semata, tanpa
melibatkan berbagai aspek sosial budaya yang melatari penggunaan bahasa.
Dalam hal ini, jika pengajaran bahasa itu hanya dititikberatkan pada
penguasaan aspek-aspek kebahasaan semata, hasilnya tentu hanya akan
melahirkan siswa yang mampu menguasai materi, tetapi tidak mampu
berkomunikasi dalam situasi yang sebenarnya. Pengajaran bahasa yang
demikian tentu tidak dapat dikatakan berhasil, lebih-lebih jika diukur dengan
pendekatan komunikatif. Dengan perkataan lain, kemampuan berkomunikasi
secara baik dan benar itu mensyaratkan adanya penguasaan terhadap aspek-
aspek kebahasaan dan juga pengetahuan terhadap aspek-aspek sosial
budaya yang menjadi konteks penggunaan komunikasi.

D. Hubungan Komunikasi dan Kebudayaan

Antara komunikasi dan kebudayaan , keduanya tidak dapat dipisahkan,


karena antara yang satu dengan satunya lagi memiliki kaitan yang sangat
mendalam.

Komunikasi dan budaya mempunyai hubungan timbal balik, seperti dua


sisi mata uang.Budaya menjadi bagian dari prilaku komunikasi dan pada
gilirannya komunikasi pun turut menentukan memelihara, mengembangkan

9
atau mewariskan budaya seperti yang dikatakan Edward T. Hall bahwa
komunikasi adalah Budaya dan Budaya adalah komunikasi.

Tidak banyak orang menyadari bahwa bentuk-bentuk interaksi


antarbudaya sesungguhnya secara langsung atau tidak melibatkan sebuah
komunikasi.Pentingnya komunikasi antarbudaya mengharuskan semua orang
untuk mengenal panorama dasar-dasar komunikasi antarbudaya
itu.Komunikasi itu muncul, karena adanya kontak, interaksi dan hubungan
antar warga masyarakat yang berbeda kebudayaannya. Jadi sebenarnya tak
ada komunitas tanpa kebudayaan, tidak ada masyarakat tanpa pembagian
kerja, tanpa proses pengalihan atau transmisi minimum dari informasi.
Dengan kata lain, tidak ada komunitas, tidak ada masyarakat, dan tidak ada
kebudayaan tanpa komunikasi. Di sinilah pentingnya kita mengetahui
komunikasi antarbudaya itu.

Dalam kenyataan sosial, manusia tidak dapat dikatakan berinteraksi sosial


kalau dia tidak berkomunikasi.Dapat dikatakan pula bahwa interaksi antar-
budaya yang efektif sangat tergantung dari komunikasi antarbudaya. Maka
dari itu kita perlu tahu apa-apa yang menjadi unsur-unsur dalam
terbentuknya proses komunikasi antarbudaya, yang antara lain adalah
adanya komunikator yang berperan sebagai pemrakarsa komunikasi;
komunikan sebagai pihak yang menerima pesan; pesan/simbol sebagai
ungkapan pikiran, ide atau gagasan, perasaan yang dikirim komunikator
kepada komunikan dalam bentuk simbol.

Unsur-unsur pokok yang mendasari proses komunikasi antarbudaya


terdiri dari 2 istilah (konsep) yaitu konsep Komunikasi dan konsep Budaya.
Dengan demikian maka hubungan antara komunikasi dan budaya dapat
diibaratkan seperti sekeping mata uang logam, artinya jika sekeping mata
uang logam dilempar maka yang akan tampak kalau tidak gambar atau
angka. Demikian juga komunikasi antar budaya, kalau tidak budaya

10
mempengaruhi komunikasi atau komunikasi mempengaruhi budaya. Jadi
antara komunikasi dan budaya tidak bisa dipisahkan, saling mempengaruhi
(mempunyai hubungan timbal balik).

Hubungan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

Komunikasi dan Budaya, artinya : melalui komunikasi kita membentuk


kebudayaan.

Budaya dan Komunikasi, artinya : kebudayaan menentukan aturan &


pola-pola komunikasi. Keseluruhan perilaku komunikasi individu terutama
tergantung pada kebudayaannya.

Komunikasi dan Budaya, artinya : Jika bukan karena kemampuan manusia


untuk berkomunikasi (menciptakan bahasa simbolik) tidak dapat
dikembangkan pengetahuan, makna, simbol, nilai-nilai, aturan dan tata
upacara yang memberikan batasan dan bentuk pada hubungan-hubungan.
Melalui komunikasi kita dapat mewariskan unsur-unsur kebudayaan dari satu
generasi ke generasi berikutnya serta dari satu tempat ke tempat lain.

Budaya à Komunikasi, artinya : Komunikasi merupakan sarana yang dapat


menjadikan individu sadar akan dan menyesuaikan diri dengan subbudaya-
subbudaya atau kebudayaan asing yang dihadapinya.

E. Memberdayakan Faktor Budaya untuk Keefektifan Komunikasi

Berbagai pendapat, seperti yang dikemukakan oleh Hymes (1971), Canale


dan Swain (1980), Saville-Troike (1982:25), Canale (1983), Bachman (1990),
menyiratkan kesamaan pandangan bahwa kompetensi komunikatif tidak
hanya mencakup pengetahuan tentang bahasa, tetapi juga mencakup
kemampuan menggunakan bahasa itu sesuai dengan konteks budayanya.
Jadi, kompetensi komunikatif itu tidak hanya berisi pengetahuan tentang
masalah kegramatikaan suatu ujaran, tetapi juga berisi pengetahuan tentang

11
patut atau tidaknya suatu ujaran itu digunakan menurut status komunikator
dan komunikan, ruang dan waktu pembicaraan, derajat keformalan, medium
yang digunakan, pokok pembicaraan, dan ranah yang melingkupi situasi
pembicaraan itu.

Pandangan tersebut mengisyaratkan bahwa faktor-faktor budaya yang


menjadi konteks penggunaan komunikasi merupakan hal yang perlu
diketahui oleh para komunikator agar mereka dapat berkomunikasi secara
baik dan benar dalam situasi yang sebenarnya.
Pemberdayaan faktor budaya dalam komunikasi sangatlah penting untuk
keefektifan komunikasi sehingga komunikator sebaiknya mempelajari aspek
aspek budaya yang menunjang keefektifan komunikasi dengan komunikan,di
antaranya sebagai berikut :

1. Benda - benda budaya (artifact)


2. Gerak-gerik anggota badan (kinesics)
3. Adat-istiadat atau kebiasaankebiasaan yang berlaku di masyarakat
4. Sistem nilai yang berlaku di masyarakat
5. Sistem religi yang dianut masyarakat
6. Mata pencarian penduduk
7. Kesenian
8. Pemanfaatan waktu
9. Cara berdiri, cara duduk, dan cara menghormati orang lain
10. Sopan santun, termasuk penggunaan eufemisme
11. Gotong royong dan tolong-menolong
12. Ramah tamah, tegur sapa, basa-basi
13. Jarak fisik ketika berkomunikasi (proxemics)
14. Kontak pandangan mata ketika berkomunikasi
15. Penyentuhan (kinesthesics)
16. Pujian

12
F. Pengaruh Teknologi Komunikasi Terhadap Aspek Sosial Budaya

Dampak Kemajuan Teknologi yang mempengaruhi Budaya asli Bangsa.


Majunya Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah hal yang tidak bisa kita
hindari, hal tersebut akan semakin berkembang sesuai dengan
perkembangan zaman. Memang perkembangan TIK sangatlah di perlukan,
namun apabila masyarakat Indonesia tidak mampu memfilter perkembangan
dunia TIK maka lambat laun bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang
cenderung konsumtif. Adapun pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh
kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadpa masyarakat
Indonesia yakni Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat,
khususnya di kalangan remaja dan pelajar yang dapat menyebabkan miskin
dalam rohani.

1. Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah, gotong royong dan sopan


telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting
dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibatnya kenakalan dan tindak
menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam
berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu
lintas sampai tindak kejahatan

2. Maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja,seperti banyaknya remaja


yang melakukan seks di luar nikah,

3. Bergantinya kebiasaan remaja,contohnya remaja di jaman sekarang ini


lebih suka berdiam diri di depan computer untuk mermain game atau
lebih suka berdiam berjam – jam hanya untuk sekedar sharing di social
media di bandingkan untuk memainkan permainan tradisional.

4. Penggunaan dialek bahasa Indonesia yang tidak benar dan terkadang


mereka mencampur adukan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam

13
satu kalimat,dan yang terparahnya lagi para remaja jaman sekarang telah
menciptakan sendiri Bahasa yang berevolusi dari Bahasa Indonesia di
berbagai sosial media yang biasa disebut Bahasa Alay, sangat
menggelikan.

Dengan adanya media sosial seperti Facebook, Twitter, WhatsApp. Jika


dilihat dari luar memang tujuannya bagus yaitu untuk bersosialisasi, akan
tetapi hal ini yang menjadikan dunia ini seperti perkampungan kecil karna
tidak perlu bertemu banyak orang untuk berteman dengan banyak orang.

Berikut pengaruh positif teknologi komunikasi :

1. Mendekatkan hubungan kekerabatan antar sesama.

2. Memudahkan penyebaran dan memdapatkan informasi.

3. Membuat kehidupan lebih produktif, efektif, dan efisien.

4. Memajukan perkembangan suatu masyarakat karena komunikasi berjalan


dengan lancar.

5. Dan dengan terciptanya teknologi komunikasi yang terus berkembang ini


kita dapat mewariskan unsur-unsur kebudayaan dari satu generasi ke
generasi berikutnya serta dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah.

Berikut pengaruh negatif teknologi komunikasi :

1. Adanya penurunan rasa cinta terhadap budaya sendiri, misalnya saja


banyak masyarakat Indonesia sekarang yang lebih bangga berbicara
menggunakan bahasa asing ketimbang menggunakan bahasa Indonesia
yang sebenarnya adalah salah satu identitas bangsa

14
2. Tak sedikit juga kalangan remaja yang lebih senang belajar budaya asing
seperti tarian-tarian break dance, suffle dance, dan jenis tarian asing
lainnya
3. Tidak hanya itu saja, dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi
ini apabila digunakan dengan tidak bijak juga akan mengakibatkan
penurunan moral, karena seperti kita ketahui budaya timur sangat
mengedepankan sopan santun dan tata krama, tetapi tidak seperti
bangsa barat yang lebih mengutamakan kebebasan seperti gaya
berpakaian yang kebarat-baratan dan terkesan kurang sopan untuk
bangsa timur
4. Semakin menurunnya kepekaan masyarakat terhadap orang-orang yang
ada disekitarnya. Dimana bila hal tersebut tidak segera ditanggulangi
akan menimbulkan dampak yang sangat buruk, yang akan membuat
seseorang lama kelamaan akan sangat individualis dan tidak akan ada lagi
interaksi ataupun sosialisasi yang dilakukan di dunia nyata.

G. Implikasi Faktor Budaya dalam Komunikasi Bagi Perawat

Setiap orang mempunyai sifat yang unik dan masing-masing dapat


membuat penafsian dari pasa komunikasi yang dilakukan. Perbedaan
penafsiran yang disebabkan beberapa hal dapat menggangu jalannya
komunikasi yang efektif. Seseorang klien yang menunjukkan muka masam
dapat mempunyai beberapa arti: 1)tidak bahagia, 2)marah , 3)nyeri atau
makna yang lain. Menurut Perry & Potter (1987), persepsi seseorang, nilai,
emosi, latar belakang budaya dan tingkat pengetahuan seseorang dapat
mempengaruhi jalannya pengiriman dan penerimaan pesan (komunikasi)
dalam pelayanan keperawatan.

15
1. Persepsi

Persepsi adalah cara seseorang mencerap tentang segala sesuatu


yang terjadi disekelilingnya. Persepsi seseorang juga dipengaruhi oleh
pengalaman masa lalu. Persepsi juga merupakan kerangka tujuan yang
diharapkan dan hasil setelah mengobservasi lingkungan.

Sebagai contoh, seorang mahasiswa praktik akan berpersepsi bahwa


dosen adalah ancaman baginya tatkala dia melihat dosen datang ke
Rumah Sakit sedangkan dia tidak membawa tugas yang telah ditentukan.
Begitupun sebaliknya seorang mahasiswa akan beranggapan bahwa
dosen yang datang ke RS merupakan peluang untuk menanyakan hal-hal
yang belum diketahui.

Dari contoh diatas, komunikasi mahasiswa yang menganggap bahwa


dosen adalah ancaman tidak akan terjadi komunikasi yang aktif, namun
bagi mahasiswa yang menganggap hadirnya dosen sebagai peluang, maka
akan tercipta komunikasi yang aktif, efektif dan nyaman.

2. Nilai

Nilai adalah keyakinan yang dianut seseorang. Jalan hidup seseorang


dipengaruhi oleh keyakinan, fikiran dan tingkah lakunya. Nilai-nilai
seseorang sangat dekat dengan masalah etika. Komunikasi yang terjadi
antara perawat dengan klien juga dipengaruhi oleh nilai-nilai dari kedua
belah pihak.

Nilai-nilai yang dianut perawat dalam kontek komunikasi kesehatan


tentunya beda dengan nilai-nilai yang dimiliki oleh klien. Komunikasi yang
terjadi antara perawat dan perawat atau kolega lainnya mungkin terfokus
pada bahasan tentang upaya peningkatan dalam memberikan
pertolongan maslaah kesehatan. Sedangkan komunikasi dengan klien

16
hendaknya lebih mengarah padamemberikan support dan dukungan
nasehat dalam rangka mengatasi masalah.

3. Emosi

Emosi adalah subyektif seseorang dalam merasakan situasi yang


terjadi disekelilingnya. Kekuatan emosi seorang dipengaruhi
oleh bagaimana kemampuan atau kesanggupan seseorang dalam
berhubungan dengan orang lain. Untuk membantu klien, seorang
perawat harus menghadirkan perasaannya, dia merasakan apa yang
dirasakan oleh kliennya. Komunikasi akan berjalan lancar dan
efektif apabila tenaga kesehatan termasuk perawat dalam mengelola
emosinya. Kemampuan profesional seseorang dapat diketahui dari
emosinya dan menjadi ukuran awal seseorang dalam merasakan,
bersikap dan menjalankan hubungan dengan klien.

4. Latar Belakang Sosial Budaya

Latar belakang sosial budaya mempengaruhi jalannya komunikasi.


Orang Arab akan meratap sedih dan menangis apabila ada anggota
keluarganya meninggal dunia, hal ini berbeda dengan orang
Amerikagolongan menengah yang sering menahan tangis secara terbuka
bila kehilangan orang yang dicintai. Sedihnya dipendam untuk
memperlihatkan ketegarannya kepada anggota keluarga yang lain.

5. Pengetahuan

Komunikasi sulit berlangsung bila terjadi perbedaan tingkat


pengetahuan dari pelaku komunikasi. Perawat diharapkan dapat
berkomunikasi dengan berbagai tingkat pengetahuan yang dimiliki
pasien. Dengan demikian perawat dituntut mempunyai pengetahuan

17
yang cukup tentang pertumbuhan dan perkembangan klien karena hal
tersebut sangat terkait dengan pengetahuan yang dimiliki oleh klien

6. Peran Dan Hubungan

Peran seseorang mempengaruhi dalam menjalin hubungan dengna


orang lain. Dalam berkomunikasi akan sangat baik bila mengenal dengan
siapa ia berkomunikasi. Berkomunikasi dengan orang yang sudah kita
kenal, akan merasa bebas dalam mengeluarkan ide atau gagasan ingin
disampaikan. Komunikasi efektif bila partisipan (perawat- klien)
mempunyai efek / dampak yang positif dalam menjalin hubungan sesuai
dengan perannya masing-masing.

18
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian


suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini
yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia

Kebudayaan adalah komunikasi dan komunikasi adalah kebudayaan

Faktor budaya dalam komunikasi:

1. Pengetahuan
2. Toleransi
3. Mengurangi Ambiguitas
4. Mengurangi etnosentrisme
5. Menghindar diskriminasi budaya
6. Kepercayaan
7. Persepsi tentang diri orang lain
8. Orientasi kegiatan dan peran status

Komunikasi selain merupakan salah satu unsur budaya, juga merupakan


sarana untuk mengekspresikan nilai-nilai budaya masyarakat penuturnya. Atas
dasar itu, pemahaman terhadap unsur-unsur budaya suatu masyarakat–di
samping terhadap berbagai unsur sosial yang telah disebutkan di atas–
merupakan hal yang sangat penting dalam mempelajari suatu komunikasi.

19
B. Saran

Makalah yang kami buat ini sesungguh masihlah jauh dari lebih sedikit jika
dibandingkan dengan materi tentang aspek budaya dalam komunikasi yang
harus kita pelajari bersama. Oleh karena itu saran dari kami selaku penyusun
makalah,bagi siapa saja pembaca yang ingin mengembangkan makalah kami
ini,hendaklah lebih banyak mencari sumber referensian dari berbagai macam
media ,baik tulis maupun media cetak demi pencapaian kesempurnaan yang
diharapkan.

20
DAFTAR PUSTAKA

http://dhinipedia.blogspot.com/2012/10/pengaruh-budaya-dalam-komunikasi.html

http://anthoposthink02.blogspot.com/2014/01/makalah-komunikasi-dan-
budaya.html

21